Tag Archives: magma

Jangan Pakai 4 Bahan Ini buat Bersihkan Meja Granit, Pokoknya Jangan!



Jakarta

Granit merupakan material yang bisa menjadi pilihan untuk meja dapur. Granit adalah batu beku yang tahan lama, yang terbentuk selama proses magma yang akhirnya mendingin dan mengkristal.

Ketahanannya yang tinggi menjadikannya sangat dicari. Namun, granit rentan terhadap kerusakan akibat barang sehari-hari. Membersihkan meja dapur granit tidak sembarangan, ada beberapa bahan pembersih yang bisa membuat meja dapur granit rusak.

Melansir house digest, berikut beberapa bahan pembersih yang harus dihindari saat ingin membersihkan meja dapur granit.


Semprotan Pembersih Kaca

Pembersih kaca terkadang digunakan sebagai pembersih serbaguna. Namun, hindari pembersih ini ke meja granit. Biasanya produk pembersih kaca mengandung amonium hidroksida, bahan pembersih yang dikenal dapat merusak granit.

Pembersih kaca dapat membuat granit menjadi kusam setelah digunakan. Pembersih kaca juga dapat merusak lapisan kedap pada granit, sehingga batu di bawahnya rentan terhadap retakan dan noda.

Cuka

Biasanya kamu menggunakan cuka putih untuk menjadi bahan pembersih, namun cuka menjadi salah satu bahan yang harus dihindari dari meja dapur granit. Hal ini karena cuka dapat menyebabkan kerusakan permanen pada granit.

Cuka dapat dengan cepat merusak lapisan kedap batu granit. Selain itu, cuka dapat meninggalkan goresan kecil pada permukaan dan menyebabkan batu kehilangan kilaunya.

Air Lemon

Seperti cuka, lemon bersifat asam dan dapat digunakan untuk membuat pembersih bebas bahan kimia. Meskipun memiliki banyak manfaat, air jeruk lemon tidak boleh digunakan untuk membersihkan granit.

Hal ini dapat merusak meja dapur granit yang pada akhirnya membuat batu tersebut rentan terhadap kerusakan permanen. Masalah lain adalah air lemon dapat mengikis kalsit di dalam batu yang menimbulkan noda putih permanen.

Pemutih dan Desinfektan

Penggunaan pemutih sesekali mungkin tidak akan merusak meja dapur granit yang baru. Namun, membersihkan dengan pemutih dan menggunakan produk serupa pada granit tidak akan sebanding dengan kerusakan yang ditimbulkan dalam jangka panjang.

Pemutih dan desinfektan dapat merusak meja dapur granit karena melemahkan lapisan kedapnya. Sehingga batu akan rentan terhadap noda permanen dari tumpahan, serta retakan.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

4 Kelebihan Lantai Marmer yang Sering Dijuluki Batuan Mahal


Jakarta

Saat ini semakin banyak bangunan yang memakai bahan marmer terutama pada bagian lantai. Meskipun harganya lebih mahal daripada material lantai lainnya, banyak orang rela memasang marmer di rumahnya. Apa ya alasannya?

Lantai marmer memiliki beberapa kelebihan, salah satunya bisa menambah nilai rumah. Sebelum mengetahui kelebihan dari batu satu ini, ketahui dulu apa itu marmer.

Dilansir dari The Spruce, marmer merupakan batu alam yang asalnya dari batu kapur yang melalui proses metamorfosa yakni mendapat tekanan panas sehingga menjadi batu yang lebih keras dengan warna yang indah dan pola berurat. Batuan ini bisa didapatkan di beberapa pegunungan.


Perlu diketahui, marmer berbeda dengan batu granit. Beberapa orang kerap menganggap keduanya sama karena tampilannya yang mirip, padahal keduanya sangat berbeda. Granit adalah batuan beku yang berasal dari magma vulkanik, bukan batuan sedimen berlapis. Dari segi tampilan, batu granit memiliki pola warna berkerikil atau berbintik, sedangkan marmer biasanya memiliki pola urat bergelombang.

Marmer juga memiliki banyak kelebihan yang tidak ditemui pada jenis batuan alam lainnya, berikut di antaranya.

1. Rumah akan Lebih Sejuk

Marmer merupakan jenis batuan yang dapat mengurangi panas pada sebuah ruangan. Batuan ini tidak akan terpengaruh dengan berbagai sistem pemanas di bawah permukaan. Lantai akan tetap dingin meskipun diletakkan benda panas. Meskipun begitu, pemakaian marmer pada rumah yang berada di negara 4 musim tetap cocok karena lantai ini dapat mengalirkan rasa hangat dari penghangat.

2. Punya Desain Unik pada Tiap Produk

Salah satu daya tarik utama marmer adalah tampilannya yang mahal dan alami. Tiap produk marmer bisa memiliki warna dan pola yang berbeda-beda karena hal tersebut secara alami bukan dari kreasi manusia sehingga tidak mudah ditiru.

3. Menambah Nilai Rumah

Rumah yang memakai marmer bisa dihargai lebih mahal karena material bangunan yang dipakai juga tidak main-main. Lantai marmer dapat menambah kesan elegan dan nilai akan rumah tersebut. Nilainya yang mahal bukan tanpa alasan, pemasangannya saja perlu dilakukan oleh tenaga profesional karena marmer adalah bantuan yang memiliki bobot yang cukup berat. Meskipun berat, marmer adalah material yang rapuh sehingga harus hati-hati ketika memasangnya. Kemudian, perawatannya juga perlu hati-hati, jangan sampai tergores terlalu dalam.

4. Lebih Nyaman Dipakai

Terdapat dua jenis tampilan lantai marmer yakni yang telah dipoles dan tidak. Biasanya marmer yang telah dipoles akan memiliki warna yang mengkilap. Selain itu, permukaannya akan lebih licin. Jenis marmer yang mengkilap tidak disarankan dipakai di tempat yang basah seperti dapur dan kamar mandi karena bisa berbahaya.

Efek kaca pada lantai juga bisa membuat tampilan rumah elegan dan terkesan bersih. Bahkan marmer yang berwarna gelap juga bisa memberikan kesan seperti itu.

Itulah beberapa kelebihan lantai marmer. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

Penampakan Air Terjun Keramat dari Samosir



Samosir

Liburan akhir tahun ke Samosir tak lengkap jika tidak mengunjungi Sampuran Na Pitu, air terjun yang dianggap keramat oleh warga setempat.

Air Terjun Sampuran Na Pitu ini dianggap sebagai objek wisata spiritual yang juga dijadikan sebagai tempat ritual oleh warga Samosir.

Dilansir dari website Badan Pelaksana Otorita Danau Toba, air terjun merupakan bagian dari magma yang terangkat ketika Samosir masih sejajar Danau Toba pada proses letusan super volcano.


Namun lambat laun, tebing mulai terbentuk dan jadilah air terjun Sampuran Na Pitu. Sesuai dengan namanya, air terjun Sampuran Na Pitu artinya air yang memiliki tujuh tingkatan.

Dalam setiap tingkatan, air turun bak air hujan. Masyarakat setempat percaya, air terjun ini dipercaya keramat. Air terjun ini dipercaya milik Siboru Langgatan.

“Peziarah yang sering meramaikan tempat ini, biasanya meminta berkah atau ingin menyembuhkan penyakit yang disebabkan dari nonmedis,” tulis akun website BDODT.

Tim detikSumut pun mendatangi langsung Air Terjun Sampuran Na Pitu di Kabupaten Samosir, Minggu (16/12) lalu. Percikan air terjun yang deras memang membuat suasana menjadi sejuk.

Di bawah air terjun Sampuran Na Pitu, ada bak keramik dengan gayung dan terdapat beberapa mangkuk keramik yang sudah disemen.

Sementara itu, tak jauh titik air terjun terdapat pondok dengan arsitektur berbentuk singgasana kerajaan berwarna emas.

Panorama Air Terjun Na Pitu ternyata memiliki magnet menarik para pengunjung untuk dapat menikmati suasana di sekitar air terjun.

“Sejuk tempatnya ya, kita bisa lihat air terjun tapi di pinggir jalan. Terus tempatnya juga sepertinya religius ya kayak ada tempat ritualnya,” ungkap pengunjung asal Jakarta bernama Dinda.

Air Terjun Sampuran Na Pitu di Samosir ini dapat ditempuh dengan jarak sekitar 111 km atau selama 5 jam perjalanan dari Kota Medan.

——

Artikel ini telah naik di detikSumut.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Gunung Batu Spot Ikonik Bukti Gempa Sesar Lembang-Makam Keramat



Cimahi

Gunung Batu di Cimahi, Jawa Barat memang tak termasuk gunung tinggi di Indonesia, namun di sini berbagai aktivitas monumental dilakukan. Rupanya, gunung ini adalah bagian dari Sesar lembang yang paling mencolok.

Gunung Batu memiliki ketinggian 1.228 mdpl. Gunung itu berada di Desa Pagerwangi, Kecamatan Lembang, Bandung Barat.

Di gunung itu berbagai aktivitas monumental dilakukan, mulai dari pembentangan bendera merah putih raksasa pada bulan Agustus, latihan panjat tebing dan vertical rescue, hingga berkaitan dengan bencana alam.


Gunung Batu memang spesial. Gunung itu juga merupakan titik paling terlihat dari Sesar atau Patahan Lembang, sumber gempa bumi yang membentang sepanjang 29 kilometer dari ujung utara di Jatinangor sampai Padalarang di belahan baratnya.

Gunung Batu memiliki ketinggian 1.228 Mdpl yang ada di Desa Pagerwangi, Kecamatan Lembang, Bandung Barat.Gunung Batu memiliki ketinggian 1.228 Mdpl yang ada di Desa Pagerwangi, Kecamatan Lembang, Bandung Barat. (Whisnu Pradana)

“Jadi Gunung Batu ini merupakan bagian dari Sesar Lembang. Dulu ini satu level yang sama, namun kemudian naik ke atas, terangkat oleh aktivitas tektonik,” ujar Peneliti Gempa Bumi pada Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Mudrik Rahmawan Daryono dilansir detikjabar, Kamis (28/8/2025).

Merujuk informasi dari badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika pada sebuah plang informasi di puncak Gunung Batu, Gunung Batu terbentuk akibat membekunya magma yang menerobos daratan atau intrusi sekitar 510 ribu tahun yang lalu atau bertepatan pada kala Pleistosen.

Catatan gempa besar akibat Sesar Lembang terjadi sekitar tahun 1400-an. Sesar Lembang bergerak 1,95 sampai 3,45 milimeter per tahun. Periode keberulangan gempa tersebut diperkirakan 170 sampai 670 tahun.

Sementara itu, Mudrik menyebut berdasarkan penelitian tinggi Gunung Batu terus mengalami peningkatan di setiap event gempa bumi akibat aktivitas Sesar Lembang terjadi.

“Studi kita itu Gunung Batu sudah bergeser sekitar 120 sampai 450 meter, tapi yang paling muda itu 120 meter. Dari penelitian terakhir, Gunung Batu ini naik 40 sentimeter akibat gempa dengan magnitudo 6,5 sampai 7. Jadi 1 kali event gempa itu bisa bergeser naik 1 meter sampai 2 meter, tapi yang terakhir 40 sentimeter,” kata Mudrik.

Makam Keramat di Puncak Gunung Batu

Bagian puncak Gunung Batu Lembang tak sulit didaki. Jalurnya sudah terbentuk berupa jalan setapak, ketinggiannya tak terlalu ekstrem, sehingga banyak menjadi destinasi berolahraga maupun jalan-jalan warga sekitar.

Di puncak, beragam aktivitas biasa dilakukan. Mulai dari sekadar duduk santai, berfoto, penelitian lantaran terdapat pos pengamatan pergerakan tanah Sesar Lembang milik BMKG, hingga pelaksanaan ritual.

Menariknya, ada satu bangunan di puncaknya yang papan namanya bertuliskan ‘Makam Patilasan Mbah Mangkunagara Mbah Jambrong’. Makam dua nama yang lazim digunakan pada zaman kerajaan itu ada di dalam bangunan berupa bedeng berdinding triplek.

detikjabar menengok pusara berkeramik biru muda. Nisannya ditulis menggunakan cat hitam, font yang digunakan asal-asalan, cuma demi menegaskan bahwa itu merupakan makam Mbah Jamrong atau Mbah Jambrong dan Mbah Mangkunagara.

Di sebelahnya, ada batu berukuran besar. Makam keramat itu terkunci dari luar. Penjaganya alias juru kunci makam keramat ialah Lasmana alias Abah Ujang. Pria warga Lembang yang dipercaya menjaga makam keramat itu melanjutkan orangtua dan leluhurnya.

“Sejarahnya seperti diceritakan oleh orang tua abah dan sesepuh, Gunung Batu ini dulunya itu tempat berkumpulnya para dalem, pemimpin suatu wilayah,” kata Abah Ujang.

Gunung Batu memiliki ketinggian 1.228 Mdpl yang ada di Desa Pagerwangi, Kecamatan Lembang, Bandung Barat.Gunung Batu memiliki ketinggian 1.228 Mdpl yang ada di Desa Pagerwangi, Kecamatan Lembang, Bandung Barat. (Whisnu Pradana)

Lantas siapa Mbah Mangkunagara dan Mbah Jambrong? Berdasarkan penjelasan yang ia terima sebelum dipercaya sebagai kuncen, kedua nama itu merupakan kepala negara dan wakilnya. Mbah Mangkunagara sebagai kepala negara dan Mbah Jambrong ialah wakilnya.

Mbah Mangkunagara juga dikenal sebagai Aki Gul Wenang, sementara Mbah Jambrong dikenal sebagai Eyang Jagawalang. Mbah Mangkunagara bukan kepala negara dalam konteks seperti presiden, melainkan pemimpin di wilayahnya di masa itu. Sementara Mbah Jambrong merupakan pendampingnya.

“Ya seperti sekarang itu gubernur, bupati, kalau dulu kan dalem. Jadi dari Gunung Batu ini, mereka sering mengadakan pertemuan dengan kepala negara daerah lain, di sini semedi raganya sementara jiwanya bisa terbang kemana-mana. Itu dilakukan kalau mereka sedang rapat,” kata Abah Ujang.

Gunung Batu di Kecamatan Lembang yang diyakini sebagai bagian dari Patahan Lembang yang paling jelasGunung Batu di Kecamatan Lembang yang diyakini sebagai bagian dari Patahan Lembang yang paling jelas (Whisnu Pradana/detikcom)

Kebijaksanaan dan kesaktian kedua orang itu, kemudian tersebar kemana-mana. Keduanya diyakini tilem atau meninggal dunia dengan raganya berada di suatu tempat yang orang biasa tahu. Sementara pusara di puncak Gunung Batu, sebagai manifestasi atas tilemnya dua tokoh yang bisa diyakini sebagai hikayat ataupun mitos.

“Saya mulai jadi kuncen di sini sejak tahun 1992, kalau awalnya keluarga saya jadi kuncen di tahun 1940-an,” kata Abah Ujang.

Banyak orang yang datang ke makam keramat itu. Maksud dan tujuannya berbeda satu sama lain. Ada yang datang demi meraih kesuksesan, ada yang datang ingin meminta ini dan itu, namun selalu ditekankan bahwa upaya itu hanya sebagai syariat.

“Saya selalu sampaikan meminta tetap pada Allah SWT, jangan menduakan dengan meminta di makam keramat ini. Cuma kita harus yakini, bahwa ketika berdoa itu ada syariatnya, dan makam ini jadi syariatnya,” kata Abah Ujang.

“Banyak yang datang ketika mendekati pemilu, kemudian mau ujian, mau menikah, mau sukses bisnis. Ada yang dari Jakarta, Bogor, Sukabumi, jadi enggak cuma dari Lembang saja,” dia menambahkan.

***

Selengkapnya klik di sini.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com