Tag Archives: lembang

Spot Nikmati Suasana Jawa-Bali di Bandung, Ada Pura Tengah Danau



Kabupaten Bandung Barat

Bandung memiliki segudang destinasi wisata unik dan menarik untuk disinggahi. Mulai dari taman bermain, tempat nongkrong estetik, hingga salah satu yang menarik adalah taman dengan sentuhan Jawa-Bali dengan pura di tengah danau.

Adalah Taman Lembah Dewata, sebuah taman yang berlokasi di sebuah lembah kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Taman ini menarik perhatian karena memiliki nuansa yang agak berbeda jika dibanding wisata di area ini.

Sentuhan Bali tersebut begitu mencolok dengan berbagai ornamen yang ada. Sedari awal memasuki kawasan, traveler akan disuguhi oleh gapura khas Bali pada gerbang masuk. Lalu, memasuki area, traveler akan menemui aneka pohon yang dikenakan sarung khas Bali, hingga aneka patung seperti patung Nakula Sahadewa, hingga Pandawalima.


Taman Lembah Dewata, Lembang, BandungPura di Taman Lembah Dewata, Lembang, Bandung Barat. (Weka Kanaka/detikcom)

Selain itu, yang paling membuatnya mirip dengan suasana Bali adalah adanya pura di tengah danau yang mirip seperti di Bedugul, Bali. Ornamen ini juga yang menjadi daya tarik memanjakan mata dan cocok untuk swafoto.

Taman Lembah Dewata, Lembang, BandungReplika candi mini di Taman Lembah Dewata, Lembang, Bandung Barat. (Weka Kanaka/detikcom)

Namun, selain nuansa Bali, dihadirkan pula nuansa khas Jawa lewat adanya replika mini candi. Spot ini juga jadi langganan para pengunjung swafoto.

“Taman lembah dewata ini kita mengusung budaya Nusantara Jawa-Bali, di mana kalau tamunya datang ke sini di awal sudah ada ornamen candi yang itu Jawa banget, lalu di tengahnya ada pura, terus ada patung-patung juga yang mana patungnya ini dari kisah pewayangan zaman dulu,” kata Manager Marketing Communication Taman Lembah Dewata, Den Yovi, kepada detikTravel di lokasi, Sabtu (6/1/2024).

Selain memiliki panorama pemandangan lembah yang dikelilingi pegunungan dan sebuah danau, adanya sentuhan Jawa-Bali di sini disebut menjadi keunikan tersendiri. Yovi mengklaim bahwa ornamen budaya di Taman Lembah Dewata menjadi satu-satunya di antara deretan spot wisata di Lembang.

“Justru kalau yg menarik perhatian di sini itu dengan sih konsep budaya tadi. Kenapa kita mengusung konsep budaya karena mungkin sebagian besar di bandung barat ini utamanya lembang didukung dengan alamnya ya. Selain itu dia punya budaya mana, tema mana, mungkin satu-satunya yang mengusung tema Nusantara di Lembang baru taman lembah Dewata,” ujar dia.

Taman Lembah Dewata Lembang, Bandung BaratBerkuda di Taman Lembah Dewata Lembang, Bandung Barat. (Weka Kanaka/detikcom)

Berkunjung ke sini, traveler bisa menikmati berbagai wahana juga hiburan. Terdiri dari wahana mobil pengantar yang dikemas layaknya kereta, sepeda air, berkuda, memberi makan hewan, hunting foto, hingga berpiknik estetik. Tentunya, berpiknik di hamparan rumput hijau dengan pemandangan pura di tengah danau menjadi pemandangan yang sip untuk diabadikan.

Untuk biaya masuk yakni Rp 20 ribu (weekday) dan Rp 25 ribu (weekend). Jam buka yakni pukul 08.00 WIB – 17.00 WIB.

(wkn/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Melihat Wajah Baru Alun-alun Lembang Usai Dipugar



Bandung Barat

Traveler bila liburan ke Lembang, bisa nih melihat wajah baru Alun-alum Lembang yang baru saja dipugar. Dana yang dipakai untuk menciptakan wajah baru ini mencapai Rp 6 miliar lho.

Penantian panjang masyarakat Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) untuk memiliki alun-alun yang lebih bagus dari sebelumnya akhirnya tuntas. Alun-alun Lembang baru saja diresmikan oleh Pj Bupati Bandung Barat, Arsan Latif pada Jumat (8/12/2023) usai dipugar sejak pertengahan Mei 2023.

Ada beragam fasilitas di ruang publik itu, seperti taman beralas rumput sintetis, lapangan basket, skatepark, playground, serta pelataran yang berisi informasi soal landmark di kawasan Lembang.


“8 Desember 2023 ini, (Alun-alun Lembang) sah kita buka untuk umum. Sebagai meeting point masyarakat, makanya kita kasih fasilitas untuk semua,” kata Arsan Latif usai peresmian Alun-alun Lembang.

Wajah baru Alun-alun LembangWajah baru Alun-alun Lembang Foto: Whisnu Pradana

Nantinya, pengelolaan Alun-alun Lembang menjadi kewenangan Pemerintah Kecamatan Lembang. Ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) penggunaan dari Pemda KBB ke Kecamatan Lembang.

“Untuk memaksimalkan penggunaannya memang yang tepat mengelola dan mengawal ini (alun-alun) dari kecamatan. Oleh karena itu, hari ini telah kami serahkan SK penggunaan ke kecamatan,” kata Arsan.

Arsan mengultimatum agar pengunjung menjaga kebersihan dan segala fasilitas yang ada di Alun-alun Lembang. Ia melarang pengunjung merokok di area alun-alun.

“Ini kebanggaan Lembang, jadi harus dijaga dengan baik. Tidak ada yang merokok dan membuang sampah sembarangan, tidak mencorat-coret fasilitas di sini. Anggaran pengelolaan tentu nanti dari APBD,” kata Arsan.

Masyarakat Lembang terutama bocah-bocah berlarian kesana kemari di area taman bermain dan area rumput sintetis. Beberapa bocah bermain perosotan di area skatepark mengingat ada ramp dan bowl yang permukaannya licin.

Kendati senang dengan wajah baru Alun-alun Lembang, namun masyarakat menganggap keberadaan skatepark dinilai tak terlalu penting.

“Alhamdulillah sekarang lebih bagus, ada taman bermainnya, lapangan basket kecil. Cuma yang kurang pas itu skatepark, nggak ada yang main skateboard di Lembang. Mending diubah jadi taman bermain anak saja, yang sekarang terlalu kecil,” ujar Gunawan (40), salah seorang pengunjung Alun-alun Lembang.

Artikel ini telah tayang di detikJabar.

(sym/sym)



Sumber : travel.detik.com

Taman Lembah Dewata, Nuansa Bali Sajikan Pemandangan dan Edukasi Kultur



Kabupaten Bandung Barat

Taman Lembah Dewata menyorot perhatian banyak wisatawan karena punya pemandangan mirip Bedugul, Bali. Namun, tak hanya sajikan pemandangan, tempat ini juga tawarkan edukasi kultur.

Jika berkunjung ke Lembang, Bandung Barat, mungkin Taman Lembah Dewata menjadi tempat yang sulit untuk tidak disinggahi. Hal itu lantaran tempat ini menyajikan pemandangan alam yang indah karena terletak di lembah, serta ornamen khas Bali lewat adanya pura di tengah danau, mirip seperti di Bedugul.

Selain pura yang mirip seperti di Bedugul, ornamen Bali lainnya juga dihadirkan lewat air mancur patung barong, hingga pepohonan yang diberikan sarung khas Bali.


Namun, selain aksen Bali, ternyata dihadirkan pula aksen Jawa lewat miniatur candi hingga patung-patung dalam kisah pewayangan. Ada patung Rama-Shinta hingga Pandawa Lima.

“Taman Lembah Dewata ini kita mengusung budaya Nusantara Jawa-Bali, di mana kalau tamunya datang ke sini di awal sudah ada ornamen candi yang itu Jawa banget, lalu di tengahnya ada pura, terus ada patung-patung juga yang mana patungnya ini dari kisah pewayangan zaman dulu,” terang Manager Marketing Communication Taman Lembah Dewata, Den Yovi, kepada detikTravel di lokasi, Sabtu (6/1/2024).

Taman Lembah Dewata, Lembang, BandungTaman Lembah Dewata, Lembang, Bandung (Weka Kanaka/detikcom)

Yovi menyebut diangkatnya budaya dalam tempat wisata ini selain menjadi ornamen yang khas, juga bertujuan untuk edukasi kepada para wisatawan.

“Istilahnya kita mengangkat tentang budaya di situ juga ada tulisan-tulisan, ada fun fact juga terkait apa sih makna dari puranya, apa sih makna dari patungnya. Jadi istilahnya tamu nggak cuman melihat ini dewata Bali, tapi istilahnya mereka tahu juga oh budaya yang diusung itu ada infonya,” terangnya.

“Kita mengambil tema budaya Indonesia karena kita mendukung Bandung itu beauty Parahyangan, jadi selain beauty dari alamnya kita juga mengusung beauty tentang budayanya,” lanjutnya.

Ia menjelaskan terkait dihadirkan nuansa Jawa-Bali di Lembang ini karena tak terlepas dari Bumi Parahyangan yang disebut sebagai tempat berkumpulnya para dewa.

“Sebetulnya kita itu dulunya Bandung Parahyangan, tempat berkumpulnya para dewa. Makanya kita berikan taman lembah Dewata, jadi sebenarnya Dewata bukan semata-mata mengusung Bali, tapi dewatanya itu dari Dewa, karena kita di lembah, makanya ada dewata. Kata lain dari hyang itu dewa, makanya kita ambil Taman Lembah Dewata,” tuturnya.

Berkunjung ke sini, traveler dapat melakukan berbagai aktivitas menarik, misalnya hunting foto, berinteraksi dengan hewan seperti kuda hingga alpaca, piknik, hingga berburu kuliner.

Biaya masuk cukup terjangkau yakni Rp 20 ribu weekday dan Rp 25 ribu weekend. Buka pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB.

(wkn/wkn)



Sumber : travel.detik.com

Main ATV di Tengah Perbukitan dan Gerimisnya Lembang, Syahdu tapi Menantang



Bandung Barat

Lembang, dikenal sebagai kawasan perbukitan yang menawan. Tak ayal, tempat ini juga begitu asyik sebagai wahana mengendarai ATV.

detikTravel berkesempatan mengendarai ATV di Noah’s Park, Lembang. Di sini, kami mengendarai jalur yang tak mudah dengan jarak 2 kilometer.

Hujan mulai turun ketika kami berkunjung Sabtu (6/1/2024). Hujan ringan membasahi kawasan ini sedari siang hingga sore hari. Tak ayal ini menjadi tantangan tersendiri untuk kami yang akan melalui trek perbukitan yang dipenuhi tanah.


Sebelum menaiki ATV, kami dipersilahkan untuk menunggu antrian. Saat itu, antrian cukup mengular. Belakangan itu kami ketahui karena pengunjung menunggu kedatangan pengendara ATV yang kesulitan melalui jalur ketika hujan.

Sembari menunggu kami diarahkan untuk menggunakan jas hujan. Namun sayang, jas hujan yang tersedia hanyalah bagian atas saja, sehingga traveler yang ingin menggunakan jas hujan secara lengkap mesti membeli jas hujan dengan setelan atas bawah seharga Rp 10 ribu.

Kami pun menggunakan jas hujan dengan setelan atas bawah untuk mengantisipasi cipratan berlebihan, mengingat kami tidak membawa pakaian ganti dan nampaknya salah kostum dengan menggunakan celana berwarna krim.

Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya giliran kami tiba. Kami langsung menggunakan helm dan menaiki ATV. Berbekal pengalaman mengendarai ATV sebelumnya ketika melintasi belantara Pulau Payung, Kepulauan Seribu, saya pun jadi tahu sedikit cara kerjanya. Lantas saya pun langsung mengetes fungsi-fungsi dari ATV tersebut.

Mulai dari gas yang menempati posisi starter jika di kendaraan motor, atau sela untuk menyalakan ataupun untuk memasukkan gigi mundur. Tak ketinggalan pula kedua rem tangan. Sudah mantap, kami langsung menuruni jalan terjal dengan tanah basah.

Berbeda dengan pengalaman menyusuri belantara Pulau Payung, pada area ini memang khusus dirancang untuk jalur ATV, sehingga jalurnya pun dikemas dengan menantang.

Hujan rintik yang konsisten membasahi tanah membuat banyak jalur pun belok. Di beberapa tikungan kami pun nyaris kehilangan keseimbangan. Sontak membuat kami sempat menurunkan kaki dengan maksud menjaga keseimbangan. Namun, aksi tersebut dinilai membahayakan dan membuat petugas mesti mengingatkan kami jika hal itu tidak diperbolehkan.

Noah's Park menyimpan berbagai aktivitas menarik.Menjajal ATV di Noah’s Park Lembang. (Weka Kanaka/detikcom)

Lantaran jalan yang belok dan licin membuat laju ATV sulit dikendalikan. Bahkan di beberapa titik pun kami tertahan dan mesti pandai memainkan rem dan gas. Setelah beberapa lama akhirnya kami pun bertemu dengan rombongan pengendara sebelumnya yang tertahan. Rombongan itu yang telah lama dinanti oleh pengunjung lainnya. Mereka tertahan karena jalurnya menanjak dan licin.

Pada beberapa percobaan roda ATV seakan tidak menancap. Roda besar tersebut hanya bergulir dan mencipratkan tanah basah yang belok. Kami mesti berhati-hati dan menjaga jarak, kalau tidak, wajah kami tentunya penuh dengan lumpur.

Hingga akhirnya kami dengan pede untuk membalap rombongan tersebut. Jalur yang kami lalui sangat curam, dengan jurang di sisi kiri. Terlihat saat berada di tanjakan terdapat pula pengendara lain yang tertahan. Akhirnya kami membalap dengan hati-hati di sisinya.

Noah's Park menyimpan berbagai aktivitas menarik.Noah’s Park menyimpan wahana ATV yang menegangkan. (Weka Kanaka/detikcom)

Di tengah jalur yang menanjak kami pun sempat tertahan. Hal itu membuat ATV kami pun sempat tersundul oleh ATV peserta lain yang berusaha ngebut melalui lintasan tanjakan. Beruntung tidak ada luka ataupun korban pada aksi tersebut.

Di tengah kesulitan, beruntung beberapa petugas pun dengan sigap membantu mendorong untuk mengeluarkan ATV kami yang tertahan tanah basah. Hingga akhirnya tak terasa kami menuruni jalur terakhir yang begitu licin.

“Mau satu putaran lagi nggak a?,” tanya seorang petugas kepada kami.

“Enggak a, enggak, sudah cukup,” celoteh kami yang menahan ketegangan dan khawatir jalur semakin memburuk di tengah hujan.

Sesampainya di tempat pemberhentian yang sekaligus tempat pengunjung menunggu giliran, kami pun disambut heran oleh salah seorang pengunjung.

“Kok udah sampai duluan? Yang sebelum masnya udah dari tadi belum sampai?,” ujar pengunjung yang sedang menunggu giliran.

“Hehe sudah ahli begini pak. Enggak deng, memang jalurnya sulit dan perlu ancang-ancang. Beruntung kami mendapat ancang-ancang yang baik jadi agak cepat ngelaluinnya,” terang kami.

Kendati trek perjalanan hanya 2 km, tetapi perjalanan singkat ini sangat meningkatkan adrenaline. Mengingat jalur yang basah dan kontur perbukitan yang indah namun menantang.

Bagi traveler yang ingin menjajal aktivitas ini dapat berkunjung ke Noah’s Park. Taman bermain outdoor ini buka setiap hari pukul 09.00-17.00 WIB (weekday) dan 08.00-17.00 WIB (weekend). Untuk biaya aktivitas ATV berkisar Rp 70 ribu sampai Rp 200 ribu.

(wkn/wsw)



Sumber : travel.detik.com

7 Gunung di Jawa Barat untuk Pendaki Pemula, Trek Landai-Panorama Cantik


Jakarta

Ada banyak gunung di Jawa Barat yang dapat traveler taklukan dengan pendakian. Beberapa di antaranya tergolong aman untuk pendaki pemula.

Gunung dengan medan pendakian landai dan tidak curam dapat dipilih pemula agar perjalanan tidak terlalu sulit. Gunung seperti ini juga cocok sebagai tempat pemanasan sebelum mendaki ke gunung yang lebih tinggi dengan trek menantang. Lantas, apa saja gunung di Jabar yang aman bagi pendaki pemula?

Daftar Gunung Ramah Pemula di Jawa Barat

Gunung di Jawa Barat meliputi, Gunung Gede-Pangrango, Burangrang, hingga Kerenceng bisa dicoba untuk pemula. Berikut ulasannya sebagaimana dirangkum dari catatan detikcom.


1. Gunung Gede

Kabut tipis masih menghiasi Surken udara terasa dinginKabut tipis masih menghiasi Alun-alun Suryakencana, Gunung Gede. Foto: detik

Gunung Gede terletak di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Secara administratif, lokasi taman nasional ini masuk ke tiga kabupaten Jawa Barat yaitu Bogor, Sukabumi, dan Cianjur.

Dengan ketinggian 2.958 mdpl, Gunung Gede jadi favorit pendaki pemula dengan treknya yang tidak curam dan panorama memukau yang disuguhkan di sepanjang jalurnya. Traveler bisa menemukan Telaga Biru dan air terjun.

Terdapat Alun-alun Suryakencana yang menandakan puncak Gunung Gede sudah dekat. Savana luas dengan taman edelweiss ini juga biasanya jadi lokasi kemah para pendaki.

2. Gunung Papandayan

Hutan mati gunung PapandayanHutan mati di Gunung Papandayan Foto: detik

Gunung yang berada di Garut ini menjulang setinggi 2.665 mdpl. Via jalur Cisurupan punya medan yang tidak terlalu sulit, jadi tergolong aman untuk pendaki pemula.

Sambil menyusuri Gunung Papandayan, traveler akan terkesima dengan keelokan panorama. Bakal ditemukan hutan mati, padang bunga abadi edelweis, sampai kawah dan pepohonan hijau.

Di balik keindahannya, Gunung Papandayan cukup aktif dan tercatat pernah beberapa kali erupsi. Setidaknya ribuan orang menjadi korban letusan dan terpaksa diungsikan ke tempat lebih aman.

3. Gunung Burangrang

gunungGunung Burangrang di Jawa Barat. Foto: (Bayu Krisna/d’Traveler)

Gunung Burangrang via Pangheotan memiliki trek cenderung ringan dan landai sehingga pendaki bisa menempuhnya dengan santai. Meski begitu, jalur yang dimulai dari Cikalong Wetan, Purwakarta ini kurang diminati karena membutuhkan waktu tempuh hingga lima jam.

Pemandangan alamnya yang asri begitu memanjakan mata. Ditambah saat sampai ke puncak gunung ini, traveler akan menyaksikan lanskap Kota Bandung dari ketinggian.

4. Gunung Pangrango

Lembah Mandalawangi seolah menyihir pendaki akan keindahan lanskapnya. Mandalawangi menjadi spot favorit Soe Hok Gie semasa hidupnya.Lembah Mandalawangi seolah menyihir pendaki akan keindahan lanskapnya. Mandalawangi menjadi spot favorit Soe Hok Gie semasa hidupnya. Foto: Andhika Prasetia/detikcom

Terletak bersebelahan dengan Gunung Gede dan masih masuk area TNGGP, gunung satu ini berdiri setinggi 3.019 mdpl. Dengan tingginya itu, Pangrango jadi gunung tertinggi kedua di Jawa Barat.

Traveler yang mendaki gunung ini akan melewati Lembah Mandalawangi sebelum mencapai puncak. Di sana tumbuh banyak bunga edelweis berukuran lebih besar dari biasanya. Lembah ini juga menjadi lokasi favorit Soe Hok Gie, aktivis sekaligus pencetus Mapala UI.

5. Gunung Guntur

Gunung Guntur Garut.Gunung Guntur Garut. Foto: Hakim Ghani

Gunung Guntur setinggi 2.249 mdpl di Garut termasuk ramah bagi pendaki pemula. Sepanjang treknya, lanskap elok dengan hamparan padang rumput dan ilalang bakal memanjakan mata traveler.

Sampai di puncak, pendaki akan menyaksikan panorama perkotaan dari ketinggian. Ditambah lampu kota Garut tampak memukau jelas saat malam hari.

Pada 19 Agustus lalu, Gunung Guntur mengalami kebakaran hebat di sekitar 230 hektare lahannya. Karena itu, traveler hendaknya tetap berhati-hati dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memantik percikan api.

6. Gunung Putri

Gunung Putri di Lembang, Jabar pas untuk liburan cuti bersamaGunung Putri di Lembang, Jawa Barat. Foto: Whisnu Pradana/detikTravel

Dengan ketinggian 1.587 mdpl, gunung yang berada di Lembang, Bandung ini aman bagi pemula dan waktu tempuhnya sekitar 30 menit saja. Gunung Putri juga cocok menjadi tempat pemanasan sebelum mendaki ke gunung yang lebih tinggi.

Sampai di puncak, traveler dapat mendirikan tenda di camping ground yang tersedia. Selama di sana, sunset dan sunrise mempesona bisa kamu saksikan. Bukan cuma itu, keindahan city light Bandung bakal melengkapi kegiatan kemahmu.

7. Gunung Kerenceng

Pesona Panorama 360 Derajat di Puncak Gunung Kerenceng SumedangPesona Panorama 360 Derajat di Puncak Gunung Kerenceng Sumedang Foto: Nur Azis/detikJabar

Dengan trek cenderung pendek yang bisa ditempuh sekitar 2,5 jam jadi alasan Gunung Kerenceng diminati pendaki pemula. Walau begitu, medannya terbilang menantang karena jurang di sisi kanan-kiri yang perlu dilalui untuk tiba di puncak.

Dari puncak setinggi 1.754 mdpl, traveler bakal melihat lanskap Kota Sumedang, Gunung Ciremai, Gunung Cikuray, serta kawasan Cadas Pangeran. Namun, pendaki perlu berhati-hati dan antre saat ramai, lantaran area puncaknya hanya cukup untuk kapasitas 10 orang.

Nah, itu tadi sederet gunung di Jawa Barat yang aman untuk pendaki pemula. Apakah traveler pernah mendaki salah satu gunung di atas?

(azn/row)



Sumber : travel.detik.com

Kisah Jembatan Cincin Jatinangor yang Konon Horor



Sumedang

Ada sebuah jembatan ikonik di daerah Jatinangor. Jembatan Cincin, begitu warga setempat mengenalnya. Konon, jembatan ini horor. Apa iya?

Selepas menunaikan salat Zuhur, seorang pria tua berjalan menuju ke gapura di jalan menuju Jembatan Cincin di Desa Cikuda, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

Mengenakan peci hitam, kaus cokelat dan celana pendek, pria itu langsung duduk di bawah gapura yang di bawahnya memiliki teras untuk bersantai.


Pria itu bernama Aba Adi Brata. Sesampainya di gapura itu, Aba yang kini usaianya sudah 75 tahun langsung duduk untuk bersantai sejenak di teras tersebut. Menurut Aba, teras itu menjadi tempat nyaman baginya kala dia keluar rumah.

“Bukan kereta api (angkutan masyarakat umum), tapi lori, kereta angkutan yang digunakan untuk ke perkebunan,” kata Aba sambil menunjuk ke arah Jembatan Cincin.

Jembatan yang dibangun pada 1917-1918 memiliki pesona tersendiri dan pemandangannya yang sangat indah. Namun cerita-cerita horor kerap menghantui jembatan itu.

Aba pun menjelaskan pengalaman mistis yang diceritakan terkait jembatan Cincin. Rata-rata, pengalaman itu karena terbawa perasaan takut dan salah penglihatan.

“Seperti gini, waktu itu bapak (Aba) pas pulang nonton bioskop malam-malam di tempat yang gelap. Bapak lihat seperti berwujud orang yang sedang melambai. Bapak saat itu lari terbirit-birit, eh besoknya pas dilihat ternyata pohon pisang,” ujar Aba.

Menurut Aba, jembatan Cincin dianggap berbau mistis dan horor karena dulu oleh sebagian orang dijadikan tempat untuk meminta nomor togel. Kebanyakan dari mereka menganggap bahwa di jembatan tersebut bisa mendatangkan keberuntungan dari makhluk gaib.

“Itu kenapa angker karena awalnya sudah dianggap begitu, padahal itu sulit dibuktikan. Jika suatu tempat dianggap angker, makhluk selain manusia akan senang menggoda kita. Harusnya kita cukup sama Allah saja tempat meminta dan tempat menaruh rasa takut, bukan sama hal begituan (makhluk gaib),” tutur Aba.

Tak Ada Horor di Jembatan Cincin

Aba pun membantah isu yang menyebut jembatan itu mengandung nuansa mistis. Tak pernah ada kejadian apapun yang berkaitan dengan hal mistis atau horor selama dia tinggal di dekat jembatan Cincin.

“Enggak, enggak angker. Bapak orang sini asli. Pernah mahasiswa sini saya tegur, jangan macam-macam sebar isu itu. Banyak juga mahasiswa yang melintas ke sini malam-malam, tidak ada apa-apa,” tuturnya.

Jembatan Cincin di Sumedang.Jembatan Cincin Foto: Wisma Putra/detikJabar

Aba juga menyebut, jika ada yang menyebut kawasan tersebut angker itu hanya isu burung yang tidak dapat dibuktikan keasliannya.

“Itu hanya isu, dikarenakan gini di sini banyak kosan paling dekat dan lainnya iri, yang dekat penuh yang lain tidak, biasa nakut-nakutin,” tambahnya.

Dindin (54), salah satu pengendara yang melintas di jalan itu mengatakan, dia sering pulang-pergi lewat jembatan itu di malam hari. Menurut Dindin, baik-baik saja.

“Enggak pernah tuh ada hantu (horor) atau apa, aman-aman saja,” ujarnya.

Dindin mengakui jika keberadaan jembatan itu sangat membantu aktivitas warga.

“Kalau enggak ada jembatan ini, yang mau sekolah harus muter, begitu juga petani. Berguna sekali, khususnya bagi anak sekolah,” tambahnya.

Sejarah Jembatan Cincin

Jembatan Cincin dulu dibangun oleh Staatsspoorwegen (SS) atau Perusahaan Kereta Api Negara pada tahun 1917/1918. Rencananya, jembatan itu untuk jalur kereta api yang menghubungkan Rancaekek-Jatinangor-Tanjungsari-Citali.

“Dulu namanya SS (Staatsspoorwegen), bukan PT KAI, bukan PJKA, tapi SS (yang membangun jembatan). Bukan jalur kereta api umum, tapi digunakan lori untuk mengangkut hasil pertanian, itu juga kata kakek bapak yang bekerja di SS,” jelas Aba.

Menurut Aba, sebelum kawasan tersebut dipenuhi pemukiman, kereta lori berlalu lalang di jembatan itu untuk mengangkut hasil-hasil perkebunan dari mulai kawasan Jatinangor hingga Tanjungsari. Hail panen itu nantinya diangkut ke kota oleh Belanda.

“Bukan jalur kereta api tapi jalur lori, seperti angkutan tebu atau barang. Anak-anak sekarang tidak tahu riwayatnya, bukan kereta api, bapak tanyakan langsung ke kakek bapak dulu,” ujarnya.

Menurut Aba, dulunya perkebunan di kawasan Jatinangor ditanami tanaman haramai yang biasa dihinggapi ulat sutera dan hasilnya di bawa ke luar negeri dijadikan kain sutra. Setelah itu, diganti tanaman teh dan diganti kembali dengan pohon karet.

“Teh itu diganti lagi, dikarenakan Jatinangor daerah panas tidak seperti Ciwidey dan Lembang. Hujan bagus, kemarau kering dan diganti lagi jadi kebun karet,” tuturnya.

Saat ini, jembatan tersebut digunakan warga sebagai jalan penghubung antar kampung. Jalan itu biasa digunakan petani, pelajar, hingga masyarakat umum.

——-

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

8 Gunung di Jawa Barat yang Cocok untuk Pendaki Pemula


Jakarta

Ada banyak gunung di Jawa Barat yang sering dikunjungi para pendaki. Beberapa di antaranya bahkan tergolong aman untuk pendaki pemula.

Saat ini, mendaki gunung menjadi salah satu aktivitas yang banyak dilakukan masyarakat. Namun, dibutuhkan fisik dan mental yang kuat sebelum travelers melakukan pendakian.

Jika kamu baru pertama kali mendaki gunung, sebaiknya pilih gunung yang tidak terlalu tinggi dan treknya cukup landai. Sebab, dikhawatirkan kamu tidak kuat saat melewati medan berat, apalagi travelers belum punya banyak pengalaman mendaki gunung.


Di wilayah Jawa Barat, ada sejumlah gunung yang cocok untuk pendaki pemula. Lantas, apa saja gunung tersebut? Simak daftarnya dalam artikel ini.

Gunung di Jawa Barat yang Cocok untuk Pendaki Pemula

Terdapat sejumlah gunung di Jawa Barat yang populer di kalangan pendaki, seperti Gunung Gede, Papandayan, hingga Kerenceng. Berikut daftar gunung yang pas untuk pendaki pemula yang dirangkum dari catatan detikcom:

1. Gunung Gede

Rekomendasi yang pertama ada Gunung Gede. Lokasinya berada di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGP). Secara administratif, lokasi taman nasional ini masuk ke dalam tiga kabupaten di Jawa Barat, yakni Bogor, Sukabumi, dan Cianjur.

Gunung Gede menjadi favorit para pendaki pemula karena treknya yang tidak terlalu curam. Selain itu, gunung dengan ketinggian 2.958 mdpl ini menawarkan pemandangan alam yang memukau di sepanjang jalur pendakian.

Saat mendaki di Gunung Gede, kamu bisa melihat Telaga Biru dan air terjun. Terdapat juga Alun-alun Suryakencana yang menandakan puncak Gunung Gede sudah dekat.

2. Gunung Papandayan

Gunung Papandayan terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Gunung dengan ketinggian 2.665 mdpl ini juga termasuk ramah pendaki.

Salah satu jalur yang aman dengan medan yang tidak terlalu sulit adalah via jalur Cisurupan. Sambil menyusuri hutan dan jalan setapak, travelers akan disuguhkan oleh panorama alam yang memukau.

Selama mendaki, kamu juga bisa menemukan hutan mati, padang bunga abadi edelweis, pepohonan hijau yang rindang, udara segar, dan kawah. Sebagai pengingat, Gunung Papandayan masih cukup aktif dan tercatat pernah beberapa kali erupsi.

3. Gunung Kencana

Apabila tidak mau mendaki gunung yang terlalu tinggi, Gunung Kencana bisa menjadi opsi terbaik. Dengan ketinggian hanya 1.802 mdpl, durasi pendakian dari titik awal hingga highland camp memakan waktu sekitar 1 jam saja.

Gunung Kencana berlokasi di Rawa Gede, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Terdapat tiga jalur yang bisa dipilih, yakni via lerengan Barat Daya Gunung Paseban, via puncak Karvak, dan rute Paseban.

4. Gunung Guntur

Rekomendasi berikutnya adalah Gunung Guntur. Dengan ketinggian 2.249 mdpl, gunung ini termasuk dalam kategori ramah bagi pendaki pemula.

Sepanjang trek pendakian, travelers akan disuguhkan dengan pemandangan alam yang indah. Setibanya di puncak gunung, kamu dapat menyaksikan panorama Kota Garut dari atas awan.

5. Gunung Burangrang

Pendakian di Gunung Burangrang via Pangheotan bisa menjadi pilihan terbaik bagi pendaki pemula. Sebab, medan yang dilalui tidak terlalu sulit dan cukup landai, sehingga bisa melakukan pendakian santai.

Namun, jalur pendakian yang dimulai dari Cikalong Wetan, Purwakarta, ini kurang diminati banyak pendaki karena waktu tempuhnya bisa mencapai lima jam untuk bisa tiba di puncak.

Meski begitu, detikers tetap disuguhkan oleh lanskap yang indah dan memanjakan mata. Selain itu, kamu juga bisa menyaksikan panorama Kota Bandung dari atas langit.

6. Gunung Kerenceng

Gunung Kerenceng juga bisa menjadi opsi terbaik bagi pendaki pemula. Sebab, treknya cenderung pendek dan bisa ditempuh sekitar 2,5 jam saja.

Namun, medan yang dilalui cukup ekstrem karena di sisi kanan-kirinya terdapat jurang. Jadi, detikers harus hati-hati selama pendakian menuju puncak.

Gunung Kerenceng memiliki ketinggian 1.754 mdpl. Dari atas puncaknya, kamu dapat melihat lanskap Kota Sumedang. Selain itu, kamu juga bisa menyaksikan indahnya Gunung Ciremai, Gunung Cikuray, dan Kawasan Cadas Pangeran.

7. Gunung Putri

Gunung yang berada di Lembang, Bandung, ini termasuk salah satu gunung yang ramah pendaki. Dengan ketinggian 1.578 mdpl, Gunung Putri bisa dijadikan sebagai tempat uji coba atau pemanasan sebelum mendaki gunung yang lebih tinggi.

Setibanya di puncak, travelers bisa mendirikan tenda di camping ground yang telah disediakan pihak pengelola. Selama di puncak Gunung Putri, detikers dapat menyaksikan sunset, sunrise, hingga keindahan city light Kota Bandung.

8. Gunung Malabar

Rekomendasi yang terakhir adalah Gunung Malabar. Dengan ketinggian 2.347 mdpl, Gunung Malabar termasuk salah satu gunung favorit di kalangan pendaki.

Meskipun jalur pendakiannya cukup menantang, tetapi Gunung Malabar masih cocok untuk pendaki pemula. Rasa lelah setelah mendaki selama berjam-jam langsung terbayar lunas setibanya di atas puncak.

Sebab, kamu dapat melihat pemandangan Kota Bandung dan Gunung Tangkuban Perahu. Wajar saja, sebab Gunung Malabar terletak di Kawasan Cililin, Kabupaten Bandung Barat.

Itu dia delapan rekomendasi gunung di Jawa Barat yang cocok untuk pendaki pemula. Tertarik untuk mendaki gunung yang mana, travelers?

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com

5 Tempat Wisata Adem yang Cocok Buat Lansia



Bogor

Banyak hal yang harus dipertimbangkan bila liburan bersama lansia. Mulai durasi tempuh, fasilitas destinasi hingga kemudahan beraktivitas.

detikTravel telah merangkum, Sabtu (12/7/2025) destinasi wisata yang adem dan cocok untuk traveler yang liburan membawa lansia.

1. Kebun Raya Bogor

Meadow in Bogor Botanical GardensMeadow in Bogor Botanical Gardens Foto: Getty Images/Ali Alhamizan

Salah satu destinasi wisata Jabodetabek yang mudah dijangkau adalah Kebun Raya Bogor. Area ini cocok untuk lansia karena di sini datar dan rindang. Serta juga banyak kursi taman, jalannya yang lebar dan ramah kursi roda.


Suasana Kebun Raya Bogor yang rindang juga cocok untuk piknik, jalan santai, atau sekadar bersantai di bawah pohon.

2. Selecta Recreation Park, Jatim

Taman Rekreasi SelectaTaman Rekreasi Selecta Foto: M Bagus Ibrahim

Bergeser ke Jawa Timur, traveler bisa nih liburan membawa lansia ke Taman Selecta. Di sini udaranya juga sejuk, banyak taman bunga dan areanya juga landai kok.

Untuk berkeliling kamu bisa memanfaatkan fasilitas trem keliling dan becak mini yang tentu saja ramah untuk lansia dan balita.

3. Taman Nusa, Bali

Bali juga punya wisata yang ramah lansia, salah satunya adalah Taman Nusa. Di sini kamu bisa menikmati wisata budaya interaktif dengan jalur yang landai. Nikmati juga keindahan view lembah dan sawah yang menyegarkan tanpa perlu mendaki.

4. Taman Wisata Cibodas, Cianjur

Masih Jawa Barat, traveler bisa membawa lansia berwisata ke Taman Wisata Cibodas di Cianjur. Taman ini landscape-nya cenderung datar, banyak pepohonan dan berudara sejuk.

Akses menuju ke Taman Wisata Cibodas juga mudah dan memiliki area parkir yang luas.

5. Dusun Bambu, Lembang

Dusun Bambu LembangDusun Bambu Lembang Foto: Istimewa

Berwisata ke Lembang juga bisa nih membawa lansia. Salah satu tempat ramah lansia di Lembang adalah Dusun Bambu.

Di sini jalurnya tertata, berudara sejuk, dan ada buggy untuk keliling. Dan banyak juga area ramah kursi roda kok.

Traveler bersama keluarga juga bisa menikmati makan di saung-saung, jalan santai menikmati danaunya atau sekedar bersantai di tamannya.

(sym/wsw)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
image : unsplash.com / Thomas Tucker

5 Tempat untuk Self Retreat, Bisa Sendirian, Murah, Dekat Jakarta


Jakarta

Self retreat cocok buat kamu yang ingin me time setelah sibuk dengan berbagai kegiatan setiap hari. Kesempatan self retreat memungkinkan kamu menyediri, healing, dan recharge diri sendiri sebelum kembali produktif dengan kesibukan harian.

5 Tempat untuk Self Retreat

Berikut adalah rekomendasi tempat untuk self retreat yang murah dan bisa sendirian

1. Hutan dan Taman Kota

Ngabuburit jadi waktu melepas penat menjelang buka puasa. Hutan Kota GBK di Jakarta bisa jadi salah satu pilihan lokasi ngabuburit.Hutan Kota GBK Foto: Andhika Prasetia

Rekomendasi tempat: Hutan Kota GBK, Hutan Kota Srengseng Sawah, Taman Suropati


Tempat yang banyak pohon, tenang, dan sejuk memungkinkan kamu untuk jalan-jalan santai atau sekadar cuci mata. Pengunjung juga bisa joging cari keringat setelah beberapa hari sebelumnya sibuk bekerja tanpa sempat olahraga. Kegiatan menenangkan pikiran ini tentunya low budget alias murah.

2. Gunung

Glamping Sabda Alam, menawarkan sensasi menginap mewah, di kaki Gunung Guntur Garut.Glamping Sabda Alam di kaki Gunung Guntur, Garut. Foto: Hakim Ghani

Rekomendasi tempat: glamping di Lembang dan Puncak di Jawa Barat

Glamour camping (glamping) adalah aktivitas pilihan yang memungkinkan kamu berinteraksi langsung dengan alam, tanpa herus repot membawa peralatan kemah. Pengelola biasanya menyediakan paket glamping, sehingga penyunjung cukup memilih seusai kebutuhannya masing-masing. Kamu bisa melihat view super indah sambil recharge energi selama self retreat.

3. Curug

Wisata Trekking Curug Leuwi HejoWisata Trekking Curug Leuwi Hejo Foto: Instagram @whatraveltrekkingclub

Rekomendasi tempat: Curug Leuwi Hejo, Leuwi Asih, Leuwi Lieuk, Bidadari

Air terjun tidak hanya indah dipandang, menyediakan hawa sejuk, dan adem cocok untuk duduk-duduk santai atau cuci mata. Kamu bisa trekking di jalur yang telah disediakan sambil lebih banyak melihat yang ijo-ijo. Hasilnya, kamu bisa self treatment sambil olahraga sebelum kembali ke rutinitas harian.

4. Pantai

Pulau PariPulau Pari Foto: shutterstock

Rekomendasi tempat: Pulau Tidung, Pulau Pari, Pulau Harapan di Kepulauan Seribu

Kamu bisa nyebrang sendiri atau ambil paket liburan di Kepulauan Seribu. Pantai dengan air biru-hijau, tenang, ombak kecil, dan angin sejuk memungkinkan kamu relaksasi sambil menjauhkan diri dari kesibukan harian. Pantai juga cocok bagi penyuka sport activity misal renang, snorkeling, yacht, dan kegiatan lainnya.

5. Staycation

Ilustrasi staycationIlustrasi staycation Foto: Shutterstock

Rekomendasi tempat: hotel, apartemen, atau flat di Jakarta misal W Home Plan dan Chic Quarter

Hotel ini cocok bagi yang pengan liburan satu hari dalam suasana tenang, meski tidak jauh dari Jakarta. Di sela staycation kamu bisa jalan-jalan ke taman, museum, pusat perbelanjaan, atau sekadar makan enak hingga tiba hari kembali pada rutinitas.

Dengan rekomendasi ini, kamu bisa self retreat meski tidak lama untuk liburan sebelum kembali beraktivitas.

(row/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
image : unsplash.com / Thomas Tucker

5 Tempat Wisata Alam yang Lebih Adem dari Lembang



Jakarta

Siapa bilang liburan ke tempat adem cuma ada di Lembang? Ternyata ada banyak tempat wisata anti-maintsream yang sama-sama adem dan indah.

Rehat sambil menikmati keindahan alam nan hijau menjadi salah satu impian banyak orang. Biasanya mereka akan liburan ke Bandung, Lembang dan sekitarnya.

Tak perlu jauh-jauh ke luar kota, detikTravel merangkum beberapa tempat wisata adem yang bisa dijadikan pilihan untuk liburan singkat.


1. Gunung Bunder

Kemping di Gunung BunderKemping di Gunung Bunder Foto: Roberto Tambunan/d’Traveler

Lokasi: Jalan Gunung Bunder Desa Cimudal, Gn. Sari, Pamijahan, Bogor, Jawa Barat.
Tiket masuk: Rp 15.00-35.00
Jam operasional: 24 jam

Lupakan Puncak, traveler yang mau liburan adem bisa datang ke Gunung Bunder. Puncak Gunung Bunder menawarkan pemandangan alam yang indah, sebut saja Gunung Salak dan hamparan pohon pinus. Pengunjung dapat menikmati pemandangan dari ketinggian 750-1.050 mdpl.

2. Curug Naga

Curug Naga di BogorCurug Naga di Bogor Foto: (Muhammad Idris/d’Traveler)

Lokasi: Citamiang, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Tiket masuk: mulai dari Rp75.000-375.000
Jam operasional: 08.00-18.00 WIB.

Tidak hanya menawarkan keindahan air terjun saja, berbagai aktivitas seru menantang adrenalin bisa dijajal di sini. Contohnya saja jungle trekking, cliff jumping, body rafting, sampai dengan river trekking.

Jika ingin melihat keindahan curug, pengelola mewajibkan pengunjung untuk melakukan reservasi terlebih dahulu. Hal tersebut dilakukan untuk persiapan peralatan dan juga logistik di area yang akan dikunjungi. Jangan takut, karena ada pemandu yang membuat liburan kian menyenangkan.

3. Puncak Baros

Camping Ground Bukit Baros CiamisCamping Ground Bukit Baros Ciamis Foto: Dadang Hermansyah/detikJabar

Lokasi: Jl. Baros No.202, Ciomas, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat
Tiket masuk: Rp 5.000-10.000
Jam operasional: 08.00 sampai pukul 17.00 WIB. Kegiatan berkemah dimulai dari pukul 12.00 WIB hingga pukul 12.00 siang WIB keesokan harinya (24 Jam). Lokasi ini tutup untuk kemah pada malam Jumat.

Bumi Perkemahan Bukit Baros Ciamis kini semakin populer. Destinasi kemah yang menawarkan pemandangan alam yang menakjubkan dan suasana yang sejuk.

Berada di ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut (mdpl), tempat ini menjadi pilihan ideal untuk berkemah bersama keluarga. Menikmati keindahan alam, dan mengabadikan momen dengan latar belakang pegunungan yang indah.

Pengelola juga menyediakan sewa peralatan kemah, seperti sewa tenda Rp 60 ribu per malam, dapat menampung hingga empat orang dan sudah termasuk layanan bongkar pasang tenda.

4. Lembah Pasir Sumbul

Lembah Pasir SumbulLembah Pasir Sumbul Foto: (Lembah Pasir Sumbul/Instagram)

Lokasi: Kp. Parabon Pojok 04/03, Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur.
Tiket masuk: Rp 15.000-35.000
Jam operasional: 07.00-17.00 WIB. Perkemahan buka 24 jam.

Lembah Pasir Sumbul di Kabupaten Cianjur adalah salah satu destinasi wisata alam yang menawarkan keindahan dan petualangan. Waktu terbaik untuk datang adalah di pagi hari saat udara masih segar dan pemandangan di lembah tampak lebih indah dengan cahaya matahari yang lembut.

Wisatawan bisa menikmati keindahan hutan pinus sampai dengan pemandangan Gunung Gede Pangrango. Traveler yang mau basah-basahan bisa mendinginkan diri di air terjun yang ada di sana.

Tak hanya itu, pengunjung juga bisa treking dengan jalur yang santai namun tetap menantang. Jangan lupa untuk foto-foto karena sepanjang jalur ini sangat indah.

5. Kebun Raya Cibodas

Sejumlah wisatawan berkunjung ke Kebun Raya CibodasSejumlah wisatawan berkunjung ke Kebun Raya Cibodas Foto: (Ismet Selamet/detikcom)

Lokasi: Sindangjaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat
Tiket masuk: Senin-Jumat Rp 15.500 per orang, akhir pekan/libur nasional Rp 25.000 per orang
Jam operasional: 08.00-16.00 WIB, akhir pekan dan libur nasional mulai dari 07.00-16.00 WIB.

Bukan Kebun Raya Bogor, ini adalah Kebun Raya Cibodas. Taman hijau ini tak kalah indah karena memiliki banyak jenis tanaman dengan suasana yang tenang.

Traveler bisa mengenal berbagai jenis tumbuhan mulai dari anggrek, paku-pakuan, lumut sampai tanaman obat.

(bnl/wsw)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
image : unsplash.com / Thomas Tucker