Tag Archives: lili

Catat! Sederet Barang Ini Tak Boleh Ditaruh Dekat Jendela



Jakarta

Jendela menjadi bagian yang cukup penting bagi sebuah rumah. Selain agar masuknya pencahayaan dari luar, jendela juga berfungsi sebagai sirkulasi udara.

Nah sering kali jeda di pinggir-pinggir jendela dimanfaatkan untuk menaruh barang, Seperti tanaman ataupun hiasan. Padahal tidak semua barang-barang bisa tahan terpapar sinar matahari. Banyak barang yang dapat menua lebih cepat, mengalami perubahan warna, dan bisa saja hancur karena paparan sinar UV sehingga sangat penting untuk memperhatikan hal itu.

Melansir Better Homes & Gardens, Rabu (6/112024), berikut beberapa barang yang sebaiknya tidak diletakkan dekat dengan jendela agar mengurangi paparan sinar matahari.


Karya Seni

Sinar matahari dapat memberikan sorotan alami untuk karya seni, namun lebih baik memilih cahaya buatan yang tidak akan memudarkan atau mengubah warna karya seni kamu. Jika karya seni berada di dekat jendela, sebaiknya bingkai dengan kaca penyaring UV.

Lilin Aromaterapi

Aroma dan warna lilin akan rusak jika kamu menaruhnya di dekat jendela. Sinar matahari akan menyebabkan proses oksidasi yang merusak unsur-unsur wangi dan pewarna lili. Simpan lilin di tempat tersembunyi untuk memastikan aromanya tetap harum.

Buku

Sinar matahari dapat mempercepat kerusakan buka, sehingga kerusakan yang terjadi tidak dapat dibetulkan. Kerusakan seperti halaman buku yang menguning dan rapuh, perubahan warna pada sampul, dan jilidan buku yang longgar.

Gunakan kotak untuk menyimpan buku-buku yang paling rapuh atau mudah rusak, dan menata ulang koleksi buku serta simpan di tempat yang sejuk dan gelap sehingga akan menjaga kondisi buku tetap bagus.

Foto

Sinar UV matahari dapat memudarkan warna lebih cepat daripada yang seharusnya, penting untuk menyimpannya dengan hati-hati. Hasil cetak harus disimpan di tempat yang sejuk dan kering, pilih kaca pelindung UV untuk menjaga foto agar tidak rusak.

Perlengkapan Pembersih

Sinar matahari dapat menjadi pembersih alami, namun sinar matahari tidak akan membantu larutan pembersih karena panas dan kelembapan yang ditimbulkan. Perubahan ini dapat mempengaruhi kualitas perlengkapan pembersih kamu.

Lebih baik menyimpan perlengkapan rumah tangga di bawah wastafel atau di tempat yang sejuk, kering, dan jauh dari jangkauan anak-anak.

Elektronik

Peralatan elektronik harus tetap dingin, oleh karena itu peralatan elektronik harus diletakkan di tempat yang mendapatkan ventilasi dan sirkulasi udara yang baik. Meletakkan peralatan ini di dekat jendela dapat menyebabkan peralatan menjadi panas dan rentan kerusakan.

Jika kamu meletakkan peralatan elektronik di dekat jendela dan menyadari bahwa terlalu panas, pindahkan peralatan ke tempat yang teduh dan jangan gunakan lagi hingga peralatan tersebut dingin.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Mudah! 4 Cara Efektif Kurangi Kelembapan di Dapur



Jakarta

Kelembapan di rumah tentunya tidak bisa dihindari, salah satunya di dapur. Adanya kelembapan yang berlebih akan menimbulkan masalah-masalah yang tidak diinginkan, seperti masalah pada interior dapur.

Dapur berkontribusi hingga 25% terhadap tingkat kelembapan di rumah, terutama dengan ventilasi yang buruk dan tanpa kipas angin. Sehingga penting untuk menjaga kelembapan di dapur.

Dilansir dari Livingetc, berikut beberapa cara mengurangi kelembapan di dapur yang berlebih.


Buka Jendela Dapur

Ventilasi yang tepat sangat membantu dalam upaya mengurangi tingkat kelembapan. Apabila cuaca di luar cerah, buka jendela agar udara segar masuk dan mengurangi kelembapan.

Hal ini akan membantu menciptakan aliran udara dan menurunkan tingkat kelembapan berlebih.

Masak dengan Panci Tertutup

Perubahan kecil seperti memasak dengan tutup panci dapat membuat perbedaan untuk dapur kamu. Menahan uap air saat memasak akan mengurangi pelepasan kelembapan sekaligus mempercepat waktu memasak.

Disarankan untuk menggunakan tutup panci agar uap berkurang. Begitu juga saat makanan sudah matang, menutup makanan akan menjaga tetap hangat dan dapur bebas lembap.

Mencuci Piring dengan Benar

Kebiasaan mencuci piring yang benar akan membantu dalam mengurangi kelembapan. Disarankan untuk tidak menjemur piring di dapur, karena hal ini akan menambah kelembapan yang tidak perlu di udara.

“Gunakan rak pengering di dekat jendela atau di bawah kipas langit-langit untuk mempercepat penguapan,” kata Josh Wilson, pendiri Wilson Plumbing & Heating.

Ventilasi dapur sangat penting, tetapi mengatur kelembapan di tempat ini bisa jadi sulit apabila hal ini tidak dilakukan.

Hiasi dengan Tanaman Hias

Pertimbangkan untuk menggunakan tanaman penyerap air seperti bunga lili atau pakis Boston sebagai dekorasi dapur. Selain menghadirkan dedaunan yang cantik di dalam ruangan, pemilihan tanaman dapur yang tepat akan membantu mengurangi kelembapan.

“Tanaman ini dapat mengurangi tingkat kelembapan secara alami dengan menyerap uap air melalui daunnya. Pastikan untuk tidak menyiramnya terlalu banyak, karena kelembapan tanah yang berlebihan dapat memberikan efek sebaliknya,” kata Josh

Namun disarankan untuk tidak meletakkan terlalu banyak tanaman, hal ini justru akan dapat menambah kelembapan sehingga harus dibatasi.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Gampang! Ini 4 Tips Mengurangi Kelembapan Udara di Dapur


Jakarta

Rumah yang kurang sirkulasi udara bisa menimbulkan kelembapan. Salah satu ruangan yang lembap adalah dapur.

Dilansir dari Livingetc, dapur berkontribusi hingga 25 persen terhadap kelembapan rumah. Udara yang lembap mempengaruhi kondisi dapur, misalnya timbulnya masalah pada interior dapur.

Tentu kamu tidak ingin perabotan kamu rusak gara-gara lembap, ‘kan? Oleh karena itu, penting untuk menjaga kelembapan di dapur.


Lalu, bagaimana cara mengurangi kelembapan di dapur? Yuk, simak tipsnya berikut ini.

Cara Mengurangi Kelembapan di Dapur

Inilah tips mengurangi tingkat kelembapan udara di dapur.

1. Buka Jendela Dapur

Pastikan ada ventilasi yang baik untuk mengurangi tingkat kelembapan di dapur. Jika cuaca sedang cerah, buka jendela agar udara segar masuk. Hal ini menciptakan sirkulasi udara, sehingga dapat menurunkan tingkat kelembapan berlebih di dapur.

2. Masak dengan Panci Tertutup

Langkah sederhana seperti menutup panci ketika memasak bisa mencegah kelembapan pada dapur. Menahan uap air saat memasak akan mengurangi pelepasan kelembapan sekaligus mempercepat waktu memasak. Demikian juga ketika makanan sudah matang, menutup makanan akan menjaganya tetap hangat dan dapur bebas lembap.

3. Mengeringkan Piring

Siapa sangka, sekadar mengubah kebiasaan mencuci piring bisa membantu mengurangi kelembapan di dapur. Disarankan untuk tidak menjemur piring di dapur, karena hal ini akan menambah kelembapan di udara.

Kamu bisa menggunakan rak pengering di dekat jendela atau di bawah kipas langit-langit. Cara ini mempercepat proses penguapan air, sehingga piring cepat kering.

4. Pajang Tanaman Hias

Selain langkah pencegahan, kamu bisa mengurangi tingkat kelembapan dengan memajang tanaman hias di dapur. Kamu dapat menggunakan tanaman penyerap air seperti bunga lili atau pakis Boston sebagai dekorasi dapur.

Tanaman tersebut bisa mengurangi tingkat kelembapan secara alami dengan menyerap uap air melalui daunnya. Namun, pastikan untuk tidak menyiram terlalu banyak air pada tanaman, karena kelembapan tanah yang berlebihan dapat memberikan efek sebaliknya.

Lalu, sebaiknya tidak meletakkan terlalu banyak tanaman. Hal ini justru akan menambah kelembapan udara, sehingga perlu dibatasi jumlahnya.

Itulah beberapa cara mengurangi kelembapan udara di dapur. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/abr)



Sumber : www.detik.com

Gereja Katedral Jakarta, Megah dan Mewah Berdampingan dengan Masjid istiqlal



Jakarta

Gereja Katedral amat megah. Berada di jantung kota Jakarta, gereja itu bersebelahan dengan Masjid Istiqlal.

Gereja tersebut menjadi sebuah destinasi bagi wisatawan domestik dan wisatawan asing saat berkunjung ke Kota. Gereja itu akan selalu terbuka untuk wisatawan yang penasaran melihat kemegahan di dalamnya.

Wisatawan yang beragama Katolik maupun lainnya tak perlu mengeluarkan kocek ketika berkunjung ke gereja yang masuk daftar cagar budaya itu. Yang menonjol dari bangunan gereja itu adalah gaya arsitektur Neo-gothic.


Dibangun mulai 1891, gereja itu dinamai nama Gereja Santa Maria Diangkat ke Surga. Kemudian, pada 1901 gereja tersebut muali dikenal dengan Gereja Katedral Jakarta karena terdapat cathedral atau tahta uskup di dalam gereja tersebut.

“Gereja Katedral Jakarta tuh sebenernya punya nama sendiri, namanya ‘Gereja Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga’. Disebut Gereja Katedral karena di dalam gereja itu ada suatu bangku yang spesial untuk Bapak Uskup namanya cathedra, maka disebutlah Gereja Katedral,” ucap Petugas Museum Katedral Jakarta, Lili, kepada detikTravel, Sabtu (13/7/2024).

Tak hanya wisatawan lokal saja yang datang ke Gereja Katedral Jakarta ini tapi juga banyak dari wisatawan mancanegara yang datang untuk melihat langsung megahnya salah satu ikon Kota Jakarta ini. Jika ingin melihat keadaan di dalam Gereja Katedral, wisatawan diperbolehkan melihat namun harus mematuhi aturan yang ada seperti tidak boleh melewati pagar.

“Bisa masuk dari pintu utama tapi memang ada pagar, kita (wisatawan) tidak boleh melintasi pagar itu, ada kegiatan maupun nggak ada kegiatan memang nggak bisa melewati,” kata Lili.

Saat melihat area dalam gereja, kemegahan arsitektur yang menawan membuat wisatawan seakan terhipnotis dengan maha karya yang dibuat. Namun yang perlu diperhatikan saat berada di dalam gereja, tentunya ketika sedang ada kegiatan tetap harus mengikuti aturan yang sudah ditetapkan.

Selain bisa melihat gereja dari dalam, pengunjung juga bisa melihat Museum Gereja Katedral yang letaknya berada di samping gereja, Di sana terdapat banyak jejak-jejak sejarah yang menjadi saksi perjalanan gereja tersebut, di dalam museum ini juga pengunjung bisa melihat catatan-catatan sejarah dari awal mula gereja ini dibangun.

“Di museum banyak ya, ada tentang asal mula Gereja Katedral, ada bagian visi-misi dari waktu awal perintisan, terus ada kenang-kenangan dari dua Paus yang berkunjung ke Indonesia sama ya alat-alat liturgi yang zaman dahulu dipakai,” katanya.

Museum Katedral Jakarta dari paparan Lili buka pada setiap hari Selasa hingga Sabtu dari pukul 10.00 sampai 16.00 WIB. Sementara untuk Gereja Katedral setiap harinya buka dari jam 06.00 sampai pukul 21.00 WIB.

Dalam setiap harinya pengunjung yang datang ke Museum Katedral Jakarta menurut Lili bisa mencapai 300 wisatawan. Ia tak bisa mengira berapa jumlah wisatawan yang berkunjung ke Gereja Katedral karena wisatawan diperbolehkan langsung masuk gereja tanpa harus mengisi daftar hadir.

“Rata-rata ya 200 sampai 300 ada setiap hari itu weekday, weekend lebih rame bisa 300 sampai 400,” ujar dia.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com