Tag Archives: mandi

Usir Kecoa Pakai Kopi Bubuk biar Kapok Nggak Balik Lagi


Jakarta

Kecoa adalah salah satu hewan yang meresahkan orang-orang ketika ada di rumah. Biasanya, kecoa ditemukan di kamar mandi maupun dapur.

Gimana ya biar kecoa nggak ada lagi di dalam rumah? Begini cara mengusir kecoa di rumah

Dilansir dari Homes & Gardens, Senin (19/6/2023), terdapat 5 cara alami untuk mengusir kecoa dari rumah. Menurut Entomolog dan Direktur Teknis Braman Termite & Pest Elimination, Natasha Wright, untuk membasmi kecoa tidak perlu menggunakan bahan-bahan kimia berbahaya. Ada 5 metode alami yang dapat dicoba, yaitu:


1. Gula dan Boraks

Entomolog tersebut menyarankan untuk mencampurkan boraks dan gula dengan perbandingan 3:1 sebelum menyebarkannya di tempat-tempat yang ada kecoanya. Wright mengatakan, boraks efektif karena dapat mengeringkan bagian eksoskeleton kecoa, memengaruhi sistem pencernaan, dan membunuhnya.

2. Minyak daun mint atau peppermint oil

Menyemprotkan peppermint oil dapat menghalangi kecoa masuk rumah dengan cara yang aman. Wright menyarankan untuk menyampurkan 15 tetes peppermint oil dengan 10 ons air atau sekitar 295 ml sebelum menyemprot ke bagian rumah yang ada kecoa.

3. Sabun cuci

Campuran air dan sabun dapat menghambat pernapasan dan membunuh kecoa. Campuran tersebut efektif untuk membasmi kecoa Jerman. Biasanya, kecoa Jerman dapat ditemui di celah atau retakan sebuah bangunan.

Campurkan 4 sendok makan dengan satu liter air dan semprotkan ke area yang ada kecoanya.

4. Kopi Bubuk

Kopi bubuk dapat digunakan sebagai umpan untuk menangkap kecoa. Sebab, kecoa tertarik pada aroma kopi bubuk.

“Taruh kopi bubuk dalam wadah kecil dan taruh di atas wadah yang berisi air. Kemudian tempatkan di dekat dinding atau lemari atau tempat kalian melihat kecoa,” ujar Wright.

Wangi kopi tersebut akan mengantarkan kecoa ke jebakan di mana mereka tak bisa kabur. Kalian dapat membuangnya keesokan harinya.

5. Perasan Lemon

Campurkan 2-3 sendok makan perasan lemon dengan air pada sebuah ember. Setelah dicampur, pel area yang ada kecoanya dengan campuran tersebut.

“Lemon memiliki anti-patogen secara alami yang dapat membuat kecoa menjauh,” tutur Wright.

Di sisi lain, kalian juga harus membersihkan rumah secara teratur, khususnya bagian dapur. Sebab, kecoa menyukai tempat yang kotor.

Kalian harus membuang sampah secara teratur atau menutup tempat sampah agar tidak mengundang kecoa. Jangan tinggalkan cucian piring di westafel, jangan tinggalkan makanan hewan yang tidak habis, bersihkan lantai setelah makan, dan jangan sampai ada genangan air.

Demikian tips untuk mengusir kecoa dari rumah. Semoga infonya bermanfaat ya detikers!

(abr/dna)



Sumber : www.detik.com

Terungkap! Ini Tempat Persembunyian Kecoa di Rumah



Jakarta

Kecoa merupakan salah satu hewan yang tidak disukai penghuni rumah. Selain bisa membawa penyakit, adanya kecoa juga bisa jadi pertanda rumah kamu kotor.

Kecoa biasanya tidak langsung masuk ke rumah begitu saja. Mungkin saja kecoa memiliki ‘sarang’ di rumah kamu

Di mana tempat persembunyian kecoa?


Kecoa biasanya akan bersembunyi di tempat yang terdapat bahan makanan dan minum. Tempat-tempat yang lembab, seperti kamar mandi, tempat cucian, hingga tempat yang gelap dan redup juga menjadi favorit kecoa.

Dilansir dari repository UM Surabaya, kecoa biasanya bersembunyi pada malam hari. Tempat yang biasa menjadi tempat persembunyian nya ada di sela-sela dinding, lemari, kamar mandi, selokan, bahkan alat elektronik.

Sementara itu, dilansir dari Pest World, kecoa bisa saja bersembunyi di dapur, ruang keluarga, dan kamar mandi. Bagian-bagian dapur yang biasanya menjadi tempat persembunyian adalah alat elektronik seperti di balik kulkas, oven, microwave, hingga tempat sampah.

Di ruang keluarga, biasanya kecoa bersembunyi di balik jam, bingkai foto, dan di bawah perabotan. Lalu, untuk di kamar mandi biasanya mereka bersembunyi di wastafel, pipa, tempat drainase, toilet, bahkan di bawah keramik.

Cara Mencegah Kecoa Bersembunyi di Rumah

– Buang sampah secara teratur di tempat tertutup, jangan sampai berceceran
– Jaga kebersihan dapur dengan mengelap meja dapur dan menyuapi lantai untuk menghilangkan sisa remah-remah makanan
– Simpan makanan di tempat tertutup
– Rutin periksa bagian bawah wastafel untuk mencari area yang lembab dan perbaiki pipa yang bocor
– Jika ada ‘serangan’ kecoa dan tidak bisa dikendalikan, segera hubungi profesional

Itulah tempat-tempat persembunyian kecoa yang ada di rumah. Jangan lupa selalu menjaga kebersihan rumah ya detikers!

(abr/zlf)



Sumber : www.detik.com

Mudah! Begini Hitung-hitungan Biaya Bangun Rumah Tipe 21, 36, dan 45



Jakarta

Saat ini harga tanah semakin mahal per meternya. Selain itu lahan yang tersedia terutama di kota-kota besar juga tidak begitu luas. Alhasil, mau tak mau ukuran rumah tidak bisa dibuat begitu luas mungkin hanya cukup untuk tipe rumah 21 meter persegi, 36 meter persegi, dan 45 meter persegi.

Biasanya rumah ukuran 21 meter persegi, 36 meter persegi, dan 45 meter persegi cukup untuk dibuat 2 kamar dan 1 kamar mandi atau minimal 1 kamar tidur. Apabila kamu memang sedang ingin membangun rumah dengan ukuran tersebut, hal yang perlu kamu siapkan adalah dana. Perencanaan biaya yang baik akan membuat kamu terhindar dari biaya yang tidak diperlukan. Lantas, bagaimana memperkirakan biaya yang dibutuhkan untuk membangun rumah masing-masing ukuran tadi?

Besaran Biaya Pembangunan Rumah Tipe 21, 36, dan 48

Profesional Kontraktor PT.Gaharu Kontruksindo Utama Panggah Nuzhul Rizki mengatakan bahwa biaya pembangunan rumah biasanya sekitar Rp 4-5 juta per meter persegi di daerah Jabodetabek, tapi bisa juga berubah tergantung bahan yang dipilih.


Dengan harga tersebut, kamu sudah bisa memilih beberapa tipe rumah yang dilengkapi dengan 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, dan dapur.

Kemudian, siapkan pula biaya untuk pemasangan instalasi listrik. Panggah mengatakan kisaran harganya mulai dari Rp 400.000. Selain biaya untuk pembangunan rumah, kamu juga perlu memiliki dana darurat sekitar 10-15% dari total biaya jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Rumah Tipe 21

Rumah tipe 21 adalah sebutan yang biasa dipakai untuk luas bangunan 21 meter persegi. Biasanya bangunan ini memiliki dimensi 3 x 7 meter, 5,25 x 4 meter, dan 6 x 3,5 meter. Dengan luas dan dimensi tersebut, rumah tipe 21 ini bisa dikategorikan sebagai rumah yang kecil. Sementara itu, untuk hitung-hitungan biaya pembangunan rumah tipe 21 sebagai berikut.

Biaya konstruksi 21 meter persegi x Rp 4 juta-Rp 5 juta = Rp 84 juta-Rp 105 juta

Biaya instalasi listrik = Rp 400 ribu

Biaya tak terduga 10% x (Biaya konstruksi + biaya instalasi) = 10% x Rp 84,4 juta-Rp 105,4 juta = Rp 8,4 juta-Rp 10,5 juta

Total biaya = Rp 92,8 juta-Rp 116 juta

Rumah Tipe 36

Rumah dengan tipe 36 dibangun dengan dimensi 6 x 6 meter atau 9 x 4 meter. Biasanya rumah tipe ini cocok untuk keluarga kecil atau pasangan yang baru menikah. Sementara itu, untuk hitung-hitungan biaya pembangunan rumah tipe 36 sebagai berikut.

Biaya konstruksi 36 meter persegi x Rp 4 juta-Rp 5 juta = Rp 144 juta-Rp 180 juta

Biaya instalasi listrik = Rp 400 ribu

Biaya tak terduga 10% x (Biaya konstruksi + biaya instalasi) = 10% x Rp 144,4 juta-Rp 180,4 juta = Rp 14,4 juta-Rp 18 juta

Total biaya = Rp 158,8 juta-Rp 198,4 juta

Rumah Tipe 45

Rumah tipe 45 umumnya dibangun dengan dimensi 6 x 7,5 meter dan sudah mulai memasuki segmen middle-low. Sementara itu, untuk hitung-hitungan biaya pembangunan rumah tipe 45 sebagai berikut.

Biaya konstruksi 45 meter persegi x Rp 4 juta-Rp 5 juta = Rp 180 juta-Rp 225 juta

Biaya instalasi listrik = Rp 400 ribu

Biaya tak terduga 10% x (Biaya konstruksi + biaya instalasi) = 10% x Rp 180,4 juta-Rp 225,4 juta = Rp 18 juta-Rp 22,5 juta

Total biaya = Rp 198,4 juta-Rp 247,9 juta

Perlu diingat bahwa perkiraan harga tersebut belum mencakup harga tanah, ya. Jadi kamu perlu menambahkan harga tanah yang kamu beli sesuai dengan harga pasar agar bisa mendapatkan perkiraan biaya bangun rumah untuk tipe 21, 34, dan 45 dengan lebih tepat.

Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

(aqi/dna)



Sumber : www.detik.com

6 Langkah Efektif Membasmi Serangga di Kamar Mandi



Jakarta

Kamar mandi sering menjadi tempat munculnya berbagai serangga seperti kecoa, laba-laba, dan kelabang. Sehingga membuat ketidaknyamanan dan ketakutan saat sedang menggunakan kamar mandi.

Permasalahan ini menjadi lebih serius apabila hewan yang berbahaya juga ikut masuk ke dalam kamar mandi melalui saluran pembuangan. Banyak faktor yang menyebabkan serangga-serangga ini sampai membuat sarang di kamar mandi kamu, sehingga membuat ketidaknyamanan dan ketakutan saat sedang menggunakan kamar mandi.

Melansir balconygardenweb, Rabu (11/09/2024), berikut cara mengatasi dan mencegah serangga untuk bersarang di kamar mandi kamu.


1. Identifikasi Serangga Sebelum Mengambil Tindakan

Mengidentifikasi serangga merupakan langkah awal untuk mengetahui tindakan apa yang akan dilakukan. Dengan mengetahui jenisnya, dapat membantu hal apa yang harus dilakukan.

Jenis serangga juga bermacam-macam, apabila menemukan serangga yang cukup berbahaya segera panggil yang sudah profesional dalam hal ini.

2. Bersihkan Secara Menyeluruh

Membersihkan kamar mandi dengan menyeluruh hingga detail kecil yang berisiko menjadi sarang untuk serangga. Kamar mandi yang bersih menjauhkan serangga untuk membuat sarang di kamar mandi kamu.

Dalam hal ini, penting untuk melihat detail kecil seperti sisa sabun, rambut, kotoran yang menumpuk, karena bisa menjadi sumber makanan untuk serangga.

3. Atasi Kelembapan di Kamar Mandi

Kelembaban bisa dirasakan apakah kamar mandi kamu pengap dan bau. Periksa bagian ventilasi udara apakah berfungsi dengan normal atau tidak.

Serangga kecil sangat tertarik dengan area yang memiliki kelembaban, sehingga banyaknya sarang yang menjadi tempat tinggal mereka.

4. Periksa Titik Masuk

Titik masuk serangga seringkali menjadi hal yang banyak dilupakan. Faktor serangga bisa masuk ke kamar mandi, karena saluran air yang tidak tertutup rapat sehingga menjadi jalan untuk serangga masuk.

Lihat juga celah berlubang yang memungkinkan serangga kecil untuk masuk, lalu tutup celah dengan dempul untuk mencegah serangga masuk.

5. Gunakan Pengharum dan Pembasmi Serangga

Untuk mencegah serangga masuk ke kamar mandi, gunakan pengharum ruangan agar kamar mandi menjadi lebih wangi.

Gunakan juga pembasmi serangga untuk yang sudah masuk, sehingga tidak dapat membuat sarang dan menjadikan kamar mandi kamu tempat tinggal mereka.

6. Lakukan Inspeksi Rutin

Serangga sering muncul tanpa disadari, dengan upaya yang sudah dilakukan tidak dapat memastikan serangga untuk datang kembali. Lakukan cek rutin pada kamar mandi, agar mencegah serangga untuk bersarang di kamar mandi kamu.

Membasmi serangga di kamar mandi memerlukan kombinasi antara kebersihan dan penggunaan alat atau bahan pembasmi serangga. Pastikan untuk melakukan pencegahan dengan menjaga kamar mandi tetap bersih dan kering serta bebas di genangan air.

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

5 Tanaman yang Bisa Tumbuh di Kamar Mandi


Jakarta

Meletakkan tanaman di kamar mandi bisa membuat ruangan tersebut tampak asri dan enak dipandang. Nah, ada beberapa tanaman yang sangat cocok untuk ditaruh di kamar mandi.

Memang, ada tanaman yang tidak bisa tumbuh jika diletakkan di kamar mandi karena lembab. Namun, tanaman-tanaman ini sangat cocok bahkan bisa tumbuh subur walaupun diletakkan di kamar mandi.

Dilansir The Spruce, Kamis (12/9/2024), berikut ini tanaman yang bisa tumbuh walau diletakkan di kamar mandi.


Spider Plant

cat playing in spider plantspider plant Foto: Getty Images/iStockphoto/kodachrome25

Tanaman yang satu ini memang ‘tahan banting’ alias bisa tumbuh di lingkungan apapun, salah satunya kamar mandi. Spider plant mampu tumbuh di tempat dengan kelembaban tinggi dan di tempat minim cahaya.

Pastikan kamu menggunakan pot dengan drainase yang baik agar udara juga bisa masuk ke dalam akar. Kamu cukup menyiramnya ketika tanahnya sudah mengering, mungkin seminggu atau dua minggu sekali.

Lidah Mertua

Cozy home interior decor, Sansevieria (snake plant) in ceramic pots on a white table on the background of a bed with decorative pillows, modern design on a sunny daySansevieria (snake plant) in ceramic pots Foto: Getty Images/iStockphoto/Inna Luzan

Lidah Mertua juga merupakan tanaman yang bisa hidup di tempat yang terang maupun minim cahaya. Kamu hanya perlu menyiramnya saat tanahnya mengering.

Peace Lily

Peace Lily in white flower pot on wood with black background. spathiphyllum houseplant for Valentines DayPeace Lily in white flower pot on wood with black background. Foto: Dok. Istock

Bunga cantik berwarna putih ini juga bisa ditaruh di kamar mandi. Tanaman ini juga bisa hidup di tempat dengan tingkat kelembaban yang tinggi dan minim cahaya, sangat cocok untuk diletakkan di kamar mandi. Untuk perawatannya, kamu cukup menyiramnya setiap minggu dan memberi pupuk sekitar bulan April-Agustus.

Aloe Vera

Aloe Vera plant in a pot in a tiled bathroom with copy space to the rightAloe Vera plant in a pot in a tiled bathroom with copy space to the right Foto: Getty Images/iStockphoto/Peter Carruthers

Aloe vera atau lidah buaya merupakan tanaman yang mudah dirawat dan memiliki segudang manfaat. Perawatannya mudah karena tidak harus sering disiram dan diberi pupuk.

Pothos

selective focus of golden pothos tree in the glass vase for decorate house or cafe.selective focus of golden pothos tree in the glass vase. Foto: Getty Images/iStockphoto/Koonsiri Boonnak

Selanjutnya ada tanaman Pothos yang bisa tumbuh di dalam kamar mandi. Tanaman ini bisa tahan di lingkungan dengen kelembaban tinggi seperti kamar mandi.

Tanaman ini tumbuh menjadi tanaman merambat yang menggantung dengan tanah yang memiliki drainase baik, cahaya yang redup, dan penyiraman yang tidak teratur. Tanaman ini dapat tumbuh setinggi satu kaki atau lebih setiap bulan, sehingga sangat cocok untuk langit-langit yang tinggi dan efek yang dramatis.

Itulah beberapa tanaman yang cocok dan tumbuh subur di kamar mandi. Semoga bermanfaat!

(abr/zlf)



Sumber : www.detik.com

Rumah Terasa Lembap? Begini Cara Mengatasinya


Jakarta

Kelembapan berlebih di rumah seringkali menjadi penyebab berbagai masalah rumah, seperti timbulnya jamur dan lumut yang membahayakan penghuni rumah. Munculnya jamur dan lumut akan merusak interior maupun furnitur yang ada di rumah bahkan mempengaruhi kesehatan penghuni rumah.

Kelembapan bisa terjadi karena udara yang masuk ke dalam rumah sangatlah jarang. Rumah yang lembab juga bisa mengundang rayap ke dalam.

Untuk menghilangkan kelembapan berlebih di dalam rumah memang cukup sulit, tetapi ada beberapa cara efektif untuk menghilangkannya. Melansir Tom’s Guide, Kamis (12/09/2024), berikut ini cara mengurangi kelembapan di dalam rumah.


Buka Jendela atau Pintu Secara Teratur

Penting untuk rutin membuka jendela atau pintu saat siang, hal ini agar matahari masuk, terutama di pagi hari. Udara yang masuk akan bergantian, sehingga rumah menjadi tidak sesak.

Udara yang tidak mengalir dapat menyebabkan kondensasi, sehingga menyebabkan pertumbuhan jamur dan lumut. Dengan rutin membuka jendela dan pintu akan mencegah penumpukan kelembapan.

Nyalakan AC

Mendinginkan udara akan menghilangkan kelembapan di udara, juga membantu sirkulasi di sekitar rumah. Hal itu membantu mengurangi kelembapan, kondensasi, dan pertumbuhan jamur.

AC memiliki mekanisme yang mirip dengan dehumidifier kompresor. Begitu udara panas dan lembab bersentuhan dengan kumparan dingin di dalam AC, tingkat kelembapan akan menurun dan menjaga suhu ruangan tetap sejuk.

Nyalakan Kipas Angin di Area Lembap

Untuk mengurangi kelembapan tanpa dehumidifier adalah dengan memanfaatkan kipas angin di sekitar rumah. Kipas angin efektif dalam mempercepat proses pembuangan udara, terutama di ruangan lembap seperti kamar mandi atau dapur.

Menanam Tanaman

Tanaman juga merupakan cara alami untuk menghilangkan kelembapan di rumah. Ada tanaman tertentu yang secara aktif mengurangi tingkat kelembapan di rumah dan mencegah terbentuknya jamur dan kondensasi.

Salah satunya tanaman anggrek. Bunga-bunga yang berwarna-warni sangat bagus untuk menyerap kelembapan dari udara dan menyerap melalui daun serta akarnya.

Jaga Agar Semua Permukaan Tetap Kering

Mencegah adalah kunci dari permasalahan yang ada, dengan menjaga permukaan tetap kering setiap saat dan dengan mengelap permukaan dapur dan kamar mandi setelah digunakan. Hal ini akan mencegah air panas yang menguap terkumpul di udara.

Pastikan ruangan dengan tingkat kelembapan tinggi, seperti dapur dan kamar mandi. Segera lap cipratan atau genangan air, sehingga permukaan tetap kering dan tidak menimbulkan kelembapan.

Itulah beberapa cara untuk mengatasi rumah yang terasa lembap. Semoga bermanfaat!

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

5 Alat Elektronik yang Bikin Boros Listrik di Rumah


Jakarta

Tidak semua peralatan dibuat sama, meskipun setiap peralatan di rumah kamu mengonsumsi listrik. Penggunaan masing-masing peralatan akan berdampak berbeda pada tagihan listrik kamu.

Mengetahui peralatan mana yang paling banyak menggunakan listrik dan kapan peralatan tersebut menarik daya dari jaringan listrik dapat membantu kamu menghemat tagihan listrik secara signifikan.

Melansir perchenergy, Jumat (20/09/2024), berikut ini beberapa peralatan rumah tangga yang paling banyak menggunakan listrik.


Pemanas dan Pendingin Rumah

Konsumsi listrik terbesar di rumah tangga rata-rata adalah peralatan pemanas dan pendingin rumah sebesar 45-50%.

AC dan pemanas sentral menggunakan banyak energi untuk menjaga suhu rumah kamu tepat. Meskipun tergantung mana yang lebih banyak kamu gunakan. Pemanas umumnya menggunakan lebih banyak listrik sepanjang tahun, yang mencakup 25% dari penggunaan listrik tahunan.

Pemanas Air

Jika kamu menggunakan pemanas air listrik, kemungkinan besar pemanas air tersebut merupakan konsumen energi terbesar kedua di rumah kamu sebesar 12%. Menggunakan pemanas air untuk berbagai keperluan seperti mandi.

Secara keseluruhan kegiatan yang menggunakan pemanas air menghabiskan banyak energi setiap bulannya.

Pencahayaan

Bohlam lampu telah menjadi jauh lebih hemat energi selama bertahun-tahun. Saat ini, teknologi pencahayaan teratas, yaitu LED. LED menggunakan energi yang jauh lebih sedikit daripada pendahulunya (bohlam pijar).

LED juga bertahan lebih lama sehingga mengurangi pemborosan. Belum lagi biaya operasional yang lebih murah. Meski begitu, pencahayaan menyumbang porsi signifikan sekitar 9-12% penggunaan listrik kamu setip bulan karena besarnya pemakaian.

Kulkas

Meskipun lemari es sebenarnya tidak memerlukan banyak energi untuk beroperasi setiap jam, namun kulkas menghabiskan cukup banyak listrik sekitar 8% karena selalu menyala.

Mesin Cuci

Penggunaan energi bulanan mesin cuci tentu saja bergantung pada seberapa sering kamu mencuci. Saat kamu menjalankan mesin cuci, cenderung menyedot banyak listrik, terutama jika kamu menjalankan mesin cuci dengan air panas. Rata-rata, mencuci pakaian menghabiskan sekitar 5% dari penggunaan listrik tahunan kamu.

Itulah beberapa alat elektronik yang bikin boros listrik di rumah.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Banyak Lumut di Kamar Mandi? Coba Pakai 3 Bahan Ini Auto Kinclong!


Jakarta

Kamar mandi adalah salah satu ruangan yang harus sering dibersihkan. Idealnya seminggu sekali, tetapi apabila penghuni di rumah cukup banyak alangkah baiknya bisa dibersihkan 2 hari sekali. Hal ini dikarenakan tempat yang lembap dan kotor mudah sekali ditumbuhi lumut.

Lantai yang berlumut bisa berbahaya karena membuat permukaan lantai jadi lebih licin. Kamu bisa saja terpeleset dan jatuh di kamar mandi. Kondisi lantai yang licin juga tidak baik untuk lansia dan anak-anak.

Maka dari itu, kamu harus sering membersihkan kamar mandi, mulai dari lantai, dinding keramik, hingga semua peralatan mandi agar lumut tidak cepat tumbuh di sana. Dilansir Better Homes and Garden, Senin (23/9/2024) berikut beberapa bahan yang bisa membersihkan lumut di kamar mandi.


Bahan buat Bersihkan Lumut di Kamar Mandi

1. Cuka Putih

Cuka putih adalah salah satu bahan yang ampuh untuk membersihkan berbagai noda. Ternyata untuk membersihkan lumut terutama di kamar mandi, cuka putih juga efektif. Bahkan, bukan cuma di lantai, di sekitar toilet, saluran pembuangan, hingga ke permukaan pancuran bisa dibersihkan dengan bahan ini.

Semprotkan cuka langsung ke area yang ada lumutnya dan biarkan sekitar 5-10 menit. Berikutnya, bersihkan dengan lap atau spons. Gosok dengan sikat berbulu untuk lumut membandel.

2. Cairan Pemutih

Biasanya, cairan pemutih digunakan untuk membersihkan noda di pakaian, ternyata bahan ini juga bisa mengangkat lumut-lumut yang menempel di area kamar mandi.

Namun, pada saat membersihkan kamar mandi dengan pemutih, pastikan ventilasi di kamar mandi cukup karena baunya cukup menyengat. Kemudian, campurkan pemutih dan air dengan perbandingan 1:1. Campuran ini ampuh membasmi lumut yang ada di kamar mandi, seperti bak mandi, pancuran, toilet, dan wastafel.

3. Boraks

Kamu pasti sudah tidak asing dengan boraks. Bahan berbahaya yang sering disalahgunakan untuk makanan. Bahan ini sebenarnya untuk pembersih, salah satunya membersihkan lumut di kamar mandi.

Cara menggunakannya dengan mencampurkan satu cangkir boraks dengan sekitar tiga liter air hangat. Setelah tercampur dengan rata, masukkan larutan ke dalam botol semprot.

Lalu, langsung semprotkan ke area yang mau dibersihkan. Pakai lap bersih, sikat kawat, atau spons buat membersihkan noda lumut. Sisa campuran boraks bisa digunakan untuk mengepel lantai kamar mandi.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/dhw)



Sumber : www.detik.com

4 Tempat yang Tepat Untuk Meletakkan Keset Kaki di Rumah


Jakarta

Keset adalah perlengkapan rumah yang berfungsi untuk membersihkan kaki. Di Indonesia sendiri wujud keset adalah kain yang diletakkan di lantai dan diinjak saat ingin masuk atau keluar dari suatu ruangan.

Menurut KBBI, keset adalah pengesat kaki, terbuat dari sabut kelapa dan sebagainya atau tempat mengesat (membersihkan) kaki.

Keset memang dulunya dibuat dari serabut kelapa, teksturnya kasar, keras, dan warnanya coklat kemerahan. Seiring berkembangnya zaman, keset mengalami perubahan. Rata-rata rumah modern saat ini menggunakan keset yang terbuat dari kain agar bisa menyerap air. Selain itu, kain juga mudah dibersihkan.


Biasanya kamu menemukan keset di depan pintu utama, depan kamar tidur, atau kamar mandi. Lantas, sebenarnya apakah lokasi-lokasi tersebut adalah tempat yang tepat untuk meletakkan keset?

Dilansir situs Americohome, Rabu (25/9/2024), berikut beberapa tempat atau lokasi yang disarankan untuk meletakkan keset.

1. Luar atau Belakang Pintu Utama

Apa pun ukuran rumahnya, setiap pintu masuk sebaiknya memiliki keset. Dengan adanya keset, tamu dapat terbantu saat ingin membersihkan kakinya sebelum masuk ke rumah. Selain itu, keset juga bisa menjadi dekorasi rumah agar terlihat lebih hangat. Keset yang diletakkan di belakang pintu masuk bisa mencegah debu, air, atau angin yang kerap masuk ke dalam rumah melalui celah bawah pintu.

2. Kamar Mandi

Setelah keluar dari kamar mandi, biasanya kaki dalam keadaan basah. Bekas kaki yang basah ini apabila tidak langsung dikeringkan dapat membahayakan orang lain. Lantai yang licin dapat membuat orang lain terpeleset. Maka dari itu, penting ada keset untuk mengeringkan kaki setelah keluar dari kamar mandi.

3. Dapur

Dapur adalah area yang juga mudah basah pada bagian lantainya. Misalnya kamu habis mencuci piring di wastafel, pasti ada air yang terciprat. Dengan adanya keset kamu bisa langsung mengelapnya sehingga tidak licin saat dilewati.

4. Teras

Area terluar rumah, sering kali cepat kotor. Misalnya terkena tiupan debu, air hujan, atau bekas tanah yang basah. Agar kamu lebih aman berjalan saat melewati teras, letakkan keset kering untuk membersihkan kaki agar tidak terpeleset.

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com

Catat Ya, Begini Tips Pilih Bahan Keset Kaki Berdasarkan Penempatannya


Jakarta

Keset kaki adalah salah satu perlengkapan kebersihan yang wajib ada di rumah. Namun, masalahnya kaset memiliki banyak jenisnya yang bisa dibedakan dari jenis bahan yang digunakan. Lantas, bagaimana cara memilih keset yang cocok untuk di rumah?

Pengertian Keset

Menurut KBBI, keset adalah pengesat kaki, terbuat dari sabut kelapa dan sebagainya atau tempat mengesat (membersihkan) kaki.

Fungsi Keset

Melansir dari berbagai sumber, berikut beberapa fungsi keset.


1. Mencegah selip jika lantai dalam keadaan basah.

2. Mengeringkan kaki dan mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur.

3. Sebagai elemen dekorasi rumah.

4. Mengeringkan lantai yang basah dan lembap.

5. Mencegah kotoran dan debu masuk ke rumah.

Tips Memilih Keset yang Tepat di Rumah

Dilansir situs Make an Entrance, Rabu (25/9/2024), saat ingin memilih kaset, kamu perlu tahu ingin diletakkan di mana keset tersebut. Apakah di luar ruangan seperti pintu masuk dan teras atau di dalam ruangan, seperti di depan kamar mandi dan kamar tidur.

Area Outdoor

Barang yang akan diletakkan di luar ruangan, sebisa mungkin harus bisa beradaptasi terhadap perubahan cuaca. Maka dari itu, bahan yang disarankan adalah material yang tidak berpori seperti keset karet dan keset dari serabut kelapa.

Keset yang terbuat dari karet tahan luntur dan memiliki permukaan anti selip yang baik. Bahan ini juga tahan lama dan biasanya modelnya cocok untuk dekorasi apa pun.

Keset dari anyaman serabut kelapa yang terbuat dari batok kelapa memiliki tekstur kasar yang sangat bagus untuk mencegah kotoran masuk ke dalam rumah dan membersihkan sepatu yang berlumpur.

Kedua jenis bahan ini dapat mengering dengan cepat sehingga tidak akan menimbulkan efek menggelembung pada permukaannya dan mudah dalam perawatannya.

Area Indoor

Bahan keset yang cocok untuk area dalam rumah harus bisa menyerap air, memiliki ketebalan yang cukup, dan desain yang menyesuaikan dengan gaya ruangan.

Jenis keset yang disarankan di antaranya sebagai berikut.

1. Keset Anti Slip

Biasanya jenis keset kaki ini cocok diletakkan di depan pintu kamar mandi atau berdekatan dengan shower atau bathtub untuk mengeringkan kaki yang basah agar ketika berjalan di atas keramik tidak terpeleset. Jenis dari keset ini memiliki bahan yang bukan kain tetapi bentuknya mirip seperti buntalan dimana bagian tengahnya terdapat lubang yang tinggi dan bertekstur serta pada bagian bawahnya memiliki daya cengkram yang kuat.

2. Keset Katun

Bahan katun ini mirip dengan bahan pada sprei, bed cover, atau baju pada umumnya. Keset ini biasanya diletakkan di tempat yang mudah lembab sehingga mencegah pertumbuhan jamur dan bakteri pada kaki. Namun, keset ini memiliki kemampuan pengeringan yang rendah jika terkena daerah yang mudah berair berlebih.

3. Keset PVC

Keset PVC adalah keset yang terbuat dari plastik. Meskipun sifat plastik tidak menyerap air, tetapi untuk keset digunakan plastik yang bisa menyerap air.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com