Tag Archives: malioboro

Ini 10 Tempat Wisata Sekitar Malioboro yang Wajib Dikunjungi


Jakarta

Ada banyak tempat wisata di sekitar Malioboro, Yogyakarta. Kawasan Malioboro sendiri selalu ramai dipadati pengunjung, apalagi saat memasuki musim liburan.

Karena sebentar lagi akan memasuki long weekend libur Idul Adha, tak ada salahnya untuk merencanakan liburan selama empat hari ke Yogyakarta. Jika tak ingin pergi ke tempat wisata yang jauh, masih ada tempat wisata sekitar Malioboro yang wajib dikunjungi.

Penasaran, apa saja tempat wisata sekitar Malioboro yang wajib dikunjungi saat liburan? Simak ulasannya dalam artikel ini.


Tempat Wisata Sekitar Malioboro yang Wajib Dikunjungi

Ada banyak tempat wisata di sekitar Malioboro yang patut dikunjungi. Namun perlu diingat, saat momen libur Idul Adha mungkin ada sedikit perbedaan jam operasional dan harga tiket masuk.

Biar nggak penasaran, berikut rekomendasi tempat wisata sekitar Malioboro, Yogyakarta:

1. Titik 0 Km

Rekomendasi yang pertama ada Titik 0 Km. Lokasinya yang berada di ujung selatan Malioboro ini menjadi salah satu spot yang selalu ramai oleh wisatawan.

Area pedestriannya begitu luas sehingga dapat menampung bayak orang. Saat malam hari, Titik 0 Km begitu meriah karena dihiasi lampu hias.

Kalau ingin berfoto-foto, disarankan datang pada sore menjelang malam hari dan saat cuaca sedang cerah. Sebab, gedung-gedung tua peninggalan kolonial Belanda di sekitar Titik 0 Km dapat memberikan kesan estetik.

2. Tugu Yogyakarta

Tugu Jogja menjadi salah satu spot favorit pegiat fotografi. Lampu-lampu jalanan hingga kendaraan bisa menjadi 'kanvas' untuk melukis cahaya di Tugu Jogja.Foto: Andhika Prasetia/detikcom

Travelers tentu sudah tidak asing dengan landmark yang satu ini. Tugu Yogyakarta merupakan salah satu primadona dan selalu ramai dikunjungi wisatawan untuk berfoto-foto.

Meski begitu, kamu tak bisa foto secara dekat karena lokasinya berada di tengah perempatan yang ramai kendaraan. Tapi jangan khawatir, kamu bisa foto-foto dari atas trotoar sambil menikmati tugu yang tingginya sekitar 15 meter.

3. Taman Sari

Destinasi wisata yang satu ini juga wajib dikunjungi saat berlibur ke Yogyakarta. Daya tarik dari Taman Sari adalah terdapat kolam pemandian, lorong bawah tanah, dan memiliki desain bangunan unik.

Di lahan seluas 10 hektare lebih, Taman Sari memiliki 57 bangunan kokoh. Bangunan tersebut menggabungkan arsitektur Jawa dan Portugis.

4. Keraton Yogyakarta

Bangunan Bangsal Magangan di dalam kompleks Keraton Yogyakarta sedang menjadi perbincangan hangat karena tersebar foto penampakan ular melingkari salah satu tiang atau pilar Bangsal Magangan.Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom

Sekitar 10 menit dari Malioboro, detikers bisa berkunjung ke salah satu objek wisata paling terkenal di Kota Pelajar, yaitu Keraton Yogyakarta.

Keraton Yogyakarta atau Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat adalah salah satu destinasi untuk wisatawan yang ingin mengenal budaya Yogyakarta. Keraton didirikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I pada 1755.

Luas area Keraton Yogyakarta sekitar 184 hektare. Di dalamnya terdapat tempat tinggal Sultan. Lalu, terdapat juga museum yang berisi barang-barang kesultanan, seperti hadiah dari raja Eropa, replika pusaka keraton, hingga gamelan.

5. Alun-alun Kidul

Salah satu alun-alun yang terkenal di Yogyakarta adalah Alun-alun Kidul. Selain digunakan oleh masyarakat untuk bersantai, Alun-alun Kidul juga terkenal dengan ritual masangin.

Masangin adalah suatu ritual dengan berjalan melintasi celah di antara kedua pohon beringin dengan mata tertutup. Berdasarkan mitos yang beredar, orang yang berhasil melewati beringin dengan mata tertutup berarti hatinya bersih dan lapang.

6. Museum Benteng Vredeburg

Museum Benteng VredeburgFoto: (dok. IHA)

Masih di sekitar Malioboro, ada salah satu objek wisata yang juga wajib untuk dikunjungi, namanya Benteng Vredeburg.

Di dalamnya terdapat museum yang berisi peninggalan sejarah di masa lalu, sehingga bisa berwisata sambil menambah pengetahuan. Selain itu, cat tembok yang serba putih juga menjadi buruan wisatawan agar mendapat spot foto keren dan estetik.

Sebagai informasi, Benteng Vredeburg mulai dibangun sekitar tahun 1760-an oleh Sri Sultan Hamengkubuwono. Arsitek dari benteng ini adalah Frans Haak.

7. Taman Pintar

Ingin jalan-jalan sambil menambah wawasan bagi anak-anak? Cobalah datang ke Taman Pintar. Di tempat ini, travelers dapat mencoba berbagai permainan yang seru dan edukatif, seperti wahana ekspresi, apresiasi, dan kreasi sains.

Hebatnya, Taman Pintar menjadi salah satu taman edukasi terbaik se-Asia Tenggara. Dinamai Taman Pintar karena di kawasan ini para siswa mulai dari prasekolah sampai sekolah menengah atas (SMA bisa memperdalam pemahaman materi pelajaran di sini.

8. Pasar Beringharjo

Suasana di Pasar Beringharjo, Jogja, Selasa (26/12/2023).Foto: Adji G Rinepta/detikJogja

Bagi kamu yang suka belanja dan mencicipi kuliner khas Yogyakarta, sempatkan diri untuk mampir ke Pasar Beringharjo. Umumnya, wisatawan yang datang ke sini ingin membeli batik khas Jogja.

Namun tak hanya batik, masih banyak sejumlah barang-barang menarik yang ditawarkan, mulai dari kaus, tote bag, dress batik, sandal batik, hingga berbagai oleh-oleh lainnya.

9. Kebun Binatang Gembira Loka

Yogyakarta juga memiliki kebun binatang yang besar lho, namanya Gembira Loka. Koleksi satwa di kebun binatang ini cukup beragam, mulai dari macan, harimau, hingga gajah.

Selain itu, terdapat juga berbagai koleksi tumbuhan di Gembira Loka. Oh ya, jangan lewatkan juga pertunjukan satwa seperti beruang madu, orang utan, dan burung merak.

10. Gudeg Yu Djum

Setelah lelah berkeliling di sekitar Malioboro, sempatkan diri untuk mampir ke Gudeg Yu Djum. Tentu, kurang lengkap rasanya kalau pergi ke Yogyakarta namun tak mencicipi nikmatnya sepiring gudeg dan sambal krecek.

Nah, salah satu restoran gudeg yang terkenal di Yogyakarta adalah Gudeg Yu Djum. Sepiring gudeg dibanderol mulai dari Rp 20 ribuan saja.

Jangan khawatir kalau penuh, sebab Gudeg Yu Djum memiliki banyak cabang, salah satunya ada di sekitar kawasan Malioboro.

Itu dia 10 tempat wisata sekitar Malioboro yang wajib dikunjungi. Sudah pernah datang ke salah satu tempat wisata di atas belum?

(ilf/inf)



Sumber : travel.detik.com

7 Tempat Ngabuburit Asyik di Jogja, Catat Biar Tidak Lupa



Yogyakarta

Mengisi waktu untuk mengunggu berbuka puasa, traveler bisa ngabuburit asyik di 7 destinasi wisata di Yogyakarta ini. Apa saja? Catat dulu biar tidak lupa.

Ngabuburit menjadi momen yang ditunggu-tunggu untuk berburu takjil, maupun menikmati suasana khas Ramadan. Di berbagai daerah, termasuk Yogyakarta, tradisi ini semakin meriah dengan beragam pilihan tempat yang bisa dikunjungi.

Bagi traveler yang sedang mencari tempat ngabuburit yang seru di Yogyakarta, ada beberapa lokasi yang bisa menjadi pilihan.


Dikutip dari Antara, Selasa (4/3/2025), berikut 7 rekomendasi tempat ngabuburit di Yogyakarta:

1. Jalan Malioboro

Pertama tentu saja Malioboro. Jalan Malioboro merupakan ikon Yogyakarta yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Sambil menunggu waktu berbuka, Anda dapat berjalan-jalan menikmati suasana khas.

Traveler bisa mencuci mata dengan melihat deretan toko, pedagang kaki lima, dan seniman jalanan yang sedang beraksi. Selain itu, terdapat banyak penjual makanan tradisional yang dapat dijadikan pilihan untuk takjil berbuka puasa.

2. Titik Nol Kilometer

Titik Nol Kilometer adalah pusat kota yang dikelilingi oleh bangunan bersejarah seperti Kantor Pos Besar dan Benteng Vredeburg. Tempat ini sering dijadikan lokasi berkumpulnya komunitas dan pertunjukan seni jalanan, sehingga cocok untuk ngabuburit sambil menikmati suasana kota.

3. Garrya Bianti

Bagi yang ingin menghabiskan bulan Puasa di Jogja, Garrya Bianti Yogyakarta siap menyambut para tamu dengan pengalaman yang nyaman, tenang, dan penuh makna. Punya konsep slow living yang menenangkan, destinasi ini menghadirkan berbagai pengalaman istimewa selama musim liburan.

Traveler dapat menikmati kuliner khas Nusantara dan Thailand di Refresh All-Day Dining, mengikuti sesi wellness seperti sound healing di tengah alam, water sound healing, kelas eco-pounding, membuat jamu, atau bersantai dengan pemandangan taman tropis yang asri.

Wisatawan bisa juga berkeliling desa di Sleman Utara sambil mengendarai mobil klasik dan berkunjung ke kebun jamur. Tentunya ini akan jadi pengalaman yang berbeda bagi keluarga.

“Kami ingin menghadirkan suasana yang nyaman dan penuh kehangatan bagi para tamu yang merayakan bulan Puasa bersama keluarga, maupun mencari ketenangan setelah perjalanan panjang,” ujar Ridwan Heriyadi, General Manager Garrya BiantiYogyakarta.

4. Kampung Ramadan Jogokariyan

Setiap bulan Ramadan, Kampung Jogokariyan mengadakan pasar sore yang menjajakan berbagai kuliner khas untuk berbuka puasa. Suasana religius dan kekeluargaan sangat terasa di sini, menjadikannya tempat yang tepat untuk ngabuburit sambil berburu takjil.

5. Lembah UGM

Kawasan Lembah Universitas Gadjah Mada menjadi ramai saat Ramadan dengan adanya pasar takjil yang menjual berbagai makanan dan minuman untuk berbuka. Lokasinya yang strategis dan dekat dengan masjid memudahkan pengunjung untuk melaksanakan ibadah setelah berbuka.

6. Pantai Parangtritis

Bagi yang ingin menikmati suasana pantai, Pantai Parangtritis bisa menjadi pilihan untuk ngabuburit. Menjelang senja, pemandangan matahari terbenam di pantai ini sangat memukau. Anda juga dapat menyewa ATV atau delman untuk berkeliling pantai sambil menunggu waktu berbuka.

7. Obelix Hills

Obelix Hills menawarkan pemandangan alam dari ketinggian yang menawan. Tempat ini cocok untuk ngabuburit sambil menikmati panorama matahari terbenam dan berfoto di spot-spot yang disediakan. Selain itu, terdapat kafe yang menyajikan berbagai menu untuk berbuka puasa.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Jogja atau Malang, Mana yang Lebih Cocok Buat Healing?


Jakarta

Healing adalah pilihan liburan bagi masyarakat terkini yang kehidupan sehari-harinya sangat sibuk. Lokasi healing biasanya indah, nyaman, dan cenderung tenang dengan fasilitas serta layanan berkualitas sesuai harapan pengunjung.

Tentunya, healing akan lebih menyenangkan jika terlaksana dengan biaya ekonomis. Detikers bisa membuat itinerarynya lebih dulu untuk menentukan budget yang tepat selama healing.

Pilih Jogja atau Malang untuk Healing?

Jogja dan Malang biasanya masuk dalam pilihan lokasi tujuan healing karena sama-sama menawarkan wilayah dengan hawa sejuk. Jogja dan Malang juga punya banyak pilihan lokasi wisata


Itinerary Jogja

Biaya transportasi

  • KA Bengawan Pasarsenen (PSE)-Lempuyangan (LPN) Rp 74 ribu
  • KA Progo Pasarsenen (PSE)-Lempuyangan (LPN) Rp 189 ribu
  • Untuk di dalam wilayah tersedia angkutan umum Trans Jogja dengan taris Rp 2.700

Biaya makan

  • Satu kali makan berkisar Rp 15-30 ribu bergantung pilihan menu
  • Tersedia menu alternatif angkringan dengan harga mulai dari Rp 1.500

Biaya menginap

  • Home stay Rp 59 ribu per malam
  • Budget room at Homestay Cahaya Tansport Rp 99.999 per malam

Biaya piknik

Traveler bisa cari tempat liburan dengan tarif masuk murah atau gratis misal:

  • Kawasan Malioboro
  • Titik 0 km
  • Alun-alun Kidul.

Itinerary Malang

Biaya transportasi

  • KA Matarmaja Pasarsenen (PSE)-Sumberpucung (SBP) Rp 189 ribu
  • KA Matarmaja Pasarsenen (PSE)-Malang (ML) Rp 189 ribu
  • KA Matarmaja Pasarsenen (PSE)-Kepanjen (KPN) Rp 189 ribu
  • KA Matarmaja Pasarsenen (PSE)-Malang Kota Laman (SBP) Rp 189 ribu
  • Untuk di dalam wilayah tersedia mikrolet dengan tarif Rp 5.000

Biaya makan

  • Satu kali makan Rp 15-30 ribu
  • Tersedia menu lain untuk sarapan dengan harga Rp 7-10 ribu

Biaya menginap

  • SPOT ON 90797 Sukun Syariah Homestay Rp 71.125 per malam
  • OYO 90684 Happy Homestay Syariah Rp 91.326 per malam

Biaya piknik

Traveler bisa cari tempat liburan dengan tarif masuk murah atau gratis misal:

  • Alun-alun Kota Malang
  • Taman Trunojoyo
  • Hutan Kota Malabar.

Itinerary ini tentunya hanya gambaran karena tarif yang ditetapkan bisa berubah tiap saat bergantung kebijakan pengelola. Dengan mengetahui biaya hidup minimal, traveling bisa memilih lokasi healing yang tepat.

Traveler juga bisa memasukkan destinasi wisata yang hendak dituju, rute, dan pilihan transportasinya. Jangan lupa membawa uang cash secukupnya jika diperlukan sewaktu-waktu dan bekal minum untuk menekan pengeluaran.

(row/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
image : unsplash.com / Thomas Tucker

Itinerary 3 Hari 2 Malam ke Jogja untuk Budget Rp 1 Jutaan


Jakarta

Liburan ke Jogja dengan budget Rp 1 jutaan untuk 3 hari 2 malam ternyata memungkinkan. Tentunya traveler harus melakukan perencanaan dengan baik dan disiplin menerapkannya saat liburan. Komitmen traveler mencegah liburan justru bikin kantong bocor dan sangat boros.

Sebelum berangkat ke Jogja, traveler bisa cek lebih dulu itinerary yang diperlukan saat liburan. Selanjutnya, menghitung kisaran biaya yang diperlukan agar liburan jadi murah dan menyenangkan. Termasuk menyediakan uang lebih sebagai antisipasi jika ada kebutuhan lain.

Rincian Biaya Itinerary Jogja 3 Hari 2 Malam

Dikutip dari situs travel dan arsip berita detikTravel, itinerary liburan di Jogja terdiri dari:


Biaya transportasi

  • Cek promo dan hindari momen liburan serta jam sibuk agar harga tiket tidak melambung
  • Jangan lupa sertakan biaya transportasi lokal atau sewa kendaraan untuk memudahkan mobilitas traveler.

Biaya menginap

  • Saat ini banyak hotel dan homestay menawarkan harga murah yang bisa dimanfaatkan traveler
  • Sebelum memesan, pastikan tempat menginap tersebut ada lengkap dengan layanannya supaya traveler tidak kena scam.

Biaya makan

  • Pos budget ini termasuk makan besar, jajan snack, dan ngopi
  • Porsi makan harus cukup sesuai kebutuhan traveler sehari-hari.

Aktivitas

  • Traveler bisa memilik destinasi pariwisata yang gratis namun ikonik misal Alun-alun Kidul, Titik 0 Km Jogja, dan Jalan Malioboro
  • Alternatif lain adalah memilih tempat wisata dengan harga tiket murah misal museum, candi, dan pantai
  • Traveler sebaiknya bawa bekal makan dan minum agar tidak jajan sembarangan.

Perkiraan Biaya Liburan Jogja Budget Rp 1 Jutaan

Rancangan anggaran itinerary di Jogja selama liburan 3 hari 2 malam dengan budget Rp 1 jutaan kurang lebih sebagai berikut

Tiket pulang pergi Rp 200-400 ribu

  • KA Bengawan Pasarsenen (PSE)-Lempuyangan (LPN) Rp 74 ribu.
  • KA Progo Pasarsenen (PSE)-Lempuyangan (LPN) Rp 189 ribu.

Penginapan dua malam Rp 200 ribu

  • Budget Room At Homestay Cahaya Transport 2 Rp 99.999 per malam.
  • Home stay Rp 58.265 per malam.
  • Gita Benara Rp 94.770 per malam.

Makan, ngemil, ngopi Rp 200-270 ribu

  • Makan besar 3 kali sehari dengan 1 kali makan Rp 30 ribu.
  • Jika ingin ngemil atau ngopi maka harus ada penyesuaian pada budget makan besar.

Oleh-oleh Rp 200 ribu

  • Pilih oleh-oleh yang harganya miring.
  • Beli oleh-oleh di tempat yang memang menyediakan harga kompetitif..

Piknik dan transport lokal Rp 200-300 ribu

  • Pastikan tempat yang akan dikunjungi serta rutenya telah diketahui, sehingga traveler tidak boncos.

Dengan perencanaan ini, budget liburan Jogja 3 hari 2 malam sekitar Rp 1-1,4 juta. Sebagai pengingat, rancangan anggaran ini adalah gambaran umum kebutuhan dasar liburan di Jogja dan tarifnya. Besaran biaya bisa berubah seiring kebijakan pengelola transportasi, kuliner, tempat wisata, dan pihak terkait

Tips Hemat Budget Liburan Jogja Rp 1 Jutaan

Berikut adalah tips lain yang akan melindungi keuangan traveler saat liburan, agar benar-benar cukup tanpa mengurangi esensi liburan untuk healing dan relaksasi:

  • Pesan tiket jauh-jauh hari sebelum liburan
  • Traveler sebaiknya bawa perlengkapan pribadi dan obat-obatan sendiri
  • Pilih tempat makan dengan harga terjangkau dan pastinya berkualitas
  • Traveler bisa menggunakan transportasi publik jika memungkinkan
  • Bawa uang cash secukupnya dalam pecahan kecil
  • Jangan terpancing dengan spot viral jika memang tidak masuk budget liburan.

Liburan ke Jogja dengan budget terbatas ternyata bisa diterapkan. Tips dan perancangan anggaran ini bisa dilakukan di rencana liburan traveler lainnya. Happy traveling, detikers.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

Tempat Nongkrong Anti-mainstream di Jogja, Embung Langensari



Yogyakarta

Yogyakarta begitu identik dengan Malioboro, Prawirotaman atau Jakal (Jalan Kaliurang). Tapi Jogja juga punya tempat nongkrong anti-mainstream dan gratis!

Adalah Embung Langensari, sebuah waduk yang dibuat untuk menampung kelebihan air di saat hujan. Kawasan ini baru dibangun pada tahun 2015 dan dikembangkan sebagai tujuan wisata lokal pada tahun 2017.

Lokasinya ada di Jalan Kusbini, Klitren, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta. Embung ini buka 24 jam dan tidak tidak memungut biaya masuk alias gratis. Traveler hanya perlu membayar biaya parkir sebesar Rp 2.000 untuk kendaraan roda dua.


Saat malam hari, Embung Langensari tampak bercahaya dengan kelap-kelip lampu yang dipasang berwarna-warni. Dengan pohon-pohon rindang yang mengelilingi waduk, Embung Langensari tampak makin fotogenik.

Embung Langensari di YogyakartaEmbung Langensari di Yogyakarta Foto: (bonauli/detikcom)

Semakin malam, Embung Langensari semakin ramai. Ada banyak kedai makanan dengan model food truck di sana. Pengunjung dibuat nyaman dengan fasilitas kursi dan meja yang menghadap ke arah penampungan air.

Kalau mau lesehan juga bisa, ada lapangan yang cukup luas di area tengah. Pengunjung bisa bebas memilih sudut terbaik untuk nongkrong. Bahkan tak sedikit yang mengerjakan tugas di sini.

Kedai-kedai di Embung Langensari mulai buka saat sore hingga malam hari. Pengunjung bisa puas berwisata kuliner, ada berbagai macam jenis makanan yang dijual. Mulai dari burger, kopi, sampai street food viral. Harganya juga masih terbilang ramah di kantong.

Sebagai gambaran, segelas es teh jumbo dihargai Rp 4.000, makanan berat seperti mie mentai dimulai dari harga Rp 15.000, sampai burger viral mulai dari Rp 28.000.

Embung Langensari di YogyakartaEmbung Langensari di Yogyakarta Foto: (bonauli/detikcom)

Pusa (22), seorang mahasiswi yang baru pertama kali ke sini cukup senang ketika diajak main ke sini oleh teman-temannya. Dengan bekal lotion anti-nyamuk, ia langsung merasa betah untuk nongkrong.

“Ini tempatnya enak buat nongkrong bareng teman, banyak makanan, suasananya juga asyik. Walaupun enggak terlalu luas, lampu-lampu yang dipasang bikin foto estetik. Mau ke sini lagi nanti,”‘ ucapnya senang kepada detikTravel pada Sabtu (22/11/2025)

Sementara Yozar (24), sudah ke sini berulang kali. Ia merasa sangat nyaman nongkrong di sini sampai-sampai membawa gitar untuk berdendang bersama teman-teman.

“Tempatnya cozy, gerai makanan banyak. Ini kaya sunmori versi malam,” kata Yozar.

Embung Langensari di YogyakartaPengunjung Embung Langensari di Yogyakarta Foto: (bonauli/detikcom)

(bnl/ddn)



Sumber : travel.detik.com