Tag Archives: lokasi persawahan

Sawah Lope Desa Cikaso, Nikmatnya Lihat Persawahan Sambil Ngebotram


Kuningan

Sawah Lope di Desa Cikaso menyuguhkan panorama indah khas perkampungan warga dengan mata pencaharian bertani. Area sawah tampak hijau dan luas dengan latar Gunung Ceremai, lengkap dengan jalan aspal tepat berada di tengah.

Lukisan alam Sawah Lope di Desa Cikaso persis gambar pemandangan anak SD tahun 90-an. Bedanya, Desa Cikaso menyediakan gazebo di pinggir jalan dan lokasi lain yang memungkinkan pengunjung melihat langsung keindahan Sawah Lope.

Sawah Lope di Desa Cikaso yang hijau, luas, dengan angin sepoi dan hawa sejuk menjadikan destinasi ini cocok sebagai tempat liburan bareng keluarga. Apalagi sambil makan bekel bersama alias ngebotram di gazebo. Bisa juga makan menu dari restoran pilihan di Desa Cikaso.


Selain sawah yang menguning jika siap panen dan gazebo, saluran irigasi pertanian di Desa Cikaso ini juga jadi spot wisata. Anak-anak sekitar desa kerep bermain di saluran yang airnya sangat bersih itu. Mereka menggunakan ban bekas dan menjadikannya seperti seluncuran air.

Kawasan Desa Cikaso dikelilingi 7 sumber air yang bikin wilayah tersebut tak pernah kekeringan. Mata air Cilangga, Cinangsi, Cibango, Cimalayan, Cipasantren, Cihanyir, dan Cikabulakan membantu areal pertanaman selalu subur.

Area Sawah Lope, Desa Cikaso yang terletak di Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat cocok bagi warga Jakarta yang ingin piknik. Tentunya masyarakat sekitar Jakarta bisa juga ke Sawah Lope, Desa Cikaso untuk healing dan piknik di tengah alamnya yang indah.

Berkat pengelolaan Bumdes Desa Cikaso, Kuningan diganjar penghargaan Desa BRILian Juara 2 tingkat nasional dari Bank BRI.Sawah Lope, Desa Cikaso (Wisma Putra/detikJabar)

Fakta Unik Desa Cikaso

Beberapa keistimewaan Desa Cikaso yang memiliki segudang prestasi ini adalah

1. Terletak di dataran rendah

Desa Cikaso berlokasi di ketinggian 500 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan tetap merasa sejuk. Hawa yang selalu bersahabat, rindang, dan lingkungan asri menjadikan Sawah Lope salah satu alternatif lokasi piknik bareng orang-orang terdekat.

2. Lope bukan plesetan love

Kata lope adalah kepanjangan dari lokasi persawahan yang menjadi spot wisata utama Desa Cikaso. Data Jadesta Kemenparekraf menyatakan, luas sawah mencapai 11.470 m2 yang masih produktif digarap warga. Selain sawah, ada juga tanaman hortikultura yang diusahakan warga. Misal sayur, buah, rempah, dan komoditas lain.

3. Bangkit usai COVID-19

Dampak pandemi dirasakan juga oleh warga Desa Cikaso dengan banyaknya jumlah pasien. Sebanyak 11 orang positif dan satu pasien meninggal akibat COVID-19. Jalan Desa Cikaso digunakan warga untuk berjemur yang ketika itu terkena lockdown.

Selepas COVID-19, warga Desa Cikaso perlahan menata kembali hidupnya. Jalanan desa sepanjang 1 km itu mulai ramai dengan aktivitas warga dan pedagang. Aktivitas itulah yang menginspirasi masyarakat dan perangkat desa membuat desa wisata dengan semua proses serta pendanaan dikelola bersama.

4. Sempat viral

Situs Jadesta Kementerian Pariwisata menyatakan, Desa Cikaso sempat viral sebagai pilihan destinasi wisata Kabupaten Kuningan. Warga Desa Cikaso telah siap sepenuhnya saat kunjungan wisatawan meningkat.

Berbagai fasilitas mulai dari tiket, penyewaan alat, gazebo, kostum, dan spot selfie bersama melayani kebutuhan turis. Warga yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Rumpun Padi semangat membangun layanan wisata sambil terus merawat sawah dan areal pertanaman lainnya.

5. Dibangun tanpa investasi dari luar

Menurut Kepala Desa Cikaso di tahun 2024 Hidayat Nur, Sawah Lope dibangun dengan swasembada masyarakat. Semua warga perlahan membangun fasilitas wisata, misal gazebo bisa menjadi 21 dari yang semula hanya lima. Pedagang dan restoran adalah warga sekitar yang membangun layanan sesuai kebutuhan turis.

Sawah Lope yang tergabung dalam BUMDesa Sangga Emas mendapat alokasi dana desa sebesar Rp 100 juta per tahun. Desa wisata berhasil setor penghasilan Rp 25 juta per tahun pada BUMDesa. Penghasilan tersebut ditambah dari sektor lain digunakan untuk kemandirian dan pembangunan desa.

6. Punya keunggulan lain

Sawah Lope merupakan salah satu keunggulan Desa Cikaso untuk menjadi mandiri. Sektor unggul lainnya adalah pertanian bawang merah, pengolahan menjadi bawang goreng, budidaya jamur tiram, dan pembuatan pupuk hayati. Hasilnya, warga tak pernah kekurangan pupuk untuk tanamannya.

Tiket masuk Sawah Lope, Desa Cikaso

Harga tiket

Biaya sewa

  • Gazebo: Rp 25 ribu untuk kapasitas lebih dari 6.
  • Sewa ban bekas: Rp 5 ribu.
  • Spot selfie: Rp 5 ribu.
  • Sewa kostum: Rp 5 ribu.

Sawah Lope, Desa Cikaso juga menyediakan homestay yang merupakan rumah warga setempat. Harga sewa bergantung pada kebijakan pemilih rumah.

Bagi detikers yang ingin berkunjung ke Sawah Lope, Desa Cikaso, sebaiknya update informasi lebih dulu di medsos atau situs traveling. Info terbaru memungkinkan pengunjung memperoleh layanan yang diinginkan.

(row/ddn)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Bukan Ubud, Sawah Hijau nan Viral Ini Ada di Bandung



Bandung

Tak perlu jauh-jauh ke Ubud, Bali untuk menyaksikan pemandangan sawah nan hijau. Cukup ke Bandung saja, traveler bisa melihat pemandangan sawah seindah Ubud.

Pemandangan persawahan selalu menjadi daya tarik bagi wisatawan. Objek wisata yang menampilkan persawahan biasanya terdapat di Ubud, Bali.

Namun kali ini traveler bisa menikmati pemandangan alam dengan sepuas-puasnya di Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung. Area persawahan tersebut menunjukkan pemandangan yang menarik.


Di tengah-tengah sawah itu terdapat jalan setapak penghubung Kampung Cihamerang, Desa Batu Karut, dan Kampung Cisema, Desa Mangunjaya, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung.

Pada lokasi tersebut terdapat beberapa saung yang kerap digunakan warga untuk beristirahat kala tengah menanam padi. Sehingga suasana persawahan tetap asri dan sejuk.

Area persawahan tersebut kali ini telah menjadi primadona masyarakat. Hal tersebut terjadi kala beberapa warga mengunjungi lokasi tersebut dan mengunggahnya di sosial media. Bahkan masyarakat mengenal lokasi tersebut dengan nama Cisema Banjaran.

Banyak masyarakat bekunjung ke lokasi persawahan tersebut sambil berolahraga. Kemudian beberapa warga lainnya datang dengan menggunakan sepeda.

Beberapa masyarakat ada yang datang hanya menikmati beberapa kuliner hingga berswafoto. Mereka mayoritas datang bersama keluarga dan kerabatnya.

Kondisi ramainya wisata pemandangan sawah di Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung.Pemandangan sawah di Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung. Foto: Yuga Hassani/detikJabar

Warga Banjaran, Weni Maulani (47) mengatakan, sengaja mengunjungi lokasi tersebut pasca viral di sosial media. Dirinya datang bersama anak-anaknya sejak pagi hari.

“Iya sengaja dateng ke sini dari Banjaran. Saya dari jam 7 pagi sudah di sini,” ujar Weni, kepada detikJabar, Minggu (6/10/2024).

Weni mengaku mengetahui tempat tersebut sejak dahulu. Namun kata dia, semenjak tempat tersebut viral menjadi banyak dikunjungi orang-orang.

“Memang sudah tahu tempat ini. Cuma dulu mah belum seramai ini, karena udah viral jadi sudah ramai, banyak warung-warung juga,” katanya.

Pihaknya mengaku sangat menikmati area persawahan tersebut. Sehingga dirinya bisa menikmati kuliner dan pemandangan yang ada.

“Memang baru ke sini lagi. Tadi makan baso tahu aja. Saya pengen mah lebih diperbanyak gazebo-gazebonya. Jadi lebih tertata lagi lokasinya,” jelasnya.

Sementara itu, warga setempat, Dedi (42) mengungkapkan awalnya terdapat beberapa orang yang bersepeda ke lokasi tersebut. Kemudian orang tersebut langsung membuat video dan menggunggah ke sosial media.

“Ini mulai ramai itu awalnya sekitar sebulan yang lalu ada yang maen sepeda, terus di upload videonya ke sosial media. Setelah itu ramai, dan viral aja sekarang,” kata Dedi.

Dedi menjelaskan area persawahan tersebut merupakan milik warga. Sehingga objek wisata tersebut tidak ditarif biaya apapun.

“Sawah milik warga, dan ini juga akses jalan warga. Jadi memang iya engga di tarif aja,” bebernya.

Dengan banyaknya masyarakat datang ke lokasi tersebut banyak warga yang terbantu. Pasalnya beberapa warga memutuskan untuk berjualan di lokasi tersebut.

“Alhamdulillah bisa membangun ekonomi masyarakat. Mohon dijaga kebersihannya. Terus kalau bisa jangan mengganggu sawahnya,” pungkasnya.

——-

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Wisata Dadakan di Kulon Progo, Lihat Atraksi Layangan Naga



Kulon Progo

Area persawahan di Galur, Kulon Progo, kini jadi destinasi wisata baru. Warga atau traveler bisa menikmati kuliner lokal sambil menyaksikan atraksi layangan naga setiap akhir pekan.

Lokasi persawahan ini berdekatan dengan calon jembatan baru Pandansimo. Spot baru ini terletak di sisi barat Jembatan Pandansimo atau masuk wilayah Banaran, Galur, Kulon Progo. Setiap akhir pekan, area persawahan yang dibelah oleh Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) ini mendadak ramai jadi mirip seperti pasar tumpah.

Terdapat lebih dari 50 lapak UMKM yang berjejer rapi di sepanjang jalur tersebut. Mereka menawarkan pelbagai kuliner murah meriah, seperti sempol, jus, es teh, dan sebagainya.


Sembari menikmati jajanan, pengunjung bisa menyaksikan atraksi layangan naga yang diterbangkan oleh warga sekitar. Ukuran layangan bervariasi, mulai dari versi mini hingga yang paling besar dapat dilihat di sini.

“Di sini sekarang memang ramai terus, bahkan kemarin pas ada isu Jembatan Pandansimo mau dibuka untuk umum banyak yang berbondong-bondong ke sini, sampai jalannya macet,” ucap warga sekitar, Bendil, saat ditemui di lokasi.

Bendil mengatakan kehadiran calon jembatan baru Pandansimo menjadi salah satu alasan kenapa lokasi ini bisa ramai. Menurutnya banyak masyarakat dari luar Galur yang penasaran dengan kondisi terkini jembatan itu.

“Daya tariknya jembatan Pandansimo ini memang kuat, banyak yang pengin lihat kondisinya, karena penasaran sama desain jembatan yang memang terlihat bagus itu,” ujarnya.

Hal itu pula yang membuat banyak pelaku UMKM tertarik membuka lapak dagangan di sini. Termasuk halnya Bendil yang sejak sepekan terakhir bikin kedai yang menawarkan es inovasi bernama Es Kobar. Minuman ini terbuat dari campuran kelapa muda, potongan buah nangka, gula jawa cair, kolang kaling, cincau dan creamer kental manis. Rasanya manis dan ada sedikit sensasi gurih.

Artikel ini sudah tayang di detikJogja. Klik di sini untuk membaca selengkapnya.

(rih/ddn)



Sumber : travel.detik.com