Tag Archives: laman

Surat Pengakuan Hak (SPH) Tanah: Isi dan Syarat Pembuatannya


Jakarta

Surat Pengakuan Hak (SPH) adalah surat penting untuk mengakui dan mengesahkan kepemilikan atau hak seseorang atas sebidang tanah. SPH termasuk dokumen sebagai bukti yang memberikan keamanan hukum bagi pemilik tanah.

SPH menjadi dokumen atas pengakuan/kepemilikan suatu pihak terhadap sebidang tanah yang belum bersertifikat. Biasanya, SPH diterbitkan oleh pemerintah desa atau kelurahan dan kecamatan.

Isi Surat Pengakuan Hak (SPH) Tanah

  • Data diri pemilik tanah, seperti nama, nomor KTP, dan alamat.
  • Data tanah yang dimiliki, seperti ukuran, alamat lengkap, dan batas-batas tanah.
  • Pernyataan bahwa tanah tersebut benar milik pemilik.
  • Kesiapan mempertanggungjawabkan secara hukum jika terjadi kekeliruan dalam pernyataan kepemilikan.
  • Tanda tangan dari pemilik dan saksi.
  • Pengesahan oleh kepala desa atau lurah.

Syarat Pembuatan SPH Tanah

Dilansir laman Sistem Informasi Pelayanan Publik Nasional (SIPPN), berikut adalah persyaratan pembuatan SPH tanah secara umum yang yang diregister lurah dan camat:


  • Dasar Surat Tanah / atas Hak Tanah Usaha (yang belum teregister surat tanah di kelurahan dan kecamatan).
  • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP).
  • Fotokopi pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun terakhir.
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK).
  • Surat permohonan yang bersangkutan bermeterai Rp 10.000.
  • Surat pernyataan tanah yang tidak sengketa dan diketahui RT setempat bermeterai Rp 10.000.
  • Surat pengantar dari RT.
  • Untuk Tanah Waris dilampirkan Surat Pernyataan Waris dan Kuasa Waris.

Jika dasar surat tanah hilang, harus disertakan surat keterangan kehilangan dari kepolisian.

Walaupun bersifat informal, SPH punya peran krusial dalam transaksi jual beli tanah atau lahan yang belum bersertifikat. SPH juga bisa menjadi bukti awal kepemilikan tanah, sebelum proses pendaftaran lebih lanjut.

(fds/dna)



Sumber : www.detik.com

4 Alasan Kucing Suka Mencakar Sofa, Ketahui Cara Mengatasinya!


Jakarta

Kucing dikenal sebagai hewan yang suka mencakar sofa, karpet, lemari, dan perabot lain di rumah. Pada faktanya, mencakar atau menggaruk sudah tertanam dalam naluri kucing.

Meski begitu, perilaku kucing yang mencakar sofa di rumah bisa menjadi hal menjengkelkan. Ketahui berbagai alasan kucing mencakar sofa dan cara mengatasinya berikut ini.

Alasan Kucing Mencakar Sofa

Ada sejumlah alasan kenapa kucing suka mencakar sofa atau perabotan rumah lainnya. Mungkin dia mau mengasah cakarnya agar tetap tajam atau sekedar ingin menarik perhatian.


1. Mengasah Cakarnya

Alasan pertama kucing suka mencakar sofa adalah untuk menjaga kukunya tetap tajam. Mengutip laman Merrimac Valley, tidak seperti kuku manusia, cakar kucing berlapis-lapis.

Jadi, mencakar sesuatu akan memungkinkan kucing menghilangkan bagian cakar lamanya sambil mengasah lapisan baru. Pada dasarnya di alam liar, kucing memakai cakarnya untuk berburu makanan dan memanjat pohon. Jadi secara naluri kucing ingin menjaga cakarnya tetap tajam.

2. Menandai Wilayah

Kucing sering mencakar perabotan, seperti sofa untuk meninggalkan aroma dan menandai wilayah mereka. Secara tidak langsung, kucing memberitahu bahwa tempat itu miliknya.

Saat mencakar, kucing memang mengeluarkan bau yang unik. Meski begitu, perlu diketahui bahwa menandai wilayah bisa menjadi tanda-tanda kucing stres, tidak aman, atau terancam.

3. Merasa Bosan

Menggaruk atau mencakar sesuatu bisa jadi kegiatan yang memuaskan dan menyenangkan bagi kucing. Sehingga, menggaruk-garuk sofa bisa jadi disebabkan karena kucing merasa bosan.

4. Mencari Perhatian

Kucing juga merupakan hewan yang ingin diperhatikan. Jadi, jika hewan ini mencakar furnitur, dia merasa bisa menarik perhatian pemiliknya.

Banyak juga kucing yang mencakar sofa dan perabotan lain hanya untuk bermain atau melepaskan energi berlebih yang dimlikinya. Kegembiraan juga bisa mendorong kucing mencakar sesuatu.

Cara Menghentikan Kucing Mencakar Sofa

Kamu bisa melakukan beberapa upaya untuk menghentikan kucing mencakar sofa. Berikut di antaranya.

1. Sediakan Tempat Khusus untuk Mencakar di Rumah

Untuk mencegah kucing mencakar sofa, berikan mereka tempat untuk mencakar di dalam rumah. Mengutip laman Purina, kucing yang tinggal di luar rumah biasanya mencakar pohon atau tiang.

Jadi, sebaiknya berikan tiang garukan kucing. Hal ini akan mengalihkan fokusnya dari mencakar. Pilih tiang garukan yang mempunyai kualitas baik. Sehingga benda tersebut tidak akan goyang saat kucing mencakarnya.

2. Letakkan Tiang Garukan dekat Sofa

Tempatkan tiang garukan di dekat bagian sofa yang sering dicakarnya. Sehingga, tiang garuk akan mengalihkan perhatian kucing dari sofa.

3. Taburkan Catnip

Tanaman catnip bisa membuat kucing semangat beraktivitas dan moodnya lebih baik. Sebab, tanaman ini memiliki bahan kimia nepetalactone yang dapat memicu respon kucing. Menurut laman Omlet, kamu bisa menaburkan catnip ke tiang garuk untuk menarik perhatian kucing.

4. Beri Hadiah pada Kucing

Berikan hadiah pada kucing saat mereka mencakar tiang garukan. Sehingga, kucing nantinya akan lebih memilih untuk mencakar tiang garukan dibanding sofa.

Itulah sejumlah alasan kucing suka mencakar sofa. Semoga artikel ini membantu menghentikan kucing mencakar sofa dan perabot lain di rumah kamu ya.

(elk/row)



Sumber : www.detik.com

10 Ikan Hias Aquarium Tercantik Air Tawar untuk Memperindah Ruangan


Jakarta

Telah lama ikan hias menjadi daya tarik utama bagi pecinta akuarium. Keindahan warna, bentuk tubuh, dan perilaku unik dari berbagai ikan tersebut bisa menciptakan pemandangan bawah air yang menarik.

Dalam akuarium, ikan hias tak hanya sekedar menghuni, api juga dapat menambah estetika ruangan. Dari ikan yang berukuran kecil dengan aneka warna sampai dengan yang mempunyai bentuk sirip yang cantik, setiap ikan mempunyai pesonanya masing-masing.

10 Ikan Hias Aquarium Tercantik

Ikan hias aquarium tercantik di antaranya adalah ikan guppy, ikan cupang, dan ikan bidadari. Berikut informasi lengkapnya.


1. Ikan Guppy

Bisnis Ikan GuppyIkan Guppy (Kartika Bagus/detikcom)

Guppy menjadi salah satu kan yang menghiasi akuarium selama lebih dari 100 tahun. Mengutip laman Aqueon, kini sudah banyak corak dan warna berbeda selama beberapa generasi.

Sifatnya yang suka berteman dengan warna-warna cerahnya membuat ikan guppy banyak disukai. Ikan vivipar ini mudah dibiakkan dengan betinanya mampu melahirkan tiap 30 hari. Menurut jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, ikan guppy harus berada di air dengan pH 6-8 dan suhu 28-32°C agar tumbuh dengan baik.

2. Ikan Cupang

Ilustrasi jenis ikan cupang hias termahal.Ilustrasi jenis ikan cupang hias termahal. Foto: iStock

Ikan cupang juga merupakan ikan warna-warni yang banyak disukai. Mengutip laman Aquarium co-op, spesies yang paling populernya adalah Betta splendens dengan aneka corak dan bentuk ekor yang beragam.

Perlu diketahui, cupang memiliki sifat yang agresif. Sehingga tidak semua cupang bisa ‘berteman’ dengan ikan lainnya di akuarium. Jenis ikan ini cocok dipelihara di dalam akuarium dengan kualitas air yang bersih dan sehat dengan suhu 24-26°C

3. Ikan Discus

Karyawan Pabrik di Pasuruan Jadi Jutawan Jualan Ikan DiscusKaryawan Pabrik di Pasuruan Jadi Jutawan Jualan Ikan Discus Foto: Muhajir Arifin

Discus merupakan salah satu ikan air tawar terindah yang dipelihara di akuarium bahkan dijuluki sebagai raja akuarium. Ada beberapa jenis dari ikan discus, yaitu brilliant turquoise, pigeon blood, sampai albino yellow.

Ikan discus lebih menyukai suhu yang hangat antara 29-30°C untuk bisa tumbuh, dengan panjang tubuh mencapai 13-18 cm. Jika merawat ikan ini kuncinya adalah meningkatkan suhu air, menjaga aliran tetap bersih dan stabil, dan memberi makan yang baik.

4. Ikan Bidadari

Ikan bidadari atau manfish mempunyai bentuk tubuh yang unik, yaitu seperti layangan. Mengutip buku Budidaya Ikan Angelfish yang cantik oleh Ishan Latif, gerakan tubuhnya juga sangat tenang.

Pada bagian bawah terdapat dua sirip kecil dan panjang melengkung ke ekor. Ikan cantik ini tidak suka menyerang ikan lainnya.

5. Ikan Molly

Potret ikan hias molly.Potret ikan hias molly. Foto: BACbKA/Wikimedia Commons

Ikan molly sering disebut sebagai ikan balon karena perutnya yang menggelembung. Salah satu jenis ikan molly yang banyak dipelihara adalah molly hitam.

Ikan jantannya memiliki sirip punggung seperti layar membuat spesies ini sangat populer selama bertahun-tahun. Ikan molly merupakan anggota genus yang sama dengan ikan guppy.

6. Ikan Pelangi Boesemani

Ikan PelangiIkan Pelangi Foto: USA Today

Ikan pelangi adalah ikan berkelompok yang dikenal dengan warna-warnanya yang menakjubkan. Salah satu spesies yang paling terkenalnya adalah ikan pelangi boesemani.

Tubuhnya berbentuk almond dengan warna biru berkilau di bagian depan dan oranye terang di bagian belakang. Ikan jantannya tumbuh hingga 10 cm dan pada usia dewasa bisa mencapai 1,2 m.

7. Ikan Louhan

Ikan Louhan yang Mahal DigorengIkan Louhan Foto: Wikipedia

Ikan Louhan mempunyai ciri yang dominan, yaitu benjolan atau jenong di bagian kepala. Mengutip buku Cara Merawat Ikan Louhan yang Mudah dan Praktis oleh Majella Setyawan, warna ikan louhan beragam mulai dari merah, merah muda, oranye, bercak hitam, dan kombinasi lainnya.

Bentuk badan ikan louhan agak bulat dengan ekor yang pendek. Siripnya agak melebar. Namun, semakin tua ikan louhan, siripnya akan berbentuk kuncup. Sementara itu, mulutnya identik monyong dan tebal.

8. Ikan Cherry Barb

Ikan cherry barb memiliki bentuk ukuran tubuh yang berkisar antara 10-12 cm. Menurut buku Ragam Desain Akuarium Penghias Interior Rumah oleh Ela Puspita, corak warnanya begitu cantik, yaitu kuning keemasan pada bagian atas dan kuning terang di bagian bawah. Ikan ini bisa hidup di akuarium dengan suhu 22-24°C, serta banyak tanaman air, kayu-kayuan, dan bebatuan di dalamnya.

9. Barbus Tetrazona

Berasal dari Sumatera, Barbus tetrazona seringkali disebut juga sebagai ikan Sumatera. Saat berada di alamnya, ikan ini hidup berkelompok hanya dengan sesama jenisnya.

Corak pada barbus tetrazona begitu cantik. Mulai dari kepala sampai ujung ekornya dibalut dengan warna hitam berbentuk cincin. Jika ingin memeliharanya, ikan ini cocok dipelihara di dalam akuarium dengan suhu 20-26°C.

10. Killifish

Pada habitatnya, Killifish lebih suka hidup berkelompok daripada menediri. Jika ada di dalam air tawar, ikan ini lebih suka hidup di semak-semak rawa pohon bakau.

Panjangnya sekitar 8-10 cm dengan warna dan corak kuning keemasan. Uniknya, bentuk sirip bagian tengahnya begitu panjang sampai ekor. Ikan ini bisa hidup dengan sehat di akuarium dengan kualitas air yang bersih, sehat, dengan pH normal, dan suhu 25°C.

Buat detikers yang tertarik memelihara ikan hias aquarium tercantik ini, pastikan tersedia cukup ruang untuk menaruh aquarium dan perlengkapannya. Termasuk pakan ikan, vitamin, serta semua kebutuhan hewan peliharaan. Selain itu, pastikan mendapat cukup cahaya matahari dan tidak lembab.

(elk/row)



Sumber : www.detik.com

8 Penyebab AC Jadi Tidak Dingin dan Hal yang Harus Dilakukan


Jakarta

Air Conditioner (AC) yang tidak dingin bisa jadi masalah yang mengganggu kenyamanan di ruangan bukan? Berbagai faktor bisa menyebabkan kinerja pendingin udara ini menurun.

Mulai dari kurangnya perawatan ataupun kerusakan komponen internal. Oleh sebab itu, kenali penyebab AC tidak dingin dan cara untuk mengatasinya berikut ini.

Penyebab AC Tidak Dingin

1. Kebocoran Refrigerant

Dikutip dari laman Hydes AC, refrigerant (komponen sistem AC yang menghasilkan udara dingin) mengalir lewat kumparan AC, dan memindahkan panas dari dalam rumah ke unit kondensor luar.


Ketika sistem mengalami kebocoran refrigeran, maka sistem tidak akan mampu memindahkan panas keluar h secara memadai. AC akan tetap menyala, namun tidak bisa memberikan dingin dengan optimal.

2. Kumparan Pendingin Kotor

AC punya seperangkat kumparan dalam ruangan yang menyerap panas dari udara rumah, dan kumparan luar ruangan yang memindahkan panas dari rumah ke luar ruangan.

Apabila salah satunya memiliki lapisan kotoran, maka panas akan jauh lebih sulit dipindahkan. Hal tersebut menyebabkan pengurangan kemampuan sistem untuk membuang panas dari rumah.

3. Filter Udara yang Kotor

Filter udara yang kotor akan membuat jumlah udara yang berhembus melewati kumparan evaporator menjadi terbatas. Hal ini menyebabkan sebagian besar udara hangat yang ditarik AC dari udara rumah tidak akan benar-benar didinginkan.

4. Unit Kondensor Tersumbat

Unit kondensor berada di luar, sehingga rentan tersumbat. Jika hal ini terjadi, maka unit kondensor tidak bisa melepaskan panas dari kumparan kondensor dengan baik.

Dengan demikian, panas yang dikeluarkan dari rumah tidak akan dilepaskan dengan baik.

5. Sistem yang Sudah Usang

Sistem AC yang lama tidak akan mampu mendinginkan ruangan seperti sebelumnya. Mungkin sistem AC sudah mencapai akhir masa pakainya. Makanya, penting untuk mengganti sistem AC teika ia tidak lagi mampu bekerja secara efektif.

6. Pengaturan Termostat yang Tidak Tepat

Pengaturan kipas termostat diatur ke “aktif” akan penangan udara akan meniupkan udara bahkan ketika sistem tidak dalam siklus pendinginan. Akibatnya, sebagian udara yang keluar dari ventilasi menjadi terasa hangat.

Kamu bisa menyesuaikannya dengan mengalihkan pengaturan kipas ke “otomatis”. Pengaturan lain yang bisa dicek taitu apakah sistem dalam mode “panas” atau “dingin”. Pasalnya, AC hanya akan menyala jika termostat diatur ke “dingin”.

7. Masalah Kompresor AC

Kompresor AC berperan untuk memastikan refrigeran berada pada tekanan optimal. Tanpa kompresor, sistem tidak akan bisa menyerap panas dari ruangan di rumah lalu memindahkannya ke luar.

Jika kompresor mengalami masalah, AC Anda tidak akan mampu mendinginkan rumah dengan baik.

8. Remote AC Rusak

Remote yang rusak akan membuat pengiriman sinyal perubahan suhu ke unit AC gagal.

Hal yang Harus Dilakukan jika AC Tidak Dingin

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan jika AC tidak dingin. Dilansir laman Bob Vila, berikut adalah beberapa cara mengatasi AC jika tidak dingin:

  • Periksa dan setel ulang termostat.
  • Bersihkan saluran kondensasi yang tersumbat.
  • Ganti filter yang kotor.
  • Tambahkan zat pendingin.
  • Bersihkan kumparan yang kotor.
  • Cek sistem untuk mendiagnosis kerusakan saluran.
  • Bersihkan area sekitar kompresor.
  • Beli AC baru yang lebih kuat.

Jika detikers tidak bisa membuka unit AC untuk memperbaikinya, kamu bisa menyewa seorang profesional untuk membersihkannya.

AC Akan berfungsi dengan optimal jika dirawat dalam kondisi prima. Perawatan rutin juga akan memastikan AC berfungsi dengan baik.

(khq/fds)



Sumber : www.detik.com

Segini Tinggi Pagar Rumah yang Ideal agar Terlihat Estetik


Jakarta

Hampir setiap rumah memiliki pagar yang berfungsi sebagai pembatas antara area hunian dengan jalan raya. Pagar juga berfungsi untuk memberikan rasa aman bagi penghuninya dari lingkungan luar.

Oleh sebab itu, beberapa hunian seperti rumah mewah dan besar sengaja membangun pagar yang tinggi. Cara ini dilakukan untuk memberikan keamanan ekstra dari orang yang berniat jahat, binatang liar, hingga suara bising dari luar.

Namun bagi sebagian orang, membangun pagar rumah yang tinggi memberikan kesan seperti ‘penjara’, kaku, dan terlihat tidak estetik. Lantas, berapa tinggi pagar rumah yang ideal? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


Segini Tinggi Pagar Rumah yang Ideal

Fungsi utama pagar adalah untuk memberikan keamanan bagi para penghuni rumah. Namun, haruskah pagar dibangun setinggi mungkin?

Mengutip laman Bisesa Contractor, rata-rata tinggi pagar rumah yang ideal adalah 1,8 meter. Ukuran tersebut dinilai sudah cukup untuk memberikan perlindungan dari bahaya tindak kejahatan, suara bising, hingga binatang liar.

Namun, ada beberapa rumah yang memasang pagar hingga setinggi 2,5 meter. Biasanya, rumah tersebut merupakan hunian mewah yang dihuni pejabat, artis ternama, hingga orang penting yang membutuhkan keamanan dan kenyamanan.

Pada intinya, kamu bisa menyesuaikan tinggi pagar rumah dengan luas bangunan. Apabila rumah kamu mengusung konsep minimalis sederhana, pagar setinggi 1,8 meter dirasa sudah cukup. Namun jika memiliki rumah mewah dan luas, pagar setinggi 2,5 meter dapat memberikan perlindungan ekstra.

Tips Memilih Pagar yang Cocok dengan Rumah Kamu

Saat ini, ada banyak jenis dan bentuk pagar yang tersedia di pasaran. Jika kamu bingung ingin pilih yang mana, detikers bisa menentukan yang paling cocok dengan kondisi dan kebutuhan rumahmu.

Mengutip catatan detikProperti, berikut tips memilih pagar yang cocok dengan rumah kamu:

1. Privasi

Tips yang pertama terkait dengan privasi. Jika ingin menjaga privasi secara maksimal, maka disarankan untuk meninggikan panel pagar. Panel yang tinggi dan tertutup akan menghalangi tatapan tetangga.

2. Keamanan

Kamu juga harus memperhatikan soal keamanan sebelum memilih jenis atau bentuk pagar. Jika ingin mencegah maling, pilih panel pagar vertikal sehingga tidak ada pegangan kaki atau tangan yang dapat digunakan untuk memanjat.

3. Lokasi Pemasangan

Lokasi pemasangan pagar juga harus diperhatikan, lho. Kamu harus menentukan lokasi yang tepat memasang pagar rumah. Lalu, pertimbangkan medan pekarangan rumah kamu dan cek apakah ada penghalang seperti pohon atau batu yang perlu kamu akali.

4. Faktor Lingkungan

Jika detikers tinggal di daerah yang berangin, sebaiknya pertimbangkan pagar apa yang kuat menahan kondisi saat berangin. Panel semi-solid diklaim paling cocok karena masih memungkinkan angin melewati lubang di sela-sela panel, sehingga tidak membebani tiang penahan pagar.

5. Kualitas Material

Tips yang terakhir adalah memperhatikan kualitas material. Sebaiknya, selalu mencari pagar yang menggunakan bahan material kokoh sehingga bisa bertahan lama.

Demikian pembahasan mengenai tinggi pagar rumah yang ideal. Semoga dapat membantu detikers.

(ilf/fds)



Sumber : www.detik.com

6 Ciri-ciri Rumah Tahan Gempa yang Perlu Diketahui, Cek di Sini


Jakarta

Rumah tahan gempa adalah solusi penting untuk mengurangi dampak kerusakan akibat gempa bumi, khususnya di wilayah rawan bencana. Dengan konstruksi yang tepat, rumah tahan gempa mampu melindungi penghuninya dari risiko keruntuhan bangunan.

Sehingga, memahami ciri-ciri rumah tahan gempa menjadi langkah awal untuk menciptakan hunian yang aman. Lantas apa saja ciri-cirinya?

Ciri-ciri Rumah Tahan Gempa

Ciri-ciri rumah tahan gempa bisa dilihat dari pondasi dan beton yang kokoh hingga beban material rumah yang minimal. Begini penjelasannya.


1. Pondasi yang Kokoh

Menurut laman DPU Kulon Progo, pondasi menjadi bagian penting dari struktur sebuah bangunan, terutama pada rumah tahan gempa. Berada di bagian paling bawah, pondasi berfungsi menyalurkan beban ke tanah.

Kedalaman minimum pembuatan pondasi adalah 60-80 cm. Untuk faktor akurasi dari kedalaman, atau jenis pondasi, bisa dilakukan uji sondir tanah pada lokasi yang akan dibangun.

2. Beton yang Kokoh

Penggunaan beton umum dilakukan pada bangunan. Namun dalam bangunan tahan gempa, beton dibuat kokoh dengan standar tertentu, sehingga lebih aman.

Beton bertulang merupakan bagian penting dalam membuat rumah tahan gempa. Pembuatan alat bantu seperti vibrator atau molen disarankan untuk menghasilkan beton bertulang yang berkualitas tinggi.

3. Tanahnya Memiliki Komponen Kasar

Kualitas tanah di mana bangunan berdiri juga harus mampu menahan tekanan gempa. Menurut laman Homify, contoh dari tanah dengan komponen kasar yaitu pasir lempung dan kerikil berpasir.

Tanah ini biasanya mampu terpapar benturan yang padat dan keras sehingga sangat bagus untuk bangunan tahan gempa. Sebaliknya, tanah yang lunak, berpasir, liat, dan gembur tidak cocok untuk konstruksi.

4. Bangunan Simetris

Desain rumah yang simpel dan simetris tanpa ornamen atau aksen yang berlebihan, baik untuk rumah tahan gempa.

Menurut salah satu situs penjualan furniture dan dekor rumah, bentuk rumah yang simetris bisa membantu memperkokoh struktur dan membuat penyebaran gayanya merata. Sehingga struktur tersebut bisa menahan gaya gempa yang lebih baik.

5. Setiap Komponen dalam Rumah Terikat

Pada rumah tahan gempa, setiap komponen-komponen elemen bangunan, baik struktural dan non-struktural terikat dengan baik satu sama lain. Hal tersebut akan memperkokoh bangunan dan membantu bangunan menyalurkan beban gempa lebih merata.

6. Beban Material Rumah yang Minimal

Saat melakukan pembangunan rumah tahan gempa, langkah tepatnya yaitu meminimalisir material bangunan yang bisa menambah beban bangunan saat terjadi gempa.

Contohnya, mengganti konstruksi atap konvensional dengan atap baja ringan. Jika material yang digunakan tepat, maka efek gempa pada hunian bisa diminimalisir.

Itulah enam ciri-ciri rumah tahan gempa. Semoga artikel ini membantu detikers yang ingin membangun rumah ya.

(elk/inf)



Sumber : www.detik.com

Ini Perbedaan Triplek dan Multiplek, Jangan Sampai Keliru


Jakarta

Pemilihan material sangatlah penting untuk mencapai hasil yang diinginkan, terutama dalam dunia konstruksi dan furniture. Triplek dan multiplek adalah dua jenis papan kayu yang sering digunakan.

Meskipun keduanya hampir mirip karena terbuat dari serat kayu yang diproses, namun ada perbedaan mendasar antara keduanya. Utamanya, beda triplek dan multiplek adalah dari jumlah lapisan kayu yang digunakan/direkatkannya.

Mengenal Triplek

Triplek adalah lapisan kayu
Secara umum, pembuatan triplek melibatkan tiga lapisan kayu yang direkatkan. sedangkan multiplek melibatkan lima lapisan atau lebih. Perbedaan ini mempengaruhi kekuatan dan kekuatan material akhir.


Kelebihan dari Triplek

  • Harganya terjangkau
  • Cukup kuat terhadap regangan
  • Mudah dipotong.

Kekurangan dari Triplek

  • Kurang bisa menahan air
  • Permukaannya kurang halus
  • Kurang estetis.

Mengenal Multiplek (Plywood)

Mengutip situs Wood Solutions, multiplek adalah lapisan kayu yang direkatkan untuk menghasilkan lembaran datar. Kita sering menyebutnya sebagai veneer atau kayu lapis.

Multiplek menjadi produk kayu solid rekayasa atau engineered solid wood (ESW). Lapisan-lapisan kayu tersebut direkatkan masing-masing dengan serat tegak lurus terhadap lapisan yang berdekatan.

Perekatan dilakukan di bawah panas dan tekanan dengan perekat yang kuat (biasanya resin fenol formaldehida). Karena proses tersebut, kayu lapis ini menjadi jenis material komposit.

Lapisan kayu multiplek lebih banyak dari triplek yakni sekitar 5 atau lebih, hal ini menjadikannya lebih kuat daripada triplek.

Selain itu, multiplek sangat hemat biaya dan cocok untuk digunakan dalam aplikasi struktural. Contohnya lantai, dinding geser, bekisting, atau balok anyaman.

Dilansir laman Gharpedia, plywood ini paling umum digunakan untuk sistem lantai, partisi ringan, dinding luar, konstruksi bangunan, pengerjaan kayu untuk perahu/kapal, perabotan rumah dan kantor.

Kelebihan dari Multiplek

  • Tahan benturan kuat
  • Stabilitas yang baik
  • Rasio kekuatan dan kekakuan yang tinggi terhadap berat
  • Relatif stabil terjadi perubahan suhu dan kelembapan
  • Tahan bahan kimia (tidak mengalami korosi).

Kekurangan Multiplek

  • Cukup sulit untuk dipotong
  • Harganya cukup mahal
  • Permukaannya halus
  • Diketahui mengeluarkan VOC (Volatile Organic Compound) yang bisa beracun, sehingga berisiko menyebabkan iritasi pada mata
  • Sebagian besar kayu lapis kelas komersial perlu dilapisi laminasi, untuk meningkatkan keindahannya dan memperpanjang umurnya
    Rentan terhadap rayap.

(khq/fds)



Sumber : www.detik.com

Air Sumur Bor Vs PDAM, Mending Mana? Ini Perbandingannya


Jakarta

Ada berbagai cara mendapat sumber air bersih di rumah. Kebanyakan masyarakat menggunakan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan sumur bor.

Meski sama-sama menyediakan air bersih, tentu kedua sumber tersebut memiliki perbedaan. Nah, bagi kamu yang sedang mempertimbangkan antara air PDAM atau sumur bor, sebaiknya kenali dulu perbedaannya.

Mengutip dari laman PDAM Pintar, air PDAM yang juga disebut air ledeng adalah disediakan oleh pemerintah daerah melalui jaringan pipa air terpusat. Air tersebut disalurkan ke rumah-rumah lewat pipa-pipa distribusi.

Sedangkan air sumur merupakan air hasil pengeboran sumur ke dalam tanah. Secara umum, air ini diambil dengan menggunakan pompa air yang akan mengangkat air dari dalam sumur menuju ke permukaan.

Perbedaan Air PDAM dan Air Sumur Bor

Inilah beberapa perbedaan antara air PDAM dan air sumur bor.

1. Sumber

Air PDAM: Bersumber dari sungai, danau atau waduk.

Air sumur bor: Berasal dari mata air yang ada di bawah tanah, yakni lapisan akuifer tanah.

2. Kualitas Air

Air PDAM: Standar air PDAM telah ditetapkan oleh badan pengatur, sehingga lebih terjamin kebersihannya.

Air sumur bor: Kualitasnya sangat bergantung pada kedalaman sumur serta kondisi tanah di sekitarnya.

3. Kandungan

Air PDAM: Sudah melalui proses pengolahan intensif yang bertujuan untuk menghilangkan bahan kimia berbahaya, kontaminan, dan patogen.

Air sumur bor: Bisa mengandung mineral, logam berat, dan bahan-bahan organik yang larut dalam air tanah.

4. Ketersediaan Air

Air PDAM: Ketersediaan air lebih terjamin karena melalui sistem distribusi yang teratur.

Air sumur bor: Dipengaruhi kondisi air tanah di lingkungan.

5. Biaya

Air PDAM: Dalam jangka panjang, biaya air PDAM cenderung lebih mahal karena memerlukan biaya abonemen bulanan atau tahunan yang harus dibayar.

Air sumur bor: Biaya air sumur bor lebih ekonomis dengan ongkos pembuatan dan perawatan relatif lebih rendah.

6. Keandalan

Air PDAM: Punya kepastian pasokan air yang stabil karena melalui jaringan pipa terpusat. Pemerintah bertanggung jawab untuk memastikan pasokan air terjaga.

Air sumur: Rentan terhadap fluktuasi tingkat air tanah. Hal ini mempengaruhi jumlah air yang bisa diambil, terutama pada musim kemarau.

7. Pengelolaan Air

Air PDAM: Pengelolaan lebih kompleks meliputi filtrasi, koagulasi, sedimentasi, desinfeksi, hingga penyesuaian pH. Penggunaan teknologi dan bahan kimia tertentu juga dipakai, untuk memastikan air aman diminum dan digunakan untuk kegiatan sehari-hari.

Air sumur bor: Pemantauan dilakukan secara berkala.

Itulah perbandingan antara air sumur bor dan PDAM. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

Cara Memilih dan Meletakkan Lampu Kamar untuk Suasana yang Nyaman


Jakarta

Pencahayaan merupakan salah satu elemen yang menciptakan kenyamanan dan keindahan dalam sebuah kamar. Tak hanya berfungsi sebagai sumber cahaya, lampu juga bisa memberikan suasana yang sesuai dengan kebutuhan dan karakter penghuninya.

Sehingga, pemilihan lampu yang tepat penting untuk diketahui. Simak cara memilih dan meletakkan lampu kamar berikut ini.

Cara Memilih dan Meletakkan Lampu Kamar

Saat mendekorasi kamar, lampu menjadi salah satu bagian yang bisa dirancang untuk mempercantik tampilan kamar. Ada beberapa lampu yang biasa digunakan dalam kamar yaitu yang diletakkan di atas, untuk membaca, dan berhias (make up).


Lampu Atas

Lampu atas berfungsi sebagai sumber penerangan utama yang menerangi seluruh ruangan. Berikut cara memilih lampu atas untuk kamar tidur:

1. Pemilihan Lampu

Desainer Anna Franklin dalam laman The Spruce menjelaskan, pada ruangan yang besar sebaiknya menggunakan lampu berukuran sama misal lampu gantung anyaman rotan. Jika ruang berukuran kecil dengan langit-langit rendah, bisa dipilih lampu yang lebih kecil dan tidak menempel di atas ruangan. Terkait model, situs Family Handyman menyarankan pemilihan lampu berdesain rata untuk ketinggian kamar 2 meter atau kurang (flush mount light).

2. Posisi Lampu

Posisikan lampu di tengah ruangan untuk pencahayaan yang seimbang. Pastikan ada jarak yang cukup antara langit-langit dan dinding. Mengutip laman Rejuvenation, untuk ruangan dengan langit-langit yang tinggi bisa menggunakan lampu gantung untuk menambah daya tarik visual serta mengisi ruangan.

Lampu Baca

Lampu baca memberi pencahayaan yang terfokus untuk membaca atau bekerja di tempat tidur. Cara memilih dan meletakkan lampu baca adalah sebagai berikut.

1. Pemilihan Lampu

Untuk ruangan tidur yang kecil, gunakan lampu dinding atau lampu gantung di samping tempat tidur yang bisa dicolokkan ke stopkontak. Sementara, untuk ruangan yang lebih besar bisa menggunakan lampu meja. Pastikan lampu bisa disesuaikan dan memberi pencahayaan yang memadai.

Pilih lampu baca yang sesuai dengan gaya kamar tidur. Kamu bisa memilih desain yang modern atau tampilan yang lebih tradisional. Pastikan lampu bisa meningkatkan suasana d dalam ruangan

2. Posisi Lampu

Letakkan lampu baca di ketinggian yang nyaman untuk membaca di tempat tidur. Lampu dinding harus dipasang sekitar 76 cm-92 cm di atas kasur, sementara lampu meja diletakkan setinggi mata saat duduk di tempat tidur.

Lampu Hias

Lampu hias dapat mempercantik ruangan kamar tidur. Pilih lampu yang sesuai dengan skala kamar tidur.

1. Pemilihan Lampu

Ketika memilih lampu, baik lampu meja atau lampu lantai, pilih desain yang cocok dengan kamar tidur. Pastikan lampu tersebut selaras dengan estetika kamar secara keseluruhan.

2. Posisi Lampu

Tempatkan lampu hias secara strategis untuk menciptakan titik fokus dan meningkatkan suasana ruangan. Gunakan lampu meja di meja rias atau meja tulis dan lampu lantai di sudut kamar. Jika berminat, kamu juga bisa menggunakan lampu tempel untuk yang menyorot sebuah karya seni untuk menarik perhatian ke area tertentu

Itulah cara memilih dan meletakkan lampu tidur agar kamar nyaman. Selamat mencoba detikers.

(elk/row)



Sumber : www.detik.com

Cara Membeli Rumah Lelang Hasil Sitaan Bank, Apakah Lebih Murah?


Jakarta

Membeli rumah hasil lelang sitaan bank menjadi salah satu cara menarik untuk memiliki properti dengan harga yang lebih terjangkau. Memang, salah satu keuntungan dari membeli rumah lelang yaitu harganya yang murah.

Umumnya rumah yang dilelang ini karena debitur bank yang tidak mampu membayar cicilan, sehingga bank melelang aset tersebut untuk menutupi kerugian. Maka dari itu, pihak bank pun menjual rumah tersebut dengan harga yang terjangkau agar bisa segera mendapatkan uang dengan cepat, istilahnya ‘jual rugi’.

Harga rumah lelang sering kali lebih rendah dibandingkan harga pasar, membuatnya diminati oleh calon pembeli atau investor properti. Tapi jangan gegabah, calon pembeli mungkin juga harus mempertimbangkan tata cara sebelum membeli.


Alasan Rumah Lelang Hasil Sitaan Bank Lebih Murah

Dalam proses mengangsur cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), sering dijumpai pemilik rumah yang mengalami gagal bayar, kredit macet, hingga aset jaminan berupa rumah disita oleh pihak penyedia kredit, dalam hal ini bank. Dikutip dari laman sikapiuangmu.ojk.go.id, agunan yang dijaminkan bisa disita jika terjadi wanprestasi atau debitur tidak mampu memenuhi kewajiban.

Jika melanggar perjanjian, debitur nantinya memiliki hak untuk mendapatkan surat peringatan dan pengumuman lelang dari Bank. Surat Peringatan (SP) wajib dikirim sebanyak 3 (tiga) kali, dan debitur harus memberikan itikad baik terhadap proses pelunasan.

Jika debitur dinilai tidak memiliki itikad baik, maka agunan akan disita untuk pelunasan. Bank akan memberikan opsi berupa debitur menjual sendiri agunannya atau melalui mekanisme lelang terbuka oleh Bank.

Rumah yang disita nantinya akan dilelang oleh pihak bank. Lelang dilakukan sebagai upaya bank untuk memulihkan keuangan mereka yang gagal dikembalikan oleh penerima kredit yang gagal bayar.

Sebagai konsekuensi dari upaya bank yang ingin secepat mungkin kembali memperoleh dana segar, bank umumnya melakukan lelang aset rumah dengan harga yang lebih murah dari harga pasaran.

Cara Membeli Rumah Lelang dari Bank dan Pemerintah

Rumah-rumah sitaan yang dilelang itu, bisa dengan mudah ditemukan di situs-situs resmi rumah lelang yang disediakan masing-masing bank penyedia pembiayaan. Untuk meningkatkan transparansi, banyak bank memiliki portal web atau aplikasi online dalam penjualan rumah sitaan tersebut.

Biasanya, bank harus menjual rumah-rumah tersebut untuk mengurangi rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL). Kondisinya juga bebas dari masalah hukum. Sebenarnya, caranya sama dengan pembelian rumah pada umumnya, di mana sertifikat rumah dipegang oleh bank dan diserahkan saat pelunasan.

Calon pembeli akan diminta mendaftarkan diri melalui situs Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN). Setelah itu menyetor uang jaminan sebesar kurang lebih 30% dari harga limit yang ditetapkan.

Setelah dinyatakan menang oleh pihak Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), maka pembeli akan melakukan pelunasan sisa pembayaran kemudian diterbitkan risalah lelang dari KPKNL. Risalah lelang ini nantinya menjadi dasar bagi pemenang lelang untuk pengambilan sertifikat di BTN juga untuk balik nama di Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat.

Dalam laman DJKN, Kepala Seksi Hukum dan Informasi Yulianto, juga menuliskan bahwa lelang pun dilaksanakan secara online melalui web www.lelang.go.id. Pembeli dapat melakukan transaksi pembelian dimana saja, tanpa dibatasi jarak dan waktu. Adapun langkah saat mengunjungi website tersebut, yakni:

1. Membuat Akun

Buat akun peserta dengan melampirkan foto KTP, nomor NPWP dan nomor rekening. Lalu minta verifikasi akun ke petugas KPKNL terdekat.

2. Lihat Barang/Objek Lelang

Barang / objek lelang berupa tanah, tanah dan bangunan akan diumumkan melalui laman tersebut.

3. Pilih Rumah

Setelah akun lelang terverifikasi, maka obyek yang akan kita beli dapat dilihat di web www.lelang.go.id. Setelah memilih barang atau rumah yang akan dibeli, pastikan lokasi dan kondisi di lapangan sebenarnya. Bila perlu meminta bantuan petugas perbankan untuk menemani melihat obyek yang diinginkan.

4. Setor Uang Jaminan

Penyetoran uang jaminan lelang, disetor ke rekening Bendahara Penerimaan KPKNL, satu hari sebelum pelaksanaan lelang.

5. Ajukan Penawaran

Untuk lelang dengan sistem closed bidding, maka penawaran harus diajukan sebelum pembukaan/pelaksanaan lelang dimulai. Lelang baru dimulai setelah pejabat lelang membuka pelaksanaan sampai dengan batas waktu penawaran 2 jam.

6. Lunasi Kewajiban

Setelah dinyatakan sebagai pemenang lelang, segera lunasi seluruh kewajiban berupa pokok lelang. Termasuk bea lelang pembeli sebelum batas waktu 5 hari kerja setelah pelaksanaan lelang.

Hal ini guna menghindari wanprestasi lelang, apabila dinyatakan wanprestasi maka uang jaminan lelang akan disetorkan ke Kas Negara sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

7. Segera lunasi Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan (BPHTB)

Lunasi dengan hadir ke DPKAD Kab./Kota setempat. Pembayaran BPHTB ini sebagai syarat pengambilan Kutipan Risalah Lelang dan Kuitansi Lelang yang berguna untuk proses balik nama di Kantor Pertanahan setempat dimana obyek berada.

8. Sertakan Bukti dan Ambil Dokumen

Dengan menyertakan bukti pelunasan asli dan pembayaran BPHTB maka Kutipan Risalah Lelang dan Kuitansi lelang dapat diambil di KPKNL.

Selanjutnya, ambil dokumen kepemilikan, sertifikat Hak Milik, sertifikat Hak Tanggungan, IMB dan surat dari bank, dapat diambil di Penjual/pemohon lelang dengan menunjukan Kutipan Risalah Lelang dan Kuitansi Lelang. Langsung ajukan proses balik nama ke Kantor Pertanahan setempat.

Nah, itulah tadi cara membeli rumah lelang hasil sitaan bank. Semoga bisa membantu, ya!

(aau/fds)



Sumber : www.detik.com