Tag Archives: lantai keramik

Tips Bersihkan Noda Bekas Semen yang Menempel di Lantai Keramik


Jakarta

Rumah yang baru selesai dibangun atau melakukan renovasi biasanya akan banyak noda tertinggal di lantai keramiknya. Noda tersebut adalah noda semen yang jatuh saat mengerjakan bagian rumah yang lain.

Semen yang sudah mengeras akan sulit hilang meskipun dipakai air panas sekalipun. Memakai sabun pun terkadang tidak mampu untuk menghilangkan noda semen tersebut.

Lantas, bagaimana cara menghilangkan noda semen pada lantai keramik?


Dilansir situs HG, berikut cara menghilangkan noda semen pada lantai keramik.

1. Cuka

Cuka merupakan larutan asam yang ampuh menghilangkan noda-noda membandel, salah satunya dalah semen. Caranya dengan mencampurkan cuka dengan air hangat. Lalu tuang ke atas noda semen. Biarkan larutan tersebut menyerap, lalu gosok atau bilas dengan air bersih.

Namun, jika noda semen menempel pada marmer dapat menyebabkan kerusakan pada permukaannya karena marmer tidak bisa terkena asam. Selain cuka, perasan lemon juga tidak bisa dipakai untuk membersihkan noda semen di marmer.

2. Amplas

Apabila di rumah tidak punya amplas, kamu bisa menggunakan amplas. Namun, membersihkannya membutuhkan tenaga yang banyak terutama jika lokasi noda menyebar dan banyak. Amplas bisa didapatkan di toko bangunan.

Cara Membersihkan Bekas Semen di Nat Lantai

Selain di permukaan keramik, semen juga bisa menempel pada bagian nat. Dilansir Apartment Theraphy berikut bahan yang bisa dipakai untuk membersihkannya.

1. Baking Soda

Siapkan air dan masukkan soda kue dengan perbandingan yang sama. Kemudian, tuang cairan tersebut ke noda pada nat. Tunggu hingga menyerap, lalu gosok permukaannya. Nat akan bersih dari noda.

2. Cuka

Cara membersihkan noda keramik pada nat sama dengan yang dilakukan pada permukaan keramik. Bahan yang digunakan pun sama yakni cuka dan air. Setelah itu tuang ke noda dan nat yang kotor. Tunggu hingga menyerap, lalu gosok hingga noda menghilang. Bilas jika sudah bersih.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Cara Ampuh Bersihkan Noda Semen di Lantai Tanpa Perlu Ganti Keramik


Jakarta

Saat pembangunan rumah, lantai rawan terkena sisa semen yang berceceran saat pengerjaan bagian lain. Semen yang sudah mengeras akan lebih sulit dibersihkan, bahkan jika dikeruk bisa membuat keramik tergores.

Meskipun begitu, bukan berarti semen tidak bisa dibersihkan. Sama seperti noda cat, noda makanan, atau kotoran lainnya, bekas semen yang telah mengeras bisa dibersihkan, tetapi perlu memakai bahan khusus yang aman untuk keramik.

Cara Menghilangkan Noda Semen di Lantai Keramik

Dilansir situs HG, berikut cara menghilangkan noda semen pada lantai keramik.


1. Cuka

Semen yang sudah mengeras biasanya hanya dapat hancur jika diberi tekanan seperti dikikis. Sebelum dikikis, bekas semen tersebut akan lebih mudah dibersihkan jika diberi cairan dari campuran cuka dan air hangat. Setelah itu tuang di atas noda semen secukupnya. Kemudian, tunggu hingga menyerap dan cairan tersebut kering, baru setelah itu digosok.

Cara ini hanya dapat digunakan untuk jenis lantai yang ditutupi keramik. Untuk granit, marmer, dan batuan alam lainnya sebaiknya tidak menggunakan cuka karena cairan ini justru ikut merusak lantai. Bahan alternatifnya adalah memakai perasan lemon secukupnya, tidak terlalu banyak untuk marmer, granit, dan batuan alam. Ketika digosok juga sebaiknya cukup di bagian semen yang mengeras.

2. Amplas

Langsung mengikis bekas semen juga sebenarnya tidak masalah, terutama yang nodanya kecil-kecil. Saat membeli amplas, bisa bertanya dahulu amplas yang bisa digunakan untuk lantai keramik karena ada amplas khusus untuk kayu. Untuk membeli amplas bisa didapatkan di toko bangunan.

Cara Membersihkan Bekas Semen di Nat Lantai

Noda bekas semen tidak hanya jatuh ke permukaan yang licin di keramik, melainkan bisa pula di sela-sela keramik yang biasanya berwarna putih atau disebut pula dengan nat. Menurut Apartment Theraphy berikut bahan yang bisa dipakai untuk menghilangkan noda pada nat.

1. Cuka

Sama seperti sebelumnya, cuka juga aman untuk membersihkan noda pada bagian nat lantai. Jika campuran cuka dan air hangat tadi masih berlebih, coba pakai untuk membersihkan nat. Tunggu hingga menyerap lalu gosok perlahan. Hati-hati lapisan nat ikut terkikis. Setelah bersih, jangan lupa untuk dibersihkan.

2. Baking Soda

Baking soda merupakan bahan pembersih yang lebih keras daripada cuka. Apabila ada bekas semen yang sulit sekali dibersihkan, bisa memakai baking soda. Lalu masukkan ke dalam air dengan perbandingan jumlah yang sama. Tuang cairan tersebut ke noda pada nat. Tunggu hingga menyerap, lalu gosok permukaannya. Nat akan bersih dari noda.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

5 Biang Kerok Lantai Keramik Terangkat dan Meledak Lengkap Cara Perbaikinya


Jakarta

Keramik lantai dapat terangkat dan meledak. Hal ini bisa terjadi pada bagian tengah keramik sehingga membuat lantai tersebut pecah. Materialnya yang keras, akan berbahaya jika terinjak. Bagian ujung keramik pasti tajam dan bisa menggores kulit.

Lantas, apa penyebab keramik lantai terangkat dan meledak?

Dilansir dari Instagram resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) @kemenpupr yang tayang pada 2023 lalu, berikut beberapa penyebab keramik lantai terangkat dan meledak.


1. Banjir

Air merupakan musuh bagi bahan bangunan, tidak terkecuali keramik. Air bisa mengikis nat yang mengikat keramik agar menempel pada lantai. Apabila pengeratnya hilang, keramik dengan mudah rusak, retak, hingga pecah.

2. Ada Celah Udara Masuk

Penyebab lainnya adalah banyaknya udara berkumpul di bawah keramik. Hal ini membuat banyak tekanan pada bagian bawah keramik sehingga lama kelamaan justru membuat retak dan mengangkat permukaannya.

3. Pergerakan Pondasi Rumah

Terpisah, menurut The Floor Trader Outlet, keramik terangkat juga bisa disebabkan oleh kekuatan yang lebih besar yakni pergerakan pada fondasi rumah. Biasanya disebabkan oleh alam seperti pergerakan tanah dan gempa. Namun, kualitas bangunan yang rendah juga bisa menyebabkan kerusakan yang sama.

4. Perubahan Suhu

Setiap material dapat mengalami pemuaian dan penyusutan, termasuk keramik. Biasanya hal ini terjadi karena perubahan suhu yang tinggi seperti dari yang semula panas menjadi sangat dingin. Perubahan ini memang tidak terlihat secara kasat mata. Namun, seiring waktu muncul tanda-tandanya yakni retakan pada lantai.

5. Kesalahan pada Cara Pemasangan

Seperti yang disebut sebelumnya, cara pemasangan keramik yang salah juga bisa menyebabkan kerusakan. Sebagai contoh bagian bawah keramik ada yang kopong dan proses persiapan pemasangan keramik yang kurang sesuai.

Cara Memperbaiki Lantai Keramik Terangkat dan Pecah

Setelah ubin retak, mustahil untuk memperbaikinya tanpa meninggalkan bekas yang tampak. Lebih baik mengganti ubin daripada mencoba memperbaikinya. Berikut caranya.

  • Potong nat di sekitar ubin yang retak menggunakan alat pemotong nat.
  • Angkat keramik yang retak, jika tidak bisa gunakan palu atau bor.
  • Bersihkan puing-puing.
  • Pasang keramik baru dengan cara yang benar dan perekat yang berkualitas sehingga tidak terangkat lagi.
  • Oleskan nat baru di antara keramik yang telah dipasang.

Harap lakukan dengan hati-hati ketika melakukan proses di atas supaya tidak merusak lantai keramik yang ada.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com

Perbaiki Lantai Keramik Retak Harus Dibongkar? No, Pakai Cara Ini Aja


Jakarta

Lantai keramik sewaktu-waktu bisa retak atau pecah. Biasanya hal itu terjadi kalau lantai terkena benturan keras atau tekanan yang besar.

Selain itu, keramik yang terkena sumber panas juga bisa menyebabkan guratan retak. Retakan itu akan semakin jelas ketika lantai diberi tekanan.

Lantai keramik rusak kemungkinan juga bisa terjadi karena proses pemasangan yang kurang tepat. Bagian bawah ubin tidak ada pengikat yang erat antara partikel dengan agregat, sehingga keramik terdengar kopong atau kosong ketika diketuk.


Jika menemukan lantai keramik retak, sebaiknya segera diperbaiki. Sebab, keramik rusak bakal merusak estetika rumah. Lalu, keramik retak biasanya memiliki ujung-ujung tajam yang berisiko melukai penghuni rumah.

Untuk memperbaiki ubin keramik retak, pemilik rumah tidak harus membongkar lantai. Semua tergantung tingkat kerusakan lantai. Terkadang pemilik hanya perlu menggunakan lem untuk mengatasi lantai keramik pecah.

Lalu, bagaimana cara memperbaiki lantai keramik retak? Simak tipsnya berikut ini.

Cara Perbaiki Lantai Keramik Retak Tanpa Dibongkar

Inilah langkah-langkah untuk menyambung kembali keramik retak tanpa harus membongkarnya, dikutip dari Home Decor Bliss.

1. Bersihkan Retakan

Pertama, pemilik perlu membersihkan ubin keramik untuk melihat jalur retakannya. Gunakan amplas atau pengikis ke dalam retakan untuk mengikis bagian yang terlalu tajam. Lalu, gunakan cairan pembersih atau sabun cuci piring untuk membersihkan kotoran pada keramik.

2. Oleskan Epoxy

Selanjutnya, oleskan epoxy untuk mengisi retakan. Caranya dengan menyiapkan campuran epoxy mengikuti petunjuk yang tertera pada kemasan. Kemudian, siapkan karton atau alat khusus untuk meratakan permukaan.

Tuang epoxy ke retakan keramik dan tunggu hingga mengeras. Pemilik bisa memakai tusuk gigi untuk mengaplikasikan epoxy ke retakan yang tipis. Untuk retakan yang lebar, gunakan alat dengan permukaan yang rata. Namun, hindari penggunaan pisau karena epoxy akan cepat mengeras.

3. Kikis Kelebihan Epoxy

Terkadang pemilik menuang terlalu banyak epoxy, sehingga menyebar ke bagian lain. Jika demikian, rapikan dengan cara mengikis bagian tersebut. Segera lakukan langkah ini sebelum epoxy mengeras.

4. Cat Bekas Retakan

Terakhir, epoxy yang sudah mengering dapat dicat agar terlihat seperti baru. Gunakan kuas tipis untuk mengecat bekas retakan pada ubin.

Pilihlah cat yang warnanya mirip dengan keramik dan finish-nya mengkilap. Lalu, sebaiknya gunakan cat berbahan dasar minyak agar tidak mudah pudar kalau terkena air.

Itulah cara mudah memperbaiki lantai keramik retak tanpa perlu dibongkar. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/zlf)



Sumber : www.detik.com

Estimasi Biaya Ganti Lantai Keramik biar Makin Menarik



Jakarta

Lantai bisa mempengaruhi tampilan rumah. Kondisi, motif, hingga warna ubin keramik bisa membuat rumah estetik ataupun kurang menarik.

Jika keramik sudah rusak atau usang, mungkin pemilik perlu mempertimbangkan untuk mengganti lantai. Tak perlu menunggu rusak, pemilik juga bisa mengganti keramik lantai sekadar untuk meng-upgrade tampilan rumah, lho.

Renovasi rumah tentu membutuhkan biaya buat beli bahan, peralatan, dan bayar tukang. Kira-kira berapa biaya untuk ganti ubin lantai? Simak simulasi biayanya berikut ini.


Estimasi Biaya Ganti Lantai Keramik

Untuk mengganti ubin, pemilik perlu menyiapkan peralatan dan material terlebih dahulu. Kontraktor dari Tim Konstruksi Rebwild Construction Wildan menyebutkan beberapa bahan yang dibutuhkan adalah ubin keramik, pasir pasang, semen, benang, dan paku. Lalu, alat bantu yang dibutuhkan antara lain spacer, sekop, palu karet, dan ember.

“Langkah yang dilakukan pertama adalah menentukan jenis motif yang ingin dipasang, lalu lakukan chipping atau pengangkatan keramik lama, lalu bisa di-install kembali keramik dengan motif baru yang sesuai keinginan,” ujar Wildan saat dihubungi detikProperti beberapa waktu lalu.

Proses penggantian lantai diawali dengan pembongkaran. Wildan mengatakan biaya bongkar lantai sekitar Rp 45 ribu per meter persegi.

Kemudian, puing-puing lantai diangkut dan dibuang. Biaya buang puing sebesar Rp 300 ribu per rit atau sekali angkut.

Setelah menghilangkan lantai lama, tukang bisa memasang ubin keramik yang baru. Upah jasa buat pasang ubin keramik sekitar Rp 45 ribu per meter persegi.

Jika ingin pasang lantai keramik secara borongan, biayanya sekitar Rp 250 ribu hingga Rp 350 ribu per meter persegi. Adapun biaya ini tergantung pada jenis keramik yang dibeli.

Langkah terakhir dari mengganti lantai adalah pembersihan. Biaya membersihkan lantai sebesar Rp 100 ribu per lumpsum atau pengerjaan borongan.

Berikut ini estimasi biaya untuk mengganti lantai dengan ubin keramik dengan asumsi ruangan berukuran 3×4 meter atau 12 meter persegi.

  • Biaya Pembongkaran: 12 x Rp 45.000 = Rp 540.000
  • Biaya Buang Puing: Rp 300.000
  • Biaya Pasang Ubin Keramik: 12 x Rp 250.000 = Rp 3.000.000
  • Biaya Pembersihan: Rp 100.000

Total Biaya: Rp 540.000 + Rp 300.000 + Rp 3.000.000 + Rp 100.000 = Rp 3.940.000

Dengan begitu, pemilik yang ingin mengganti lantai keramik perlu menyiapkan dana setidaknya Rp 3.940.000 untuk ruangan 3×4 meter atau 12 meter persegi.

Sebagai catatan, biaya penggantian lantai bervariasi tergantung pada motif dan kualitas keramik yang digunakan. Lalu, simulasi ini berlaku untuk wilayah Jabodetabek.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

Hati-Hati! Keramik Lantai Bisa Meledak, Ini Penyebab yang Jarang Disadari


Jakarta

Bangunan rumah yang sudah tua biasanya muncul beberapa masalah atau kerusakan. Salah satunya keramik lantai meledak atau terangkat sebagian.

Kondisi lantai seperti ini dapat mengganggu estetika rumah. Lalu, ujung keramik yang timbul berpotensi mencelakakan penghuninya.

Kontraktor Wildan pernah mengatakan ubin keramik bisa meledak atau popping sehingga terangkat. Kalau seperti ini, ubin tersebut perlu diganti dengan yang baru atau sekaligus memasang ulang seluruh keramik lantai di suatu ruangan.


Namun, kenapa keramik lantai bisa meledak sampai terangkat ya? Berikut ini penyebab dan cara mencegahnya.

Penyebab Ubin Keramik Meledak

Inilah beberapa hal yang menyebabkan lantai keramik meledak sampai terangkat.

1. Hawa Panas dari Tanah

Lantai dapat terangkat akibat hawa panas atau gas alam dari bawah tanah. Gas tersebut berusaha keluar dengan mendorong lantai hingga terbuka atau terangkat.

2. Panas Semen Terperangkap

Selain gas alam, ubin keramik terangkat karena panas semen yang terperangkap. Adonan semen mempunyai sifat panas sehingga perlu diredakan dengan bantuan air.

Caranya dengan merendam ubin selama 15 menit hingga 1 jam sebelum dipasang. Lalu, pastikan permukaan tanah datar dan disiram air sebelum membuat lantai.

3. Penurunan Lantai

Selain itu, popping lantai dapat disebabkan oleh penurunan atau pergeseran lantai atau tanah. Kejadian ini biasanya terjadi pada tingkat satu dari sebuah rumah.

“Jadi posisi keramik awalnya itu kan datar karena ada penurunan itu posisinya dia (ubin keramik) ketekan (saat diinjak). Jadi dia agak letup, keramiknya popping,” ujar Wildan kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

4. Komposisi Adukan Mortar Tidak Tepat

Komposisi adukan mortar yang kurang tepat juga mempengaruhi kondisi lantai. Campuran tersebut harus mengikuti rasio komposisi sesuai anjuran buat memasang ubin lantai.

“Pokoknya kalau kurang semen, dia gampang mencar (adukan mortar). Kalau kebanyakan semen, dia cepat setting. Jadi pasti pas satu banding,” ucapnya.

5. Keramik Tidak Berkualitas

Kemudian, keramik bisa terangkat karena tidak kuat menahan tekanan ketika diinjak. Sebaiknya pemilik rumah menggunakan keramik yang berkualitas agar daya tekan sesuai standar.

“Pilih material yang bagus. Cuman kalau yang misalkan (keramik) KW-KW itu, kuat tekannya di bawah yang sesuai standar harusnya,” tuturnya.

Itulah penyebab keramik lantai meledak sampai terangkat. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Lantai Keramik Kamar Mandi Menguning? Ini Penyebab dan Cara Bersihkannya


Jakarta

Kamar mandi adalah ruangan yang cepat kotor. Lantai keramik kamar mandi pun lama-lama bisa berubah warna menjadi kuning karena kotor.

Kondisi lantai seperti itu merusak estetika kamar mandi. Oleh karena itu, pemilik sebaiknya cari tahu penyebab keramik menguning dan cara membersihkannya.

Lantas, kenapa lantai keramik kamar mandi berwarna kuning ya? Simak penjelasannya berikut ini.


Penyebab Lantai Keramik Menguning

Dikutip dari Certified Stone Professionals, lantai keramik kamar mandi menjadi kuning karena beberapa faktor berikut ini.

  • Air yang mengandung zat besi
  • Asap rokok
  • Semprotan aerosol
  • Produk pembersih dan perlengkapan mandi berbahan kimia keras
  • Penumpukan sisa minyak atau produk perawatan tubuh
  • Paparan air kotor berlebih yang meningkatkan pertumbuhan jamur atau bakteri
  • Pemilihan jenis ubin yang rentan menguning seperti ubin berwarna putih
  • Penggunaan sealer dan berbagai jenis lilin yang mengandung polimer

Cara Bersihkan Lantai Keramik Menguning

Jika lantai keramik kamar mandi berubah warna jadi kuning, penghuni dapat membersihkannya dengan cara berikut ini seperti yang dikutip dari Nobroker dan Cleanipedia.

1. Perasan Air Lemon

Penghuni dapat memperbaiki penampilan ubin menggunakan campuran jus lemon dan boraks. Caranya cukup dengan mengoleskannya ke area yang bermasalah.

2. Cairan Pembersih Kamar Mandi

Cairan pembersih kamar mandi ampuh untuk membersihkan noda kuning membandel pada lantai keramik. Campurkan cairan pembersih dengan air, lalu pel atau gosok ke bagian lantai yang menguning.

3. Cairan Asam Klorida

Asam klorida atau asam muriatik mampu menghilangkan noda kuning yang membandel. Caranya dengan membasahi lantai kamar mandi dan oleskan larutan asam ke keramik yang kuning. Lalu, gosok permukaan keramik secara perlahan.

4. Baking Soda

Selain itu, soda kue juga bahan yang dapat membersihkan lantai kamar mandi menguning. Penghuni bisa langsung pakai baking soda atau campurkan dengan bahan lain seperti cuka. Buatlah pasta dengan bahan itu, lalu oleskan pada lantai yang kering semalaman.

5. Garam

Garam adalah bahan yang efektif untuk membersihkan noda air. Penghuni perlu membasahi dan menaburkan garam pada lantai. Tunggu selama satu atau dua jam, lalu gosok lantai menggunakan spons.

6. Cuka

Campurkan air dan cuka dengan perbandingan yang sama. Kemudian, lap atau gosok bagian keramik yang menguning dengan cairan tersebut.

7. Kaporit

Jika ingin menggunakan kaporit, siram air panas ke lantai kamar mandi, lalu tuang kaporit secara merata. Tunggu kaporit panas selama kurang lebih 30 menit. Lalu, sikat noda kuning dengan sikat. Terakhir, siram air agar noda kuning rontok.

Itulah penyebab dan cara membersihkan lantai keramik kamar mandi yang menguning. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Awas! Lantai Keramik Bisa Meledak, Ini Penyebabnya


Jakarta

Lantai keramik sewaktu-waktu bisa meledak alias terangkat atau pecah. Kondisi lantai seperti ini tentu akan merusak estetika rumah.

Kontraktor Wildan mengatakan ubin lantai keramik dapat meledak atau popping sehingga tampak terangkat. Menurutnya, hal ini biasanya terjadi pada bangunan rumah yang sudah tua.

Jika mengalami hal seperti ini, pemilik perlu mengganti ubin keramik rusak dengan yang baru. Bahkan, pemilik dapat sekalian memasang ulang seluruhnya ubin keramik di suatu ruangan.


Namun, kenapa keramik lantai bisa meledak ya? Simak penjelasannya berikut ini.

Penyebab Keramik Lantai Meledak

Inilah beberapa faktor yang menyebabkan lantai keramik meledak.

1. Hawa Panas dari Tanah

Lantai keramik bisa meledak karena gas alam atau hawa panas dari bawah tanah. Gas tersebut mendorong lantai hingga terbuka.

2. Penurunan Lantai

Popping lantai juga bisa disebabkan oleh penurunan atau pergeseran lantai atau tanah. Biasanya hal ini terjadi pada lantai di tingkat satu rumah.

“Jadi posisi keramik awalnya itu kan datar karena ada penurunan itu posisinya dia (ubin keramik) ketekan (saat diinjak). Jadi dia agak letup, keramiknya popping,” ujar Wildan kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

3. Panas Semen Terperangkap

Selain itu, ubin keramik bisa meledak karena panas yang terperangkap dalam semen. Pada dasarnya, adonan semen bersifat panas.

Untuk mencegah ledakan keramik, tukang bangunan perlu merendam ubin selama 15 menit sampai 1 jam sebelum dipasang. Lalu, pastikan permukaan tanah datar dan disiram air sebelum membuat lantai.

4. Keramik Tidak Berkualitas

Kualitas keramik yang kurang memadai juga dapat menjadi penyebab keramik meledak. Sebab, keramik tidak kuat menahan tekanan ketika ketiban beban berat. Oleh karena itu, pemilik disarankan menggunakan keramik berkualitas dengan daya tekan sesuai standar.

“Pilih material yang bagus. Cuman kalau yang misalkan (keramik) KW-KW itu, kuat tekannya di bawah yang sesuai standar harusnya,” tuturnya.

5. Komposisi Adukan Mortar Tidak Tepat

Komposisi adukan mortar yang tidak sesuai bisa mempengaruhi kekuatan lantai. Campuran tersebut perlu mengikuti rasio yang dianjurkan buat memasang ubin lantai.

“Pokoknya kalau kurang semen, dia gampang mencar (adukan mortar). Kalau kebanyakan semen, dia cepat setting. Jadi pasti pas satu banding,” ucapnya.

Itulah beberapa hal yang membuat lantai keramik meledak. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/zlf)



Sumber : www.detik.com

4 Langkah Mudah Tambal Lantai Keramik yang Retak


Jakarta

Rumah semakin berusia tentu akan mengalami kerusakan, termasuk bagian lantai. Lantai keramik yang terkena benturan keras atau tekanan kencang bisa pecah atau retak.

Kondisi seperti ini bikin rumah kelihatan tidak estetik. Oleh karena itu, pemilik rumah sebaiknya memperbaikinya.

Tenang aja, pemilik enggak harus ganti ubin seluruh lantai kok. Kalau kerusakan tergolong ringan, pemilik bisa menambal retakan pada lantai keramik.


Lalu, bagaimana cara menambal lantai keramik yang retak? Berikut ini penjelasannya.

Cara Tambal Lantai Keramik yang Retak

Inilah langkah-langkah untuk memperbaiki lantai keramik yang pecah, dikutip dari Home Decor Bills.

1. Bersihkan Retakan

Pertama, bersihkan retakan keramik dengan menggunakan amplas atau pengikis. Kikis bagian dalam retakan yang terlalu tajam. Kemudian, bersihkan kotoran pada keramik menggunakan cairan pembersih atau sabun cuci piring.

2. Oleskan Epoxy

Selanjutnya, isi retakan dengan epoxy. Siapkan dulu campuran epoxy sesuai petunjuk pada kemasan serta karton atau alat khusus buat meratakan permukaan keramik.

Setelah siap, tuangkan epoxy ke bagian keramik yang retak, lalu biarkan mengeras. Jika retakan lantai tipis dan kecil, pemilik bisa pakai tusuk gigi. Untuk retakan lebar, gunakan alat dengan permukaan rata. Namun, sebaiknya tidak pakai pisau ya karena bikin epoxy cepat mengeras.

3. Kikis Kelebihan Epoxy

Terkadang epoxy bisa meluber dan menyebar ke bagian lain. Jika itu kondisinya, bersihkan dengan mengikis bagian epoxy sebelum cairan mengeras.

4. Cat Bekas Retakan

Jika epoxy sudah mengering, pemilik bisa mengecatnya agar terlihat seperti baru. Gunakan kuas tipis untuk mengecat bekas retakan pada ubin.

Sebaiknya pilih warna cat yang serupa dengan keramik dan memiliki finishing mengkilap. Pilih juga cat berbahan dasar minyak supaya tidak cepat pudar kalau kena air.

Itulah cara mudah menambal lantai keramik yang retak. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

Rahasia Hilangkan Goresan di Lantai Keramik, Cuma Butuh Soda Kue!


Jakarta

Rumah modern masa kini banyak yang menggunakan keramik pada lantainya. Beberapa orang menggunakan keramik granit yang diklaim tahan goresan, lalu ada juga yang memilih keramik marmer agar terlihat elegan.

Seiring waktu, keramik lantai bisa tergores sehingga menimbulkan bekas garis hitam. Kondisi ini membuat lantai jadi tidak menarik dipandang sekaligus mengurangi nilai estetika.

Kalau menemukan ada lantai keramik yang tergores, jangan panik dan khawatir. Tidak perlu repot-repot mengganti keramik dengan yang baru karena goresan di lantai masih bisa diatasi dengan soda kue.


Bagaimana cara menghilangkan goresan di keramik lantai dengan soda kue? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

Cara Atasi Goresan di Keramik Lantai

Selain digunakan sebagai bahan untuk memasak, soda kue ternyata juga bisa digunakan untuk mengatasi goresan di keramik lantai, lho.

Dilansir situs Simpolo, sifat abrasif pada soda kue ternyata mampu menghilangkan goresan yang muncul di keramik lantai. Agar lebih efektif, soda kue perlu dicampur dengan air agar menghasilkan pasta.

Sebagai catatan, hanya goresan kecil dan halus saja yang bisa dihilangkan dengan soda kue. Agar tidak salah, simak langkah-langkahnya di bawah ini:

  1. Tuang 3-4 sendok soda kue ke dalam wadah
  2. Tambahkan air secukupnya ke dalam wadah, lalu aduk hingga merata
  3. Terus aduk sampai soda kue dan air membentuk pasta kental
  4. Gunakan kain lembut atau spons untuk mengoleskan pasta ke area keramik lantai yang tergores
  5. Gosok keramik lantai secara perlahan
  6. Setelah itu, diamkan selama 10-15 menit agar soda kue membantu menghilangkan goresan di keramik
  7. Jika sudah, lap soda kue dengan kain halus
  8. Bilas keramik lantai dengan air bersih.

Segera cek keramik lantai usai dibersihkan. Jika masih ditemukan ada goresan halus, ulangi langkah-langkah di atas secara perlahan.

Cara Atasi Goresan Cukup Dalam di Keramik Lantai

Apabila goresan yang muncul di keramik lantai cukup dalam, kamu bisa menggunakan cuka putih dan minyak zaitun untuk menghilangkannya. Dikutip dari Orient Bell, berikut langkah-langkahnya:

  1. Tuang cuka putih dan minyak zaitun ke dalam wadah dengan perbandingan 50:50
  2. Aduk cuka putih dan minyak sampai merata
  3. Teteskan larutan tersebut ke keramik lantai yang tergores
  4. Bersihkan dengan kain halus secara perlahan
  5. Diamkan selama 10-15 menit agar cuka putih dan minyak zaitun bereaksi terhadap goresan
  6. Jika sudah, lap keramik lantai dengan kain bersih.

Kalau masih menemukan goresan di keramik lantai, ulangi kembali langkah-langkah di atas secara perlahan. Kalau goresan sulit hilang, kamu bisa menggunakan cairan khusus yang mengandung bahan kimia dan formula tertentu.

Itulah cara mengatasi goresan di keramik lantai hanya dengan soda kue. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)



Sumber : www.detik.com