Tag Archives: lautnya

7 Rekomendasi Wisata di Bali utara



Jakarta

Bali Utara punya banyak destinasi wsiata ciamik yang ingin liburan seru. Mulai dari bawah lautnya yang memukau hingga desa wisatanya yang kaya.

detikcom telah merangkum pada Jumat (23/8/2024) ragam tempat wisata di Bali utara yang bisa kamu kunjungi dan pamerkan di media sosial.

1. Handara Gate


Gerbang Handara BaliGerbang Handara Bali (Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)

Handara Gate berada di Jln. Raya Singaraja-Denpasar, Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Bila ditempuh dari Bandara I Gusti Ngurah Rai butuh waktu empat jam untuk ke sini.

Handara Gate yang ikonik ini begitu viral di media sosial. Saking ciamiknya foto di sana, sering kali netizen menyebutkan ‘Gate to the Heaven’ atau Gerbang Surga.

Sejatinya, Gerbang ini merupakan pintu masuk menuju Handara Golf & Resort. Sesuai dengan namanya, ini adalah tempat ciamik untuk para pecinta golf bermain dan menginap.

Bila traveler hanya ingin berfoto di gerbangnya, cukup membayar Rp 30 ribu untuk durasi foto selama tiga menit. Di saat weekend, sangat ramai turis yang mengantre untuk hunting foto di sini.

Tidak ada jam operasional, traveler bisa datang kapanpun karena diizinkan foto ‘semenjak terang hingga gelap’ di sana.

2. Desa Wisata Pemuteran

Banyak kegiatan yang bisa dilakukan di Desa Pemuteran lho. Mulai dari snorkling hingga trekking.

Di desa ini terdapat konservasi terumbu karang yang pastinya membuat bawah lautnya menjadi cantik. Kamu yang suka snorkling cocok banget nih datang dan belajar tentang terumbu karang di sini.

Di desa ini juga ada Proyek Penyu, penangkaran penyu yang dikelola sebuah organisasi yang menggandeng masyarakat lokal. Telur-telur penyu yang didapatkan nelayan akan dikumpulkan di sini hingga dikembangbiakkan. Nanti setelah berumur 2-3 bulan, tukik-tukik ini dilepaskan ke laut. Bila kamu beruntung, bisa nih berpartisipasi dalam pelepasan tukik. Sayang sekali, tidak ada waktu khusus untuk aktivitas pelepasan ini.

Desa Pemuteran memiliki pantai berpasir hitam. Walau begitu, sore-sore di sini bersantai juga bisa jadi keigatan seru. Setelah puas snorkling melihat aneka terumbu karang, kamu bisa bersantai menikmati es kelapa di pinggir pantai yang tenang.

Nah, traveler yang tak bisa snorkling, bisa nih trekking ke Bukit Batu Kursi. Tempat ini rumah bagi kawasan suci bernama Pura Batu Kursi yang berada tepat di puncak bukit. Bukit ini memiliki ketinggian sekitar 800 meter. Traveler dapat menyusuri jalan setapak berupa susunan tangga batu untuk mencapai puncak bukit.

3. Desa Les

Penyulingan arak di Desa LesPenyulingan arak di Desa Les (Syanti Mustika/detikcom)

Banyak desa wisata yang bisa kita kunjungi di Bali Utara, salah satunya adalah Desa Les. Di sini traveler bisa juga snorkling, trekking hingga melihat penyulingan arak Bali.

Desa Les di Tejakula, Buleleng masuk ke dalam 50 besar ADWI 2024. Desa ini kaya akan produksi pertanian seperti lontar, aneka buah-buahahn, hingga kaya akan hasil ikan lautnya.

Dari dulu, Desa Les memang ramai dikunjungi oleh turis asing. Namun dengan berkembangnya informasi dan sosial media, Desa Les mulai ramai dikunjungi turis domestik.

Traveler di sini juga bisa melihat proses penyulingan arak dan gula lontar di Dapoer Moela. Kamu bisa melihat banyak kendi-kendi arak yang siap diminum para tamu yang datang.

Setiap turis yang datang akan diajak ke tempat penyulingan sebagai kegiatan experience. Sebotol arak Bali ini dijual mulai Rp 150 ribu per botolnya (750 ml). Semakin tinggi kadar alkoholnya, semakin mahal. Sedangkan gula lontar atau juruh dijual Rp 70 ribu (600 ml).

4. Pantai Lovina

Lumba-lumba di Pantai LovinaLumba-lumba di Pantai Lovina (Rifkianto Nugroho/detikcom)

Pantai Lovina dikenal sebagai tempat konservasi lumba-lumba liar. Adapun atraksi wisata yang ditawarkan adalah melihat kawanan lumba-lumba ini berenang di lautan.

Bila ditempuh dari Bandara i Gusti Ngurah Rai, butuh waktu sekitar 2,5-3 jam dengan jarak hampir 100 km dengan mobil menuju titik ini. detikcom pun beberapa waktu lalu berangkat dari Lovina Beach Club.

Traveler bisa menyewa perahu nelayan atau membeli paket wisata tur lumba-lumba ini. Adapun harganya Rp 125 ribu per pax, dan satu kapal itu bisa membawa 10 penumpang.

Traveler yang ingin merasakan sensasi yang sama, hanya perlu membayar Rp 125.000 nett/pax, untuk dewasa dan minimal 10 pax ( untuk 1 kapal). Bagi yang membawa anak-anak 1-2 tahun gratis.

Selain melihat lumba-lumba, di sini juga ada aktivitas seru lainnya seperti snorkeling, jet ski, shark boat hingga frenzy boat dan memancing.

Untuk pemesanan traveler bisa melakukan secara online. Untuk kemudahan, disarankan traveler untuk menginap juga di hotel terdekat karena kapal berangkat pagi hari.

5. Air Terjun Banyumala

Air Terjun Banyumala, Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali. Foto: Made Wijaya KusumaAir Terjun Banyumala, Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng Bali. (Made Wijaya Kusuma Foto)

Banyak spot air terjun yang bisa didatangi di Bali Utara, dan salah satunya adalah Air terjun Banyumala. Destniasi ini berada di Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.

Bila ditempuh dari Ubud hampir 2 jam berkendara motor. Dan bila ditempuh dari Pura Ulun Danu Beratan hanya 30 menit saja.

Adapun tiket masuk ke air terjun Rp 20 ribu per orang. Untuk sampai ke air terjun kamu harus trekking sekitar 15-20 menit, tergantung kekuatan kaki mu.

Walau sedikit melelahkan, percayalah lelahmu terbayarkan dengan indahnya air terjun ini. Air terjun setinggi 20 meter ini mengalir deras di antara rerumputan hijau yang menghiasi tebing air.

6. Pura Ulun Danu Bratan

Pura Ulun Danu merupakan salah satu pura yang populer di kalangan wisatawan di Bali. Pura ini berada di Danau Beratan, Tabanan. Bila ditempuh dari Ubud sekitar 50 menit perjalanan berkendara.

Adapun daya tarik dari pura ini adalah keindahan lokasi pura yang dikelilingi pegunungan dan danau. Serta lokasinya yang ada di dataran tinggi membuat udara di sini terasa sejuk di saat siang hari. Adapun tiket masuk ke pura yaitu Rp 40 ribu saat weekeday, Rp 50 ribu saat weekend.

Sejarahnya, Pura Ulun Danu Beratan dibangun pada tahun 1634 oleh I Gusti Agung Putu. Fungsinya sebagai tempat pemujaan Tri Murti (Brahma, Wisnu dan Siwa).

Selain melihat pemandangan indah ini, aktivitas lain yang bisa kamu lakukan di sini adalah menikmati wahana air. Kamu bisa berkeliling Danau Beratan dengan speed boat atau bebek air. Di sini juga ada penyewaan perahu lho.

7. Danau Buyan

Danau Buyan adalah salah satu danau terbesar di Bali. Terletak di dataran tinggi Bedugul, danau ini dikelilingi oleh hutan lebat dan barisan bukit, menciptakan latar belakang yang indah dan menyegarkan.

Kawasan wisata Danau Buyan berlokasi di Desa Pancasari, tepatnya di Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali. Akses menuju Danau Buyan sangat mudah dijangkau dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Jika traveler berangkat dari Denpasar, jarak tempuhnya sekitar 57 km dengan waktu perjalanan sekitar 2 jam.

Adapun kegiatan menarik yang bisa dilakukan di sini yaitu kemping, memancing, trekking, hingga piknik.

(sym/fem)



Sumber : travel.detik.com

Kisah Rumah Sakit Haji Zaman Belanda di Pulau Cantik Seberang Jakarta



Jakarta

Keindahan Kepulauan Seribu memang sudah tidak perlu diragukan lagi. Tapi soal sejarah, tak banyak yang tahu jika ada rumah sakit zaman Belanda di sini.

Beragam pulau di kepulauan ini menawarkan keindahan pantai hingga kecantikan alam bawah lautnya. Selain menyuguhkan keindahan alam, sejarah di belakang pulau-pulau di sana juga layak untuk dinikmati.

Salah satunya adalah Pulau Cipir atau Pulau Kayangan yang pernah menjadi rumah sakit haji pada zaman kolonial Belanda.


Rumah sakit ini bisa disebut juga dengan rumah sakit yang memiliki fasilitas cukup komplet. detikTravel berkesempatan untuk melihat sisa-sisa bangunan di sana dalam kegiatan famtrip bersama Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, beberapa waktu lalu.

Di Pulau Cipir seperti komplek rumah sakit, terdapat beberapa bangunan di sana seperti bangunan utama rumah sakit, toilet untuk pasien hingga laboratorium dan ruang bedah.

Puing-puing bangunan rumah sakit itu pun masih terbilang utuh sehingga masih bisa terbayang situasi dan kesibukan kala itu.

“Tahun 1911 mereka (Belanda) membangun asrama haji, jadi semua keberangkatan haji diberangkatkan dari Pulau Onrust. Mereka dikarantina dulu baru diberangkatkan ke Tanah Suci, setelah kembali mereka akan dibawa ke Pulau Cipir,” ucap pemandu wisata, Ara.

Pulau CipirRumah sakit zaman Belanda di Pulau Cipir Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

“Di Pulau Cipir akan diperiksa kesehatannya. Fasilitasnya paling lengkap di Batavia itu adalah rumah sakit di Pulau Cipir pada saat itu, di Batavia ada rumah sakit tapi nggak selengkap yang ada di Pulau Cipir ada laboratorium, ruang operasi semuanya ada di Pulau Cipir,” lengkap Ara.

Lanjut Ara, di masa itu Belanda untuk mencari pemasukan lain bagi pihaknya adalah dengan memberangkatkan masyarakat Indonesia ke Tanah Suci.

Rumah sakit haji di Pulau Cipir ini jadi tempat para jamaah cek kesehatan sebelum pergi ke Mekkah dan tempat karantina setelah pulang dari Mekkah.

Setelah usai cek kesehatan para jemaah itu akan kembali ke Pulau Onrust terlebih dahulu untuk berangkat ke Tanah Suci, waktu tempuh dari Pulau Onrust ke Tanah Suci kurang lebih hingga satu bulan.

Selepas pulang, jika tidak bisa membayar uang karantina sebagai konsekuensinya para jemaah harus menjadi budak. Kemudian, Ara menjelaskan penamaan gelar haji itu merupakan sebuah tanda yang dilakukan oleh Hindia-Belanda kepada masyarakat Indonesia.

Pulau Kelor, Cipir, dan Onrust merupakan gugusan pulau yang berada di wilayah Kepulauan Seribu, Jakarta. Pulau-pulau itu menyimpan jejak sejarah masa kolonial.Pulau Cipir Foto: Muhammad Lugas Pribady

Karena menurut mereka orang-orang yang telah berangkat ke Tanah Suci itu dianggap sudah terdoktrin oleh bangsa luar khususnya ketika di sana.

“Title haji ini untuk memudahkan karena kan saat itu udah mulai kan masuk kerajaan Islam yang menyebar ajarannya dan ditakutkan yang melakukan kudeta itu kebanyakan Muslim. Makanya nanti kalau ada kudeta yang dicari adalah haji dan hajah terlebih dahulu,” terangnya.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

10 Wisata Alam Terbaik di Indonesia, Tersebar dari Barat ke Timur


Jakarta

Indonesia memiliki hamparan alam yang memukau dari ujung timur hingga barat. Dengan kondisi alamnya ini, sejumlah titik yang menyajikan panorama terbaik telah dijadikan tempat wisata yang dapat dikunjungi.

Mulai dari pemandangan bawah laut yang menawan, gunung, air terjun, tempat bersejarah, hingga hewan endemik yang dilindungi, semuanya bisa ditemukan di di sini. Sejumlah lokasi tersebut tidak kalah dari tempat-tempat lain, bahkan keelokannya sudah banyak dikenal dunia. Lantas, di mana saja tempat wisata terbaik di Indonesia ini?

10 Tempat Wisata Terbaik di Indonesia

Dilansir Lonely Planet dan Culture Trip, berikut deretan wisata cantik di Tanah Air yang patut didatangi:


1. Labuan Bajo

Biawak komodo di Loh Sebita, Pulau Komodo, Taman Nasional Komodo, Kamis (5/9/2024).Komodo di Taman Nasional Komodo. Foto: Ambrosius Ardin/detikBali

Labuan Bajo yang terletak di Nusa Tenggara Timur (NTT) disebut-sebut sebagai “surga” di wilayah timur Indonesia. Tak heran banyak yang memasukkan tempat wisata ini ke dalam wishlist liburan mereka.

Di sana, traveler dapat menemukan gugusan kepulauan eksotis seperti Pulau Komodo, Pulau Manjarite, Pulau Padar, dan Pulau Kelor. Pantai cantik dengan pasir pink dan perbukitan hijau juga bisa dikunjungi. Uniknya, kamu bisa menyaksikan komodo, spesies kadal terbesar yang telah ada sejak zaman pra sejarah.

2. Gunung Bromo

Awal mulanya keindahan Bromo hanya dikenal dengan dua destinasi favorit yakni menikmati Sunrise dan Kawah Bromo saja. Tapi, sejak dibuka pintu masuk lewat Malang, kini bertambah tujuan wisatanya.Lautan pasir Bromo, Bukit Teletubbies dan padang savana yang terbentang luas.Bukit Teletubbies di Bromo. Foto: Rachman_punyaFOTO

Bromo terletak di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Gunung ini termasuk salah satu gunung berapi aktif di Jawa Timur yang selalu dipadati wisatawan.

Traveler dapat menyaksikan panorama matahari terbit dari berbagai spot yang ada, menunggang kuda dan mobil jip di area Pasir Berbisik, berfoto di padang rumput hijau bernama Bukit Teletubbies, hingga mencapai puncak untuk melihat Kawah Bromo.

3. Raja Ampat

Raja AmpatRaja Ampat Foto: detik

Pemandangan bawah laut Raja Ampat akan sangat disayangkan apabila terlewatkan. Tempat ini merupakan rumah bagi lebih dari 530 spesies karang, 700 spesies moluska, dan 1.300 jenis ikan. Sebab itu, perairan Raja Ampat disebut-sebut sebagai “surga” bagi para penyelam.

Selain itu, gugusan Pulau Karst, Pantai Pasir Putih, Puncak Pianemo, Telaga Bintang, hingga Pulau Wayag adalah destinasi yang tidak boleh diabaikan jika traveler datang ke sana.

4. Kepulauan Derawan

Penyu di DerawanPenyu di Derawan Foto: (Khairul Leon/d’Traveler)

Kepulauan di Kalimantan Timur ini terdiri dari beberapa pulau, antara lain Derawan, Maratua, Sangalaki, dan Kakaban. Sejumlah pulau tersebut memiliki pesonanya masing-masing.

Traveler dapat melakukan snorkeling atau diving untuk menikmati panorama bawah lautnya yang dipenuhi karang, ubur-ubur, penyu, hingga ikan pari. Menyaksikan sunset dan sunrise serta melihat fenomena langka yaitu munculnya hiu paus (whale shark).

5. Bali

Pura Ulun Danu di Tabanan, BaliPura Ulun Danu di Tabanan, Bali. Foto: (Syanti/detikcom)

Bali sudah tersohor dengan kecantikan alamnya, baik di Indonesia maupun dunia. Bukan hanya pantainya, Pulau Dewata menyimpan hutan rimbun, persawahan hijau, air terjun cantik, sampai kawasan pedesaan dengan arsitektur tradisional yang masih asri.

Kamu bisa mengunjungi Pantai Kuta, Pantai Pandawa, hingga Pantai Melasti kalau ingin bersantai di tepi pantai. Mengunjungi Air Terjun Tibumana dan Sumampan, mandi di Pemandian Tukad Arca, atau mendatangi sejumlah pura yang indah.

6. Candi Borobudur

Candi Borobudur. Foto diambil pada Selasa (14/6/2022).Candi Borobudur. Foto: Eko Susanto/detikJateng

Candi Borobudur di Jawa Tengah merupakan monumen Buddha terbesar di dunia. Bukan hanya untuk beribadah, tapi kamu dapat mengunjungi candi ini untuk menikmati kemegahan bangunan yang telah ditetapkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO tersebut.

Diperkirakan berdiri sejak abad ke-8, Candi Borobudur terkenal dengan pahatan dan relief bersejarah yang terukir di batuan penyusunnya. Setiap reliefnya menggambarkan kisah kehidupan manusia yang bermakna amat dalam.

7. Kepulauan Gili

Ilustrasi Pulau Gili di Lombok, Nusa Tenggara BaratPulau Gili di Lombok, Nusa Tenggara Barat Foto: Rachman_punyaFOTO

Selain NTT, Nusa Tenggara Barat (NTB) mempunyai tempat wisata cantik yang tak kalah yaitu Kepulauan Gili, yang terdiri dari Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air. Kepulauan ini terkenal dengan keelokan bawah lautnya untuk melakukan snorkeling dan diving.

Kalau tidak jago berenang, traveler tetap bisa kok menyaksikan panorama perairan Gili dengan mengikuti tur kapal yang dilengkapi kaca transparan di bagian bawahnya. Kamu juga dapat berkeliling pulau, mencicipi kuliner khas, hingga berkuda di pantai Kepulauan Gili.

8. Danau Toba

Best view saat merapat di pelabuhan Ambarita SamosirBest view saat merapat di pelabuhan Ambarita Samosir Foto: detik

Toba di Sumatera Utara merupakan danau terbesar di Tanah Air. Mengutip laman Kemenparekraf, danau ini juga tercatat jadi yang terbesar di Asia Tenggara dan di urutan kedua paling besar di dunia.

Kalau ke sana, pastikan traveler mengunjungi Pulau Samosir yang berada di tengah-tengah Danau Toba. Pulau itu menyajikan lanskap alam memukau dan suasana yang sejuk. Uniknya, ditemukan dua danau di pulau tersebut yaitu Sidihoni dan Aek Natonang. Sehingga bisa dibilang terdapat danau di atas danau.

9. Kepulauan Wakatobi

Wisatawan melalukan aktivitas menyelam di Sombu Jetty, Pulau Wangi Wangi, Wakatobi, Sulawesi Tenggara.Wisatawan melalukan aktivitas menyelam di Sombu Jetty, Pulau Wangi Wangi, Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Foto: Agung Pambudhy

Wakatobi di Sulawesi Tenggara terdiri gugusan empat pulau utama yaitu Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko serta deretan pulau kecil lain. Nama Wakatobi sendiri merupakan akronim keempat pulau besarnya itu.

Kepulauan ini dikenal sebagai “surganya” bawah laut lantaran hampir sekitar 90% jenis karang di dunia terdapat di sana. Wakatobi juga tersohor sebagai salah satu world class diving site. Pada 2012, UNESCO bahkan menetapkan kepulauan tersebut sebagai Cagar Biosfer Bumi ke-8.

10. Tanjung Kelayang

Tanjung KelayangTanjung Kelayang Foto: (Afif Farhan/detikTravel)

Wisata di Pulau Belitung ini menawarkan pantai eksotis dengan pasir putih yang berhias bebatuan granit besar. Kawasan batu granitnya ini menjadi destinasi Geopark Belitong yang ditetapkan UNESCO pada 2021 silam.

Lautnya juga tak indah dengan perairan biru kehijauan yang jernih dan berombak tenang. Traveler dapat bermain air atau berenang di tepian, bermain pasir, maupun menelusuri pantainya.

Nah, itu tadi 10 wisata alam terbaik di Indonesia. Jadi, traveler pernah ke tempat mana saja nih?

(azn/row)



Sumber : travel.detik.com

10 Pantai Terindah di Indonesia, Cocok buat Healing Saat Liburan


Jakarta

Dengan kekayaan alam yang menakjubkan, Indonesia menjadi surga bagi para pecinta pantai. Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau yang menawarkan pemandangan pantai eksotis.

Pantai-pantai ini tak hanya menawarkan panorama alam yang memanjakan mata, tapi juga menjadi tempat ideal untuk berbagai aktivitas, seperti diving, snorkeling, hingga surfing. Tentunya, ada begitu banyak pantai indah di Indonesia, berikut 10 di antaranya:

10 Pantai Terindah di Indonesia

Pantai-pantai indah di Indonesia tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Mulai dari di NTT, Maluku, hingga Banten. Berikut informasinya:


1. Pink Beach

Pink Beach menjadi daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Taman Nasional Komodo karena pasir berwarna pink. Namun sayang, destinasi wisata ini belum ada toilet.Pink Beach (Andhika Prasetia/detikcom)

Pink beach menjadi salah satu daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Pulau Komodo. Pecahan kecil karang yang menyatu dengan pasir putih menghasilkan warna merah muda yang cantik di sepanjang bibir pantai.

Mengutip laman Kemenparekraf, ada ratusan jenis karang dan ribuan jenis ikan. Perairan dangkal pada pantai ini menjadi rumah bagi banyak spesies ikan. Jadi cocok untuk kegiatan snorkeling.

  • Lokasi: Pulau Komodo, Flores Barat, NTT.
  • Harga tiket: Wisatawan domestik: Rp 10.000, wisatawan mancanegara: Rp 50.000

2. Pantai Ora

pantai ora malukuPantai Ora Maluku (Hardy Limiyanto/d’Traveler)

Memiliki pemandangan yang begitu indah, Pantai Ora disebut-sebut sebagai Hawaiinya Indonesia oleh sebagian wisatawan yang pernah berkunjung ke sana.

Menurut laman Bandara Pattimura Ambon, traveler bisa menikmati keindahan bawah laut di pantai Ini, mulai dari aneka terumbu karang yang berwarna-warni hingga ikan-ikan yang berenang di sekitarnya. Tak hanya saat cuaca cerah, pantai ini sangat indah juga di malam hari.

  • Lokasi: Desa Sawai, Seram Utara, Maluku Tengah
  • Harga tiket: Gratis

3. Pantai Nihiwatu

Pemandangan Sunset dari Nihiwatu Resort, resort terbaik sedunia 2016 di SumbaPemandangan Sunset dari Nihiwatu Resort (I Gede Leo Agustina/d’Traveler)

Nihiwatu menyimpan keindahan yang luar biasa. menduduki peringkat ke 17 dari 100 kategori pantai terbaik di dunia versi CNN. Air lautnya begitu bersih dan jernih dengan pasir yang halus.

Lokasinya juga jauh dari keramaian dan kurang terjangkau, sehingga pantai ini masih terjaga keasliannya. Ombaknya sangat kuat dan cepat, sehingga menjadi tantangan besar bagi para peselancar yang menginginkan pengalaman yang menantang.

  • Lokasi: Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, NTT.
  • Harga tiket: Rp 15.000

4. Pantai Tanjung Tinggi

Rindu dengan suasana indah pantai di film laskar pelangi? Yuks, saat berkunjung ke Belitung, jangan lupa nostalgia ke Pantai Tanjung Tinggi. Tempat pariwisata pantai di Belitung memang banyak yang menawarkan keindahan alam.Pantai Tanjung Tinggi (Rachman_punyaFOTO)

Daya tarik utama dari Pantai Tanjung Tinggi adalah batuan granit di sekeliling pantai. Tidak heran jika banyak pengunjung yang menjadikan batu granit sebagai spot foto.

Selanjutnya, pasir putih halus dan airnya yang berwarna hijau tosca yang jernih menjadi daya tarik selanjutnya. Ombaknya landai, jadi wisatawan bisa melakukan berbagai aktivitas air di sekitar pantai.

  • Lokasi: Desa Ciput, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
  • Harga tiket: Gratis

5. Pantai Sawarna

Pantai Sawarna salah satu objek wisata di Geopark Bayah Dome, Lebak.Pantai Sawarna salah satu objek wisata di Geopark Bayah Dome, Lebak (Bahtiar/Detikcom)

Mengutip website Sistem Managemen Potensi Daerah Provinsi Banten, Pantai Sawarna disebut sebagai surga tersembunyi di Banten. Ada beberapa pantai d kawasan ini, seperti Pantai Karang Taraje Sawarna, Pantai Tanjung Layar Sawarna, Pantai Karang Seupang Sawarna. Pantai Ciantir Sawarna. Pantai Teluk Legon Pari Sawarna, hingga Pantai Karang Bokor Sawarna.

Suasana alamnya bisa membuat traveler bersantai tanpa terganggu hiruk pikuk keramaian kota. Ombaknya sangat kuat dan konsisten dengan durasi yang panjang, sehingga cocok untuk surfing. Wisatawan juga bisa berenang dan snorkeling untuk melihat keindahan terumbu karangnya.

  • Lokasi: Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten
  • Harga tiket: Weekdays: Rp 5.000 dan weekend Rp 15.000

6. Pantai Ngurtavur

Pantai Ngurtavur, Kepulauan KeiPantai Ngurtavur (Didik Dwi Haryanto/detikcom)

Mengutip laman instagram KBRI Maputo, pantai Ngurtavur mempunyai hamparan pasir timbul yang muncul saat air sedang surut. Pasir tersebut akan tertutupi air lagi saat air mulai pasang.

Menariknya, hamparan pasir putih yang lembut tersebut seakan membelah lautan menjadi dua bagian. Traveler bisa merasakan sensasi berjalan di tengah laut lepas.

  • Lokasi: Pulau Woha, Maluku Tenggara
  • Harga tiket: gratis

7. Pantai Tanjung Aan

pantaiPantai Tanjung Aan (Nova Saribaganti/d’Traveler)

Pantai Tanjung Aan memiliki air yang cukup tenang. Air lautnya berwarna biru terang dengan tekstur pasir pantai menyerupai merica berwarna putih.

Tak hanya menikmati area pantai, wisatawan bisa melihat pemandangan Pantai Tanjung Aan dari ketinggian bukit-bukit di sekelilingnya. Keindahan pasir putih dan laut biru bisa dilihat dari atas

  • Lokasi: Desa Pengembur, Sengkol, Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB)
  • Harga tiket: gratis

8. Pantai Saleo

Pasir Timbul di Pantai Saleo Raja AmpatPasir Timbul di Pantai Saleo Raja Ampat Foto: Gema Bayu Samudra/d’Traveler

Pantai Saleo juga mempunyai pasir timbul yang memanjang hingga 100 meter. Keindahannya akan terlihat saat air laut surut, yaitu pada sekitar pukul 06.00 WITA, 11.00 WITA, dan 15.00 WITA.

Gradasi warna pantainya begitu indah. Mulai dari pasirnya yang putih, air lautnya yang berwarna biru muda dan laut dalamnya dengan warna biru tua. Ditambah, langit yang cerah dan awan yang jernih.

  • Lokasi: Jl. Yan Mamoribo, Waisai, Kota Waisai, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat
  • Harga tiket: gratis

9. Pantai Iboih

Pantai Iboih SabangPantai Iboih Sabang Foto: (Bona/detikTravel)

Iboih merupakan salah satu pantai terkenal di Pulau Weh, Aceh. Memiliki keindahan bawah laut yang memukau, pantai ini menjadi surga bagi para pecinta snorkeling.

Airnya begitu jernih dengan terumbu karang yang indah dan keanekaragaman hayati yang luar biasa. Tak hanya untuk snorkeling dan menyelam, pantai ini menjadi tempat populer untuk bersantai, menikmati matahari terbenam, dan menikmati pemandangan alam yang indah.

  • Lokasi: Desa Iboih, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, Aceh
  • Harga tiket: Gratis

10. Pulau Derawan

Pulau Derawan mempunyai pantai yang begitu indah. Untuk melihat keindahan bawah lautnya, wisatawan bisa melakukan kegiatan snorkeling atau diving.

Mengutip Elib Unikom, aneka biota laut yang ada di pulau ini yaitu penyu hijau, penyu sisik, hiu paus tutul, ikan kalajengking, hingga kuda laut. Pada kedalaman 10 meter, ada karang yang dikenal sebagai blue trigger wall. Pda karang sepanjang 18 meter tersebut terdapat ikan trigger.

Lokasi: Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur
Harga tiket: Gratis

Itulah sejumlah pantai terindah di Indonesia. Sebelum datang, jangan lupa update terkait informasi pantai yang dituju ya.

(elk/row)



Sumber : travel.detik.com

Daya Tarik Pantai Jerman di Bali, Dekat Bandara



Badung

Pantai Jerman adalah salah satu pantai di Bali yang jangan sampai dilewatkan saat k Pulau Dewata. Terlebih untuk kunjungan singkat, karena lokasinya berada di sisi Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Dari banyaknya pantai di Bali, mungkin nama Pantai Jerman kurang tersohor. Namun, ternyata tempat tersebut juga tak kalah menarik untuk dikunjungi. Berikut ini beberapa daya tarik dari Pantai Jerman.

Biaya Masuk Gratis

Pantai Jerman, Bali.Pantai Jerman, Bali. (Weka Kanaka/detikcom)

Pantai Jerman adalah salah satu pantai yang gratis dikunjungi di Bali. Traveler hanya dikenakan biaya Rp 2 ribu untuk parkir kendaraan sepeda motor atau Rp 5 ribu untuk mobil.


Kendati gratis, tetapi panoramanya pun tetap layak dinikmati. Lautnya berwarna biru tosca dan terdapat pemandangan deretan kapal nelayan yang terapung. Tentunya panorama tersebut sangat estetik jika diabadikan.

Selain itu, terdapat landmark patung Triratna Amreta Bhuwana yang megah dan dapat menjadi salah satu spot foto menarik.

10 Menit dari Bandara

Pantai Jerman, Bali.Pantai Jerman, Bali. (Weka Kanaka/detikcom)

Jika traveler tak memiliki waktu yang banyak saat singgah di Bali. Traveler dapat mampir ke Pantai Jerman karena letaknya berada di sisi Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Jika menggunakan sepeda motor, estimasi perjalanan sekitar 2,5 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 10 menit. Sementara jika menggunakan mobil estimasinya sekitar 12-20 menit.

Tak hanya itu, traveler bisa juga berkunjung dengan jalan kaki sejauh 1,5 km dengan waktu tempuh sekitar 20 menit.

Sepi dan Tenang

Pantai Jerman, Bali.Suasana Pantai Jerman, Bali yang tampak lengang. (Weka Kanaka/detikcom)

Pantai tersebut kendati berada di sisi bandara, tetapi pengunjungnya tak terlalu ramai. Khususnya saat kedatangan detikTravel pada Minggu (10/11/2024) sekitar pukul 14.18 Wita.

Saat kami datang, kondisi pantai tampak tak terlalu dipenuhi pengunjung. Hanya segelintir pengunjung saja yang terlihat tengah asik bermain pasir, berjalan santai, hingga bermain air.

Tentunya suasana tersebut sangat cocok bagi para traveler yang mencari ketenangan di tepi daratan.

Fasilitas cukup lengkap

Pantai Jerman, Bali.Area duduk santai di Pantai Jerman, Bali. (Weka Kanaka/detikcom)

Kendati terbilang pantai gratis, tapi fasilitas pun cukup lengkap. Terdapat area duduk-duduk berbayar hingga area duduk gratis di pendopo. Selain itu, ada pula area warung makanan-minuman, hingga toilet.

(wkn/fem)



Sumber : travel.detik.com

Pantai Watukarung, Spot Selancar Kelas Dunia di Pacitan


Jakarta

Ada sebuah pantai di Jawa Timur yang tidak hanya punya panorama elok, tetapi juga dikenal sebagai spot selancar terbaik. Ialah Pantai Watukarung di Pacitan yang memiliki ombak istimewa.

Pantai ini juga disebut mirip Raja Ampat di Papua Barat. Bukan tanpa alasan, pesona pantainya memanjakan setiap mata yang memandang. Tempatnya asri dan punya kesan eksklusif karena belum terlalu ramai pengunjung.

Penasaran dengan destinasi satu ini? Simak uraian Pantai Watukarung berikut.


Pesona Pantai Watukarung

Mengutip laman Disparbudpora Kab. Pacitan, Pantai Watukarung di Pacitan menyuguhkan lautan dengan air jernih kebiruan. Gulungan ombak cukup besar di sini khas pantai selatan Jawa, dengan tinggi bisa mencapai 4 meter.

Karakter arah ombak di pantai ini unik yaitu ke sisi kanan dan kiri, dilansir pemberitaan detikJatim. Arah ombak seperti ini menawarkan tantangan besar. Karenanya, ombak ‘kelas dunia’ ini kerap menarik perhatian peselancar profesional lokal maupun mancanegara.

Tak jauh dari bibir pantai terlihat beberapa batuan karang besar yang ditumbuhi kehijauan mengelilingi pesisir. Hal inilah yang menjadikan Pantai Watukarung disebut-sebut sebagai ‘Raja Ampatnya Jawa Timur’.

panorama wisata alam Pantai Watukarung khas PacitanPanorama Pantai Watukarung di Pacitan Foto: Purwo Sumodiharjo

Pantainya yang luas dengan garis pantai panjang dilengkapi pasir putih halus dan bersih. Cocok banget buat traveler yang suka menyusuri pantai dari ujung ke ujung.

Di sebelah kanan pantai terdapat bukit dengan gardu pandang. Tersedia anak tangga jika tertarik menaiki dan menyaksikan pemandangan laut yang lebih menakjubkan dari ketinggian. Atas bukit juga menjadi spot yang oke untuk menikmati view matahari terbenam (sunset).

Bebatuan karang akan muncul saat air lautnya agak surut. Akan banyak ditemukan juga bintang laut, bulu babi, siput laut, hingga ikan-ikan kecil yang berenang di antara batuan.

Aktivitas di Pantai Watukarung

Sejumlah aktivitas seru dapat traveler lakukan di Pantai Watukarung, berikut di antaranya:

1. Berselancar

Pantai WatukarungBerselancar di Pantai Watukarung Foto: Purwoto Sumodiharjo

Jika hobi berselancar, kamu bisa mengendarai gulungan ombaknya dengan papan selancar. Pastikan sudah mahir berselancar atau ditemani profesional selama melakukan aktivitas ini. Sebab karakter ombak PantaiWatukarung yang unik menawarkan tantangan yang cukup berat.

2. Bermain Air dan Pasir

Ombaknya yang lumayan besar juga membuat pengunjung tidak cukup aman berenang di Pantai Watukarung. Disarankan untuk sekadar bermain air di tepian atau bermain pasir di pantai saja.

Perhatikan langkah saat bermain air karena di bawah bibir pantainya dipenuhi bebatuan karang.

3. Berfoto

Pantai Watukarung termasuk pantai cantik di Pacitan. Sangat disayangkan jika traveler tidak mengabadikan potret panoramanya. Semua titik di pantai ini bisa dijadikan spot berfoto.

4. Wisata Kuliner

Tidak usah khawatir kelaparan saat berkunjung ke pantai ini. Terdapat banyak tempat makan yang bisa disinggahi. Warung-warung ini menyediakan aneka olahan seafood lezat dengan harga terjangkau.

Pantai Watukarung pacitanView sunset di Pantai Watukarung, Pacitan Foto: Purwo Sumodiharjo

Pantai Watukarung terletak di Pringkuku, Ketro, Watukarung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Tempatnya cukup jauh dari pusat kota Pacitan, kurang lebih memakan waktu 1 jam untuk sampai di lokasi.

Jalan menuju Pantai Watukarung sudah beraspal mulus. Namun traveler masih perlu berhati-hati karena lebar jalan agak sempit serta aksesnya masih banyak tikungan tajam dan jalanan curam. Meski begitu, akan ada orang yang membantu agar pengunjung dapat melewati aman.

Pantai Watukarung hanya bisa diakses menggunakan kendaraan pribadi. Belum ada transportasi umum yang menjangkau tempat ini.

Fasilitas Pantai Watukarung

Pantai Watukarung menyediakan fasilitas memadai untuk pengunjung. Sudah tersedia toilet, kamar bilas, tempat sampah, area parkir, warung makan, hingga mushola.

Ada banyak penginapan di sekeliling pantai jika tertarik bermalam di kawasan ini. Bisa pilih homestay, cottage, atau resort dengan harga sewa per malam yang bervariasi. Disarankan reservasi kamar jauh-jauh hari karena sering kali cepat penuh.

Biaya tiket masuk Pantai Watukarung masih sangat terjangkau, cukup merogoh kocek Rp 10.000 per orang untuk bisa menikmati panorama Raja Ampatnya Jawa Timur ini. Pengunjung juga perlu membayar sekitar Rp 15.000 untuk tarif parkir.

(azn/row)



Sumber : travel.detik.com

Yang Menarik dari Raja Ampat, ‘Surga’ Dunia yang Terancam Tambang Nikel


Waisai

Raja Ampat, sebuah kepulauan di Papua Barat Daya, Indonesia, tidak hanya dikenal sebagai surga bawah laut, tetapi juga sebagai simbol penting dari keanekaragaman hayati dunia.

Pesona Raja Ampat sudah tak perlu diragukan lagi, keindahannya membuat wisatawan dari manapun rela menempuh waktu lama untuk menikmati keindahan serpihan surga kecil itu. Namun kini di balik keindahannya, Raja Ampat menghadapi tantangan besar yang berkaitan dengan isu-isu lingkungan, terlebih pengerukan untuk tambang nikel.

Dengan adanya tambang tersebut, lamat-laun keindahan Raja Ampat sangatlah mungkin tercemar bahkan hilang pesonanya. Tapi buat traveler yang masih penasaran seberapa indah pesona Raja Ampat, berikut detikTravel spil fakta-fakta menariknya.


1. Keragaman Pesona Hayati

Raja Ampat memiliki lebih dari 1.500 spesies ikan dan 600 spesies terumbu karang, sekitar 75% dari total spesies di dunia yang menjadikannya wilayah dengan biodiversitas laut tertinggi di dunia.

Di perairan Raja Ampat juga punya 6 dari7 jenis penyu yang terancam punya dan terdapat 17 spesies hewan mamalia laut.

2. Tujuan Diving Favorit

Wisatawan dari penjuru dunia manapun telah menetapkan keindahan alam bawah laut Raja Ampat ini sebagai destinasi terbaik untuk diving. Bukan tanpa alasan, selain ekosistem bawah laut yang terjaga, tentunya karena air lautnya yang jernih membuat pandangan tak terhalang.

Salah satu spotnya adalah Cape Kri, area tersebut mendapatkan rekor dunia dengan jumlah spesies ikan paling banyak dalam satu kali penyelaman. Adapun spot Manta Sandy, yang jadi spot untuk bertemu ikan pari manta.

Gisella Anastasia di Raja AmpatGisella Anastasia di Raja Ampat. (Gisella Anastasia/Instagram)

3. Pesona Darat Raja Ampat

Tak kalah menariknya, di darat, Raja Ampat menjadi habitat bagi burung-burung eksotis yang menawan. Mulai dari cendrawasih, nuri, kakaktua hingga maleo. Adapun mamalia lainnya seperti kuskus dan juga kanguru pohon.

Belum lagi ekosistem flora di Raja Ampat juga tak kalah menakjubkannya. Sehingga ekosistem Raja Ampat ini begitu menarik untuk dinikmati traveler saat berkunjung ke wilaya tersebut.

4. Punya 4 Pulau Utama dari Ribuan Pulau

Raja Ampat adalah wilayah kepualan yang kurang lebihnya memiliki 1.800 pulau. Dari banyaknya pulau tersebut, yang menjadi favorit kunjungan wisatawan berada di empat pulau besar di sana: Pulau Waigeo, Pulau Misool, Pulau Salawati, dan Pulau Batanta.

Salah satu contoh destinasi menarik di tiap pulau itu, misalnya, di Pulau Waigeo ada hutan hutan tropis yang jadi rumah untuk burung cendarawasih, lalu di Pulau Misool yang ada destinasi favorit bernama Danau Lenmakana.

Adapun di Pulau Salawati merupakan pulau yang lebih sepi daripada Waigeo dan Misool, sehingga wisatawan yang ingin lebih tenang bisa berada di pulau ini. Dan terakhir, Pulau Batanta punya spot menarik yakni sebagai rumah dari puluhan jenis anggrek yang mengagumkan.

5. Legenda Nama Raja Ampat

Raja Ampat punya arti raja empat, yang ceritanya ada empat raja di kawasan tersebut. Kisahnya menceritakan sepasang suami-istri menemukan enam telur naga dan lima dari enam telur itu menetaskan manusia, empat laki-laki dan satunya perempuan.

Dalam ceritanya anak perempuan itu dibunuh oleh keempat anak laki-laki tersebut dan kemudian keempat anak laki-laki itu menjadi raja. Hingga akhirnya kini kita mengenal nama-nama 4 pulau utama di Kepulauan Raja Ampat.

6. Panganan Khas yang Unik

Masyarakat Raja Ampat punya kuliner yang unik yang biasa mereka olah dan konsumsi sehari-hari yakni cacing laut. Berbeda dengan wilayah Indonesia yang lain, di Papua secara menyeluruh cacing laut merupakan kuliner lazim yang dimakan sehari-hari.

Empat mama Papua duduk di dekat hidangan yang dijual saat Bazar Makanan di Kampung Kapatcol, Distrik Misool Barat, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, Minggu (24/3/2024). Kegiatan yang diselenggarakan warga dengan menjual berbagai macam makanan khas kampung itu hasilnya untuk memenuhi kebutuhan tempat beribadah atau adanya kebutuhan mendesak di Kampung Kapatcol. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/Spt.Bazar Makanan di Kampung Kapatcol, Distrik Misool Barat, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya. (ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S)

Habo kon atua sagu bia kodok, ini adalah makanan khas lainnya yang tersebut dari sagu dan bia kodok atau kerang besar. Kuliner ini cenderung punya rasa asin dan gurih dengan campuran bumbu dapur lainnya seperti kelapa parut, bawang merah, cabai, garam, gula merah, dan ketumbar.

7. Bekas Perahu Perang Dunia II

Di tahun 1990-an, seorang penyelam asal Belanda bernama Max Ammer mengunjungi wilayah Raja Ampat. Tujuan awal kunjungannya adalah untuk menelusuri keberadaan kapal dan pesawat peninggalan Perang Dunia II yang diduga tenggelam di kawasan tersebut.

Namun, saat melakukan penyelaman, Max dibuat takjub oleh keindahan serta keanekaragaman hayati bawah laut Raja Ampat. Salah satu lokasi penyelaman yang populer di Raja Ampat, yaitu Cross Wreck yang memang menjadi tempat ditemukannya bangkai kapal perang milik Angkatan Laut Jepang yang karam pada masa Perang Dunia II.

(upd/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Staycation Eksklusif Rasa Maldives Dekat Jakarta di Kepulauan Seribu



Jakarta

Ingin merasakan liburan ala Maldives tanpa harus jauh-jauh ke luar negeri? Kepulauan Seribu bisa jadi jawabannya.

Kawasan yang ditetapkan sebagai Taman Nasional sejak 2002 ini menawarkan perpaduan antara pesona bahari, keindahan alam tropis, hingga pengalaman staycation eksklusif yang tak kalah dari destinasi internasional.

“Kawasan ini bukan hanya sekadar destinasi wisata bahari, tetapi juga kawasan konservasi yang dilindungi,” tulis keterangan resmi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Pemprov DKI Jakarta yang dikutip, Senin (25/8/2025).


Dengan lebih dari 100 pulau kecil di utara Jakarta, Kepulauan Seribu punya dua sisi menarik: pulau berpenghuni dengan suasana lokal, serta pulau privat dengan resort mewah.

Pulau Pramuka, Pari, Untung Jawa, dan Tidung menjadi opsi terjangkau bagi wisatawan. Homestay dan guest house dikelola masyarakat lokal, menghadirkan keramahan khas pesisir sekaligus kesempatan mengenal budaya serta ikut kegiatan konservasi.

Di sisi lain, wisatawan bisa menemukan ketenangan di Pantai Pasir Perawan Pulau Pari, suasana ramai di Pulau Untung Jawa, momen romantis di Jembatan Cinta Pulau Tidung, hingga mengunjungi pusat konservasi penyu sisik yang dikelola oleh warga bersama Balai Taman Nasional di Pulau Pramuka.

Bagi yang mencari liburan lebih privat, sejumlah resort hadir di pulau-pulau tak berpenghuni. Pulau Macan terkenal dengan konsep eco-luxury, sementara Desa Laguna menawarkan villa privat dengan dermaga snorkeling, menjadikan tempat ini cocok untuk honeymoon atau retreat penuh ketenangan.

Ada pula Asha Resort di Pulau Payung dengan fasilitas lengkap seperti water park, ATV, hingga beach club. Resort ini adalah pilihan tepat bagi keluarga yang menyukai aktivitas luar ruang.

Alternatif lain, ada Pulau Sepa yang disebut “Maldives-nya Jakarta” karena pasir putih dan lautnya yang tenang, lalu Oba Resort di Pulau Genting Kecil menghadirkan suasana hangat, personal, dan bersahaja.

Akses menuju Kepulauan Seribu relatif mudah, melalui Marina Ancol, Muara Angke, atau Tanjung Pasir. Wisatawan bisa menyesuaikan pilihan transportasi dan pulau tujuan sesuai kebutuhan.

Menurut keterangan resmi Dinas Parekraf, Kepulauan Seribu menjadi destinasi yang menghadirkan pengalaman berlibur berbeda. Dekat dari ibu kota, namun memberikan suasana jauh dari hiruk pikuk, kawasan ini cocok untuk melepas penat, menyatu dengan alam, dan kembali dengan energi baru.

Waktunya merasakan sendiri keajaiban tropis di depan mata. Nikmati suasana yang memadukan kenyamanan modern dengan pesona alam yang menyegarkan.

Rencanakan staycation Anda sekarang, manjakan diri dengan pengalaman berbeda, dan temukan sisi lain Jakarta yang belum pernah Anda bayangkan sebelumnya-dari sudut tenang penuh hijau hingga momen relaksasi yang membuat hati terasa lebih ringan.

(akn/ega)



Sumber : travel.detik.com

Pesona Keanekaragaman Hayati Indonesia Timur, Cocok untuk Traveler dan Patut Dijaga



Waisai

Indonesia Timur dikenal sebagai salah satu kawasan dengan kekayaan alam paling luar biasa di dunia. Dari bawah laut Raja Ampat yang sering dijuluki sebagai surga dunia hingga lebatnya hutan Papua yang menyimpan banyak flora dan fauna langka.

Wilayah itu menawarkan pengalaman yang tak hanya memanjakan mata, tapi juga sangat penting untuk kelestarian lingkungan.

Tak heran jika banyak pelancong, baik dari dalam maupun luar negeri, menjadikan kawasan ini sebagai destinasi impian. Raja Ampat yang terletak di Papua Barat Daya, dikenal sebagai pusat keanekaragaman hayati laut dunia.


Di sana, hamparan terumbu karang menjadi rumah bagi ratusan spesies ikan dan biota laut lainnya yang jarang ditemukan di tempat lain. Menyelam di perairan tersebut seperti masuk ke dunia lain yang menakjubkan.

Keindahan serupa juga bisa dinikmati di Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Kawasan ini kini berkembang menjadi pusat penelitian kelautan dan destinasi edukasi ekowisata yang semakin menarik perhatian traveler.

Tak hanya bawah lautnya yang memesona, daratan Indonesia Timur pun menyimpan sejuta keindahan. Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Timur menjadi salah satu ikon pariwisata yang menggabungkan panorama savana, bukit-bukit eksotis, serta laut jernih berwarna biru kehijauan.

Namun yang paling terkenal tentu saja adalah Komodo, kadal raksasa purba yang hanya bisa ditemukan di sana. Sementara itu, Papua menyuguhkan hutan hujan tropis yang menyimpan kekayaan hayati luar biasa.

Burung cenderawasih, yang dikenal dengan bulunya yang indah, serta beragam tanaman endemik, menjadikan wilayah ini sangat penting bagi upaya pelestarian alam secara global.

Sayangnya, pesona alam yang luar biasa ini tidak lepas dari berbagai ancaman. Aktivitas pertambangan, penangkapan ikan berlebihan, serta dampak negatif dari pariwisata massal menjadi tantangan besar.

Contohnya, penolakan terhadap tambang nikel di sekitar Raja Ampat beberapa waktu lalu menjadi pengingat bahwa ekosistem di kawasan tersebut sangat rentan. Traveler yang datang ke Indonesia Timur diharapkan tak hanya menikmati keindahan alamnya, tapi juga ikut menjaga keberlanjutannya.

Mulai dari memilih operator wisata yang peduli lingkungan, mematuhi aturan konservasi, hingga menghormati budaya lokal. Semua ini adalah langkah sederhana yang bisa memberi dampak besar.

Membawa botol minum sendiri, menghindari penggunaan plastik sekali pakai, serta membeli produk kerajinan lokal juga merupakan bagian dari perjalanan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Musim kemarau, yang biasanya berlangsung dari Mei hingga September, disebut sebagai periode terbaik untuk berkunjung. Cuaca cenderung cerah dan laut lebih tenang, sehingga aktivitas wisata pun lebih nyaman.

Namun, mengingat setiap daerah memiliki karakter cuaca yang berbeda, ada baiknya traveler selalu mengecek prakiraan cuaca terkini sebelum berangkat.

(upd/wsw)



Sumber : travel.detik.com

5 Pantai di Jawa Tengah dengan Pemandangan Paling Cantik



Kebumen

Jawa Tengah dan pantai-pantai eksotisnya, pantas masuk dalam daftar liburanmu. Baca artikel ini untuk tahu rekomendasinya!

Provinsi Jawa Tengah menyimpan banyak wisata alam untuk dijelajahi, salah satunya kawasan pantai. Pemandangan lepas ke lautan, deru ombak yang memecah kepenatan dan suasana sekitar yang masih asri, menjadikan pantai-pantai Jawa Tengah sebagai destinasi Vitamin Sea.

Berikut 5 Pantai Jawa Tengah dengan pemandangan paling cantik:


1. Pantai Menganti-Kebumen

Wisatawan berdiri sambil memotret di bebatuan karst kawasan geosite Pantai Menganti, Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Rabu (9/7/2025). Pantai Menganti merupakan salah satu geosite di kawasan Geopark Kebumen yang resmi diakui sebagai UNESCO Global Geopark pada April 2025 dengan keistimewaan pantainya terletak pada keberadaan bebatuan columnar joint (struktur basalt kolumnar) yang menandakan proses pendinginan lava kuno di tebing pantai. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/tom.Wisatawan berdiri sambil memotret di bebatuan karst kawasan geosite Pantai Menganti, Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Rabu (9/7/2025). Pantai Menganti merupakan salah satu geosite di kawasan Geopark Kebumen yang resmi diakui sebagai UNESCO Global Geopark pada April 2025 dengan keistimewaan pantainya terletak pada keberadaan bebatuan columnar joint (struktur basalt kolumnar) yang menandakan proses pendinginan lava kuno di tebing pantai. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/tom. Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Yang satu ini kerap disebut sebagai Pantai Terindah di Jawa Tengah. Pantai Menganti berlokasi di Tanjung Karangboto, Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen.

Begitu menginjakkan kaki di pantai ini, siapa pun pasti setuju. Pantai dengan tebing hijau dengan pemandangan laut yang biru sungguh sangat eksotis. Pemandangan favoritnya adalah sunrise di atas tebing karang.

2. Pantai Bandengan-Jepara

Pantai BandenganPantai Bandengan Foto: (Dian Utoro Aji/detikcom)

Jika berkunjung ke Jepara tidak lengkap rasanya jika belum datang ke Pantai Bandengan. Pantai ini dikenal sebagai salah satu pantai cocok untuk keluarga karena memiliki ombak tenang dan landai, aman untuk anak-anak yang ingin bermain di sekitar pantai namun tetap dalam pengawasan.

Pantai ini memiliki daya tarik seperti pasir putih, pemandangan Pulau Panjang yang menawan hingga banyak wahana seru yang dapat dinikmati seperti aktivitas banana boat hingga jetski. Fasilitasnya yang terdapat di pantai ini berupa gazebo, penginapan, banana boat, ATV, penyewaan kano hingga warung lokal.

3. Pantai Nampu-Wonogiri

Suasana Pantai Nampu Wonogiri. Foto diambil sebelum pandemi Corona.Suasana Pantai Nampu Wonogiri. Foto: (Aris Arianto/detikcom)

Bagi yang berada di Wonogiri, kamu wajib mampir ke Pantai Nampu di kawasan Gunturharjo, Paranggupito. Pantai dengan air laut berwarna biru jernih ini agak berbeda dari pantai-pantai di Jawa Tengah lainnya. Selain pasir pantai berwarna putih, Pantai Nampu juga dipenuhi dengan banyak batu karang di area bibir pantai yang membuat pemandangannya semakin unik.

Pantai Nampu juga dikelilingi oleh perbukitan yang biasanya dimanfaatkan oleh beberapa pengunjung untuk mendirikan tenda dan menginap. Namun jika kamu tidak berniat untuk bermalam, sebaiknya datanglah pada sore hari karena Pantai Nampu ini menyajikan pemandangansunsetyang akan memanjakan mata.

4. Pantai Karang Pandan-Nusa Kambangan

Nusa Kambangan memang dikenal sebagai Pulau Penjara karena di sinilah Lembaga Permasyarakatan Nusa Kambangan berada. Lebih dari itu, Pulau Nusa Kambangan sebenarnya dapat menjadi destinasi wisata yang mengasyikkan. Di sini, terdapat sebuah pantai dengan pemandangan indah bernama Pantai Karang Pandan. Pasirnya berwarna putih dan air lautnya tampak begitu jernih.

Area pantainya dikelilingi oleh pepohonan lebat berwarna hijau, sehingga menciptakan suasana yang sejuk dan asri. Di dekat pantai juga terdapat dua pulau karang bernama Pulau Majeti yang semakin menambah daya tarik pantai. Menariknya, Pantai Karang Pandan juga kerap dijadikan tempat larung sesaji oleh masyarakat adat Jawa yang tinggal di sekitar.

5. Pantai Widarapayung-Cilacap

Gempa bumi guncang Cilacap siang ini. Sementara wisatawan Pantai Widarapayung, Kabupaten Cilacap pada saat libur lebaran, Jumat (4/4/2025).Pantai Widarapayung Foto: Anang Firmansyah/detikJateng

Sesuai namanya, Pantai Widarapayung berada di Desa Widarapayung, Cilacap. Arus ombaknya yang cukup besar, membuat Pantai Widarapayung menjadi salah satu spot favorit surfer untuk berselancar. Tak perlu repot membawa peralatan berselancar karena di kawasan pantai banyak yang menyewakan papan selancar untuk pengunjung.

Selain itu, pantai berpasir kecokelatan ini juga terkenal akan kuliner pecelnya yang memiliki cita rasa khas. Pecel di Pantai Widarapayung ini menggunakan kecombrang sebagai pelengkapnya.

(bnl/wsw)



Sumber : travel.detik.com