Tag Archives: masjid

5 Wisata Medan Dekat Pusat Kota yang Menarik dan Ramah di Kantong


Medan adalah kota terbesar ke-3 di Indonesia dengan berbagai destinasi wisata menarik, yang mudah diakses dari pusat kota. Ada banyak pilihan wisata Medan terdekat dari pusat kotanya, mulai dari tempat bersejarah, taman hijau, hingga tempat religi.

Setiap destinasi menawarkan pengalaman yang berbeda. Menjadikannya pilihan sempurna untuk liburan.

Wisata Medan Terdekat dari Pusat Kota

1. Kampoeng Selfie (Kongsi)

Kampoeng Selfie di MedanKampoeng Selfie di Medan. (Jefris Santama/detikcom)


Kampoeng Selfie (Kongsi) termasuk wisata Medan dekat pusat kota, yang jarak tempuhnya hanya sekitar 30 menit saja.

Sesuai namanya, kampung ini mengusung konsep kreativitas seni. Tempat ini menawarkan pengalaman wisatawan untuk merasakan keseruan berfoto dengan latar belakang spot-spot foto menarik, warna-warni, dan kekinian.

Dikutip dari situs Universitas Sumatera Utara, wisata Kampung Selfie Medan resmi dibuka pada 25 November 2017. Sentuhan cat warna-warni kontras nan meriah juga bisa kita lihat di sepanjang jalan.

  • Lokasi: Jalan DR. Cipto, Anggrung, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan
  • Jam buka: Senin-Sabtu mulai dari jam 09.00 – 20.00 WIB.
  • Harga tiket masuk: Gratis.

2. Taman Tjong Yong Hian

Taman Tjong Yong Hian (Instagram/tjongyonghiangallery)Taman Tjong Yong Hian. (dok.Instagram @tjongyonghiangallery)

.

Taman Tjong Yong Hian adalah taman bunga ala Tiongkok sebagai wujud penghormatan untuk sosok Tjong Yong Hian. Beliau saudara dari tokoh ternama, Tjong A Fie, yang merupakan orang berpengaruh dalam sejarah kota Medan.

Di setiap sudut taman ini, pengunjung akan melihat panorama taman bunga dan aneka tumbuhan yang cantik. Di sana juga terdapat makam Tjong Yong Hian dan istrinya dan batu prasasti dengan inskripsi Bahasa Arab, Belanda, dan Tionghoa.

  • Lokasi: Jalan Kejaksaan, Petisah Tengah, Kec. Medan Petisah, Kota Medan, Sumatera Utara, 20151
  • Jam buka: Setiap hari mulai dari jam 08.00 – 17.00 WIB.
  • Harga tiket masuk: Gratis.

3. Masjid Raya Al-Mashun (Masjid Raya Medan)

Bersilaturahmi disela sela acara salad idul adha di Masjid Raya Al-Mashun MedanMasjid Raya Al-Mashun Medan (Aisyah Luthfi Munthe/detik.com)

Masjid Raya Al-Mashun menjadi wisata Medan yang dekat dengan pusat kota. Jika dilihat dari Google Maps, jarak dari pusat kota Medan ke Masjid Raya Al-Mashun sekitar 12-13 menit saja.

Didirikan pada 21 Agustus 1906 M, masjid bersejarah ini berusia lebih dari 100 tahun. Selain menjadi peninggalan dari Kesultanan Deli, Masjid Raya Al Mashun juga menjadi ikon yang digunakan sebagai tempat pusat kegiatan agama di Kota Medan.

Menariknya, arsitektur masjid ini perpaduan dari Timur Tengah, Eropa dan Asia. Tidak hanya itu, ada ornamen dan kaligrafi di setiap bagunan yang mangandung makna kehidupan dan keberagaman budaya.

Keunikan dan kemegahan masjid ini membuat banyak wisatawan yang berkunjung ke sana.

  • Lokasi: Jalan Mahkamah No.74 c, RT.02, Mesjid, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan.
  • Jam buka: Setiap hari mulai dari jam 04.00 – 00.00 WIB.
  • Harga tiket masuk: Gratis.

4. Tjong A Fie Mansion (Rumah Tjong A Fie)

Rumah Tjong A FieRumah Tjong A Fie. (Putu Intan/detikcom)

Tjong A Fie Mansion merupakan rumah saudagar kaya China bernama Tjong A Fi. Bagunannya punya arsitektur China, Eropa dan Melayu.

Dilansir laman resminya, dan Museum Tjong A Fie dibuka untuk umum pertama kali sejak Juni 2009. Rumah ini memiliki 35 kamar dan 2 lantai dengan luas mencapai 8000 m2.

Rumah Tjong A Fie termasuk destinasi sejarah di Medan dan termasuk bangunan cagar budaya yang terdaftar di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

  • Lokasi: Jalan Jend. A. Yani, Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan.
  • Jam buka: Setiap hari mulai dari jam 09.00 – 17.00 WIB. Tutup pada Tahun Baru China.
  • Harga tiket masuk: Rp 35 ribu per tiket.

5. Istana Maimun

Kondisi Istana Maimun Medan yang mirip pasarIstana Maimun di Medan (Nizar Aldi)

Bagi yang suka wisata edu religi, kamu bisa mengunjungi Istana Maimun. Lokasinya tidak jauh dari pusat kota Medan, hanya sekitar 13 menitan.

Istana Maimun adalah istana yang dibangun pada masa Kesultanan Deli, sekitar tahun 1888-1891. Pembangunanya dilakukan atas perintah Sultan Makmun Al-Rasyid Perkasa Alamsyah.

Dalam jurnal tahun 2023 berjudul Strategi Peningkatan Pelayanan Istana Maimun sebagai Warisan Budaya Melayu oleh Muhammad Rizki Lubis, pembangunan Istana Maimun ini didesain oleh arsitek Capt. Theodoor Van Erp, seorang tentara Kerajaan Belanda.

Arsitekturnya percampuran antara budaya Islam, tradisional Melayu, dan Eropa. Di bagian depan, atap, lengkungan (arcade), ornamen gedung mengingatkan pada seni budaya Islam Timur Tengah dan India, sedangkan pada bagian pintu dan jendela dirancang dengan gaya bangunan Spanyol.

Dulunya, Istana Maimun adi pusat pemerintahan dan tempat tinggal Sultan. Sejak tahun 2003 hingga sekarang, Istana ini telah beralih fungsi menjadi obyek wisata sekaligus hunian bagi keluarga ahli waris.

  • Lokasi: Jalan Brigadir Jenderal Katamso ยท Aur, Medan Maimun, Kota Medan.
  • Jam buka: Setiap Hari mulai dari jam 08.00-17.00 WIB
  • Harga tiket masuk: Rp 5.000 untuk anak-anak dan Rp 10.000 untuk dewasa.

Itu tadi beberapa rekomendasi wisata Medan dekat pusat kota yang wajib dikunjungi. Jadi, traveler tak perlu bingung lagi mencari tempat untuk liburan tanpa perlu jauh-jauh dari pusat kota.

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com

Masjid Unik di Sukabumi: Bentuknya Perahu, Warnanya Ungu



Sukabumi

Di Sukabumi, berdiri sebuah masjid unik dengan bangunan yang tidak lazim. Masjid itu berbentuk perahu dan warnanya serba ungu. Bagaimana kisahnya?

Sebuah bangunan masjid nyentrik berdiri gagah di Kampung/Desa Purwasari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi. Masjid itu berbentuk perahu dengan warna cat yang tak kalah nyentrik, serba berwarna ungu.

Masjid tersebut dinamai sesuai dengan nama pemiliknya, Sri Soewarto. Masjid tersebut kemudian viral dan mencuri perhatian publik berkat desainnya yang unik dan fungsinya yang multifungsi.


“Masjid ini didesain oleh Haji Soewarto, ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial dan wisata keluarga,” kata Lukman Hakim, manajer Masjid Perahu, Rabu (28/8/2024).

Lukman menjelaskan, desain perahu itu berawal dari kecintaan sang pemilik kepada perahu dan dunia pelayaran.

“Desainnya unik, di mana bagian atas masjid berbentuk perahu. Di dalam perahu tersebut terdapat masjid, ruang pertemuan, dan di lantai tiga serta empat, ada area panorama. Selain itu, di bawah masjid ini juga terdapat restoran,” jelas Lukman.

Masjid Perahu di Sukabumi.Masjid Perahu di Sukabumi. Foto: Syahdan Alamsyah

Pembangunan Masjid Perahu dimulai lima tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 2019. Setelah melalui berbagai tahap pembangunan, masjid ini mulai diuji coba pada Januari 2024 dan saat ini masih dalam tahap soft-opening.

“Pembangunan seluruh area wahana ini memakan waktu lima tahun,” tambah Lukman.

Lukman mengatakan, kehadiran Masjid Perahu mendapatkan perhatian dari masyarakat tidak hanya lingkungan sekitar tapi juga di Jawa Barat secara umum.

“Alhamdulillah, tanggapan masyarakat sangat positif. Dengan adanya Masjid Perahu yang juga memiliki wahana air dan danau, banyak yang menyambut baik. Pak Haji Soewarto membangun masjid ini dengan niat mensejahterakan masjid dan masyarakat di sekitarnya,” tuturnya.

Masjidnya Sejuk dan Menenangkan

Rasa sejuk menyergap saat memasuki area masjid bernuansa megah tersebut. Sejumlah pengunjung terlihat khusyuk menjalankan salat sunah tahiyatul masjid. Bukan hanya menarik perhatian warga setempat, tetapi juga pengunjung dari berbagai daerah.

“Saya pertama kali mendengar tentang Masjid Perahu dari teman-teman, dan begitu sampai di sini, saya benar-benar terkesan. Desainnya sangat unik, belum pernah saya lihat masjid yang bentuknya seperti perahu, apalagi ada restoran dan area panorama di dalamnya,” kata Warno, pengunjung asal Salatiga, Jawa Tengah.

Masjid Perahu di Sukabumi.Masjid Perahu di Sukabumi. Foto: Syahdan Alamsyah

Menurut Warno, suasana di dalam masjid sangat tenang dan damai, membuatnya merasa nyaman beribadah.

“Interiornya sangat rapi, dan pemandangan dari lantai atas sangat indah. Saya bisa melihat hamparan hijau yang menambah suasana spiritual. Ini pengalaman yang berbeda dari masjid-masjid lain,” ujarnya.

Warno juga menambahkan bahwa fasilitas di sekitar masjid sangat lengkap, mulai dari tempat wudhu yang bersih, hingga area istirahat yang nyaman.

“Bagi saya, Masjid Perahu bukan hanya tempat ibadah, tapi juga tempat untuk mencari ketenangan,” tutupnya.

——

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

9 Tempat Wisata Indonesia yang Dulu Terkenal, Kini Tinggal Kenangan


Jakarta

Ada banyak tempat wisata di Indonesia yang dulu sangat terkenal dan ramai dikunjungi. Namun, beberapa di antaranya sudah tutup dan kini tinggal kenangan.

Ada sejumlah tempat wisata yang mungkin pernah travelers kunjungi, seperti Kampung Gajah Wonderland atau Snowbay Waterpark di TMII. Meski menjadi destinasi wisata populer di zamannya, tapi nasibnya sekarang berubah drastis karena telah berhenti beroperasi.

Penasaran, apa saja tempat wisata di Indonesia yang dulu terkenal tapi sekarang tinggal kenangan? Simak daftarnya dalam artikel ini.


9 Tempat Wisata Indonesia yang Dulu Terkenal

Bagi banyak orang, tempat wisata tak hanya sekadar wahana untuk seru-seruan dan melepas penat. Lebih dari itu, ada banyak kenangan yang tersimpan di memori saat berkunjung ke tempat tersebut.

Sayangnya, ada sejumlah tempat wisata yang kini ditutup permanen sehingga tidak bisa lagi dikunjungi. Berdasarkan catatan detikcom, berikut 9 tempat wisata yang dulu terkenal tapi kini sudah tidak beroperasi:

1. Kampung Gajah Wonderland

Kampung GajahKampung Gajah di Bandung Barat (Whisnu Pradana/detikcom)

Tempat wisata yang pertama adalah Kampung Gajah Wonderland. Lokasinya berada di Jalan Sersan Bajuri, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Bandung Barat.

Dahulu, tempat ini memiliki berbagai wahana permainan dan taman rekreasi air yang menarik para wisatawan, khususnya dari luar kota. Tiket masuknya juga terjangkau, yakni Rp 15 ribu (weekday) dan Rp 20 ribu (weekend).

Sayangnya, Kampung Gajah Wonderland terpaksa harus ditutup pada 2018 karena pailit. Tempat wisata ini hanya bertahan selama sembilan tahun sejak dibuka pertama kali pada 2009.

Tim detikJabar sempat mengunjungi lokasi tersebut beberapa tahun lalu. Sejumlah bangunannya masih berdiri kokoh, tetapi sudah tidak terawat dan terkesan angker.

Beberapa patung-patung gajah yang dulu menjadi ikon Kampung Gajah Wonderland kini sudah tidak ada. Tempat patung gajah itu sekarang difungsikan sebagai tempat untuk menjual tanaman oleh warga setempat.

2. Snowbay Waterpark TMII

Snowbay Waterpark TMIISnowbay Waterpark TMII ((Putu Intan/detikcom)

Dahulu, ada sebuah waterpark modern di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), namanya Snowbay. Ciri khas dari waterpark ini adalah mengusung konsep salju, sehingga didominasi oleh warna putih dan terdapat beberapa patung beruang kutub yang menggemaskan.

Snowbay Waterpark menjadi salah satu pilihan alternatif bagi warga Jakarta dan sekitarnya yang ingin bermain air. Namun, semenjak pandemi COVID-19, taman wisata air ini terpaksa berhenti beroperasi.

Setelah dua tahun ditutup, Snowbay Waterpark tidak lagi dibuka dan kondisinya terbengkalai. Seiring renovasi TMII, taman air tersebut kemudian dialihfungsikan menjadi gedung parkir dan fasilitas lainnya.

3. Taman Remaja Surabaya

taman remaja surabayaTaman Remaja Surabaya (TRS) (Deny Prastyo Utomo/detikcom)

Taman Remaja Surabaya (TRS) merupakan salah satu tempat rekreasi yang terkenal di Kota Pahlawan. Dulu, objek wisata ini sangat merakyat karena harga tiket masuknya yang terjangkau. Selain itu, terdapat sekitar 20 wahana permainan yang seru dan menegangkan.

Sayangnya, Taman Remaja Surabaya yang berdiri sejak 1971 ditutup karena kontrak kerja sama dengan pihak pengelola sudah habis. Resmi ditutup sejak 2018, kini lokasi TRS dialihfungsikan oleh Pemkot Surabaya sebagai tempat konser dengan kapasitas 35-40 ribu penonton.

4. Taman Festival Bali

Di kawasan Denpasar, ada sebuah tempat wisata yang populer di kalangan para turis, namanya Taman Festival Bali. Namun, kondisinya sekarang sudah berubah menjadi angker dan terbengkalai sejak ditutup secara permanen.

Meski begitu, beberapa orang masih penasaran ingin melihat Taman Festival Bali dari dekat. Bahkan, lokasi tersebut sering dijadikan sebagai tempat uji nyali.

5. Taman Ria Senayan

Bagi warga Jakarta, mungkin sudah tidak asing dengan Taman Ria Senayan. Bahkan, nama tempat wisata ini disebut-sebut dalam lagu Rhoma Irama berjudul “Terajana”.

Pada tahun 70-an, Taman Ria Senayan merupakan salah satu objek wisata yang populer. Sebab, ada banyak wahana permainan yang seru dan bikin jantung deg-degan.

Namun seiring berjalannya waktu, Taman Ria Senayan mulai kehilangan peminatnya dan kalah bersaing dengan tempat wisata baru di Jakarta. Pada 2010, akhirnya Taman Ria Senayan resmi dibongkar.

Kini, lokasi bekas tempat wisata tersebut telah dibangun mall bernama Senayan Park atau Spark. Mall ini dikembangkan oleh PT Ariobimo Laguna Perkasa dan dikelola Lippo Group.

6. Depok Fantasi Waterpark

Satu lagi waterpark yang dulu ramai dikunjungi orang tapi kini sudah tutup, yakni Depok Fantasi Waterpark. Dikenal juga dengan nama Aladin Waterpark, wahana air ini sebenarnya menjadi pionir tempat rekreasi di Kota Depok.

Namun sayang, objek wisata ini kabarnya tutup secara permanen akibat pandemi COVID-19. Kini, tidak ada lagi sisa bangunan waterpark tersebut yang berlokasi di Jalan Boulevard Grand Depok City, karena sudah rata dengan tanah dan dialihfungsikan menjadi kompleks perumahan.

7. Wonderia Semarang

Tempat wisata berikutnya adalah Wonderia Semarang. Objek wisata ini selalu ramai pengunjung karena lokasinya yang ada di tengah kota dan terdapat berbagai macam wahana permainan seru.

Nahas, terjadi kecelakaan pada wahana plane tower atau balon udara. Pada 15 November 2007, wahana tersebut jatuh dan mengakibatkan 16 orang luka-luka. Peristiwa serupa juga pernah terjadi pada Februari 2006.

Akibat insiden itu, Taman Wonderia Semarang ditutup pada 17 November 2007 hingga waktu yang tidak ditentukan. Kabarnya, lokasi bekas objek wisata tersebut akan diubah menjadi hutan kota.

8. THR Sriwedari Solo

Taman Hiburan Rakyat (THR) Sriwedari di Solo, Jawa Tengah, menjadi salah satu tempat wisata yang ramai dikunjungi anak-anak. Selain itu, tempat ini juga kerap dijadikan pementasan seni musik, mulai dari lagu dangdut hingga musik rock.

Dahulu, THR Sriwedari sangat populer karena lokasinya yang berada di tengah kota, sehingga mudah diakses masyarakat. Namun, setelah 32 tahun beroperasi akhirnya objek wisata ini harus tutup karena kontrak pengelola dengan Pemkot Solo sudah habis.

Lalu, lahan bekas THR Sriwedari diratakan dengan tanah untuk dijadikan masjid. Sayangnya, pembangunan masjid justru mangkrak karena masalah status kepemilikan tanah.

9. Hotel Gantung Purwakarta

Hotel Gantung Purwakarta Skylodge Padjadjaran AnyarHotel Gantung Purwakarta atau Skylodge Padjadjaran Anyar (dok. Instagram @skylodge.indonesia)

Hotel Gantung Purwakarta atau Skylodge Padjadjaran Anyar sempat viral beberapa waktu lalu. Hotel ini terkenal hingga ke luar negeri karena sangat unik, yakni sengaja menggantung di tebing dengan ketinggian 500 mdpl atau 400 meter di atas tanah.

Agar bisa sampai ke hotel tersebut, pengunjung harus melalui beberapa tantangan, mulai dari memanjat ke atas tebing melalui pijakan-pijakan yang telah dibuat, lalu meluncur dengan flying fox. Lokasi hotel tersebut berada di Gunung Parang, yakni gunung batu andesit yang memiliki ketinggian 963 mdpl.

Namun, Hotel Gantung Purwakarta sudah tidak beroperasi lagi sejak pandemi COVID-19. Meski begitu, kamu masih bisa mendaki gunung atau panjat tebing di Gunung Parang.

Demikian sembilan tempat wisata di Indonesia yang dahulu populer, tapi kini tinggal kenangan. Pernah berkunjung ke salah satu objek wisata di atas?

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com

Masjid Anti Mainstream di Pacitan, Bisa Ibadah dengan Pemandangan Laut



Pacitan

Di Pacitan, ada satu masjid yang anti mainstream. Masjid itu terapung di tepi laut. Traveler bisa beribadah sambil melihat pemandangan lautan.

Masjid Apung Pacitan menawarkan pengalaman ibadah yang unik dengan latar pemandangan laut yang menakjubkan. Berdiri megah di atas perairan, masjid ini mengapung di bibir pantai, menciptakan suasana khusyuk yang berpadu dengan semilir angin laut.

Tak hanya menjadi tempat beribadah, masjid ini menjadi destinasi wisata religi yang menarik. Pembangunan Masjid Apung Pacitan itu dimulai sejak tahun 2019 sebagai perwujudan gagasan Kyai Fuad Dimyati, atau yang akrab disapa Gus Fuad.


Gus Fuad merupakan pengasuh Pondok Pesantren Tremas, salah satu pesantren tertua dan bersejarah di Pacitan. Masjid Apung Pacitan, yang juga dikenal sebagai Masjid Kemampul, berdiri megah di tepi Pantai Pancer Door, Kelurahan Ploso, Kecamatan/Kabupaten Pacitan.

Lokasi masjid yang strategis memudahkan akses bagi para jemaah dan wisatawan, baik yang menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Fasilitas yang disediakan di Masjid Apung Pacitan cukup lengkap, mulai dari tempat parkir yang luas, toilet, dan tempat wudu. Untuk memasuki kawasan Masjid Apung Pacitan, pengunjung hanya perlu membayar karcis sebesar Rp 5.000.

Bangunan Masjid Apung Pacitan mengusung konsep tradisional Jawa yang didominasi bambu dan kayu-kayu tradisional. Dilansir dari laman resmi Perguruan Islam Pondok Tremas, Masjid Kemampul memanfaatkan banyak tong atau drum-drum besar yang membantu masjid agar bisa mengapung.

Masjid ini berfungsi sebagai tempat ibadah bagi umat Islam seperti pada umumnya. Namun, yang membedakannya adalah suasana unik yang ditawarkan. Berada di tepi pantai dengan pemandangan laut lepas, masjid ini menghadirkan pengalaman spiritual yang berbeda.

Embusan angin laut dan deburan ombak yang terdengar di sekitar diharapkan dapat memberikan ketenangan, membantu para jemaah lebih khusyuk dalam melaksanakan salat. Waktu terbaik untuk mengunjungi Masjid Apung Pacitan adalah sore menjelang malam.

Saat itu, pengunjung tidak hanya dapat menunaikan ibadah dengan suasana yang sejuk, tetapi juga menikmati keindahan matahari terbenam di tepi Pantai Pancer Door.

Cahaya jingga yang memantul di permukaan laut menciptakan pemandangan yang menakjubkan, menambah ketenangan dan kekhus

Kini, masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah dan wisata religi bagi masyarakat setempat. Masjid Apung Pacitan juga menjadi magnet bagi wisatawan dari berbagai daerah yang ingin merasakan sensasi beribadah dengan lanskap alam yang menakjubkan.

Keunikannya sebagai masjid yang berdiri di tepi laut menjadikannya salah satu ikon Pacitan, kabupaten yang dikenal dengan julukan Paradise of Java.

Dengan perpaduan arsitektur khas dan panorama alam yang menawan, masjid ini semakin memperkaya pesona wisata bahari Pacitan.

——-

Artikel ini telah naik di detikJatim.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Masjid Berkonsep Unik di Bandung, Bentuknya Seperti Lumbung Padi



Bandung

Di Soreang, Bandung ada bangunan masjid yang unik. Bukannya memiliki arsitektur Timur Tengah, tapi bentuk masjid ini malah seperti lumbung pagi atau leuit.

Masjid tersebut adalah Masjid Salman Rasidi yang terletak di Desa Sekarwangi, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung. Tempat ibadah tersebut memiliki ruang tempat salat yang berada di lantai 2.

Bangunan masjid tersebut didominasi dengan warna abu-abu. Kemudian dari tampak depan arsitekturnya dominan dengan kaca-kaca yang besar.


Masjid tersebut memiliki udara yang sejuk yang membuat para jemaah nyaman untuk beribadah. Nampak terlihat di berbagai sisi bangunan dibuat miring sama halnya seperti bentuk asli dari lumbung padi.

Masjid Salman Rasidi ini dibangun pada tahun 2019, tepatnya tanggal 20 Mei 2019. Pembangunan selesai dalam waktu kurang lebih 1 tahun, kemudian diresmikan pada tanggal 9 April 2020.

Ketua Harian DKM Masjid Salman Rasidi, Andri Mulyadi (45) mengatakan, masjid tersebut dibangun dengan konsep ramah lingkungan. Sehingga jemaah yang beribadah bisa dengan nyaman dan khusuk.

“Jadi memang ini desainnya kita sangat memperhatikan lingkungan. Ini terlihat seperti di dalam kondisi kaca-kaca yang termasuk ventilasinya, cahayanya juga. Sehingga memang jemaah merasa nyaman, merasa khusuk, yang tagline-nya dari kita itu adalah aman, nyaman dan mengesankan,” ujar Andri, Senin (3/3/2025).

Andri mengatakan jemaah yang datang ke masjid tersebut kerap terpada dengan bangunan masjid tersebut. Maka tak jarang para jemaah kerap mengabadikan momen di masjid tersebut.

“Masyaallah banyak sekali kegiatan-kegiatan di samping kegiatan-kegiatan, mereka juga berfoto ria gitu ya, selfie kemudian menikmati kenyamanan yang ada di Masjid Salman Rasidi ini,” katanya.

Pihaknya mengungkapkan masjid tersebut memiliki konsep bangunan sama seperti leuit atau lumbung padi. Kata dia, hal tersebut dilakukan disesuaikan dengan kondisi masyarakat yang ada di Soreang.

“Ini disesuaikan dengan warga sekitar di sini itu kan masyarakat agraris. Yang kedua memang memiliki filosofi yang sangat tinggi, yang masyarakat agraris yaitu karena rata-rata di wilayah sini adalah mereka bercocok tanam, terutama padi. Makanya kita simbolkan yaitu dengan seperti bentuk lumbung padi,” jelasnya.

Area masjid tersebut memiliki ukuran 15 meter X 15 meter. Kemudian untuk area pelataran atau parkiran yang memiliki ukuran 19 meter X 20 meter.

“Kalau daya tampung semuanya itu sekitar 400 jemaah, termasuk yang di bawah. Kalau misalnya meluber, kita ada yang di bawah, karena yang inti adalah di lantai yang pertama dan dua,” ucapnya.

Penampakan Masjid Salman Rasidi yang berbentuk leuit atau lumbung padi.Penampakan Masjid Salman Rasidi yang berbentuk leuit atau lumbung padi. Foto: Yuga Hassani/detikJabar

Menurutnya yang membuat masjid tersebut terasa sejuk adalah dengan adanya AC yang diletakan pada bagian pinggir lantai. Kata dia, dengan itu masyarakat akan merasakan angin yang sejuk.

“Kan orang pakai AC di atas ya. Ini di bawah. Jadi seperti merasakan seperti ada ombak, seperti ada angin kan begitu. Kemudian juga alhamdulillah ada fasilitas seperti air minum gratis. Kemudian juga fasilitas tempat parkir juga nyaman, alhamdulillah luas,” tuturnya.

Masjid tersebut kerap menjadi tempat istirahat bagi warga yang akan berwisata ke wilayah Bandung Selatan. Makanya masjid tersebut kerap disinggahi oleh para wisatawan.

“Alhamdulillah mereka sangat nyaman. Bahkan sudah informasi mulut ke mulut, dan ternyata kalau mereka mau wisata ke arah Ciwidey, mereka transit dulu di Masjid Salman Rasidi ini,” bebernya.

Dia menambahkan pada ramadan kali ini berbagai program kajian telah diselenggarakan. Apalagi kajian tersebut kerap dihadiri oleh muda-mudi yang ada di Soreang.

“Tentunya masjid juga ingin di dalamnya itu memiliki nilai-nilai. Salah satu nilainya adalah memberikan sebuah kebermanfaatan untuk masyarakat dan menjadi berkah lah adanya masjid ini,” pungkasnya.

——–

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

10 Tempat Ngabuburit Asyik di Bogor, Mau ke Taman atau Berburu Takjil?



Jakarta

Ngabuburit adalah kegiatan menunggu waktu buka puasa dengan berbagai aktivitas positif. Misal berburu hidangan berbuka, berkumpul bersama keluarga, atau piknik bersama.

Buat detikers yang sedang di Bogor, berikut beberapa rekomendasi tempat untuk ngabuburit bareng teman dan keluarga. Lokasi tempat ngabuburit ini berada di ruang terbuka sehingga cocok juga sebagai tempat beraktivitas fisik.

10 Tempat Ngabuburit Asyik di Bogor

Tempat ngabuburit asyik di Bogor di antaranya ada alun-alun, aneka taman, hingga area berburu takjil. Berikut beberapa rekomendasinya:


1. Alun-alun Kota Bogor

Alun-alun Kota Bogor tampil dengan wajah baru setelah revitalisasi. Begini potretnya.Alun-alun Kota Bogor tampil dengan wajah baru setelah revitalisasi (Hilalia Kani Juliana/detikcom)

Sambil menunggu buka, kamu bisa berjalan-jalan santai di Alun-alun Kota Bogor. Di sini ada banyak area hijau dengan adanya pepohonan dan rerumputan.

Alun-alun Bogor baru dilakukan revitalisasi di tahun 2024, sehingga kawasanya lebih nyaman. Fasilitasnya mencakup sarana permainan, fasilitas olahraga, toilet, free wifi, trek jogging, hingga Gedung Information Center.

Mengutip laman resminya, alun-alun ini buka dari pukul 05.00-22.00 WIB. Lokasinya dekat dengan Stasiun Bogor.

Lokasi: Jl. Kapten Muslihat No.17 A, RT.04/RW.06, Pabaton, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

2. Pusat Takjil Bangbarung

Pusat Takjil Bangbarung Bogor Ramai Dikunjungi Warga, Mie Glosor Jadi Incaran. (Sholihin/detikcom)Pusat Takjil Bangbarung Bogor Ramai Dikunjungi Warga, Mie Glosor Jadi Incaran. (Sholihin/detikcom)

Seperti namanya, Pusat Takjil Bangbarung menyediakan berbagai makanan untuk berbuka. Mie glosor jadi salah satu makanan yang diincar pemburu takjil.

Mi glosor merupakan makanan takjil khas Ramadhan di Kota Bogor. Selain mi glosor, tentunya ada hidangan khas takjil lainnya seperti gorengan dan kolak.

Lokasi: Jl Bangbarung Bogor Utara, Kota Bogor.

3. Kebun Raya Bogor

Warga ramai-ramai ke Kebun Raya BogorWarga ramai-ramai ke Kebun Raya Bogor Foto: Warga ramai-ramai ke Kebun Raya Bogor (Muchamad Sholihin/detikcom)

Kebun Raya Bogor bisa menjadi tempat ngabuburit yang asyik. Destinasi ini buka dari pukul 08.00-16.00 WIB untuk weekdays dan mulai dari 07.00-16.00 WIB untuk weekend.

Namun, menurut laman Instagram Kebun Raya, pada tanggal 21-23 Maret 2025, ada event “Ramadan di Kebun” di Kebun Raya Bogor. Mulai dari pukul 14.00-20.00 akan ada konser yang menghadirkan beberapa penyanyi ternama mula dari Tulus, Ghea Indraswari, Juicy Luicy, hingga Opick.

Selain itu, ada bazar ramadhan dengan lebih dari 100 exhibitor mulai dari Food & Beverage, Gadget & Electronic, Fashion & Beauty dan lain sebagainya. Kamu juga bisa pesan Picnic Mat & Bean Bag agar momen ngabuburit lebih nyaman.

Lokasi: Jl. Ir. H. Juanda No.13, Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

4. Taman Kencana

Destinasi wisata Taman Kencana BogorDestinasi wisata Taman Kencana Bogor (Fitraya Ramadhanny/detikcom)

Kawasan asri lainnya yang bisa menjadi tempat menunggu berbuka adalah Taman Kencana. Menurut laman Pemkot Bogor, taman ini menawarkan ruang hijau yang teduh.

Selain itu, di sekitar taman ada banyak pedagang yang menjual aneka takjil dan makanan berat. Tak heran jika tempat yang beroperasional selama 24 jam ini menjadi lokasi berkumpulnya anak muda untuk ngabuburit.

Lokasi: Jl. Taman Kencana No.3, RT.03/RW.03, Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

5. Jalan Surya Kencana

Jalan Surya Kencana telah dikenal sebagai pusat kuliner yang legendaris di Bogor. Tak ada salahnya jika kamu ngabuburit ke kawasan ini.

Selama bulan Ramadhan, jalan ini dipenuhi berbagai penjual takjil dengan berbagai paduan rasa. Kuliner takjil ini terdiri dari kue tradisional, cungring, hingga asinan.

Lokasi: Jl. Surya Kencana, Bogor.

6. Ruko Taman Yasmin

Ruko Taman Yasmin juga jadi destinasi favorit untuk berburu takjil. Ada banyak kuliner yang ditawarkan oleh pedagang kaki lima. Dengan harga yang terjangkau, kamu bisa menemukan hidangan tradisional sampai makanan kekinian.

Lokasi: Lingkar Utara No.4, RT.05/RW.09, Curugmekar, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.

7. Kawasan Air Mancur

Kawasan Air Mancur biasanya menjadi salah satu spot kuliner malam di Bogor. Di bulan Ramadan, area ini dipenuhi pedagang makanan untuk berbuka. Ada martabak, bakso, sate, sampai aneka minuman yang segar. Untuk kamu yang mau ngabuburit dengan berburu takjil sambil menikmati suasana kota, Kawasan Air Mancur jadi tempat yang cocok untukmu.

Lokasi: Jl. Jenderal Sudirman No.56, RT.05/RW.03, Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

8. Masjid Raya Bogor

Selanjutnya, Masjid Raya Bogor juga bisa jadi tempat ngabuburit yang menarik. Masjid ini punya arsitektur megah dengan lampu kristal menggantung di bagian tengahnya. Sambil menunggu adzan maghrib, pengunjung bisa mendengar kajian, tadarus, kemudian berbuka bersama jamaah lain.

Lokasi: Jl. Raya Pajajaran No.10, RT.02/RW.6, Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.

9. Taman Budaya Sentul City

Taman Budaya SentulTaman Budaya Sentul (Ari Saputra/detikcom)

Taman Budaya Sentul City merupakan tempat wisata dan piknik. Mengutip laman instagramnya, taman ini merupakan kawasan outbound terbesar di Jabodetabek.

Ada dua event di Ramadhan kali ini, yaitu Music Corner Ngabuburit di Taman Budaya pada tanggal 15 Maret 2025 dan Festival Ramadan Taman Budaya pada tanggal 22-23 Maret 2025.

Pada event Music Corner ngabuburit di Taman Budaya, kamu bisa menikmati live music dan takjil gratis, sementara di Festival Ramadan taman budaya, ada bazar hingga live music. Menarinya di sini ada beberapa tenant yang menyajikan aneka hidangan untuk berbuka. Jam operasional taman mulai dari pukul 08.00-21.00 WIB.

Lokasi: Jl. Siliwangi No.1, Sumur Batu, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

10. Situ Gede

Situ Gede Bogor.Situ Gede Bogor (disparbud.kotabogor.go.id)

Situ gede bisa menjadi pilihan untuk kamu yang mau ngabuburit sambil menikmati suasana alam. Dikelilingi hutan hijau, Situ Gede menawarkan pemandangan yang indah dan segar. Kamu bisa duduk-duduk di tepi danau sambil menikmati suasana matahari yang terbenam. Situ ini bisa didatangi kapan saja. Tidak ada jam operasional khusus yang diberlakukan.

Lokasi: Jl. Cilubang Malang No.37, Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat.

Selama ngabuburit, pengunjung wajib selalu menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan. Pastikan selalu membuang sampah pada tempatnya usai makan, minum, atau melakukan aktivitas lain selama ngabuburit.

(elk/row)



Sumber : travel.detik.com

Masjid Kapal Pesiar yang Unik di Mojokerto, Ini Filosofi di Baliknya



Mojokerto

Di Mojokerto, Jawa Timur berdiri sebuah masjid berbentuk unik. Masjid itu dibangun menyerupai kapal pesiar. Ternyata, ada arti filosofis di baliknya.

Masjid Ar Rahman di Dusun Belor, Desa Kembangbelor, Pacet, Mojokerto dibangun menyerupai kapal pesiar. Di balik keunikan arsitekturnya, masjid ini mempunyai filosofi sebagai bahtera penyelamat berbagai masalah sosial.

Masjid milik Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Vila Durian Doa Yatim Sejahtera itu terletak persis di halaman panti asuhan. Luas masjid unik ini mencapai 45×25 meter persegi.


“Masjid ini desainnya kapal pesiar. Harapannya menjadi bahtera penyelamat persoalan sosial karena penghuninya di sini beragam penyandang masalah sosial,” kata Ketua LKSA Vila Durian Doa Yatim Sejahtera, Muhammad Mukhidin (44), Senin (3/3/2025).

Bentuk masjid ini memang mirip kapal pesiar, baik eksterior maupun interiornya. Banyak jendela di sisi kanan dan kirinya membuat masjid ini selalu terang. Uniknya lagi, tempat imam salat dan mimbar khatib didesain layaknya ruang kemudi kapal.

Tempat imam dan khatib berhiaskan setir kapal asli, kompas berdiri, beberapa kompas kecil, monitor kemudi, jangkar, derek jangkar, serta lukisan lautan pada dindingnya. Tempat salat ini berada di lantai 2 masjid.

Lantai 1 masjid disulap menjadi asrama putri dan balita. Posisinya di bawah tanah layaknya lambung kapal yang tenggelam di lautan. Sebelah kirinya merupakan area wudu. Lantai 3 menjadi aula, sedangkan lantai 4 dan 5 penginapan para tamu panti asuhan.

“Pembangunan lantai 3, 4 dan 5 tinggal daun pintu dan daun jendela, tapi sudah bisa ditempati,” terang Mukhidin.

masjid kapal pesiar mojokertoMasjid kapal pesiar di Mojokerto Foto: Enggran Eko Budianto

Selama bulan Ramadan, masjid kapal pesiar ini tak pernah sepi dari berbagai kegiatan keagamaan. Jemaah datang dari LKSA, warga sekitar, juga para pelancong.

Mereka menunaikan salat 5 waktu, salat Jumat, Salat Tarawih, tadarus, mengaji, burdah, hingga buka bersama di masjid berbentuk unik tersebut.

Saat ini, kata Mukhidin, LKSA Vila Durian Doa Yatim Sejahtera mengasuh 57 orang. Terdiri dari 9 lansia dan 48 anak.

“Ada anak-anak yatim, piatu, korban pelecehan seksual, korban KDRT, ada juga anak dari wanita ODGJ yang dilecehkan,” ungkapnya.

Pembangunan masjid unik ini atas masukan dari Gus Amirul Mukminin dari Pondok Pesantren Sumber Pendidikan Mental Agama Allah, Lamongan. Sosok inilah yang juga memotivasi Mukhidin mendirikan LKSA Vila Durian Doa Yatim Sejahtera.

Pembangunannya sendiri menghabiskan lebih dari Rp 2,5 miliar tahun 2016-2021. Mukhidin berencana menambah panjang area masjid untuk salat setidaknya 10 meter lagi. Sehingga kapasitasnya lebih besar menampung jemaah.

“Kami masih menabung untuk melanjutkan pembangunan,” tandasnya.

——-

Artikel ini telah naik di detikJatim.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Sejuk dan Asrinya Masjid Bambu di Cirebon, Bikin Jemaah Betah



Cirebon

Ada sebuah masjid unik di Cirebon. Masjid itu terbuat dari bambu. Suasananya asri dan sejuk sehingga membuat para jemaah betah.

Masjid tersebut dibuat dengan menggunakan bambu berwarna kuning sebagai bahan baku utama bangunan. Dilihat dari depan, tampak ratusan bambu dengan berbagai macam ukuran disusun hingga membentuk bangunan masjid.

Tak hanya bambu, bagian atap masjid juga tidak menggunakan atap genteng, melainkan serat ijuk berwarna hitam. Di sekitar masjid, terdapat pepohonan dengan daun yang rindang membuat suasana masjid terasa adem, meski letaknya di tengah kota.


Masuk lagi ke dalam, suasana nyaman dan sejuk yang berasal dari udara yang berhembus dari celah dinding bambu langsung terasa di badan.

Ragam ornamen hiasan kaligrafi dan lampu gantung bermotif bebatuan juga menambah indah suasana masjid yang dikenal dengan nama Masjid Bambu tersebut.

Terpisah dari bangunan masjid, terdapat sebuah menara berwarna hijau dengan lafadz Allah di atasnya. Menara tersebut, berfungsi sebagai tempat pengeras suara waktu salat.

Fauzi, takmir Masjid Bambu memaparkan, Masjid Bambu mulai dibangun sejak tahun 2014, kala itu, menara masjid masih belum dibangun, sehingga untuk pengeras suaranya sendiri di taruh di atas pohon yang banyak tumbuh di area masjid.

Menurut Fauzi, berbeda dengan masjid pada umumnya, masjid yang memiliki nama asli Masjid Ash-Shomad tersebut memang sengaja dibangun menggunakan bambu sebagai bahan utama.

“Nama asli Masjidnya Ash-Shomad yang artinya tempat bergantung segala sesuatu, itu diambil dari nama Asmaul Husna,” tutur Fauzi, Senin (3/3/2025).

Masjid Bambu  atau Masjid Ash-Shomad Cirebon.Masjid Bambu atau Masjid Ash-Shomad Cirebon. Foto: Fahmi Labibinajib/detikJabar

Fauzi memperkirakan, 70 persen bangunan masjid adalah bambu, dengan atap menggunakan ijuk. Menurutnya, bambu dan ijuk tersebut didatangkan langsung dari Majalengka dan juga Ciamis.

“Sudah 11 tahun, memang suasana dibikin seperti Masjid Kuno, hampir 70 dari bambu, tapi bambunya itu kokoh, atapnya pakai ijuk. Wakafnya dari Pak Haji Watid, ” tutur Fauzi.

Untuk kapasitasnya sendiri, Masjid Bambu menampung sekitar 150 jemaah dengan rincian 60 orang di bagian dalam masjid dan 90 orang sisanya di area serambi masjid.

Bahkan, ketika momen salat Jumat tiba, jamaah masjid akan tumpah membludak sampai ke area halaman masjid.

“Alhamdulillah ramai terus, adem masjidnya meskipun lokasinya di tengah kota, malah tadinya lebih adem dari ini, kayak hutan banyak pepohonan besar, cuman karena kapasitas jemaah bertambah, ditambah akar pohonya semakin besar, jadi ditebang,” tutur Fauzi.

Khusus di bulan Ramadan, Masjid Bambu melaksanakan berbagai macam kegiatan keagamaan seperti buka puasa bersama, kajian rutin dan salat tarawih berjamaah. Masjid Bambu sendiri berlokasi di Kebon Baru, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon.

——-

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Kisah Masjid di Sukabumi yang Buka 24 Jam, Ramah dengan Musafir



Sukabumi

Di Sukabumi, ada masjid yang buka 24 jam dan ramah terhadap para musafir. Tak hanya itu, masjid ini juga ramah terhadap kucing. Simak kisahnya berikut ini:

Masjid sering kali dianggap hanya sebagai tempat ibadah formal, dengan aturan ketat yang terkadang membuat sebagian orang merasa asing atau bahkan enggan untuk mendekat.

Fenomena itu menjadi kegelisahan tersendiri bagi Anggy Firmansyah Sulaiman, pendiri Masjid Sejuta Pemuda, yang ingin menghadirkan konsep masjid yang lebih terbuka, ramah, dan menjadi pusat aktivitas umat.


“Orang-orang sering melihat masjid sebagai tempat yang terkunci di malam hari, anak-anak kecil dimarahi ketika bermain di sekitar masjid, atau fasilitas yang kurang nyaman. Dari keresahan itulah kami ingin mengajak masjid-masjid untuk memberikan pelayanan terbaik supaya orang mau datang ke masjid,” kata Anggy saat ditemui belum lama ini.

Dari gagasan tersebut, lahirlah konsep Masjid Sejuta Pemuda, yang berusaha menjadikan masjid sebagai tempat ibadah sekaligus rumah yang nyaman bagi siapa saja -anak muda, anak kecil, musafir, dan masyarakat sekitar.

Gagasan ini muncul sejak tahun 2021, namun baru terwujud secara nyata pada 9 Maret 2024, ketika masjid pertama berdiri di Sukabumi.

Nama Masjid Sejuta Pemuda dipilih untuk mencerminkan semangat melibatkan generasi muda dalam aktivitas masjid. Saat dalam proses perwujudan, lahan yang dibeli pada Februari 2024 ternyata sudah memiliki sebuah bangunan masjid bernama Masjid At-Tin, yang didedikasikan oleh pewakif untuk ibundanya.

“Kami punya konsep Masjid Sejuta Pemuda, tapi di lahan yang kami beli sudah ada Masjid At-Tin. Agar tetap menghormati nama masjid yang sudah ada, kami akhirnya menggabungkan namanya menjadi Masjid Sejuta Pemuda At-Tin,” jelasnya.

Masjid Sejuta Pemuda.Masjid Sejuta Pemuda di Sukabumi Foto: Siti Fatimah/detikJabar

Masjid ini pun kini telah resmi terdaftar di Kementerian Agama. Meski bermula dari Sukabumi, visi Masjid Sejuta Pemuda tidak berhenti di satu tempat. Saat ini, konsep yang sama sudah diterapkan di dua cabang lain, yaitu Masjid Ash-Shobur di Cianjur dan Masjid Pemuda Al-Kahfi di Purwakarta.

“Kami ingin menyebarkan vibrasi positif dari masjid ini ke seluruh daerah. Tapi syaratnya, sebelum mendirikan cabang baru, sumber daya manusianya harus belajar dulu di Sukabumi,” tambahnya.

Membuat Masjid yang Nyaman buat Umat

Konsep utama Masjid Sejuta Pemuda adalah menciptakan suasana yang nyaman bagi umat. Tidak hanya sebagai tempat ibadah, masjid ini juga menjadi ruang interaksi sosial dan solusi bagi berbagai kebutuhan jamaah.

“Umat yang datang harus diperlakukan dengan baik. Kami siapkan toilet yang bersih, masjid yang wangi dan rapi, imam yang bacaannya merdu. Setelah salat, mereka bisa menikmati kopi, makan, atau sekadar ngobrol untuk menyelesaikan masalah. Dengan begitu, masjid bukan hanya tempat ibadah, tapi juga tempat menemukan ketenangan,” ucap Anggy.

Masjid yang Ramah Kucing

Salah satu inisiatif unik di Masjid Sejuta Pemuda adalah kepeduliannya terhadap hewan, terutama kucing. Awalnya, kepedulian ini muncul saat ditemukan seekor anak kucing yang dibuang di pinggir jalan.

Lokasi yang berdekatan dengan pasar menyebabkan banyak kucing liar berkeliaran. Untuk itu, pihak masjid menyediakan kandang dan makanan bagi mereka.

“Kami rawat, beri susu, tempat tidur, makanan. Lalu kami unggah ke media sosial, dan ternyata banyak yang peduli juga,” katanya.

Namun, ada batasan yang tetap dijaga, terutama terkait kebersihan tempat ibadah.

“Beberapa kali kami harus mencuci karpet karena kucing masuk. Sekarang, kami pasang door closer supaya kucing tidak bisa masuk ke dalam area salat. Masjid tetap ramah kucing, tapi kebersihan tetap nomor satu,” tambahnya.

——–

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

5 Wisata Religi di Jakarta, Ada Masjid Istiqlal hingga Makam Habib


Jakarta

Ada sejumlah tempat wisata religi di Jakarta yang menarik dikunjungi. Selain berkunjung ke sejumlah masjid, travelers juga bisa berziarah ke makam para habib.

Bulan Ramadan menjadi salah satu momen yang paling dinantikan umat muslim. Selain menjalankan ibadah puasa, beberapa orang juga menyempatkan diri untuk melakukan wisata religi.

Nah, ada sejumlah wisata religi di Jakarta yang wajib dikunjungi. Apa saja tempatnya? Simak ulasan singkatnya dalam artikel ini.


Rekomendasi Wisata Religi di Jakarta

Apabila bosan berkunjung ke tempat yang itu-itu saja, kamu bisa melakukan wisata religi di Jakarta bersama keluarga atau teman-teman. Simak rekomendasi tempat wisata religi yang dikutip dari catatan detikcom.

1. Masjid Istiqlal

Imam Besar Masjid Nabawi Syekh Ahmad menunaikan salat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta. Syekh Ahmad juga mengisi khotbah dan memimpin salat di hadapan ribuan jemaah.Masjid Istiqlal. (Andhika Prasetia)

Destinasi wisata religi yang pertama adalah Masjid Istiqlal. Kurang lengkap rasanya jika berwisata religi di Jakarta, tapi tidak berkunjung ke masjid yang satu ini.

Masjid Istiqlal diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 22 Februari 1978. Memiliki luas bangunan 2,5 hektare di atas tanah 9,8 hektare, Masjid Istiqlal dapat menampung hingga 100.000 orang. Maka dari itu, Masjid Istiqlal termasuk salah satu masjid terbesar se-Asia Tenggara.

Selama Ramadan, Masjid Istiqlal menggelar berbagai kegiatan keagamaan, mulai dari salat tarawih, ceramah dari para ustadz, hingga mengadakan buka puasa bersama gratis bersama jamaah lain.

Masjid Istiqlal berlokasi di Sawah Besar, Jakarta Pusat. Bagi detikers yang ingin berkunjung bisa menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi umum, yakni KRL Commuter Line dan TransJakarta.

2. Masjid Ramlie Musofa

Warga melakukan amalan ibadah puasa dengan melaksanakan salat wajib dan memperbanyak salat sunah di Masjid Ramlie Musofa, Sunter, Jakarta Utara. Bulan puasa sebagai bulan penuh ampunan mendorong umat Muslim memperbanyak amalan ibadah untuk mempererat hubungan langsung kepada Allah (hablu minallah) maupun menjaga hubungan baik kepada manusia (hablu minannas).Masjid Ramlie Musofa. (Ari Saputra)

Masjid Ramlie Musofa memiliki keunikan tersendiri dibandingkan masjid lainnya yang ada di Jakarta. Sebab, bangunan masjidnya mirip seperti Taj Mahal di India.

Berlokasi di Sunter, Jakarta Utara, masjid ini didominasi oleh warna putih bersih dan corak warna emas di beberapa ornamen tulisan. Selain itu, dinding masjidnya juga dibalut marmer yang diimpor dari Italia. Hal tersebut semakin menunjukkan kemegahan dari Masjid Ramlie Musofa.

Keunikan lain dari Masjid Ramlie Musofa adalah terdapat ukiran surat Al-Fatihah dalam tiga bahasa, yakni bahasa Arab, Indonesia, dan Mandarin. Sebab, masjid itu dibangun oleh seorang mualaf beretnis Tionghoa, maka dari itu terdapat corak bangunan yang memiliki unsur Tionghoa.

3. Masjid Al Alam Marunda

Masjid Al Alam terletak di Jalan Marunda No. 1 atau tepat berada di pinggiran Pantai Marunda, Jakarta Utara.Masjid Al Alam. (Pradita Utama)

Rekomendasi wisata religi berikutnya adalah berkunjung ke Masjid Al Alam Marunda. Disebut juga sebagai Masjid Si Pitung, masjid ini termasuk salah satu yang tertua di Jakarta karena telah berdiri sejak 1527.

Masjid Al Alam Marunda terdiri atas bangunan utama, bangunan baru untuk salat perempuan, pendopo, dan halaman. Uniknya, terdapat sebuah sumur yang bisa digunakan untuk berwudhu.

Terletak di Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, masjid ini memiliki sejarah panjang yang menarik. Masjid Al Alam seolah menjadi saksi bisu atas rentetan peristiwa dan perkembangan Islam yang terjadi di sekitar Marunda.

Masjid ini menggabungkan empat kebudayaan dalam arsitekturnya, yakni bagian kubah berbentuk joglo merupakan arsitektur Jawa, lalu bentuk lengkung naga terinspirasi dari budaya Tionghoa, kemudian ornamen jendela dan pintu yang berkaitan dengan budaya Betawi, serta bentuk tiang dan bidang catur masjid yang kental budaya Eropa.

Ada beberapa versi mengenai pendirian Masjid Al Alam. Versi pertama adalah masjid yang dibangun dalam waktu singkat oleh para aulia. Versi kedua menyebut bahwa masjid ini dibangun oleh pasukan Fatahillah sebelum menyerang Sunda Kelapa pada 1527. Versi ketiga menyebut masjid ini dibangun oleh pasukan Mataram pada abad ke-17.

4. Masjid Agung Al Azhar

Masjid Agung Al-AzharMasjid Agung Al Azhar. (Yusuf Alfiansyah Kasdini)

Masjid yang satu ini terletak di tengah kota, tepatnya di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Masjid Agung Al Azhar sempat dinobatkan sebagai masjid terbesar di Indonesia selama 10 tahun, sebelum akhirnya tergantikan oleh Masjid Istiqlal.

Didirikan pada 19 November 1953 dan selesai dibangun pada 1958, Masjid Agung Al Azhar diprakarsai oleh 14 tokoh besar Partai Masyumi, termasuk Buya Hamka. Dapat menampung hingga 10.000 jamaah, Masjid Agung Al-Azhar menjadi salah satu masjid tertua dan terbesar di Jakarta.

Awalnya, masjid ini bernama Masjid Agung Kebayoran Baru karena sesuai dengan lokasinya. Lalu, namanya diubah setelah seorang rektor Universitas Al-Azhar Kairo, Dr Mahmoud Syaltout mendatangi masjid ini dan memberikan nama “Al-Azhar” untuk masjid ini.

5. Masjid Al Riyadh dan Makam Habib Ali Kwitang

Masjid Al Riyadh KwitangMasjid Al Riyadh Kwitang. (detikcom)

Destinasi wisata religi berikutnya adalah Masjid Al Riyadh. Meski berlokasi di dalam gang dan permukiman penduduk, tetapi masjid ini memiliki nilai sejarah dan patut dikunjungi.

Berdiri sejak 1938, Masjid Al Riyadh didominasi oleh warna putih yang memanjakan mata. Masjid yang dapat menampung sekitar 50-100 jamaah ini juga terdapat makam Habib Ali bin Abdurrahman Alhabsyi atau yang akrab dikenal sebagai Habib Ali Kwitang.

Sebagai informasi, Habib Ali Kwitang merupakan salah satu tokoh ulama yang berpengaruh pada abad ke-20. Tidak hanya dalam perkembangan Islam di daerah Jakarta, tapi juga berperan dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Habib Ali Kwitang lahir pada 20 April 1870 di Kampung Kwitang, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. Beliau adalah putra dari pasangan Al-Habib Abdurrahman Alhabsyi dengan Nyai Salmah.

Di sisi kiri masjid terdapat empat makam. Di dalam makam tersebut bersemayam Habib Ali Kwitang dan keluarga. Tempat ini selalu ramai oleh pengunjung yang berziarah dan wisata religi, terutama saat hari Minggu dan menjelang Ramadan.

Itu dia lima rekomendasi wisata religi di Jakarta. So, ingin berkunjung ke tempat yang mana dulu nih?

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com