Tag Archives: mancing

HTM, Fasilitas, Wahana, dan Jam Buka


Jakarta

Fishing Valley Bogor adalah tempat wisata keluarga di Bogor yang cocok dikunjungi saat momen liburan. Destinasi wisata ini menawarkan keseruan bermain air waterpark, kuliner, hingga pengalaman memancing di kolam pribadi.

Pengunjung juga bisa menikmati suasana sejuk pegunungan dan pemandangan alam yang menenangkan. Menjadikannya sebagai tempat bersantai, bermain, refreshing, dan menikmati waktu bersama keluarga, teman, ataupun orang tersayang.

Lalu, ada apa aja ya Fishing Valley Bogor?


Kolam Renang Fishing Valley WaterPark Bogor

Fishing Valley WaterPark memiliki beragam kolam renang yang cocok untuk semua usia.Ada kolam renang dangkal yang aman dan menyenangkan untuk anak. Kolamnya pun dilengkapi dengan permainan air, ember tumpah, dan perosotan.

Ada juga kolam pantai, kolam untuk orang dewasa yang lebih besar, harga kolam semi olympic untuk yang bisa dipakai untuk kegiatan lomba berenang.

Kolam renang di Fishing Valley Bogor WaterPark.Kolam renang di Fishing Valley Bogor WaterPark. (dok. Instagram @fishingvalley)

Mancing di Fishing Valley Bogor

Sesuai namanya, tempat ini menyediakan spot memancing yang ideal bagi para pemancing pemula maupun profesional. Pengunjung bisa menyewa kolam pancing private untuk acara keluarga maupun acara kantor.

Selain mancing, kita juga bisa nyebur untuk tangkap ikan di kolam beramai-ramai. Untuk menyewa kolam mancing, pengunjung perlu melakukan booking terlebih dahulu bisa melalui nomor telepon/WA di 0852 8139 2253.

Permainan dan Outbound

Dilihat dari akun Instagramnya @fishingvalley (22/11/2024), selain area waterpark, kuliner dan mancing, di Fishing Valley Bogor juga tersedia berbagai permainan seru yang bisa pengunjung coba.

Mulai dari flying fox, sky bike, burma bridge, bebek gowes di danau, bola apung, hingga sewa becak mini.

Bebek gowes di danau area Fishing Valley Bogor.Bebek gowes di danau area Fishing Valley Bogor. (dok. Instagram @fishingvalley)

Fasilitas di Fishing Valley Bogor

  • Area kolam mancing pribadi
  • Kolam renang anak dan dewasa
  • Kamar ganti dan toilet
  • Lapangan futsal outdoor
  • Playground
  • Tempat makan
  • Aula untuk acara family gathering dengan panggung.
  • Live music
  • Area parkir.

Alamat Fishing Valley Bogor

Fishing Valley Bogor berlokasi di Jl. Raya Pemda No.107, Pasir Jambu, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.

Jam Operasional

Fishing Valley Bogor buka setiap hari dari jam 08.00 – 18.00 WIB. Sementara, untuk area kolam pancing harian pada hari Selasa tutup.

Harga Tiket Masuk (HTM)

Harga tiket masuk Fishing Valley Bogor adalah Rp 30.000 per orang. Sementara, untuk anak di bawah 1 tahun tidak dikenakan biaya masuk.

WaterPark Bogor menjadi tempat yang ideal untuk menghabiskan waktu bersama keluarga atau teman, sambil menikmati kesegaran air dan suasana alam yang menenangkan.

(khq/fds)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Hutan Kota Munjul Jadi Spot Favorit Mancing dan Refreshing Warga



Jakarta

Warga Cipayung, Jakarta Timur tidak perlu jauh-jauh untuk mancing atau pun refreshing. Kegiatan itu bisa dilakukan di Hutan Kota Munjul.

Hutan Kota Munjul itu merupakan hutan konservasi dan kawasan resapan air. Hutan kota itu memiliki luas sekitar 1,43 hektar

Saat detikTravel berkunjung ke hutan kota itu pada Jumat (27/7/2024). Masuk melalui pintu masuk depan gerbang utama Pondok Pesantren Al Hamid, Hutan Kota Munjul itu tampak kecil. Hanya terdapat sebuah parkiran, kolam, dan pos jaga.


Penasaran akan luasannya, detikTravel pun mengikuti jalur pejalan kaki yang ada di sana. Akhirnya kesan lahan kecil itu pun sirna ketika masuk lebih dalam lagi, setelah masuk barulah terlihat lahan yang luas dengan tiga kolam besar di dalamnya.

Pepohonan yang rindang, embusan angin sepoi-sepoi hingga kicau burung pun menemani setiap langkah. Saat siang pengunjung masih belum terlihat, barulah sekitar pukul 14.00 WIB mulai berdatangan.

Beberapa remaja datang dengan joran di tangan mereka seperti akan berperang. Joran pun dipersiapkan dan mulai mengolah umpan, tak berselang lama kail yang sudah dipasang umpan itu dilemparkan ke kolam.

Divo bersama Rafli, mereka begitu gemar dengan kegiatan memancing ini. Bagi Vio memancing adalah sebuah aktivitas yang bisa membuat pikiran tenang selepas bekerja atau di hari libur pekerjaannya.

“Nggak sering sih ke sini kalau ngeluangin waktu doang, ke sini biasanya pasti mancing. Kalau mancing di sini tergantung mood juga dari jam berapanya, tapi paling biasanya dari jam 12.00 sampai jam 15.00 atau paling lama jam 17.00 WIB,” kata Vio sambil menyiapkan umpan.

Walaupun sebetulnya memancing di kolam Hutan Kota Munjul menurut Divo tak selalu berhasil mendapatkan ikan. Nmun di samping itu daripada suntuk berdiam diri di rumah, alhasil memancing di sini jadi cara pengusir suntik.

Biasa ikan yang berhasil ia kantongi beragam, mulai dari red devil, mujair, sapu-sapu hingga gabus. Saat Divo pergi dari kolam, Rafli bersorak karena kailnya mendapat sambaran dan saat diangkat ternyata bukanlah ikan, melainkan udang air tawar yang ukurannya cukup besar.

Tak cuma sekali ternyata, sudah dua kali umpannya salah sasaran. Bukannya ikan yang didapat tapi udang air tawar lagi yang harus ia angkat.

“Dia kadang nyamber, kadang nggak. Ini tumbenan udang mulu yang dapet, biasanya dia ngumpet di pinggiran sini,” kata Rafli.

Beranjak dari spot Divo dan Rafli, tak jauh dari mereka juga terdapat beberapa pemancing remaja yang fokus memperhatikan pelampung pancing. Salah satunya adalah Rivaldi, di masa libur setelah lulus SMA kegiatannya diisi dengan memancing.

Sedari kecil memancing sudah jadi kegiatan favorit dirinya. Dalam satu minggu, Rivaldi bisa menyempatkan memancing di Hutan Kota Munjul hingga tiga kali.

“Biasa mancing di sini kalau lagi dapet banyak bisa enam atau tujuh, ukurannya sebesar tiga jarian. Nanti ikannya buat ditaruh di kolam (rumah),” ujarnya.

“Seneng aja gitu udah kaya hobi gitu, dari kecil juga memang suka mancing,” dia menambahkan.

Sebetulnya di kawasan Hutan Kota Munjul terdapat plang bertuliskan atur di hutan kota ini, dan memancing adalah satu dari aturan lainnya yang tidak diperbolehkan. Namun menurut petugas keamanan, Teguh menyebut selagi tidak merusak dan tidak memakai jala.

Teguh juga mengatakan memang terdapat ikan di tiga kolam di dalam ini tapi berukuran kecil. Sore hari tiba pemancing juga mulai silih berdatangan, namun kata Teguh setiap menjelang pukul 17.00 WIB sudah mulai diberitahu untuk meninggalkan Hutan Kota Munjul dan hutan kota ini bisa didatangi setiap harinya.

“Buka dari jam 07.00 sampai jam 18.00 WIB, kalau pengunjung tuh jam 16.30 udah steril (clear area),” kata Teguh.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Waduk Cacaban di Tegal, Tempat Wisata Indah Berlatar Perbukitan Hijau


Jakarta

Waduk Cacaban di Tegal, Jawa Tengah, bisa jadi pilihan detikers yang ingin healing dan refreshing. Tempat wisata ini menawarkan pemandangan indah dengan latar perbukitan hijau.

Tak heran jika udara sejuk dan panorama yang menyenangkan langsung ‘menyergap’ pengunjung di Waduk Cacaban, Tegal. Eloknya pemandangan makin lengkap dengan view air tenang dan pulau kecil di tengah waduk.

Waduk Cacaban awalnya adalah sarana penunjang pertanian bagi warga setempat. Namun pemandangan alam yang memukau, telah menarik perhatian masyarakat Tegal dan sekitarnya untuk berwisata.


Ngapain Aja di Waduk Cacaban?

Sejumlah perahu nelayan bersandar di pinggir Waduk Cacaban yang airnya mulai menyusut di Desa Karanganyar, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Selasa (29/8/2023). Volume air Waduk Cacaban untuk mengairi sekitar 7.000 hektar persawahan itu sejak lima bulan terakhir menyusut drastis dari normal 50 juta meter kubik menjadi 7,3 juta meter kubik sehingga dapat mengakibatkan berkurangnya pasokan air untuk mengairi areal persawahan di wilayah Pantura. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/tom.Waduk Cacaban. (Oky Lukmansyah/Antara)

Selain pemandangan yang indah, Waduk Cacaban menyediakan berbagai fasilitas bagi para pengunjung. Aneka layanan ini bikin liburan terasa makin komplit.

Berikut beberapa aktivitas dan pelayanan yang tersedia di Waduk Cacaban, Tegal, seperti dijelaskan laman Sekretariat Daerah Kabupaten Tegal:

1. Naik Perahu

Di area Cacaban, ada Pulau Gendu yang tepat berada di tengah waduk. Wisatawan bisa naik perahu menuju pulau yang bikin pemandangan Waduk Cacaban terlihat unik tersebut.

Berkendara dengan perahu memungkinkan pengunjung merasakan langsung segarnya udara di Waduk Cacaban. Sensasi inilah yang bikin Waduk Cacaban menjadi pilihan untuk refreshing.

2. Mancing dan Kulineran

Ingin makan mie rebus atau hidangan favorit lain sambil menikmati Waduk Cacaban? Tenang, wisatawan bisa mewujudkan agenda liburan ini lewat berbagai jenis kuliner yang tersedia di area waduk.

Berbagai pilihan menu dan olahan udang, ikan mujair, ikan gabus, dan sebagainya bisa dinikmati pengunjung. Wisatawan bahkan bisa memancing sendiri ikan yang akan dikonsumsi.

3. Joging atau Naik Kuda

Bagi wisatawan yang ingin melihat dari dekat hijaunya perbukitan Waduk Cacaban, kegiatan joging dan naik kuda bisa jadi pilihan. Area ini disebut mirip Bukit Teletubbies karena warnanya yang hijau, naik turun, dan lebih dari satu bukit. Selain itu, tersedia sepeda listrik untuk menikmati dari dekat indahnya Waduk Cacaban.

4. Arena Permainan Anak

Tempat ini juga dilengkapi dengan area permainan anak atau playground gratis dengan beberapa permainan. Biar nggak bosan, anak-anak bisa diajak kemari untuk bermain.

5. Fasilitas

  • Area parkir luas
  • Gardu panjang atas
  • Mushola
  • Warung makan
  • Playground
  • Dermaga apung
  • Jogging track
  • Wisata hutan
  • Perahu wisata.

Lokasi dan Harga Tiket Masuk

Bukit Teletubbies Waduk CacabanBukit Teletubbies Waduk Cacaban (detikTravel)

Lokasi Waduk Cacaban berada di Desa Penujah, Kecamatan Kedung Banteng, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Dengan jarak sekitar 11 km dari pusat kota Kabupaten Tegal, lokasi Waduk Cacaban tidak terlalu jauh atau dekat.

Jarak inilah yang memungkinkan Waduk Cacaban menjaga kondisi alam, sekaligus jadi pilihan wisata bagi warga Tegal dan sekitarnya. Waduk Cacaban bisa ditempuh dalam waktu 25 menit dari pusat kota.

Bagi yang ingin piknik di Waduk Cacaban wajib datang pukul 06.00-20.00, sesuai aturan jam operasional tempat wisata. Jangan lupa membayar tiket masuk sebesar:

  • Dewasa: Rp 9.000 (weekday) dan Rp 10.000 (weekend & hari libur)
  • Anak-anak: Rp 8.000.

Happy tamasya di Waduk Cacaban detikers, jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan dan ketertiban selama berada di tempat umum saat datang hingga kembali pulang.

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

Rawa Talanca, Cocok Dikunjungi si Mancing Mania di Sukabumi



Sukabumi

Buat kamu si Mancing Mania, saatnya agendakan perjalanan ke Sukabumi. Di sana ada Rawa Talanca yang asyik untuk dikunjungi para pehobi mancing.

Terik matahari siang itu menyengat kulit di Kampung Talanca, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. Lokasinya yang tak jauh dari pesisir pantai Loji, membuat hawa panas terasa wajar.

Namun, di balik hawa panasnya yang hot, terdapat pemandangan menakjubkan. Sebuah rawa tenang yang membentang sejauh mata memandang. Sebagian permukaan airnya dihiasi oleh tanaman eceng gondok yang menjadi hiasan alami tempat tersebut.


Rawa ini dikenal sebagai Rawa Talanca, sesuai dengan nama kampung tempatnya berada. Rawa Talanca terbentuk akibat pendangkalan sungai yang kemudian menjadi kali mati.

Tanah yang timbul dari pendangkalan ini secara perlahan dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk bertani, sementara air yang terjebak di sana berubah menjadi rawa.

“Sejak saya kecil sudah ada Rawa Talanca ini. Dulu ada dua cabang sungai, satu langsung ke muara, satunya lagi ke daerah Talanca sini. Nah, aliran sungai kecil ini mati karena pendangkalan, sampai akhirnya berubah jadi rawa,” cerita Ponso, seorang warga Simpenan, kepada detikJabar.

Kini, Rawa Talanca menjadi sumber penghidupan bagi warga setempat. Air dari rawa ini dialirkan ke irigasi untuk mendukung area pertanian warga.

Pesona Rawa TalancaPesona Rawa Talanca Foto: Syahdan Alamsyah

Selain itu, rawa ini juga menjadi rumah bagi berbagai jenis ikan. Cocok banget dikunjungi buat kamu-kamu yang hobi tarik ulur joran untuk menangkap ikan.

“Rawa Talanca ini memang spot mancing yang tidak ada duanya. Ikan di sini besar-besar, dan jenisnya juga beragam. Saya pernah dapat ikan nila yang beratnya sampai 2 kilogram,” ujar Ponso dengan mata berbinar.

Bagi warga setempat, Rawa Talanca bukan hanya sekadar tempat mencari nafkah, tetapi juga bagian penting dari kehidupan mereka sehari-hari.

Sejumlah warga bahkan sengaja membuat warung lengkap dengan spot mancing. Namun seiring berjalannya waktu, lokasi itu tak lagi ramai dikunjungi pemancing.

“Sengaja bikin bale, untuk yang mancing. Dulu itu sehari bisa sampai belasan orang mancing sampai malam menginap di bale, namun katanya ikan-ikan di sini sudah tidak seperti dulu lagi jadi malas nyamber umpan pemancing. Hanya beberapa saja yang masih rutin mancing tidak seramai dulu,” tutur Raram, pemilik warung di Rawa Talanca.

Raram menceritakan, ikan di rawa Talanca bebas dipancing asal tidak menggunakan jala, setrum dan racun.

“Dulu itu ada spanduk larangan. Hanya sudah rusak, jadi tidak terlihat,” lirihnya.

Aktivitas Raram kini hanya mengelola apa yang tersisa. Bekas-bekas kayu yang biasa digunakan untuk memancing pun kini sudah mulai terlihat lapuk.

“Sebenarnya kalau saja pemerintah mau, lokasi ini dijadikan tempat wisata pasti bakalan ramai. Lebih ditata lagi, dibuat cantik lagi. Karena pemandangan di sini memang bagus, banyak mangrove juga,” pungkasnya.

——

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Ada si ‘Raja Biawak’ di Balik Keindahan Rawa Talanca



Sukabumi

Di balik keindahan Rawa Talanca Sukabumi, ada cerita tentang si Raja Biawak yang ‘menguasai’ tempat itu. Bagaimana kisahnya?

Rawa Talanca berlokasi di Kampung Talanca, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. Rawa ini dikenal sebagai spot favorit para pemancing.

Di lokasi yang merupakan bagian dari kali atau sungai mati itu, siapa saja bebas melontarkan kail mereka. Berbagai jenis ikan menanti untuk dipancing di rawa ini.


Namun, siapa sangka, di balik rimbunnya tanaman eceng gondok, tersembunyi seekor biawak yang konon berukuran besar, bahkan nyaris mencapai panjang 1,5 meter.

Warga setempat bahkan menjuluki hewan tersebut sebagai ‘Raja Biawak’. Amih Raram (60), seorang pemilik warung kecil di sekitar rawa, tak akan pernah melupakan hari saat ia pertama kali bertemu sang ‘Raja Biawak’.

Suara gedebuk keras mengagetkannya sore itu. Penasaran, Amih segera mendekati sumber suara, dan apa yang ia lihat benar-benar membuatnya terpaku.

“Awalnya saya kira suara itu cuma hewan biasa, tapi waktu saya lihat ternyata ada dua ekor biawak sedang kawin. Yang satu besar sekali, panjangnya kurang lebih 1,5 meteran. Rasanya merinding waktu itu,” cerita Amih dengan raut wajah serius, belum lama ini.

Saat berada di lokasi, kondisi sekitar rawa itu hampir setengah permukaannya tertutup eceng gondok. Tidak heran, tanaman dengan bunga berwarna ungu atau biru muda ini memang dikenal berkembang biak dengan cepat.

Rawa Talnaca di Kabupaten Sukabumi.Rawa Talnaca di Kabupaten Sukabumi. Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar

Sekilas, seekor biawak terlihat berenang dengan tenang menuju rimbunan eceng gondok, namun ukurannya hanya beberapa sentimeter, bukan sang ‘Raja Biawak’ yang diceritakan Amih.

“Bukan itu, itu mah yang kecil. Walau ukurannya hanya segitu, tapi sudah beberapa kali bikin repot karena memangsa ayam peliharaan saya. Tapi mau bagaimana lagi, warung saya memang dekat sekali dengan rawa,” tukas Amih sambil tersenyum, seolah mengerti saat detikJabar menatap lekat biawak kecil itu.

Amih mengungkap, tidak sedikit orang yang datang ke rawa untuk berburu biawak. Beberapa dari mereka bahkan membawa senapan angin. Biawak-biawak itu, katanya, diburu untuk dimakan dagingnya, yang konon dipercaya memiliki khasiat dalam mengobati penyakit gatal.

“Entah benar atau tidak, tapi beberapa dari mereka bilang daging biawak yang dimasak dan dibumbui itu enak dan bagus untuk mengobati penyakit gatal. Kalau saya mah, boro-boro. Ngebayanginnya saja sudah geli,” ujar Amih lirih.

Kembali ke soal Raja Biawak, Amih menjelaskan bahwa hewan besar itu biasanya muncul ketika air di rawa naik atau setelah hujan deras.

Biawak tersebut sering terlihat berenang di antara rimbunan eceng gondok atau naik ke permukaan dan berjalan di pinggiran rawa.

“Kalau lihat manusia, biasanya dia tidak langsung lari. Dia tidak akan menyamperi, tapi kalau merasa terancam, ya, dia akan menghindar. Kalau tidak didekati, dia tidak akan kabur. Tapi, kalau saya sih ngeri, ya, melihatnya saja sudah bikin takut,” pungkasnya.

Keberadaan biawak raksasa tersebut tidak mjadi suatu yang menakutkan bagi para pehobi mancing di daerah tersebut. Bagi mereka, Rawa Talanca adalah sebuah berkah.

Dengan ketenangan airnya yang dalam, rawa ini memang menjadi tempat favorit bagi para pemancing dari desa sekitar karena habitat ikannya yang beragam.

——-

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Sisi Lain Gua Sunyaragi: Jadi Tempat Mancing Bocil-bocil



Cirebon

Taman Sari Gua Sunyaragi di Cirebon ternyata punya sisi lain. Bagian belakang gua ini ternyata bisa berubah menjadi tempat pemancingan yang ramai diserbu bocil-bocil.

Siang itu, suasana kompleks bersejarah Taman Sari Gua Sunyaragi tampak sepi, hanya ada beberapa anak berusia belasan tahun yang sedang asyik bermain.

Tak hanya sekedar bermain, beberapa anak juga tampak sedang memancing di area kolam yang letaknya di belakang Gua Sunyaragi.


Dengan menggunakan alat pancing seadanya, sambil duduk, tampak anak-anak fokus menunggu ikan melahap kail pancing, sambil sesekali berbicara dengan anak-anak lain di sampingnya. Terlihat juga anak-anak lain yang tidak ikut memancing sedang berlarian dengan teman sebayanya.

Menurut salah satu anak yang ikut memancing di kolam Gua Sunyaragi, Azri (14) mengaku, cukup senang bisa ikut memancing di kolam bagian belakang Gua Sunyaragi.

Menurutnya, selagi anak-anak tertib, dan tidak merusak area gua, maka tidak ada larangan untuk mancing di kolam bagian belakang Gua Sunyaragi.

“Kalau main sekedar mancing kayak gitu mah, nggak dimarahin, asalkan anak-anaknya pada anteng saja,” ucap Azri.

Kebanyakan, lanjut Azril, anak-anak yang memancing ikan merupakan anak yang tinggal di sekitar lokasi Gua Sunyaragi. Mereka masuk ke kompleks gua melalui pagar kecil yang ada di belakang, yang berbatasan langsung dengan pemukiman penduduk.

Selain Azri, anak-anak lain yang sering bermain di Gua Sunyaragi adalah Rafif (12). Menurutnya, meski ketika musim kemarau, kolam di bagian belakang Gua Sunyaragi mengering, tetapi saat musim hujan seperti sekarang, area kolam akan dipenuhi air dan juga ikan.

Biasanya, lanjut Rafif, jenis ikan yang didapat adalah ikan mujair. Sama seperti Azri, Rafif sendiri merasa senang ketika bisa mancing di kolam yang sudah berusia ratusan tahun tersebut.

“Senang mancing di situ, soalnya ada ikannya, biasanya ikan mujair. Kalau ada airnya sudah dari dulu dibuat untuk mancing, kadang ada juga orang yang mancing di sungai, terus ikannya dimasukin ke kolam, biar tambah banyak ikannya,” tutur Rafif.

Selain memancing ikan, menurut Rafif, lahan kosong di area belakang Gua Sunyaragi juga digunakan untuk bermain bola. Salah satu alasan Rafif bermain bola di Gua Sunyaragi adalah karena tidak adanya lapangan bola di dekat rumahnya.

“Iyah kadang main bola di sini juga, soalnya di sini sepi, jadi dimanfaatin buat main bola. Sama nggak ada lapangan paling dekat juga. Yang paling dekat yah lapangan yang di sini (Gua Sunyaragi),” tutur Rafif.

Menurut Rafif, tidak ada pelarangan bagi anak-anak sekitar lokasi goa Sunyaragi untuk bermain dan memancing di kolam Gua Sunyaragi. Kecuali, lanjut Rafif, ketika anak-anak sudah mulai berbuat nakal dengan naik ke area bebatuan Goa Sunyaragi.

“Yah kadang-kadang saja, kalau anak-anaknya pada nakal dan jahil, kayak pada naik ke batu-batu karang yah itu dimarahin sama penjaganya,” tutur Rafif.

Meski Rafif dan teman-temannya senang bermain di Gua Sunyaragi, tapi, Rafif dan temannya masih berharap, suatu saat nanti di sekitar rumahnya, akan ada lapangan bola sendiri.

“Yah pengen, kalau ada lapangan baru buat main di dekat sini mah,” pungkas Rafif.

Sejarah Gua Sunyaragi

Taman Sari Gua Sunyaragi merupakan kompleks bersejarah yang ada di Kota Cirebon. Taman ini didirikan pada tahun 1596, dengan diarsiteki oleh Penambahan Losari, cucu dari Sunan Gunung Jati. Untuk bahan utamanya pembuatannya, yakni menggunakan batu karang.

Dulu, Gua Sunyaragi digunakan untuk tempat bermain dan itikaf para keluarga sultan Cirebon. Gua Sunyaragi sendiri memiliki beberapa bagian bangunan yang memiliki fungsi yang berbeda-beda, seperti Gua Pengawal yang digunakan sebagai tempat istirahat, Gua Simayang sebagai pos jaga dan Mande Beling digunakan untuk tempat memberi petuah.

Pada saat masih digunakan keluarga sultan Cirebon, dahulu, area sekitar Gua Sunyaragi merupakan perairan, sehingga pada masa itu, keluarga sultan yang ingin datang ke Gua Sunyaragi harus menggunakan perahu terlebih dahulu.

——-

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Wisata Viral di Kota Depok, Bisa Buat Ngabuburit Nih



Jakarta

Aktivitas ngabuburit selalu menjadi yang paling dinantikan selagi menunggu waktu berbuka puasa di bulan Ramadan. Yang tinggal di Depok, bisa ngabuburit ke sini.

Ngabuburit identik dengan kegiatan jalan-jalan santai yang dilakukan di sore hari menjelang buka puasa. Biasanya tempat yang dipilih adalah kawasan teduh dan nyaman yang bisa buat duduk-duduk atau sekadar foto-foto.

Enaknya lagi kalau dekat dengan kawasan wisata kuliner, jika saat berbuka tiba umat muslim dapat segera melepas dahaga dan lapar di sana.


Depok punya beberapa kawasan wisata yang viral sampai ikonik, cocok untuk ngabuburit.

Berikut 5 tempat wisata Depok untuk traveler:

1. Jusuf Kalla Library

Perpustakaan Jusuf Kalla, UII, Depok, JabarPerpustakaan Jusuf Kalla, UII, Depok, Jabar (Ari Saputra/detikcom)

Jusuf Kalla Library merupakan perpustakaan baru yang berlokasi di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Depok, Jawa Barat. Perpustakaan ini dikunjungi oleh ribuan orang setiap hari.

Tak hanya tempatnya yang nyaman, kawasan ini juga cocok untuk foto-foto. Perpustakaan ini buka hanya di hari kerja yaitu Senin-Jumat mulai pukul 09.00-21.00 WIB.

Lokasi: Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Depok, Jawa Barat

2. Masjid At Thohir

Pengunjung berswafoto dengan latar belakang video mapping yang ditampilkan saat acara Khazanah Fest di Masjid At-Thohir, Depok, Jawa Barat, Minggu (2/4/2023). Masjid At-Thohir yang dibangun sejak tahun 2022 dengan gaya arsitektur klasik modern tersebut menampilkan pertunjukkan video mapping nuansa Ramadhan. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/YUMasjid At-Thohir yang dibangun sejak tahun 2022 dengan gaya arsitektur klasik modern tersebut menampilkan pertunjukkan video mapping nuansa Ramadhan. (Asprilla Dwi Adha/Antara)

Masjid At Thohir diresmikan pada tanggal 9 Maret 2022 oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kehadiran masjid ini menjadi manfaatkan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan keislaman.

Masjid At-Thohir yang dirancang dengan gaya arsitektur klasik modern dibangun di atas lahan seluas 2,8 hektare. Masjid bernuansa putih ini memiliki kapasitas 1.976 orang di area dalam masjid dan 1.395 di fasilitas pendukung plaza serbaguna.

Lokasi: Jl. Mochamad Thohir, RT.01/RW.12, Tapos, Kec. Tapos, Kota Depok, Jawa Barat

3. Situ Rawa Kalong

Wisatawan melintas di jembatan apung Situ Rawa Kalong, Depok, Jawa Barat, Sabtu (25/1/2025).  Jembatan apung yang dibangun kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemkot Depok tersebut menjadi daya tarik  bagi warga yang berkunjung memanfaatkan libur akhir pekan, serta libur panjang Isra Miraj Nabi Muhammad dan Tahun Baru Imlek. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/Spt.Wisatawan melintas di jembatan apung Situ Rawa Kalong, Depok, Jawa Barat (Yulius Satria/Antara)

Situ Rawa Kalong beralamat di Kelurahan Curug, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat. Danau ini memiliki luas 8,25 hektare.

Dulunya kumuh dan jadi tempat pemancingan, Situ Rawa Kalong telah direvitalisasi dengan berbagai fasilitas seperti gedung aula, floating deck, vertical garden atau taman dinding, taman lansia, pedestrian, area UMKM, alun-alun kecil yang instagramable, dan catwalk terapung.

Kawasan ini memiliki fungsi ganda yaitu tempat konservasi dan wisata. Tempat ini viral karena diresmikan oleh Ridwan Kamil dan Bonge.

Lokasi: Jalan Rajabrana, Kelurahan Curug, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat, atau berdekatan dengan Green Lake View Cimanggis.

4. Masjid Dian Al Mahri

Masjid Kubah Emas Dian Al Mahri di DepokMasjid Kubah Emas Dian Al Mahri di Depok (Afriyana/d’Traveler)

Masjid Dian Al Mahri atau Kubah Emas menjadi salah satu destinasi wisata religi di Depok. Tak jarang wisatawan dari luar kota berdatangan ke masjid ini.

Masjid ini memang mempunyai kubah yang berwarna emas. Sementara, arsitekturnya bergaya timur tengah. Wisatawan dapat melihat lima kubah di masjid yang terdiri dari empat kubah kecil dan satu kubah besar.

Lokasi: Jl. Meruyung Raya, Meruyung, Kecamatan Limo, Kota Depok.

5. Taman Albar

Kota Depok disebut kota dengan jumlah Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) terbanyak se-Indonesia. Salah satunya Taman Alun-alun dan Hutan Kota Wilayah Barat (Albar) di Kecamatan Bojongsari (Devi P/detikcom)Kota Depok disebut kota dengan jumlah Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) terbanyak se-Indonesia. Salah satunya Taman Alun-alun dan Hutan Kota Wilayah Barat (Albar) di Kecamatan Bojongsari (Devi P/detikcom)

Taman Alun-alun dan Kota Depok Wilayah Barat (Taman Albar) diresmikan pada 19 September 2024, taman ini memiliki berbagai fasilitas penunjang untuk wisatawan. Taman Albar memiliki luas 2,1 hektar.

Yang bikin taman ini viral adalah fasilitas bermain, apalagi untuk anak-anak. Mulai dari jembatang gantung, jogging track, playground sampai area jajan lengkap disediakan.

Taman Albar dibuka setiap hari Selasa-Minggu pukul 06.00-18.00 WIB. Hari Senin, Taman Albar tutup untuk perawatan.

Lokasi: dekat Situ Tujuh Muara, Kecamatan Bojongsari, Depok, Jawa Barat.

6. Godong Ijo

Mengutip website resminya, Godong Ijo adalah tempat wisata dengan konsep hutan di tengah kota. Menariknya, Godong Ijo dinobatkan sebagai amazing garden se-Asia Tenggara.

Godong Ijo sudah berdiri cukup lama, yaitu sejak tahun 1998. Adapun fasilitas yang dimiliki yaitu kolam pemancingan, restoran sunda, function room, hingga vertical garden center.

Destinasi ini buka setiap Senin-Jumat mulai pukul 08.00-17.00 WIB. Sementara pada Sabtu-Minggu mulai pukul 08.00-20.00 WIB. Harga tiket masuknya adalah Rp 30 ribu. Lalu biaya lainnya disesuaikan dengan aktivitas yang dipilih.

Lokasi: Jl. Cinangka Raya KM 10 No. 60 Serua-Bojongsari, Depok.

7. Studio Alam TVRI

Studio Alam TVRI cocok untuk menjadi tempat menenangkan diri sejenak dari hiruk pikuk dan kemacetan. Menurut website Pesona Indonesia, Studio Alam TVRI sebenarnya bukanlah tempat wisata, melainkan lokasi syuting untuk film-film kolosal Indonesia.

Ada berbagai pepohonan rindang, rumah-rumah tradisional dan danau buatan. Selain itu, ada banyak spot menarik untuk berfoto-foto.

Studio Alam TVRI buka setiap hari pada pukul 08.00-18.00 WIB. Kawasan ini tidak dipungut biaya, namun untuk parkir motor adalah Rp 5.000 dan untuk parkir mobil Rp 10.000.

Lokasi: Jalan Raden Saleh No. 90, Sukmajaya, Depok.

8. Taman Rekreasi Wiladatika

Taman rekreasi wiladatika memiliki berbagai jenis taman. Dahulu, taman ini diperuntukkan untuk kegiatan pramuka saja, tapi sekarang terbuka untuk umum.

Tak hanya untuk bersantai menikmati keindahan taman, kawasan ini mempunyai berbagai wahana permainan seperti bom-bom car, gokart hingga kereta mini. Selain itu Taman Rekreasi Wiladatika juga menjadi tempat gathering, olahraga dan outbond.

Adapun tiket masuk untuk umum adalah Rp 10.000, dan untuk pramuka adalah Rp 5.000. Taman ini buka setiap hari mulai pukul 08.00-16.00 WIB.

Lokasi: Jl. Jambore No.1, Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok.

9. Situ Pengasinan

Dengan luas mencapai 6 hektar, Situ Pengasinan adalah salah satu tempat wisata paling populer di Depok. Pengunjung bisa datang setiap saat, karena Situ Pengasinan buka setiap hari pukul 07.00-18.00 WIB.

Namun jika ingin menikmati wahana permainan, pengunjung harus membayar tiket lebih dulu. Contoh wahana yang tersedia adalah perahu bebek. Pengunjung juga bisa menikmati jogging track, mancing, atau jajan di area tersebut.

Lokasi: Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Depok.

10. Taman Lembah Gurame

Lembah Gurame dapat dikunjungi untuk menghabiskan waktu sore bersama keluarga. Selain itu, taman asri yang dipenuhi dengan pohon dan kolam ini juga bisa dijadikan sarana belajar untuk anak-anak agar lebih mengenal berbagai jenis tanaman.

Selain ada nama di setiap tanaman, ada pula informasi mengenai pentingnya sebatang pohon, lubang biopori dan cara mengelola sampah. Fasilitasnya berupa kolam ikan, lapangan futsal, jogging track hingga jalur khusus refleksi.

Taman ini buka setiap hari mulai pukul 06.00-18.00 WIB. Wisatawan tidak dikenakan biaya jika ingin mengunjungi Taman Lembah Gurame.

Lokasi: Jalan Gurame Raya, Perumnas Depok 1, Pancoran Mas, Depok.

(bnl/fem)



Sumber : travel.detik.com

16 Pantai Sekitar Jakarta, Destinasi Pilihan Piknik Bareng Keluarga


Jakarta

Pantai selalu jadi pilihan piknik bareng keluarga saat libur nasional atau akhir pekan. Laut biru, angin sepoi, dan ruang terbuka memungkinkan anak serta orang tua bermain bersama atau sekadar santai menikmati hari.

Bagi warga Jakarta dan sekitarnya yang mau piknik ke pantai tentu tak perlu khawatir. Tersedia banyak pilihan pantai yang bisa diakses gratis atau berbayar sebagai destinasi wisata bersama orang-orang terkasih

16 Pilihan Pantai Sekitar Jakarta

Berikut adalah beberapa pantai yang bisa jadi tujuan wisata di Jakarta dan sekitarnya, dikutip dari arsip tulisan detikcom dan media sosial pantai terkait.


1. Aloha Pasir Putih PIK 2

Sesuai namanya, pantai ini menyediakan nuansa khas Hawaii dengan pasir putih dan angin sejuk. Sebagai tempat wisata keluarga, pantai ini menyediakan banyak ruang terbuka dan aneka pilihan kuliner.

Di Aloha Bisa Wisata Pantai Pasir Putih Sambil Jajan Pizza dan Giant SquidAloha Pasir Putih PIK 2 (detikfood)
  • Lokasi: Jalan Laksamana Yos Sudarso PIK 2, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten.
  • Harga tiket masuk: Gratis, tidak termasuk tarif parkir dan wahana bermain.

2. Pulau Macan

Dengan konsep ramah lingkungan, Pulau Macan menikmati lingkungan alam yang sangat nyaman dan indah. Pengunjung bisa menikmati sunset dan sunrise sambil berenang, snorkeling, atau diving.

Pulau Macan Kecil atau Pulau Macan GundulPulau Macan Kecil atau Pulau Macan Gundul (Putu Intan/detikcom)
  • Lokasi: Kepulauan Seribu.
  • Harga tiket masuk: Sesuai pilihan paket wisata.

3. Pantai Florida

Destinasi wisata ini menawarkan pantai yang nyaman, landai, dan tanpa karang sehingga minim risiko bagi pengunjung. Traveler bisa menyewa aneka sarana permainan air, tempat menginap, atau perlengkapan piknik pada biro wisata yang dikelola warga. Pantai Florida kerap disebut Pantai Florida Indah Anyer atau Pantai Florida 1 dan 2 yang semuanya merujuk pada lokasi yang sama.

  • Lokasi: Jalan Raya Karang Bolong, Sindanglaya, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten.
  • Harga tiket masuk: Pejalan kaki Rp 15 ribu, motor Rp 30 ribu, mobil Rp 100 ribu.

4. Pantai Carita

Lokasi wisata Pantai Carita sudah lama menjadi pilihan warga Jakarta dan sekitarnya untuk liburan. Pasir putih plus angin sepoi sangat cocok bagi traveler yang ingin refreshing bersama keluarga dari penatnya hari kerja.

Wisatawan menikmati objek wisata Pantai Carita saat libur lebaranPantai Carita (Aris Rivaldo/detikcom)
  • Alamat: Jl. Raya Carita Nomor 28, Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten.
  • Harga tiket masuk: Tiket per orang Rp 15 ribu, motor (2 orang): Rp 30 ribu, mobil pribadi: Rp 30 ribu.

5. Pantai Ancol

Kawasan Ancol sudah lama dikenal sebagai destinasi wisata warga Jakarta. Ancol tak pernah sepi pengunjung apalagi saat libur panjang. Bagi pengunjung yang ingin menikmati Ancol, berikut beberapa pantai di Ancol yang direkomedasikan:

Kawasan Pantai Lagoon Ancol, Jakarta Utara jadi salah satu pilihan destinasi wisata dalam momen hari pertama lebaran Idul Fitri. (ANTARA/Fitra Ashari)Pantai Lagoon Ancol, Jakarta Utara (ANTARA/Fitra Ashari)

– Pantai Lagoon: Pantai ini dilengkapi area untuk berenang. Area pantainya aman dikunjungi anak-anak hingga orang dewasa

– Pantai Festival: Area terbuka di pantai ini kerap menjadi lokasi festival atau agenda lain. Di ini pengujung bisa melihat dermaga kayu yang melintang di bibir pantai, tempat pengunjung menikmati keindahan laut.

– Pantai Marina: Pantai ini dilengkapi pelabuhan kecil untuk bersandarnya kapal. wisatawan yang mau menyeberang ke area Kepulauan Seribu memulai perjalanan dari sini.

– Pantai Indah Ancol: Pantai ini memiliki lokasi strategis dilengkapi kuliner, wisata bahari lain sebagainya

– Pantai Ria: Panatai ini didominasi pohon kelapa menjulang dan hamparan pasir putih menawan.

  • Lokasi: Taman Impian Jaya Ancol, Jl. Lodan Timur No.7, RT.14/RW.10, Ancol, Kec. Pademangan, Jakarta Utara.
  • Harga tiket masuk: Rp 30 ribu, belum termasuk tarif parkir dan tiket masuk per wahana.

6. Pantai Marunda

Destinasi wisata ini identik dengan pemandangan tanggul beton yang memungkinkan pengunjung melihat sunset, mancing, atau sekadar bengong. Pantai yang dianggap makin bersih ini juga punya aneka pilihan kuliner dan dekat tempat wisata lain yang juga menarik, misal Rumah Si Pitung.

Sejumlah pengunjung berjalan setibanya untuk berlibur di Pantai Marunda, Jakarta, Kamis (3/4/2025). Pengelola objek wisata pantai tersebut mengenakan tiket masuk Rp10 ribu hingga Rp20 ribu per orang sehingga ramai dikunjungi warga saat periode libur Lebaran 2025. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/nym.Pantai Marunda, Jakarta (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/nym) Foto: ANTARA FOTO/SULTHONY HASANUDDIN
  • Alamat: Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.
  • Harga tiket masuk: Rp 10 ribu, tidak termasuk biaya parkir.

7. Pulau Bidadari

Gugusan Kepulauan Seribu memang selalu menarik untuk dijelajahi, tak terkecuali Pulau Bidadari. Sesuai namanya pulau ini memberikan pemandangan indah, ombak tenang, dan suasana nyaman.

Sandiaga renang di pulau bidadariSandiaga renang di Pulau Bidadari (Muhammad Fida ul Haq/detikcom)
  • Lokasi: Kepulauan Seribu.
  • Harga tiket masuk: Rp 50 ribu, belum termasuk tarif parkir dan akomodasi lainnya.

8. Pantai Sambolo 1

Pantai yang Bali banget ini punya pasir coklat halus dan deburan ombak yang sangat cocok dinikmati sambil jalan santai. Dikutip dari akun medsos Media Dinas Pariwisata & Ekonomi Kreatif Serang @funtasticserang, Pantai Sambolo punya jembatan menjorok ke laut yang bisa dinikmati pengunjung.

  • Alamat: Jl. Raya Anyer-Sirih, Bandulu, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Banten.
  • Harga tiket masuk: Rp 10 ribu, tidak termasuk biaya parkir.

9. Pantai Pasir Perawan

Destinasi di Pulau Pari, Kepulauan Seribu ini, punya pemandangan yang bikin traveler seketika merasa lebih segar dan tidak lagi penat. Di sini, pengunjung bisa merasakan bermain di air laut jernih dan pasir putih yang halus.

  • Alamat: Jl. Pari Utama, Pulau Pari, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Jakarta.
  • Harga tiket masuk: Rp 5 ribu tidak termasuk biaya parkir, penyeberangan, dan sewa alat.

10. Pulau Perak

Kawasan ini adalah satu dari banyak gugusan pulau di Kepulauan Seribu Jakarta. Di sini, pengunjung bisa menikmati air pantai yang segar dan halusnya pasir putih. Tentunya, pengunjung bisa menyewa banana boat sebagai sarana hiburan.

  • Alamat: Kepulauan Seribu, Jakarta.
  • Harga tiket masuk: Gratis, tidak termasuk biaya penyeberangan dan tambahan lain.

11. Pulau Tidung

Detikers yang ingin berkunjung ke Pulau Tidung bisa menggunakan perahu penyeberangan dari Muara Angke. Total perjalanan sekitar tiga jam, sebelum bisa menikmati pasir putih dan air biru.

Pulau Tidung di Kepulauan TidungPulau Tidung di Kepulauan Tidung (Bonauli/detikcom)
  • Lokasi: Kepulauan Seribu
  • Harga tiket masuk: Rp 20-50 ribu belum termasuk parkir dan sewa fasilitas.

12. Pulau Untung Jawa

Kawasan Untung Jawa menawarkan banyak fasilitas pada pengunjung untuk menikmati suasana pantai. Misalnya, gazebo dan berbagai sarana wisata pantai yang bisa digunakan bersama teman dan keluarga.

Penampakan dari atas Pulau Untung Jawa Kepulauan SeribuPulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu (Kemenparekraf)
  • Lokasi: Kepulauan Seribu.
  • Harga tiket masuk: Rp 50 ribu, belum termasuk tarif parkir dan akomodasi lainnya.

13. Pantai Tanjung Lesung

Tanjung Lesung menawarkan keindahan bawah laut buat kamu yang suka snorkeling dan diving. Misalnya terumbu karang aneka warna dan air laut biru kehijauan. Kamu juga bisa menikmati penginapan dan sarana hiburan lain yang disediakan warga sekitar.

Tanjung LesungTanjung Lesung Foto: (dok. Istimewa)
  • Lokasi: Desa Tanjung Jawa, Kecamatan Panimbung, Kabupaten Pandeglang, Banten.
  • Harga tiket masuk: Rp 25 ribu di hari biasa dan Rp 40 ribu pada akhir pekan belum termasuk tarif parkir.

14. Pantai Sawarna

Pantai yang ini cocok buat para pecinta olahraga selancar. Dengan ombak yang kuat dan konsisten serta lingkungan aman, pengunjung bisa surfing tanpa rasa khawatir. Tentunya, pantai ini juga bisa dinikmati para pecinta snorkeling.

  • Lokasi: Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten
  • Harga tiket masuk: Rp 5 ribu di hari biasa dan Rp 10 ribu pada akhir pekan, belum termasuk tarif parkir.

15. Pantai Lontar

Destinasi wisata ini bisa jadi spot favorit kamu berburu sunset dan angin sepoi. Di sini juga tersedia jembatan pelangi yang membelah hutan mangrove sebagai benteng abrasi. Tentunya kamu bisa selfie, healing, atau sekadar jalan-jalan di sini.

  • Lokasi: Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten.
  • Harga tiket masuk: Rp 10 ribu belum termasuk parkir dan tarif masuk hutan mangrove.

16. Pantai Tanjung Layar

Seperti namanya, pantai ini memiliki tebing berbentuk menyerupai layar perahu kayu yang terbuka. Dikutip dari situs Indonesia Kaya, tebing ini bisa dilihat dari atas bukit yang bisa diakses lewat sebuah tangga. Pemandangan dari atas bukit memungkinkan pengunjung melihat langsung deburan ombak pantai, angin sepoi, dan pemandangan matahari tenggelam.

  • Lokasi: Dewa Wisata Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten.
  • Harga tiket masuk: Rp 10 ribu, belum termasuk parkir dan sewa perlengkapan liburan.

Buat detikers yang ingin piknik ke pantai di sekitar Jakarta, jangan lupa update informasi lebih dulu ya. Informasi harga tiket, parkir, transportasi, dan biaya lain memungkinkan persiapan liburan yang lebih baik.

(row/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Ini Dia, Pulau Terpadat dan Paling Kaya di Kepulauan Seribu


Jakarta

Pulau Kelapa tercatat sebagai wilayah dengan penduduk paling banyak sekaligus terkaya di Kepulauan Seribu, Jakarta. Paling kaya merujuk pada perputaran uang yang sangat aktif sehingga berdampak baik pada perekonomian warga.

Warga Pulau Harapan mengelola sektor wisata yang memang menjadi keunggulan wilayah tersebut. Sektor ini banyak dilirik wisatawan terutama pada saat libur. Para wisatawan bisa berenang, snorkeling, atau sekadar menikmati pantai bersama keluarga.

Pulau Paling Padat di Kepulauan Seribu

Penduduk Pulau Kelapa mencapai 7.708 jiwa berdasarkan data BPS Kabupaten Kepulauan Seribu tahun 2023, yang dikutip dari Kecamatan Kepulauan Seribu Utara Dalam Angka Kepulauan Seribu Utara tahun 2024. Jumlah tersebut terdiri dari 3.840 laki-laki dan 3.868 perempuan.


Kepadatan Pulau Kelapa mencapai 2.987,59 per km2 dan menjadi yang terbesar di seluruh wilayah administrasi Kabupaten Kepulauan Seribu. Pulau Kelapa sebetulnya adalah kelurahan yang terdiri dari 36 pulau lain. Sebanyak dua pulau berpenghuni sedangkan 34 lain tidak didiami penduduk. Dua pulau yang berpenghuni adalah Pulau Kelapa dan Pulau Kelapa Dua.

Pulau Paling Kaya di Kepulauan Seribu

Pulau Kelapa ternyata menjadi salah satu wilayah terkaya di Kepulauan Seribu, bersama Pulau Harapan. Perputaran uang di Pulau Kelapa sangat cepat, sehingga masyarakat bisa memperoleh pemasukan lebih banyak yang akan berdampak baik pada kehidupannya.

Dalam arsip berita detikcom, jumlah uang masuk dari usaha homestay dan akomodasi liburan lain bisa mencapai Rp 1,2 miliar. Pemasukan ini banyak diperoleh saat musim liburan ketika wisatawan berkunjung bersama keluarga dan teman terdekat.

Wisata di Pulau Kelapa

Dikutip dari Jadesta Kemenparekraf, spot wisata di Pulau Kelapa di Kepulauan Seribu adalah:

  • Snorkeling: Rp 500 ribu
  • Jelajah pulau: Rp 500 ribu
  • Wisata mancing: Rp 1 juta
  • Syukuran laut: Rp 300 ribu
  • Wisata kemah Rp 200 ribu
  • Penangkaran penyu sisik: Rp 25 ribu
  • Eduwisata Adopsi Karang: Rp 100 ribu
  • Wisata religi makam Sultan Maulana Mahmud Zakaria: Rp 50 ribu
  • Landmark Desa Wisata Pulau Kelapa: Rp 20 ribu

Di sini juga tersedia homestay yang dikelola masyarakat setempat dengan kisaran harga Rp 900 ribuan. Tarif sewa homestay bergantung kebijakan pengelola yang biasanya dipengaruhi fasilitas, layanan, view, dan kemudahan akses.

Sebelum berkunjung ke Pulau Kelapa sebagai kawasan paling padat dan salah satu yang terkaya, jangan lupa update ketersediaan layanan serta tarifnya. Info terbaru memungkinkan pengunjung menyusun itinerary liburan dengan baik.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

Bukan buat Nongkrong Semata, 2 Situ di Ciputat Ini Jadi Spot Jogging



Ciputat

Ciputat ternyata memiliki tempat seru buat traveler yang suka olahraga ringan, seperti jogging. Banyak pohon rindang, view-nya situ atau danau.

Sebelumnya, dua situ ini memang menjadi jujugan warga sekitar buat nongkrong. Namun, seiring kian populernya olahraga, warga pun mulai menjadikannya sebagai tempat buat jogging atau olahraga lain.


Di sini banyak pohon sehingga tidak terlalu panas. Selain itu, view danau yang luas bikin pengunjung bisa mengistirahatkan mata dari paparan layar gadget.

1. Situ Gintung

Situ Gintung jadi salah satu kawasan yang kerap didatangi warga saat akhir pekan. Tak sedikit warga datang ke sana untuk berwisata bersama keluarga.Situ Gintung jadi salah satu kawasan yang kerap didatangi warga saat akhir pekan. Tak sedikit warga datang ke sana untuk berwisata bersama keluarga. (Andhika Prasetia/detikcom)

Terletak di kawasan Cirendeu, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan. Situ Gintung jadi salah satu destinasi favorit warga Ciputat untuk jogging dan berolahraga.

Pemandangan danau yang tenang dan udara yang adem bikin suasana lari sore terasa lebih menyenangkan. Jalurnya cukup lebar dan bisa digunakan untuk jalan santai maupun lari ringan.

Selain itu, area sekitarnya juga cocok untuk aktivitas outdoor lain seperti bersepeda, senam, atau sekadar jalan santai menikmati suasana alam. Detikers bisa jogging di Situ Gintung dengan panjang lintasan sekitar 4,5 kilometer yang dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 45 menit.

Suasana sore hari di hari biasa cenderung sepi, tidak banyak orang yang lalu lalang untuk sekadar berjalan santai atau berlari ringan. Berbeda dengan akhir pekan, jalur jogging di Situ Gintung biasanya lebih ramai oleh warga yang berolahraga, mulai dari orang tua, mahasiswa, hingga warga sekitar.

Situ Gintung jadi salah satu kawasan yang kerap didatangi warga saat akhir pekan. Tak sedikit warga datang ke sana untuk berwisata bersama keluarga.Situ Gintung jadi salah satu kawasan yang kerap didatangi warga saat akhir pekan. Tak sedikit warga datang ke sana untuk berwisata bersama keluarga. (Andhika Prasetia/detikcom)

“Iya, kalau hari Minggu lebih ramai yang berolahraga di sini karena hari libur juga. Di depan ada pasar kaget, jadi sekalian habis jogging bisa jajan,” kata Rara, seorang mahasiswa yang sedang jogging santai di Situ Gintung pada Selasa (14/10) sore.

“Aku pilih hari ini (14/10/2025) karena kebetulan kuliah lagi libur dan nggak banyak orang, jadi aku bisa lebih leluasa larinya, dan jalur joggingnya bagus engga ada lobang-lobang,” Rara menambahkan.

Jalur jogging di Situ Gintung terbilang aman dan nyaman. Di sepanjang lintasannya, deretan pepohonan rindang membuat suasana terasa sejuk dan tidak terlalu panas.

Bagi detikers yang ingin berkunjung di Situ Gintung menggunakan kendaraan pribadi tak perlu khawatir karena tersedia area parkir di belakang Kampus UIN dengan tarif Rp 3 ribu.

2. Situ Bungur

Situ Bungur, CiputatSitu Bungur, Ciputat punya spot jogging, lho. Pas banget buat jalan kaki atau jogging di sini pagi atau sore hari. (Qonita Hamidah/detikcom)

Berbeda dengan Situ Gintung yang sudah lebih dulu populer, Situ Bungur menawarkan suasana yang lebih adem dan tenang. Saat sore hari, tak banyak orang yang datang untuk jogging. Berdasarkan pantauan detik travel, Kamis (14/10/2025), kawasan ini justru lebih sering dipenuhi oleh para pemancing, terutama di sore hari.

Situ Bungur terletak di Jalan Menjangan Raya, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan. Air danaunya tampak berwarna kehijauan, dengan beberapa tumpukan sampah di tepiannya. Jalur jogging di kawasan ini tergolong singkat dan tidak sepanjang lintasan di Situ Gintung.

“Setiap sore memang banyak pemancing di sini karena di danau ini ada ikan air tawar, seperti sapu-sapu dan nila kecil, dan biasanya kalau banyak ikannya ya 10 ekor lebih,” ujar Anwar, salah satu pemancing di Situ Bungur.

Sementara itu, Nisa, pengunjung yang rutin berolahraga di sana, mengaku memilih Situ Bungur karena lokasinya yang dekat dari rumah.

“Alasan saya jogging di Situ Bungur karena dekat dari rumah dan panjang lintasannya tidak jauh, sekitar 2 km,” kata dia.

Nisa juga berharap kawasan ini bisa lebih dikembangkan. “Harapan saya, Situ Bungur bisa menjadi tempat wisata. Karena kalau akhir pekan ramai, banyak pedagang, orang jogging dan datang untuk menyalurkan hobi mancing,” dia menambahkan.

Bagi detikers yang ingin berkunjung ke Situ Bungur menggunakan kendaraan pribadi, terutama motor, tidak perlu khawatir. Di area sekitar situ sudah tersedia lahan parkir untuk pengunjung dengan tarif Rp 2 ribu.

(fem/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
image : unsplash.com / Thomas Tucker