Tag Archives: maskapai

15 Tempat Wisata Kota Tua Jakarta dengan Sejarahnya Lengkap


Jakarta

Kota Tua adalah salah satu tempat wisata favorit di Jakarta. Kota Tua menyimpan banyak jejak sejarah peninggalan Belanda yang masih berdiri hingga sekarang.

Simak artikel ini untuk mengenal sejarah Kota Tua. Simak juga 15 tempat wisata unggulan yang wajib dikunjungi di Kota Tua, lengkap dengan daya tarik, harga tiket masuk, lokasi dan jam buka.

Rekomendasi 15 Tempat Wisata Kota Tua

Karena sejarahnya yang kental, Kota Tua kini memiliki pesona tersendiri bagi wisatawan. Jika mau datang ke sini, simak dulu rekomendasi 15 tempat wisata Kota Tua Jakarta yang wajib dikunjungi.


1. Stasiun KA Jakarta Kota

Kawasan depan Stasiun Jakarta Kota kerap dipenuhi driver ojol yang menunggu penumpang. Mereka biasanya mangkal di trotoar depan stasiun.Stasiun Jakarta Kota. (Pradita Utama)

Lokasi: Jalan Lada, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat, DKI Jakarta

Jika kalian naik commuter line untuk menuju Kota Tua, maka akan turun di Stasiun Jakarta Kota. Stasiun ini dulu dikenal dengan sebutan Stasiun Beos. Stasiun ini berdiri sejak 1870.

Dikutip dari situs KAI, Beos sendiri diambil dari nama maskapai kereta api Belanda bernama Bataviasche Ooster Spoorweg Maatschappij (Maskapai Angkutan Kereta Api Batavia Timur). Di masa Belanda, stasiun ini pernah dipakai sebagai untuk menghubungkan Batavia-Buitenzorg (Jakarta-Bogor).

Bangunan Stasiun Jakarta Kota merupakan hasil desain dari arsitek Belanda kelahiran Tulungagung, 8 September 1882, Frans Johan Louwrens Ghijsels. Kini stasiun ini masih aktif digunakan untuk jalur commuter line Jabodetabek mulai pukul 03.00-24.00 WIB.

2. Pelabuhan Sunda Kelapa

Pelabuhan Sunda Kelapa. (Brigitta/detikcom)Pelabuhan Sunda Kelapa. (Brigitta/detikcom)

Lokasi: Jl. Maritim No 8 Sunda Kelapa, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara

Jam buka: 24 jam.

Di sisi utara terdapat Pelabuhan Sunda Kelapa yang sangat bersejarah, bahkan sejak masa kerajaan. Pelabuhan ini sejak dulu sudah menjadi persinggahan utama kapal-kapal dari berbagai negara.

Kini Pelabuhan Sunda Kelapa difungsikan untuk kapal-kapal berukuran lebih kecil dan melayani lalu lintas perdagangan antarpulau dalam negeri. Wisatawan bisa menjumpai kapal-kapal kayu dan kapal phinisi yang cantik digunakan sebagai latar belakang foto.

3. Museum Fatahillah

Museum Sejarah Jakarta dikenal juga dengan nama Museum Fatahillah. Museum Sejarah Jakarta terletak di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.Museum Fatahillah. (Tiara Rosana/detikcom)

Lokasi: Jl. Taman Fatahillah No 1 Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.

Jam buka: 09.00-15.00 WIB (Senin tutup)

Harga tiket masuk:

  • Dewasa: Rp 5.000 per orang
  • Mahasiswa: Rp 3.000 per orang
  • Anak-anak/Pelajar: Rp 2.000 per orang.

Fatahillah adalah sosok yang bersejarah bagi Jakarta. Namanya kemudian digunakan sebagai nama Museum Sejarah Jakarta yang juga disebut Museum Fatahillah. Di dalam museum ini terdapat berbagai koleksi bersejarah dari masa lalu.

Koleksi tersebut antara berwujud perabot rumah tangga, mebel, senjata, keramik, peta, dan buku-buku. Koleksinya kini diperbanyak untuk menambah wawasan para pengunjung.

4. Taman Fatahillah

Taman FatahillahTaman Fatahillah. (Shutterstock)

Lokasi: Jl. Taman Fatahillah No 1 Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.

Jam buka: 06.00-22.00 WIB

Harga tiket masuk: gratis

Museum Fatahillah mungkin tutup sampai sore, tetapi Taman Fatahillah bisa dinikmati sampai malam. Dari taman ini, traveler bisa berfoto dengan latar belakang gedung bergaya neo klasik tersebut.

Taman ini disusun dari bahan konblok. Terdapat sebuah kolam berdesain kubah yang unik di halaman depan. Detikers bisa melihat ke bagian atap utama Museum Fatahillah yang terdapat penunjuk arah mata angin yang ikonik.

Di malam hari, area ini masih ramai pengunjung. Bahkan sering kali ada hiburan musik.

5. Toko Merah

Toko Merah: Menikmati Kopi dan Pisang Goreng di Bangunan 293 TahunToko Merah di kawasan Kota Tua. (Tim detikfood)

Lokasi: Jalan Kali Besar Barat No 11, Roa Malaka, Kecamatan Tambora, Kota Jakarta Barat.

Jam buka: 08.00-22.00 WIB

Toko Merah mungkin tampak paling mencolok daripada bangunan di sekitarnya. Bangunan bergaya klasik Eropa ini memiliki ornamen khas China. Pada dindingnya tercantum informasi bahwa Toko Merah dibangun Gubernur VOC Gustaaf Willem Baron Van Imhoff pada 1730.

Dilansir e-jurnal milik binus.ac.id, terdapat perbedaan pendapat mengenai pemberian nama ‘Toko Merah’. Sebagian berpendapat gedung ini dulunya adalah toko yang dimiliki warga Tionghoa, Oey Liauw Kong pada pertengahan abad ke-19.

Pendapat lain mengatakan nama ‘Toko Merah’ diambil setelah peristiwa Geger Pacinan. Banyak warga Tionghoa yang mati dibunuh dan hanyut di Kali Besar saat itu. Warna air sungai pun sampai berubah menjadi merah karena darah.

Dahulu, wisatawan tidak diperbolehkan masuk ke Toko Merah, sehingga hanya bisa berfoto-foto dari luar. Sejak 1 November 2023, Toko Merah digunakan sebagai kafe RODE Winkel yang bisa menjadi tempat nongkrong sambil ngopi.

6. Museum Bank Indonesia

Museum Bank Indonesia merupakan objek wisata di kawasan Kota Tua. Tak hanya menyimpan kisah perjalanan Bank Indonesia, museum ini juga mengoleksi uang kuno.Museum Bank Indonesia. (Ni Made Nami Krisnayanti)

Lokasi: Jalan Pintu Besar Utara No 3, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat.

Jam buka: 08.00-15.00 WIB (Senin tutup)

Harga tiket masuk:

  • Umum: Rp 5 ribu
  • Pelajar/mahasiswa: gratis

Ada juga Museum Bank Indonesia (BI) yang menyimpan sejarah perbankan Indonesia. Di sini, traveler bisa melihat mata uang dari zaman Nusantara sampai sekarang. Museum ini sering dijadikan tempat wisata edukatif oleh para pelajar.

7. Museum Bank Mandiri

museum bank mandiri kota tuamuseum bank mandiri kota tua. (Tommy Bernadus/d’Traveler)

Lokasi: Jalan Lapangan Stasiun No 1, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat.

Jam buka: 09.00-15.00 WIB (Senin tutup)

Harga tiket masuk:

  • Dewasa: Rp 5.000 per orang
  • Pelajar/Anak-anak: Rp 3.000 per orang
  • Pelajar (Wisatawan Asing): Rp 10.000 per orang
  • Dewasa (Wisatawan Asing): Rp 15.000 per orang

Selain Museum Bank Indonesia, ada juga Museum Mandiri. Di sini, traveler bisa mengenal sejarah perbankan masa lalu melalui perangkat jadul, diorama, papan informasi.

Dilansir dari situs Museum Mandiri, gedung ini awalnya adalah kantor Nederlandsch Handel-Maatschappij (NHM) atau Netherlands Trading Corporation alias Maskapai Dagang Belanda.

Usai Indonesia merdeka, gedung ini beralih menjadi Bank Exim (Bank Export Import). Baru pada 2 Oktober 1998, gedung NHM resmi difungsikan sebagai Museum Mandiri.

8. Museum Seni Rupa dan Keramik

museum keramik kota tuamuseum keramik kota tua. (Nfadils/d’Traveler)

Lokasi: Jalan Pos Kota No 2, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat.

Jam buka: 09.00-15.00 WIB (Senin tutup)

Harga tiket masuk:

  • Dewasa: Rp 5.000 per orang
  • Mahasiswa: Rp 3.000 per orang
  • Anak-anak/Pelajar: Rp 2.000 per orang

Di sebelah Museum Fatahillah, terdapat bangunan cagar budaya yang juga menarik, yaitu Museum Seni Rupa dan Keramik. Traveler bisa melihat berbagai koleksi keramik dan seni rupa dari Indonesia maupun mancanegara di dalam museum ini.

Detikers juga bisa mengikuti workshop membuat gerabah atau keramik di Museum Seni Rupa dan Keramik. Biaya mengikuti workshop ini adalah sebesar Rp 50.000 per orang.

9. Museum Bahari

Museum Bahari di Penjaringan, Jakarta UtaraMuseum Bahari di Penjaringan, Jakarta Utara. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Lokasi: Jalan Pasar Ikan No 1, Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

Jam buka: 08.00-15.00 WIB (Senin tutup)

Harga tiket masuk:

  • Dewasa: Rp 10.000 per orang (weekend Rp 15.000 per orang)
  • Mahasiswa/pelajar: Rp 5.000 per orang
  • Wisatawan mancanegara: Rp 50.000.

Jakarta juga terkenal dengan lautnya. Wisatawan bisa mengenal lautan di Museum Bahari. Di museum ini, detikers bisa melihat berbagai benda-benda kelautan dari masa kolonial.

Dikutip dari situs Dinas Kebudayaan Jakarta, bangunan ini awalnya berfungsi sebagai gudang penyimpanan rempah-rempah. Setelah Jepang masuk, gedung ini berfungsi untuk menyimpan logistik oleh tentara Jepang.

Setelah Indonesia merdeka, gedung ini dipakai untuk menyimpan alat navigasi hingga replika perahu tradisional dari berbagai daerah. Pemerintah menetapkan bangunan tersebut menjadi Museum Bahari pada 7 Juli 1977.

10. Magic Art 3D Museum Jakarta

Magic Art 3D MuseumMagic Art 3D Museum. Foto: Tiara Rosana/detikcom

Lokasi: Jalan Kali Besar Timur, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat.

Jam buka: 10.00-18.00 WIB

Harga tiket masuk:

  • Dewasa: Rp 60.000 (weekend Rp 80.000)
  • Anak usia 3-17 tahun: Rp 40.000 (weekend Rp 50.000)

Ada wisata museum lain yang menarik perhatian, yaitu Magic Art 3D Museum. Dilansir dari situs resminya, museum ini menyuguhkan berbagai lukisan dan seni tiga dimensi.

Di dalamnya terdapat 17 zona dan 104 spot foto. Zona di museum ini antara lain zona lukisan, satwa, laut, rutinitas, dinosaurus, horor, dan petualangan. Selain itu, terdapat wahana menarik di dalamnya, yakni seperti labirin rumah kaca, ruang laser, ruang ames, ruang miring, kursi ilusi, ruang penjara, dan ruang ajaib.

11. Museum Wayang

Museum WayangMuseum Wayang. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Lokasi: Jalan Pintu Besar Utara No 27 Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat

Jam buka: 09.00-15.00 WIB (Senin tutup)

Harga tiket masuk:

  • Dewasa: Rp 5.000 per orang
  • Mahasiswa: Rp 3.000 per orang
  • Anak-anak/Pelajar: Rp 2.000 per orang

Satu lagi tempat wisata museum di Kota Tua, yaitu Museum Wayang. Di dalamnya terdapat aneka koleksi wayang, seperti wayang kulit, wayang golek, dan wayang beber. Selain wayang, ada koleksi berupa topeng, lukisan, patung kayu, dan gamelan.

Museum Wayang menggunakan bangunan kuno yang didirikan VOC pada 1640 dengan nama ‘de oude Hollandsche Kerk’. Dulu gedung ini sempat hancur karena gempa bumi, tetapi dibangun kembali dan diserahkan kepada Stichting Oud Batavia untuk dijadikan museum dengan nama ‘de Oude Bataviasche Museum’ atau Museum Batavia Lama.

Dikutip dari situs Asosiasi Museum Indonesia (AMI), pada masa Indonesia merdeka, pemerintah menyerahkan gedung ini kepada Lembaga Kebudayaan Indonesia dan namanya diubah menjadi Museum Jakarta.

Pada 1968, bangunin ini diserahkan kepada Pemprov DKI Jakarta dan diubah fungsinya menjadi Museum Wayang pada 13 Agustus 1975.

12. Kawasan Kali Besar

Kawasan Kali Besar Kota Tua sudah hampir selesai direvitalisasi. Proyek revitalisasi yang dikerjakan selama hampir dua tahun itu mulai tampak bentuknya.Kawasan Kali Besar Kota Tua. (Agung Pambudhy/detikcom)

Jika traveler sudah melihat Toko Merah dan Museum Wayang, maka kalian pasti melihat Kali Besar. Kawasan sungai ini telah ditata rapi dan modern.

Banyak orang menyebut kawasan Kali Besar mirip dengan Sungai Cheonggyecheon yang ada di Seoul, Korea Selatan. Saat sore menjelang malam, suasana di sini semakin terlihat gemerlap oleh lampu Kota Tua.

13. Jembatan Kota Intan

Pekerja menyelesaikan proyek rehabilitasi Jembatan Kota Intan di kawasan Kota Tua, Tamansari, Jakarta Barat, Kamis (16/11/2023). Jembatan Kota Intan merupakan jembatan gantung kayu tertua di Indonesia yang dibangun pada tahun 1628 pada era pemerintah VOC Belanda.Jembatan Kota Intan. (Ari Saputra/detikcom)

Lokasi: ujung utara Jalan Kali Besar, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat.

Di sepanjang Kali Besar terdapat beberapa penghubung antara Jalan Kali Besar Barat dan Jalan Kali Besar Timur, salah satunya adalah Jembatan Kota Intan. Jembatan ini unik karena bergaya kolonial.

Jembatan dibangun pada 1628 dan merupakan salah satu jembatan tertua di Indonesia. Sebelumnya, nama jembatan Engelse Burg (Jembatan Inggris), Hoenderpasarburg (Jembatan Pasar Ayam), dan Het Middelpunt Burg (Jembatan Pusat).

Dikutip dari situs Kemdikbud, Jembatan Kota Intan memiliki struktur unik karena dapat diangkat untuk lalu lintas perahu dan untuk mencegah banjir.

14. Pasar Petak Sembilan Glodok

Warga berjalan melintasi lapak pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Petak Sembilan, Glodok, Jakarta, Selasa (5/4/2022). Sebanyak 160 PKL di kawasan Petak Sembilan rencananya akan direlokasi ke Pasar Glodok agar jalan tersebut bisa dilalui kendaraan mobil dan motor, sejalan dengan penataan kawasan Kota dalam menyambut Stasiun MRT Taman Sari. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa.Pasar Petak Sembilan. (Hafidz Mubarak A/Antara)

Lokasi: Jalan Kemenangan Raya No 40, Kelurahan Glodok, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat

Jam buka: 06.00-15.30 WIB

Harga tiket masuk: gratis

Dari Kota Tua, detikers bisa mampir ke selatan, yakni di kawasan Glodok. Glodok merupakan kawasan pecinan terbesar sejak masa pemerintahan Hindia-Belanda. Hingga kini, mayoritas warga Glodok merupakan keturunan Tionghoa.

Di Glodok terdapat beberapa pasar, salah satunya Pasar Petak Sembilan. Di pasar ini dijual aneka barang, seperti baju, lampion, alat peribadatan untuk umat Buddha dan Konghucu, hingga berbagai perlengkapan rumah tangga.

Selain itu, banyak penjual makanan khas seperti mipan, kue keranjang, siomay, dan aneka chinese food.

15. Vihara Jin De Yuan

Lokasi: Petak Sembilan, Jalan Kemenangan III No 19 Glodok, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.

Jam buka: 06.00-16.00 WIB

Harga tiket masuk: gratis

Masih di Glodok, terdapat Vihara Jin De Yuan atau Vihara Dharma Bhakti berdiri sejak sekitar 400 tahun silam dan merupakan vihara terbesar di Jakarta. Tempat ibadah ini menjadi bukti kompleksitas kehidupan masyarakat etnis Tionghoa di Indonesia.

Pemandu dari Jakarta Good Guide, Huans Sholehan, menjelaskan kelompok Tionghoa pernah menjadi korban pembantaian pada 1740, yang membuat vihara ini ikut terbakar.

Kebakaran pernah terjadi di vihara ini pada 2015. Lalu, pada 2019 tempat ini pun ditata ulang agar menjadi tempat ibadah yang nyaman bagi umat Konghucu maupun Buddha.

Sejarah Kota Tua Jakarta

Dikutip dari situs Pemprov DKI Jakarta, Kota Tua Jakarta dulunya disebut Oud Batavia atau yang berarti Batavia Lama. Oleh Belanda, kawasan ini digunakan sebagai pusat pemerintahan Hindia-Belanda yang memiliki luas 1,3 km persegi.

Peristiwa penting banyak terjadi di tempat ini. Pada 1528, Fatahillah dikirim Kesultanan Demak untuk menyerang Pelabuhan Sunda Kalapa pada zaman Kerajaan Hindu, Pajajaran.

Fatahillah yang berhasil merebut Pelabuhan Sunda Kalapa, mengganti namanya menjadi Jayakarta yang dalam bahasa Sanskerta berarti ‘kemenangan penuh’ atau ‘kemenangan mutlak’.

Kemudian pada 1819, Belanda (VOC) di bawah Komando Gubernur Jenderal Jaan Pieterszoon Coen (JP Coen) merebut wilayah Jayakarta dari Fatahillah. Nama Jayakarta lalu diubah menjadi Batavia untuk menghormati leluhur mereka bernama Batavieren. Dari kata Batavia inilah masyarakat di sini disebut sebagai Betawi.

VOC mendirikan pusat pemerintah Hindia Belanda di Kali Besar (Groote River). Pada 1635, VOC memperluas Batavia hingga ke tepi barat Sungai Ciliwung di reruntuhan pusat pemerintahan Jayakarta.

Pada 1942, Belanda pergi dari Indonesia dan berganti dengan kependudukan Jepang. Nama Batavia kemudian diubah menjadi Jakarta. Setelah Indonesia merdeka pada 1945, nama Jakarta masih terus dipakai.

Pada 1972, Gubernur Provinsi DKI Jakarta Ali Sadikin menjadikan Kota Tua sebagai situs cagar budaya melalui dekrit. Terdapat 12 gedung tua yang terancam ambruk, sehingga dilakukan revitalisasi dan hingga kini masih beroperasi dan digunakan untuk berbagai kegiatan.

Demikian tadi informasi lengkap mengenai Kota Tua Jakarta, mulai dari sejarah dan 15 tempat wisata di Kota Tua yang menarik dikunjungi. Sebelum berkunjung, jangan lupa pastikan destinasi wisata pilihan kamu dapat dikunjungi publik.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

Cara Termurah ke Labuan Bajo, Pilih Kapal atau Pesawat?


Jakarta

Labuan Bajo di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), adalah destinasi wisata populer di Indonesia. Labuan Bajo disebut-sebut sebagai “surga” di wilayah timur Indonesia.

Tak heran jika wisatawan lokal dan mancanegara memasukkan Labuan Bajo dalam wishlist liburan. Detikers bisa tahu cara menuju Labuan Bajo jalur darat, laut, dan udara di bawah ini.

Labuan Bajo Hari PertamaLabuan Bajo Foto: (Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)

Cara Paling Murah ke Labuan Bajo

Berikut adalah informasi harga tiket ke Labuan Bajo yang dihimpun pada Jumat (30/8/2024) di media sosial, situs, dan platform pemesanan tiket.


1. Jalur Udara

Apabila ingin menggunakan pesawat, terdapat sejumlah maskapai yang melayani penerbangan ke Labuan Bajo antara lain Garuda Indonesia, Batik Air, Citilink, Air Asia, Super Air Jet, dan Wings Air. Traveler nantinya akan mendarat di Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo.

Harga tiket ke Labuan Bajo bervariasi, tergantung maskapai dan waktu keberangkatan yang dipilih. Dalam tulisan ini tarif pesawat dicek melalui Google Flights untuk keberangkatan Jumat, (30/8/2024), tiket kelas ekonomi sekali jalan.

Harga tiket menuju Labuan Bajo dimulai dari Rp 936 ribu. Apabila dari Denpasar di tanggal yang sama, maka tiketnya mulai Rp 627 ribu. Sementara berangkat dari Surabaya di hari yang sama, tarif tiketnya mulai dari Rp 1,3 jutaan.

2. Jalur Darat

Tarif bus Jakarta-Labuan Bajo disediakan seharga Rp 1,2 juta di sebuah aplikasi penyedia tiket. Namun saat hendak dilakukan pemesanan, bus yang dimaksud ternyata tidak tersedia. Hal serupa terjadi untuk tiket bus Surabaya dan Bali menuju Labuan Bajo.

Sedangkan situs lain menyarankan untuk menyewa bis dengan jumlah rombongan tertentu, jika hendak menuju Labuan Bajo. Harga sewa bus berkisar Rp 950 ribu hingga Rp 1,5 juta per hari bergantung dari kapasitas, fasilitas, rute, dan lama pemesanan. Bus bisa menjemput dari Bandara Internasional Komodo di Labuan Bajo menuju lokasi tujuan.

3. Jalur Laut

Sebelum memilih transportasi laut menuju Labuan Bajo, detikers wajib memastikan ketersediaan fasilitas lebih dulu. Karena, tidak semua pelabuhan menyediakan layanan menuju Pelabuhan Labuan Bajo, NTT.

Dikutip dari situs ASDP, layanan menuju Labuan Bajo tersedia dalam rute berikut dengan nama kapal diinfokan kemudian:

  • Sape (Bima, NTB)-Labuan Bajo (NTT): Rp 96.500, 1 dewasa ekonomi.
  • Waingapu (NTT)-Labuan Bajo (NTT): Rp 150.000, 1 dewasa ekonomi.

Harga tiket dan ketersediaan layanan bisa berubah setiap saat, bergantung dari banyak faktor salah satunya cuaca. Karena itu, detikers wajib mengecek lebih dulu di ferizy yang merupakan situs pemesanan tiket ASDP.

Bagi detikers yang ingin menuju Labuan Bajo dari Bali atau Surabaya, bisa memanfaatkan layanan kapal atau jasa travel yang lain. Tentunya dengan mengecek lebih dulu ketersediaan layanan di tanggal keberangkatakan, melalui situs atau media sosial terkait.

Dengan informasi ini, tiket kapal bisa dikatakan sebagai cara termurah menuju Labuan Bajo. Detikers yang ingin menikmati layanan kapal, wajib mempertimbangkan cara akses menuju pelabuhan yang menyediakan perjalanan ke Labuan Bajo.

Pertimbangan lain adalah jumlah hari yang diperlukan mulai dari berangkat, transit, sampai di Labuan Bajo, hingga kembali ke rumah. Dengan pertimbangan yang tepat, detikers bisa liburan di Labuan Bajo dengan harga hemat.

Pesona Labuan Bajo

Terdapat sejumlah objek wisata Labuan Bajo yang dapat kamu kunjungi saat berada di sana. Apa saja? Berikut beberapa di antaranya:

1. Pulau Komodo

Pulau Komodo di Taman Nasional Komodo, NTTPulau Komodo di Taman Nasional Komodo, NTT Foto: Suci Risanti Rahmadania.detikcom

Keberadaan komodo menjadi daya tarik utama Pulau Komodo. Spesies kadal terbesar yang ada sejak zaman pra sejarah ini diketahui hanya bisa ditemukan di bagian timur Tanah Air. Traveler lihat yang datang kemari dapat menyaksikan satwa endemik itu dari dekat.

Selain di sini, komodo juga tersebar di Pulau Rinca. Namun kadal raksasa yang menghuni pulau tersebut dikabarkan lebih ganas.

2. Pulau Padar

Pulau Padar identik dengan barisan bukit eloknya yang dikelilingi laut biru. Biasanya pengunjung akan melakukan treking terlebih dahulu sampai puncaknya untuk menyaksikan pemandangan alam pulau tersebut dari spot terbaiknya. Waktu terbaik untuk treking yaitu di pagi hari saat cuaca masih tidak terlalu terik.

3. Pantai Pink

Sejumlah turis menikmati keindahan pantai Long Pink Beach di sisi utara pulau Padar di Taman Nasional Komodo. (Ambrosius Ardin)Pantai Long Pink Beach di sisi utara Pulau Padar, Taman Nasional Komodo. Foto: Ambrosius Ardin

Kalau biasanya pasir pantai itu putih, di Labuan Bajo terdapat Pantai Pink yang mempunyai pasir berwarna merah muda cantik. Tidak diberi pewarna buatan melainkan warna pantai itu terbentuk secara alami karena foraminifera. Makhluk mikroskopis itu memberi pigmen warna merah pada koral. Hingga akhirnya koral hancur dan pigmennya menyatu dengan pasir putih di pantai menjadi warna pink.

4. Pulau Manjarite

Jika ingin menikmati pesona bawah laut di Labuan Bajo, traveler dapat pergi ke Pulau Manjarite. Laut di sekitar pulau tersebut sangat jernih sehingga kamu dapat mencoba snorkeling di sana. Di samping itu, pasir pantai di pulau ini benar-benar putih bersih juga lembut. Sangat disayangkan apabila kamu melewatkan bermain di pantai Pulau Manjarite.

5. Bukit Sylvia

Bukit Sylvia di Labuan BajoBukit Sylvia di Labuan Bajo Foto: (Syanti/detikcom)

Bukit Sylvia jadi spot favorit wisatawan untuk menyaksikan seluruh pemandangan Labuan Bajo. Sejauh mata memandang, traveler akan disuguhkan hamparan panorama yang ciamik terdiri dari laut, pantai, maupun bukit bergelombang dari sini.

Nama bukit ini diambil dari nama Sylvia Resort yang berjarak dekat. Mulanya bukit ini hanya bisa didatangi wisatawan yang bermalam di penginapan itu. Namun kini, siapa pun dapat menikmati hamparan alam Labuan Bajo dari atas bukit.

Itu dia sejumlah cara ke Labuan Bajo di NTT. Jadi, kapan kamu mau berangkat ke sana?

(azn/row)



Sumber : travel.detik.com

Menjelajahi Bandar Udara Kertajati: Fasilitas & Destinasi Favorit



Jakarta

Bandara Kertajati yang berada di Majalengka, Jawa Barat merupakan bandara internasional terbesar kedua di Indonesia dengan ragam fasilitas yang bisa traveler gunakan. Mulai dari area ruang tunggu hingga akses transportasi publik.

detikTravel telah merangkum, Rabu (23/7/2025) fasilitas Bandar Udara Kertajati yang perlu kamu tahu.

1. Rute penerbangan domestik

Sejak 29 Oktober 2023, seluruh rute pesawat jet dari Bandung (Bandara Husein Sastranegara) dipindahkan ke Kertajati. Tujuh rute domestik utama saat ini yaitu Balikpapan, Banjarmasin, Batam, Denpasar, Makassar, Medan dan Palembang.


Adapun maskapai yang singgah di bandara ini diantaranya Super Air Jet, Citilink, AirAsia, serta Lion Air/Batik Air.

2. Rute penerbangan internasional

Bandara Kertajati juga melayani penerbangan internasional ke Singapura dan Kuala Lumpur. Serta bandara ini juga melayani penerbangan umrah dan charter internasional.

3. Fasilitas di bandara

Bandara berdiri di area seluas 1.800 hektar dengan terminal penumpang 121.000m² dan terminal kargo 90.000m², serta apron mampu menampung sekitar 22 pesawat. Bandara ini memiliki landasan pacu utama sepanjang 3.000m (telah selesai perpanjangan ke panjang ini sejak 2019), mendukung pesawat besar seperti Boeing 747, Airbus A350, bahkan A380 pada tahap lanjutan.

Sama seperti bandara pada umumnya, Bandara Kertajati juga memilki area tunggu yang nyaman, tenant makanan, kawasan parkir, lounge, hingga desain interiror bandara yang modern dan menawan.

4. Akses menuju ke bandara

Bila kamu dari Bandung, adapun rute menuju Bandara Kertajati bisa langsung lewat Tol Cisumdawu. Bila tidak bawa kendaraan pribadi, kamu bisa kombinasi kereta yang lanjut disambung dengan taksi bila dari Cirebon atau Jatibarang.

Terdapat tiga rute yang dibuka Damri untuk menghubungkan Bandara Kertajati dengan beberapa kawasan di Jawa Barat dengan harga layanan mulai dari Rp 80.000 per orang. Tiga rute tersebut mulai dari Bandung-Kertajati, Cirebon-Kertajati, hingga Kuningan-Kertajati. Sejauh ini baru 4 unit armada Damri yang dioperasikan sebagai tahap awal.

5. Destinasi terdekat

Adapun pilihan tempat wisata terdekat dari Bandara Kertajati yang bisa kamu kunjungi diantaranya Gunung Ciremai, Curug Ibun Pelangi, Taman Wisata Alam Cadas Gantung, Keraton Kasepuhan & Kanoman (Cirebon). Rata-rata semua tempat wisata berjarak mulai satu jam dari bandara.

(sym/wsw)



Sumber : travel.detik.com