Tag Archives: lusi

Mengenang Pempek Unyil, Tempat Nongkrong Anak Muda Palembang Tahun 90-an



Palembang

Di era tahun 1990-an, anak muda di Kota Palembang pasti tidak asing dengan namanya Pempek Unyil. Inilah tempat nongkrong hits pada masa itu.

Berlokasi di Jalan Kepandean, daerah 18 Ilir Kecamatan Ilir Timur I Palembang, Pempek Unyil pernah tersohor menjadi tempat tongkrongan remaja era 80-90an.

Pada era tahun 80-an dan 90-an, Pempek Unyil merupakan salah satu tempat favorit bujang gadis Palembang untuk nongkrong dan berpacaran, karena tempat ini menyediakan makanan dan minuman khas Palembang.


Menurut Lusi (50), jika mendengar nama Pempek Unyil dirinya langsung ingat masa-masa remaja yang hampir setiap Minggu ke tempat makan Pempek Unyil bersama suaminya dulu.

“Seingat saya saat itu tahun 1985an, saya dan suami setiap Minggu ke Pempek Unyil untuk menghabiskan waktu mengobrol dan menikmati makanan beragam jenis Pempek, saat itu saya dan suami masih pendekatan, tempat itu memang terkenal semua remaja Palembang tahun 80-90an itu pasti pernah ke Pempek Unyil,” katanya.

Lusi menjelaskan harga Pempek Unyil dulu per satu biji Rp 500 dan harga es campur Rp 800. Era itu, Pempek Unyil merupakan tempat tongkrongan pempek yang lumayan mewah.

“Namun sayang hampir masuk tahun 2000-an Pempek Unyil yang berada di Jalan Kepandean, daerah 18 Ilir berangsur sepi dan akhirnya tutup karena sudah banyak saingan,” ujarnya.

Sementara itu, Budayawan Palembang Mang Amin mengatakan pada era 80-90an di kawasan Jalan Kepandean selain Pempek Unyil memang ada beberapa tempat kedai pempek yang sangat digemari.

“Di lingkungan itu memang terkenal dengan pempeknya. Dan pada masa itu Bujang Gadis Palembang berlomba-lomba mengajak pasangan ke lokasi itu karena memang hits untuk tempat muda-mudi, di sana Selain Pempek Unyil, ada juga yang namanya pempek remaja dan pempek taman sari, namun memang Pempek Unyil yang paling terkenal,” katanya.

Saat ini, di lokasi Pempek Unyil dan beberapa kedai pempek lainnya di Jalan Kepandean, daerah 18 Ilir Kecamatan Ilir Timur I Palembang yang sempat terkenal tahun 80-90an tinggal kenangan.

Tidak terlihat lagi bekas ruko jualan Pempek Unyil tersebut kini yang terlihat hanyalah ruko yang berjualan pakaian dan sepatu.

——-

Artikel ini telah naik di detikSumbagsel.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Menatap Blok M Lewat Kacamata Wisatawan



Jakarta

Bagi wisatawan, Blok M bukan sekadar pusat belanja dan hiburan lama. Kawasan ini kini menjelma destinasi urban dengan nuansa retro yang berpadu dengan gaya hidup modern Jakarta Selatan.

Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Administrasi Jakarta Selatan menggelar Famtrip-Strolling Around Blok M pada Kamis (25/9/2025). detiktravel menjadi salah satu peserta dalam rombongan itu.

Kegiatan mengeksplor Blok M itu juga diikuti oleh influencer atau kreator konten. Disparekraf mengatakan agenda itu digeber agar informasi mengenai wisata Blok M dapat tersebar luas melalui platfrom media sosial para influencer dan content creator.


“Diharapkan peserta dapat menerima pemahaman yang baik mengenai sejarah dan ikon utama di Jakarta Selatan, serta mampu mempengaruhi dan mengajak para followersnya melalui kanal sosial media masing-masing,” kata PLT KA Sudin Parekraf Jakarta Selatan Isa Sarnuri.

Rosa, peserta asal Bekasi mengaku senang dengan adanya acara famtrip ini “Kita bisa eksplor Blok M dari tempat yang kita enggak tahu dan ternyata ada tempatnya,” kata dia.

“Alasan mengikuti kegiatan ini karena pengen eksplor blok M, biasanya cuma tahu tempat-tempat yang viral aja dan tadi dijelasin juga sejarah Blok M sama pemandunya”, kata Lusi, peserta asal Lebak Bulus.

Sejumlah pengunjung mengakui bisa menjadi lebih tahu mengenai sejarah Blok M dan hidden gem yang belum mereka singgahi.

“Hal yang menarik dari famtrip ini kita bisa datang ke tempat-tempat hidden gem yang belum viral, dapat teman baru, dan semuanya sudah terfasilitasi mulai dari MRT dan bus,” kata Nisa, peserta asal Kebayoran Baru.

Tak hanya berkeliling Blok M, peserta juga bisa menikmati kuliner kekinian, seperti kuliner Korea, Thailand, dan timur tengah.

“Saya mampir ke stand kuliner yang depan Blok M Square itu semua kuliner ada, yang unik itu tadi banyak banget macam-macam kuliner dari Korea, Thailand,” ujar Nisa.

Di Blok M enggak cuman makanan kekinian aja yang ada, tapi juga ada kisah di baliknya.

“Ya, enggak cuman kulineran. Peserta juga bisa mengetahui kilas balik dari masjid Al-Azhar, CSW, Peruri, dan Blok M,” kata Nisa.

“Mayoritas pengunjung ke Blok M untuk berburu kuliner bukan ke tempat belanja, sedangkan pusat perbelanjaannya masih lumayan sepi”, kata Nisa lagi.

Peserta lain cukup terkesan dengan Famtrip-Strolling Around Blok M Sudin Parekraf Jakarta Selatan itu. Mereka menilai Blok M bukan sekedar tempat nongkrong tapi tempat yang ada sejarahnya.

“Seru banget banyak informasi yang saya dapatkan, yang menarik Blok M itu bukan sekedar tempat nongkrong, tapi tempat yang ada sejarahnya,” kata peserta dari komunitas influencer.

Kepala Seksi Pemasaran dan Atraksi Sudin Parekraf Jakarta Selatan berharap acara ini dapat menjadi pengalaman menarik dan bisa dibagikan ke masyarakat luas.

“Semoga menjadi pengalaman menarik dan di-share ke teman-teman yang lain,” kata Chryshandyni Suri R., kepala Seksi Pemasaran dan Atraksi Disparekraf Jaksel.

Acara Famtrip-Strolling Around Blok M baru pertama kali digelar yang hanya memfokuskan ke satu tempat saja dan peserta berkeliling dengan jalan kaki.

“Ini baru pertama kali menggali 1 spot, sebelumnya biasanya menggali spot dengan menggunakan bus ke beberapa spot,” kata Chryshandyni.

Acara Famtrip-Strolling Around Blok M ini berhasil membuka perspektif baru bahwa Blok M bukan hanya pusat kuliner dan hiburan, tetapi juga menyimpan nilai sejarah serta hidden gem yang menarik untuk dieksplorasi. Diharapkan kegiatan ini dapat semakin mengenalkan Blok M sebagai destinasi wisata urban Jakarta Selatan yang layak dikunjungi.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com