Tag Archives: libur panjang

Bikin Spot Nyaman di Rumah buat Bersantai Kala Libur Panjang



Jakarta

Libur panjang yang dimulai hari ini jadi angin segar bagi kaum pekerja yang penat berjibaku membanting tulang. Sayangnya, ada sebagian orang yang terpaksa tetap bekerja meski bisa dilakukan dari rumah alias WFH.

WFH di tengah libur panjang sepertinya perlu sedikit trik khusus agar bisa dilakukan dengan nyaman dan minim gangguan.

detikProperti merangkum sejumlah tips yang bisa Kamu lakukan supaya bisa nyaman kerja di rumah.


Mengutip dari CNN, Selasa (22/8/2021) ada sejumlah cara cara yang tepat untuk mengatur ruang kerja di rumah selama WFH.

Ukuran Standar Ruang untuk WFH

Presiden perusahaan konsultan perkantoran ErgoFit Consulting, Deborah Read menyarankan, untuk membuat kantor di rumah carilah tempat di rumah yang bisa memuat meja berukuran 36 inci atau sekitar 90 cm.

Memilih Kursi yang Nyaman untuk WFH

Selain itu, pilihlah kursi kerja yang nyaman. Sebab pemilihan kursi akan mempengaruhi postur tubuh hingga punggung agar terhindari dari nyeri.

“Ketika kami terganggu oleh ketidaknyamanan yang mengganggu, semua hal itu karena berada di kursi yang tidak nyaman, kami menjadi sangat lelah dan kami menjadi pegal dan itu sangat mengganggu,” kata Read.

Perhatikan Posisi Layar Komputer saat WFH

Read juga menyarankan untuk memperhatikan posisi komputer atau laptop kerja. Usahakan posisi monitor sejajar mata dan jaraknya sesuai untuk membaca.

“Kami ingin visi Kamu berada di 30% teratas layar,” katanya.

Seorang Profesor di University of Cincinnati Susan Kotowski mengatakan, jika bekerja dengan laptop, dia merekomendasikan untuk mendapatkan monitor eksternal, keyboard, dan mouse, jika memungkinkan. Jika Kamu tidak bisa mendapatkan ketiga elemen eksternal, Kamu bisa berimprovisasi.

Misalnya, dapat menaikkan seluruh laptop untuk membuat monitor sejajar dengan mata dan kemudian mendapatkan keyboard dan mouse eksternal atau bisa juga gunakan keyboard dan mouse laptop dan monitor eksternal.

“Jika Kamu berpikir tentang monitor yang dihubungkan ke keyboard, Kamu hampir selalu melihat ke bawah. Lehermu akan membungkuk cukup jauh, begitu banyak punggung atas, ketidaknyamanan bahu, ketidaknyamanan leher karena terus-menerus melihat ke bawah,” kata Kotowski.

Ruang untuk WFH Harus Mendapat Cahaya Alami

Lebih lanjut lagi dari Read, dia menyarankan untuk ruangan kerja di rumah mendapatkan cahaya alami. Menurutnya hal itu menjadi pendorong suasana hati yang nyata saat bekerja di hari yang panjang. Idealnya, jendela tegak lurus dengan posisi monitor baik di sisi kanan atau kiri Kamu.

Read menganjurkan meja yang digunakan harus setinggi yang membuat lengan Kamu berada di samping sekitar 100 derajat, untuk membantu aliran darah yang lebih baik dan kenyamanan siku.

Ada Batas Ruang WFH dengan Ruang Lainnya

Selanjutnya, Kotowski menambahkan usahakan ruang kerja dan ruangan lainnya memiliki batasan. Agar jam kerja tidak terganggu dengan urusan rumah tangga dan begitu sebaliknya. Dia juga mengimbau, jika telah memiliki ruangan kerja sendiri di rumah, istirahat tetap menjadi hal yang harus diutamakan.

“Setiap 30 menit, usahakan untuk berdiri atau meregangkan tubuh. Bangun dan isi botol air Kamu. Lakukan sesuatu. Tidak harus terlalu lama dan tidak harus tidak produktif,” Kotowski.

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

Lakukan 7 Hal Ini Sebelum Tinggalkan Rumah biar Liburan Tenang


Jakarta

Momen libur panjang seperti saat ini sayang banget kalau nggak kita manfaatkan untuk plesiran bersama keluarga untuk melepas lelah. Bisa bermain ke tempat hiburan, atau sekadar berkunjung ke rumah keluarga yang sudah lama tak berjumpa.

Tapi, jangan asal tinggalkan rumah dalam keadaan kosong ya. Apa lagi bila dalam waktu yang cukup lama.

Dikutip dari Nzherald, Kamis (8/2/2024), ada beberapa hal yang perlu kamu lakukan untuk memastikan rumah dalam keadaan baik-baik saja sebelum ditinggal lama dalam keadaan kosong.


Hal ini juga bisa bantu kamu untuk terhindar dari segala hal buruk dan tidak kamu inginkan, seperti bau tidak sedap, tagihan listrik yang tiba-tiba melonjak, atau serangan hama yang tidak terduga. Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut ini adalah tips yang harus kamu perhatikan sebelum rumah ditinggal untuk liburan.

Buang Sampah dan Sisa Makanan

Utamanya sebelum meninggalkan rumah, kamu perlu memastikan bahwa ruangan siap atas ketidakhadiran kamu. Buanglah kantong sampah kotor yang sudah menumpuk di setiap pinggir rumah kamu, kemudian jangan lupa untuk membersihkan sisa-sisa makanan yang cepat kadaluarsa baik di dapur, meja makan, dan lemari es. Jika ingin rumah kamu dalam keadaan lebih aman, bersihkan juga piring kotor dan lap seluruh meja di dapur.

Hal ini dipakai untuk memastikan kamu tercegah dari bau tidak sedap dan jamur. Selain itu, ini bisa menghindari kamu dari makhluk serangga yang tidak diinginkan. Bahkan sedikit remah-remah makanan yang ditinggalkan berhari-hari bisa menyebabkan area dikerumuni oleh hewan-hewan kecil yang akan bertebaran.

Siram Tanaman

Langkah selanjutnya adalah memastikan tanaman kamu tetap terhidrasi dengan baik sebelum melakukan perjalanan, sehingga siapkan pengoperasian penyiraman bila perjalanan kamu panjang. Jika kamu melakukan perjalanan singkat, kamu bisa mengisi wastafel atau bak mandi dengan sedikit air untuk tanaman kamu yang sudah terlalu haus. Pastikan kamu sudah mematikan keran sebelum berangkat.

Matikan Peralatan

Sebelum berangkat, jangan lupa untuk mematikan peralatan rumah tangga agar tagihan listrik kamu tidak melonjak. Selain itu, ini juga bisa membantu penggunaan energi kamu tidak boros selama ditinggal kosong. Hal ini juga termasuk mematikan semua lampu dan memeriksa juga stop kontak di dinding dan tidak hanya peralatan saja yang dimatikan.

Bersihkan Setiap Ruang

Sebelum berangkat liburan, pastikan kamu merapikan ruangan dari kotoran-kotoran dengan menyapu, mengepel, menata ruangan, dan sebagainya. Sehingga ketika kamu dalam perjalanan pulang, kamu akan merasa lebih aman karena rumah kamu sudah cukup bersih dari sampah yang berserakan. Selain itu ini juga memudahkan kamu untuk menemukan barang yang kemungkinan hilang atau ketinggalan karena panik sebelum perjalanan.

Letakkan Seprai Baru

Langkah ini berguna untuk menghindari kamu dari bau tidak enak dan menjaga keadaan ruangan kamu tetap bersih dan higienis. Langkah ini juga membantu kamu menyiapkan perlengkapan tidur yang bersih setelah pulang dari liburan, sehingga akan memberikan kenyamanan di rumah. Dibandingkan begitu kamu pulang, malah memakai seprai yang sama sebelum berangkat karena saking lelahnya selama masa liburan.

Tutup Jendela

Amankan seluruh jendela sebelum berangkat merupakan hal terakhir yang harus kamu perhatikan sebelum keberangkatan liburan kamu. Pastikan setiap jendela bisa terkunci agar kamu terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan

Periksa Jadwal

Jika kamu punya komitmen besar terhadap waktu keberangkatan hingga kepulangan kamu, ada baiknya kamu mengatur hal yang dibutuhkan selama liburan tersebut seperti tidak berlebihan ketika menyiapkan pakaian, mengemas tas, menyelesaikan pekerjaan rumah dan kantor yang dianggap penting, atau menitipkan hal-hal penting kepada teman atau tetanggamu. Sehingga perjalanan kamu tetap lancar dan tidak mengkhawatirkan kehidupan sehari-hari setelah pulang.

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

Antisipasi Libur Panjang Idul Adha, Tips Cepat Siapkan Area Menginap untuk Tamu


Jakarta

Sebentar lagi masa libur sekolah dan cuti bersama Idul Adha akan segera tiba. Di waktu-waktu ini biasanya banyak tamu dan sanak saudara yang berkunjung ke rumah, bahkan sampai menginap.

Setiap keluarga biasanya punya tradisi lebaran atau hari libur yang berbeda-beda. Tapi jika keluarga kamu punya tradisi untuk menginap di rumah saudara, kamu harus siap menyediakan area khusus untuk para tamu atau keluarga yang menginap.

Bagi rumah yang memiliki kamar tamu, tentu mudah untuk menyiapkan kamarnya begitu tamu datang karena memang sudah ada ruangannya. Tapi, bagaimana dengan rumah yang tidak memiliki kamar tamu? Meski terlihat sulit dan menguras tenaga, menyiapkan ruangan untuk tamu menginap tidak sesulit yang dibayangkan.


Bagaimana caranya? Simak tipsnya di bawah ini, melansir dari Real Simple.

Ganti Sofa dengan Sofa Bed

Jika rumah kamu tidak memiliki kamar tamu, tapi keluarga sering berkunjung dan menginap, kamu bisa memilih sofa bed dibanding sofa biasa untuk diletakkan di ruang keluarga. Sofa bed lebih fleksibel dan bisa diubah sesuai kebutuhan.

Dibandingkan dengan sofa biasa yang hanya bisa digunakan dalam satu bentuk, sofa bed bisa dengan mudah diubah menjadi kasur ataupun sofa seperti biasa. Sofa ini akan memudahkan kamu untuk menyiapkan area menginap untuk tamu atau keluarga dalam waktu singkat.

Gunakan Daybed

Day bed bisa menjadi solusi saat ada tamu yang tiba-tiba datang dan ingin menginap. Day bed ini cocok untuk digunakan di rumah yang kecil atau bahkan apartemen. Bentuknya yang mirip kasur membuat day bed bisa digunakan juga untuk tempat tidur tamu atau keluarga yang menginap. Tapi, kekurangannya adalah ukurannya yang cukup kecil. Daybed biasanya hanya bisa ditempati oleh 1-2 orang saja.

Selalu Siapkan Kasur Lipat atau Kasur Pompa

Kasur lipat dan kasur pompa sangat berguna jika kamu tidak memiliki banyak waktu untuk menyiapkan area menginap untuk tamu. Jenis kasur ini sangat fleksibel dan bisa dilipat atau digulung, jadi akan mudah untuk disimpan dan digunakan. Kamu bisa meletakkan kasur lipat atau kasir pompa ini di ruang keluarga atau di dalam kamar sebagai kasur tambahan saat ada tamu menginap.

Gunakan Kasur Dinding (Wall Bed)

Di zaman sekarang, kasur dinding menjadi tren interior yang banyak digunakan di apartemen atau rumah-rumah yang berukuran kecil. Hal ini karena wall bed sangat fleksibel dan menghemat tempat jika tidak digunakan. Wall bed bisa dilipat dan menyatu dengan dinding di ruangan saat tidak digunakan, sehingga ruangan bisa lebih lega dan bisa digunakan untuk hal lain.

Kasur ini juga menjadi solusi untuk kamu yang sering kedatangan tamu yang menginap. Dengan kasur ini, kamu bisa langsung mengubah ruangan menjadi area menginap instan bagi para tamu dan keluarga.

Itulah beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengubah ruangan di rumah menjadi area untuk menginap sambut libur panjang Idul Adha. Semoga bermanfaat!

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

Daya Tarik Jembatan Gantung Sukabumi, Lengkap dengan Harga dan Fasilitasnya


Jakarta

Jembatan Gantung Sukabumi atau Jembatan Situ Gunung, menjadi salah satu destinasi wisata alam yang menarik di Jawa Barat. Sebagai jembatan gantung terpanjang di Asia Tenggara, tempat ini menawarkan pengalaman seru bagi para pencinta petualangan dan keindahan alam.

Dengan panorama hutan hijau yang membentang luas, jembatan ini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam sambil menguji adrenalin. Terletak di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Jembatan Gantung Sukabumi memiliki panjang sekitar 243 meter dengan ketinggian mencapai 150 meter di atas tanah.

Kamu bisa merasakan sensasi berjalan di atas jembatan, sambil menikmati pemandangan hutan tropis yang asri. Selain itu, destinasi ini juga menawarkan berbagai fasilitas pendukung yang membuat perjalanan semakin nyaman dan menyenangkan.


Lokasi dan Daya Tarik Jembatan Gantung Sukabumi

Jembatan Gantung Situgunung SukabumiJembatan Gantung Situgunung Sukabumi. Foto: Siti Fatimah/detikcom

Situ Gunung adalah tempat wisata alam terletak di Sukabumi yang menyimpan berjuta pesona dan keindahan. Di dalamnya, ada beberapa spot wisata populer. Salah satunya Jembatan Gantung Situ Gunung atau Situ Gunung Suspension Bridge.

Jembatan Gantung Sukabumi berlokasi di Desa Wisata Gedepangrango tepatnya di Jl. Raya Situgunung KM 9, Desa Gedepangrango, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Jembatan ini merupakan jembatan gantung tengah hutan, yang terpanjang di Asia Tenggara. Dikutip dari laman Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi, jembatan gantung ini membentang sepanjang 243 meter, dengan lebar 1,8 meter, dan ketinggian 121 meter di atas permukaan tanah.

Apalagi, kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) memiliki banyak keindahan alam. Adapun daya tarik jembatan ini yakni di sekitarnya (area Situ Gunung Sukabumi) terdapat beberapa spot wisata yaitu Air Terjun Curug Sawer dan Air Terjun Lembah Purba.

Belum lagi, kita akan dimanjakan dengan pemandangan dari jalur gua, jalur pendakian, dan danau. Salah satu dari keindahan-keindahan tersebut adalah Kawasan Situgunung.

Jembatan gantung memiliki daya tarik bagi wisatawan. Selain memacu adrenalin dengan berjalan di atas ketinggian, pemandangan sekitarnya pun sangat memukau.

Di sekeliling jembatan, pengunjung akan melihat bukit hijau dan pepohonan tinggi. Suasana sejuk dan dingin akan menemani perjalanan selama berjalan-jalan di Situ Gunung. Selain itu, jembatan ini juga sangat instagramable untuk berswafoto bersama keluarga atau orang terkasih.

Harga Tiket Masuk dan Jam Operasional Jembatan Gantung Sukabumi

Tiket masuk ke Situ Gunung mulai dari Rp50-100 ribu. Tiket tersebut sesuai dengan fasilitas yang didapatkan. Selain masuk ke area, masuk ke Curug Sawer, juga ada fasilitas minuman dan camilan sebelum memasuki pintu masuk jembatan.

  • Harga tiket reguler: Rp 50 ribu
  • Harga tiket VIP: Rp 100 ribu
  • Harga tiket VVIP: Rp 150 ribu.

Tarif tersebut bergantung dengan fasilitas yang didapatkan. Pengunjung dengan tiket reguler akan masuk ke area menuju jembatan dengan berjalan kaki. Namun jika membeli tiket VIP, pengunjung diantarkan ke lokasi utama dengan menggunakan mobil atau ojek secara gratis.

Sebelum masuk ke jembatan gantung akan disuguhi welcome drink berupa bakso, kacang hijau, dan teh atau kopi panas. Sementara pengguna tiket VVIP tak jauh berbeda, tapi memperoleh makan siang di De’Balcone Resto.

Jam operasional Jembatan Situ Gunung mulai dari pukul 07.00-16.00 WIB pada hari biasa. Lalu buka pukul 07.00-17.00 WIB ketika weekend dan waktu high season (libur panjang).

Fasilitas Jembatan Gantung Sukabumi

Jembatan Gantung Situgunung pertama kali dibangun di pertengahan tahun 2017. Proses pembangunan jembatan dilakukan secara manual dengan melibatkan warga lokal dan tenaga ahli dari Bandung.

Dalam laman Kementerian Maritim juga disebut pembangunannya tidak menggunakan alat berat, namun bisa selesai dalam kurun waktu kurang dari 1 tahun, lebih tepatnya selama 4 bulan.

Material yang digunakan Jembatan gantung Situ Gunung Sukabumi berbahan dasar kayu ulin. Bahan kayu ini digunakan karena memiliki banyak keistimewaan, seperti sifatnya yang tahan terhadap kelembaban dan perubahan cuaca dan air laut.

Tekstur kayu ulin atau kayu besi dari Papua ini, sangat berat dan keras. Memiliki diameter yang lebar dan panjang, kayu ini tidak mudah dimakan oleh rayap.

Saat menaiki jembatan, pengunjung juga akan diberi Alat Pelindung Diri (APD) yang telah disediakan oleh pengelola, berupa sabuk pengaman. APD ini wajib kita kenakan di pinggang saat berada di atas jembatan sebagai standar keselamatan. Saat terjadi guncangan, pengunjung harus mengaitkan sabuk ke ramp yang ada pada bagian sisi-sisi jembatan.

Adapun fasilitas lainnya yang bisa digunakan pengunjung yakni ATM, pusat Kesenian dan Budaya, Musholla, Persewaan Alat, Selfie Area, Tempat makan, dan Wifi Area.

Ada pula pengalaman wahana lainnya seperti Keranjang Sultan, Floating Lodge Danau Situ Gunung, Flying Fox, hingga paket wisata bermalam di Situ Gunung dari Glamping maupun Camping Ground.

Dikutip dari laman Kemenkeu Tim KPPN Sukabumi, di area dalam jembatan ini terdapat banyak UMKM makanan dan minuman khas Sunda. Di antaranya cilok, combro, mie rebus, hingga aksesoris dan kerajinan tangan.

Nah itulah tadi penjelasan soal jembatan gantung Sukabumi dengan lengkap. Jadi, kamu tertarik mengunjunginya?

(aau/fds)



Sumber : travel.detik.com

Wisata Pulau Tidung, Idola di Hari Libur



Jakarta

Pulau Tidung di Kepulauan Seribu sudah populer sebagai tempat snorkeling. Jika libur panjang tiba, sudah dipastikan yang yang ke sana.

Adalah Rudy Hartono (45), seorang pengusaha snorkeling di Pulau Tidung sejak tahun 2013. Jarak rumahnya hanya selemparan batu dari Pelabuhan Tidung.

Di rumahnya ada 160 unit alat snorkeling yang disewakan. Mulai dari jaket pelampung, masker-snorkel dan fins. Namun belakang, yang paling sering digunakan hanya jaket pelampung dan masker-snorkel.


Pak Rudy bercerita bahwa tiap libur panjang, alat-alat snorkeling dipastikan habis tersewa. Tak ada lagi hubungan langsung dengan wisatawan, biasanya operator yang langsung menghubunginya seminggu sebelum tiba di sana.

Usaha alat snorkeling di Pulau TidungUsaha alat snorkeling di Pulau Tidung Foto: (bonauli/detikcom)

“Kalau long weekend pasti untung, kemarin waktu Lebaran kami sampai tolak ratusan permintaan,” katanya.

H-7 Lebaran, alat-alat itu sudah di-booking untuk turis-turis China. Seminggu setelah Lebaran, barulah wisatawan domestik yang mendominasi.

Jika ada long weekend, ia bisa mendapat cuan Rp 10-15 jutaan karena alat tersebut akan digunakan dua kali dalam sehari, pagi dan sore.

“Wisatawan yang datang dari Jumat itu biasanya snorkeling di Sabtu pagi. Sementara yang datang di Sabtu pagi, nyampe sini siang. Jadi mereka snorkeling sore-sore,” ungkapnya.

Pulau Tidung di Kepulauan TidungPulau Tidung di Kepulauan Seribu Foto: (bonauli/detikcom)

Alat snorkeling itu disewakan seharga Rp 15 ribu per hari. Meski tak ada libur panjang, weekend selalu membawa berkah. Minimal 30-50 alat snorkelingnya keluar dari kandang.

Sebagai warga Pulau Tidung, ia melihat potensi lain selain wisata bawah airnya, yaitu teripang dan ikan buntal yang melimpah di sana. Jalur ekspor coba ia tempuh lewat tangan ketiga.

Namun itu semua tidak mudah, butuh modal besar untuk bisa menjalankan bisnis kedua tanpa mengabaikan sewa snorkeling yang sudah jadi sumber nafkahnya. Ia kemudian mendaftar sebagai nasabah BRI dua tahun lalu.

Jalan terbuka, pinjaman KUR (Kredit Usaha Rakyat) sebesar Rp 35 juta diberikan oleh BRI. Sebagian uang itu digunakan untuk modal usaha baru dan sisanya ditabung.

Usaha alat snorkeling di Pulau TidungUsaha alat snorkeling di Pulau Tidung Foto: (bonauli/detikcom)

Usaha teripang kering dan ikan buntal tersebut ia kirimkan ke China. Teripang dan kulit ikan buntal yang dikeringkan dijadikan bahan makanan, bagian dalam ikan buntal dijual sebagai bahan benang operasi.

Namun usaha ini tak bisa menghasilkan uang cepat, pengerjaannya butuh waktu sampai sebulan. Oleh sebab itu, usaha snorkelingnya menjadi dana pendukung.

“Modal Rp 80 juta untuk beli teripang dan ikan buntal ke nelayan. Teripang per kilonya nanti dijual Rp 1,8 juta, dan ikan buntal Rp 3 juta per kilo,” ungkapnya.

Usaha alat snorkeling di Pulau TidungTeripang yang sudah dikeringkan Foto: (bonauli/detikcom)

Menurut Pak Rudy, usaha teripang ini masih jarang dilirik. Perhitungannya tak sampai 5 orang yang masih menggeluti usaha ini, karena modal yang cukup besar.

Bertangan dingin, dua usaha itu berkembang pesat. Berhasil melunaskan pinjaman pertama, Pak Rudy kembali melakukan pinjaman kedua dengan nominal Rp 50 juta, sebagai dana darurat.

Mantri BRI Redi (32) yang berhubungan langsung dengan Pak Rudy berkata bahwa usaha miliknya bisa dibilang melejit. Kedua usaha itu mendapat dukungan penuh dari BRI, apalagi ini termasuk UMKM dari Pulau Tidung.

“Semoga usahanya tambah maju dan terus mengembangkan potensi dari Pulau Tidung,” tutupnya.

Usaha alat snorkeling di Pulau TidungIkan buntel yang dikeringkan Foto: (bonauli/detikcom)

(bnl/bnl)



Sumber : travel.detik.com