Tag Archives: lapangan banteng

Lapangan Banteng, Landmark Bersejarah di Jakarta yang Nggak Ada Bantengnya


Jakarta

Lapangan Banteng adalah area landmark (penanda) yang terletak di lokasi strategis Jakarta. Meski punya nama Lapangan Banteng, tidak ada monumen atau penanda lain yang berwujud banteng.

Berlokasi tidak jauh dari Masjid Istiqlal, Gereja Katedral, dan fasilitas strategis pemerintahan, Lapangan Banteng adalah area terbuka umum. Tempat ini menjadi spot rekreasi dan olahraga bagi warga Jabodetabek saat libur.

Sejak direvitalisasi pada 2018, tampilan dan fasilitas di Lapangan Banteng makin menarik minat masyarakat. Mau tahu selengkapnya tentang Lapangan Banteng? Berikut informasinya.


Jam Buka, Lokasi, dan Tiket Masuk Lapangan Banteng

Dikutip dari akun Instagram resmi Lapangan Banteng, berikut informasi terkait jam buka, lokasi, dan HTM Lapangan Banteng:

  • Jam buka: 06.00-20.00 WIB (weekday) dan 06.00-21.00 (weekend).
  • Lokasi: Jl. Banteng Barat, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat.
  • Harga tiket masuk: Pengunjung tidak dipungut biaya untuk masuk ke Taman Lapangan Banteng alias gratis.

Jadwal Pertunjukan Air Mancur di Lapangan Banteng

Salah satu daya tarik dari Taman Lapangan Banteng adalah pertunjukan air mancurnya. Sebagai tambahan informasi, pertunjukan air mancur ini hanya diadakan di hari Sabtu dan Minggu saja. Biar nggak kelewatan, pastikan Detikers datang di jam-jam berikut ini:

  • Sesi 1: 18.30 WIB.
  • Sesi 2: 19.30 WIB.

Fasilitas di Lapangan Banteng

Sebagai situs sejarah sekaligus ruang terbuka umum, Lapangan Banteng merupakan spot yang cocok untuk rekreasi dan wisata edukasi. Di area Lapangan Banteng yang luas, pengunjung bisa berolahraga, bermain, berkeliling melihat monumen pembebasan Irian Barat, atau sekadar nongkrong menikmati suasana taman.

Fasilitas di Lapangan Banteng cukup lengkap, mulai dari mushola, toilet, sentra umkm, sampai amphitheater. Taman ini juga kids friendly karena terdapat area bermain anak.

Bagi Detikers pengguna transportasi umum, berikut rute ke Lapangan Banteng yang bisa ditempuh via KRL, MRT, dan Transjakarta:

1. Rute KRL

Pengunjung yang menggunakan moda transportasi KRL bisa turun di Stasiun Juanda. Setelah itu, lanjut berjalan kaki sekitar 750 m dengan Waktu tempuh 10 menit atau bisa naik transportasi ojek online dengan Waktu tempuh kurang lebih 4 menit.

2. Rute MRT

Pengunjung yang menggunakan MRT bisa turun di Stasiun Bundaran HI. Kemudian, lanjut dengan menaiki transportasi ojek online sejauh 5 km dengan Waktu tempuh sekitar 13 menit.

3. Rute Transjakarta

Apabila menggunakan alternatif transportasi Transjakarta, pengunjung bisa menjajal Transjakarta koridor 6H (Senen-Lebak Bulus) atau koridor 1P (Blok M-Senen) dengan pemberhentian di halte Lapangan Banteng. Setelah itu, pengunjung tinggal berjalan kaki sampai ke Lapangan Banteng.

Sejarah Lapangan Banteng

Lapangan Banteng merupakan situs bersejarah yang telah ada sejak zaman kolonial. Seperti ditulis Detik News, lapangan ini adalah simbol kemenangan Belanda di pertempuran di Waterloo, Belgia, Sehingga awalnya dinamakan Waterlooplein.

Area ini juga pernah disebut lapangan singa karena ada patung hewan tersebut tepat di tengah lapangan. Memasuki era kemerdekaan Indonesia, Presiden Ir Soekarno mengganti nama lapangan singa menjadi lapangan banteng.

Hewan banteng dianggap lebih cocok dengan karakter masyarakat Indonesia. Bersamaan dengan pergantian nama, Ir Soekarno membangun tugu peringatan pembebasan Irian Barat menggantikan tugu singa yang sudah berdiri sebelumnya.

Detikers yang tertarik mengunjungi Lapangan Banteng, sebaiknya datang di akhir pekan saat sore hari. Kunjungan di waktu ini memungkinkan detikers menyaksikan pertunjukan air terjun.

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

Berwisata Religi yang Nyaman dan Sejuk di Masjid Istiqlal Jakarta



Jakarta

Masjid Istiqlal Jakarta merupakan masjid megah di Jakarta. Bukan hanya sebagai tempat ibadah, masjid itu juga menjadi tujuan wisata religi.

Area halaman masih yang luas menjadi tempat pengunjung untuk beristirahat, mulai dari duduk-duduk, makan, hingga mengabadikan foto. Suasana yang nyaman dan asri membuat betah masyarakat yang berkunjung ke sini.

Mulai dari anak-anak hingga orang tua semua terlihat senang ketika berada di masjid, hendak melaksanakan sholat ataupun beristirahat.


Salah satu pelancong yang datang ke Masjid Istiqlal ini adalah Marta. Bersama keluarganya, Marta sebetulnya akan menghabiskan akhir pekannya di Lapangan Banteng, namun karena jarak yang dekat dengan masjid dan telah mendekati waktu salat dzuhur, ia memutuskan untuk datang ke masjid ini.

“Karena berada di pusat kota jadi lebih enak ya jadi dekat ke Monas, terus ini juga lagi ada acara kan di Lapangan Banteng jadi istilahnya kalau main ke Istiqlal mainannya dekatlah kalau mau ke tempat wisata. Ya jadi sekalian ke sini walaupun tujuannya ke Lapangan Banteng,” kata Marta usai menunaikan sholat dzuhur, Sabtu (13/7/2024).

Ini sudah kali keempat Marta dan keluarganya berkunjung ke Masjid Istiqlal, Bagi Marta, masjid itu memiliki suasana yang nyaman mengingatkannya kepada suasana di Bandung yang sejuk.

Memang tak seperti di area Jakarta yang lain, saat detikTravel berada di halaman dalam masjid itu suasana seolah berubah sekejap. Berada di lingkungan Masjid Istiqlal udara terasa sejuk dan asri kendati di area luarnya sedang panas.

“Enak dingin ya, ademlah gitu jadi nggak kerasa kayak di Jakarta. Di Bandung kan dingin ya anginnya nah jadi senang lah nggak kerasa panas di sini,” ujar Marta.

Selain Marta yang menikmati kunjungannya di masjid terbesar se-Asia Tenggara ini, Dina yang merupakan warga Cileungsi, Bogor mengajak anak-anaknya untuk berkunjung ke Masjid Istiqlal. Tujuan mereka berlibur ke Jakarta memang untuk berwisata religi dan jujugannya adalah Masjid Istiqlal.

Agenda tersebut untuk mengisi waktu libur sekolah sang anak yang sebentar lagi usai. Sebari duduk santai, dia mengisahkan pengalaman perjalanan kali kepada detikTravel. Dia mengatakan rasa senang anaknya ketika berwisata religi ke tempat yang luas dan nyaman seperti Masjid Istiqlal ini.

“Cuma untuk liburan ini baru ke sini (Masjid Istiqlal) saya memang biasa kalo liburan suka wisata religi, ke mana aja pokoknya yang sambil main sambil ke masjid. Alhamdulilah di sini rame, nyaman, luas juga kan tempatnya,” ujar Dina.

“Anak saya senang kalau diajakin wisata kayak gini berwisata sambil beribadah gitu senang banget. Di sini selain solat ya paling makan, anak-anak kan sering minta jajan ya sambil main aja begini,” Dina menambahkan.

Masjid Istiqlal itu memang memiliki keindahan bangunan. Selain itu, area masjid yang luas dan fasilitas yang memadai membuat pengunjung bisa berlama-lama di sana dengan nyaman.

Pengunjung yang datang ke Masjid Istiqlal ini bukan hanya masyarakat Indonesia, banyak dari wisatawan mancanegara pun yang datang ke sini untuk melihat-lihat kemegahan Masjid Istiqlal. Bagi wisatawan yang tidak menggunakan busana yang sopan akan diarahkan ke ruang informasi untuk diberikan busana yang sopan agar bisa masuk ke area masjid.

Masjid Istiqlal boleh dikunjungi bagi para pengunjung setiap harinya mulai dari pukul 03.30 hingga 22.00 WIB. Dan untuk pengunjung yang datang untuk menunaikan sholat ataupun sekadar berkunjung, nantinya akan diarahkan ke dua pintu masuk masjid yakni pintu Al Fattah untuk laki-laki dan pintu Al Quddus untuk perempuan.

“Pokoknya masjid buka dari setengah empat subuh sampai jam sepuluh malam tapi jam sembilan sudah harus clear area,” kata salah satu petugas keamanan Masjid Istiqlal.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Tiga Tempat Bersejarah Lahirnya Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928


Jakarta

Ikrar Sumpah Pemuda yang lahir pada 28 Oktober 1928 menjadi bagian dari perjuangan bangsa Indonesia untuk menumbuhkan semangat persatuan melawan kolonialisme. Ikrar ini merupakan rumusan hasil Kongres Pemuda II yang diselenggarakan di tiga tempat berbeda.

Kongres Pemuda II diketahui dibagi menjadi tiga kali rapat, yang masing-masingnya digelar di lokasi berbeda di Jakarta. Di mana saja itu?

3 Lokasi Bersejarah Lahirnya Sumpah Pemuda

Mengutip buku Sejarah Pergerakan Nasional oleh Fajriudin Muttaqin dan Wahyu Iryana, berikut tempat bersejarah lahirnya Sumpah Pemuda


1. Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB)

Sidang pertama Kongres Pemuda II dilangsungkan pada Sabtu, 27 Oktober 1928 silam. Lokasi rapatnya digelar di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Waterlooplein Noord. Kini, gedung yang terletak di kawasan Lapangan Banteng tersebut difungsikan sebagai Sekolah Santa Ursula.

Kala itu, rapat dibuka oleh ketua kongres yaitu Sugondo Djojopospito dengan menjelaskan sejarah pergerakan bangsa Indonesia. Mulai dari kemunculan organisasi Budi Utomo hingga perkumpulan pemuda yang bersifat kedaerahan, seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Celebes, dan Jong Ambon.

2. Gedung Oost Java Bioscoop

Tempat sidang kedua pada 28 Oktober 1928 yaitu Gedung Oost Java Bioscoop, Koningsplein Noord. Isi rapatnya membahas soal pendidikan Indonesia yang masih harus diperbaiki dan memiliki sistem tersendiri.

Gedung tersebut dahulu lokasinya berada di Jalan Medan Merdeka Utara atau sekitaran Istana Negara dan Mahkamah Agung. Sayangnya, gedung bersejarah ini sekarang sudah tidak berdiri lagi.

3. Gedung Indonesische Clubgebouw

Lokasi ketiga pertemuan Kongres Pemuda II adalah Gedung Indonesische Clubgebouw. Di sidang terakhir ini, hasil rumusan yang berupa ikrar Sumpah Pemuda diumumkan.

Gedung Indonesische Clubgebouw terletak di Jalan Kramat Raya Nomor 106, Jakarta Pusat. Kini gedungnya dialihfungsikan menjadi Museum Sumpah Pemuda.

Dilansir situs Kemdikbud, gedung tersebut ditetapkan sebagai cagar budaya pada 10 Januari 1972. Gedung Indonesische Clubgebouw diberi pemugaran dan diresmikan pada 20 Mei 1973 sebagai Gedung Sumpah Pemuda.

Hingga akhirnya, gedung tersebut ditetapkan sebagai Museum Sumpah Pemuda pada 7 Februari 1983 yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan, di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Di museum ini, traveler dapat melihat berbagai koleksi bersejarah yang berkaitan dengan lahirnya ikrar Sumpah Pemuda. Mulai dari catatan hasil Kongres Pemuda, Monumen Persatuan Pemuda, hingga patung para tokoh perumus ikrar ini. Biola milik WR Soepratman yang digunakan untuk memainkan lagu Indonesia Raya pertama kalinya saat penutupan Kongres Pemuda II juga dapat dilihat di sana.

Jika tertarik berkunjung ke Museum Sumpah Pemuda, detikers dapat datang di hari Selasa-Minggu dari jam 08.00-16.00 WIB. Tiket masuknya juga sangat terjangkau, Rp 5.000 untuk dewasa dan Rp 3.000 untuk anak-anak.

(azn/row)



Sumber : travel.detik.com

8 Spot Malam Tahun Baru 2025 di Jakarta untuk Nikmati Pesta Kembang Api


Jakarta

Ingin merayakan malam pergantian tahun 2025 di Jakarta? Pas banget, karena kota ini menawarkan berbagai pilihan spot menarik untuk merayakan malam tahun baru.

Mulai dari acara hiburan, live music, pesta di rooftop, hingga pertunjukan kembang api pada malam puncaknya. Simak beberapa spot malam tahun baru 2025 di Jakarta yang bisa kamu kunjungi di bawah ini.

Spot Malam Tahun Baru 2025 di Jakarta

Dirangkum detikTravel, berikut adalah beberapa tempat terkenal dijadikan tempat untuk malam tahun baru di Jakarta:


1. Monumen Nasional (Monas)

Suasana malam Tahun Baru 2023 di Monas.Ilustrasi saat suasana malam tahun baru di Monas (2023). Foto: Suasana malam Tahun Baru 2023 di Monas. (Rumondang Naibaho-detikcom)

Monas jadi salah satu spot malam tahun baru 2025 di Jakarta, karena hampir setiap tahunnya di sekitar kawasan bakal ada acara hiburan. Mulai dari video mapping di monumennya, penampilan band musik, hingga pertunjukan budaya.

Menariknya, kawasan Monas juga menawarkan pemandangan kerlap-kerlip citylight dari gedung pencakar di sekelilingnya. Biasanya, puncak dari perayaannya adalah pesta kembang api.

Alamat: Jl. Medan Merdeka, Gambir, Jakarta Pusat.

2. Kota Tua Jakarta

Biasanya pada malam tahun baru, akan ada berbagai acara yang diselenggarakan di sekitar kawasan, Mulai dari konser musik, pertunjukan seni, hingga bazar kuliner.

Spot ini bisa jadi alternatif menarik bagi kamu yang yang mencari perayaan tahun baru 2025 di Jakarta, dengan sentuhan kawasan sejarah.

Alamat: Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.

3. Bundaran HI

Pergantian tahun baru kian meriah di kawasan Bundaran HI, Jakarta. Detik-detik jelang 2019, pesta kembang api mewarnai langit.Potret momen pergantian tahun baru kian meriah di kawasan Bundaran HI, Jakarta. Foto: Rifkianto Nugroho

Lokasi Bundaran Hotel Indonesia sangat strategis, karena ada di jantung kota Jakarta. Menjadikannya cocok jadi spot malam tahun baru 2025.

Kawasan ini menawarkan suasana meriah pada malam pergantian tahun. Tak heran kalau Bundaran HI kerap dijadikan titik bagi ribuan orang berkumpul untuk menyaksikan berbagai acara, termasuk konser musik, pesta jalanan, hingga pertunjukan kembang api di ikon patung Selamat Datang.

Alamat: Putaran Bundaran Hotel Indonesia, Kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

4. Lapangan Banteng

Jadwal Air Mancur Lapangan BantengWarga menyaksikan pertunjukan air mancur menari di Lapangan Banteng, Jakarta, Sabtu (18/6/2022). Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali menghadirkan pertunjukan air mancur menari setiap akhir pekan dan terbagi dalam tiga sesi, yakni pukul 18.30 WIB, 19.30 WIB dan 20.15 WIB, setelah dua tahun ditiadakan akibat pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc.Ilustrasi suasana saat pertunjukan air mancur di Lapangan Banteng.Foto:ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA

Meskipun tidak sepopuler lokasi-lokasi seperti Monas atau Bundaran HI, tapi Lapangan Banteng bisa jadi spot yang bisa kamu datangi untuk menikmati malam pergantian tahun.

Terlebih, Lapangan Banteng sering dijadikan lokasi acara publik seperti konser musik, festival seni, dan bazar kuliner. Ditambah, aksesnya juga cukup mudah karena ada di tengah kota dan dikelilingi oleh gedung-gedung ikonik dan fasilitas umum.

Alamat: Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat.

5. Central Park Mall

Bagi kalian yang mau nge mal sambil nunggu malam pergantian tahun,Central Park Mall di Jakarta Barat bisa jadi pilihannya. Di sekitar halaman outdoor kawasan ini, biasanya akan dimeriahkan dengan acara hiburan seperti konser musik hingga pesta kembang api yang meriah di beberapa titik sekitar mal.

Alamat: Jl. Letjen S. Parman No.Kav. 28, Tj. Duren Sel., Kec. Grogol petamburan, Kota Jakarta Barat.

6. Pantjoran Chinatown

Pantjoran PIK.Ilustrasi suasana malam di Pantjoran PIK. Foto: Johanes Randy

Pantjoran Chinatown bisa jadi spot tahun baru di Jakarta Utara yang bisa kamu tuju. Ini adalah destinasi yang menggabungkan suasana tradisional ala Tiongkok dengan berbagai restoran, kafe, hingga toko dibalut arsitektur yang unik.

Tempat cocok didatangi bersama keluarga, teman, atau pasangan untuk menyambut perayaan malam tahun baru 2025.

Alamat: kawasan Pantai Indah Kapuk 2, Kamal Muara, Jakarta Utara.

7. Sarinah

Jalan Sudirman-Thamrin memang menjadi salah satu spot menarik untuk merayakan malam Tahun Baru di Jakarta. Terutama bagi mereka yang ingin menikmati suasana perkotaan.

Sarinah juga berada di sekitar jalan ini. Kini, pelataran mal Sarinah kerap mengadakan live music dari band dan penyanyi terkenal secara gratis. Nah, ini bisa jadi spot bagi kamu juga untuk malam tahun baruan.

Alamat: Jl. M.H. Thamrin No.11, RT.8/RW.4, Gondangdia, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat.

8. Area Gelora Bung Karno (GBK)

GBK yang berada di kawasan Jakarta Pusat juga bisa jadi spot pilihan. Pasalnya, di kawasan ini kerap digelar konser musik hingga festival kuliner yang seru dan gratis lho.

Alamat: Jl. Pintu Satu Senayan, Jakarta Pusat.

Setiap tempat punya daya tarik dan titik ramainya tersendiri, dengan acara-acara seru seperti konser musik, pertunjukan kembang api, dan bazar makanan yang biasanya meriah.

Namun perlu diingat kalau setiap tahun, acara dan jadwal perayaan bisa berbeda-beda tergantung pada kebijakan tempat tersebut maupun pihak penyelenggara.

Jadi, pastikan untuk selalu memeriksa update terkait informasi lokasi dan acara yang diselenggarakan supaya kamu bisa merencanakan perayaan malam Tahun Baru sesuai harapan.

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com

Puncak Ulang Tahun HUT Jakarta ke-498, Ini Panduan Lalu Lintasnya


Jakarta

Puncak Hari Ulang Tahun HUT Jakarta ke-498 pada Minggu (22/6/2025) di Lapangan Banteng menghadirkan sejumlah artis terkenal Indonesia. Para pengunjung bisa mulai memasuki arena acara pukul 16.00 sementara acara baru mulai pukul 17.05.

Seperti tahun sebelumnya, acara Semarak HUT Jakarta ini menarik perhatian ratusan-ribuan pengunjung. Selain hiburan, acara ini menghadirkan pesta kuliner dan layanan masyarakat sebagai wujud syukur perjalanan Jakarta.

Rekayasa Lalu Lintas Ulang Tahun HUT Jakarta ke-498

Dikutip dari akun medsos Pemerintah Provinsi Jakarta, pihak berwajib menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mencegah kemacetan di Lapangan Banteng dan arena sekitarnya. Pengaturan lalu lintas ini bersifat situasional dengan rekayasa sebagai berikut:


Jadwal pelaksanaan

Minggu (22/6/2025) jam 16.30-23.00

Pengalihan lalu lintas

Lima ruas jalan yang bersinggungan langsung dengan lokasi HUT Jakarta 2025 dialihkan yang terdiri dari:

  • Jalan Perwira
  • Jalan Lapangan Banteng Barat
  • Jalan Lapangan Banteng Utara
  • Jalan Pejambon
  • Jalan Medan Merdeka Timur.

Rute alternatif

Dari Arah Timur (Pasar Senen – Harmoni):

Jalan Senen Raya – Jalan Kwini I – Jalan Abdul Rahman Saleh – Jalan Kramat Kwitang – Putar Balik Barat-Barat – Jalan Kramat Kwitang – Jalan Arief Rahman Hakim – Tugu Tani – Jalan M.I. Ridwan Rais – Jalan Medan Merdeka Timur – Jalan Perwira – Jalan Katedral – Jalan Veteran – dst.

Jalan Gunung Sahari – Jalan Budi Utomo – Jalan Lapangan Banteng Utara – Jalan Katedral – Jalan Veteran.

Dari Arah Selatan (Cikini – Jalan Veteran):

Jalan Menteng Raya – Jalan Arief Rahman Hakim – Tugu Tani – Jalan M.I. Ridwan Rais – Jalan Medan Merdeka Timur – Jalan Perwira – Jalan Katedral – dst.

Dari Arah Utara (JI Gunung Sahari – Tugu Tani Selatan):

Jalan Dr. Sutomo – JI Gedung Kesenian – Jalan Lapangan Banteng Utara – JI Katedral – dst.

Dari Jalan Batu Ilir – Utara/Harmoni:

Jalan Medan Merdeka Timur – Jalan Tani – Jalan M.I. Ridwan Rais – Jalan Medan Merdeka Timur – Jalan Perwira – Jalan Katedral – Jalan Veteran – dst.

Dari Arah Barat (Tomang – Pasar Senen):

JI Tomang Raya – JI Kyai Caringin – Balikpapan – Jalan Suryopranoto – JI Ir. Juanda – JI Pos – JI Dr. Sutomo – JI Gunung Sahari – dst.

Kantong Parkir Ulang Tahun HUT Jakarta ke-498

Para pengunjung Semarak HUT Jakarta 2025 bisa parkir di tempat yang telah disediakan pihak Pemprov Jakarta. Lokasi parkir ini terdiri dari:

  • Lapangan Banteng sisi timur
  • Lapangan Banteng sisi selatan
  • Kantor Pos Baru
  • Masjid Istiqlal
  • Gereja Katedral
  • Kantor Kementerian Agama
  • Kantor Pusat Pertamina
  • Kementerian Keuangan
  • Hotel Borobudur.

Dengan informasi ini, detikers bisa pilih jam dan rute kedatangan yang tepat agar tidak terjebak macet.

**************

Perayaan HUT Ke-498 Kota Jakarta berkolaborasi dengan detikcom yang didukung oleh PT Bank DKI, PT Transjakarta, Perumda PAM Jaya, Perumda Pasar Jaya, PT JIEP (Perseroda), PT Pembangunan Jaya Ancol TBK, PT Pembangunan Jaya, PT Jamkrida Jakarta (Perseroda), PT MRT Jakarta (Perseroda), Perumda PAL Jaya, Perumda Dharma Jaya, PT Jakarta Propertindo (Perseroda), Perumda Pembangunan Sarana Jaya, PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseorda), PT Jakarta Tourisindo (Perseroda).

(row/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Rute Baru Open Top Tour Jakarta, Jalan Sore Lewat Situs Bersejarah


Jakarta

Open Top Tour Jakarta menyediakan rute baru bernama Jakarta Heritage bagi penikmat jalan-jalan sore. Rute yang baru diresmikan Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno ini melewati seluruh tempat-tempat bersejarah. Tur tersedia pada sore dan malam hari ketika matahari tak lagi bersinar terik.

Detik travel berkesempatan ikut tur dengan bus tingkat yang terbuka di bagian atapnya ini pada Selasa (7/10/2025). Sunset Heritage Tour ini menggunakan bus setinggi 4,1 meter yang dipadati pengunjung. Para pengunjung langsung menuju bagian atas bus yang terbuka.

Open Top Tour of Jakarta rute Jakarta HeritageOpen Top Tour of Jakarta rute Jakarta Heritage (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

Tepat ketika bus berangkat, kita merasakan angin sore berhembus sejuk di sekitar tempat duduk. Sinar matahari tidak lagi bersinar terik, sehingga cuaca terasa lebih bersahabat. Sunset Heritage Tour adalah pilihan tepat bagi yang ingin healing murah dan nyaman.


“Kebetulan cuacanya lagi adem dan ada angin. Overall seru bisa keliling Jakarta lihat-lihat gedung bersejarah dan ingin memenuhi rasa penasaran,” ujar Gina salah satu pengunjung dari Jakarta Selatan saat ditemui detik travel usai Open Top Tour of Jakarta seri Jakarta Heritage.

Selama Open Top Tour, kita bisa menikmati suasana sore Jakarta dan berkeliling melewati gedung yang berusia puluhan hingga ratusan tahun. Lokasi yang dikunjungi antara lain Gedung Filateli, Pasar Baru, Gedung Kesenian Jakarta, Lapangan Banteng, Masjid Istiqlal, Gereja Katedral, hingga Istana Negara.

Saat detiktravel mencoba Open Top Tour of Jakarta rute Jakarta Heritage, bus ini melewati rute Pasar Baru, Gedung Kesenian Jakarta, dan Lapangan Banteng. Menurut pemandu Nadi Hidayat, kondisi ini dikarenakan adanya aksi masa di depan gedung Kedutaan Besar Amerika Serikat pada Selasa (7/10/2025).

Peserta Open Top Tour of Jakarta akan memperoleh silent headphones, sticker pack, buku panduan, dan akses ruang tunggu. Perlengkapan ini diharapkan bisa memaksimalkan pengalaman selama naik bus dengan atap terbuka menikmati suasana sore Jakarta.

Jam Buka dan Harga Tiket Open Top Tour of Jakarta

Open Top Tour of Jakarta rute Jakarta HeritageOpen Top Tour of Jakarta rute Jakarta Heritage (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

Jadwal Open Top Tour of Jakarta rute Jakarta Heritage dilaksanakan pada jam berikut:

  • Sunset Heritage Tour pukul 16.00
  • Sunset Heritage Tour pukul 17.30
  • Night Heritage Tour pukul 19.00
  • Night Heritage Tour pukul 20.30

Pemberangkatan awal berada di Pos Bloc atau Gedung Filateli Jakarta sejauh 400 meter dari Stasiun Juanda. Tiket bisa diperoleh dengan harga Rp 50 ribu yang dapat dipesan mulai H-7 keberangkatan di aplikasi TJ:Transjakarta atau Tije.

Menurut Nadi, pengunjung pada hari kerja di Night Heritage pukul 19.00 cenderung lebih ramai. Pengunjung tidak hanya menikmati langit Jakarta, lampu, dan night view, tapi juga mengabadikannya dalam foto dan video.

(row/row)



Sumber : travel.detik.com