Tag Archives: mata air

Harga Tiket, Daya Tarik, hingga Rute Lokasinya


Umbul Ponggok adalah salah satu destinasi wisata yang menawarkan keindahan tersembunyi. Lokasinya ada di Klaten, Jawa Tengah.

Umbul Ponggok terkenal dengan airnya yang jernih dan pesona bawah air yang menakjubkan. Objek wisata ini bakal cocok banget buat penggemar fotografi bawah air.

Daya Tarik Umbul Ponggok

Umbul Ponggok merupakan destinasi wisata air tawar hits di Klaten. Kini Umbul Ponggok dikelola BUMDes Tirta Mandiri Ponggok.


Kolam dengan mata air jernih merupakan daya tarik di objek wisata alam Umbul Ponggok, Klaten.

Wisata air Umbul Ponggok, Polanharjo, Klaten.Wisata air Umbul Ponggok, Polanharjo, Klaten. (Achmad Hussein Syauqi/detikcom)

Dilansir laman Desa Wisata Sidowayah, klaten, salah satu hal menarik dari Umbul Ponggok yaitu airnya yang langsung dari mata air alami, sehingga jernih dan segar.

Dari catatan liputan detikJateng, kedalaman kolamnya berkisar 2-3 meter, dengan debit air sebesar 800 liter per detik dan terus mengalir.

Foto Underwater di Umbul Ponggok.Foto Underwater di Umbul Ponggok. (Najhan Zulfahmi/detikcom)

Saking jernihnya bahkan dalam segitu, dasar kolam bisa pengunjung lihat dari tepi kolam.

Ditambah lagi, di kolam tersebut terdapat ikan warna-warni. Di sana, ada ikan koi, ikan nila, dan ikan hias pemakan lumut (yang membantu membuat kolam tetap jernih).

Aktivitas Seru di Umbul Ponggok

Aktivitas utama yang dapat dilakukan di Umbul Ponggok adalah foto underwater, snorkeling, scuba diving, hingga umbul ponggok walker.

1. Berfoto-foto

Selain bisa berfoto dengan ikan warna-warni, pengunjung bisa berfoto bersama aneka properti yang ditawarkan. Mulai dari, sepeda, motor trail, motor tua, vespa, laptop, hingga kursi.

Umbul Ponggok di Polanharjo, Klaten.Umbul Ponggok di Polanharjo, Klaten. (Bayu Ardi Isnanto/detikcom)

Direktur BUMDes Tirta Mandiri Hendrik Vidianto, mengatakan bahwa bagi wisatawan yang tak bisa berenang. Tak perlu khawatir, karena di sana ada petugas terlatih yang akan membantu wisatawan mendapat foto semenarik mungkin.

“Foto underwater ini sangat safety. Jadi nanti ada instruktur yang membimbing, untuk gaya maupun pose, nanti ada instruksi yang akan diberikan,” ujar Hendrik di Umbul Ponggok kepada detikJateng pada Minggu (11/8/2024) lalu.

Kolam ini juga aman untuk anak-anak. Untuk bisa mendapat hasil foto ciamik di bawah air, mereka hanya perlu menahan nafas sekitar 5 detik saja.

2. Menyelam untuk Eksplor keindahan Umbul Ponggok

Di sana pengunjung bisa melakukan diving, dengan pendampingan dive guide dengan durasi menyelam selama 60 menit.

Snorkeling juga termasuk aktivitas seru di Umbul Ponggok, untuk melihat pemandangan bawah air di yang cantik. Ini bakal cocok bagi traveler yang belum bisa berenang.

Wisata air Umbul Ponggok, Polanharjo, Klaten.Wisata air Umbul Ponggok, Polanharjo, Klaten. (Achmad Hussein Syauqi/detikcom)

Jangan khawatir, karena per paketnya sudah disewakan pelampung dan berbagai perlengkapan snorkeling seperti snorkel mask, sepatu katak, dan lainnya.

Selain itu, enaknya pengunjung juga bisa mendapatkan dokumentasi foto dan video selama menyelam atau snorkeling.

3. Kuliner

Setelah puas melihat dan melakukan aktivitas air yang ada, traveler yang ingin berkuliner juga bisa menikmati aneka kudapan lezat di sana.

Umbul PonggokPengunjung sedang meinakmati makanan di area wisata Umbul Ponggok. (Achmad Syauqi/detikcom)

Warung makan bisa kamu temukan di sana, dengan menu yang sangat beragam. Mulai dari ikan bakar, mie instan, hingga gado-gado. Harga yang ditawarkan juga cukup terjangkau, yakni mulai dari Rp 8.000 saja.

Tersedia juga menu wedhang seger dan wedhang anget, dan berbagai jus segar dengan harga mulai dari Rp 4.000.

Alamat dan Rute ke Umbul Ponggok

Umbul Ponggok terletak di Jalan Delanggu- Polanharjo Desa Jeblogan, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Akses jalannya sudah cukup bagus ditambah lokasinya juga strategis, yakni ada di tepi jalan raya Karanganom-Janti.

Dari pusat kota Klaten, jarak ke Umbul Ponggok hanya sekitar 25 kilometer. sedangkan dari Jalan Jogja-Solo, ke objek wisata ini hanya sekitar 7 kilometer.

Kamu juga bisa memanfaatkan Google Map dan cari kata kunci “Umbul Ponggok”, nantinya titik lokasi tempat ini akan dengan mudah ditemukan.

Jam Operasional

Umbul Ponggok buka setiap hari dengan jam buka sebagai berikut.

  • Senin-Jumat: 08.00 – 16.00 WIB
  • Sabtu-Minggu/Hari Libur: 07.00 – 17.00 WIB

Harga Tiket Masuk Umbul Ponggok 2024

Harga tiket masuk Umbul Ponggok adalah Rp 10.000 di weekday, sementara harga weekend Rp 15.000 per orang.

Harga Wahana di Destinasi

Berikut daftar harga tiket wahana di Umbul Ponggok:

  • Paket diving: Rp 250.000
  • Alat sewa snorkeling: life jacket Rp 10.000, sepatu katak (fins) Rp 15.000, snorkel mask Rp 15.000.
  • Umbul Ponggok walker: Rp 150.000 (WNI) dan Rp 200.000 (WNA)
  • Foto underwater Umbul Ponggok: Rp 60.000 untuk 30 menit atau Rp 100.000 untuk 60 menit.

Jika pengunjung ingin berfoto bersama properti dan aksesoris foto, pengunjung perlu membayar tambahan yakni:

  • Motor = Rp 100.000
  • Kursi bentuk love = Rp 100.000
  • Set TV/laptop = Rp 60.000
  • Sepeda onthel = Rp 30.000.

Fasilitas di Umbul Ponggok

  • Alat persewaan pelampung
  • Asuransi
  • Toilet umum
  • Warung makan (Pawone Umbul Ponggok).

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com

Segar Alami Wisata Umbul Brondong yang Ramah Anak di Klaten



Klaten

Di Klaten ada banyak umbul alias pemandian mata air yang segar alami. Salah satunya adalah Umbul Brondong yang ramah anak dan harga tiketnya murah meriah.

Umbul Brondong ini berlokasi di Desa Ngrundul, Kecamatan Kebonarum, Kabupaten Klaten. Obyek wisata ini terkenal ramah anak karena menyediakan 4 jenis kolam dengan berbagai ukuran.

Suasana yang ditawarkan pun syahdu. Pengunjung bisa berenang sambil menikmati angin sepoi-sepoi, atau sekadar duduk-duduk di gazebo yang berada di tengah kolam.


Ketua BUMDes Karunia Sejahtera Ngrundul Windratna mengatakan, Umbul Brondong memang dibuat dengan konsep ramah anak. Selain berenang, anak-anak juga bisa berburu ikan di kolam keceh yang ditanami selada air.

“Di Umbul Brondong ada kolam relaksasi ikan, terus ada untuk keceh di selada air, terus ada kolam balita, ada kolam anak, dan ada kolam remaja. Memang branding kami buat anak dan keluarganya,” kata Windratna kepada awak media, Rabu (4/9/2024).

“Terus ada di sungai itu juga kami lepaskan ikan nilem yang bisa untuk relaksasi juga. Biasanya anak-anak kan senang di situ cari ikan kecil-kecil, itu akan kami pertahankan,” sambungnya.

Ia mengatakan, kedalaman kolam di Umbul Brondong pun bervariasi mulai dari 45 sentimeter hingga 1,5 meter. Orang tua yang menunggu anak-anaknya pun bisa bersantai di gazebo atau di warung-warung milik masyarakat setempat.

“Operasional dari jam 5 sampai jam 17.00 sore, tapi kalau setelah masuk akan kami tunggu sampai pulang,” jelasnya.

Wisata Murah Meriah

Tiket masuk Umbul Brondong pun tergolong murah meriah. Pengunjung hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 6 ribu, tambah tiket parkir Rp 2 ribu untuk bisa berwisata di sini.

Bahkan, masyarakat desa setempat boleh berenang di Umbul Brondong gratis. Kepala Desa Ngrundul Hari Purnomo mengatakan, Umbul Brondong menggunakan mata air murni tanpa kaporit, sehingga kesegaran bisa semakin terasa saat berenang di Umbul Brondong.

“Airnya itu murni, tidak berkaporit, tidak ada unsur kimia, murni. Jadi di badan segar karena nggak ada unsur kimianya,” jelasnya.

“Umbul Brondong ini semakin hari semakin pesat pengunjungnya. Hari libur itu satu hari bisa mencapai 3.000 pengunjung yang bertiket, karena seluruh masyarakat desa gratis. Jadi paling nggak ada 3.300 pengunjung,” jelasnya.

Ke depannya, kata Hari, pihaknya akan mengadakan pujasera sekaligus taman yang akan dibangun di atas lahan yang kini masih kosong, di sebelah Umbul Brondong. Pujasera dan taman itu rencananya akan mulai digarap akhir tahun ini.

“Jadi itu saya rombak, nanti saya buat taman, saya jadikan satu di Pujasera ini supaya semakin bersih. Semakin enak dilihat, dipandang mata, karena kami mempunyai view Gunung Merapi,” jelasnya.

——–

Artikel ini telah naik di detikJateng.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Hidden Gem di Sikka, Air Panas Blidit yang Tersembunyi



Sikka

Akhir pekan, saatnya bertualang. Di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), ada wisata mata air panas Blidit yang tersembunyi. Hidden gem nih!

Air Panas Blidit terletak di perbatasan Desa Waigete dan Hutan Lindung Egon. Onjek wisata Air Panas Blidit menawarkan pengalaman berendam di air yang jernih dan bersih tanpa sampah serta suasana alam yang asri dan menenangkan.

Perjalanan menuju Air Panas Blidit memakan waktu sekitar 30 hingga 40 menit dari Maumere, dengan jarak sekitar 30 kilometer. Pengunjung dapat memulai perjalanan dari Jalan Trans Flores Maumere-Larantuka.


Setibanya di persimpangan Desa Egon, terdapat papan penunjuk arah menuju Air Panas Blidit. Ikuti petunjuk jalan tersebut hingga mencapai area pedesaan, di mana pengunjung akan melintasi jalan beraspal sepanjang tujuh kilometer sebelum tiba di area parkir.

Dari tempat parkir, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh dua kilometer (km) melewati Hutan Lindung Egon. Jalur ini menawarkan pengalaman unik dengan pemandangan pohon-pohon tinggi dan hijau, memberikan kesan seperti berjalan di dalam lukisan alam yang menakjubkan.

Namun, pengunjung perlu berhati-hati karena medan yang dilalui cukup menantang. Sesampainya di lokasi, pengunjung dapat menikmati air hangat dengan suhu yang pas untuk tubuh.

Selain memberikan kenyamanan, air panas di sini dipercaya oleh masyarakat setempat mampu membantu menyembuhkan berbagai penyakit kulit, seperti eksim dan gatal-gatal. Tidak heran, destinasi ini lebih sering dikunjungi oleh warga lokal dan belum terlalu dikenal oleh wisatawan luar.

Bagi traveler yang ingin merasakan sensasi alami berendam di air panas di tengah hutan, Blidit adalah pilihan yang tepat. Terlebih, berkunjung ke sana tanpa dipungut biaya. Pastikan untuk menjaga kebersihan dan berhati-hati selama perjalanan agar keindahan alamnya tetap terjaga.

——-

Artikel ini telah naik di detikBali.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Indahnya Air Terjun Tumpak Sewu di Kaki Gunung Semeru



Lumajang

Lumajang memiliki berbagai objek wisata yang menarik untuk dieksplorasi. Salah satu yang patut didatangi adalah Wisata Air Terjun Tumpak Sewu yang berada di kaki Gunung Semeru.

Air terjun itu berada di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Bertepatan dengan dibukanya pendakian ke Semeru, mungkin mampir sejenak ke air terjun itu dapat menjadi pengalaman menyenangkan.

Wisata air terjun itu memiliki formasi yang indah karena mempunyai sumber mata air yang melebar seperti tirai. Air Terjun Tumpak Sewu memiliki ketinggian 120 meter.


Nama Air Terjun Tumpak Sewu berasal dari bahasa Jawa, yakni sewu artinya seribu karena memiliki banyak sumber mata air. Air Terjun Tumpak Sewu bisa didatangi menggunakan roda dua maupun roda empat.

“Nama air terjun ini dari bahasa Sanksekerta “tumpak” itu Sabtu, karena diawali hari Sabtu, dan “sewu” itu dari banyaknya mata air,” ujar pengelola air terjun Abdul Karim kepada detikjatim, Sabtu (28/12/2024).

Tak heran, wisata alam di lereng Gunung Semeru ini menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik dikunjungi untuk menghabiskan waktu liburan. Apalagi saat ini bertepatan musim liburan Nataru.

“Di sini, tempatnya keren, meskipun jauh, tapi air terjunnya keren, karena air terjunnya banyak, ke sini dalam rangka liburan,” ujar salah satu wisatawan bernama Gunawan.

Untuk masuk ke Air Terjun Tumpak Sewu, wisatawan cukup membayar tiket sebesar Rp 10.000, untuk dapat menikmati keindahannya alam, dan swafoto berlatar belakang keindahan air terjun di kaki Gunung Semeru.

Bagi wisatawan yang belum memiliki destinasi wisata untuk mengisi liburan Nataru, wisata Air Terjun Tumpak Sewu Lumajang bisa menjadi alternatif.

________________

Artikel ini telah tayang di detikJatim

(wkn/wkn)



Sumber : travel.detik.com

Umbul Kapilaler, Kolam Alami di Bawah Beringin Berusia Ratusan Tahun


Jakarta

Umbul Kapilaler di Klaten berada di bawah pohon beringin berukuran besar. Kolam alami dengan beringin yang dikatakan berusia ratusan tahun ini sangat sejuk dan tidak angker.

Mata airnya lebih menyerupai sendang karena cenderung bundar dengan diameter sekitar 20 meter. Terletak lebih rendah dari daratan di sekelilingnya, umbul tersebut tampak seperti cermin karena airnya bening. Di mana lokasinya?

Lokasi Umbul Kapilaler

Umbul Kapilaler berada di Desa Karanglo, Kecamatan Polanharjo, Klaten. Untuk menuju destinasi wisata ini. kamu bisa memilih jalan Jogja Solo. Dari simpang empat Nglajur, Kecamatan Delanggu, ambil jalan Delanggu-Polanharjo.


Jalan lurus sekitar 5 km ke arah Umbul Ponggok, lalu ada simpang empat Karanglo atau Water Gong. Kemudian, setelah lewat depan Water Gong, lurus sekitar 200 meter. Traveler akan sampai di Umbul Kapilaler.

Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Umbul Kapilaler

Mengutip laman instagram Umbul Kapilaler, harga tiket masuk Umbul Kapilaler adalah Rp 10.000 per orang. Tiket masuk sudah termasuk air minum gratis. Wisata ini buka dari pukul 07.00-17.00 WIB.

Untuk parkir motor dikenakan Rp 2.000, sedangkan mobil Rp 5.000. Mengutip laman Desa Sidowayah Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, di dalam destinasi, wisatawan bisa menggunakan gazebo secara gratis, namun harus reservasi terlebih dahulu sebelum hari H.

Aktivitas Seru di Umbul Sigedang

Ada beragam aktivitas seru yang bisa dilakukan di Umbul Sigedang. Berikut beberapa di antaranya:

1. Berenang di Air Jernih Bersama Ikan

Mata air Umbul Kapilaler begitu bening dan terkesan alami. Traveler bisa berenang sambil ditemani ikan-ikan. Ada kolam yang aman untuk anak-anak dan orang dewasa.

2. Terapi Ikan

Selain berenang, traveler juga bisa terapi ikan. Kamu cukup duduk di tepi kplam dan ikan-ikan yang kecil kan menggigiti kakimu.

3. Hunting Foto

Ada banyak spot instagramable di Umbul Sigedang. Pada sisi barat daya umbul, akar dan sulur pohon beringin yang rumpunnya seukuran truk, biasanya dijadikan tempat selfie wisatawan.

4. Snorkeling

Umbul Sigedang juga cocok menjadi tempat snorkeling. Kamu bisa mendapat pengalaman snorkeling berbeda dengan suasananya yang tenang.

Sebagai informasi, menurut Ketua Pokdarwis Wanua Tirta, Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Triyono, pada saat zaman penjajahan Belanda, Umbul ini dijadikan mata air utama untuk pabrik gula Ceper. Nama Kapilaler sendie berasal dari kata “Capillaer”. Namun, lama kelamaan, orang Jawa menyebutnya “Kapilaler”.

Ingin datang ke Umbul Kapilaler? Jangan lupa untuk update mengenai informasi terkait destinasi ini ya, seperti harga tiket dan jam buka terbaru.

(elk/row)



Sumber : travel.detik.com

Cerita Mata Air Asin yang Diburu Warga Tasikmalaya buat Lebaran



Tasikmalaya

Menjelang Lebaran, sebuah sumber mata air dengan rasa asin banyak diburu oleh warga Tasikmalaya. Mereka menggunakan air asin itu untuk membuat ketupat.

Penjualan air asin Tanjung di Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Warga tasik mulai terlihat antre untuk membeli sumber mata air yang dijadikan bahan pembuatan ketupat tersebut.

Mata air asin Tanjung ini merupakan salah satu keunikan yang ada di Tasikmalaya. Jika biasanya mata air punya rasa tawar, tapi sumber mata air Tanjung malah mengeluarkan air asin.


Oleh masyarakat, air ini kerap dimanfaatkan untuk membuat ketupat. Selain bisa memberi rasa yang khas pada ketupat, air asin Tanjung ini juga dipercaya membuat ketupat lebih tahan lama dan bisa awet sampai seminggu.

Kebiasaan ini sudah berlangsung sejak dulu dan membawa berkah bagi daerah setempat. Sejumlah warga terlihat sudah memadati Kampung Cukang, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, tempat di mana sumber air asin Tanjung ini berada.

Ketua Pengelola air asin Tanjung, Iman Hermansyah (42) mengatakan pembeli air asin Tanjung mulai ramai sejak awal bulan Ramadan.

“Dari tanggal 5 Ramadan sudah ramai masyarakat yang membeli air asin Tanjung untuk membuat ketupat Lebaran. Penjualan meningkat sekitar 60 persen dari hari-hari biasa,” kata Iman.

Iman mengatakan mereka yang membeli air asin Tanjung untuk bahan pembuatan ketupat, tidak hanya datang dari wilayah Tasikmalaya saja, melainkan dari berbagai daerah.

“Pembeli tidak hanya warga Tasikmalaya, dari luar seperti Ciamis, Banjar, Garut dan daerah lainnya juga ada,” kata Iman.

Tak sedikit pula mereka yang datang, membeli dalam jumlah banyak dengan tujuan untuk dijual kembali.

“Selain mereka membeli untuk membuat ketupat di rumah, ada juga mereka yang akan menjual lagi,” jelasnya.

Harga jual air asin ini relatif murah, satu galon dijual dengan harga Rp 10 ribu saja.

“Kalau jeriken biru yang 35 liter Rp 15 ribu, kalau galon Rp 10 ribu,” papar Iman.

Hasilkan Ketupat dengan Rasa yang Khas

Iman membenarkan membuat ketupat dengan air asin Tanjung akan memberikan cita rasa yang khas serta tekstur ketupat yang lebih kenyal dan tahan lama.

“Air Tanjung itu keistimewaannya seperti ada pengawet alami. Rasa ketupat atau lontong jadi beda, agak kenyal juga. Terus ketupat kalau pakai air asin Tanjung bisa bertahan sampai 6 hari,” ujar Iman.

Dia juga berharap penjualan di Lebaran kali ini akan semakin meningkat sehingga warga bisa mendapatkan cuan yang maksimal.

Mata air unik yang memiliki rasa asin bernama Air Tanjung di Tasikmalaya.Mata air unik yang memiliki rasa asin bernama Air Tanjung di Tasikmalaya. Foto: Faizal Amiruddin/detikJabar

“Biasanya semakin dekat Lebaran semakin membeludak, kalau stok banyak,” kata Iman.

Sumber mata air unik ini dikelola oleh pihak RW dengan melibatkan warga. Setidaknya ada 21 warga yang dilibatkan dalam bisnis pemanfaatan Air Tanjung ini.

Sehari ada 3 atau 4 orang yang jaga. Mereka bertugas melayani pembeli, menampung air dan lain-lain. Warga yang bekerja tentu dapat upah, sisanya disetor ke kas RW.

Secara swadaya masyarakat mengelola air itu dengan cara menampungnya ke bak-bak penampungan. Kemudian dari bak dialirkan ke dua tangki air kapasitas 1000 liter.

Air Tanjung memang perlu ditampung sebagai stok, karena volume mata air tidak besar. Penasaran dengan rasanya yang menurut warga asin, beberapa bulan lalu kami pernah mencoba mencicipi air Tanjung tersebut.

Rasa asin memang ada, tapi tak terlalu kentara. Lidah justru merasakan gurih. Seperti air kelapa, tapi air kelapa tua yang hambar.

Beberapa saat setelah menenggak, tenggorokan terasa kering seperti usai minum air laut. Begitu kira-kira rasa dari mata air unik ini.

——-

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Daftar 10 Wisata Kolam Alami dari Mata Air Pegunungan, Indah dan Sejuk


Jakarta

Kolam alami dengan mata air dari gunung atau bukit selalu menarik untuk dikunjungi. Air bersih, hawa sejuk, dan pemandangan alam indah sangat tepat untuk liburan bareng keluarga. Apalagi bila lokasi wisata ini sangat strategis dan mudah dijangkau.

10 Wisata Kolam Alami dari Mata Air Pegunungan

Kolam alami ini ada yang mempertahankan alam sekitar, namun sebagian lain berinovasi sesuai kebutuhan pengunjung. Berikut rekomendasi kolam alami untuk detikers dikutip dari medsos dan situs terkait

1. Kolam Renang Tirta Alam


Tiket masuk

  • Senin-Jumat Rp 8 ribu
  • Sabtu, Minggu, libur nasional Rp 10 ribu

Jam buka

Alamat

  • Kampung Ciharashas, RT 05/RW 01, Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat.

Air di spot wisata strategis Bogor ini berasal dari sumber asli pegunungan. Tidak heran jika airnya sangat bersih, tidak bau kaporit, dan terasa sejuk di badan. Kolam Renang Tirta Alam mendapat ulasan yang sangat baik di google review.

“Airnya alami nggak pakai kaporit. Lingkungannya juga bersih dan sejuk. Akses hanya untuk motor dan parkiran berlumpur,” tulis akun Google Faris.

2. Kolam Renang Taman Batu/Cijanun

Tiket masuk

  • Rp 25 ribu per orang
  • Sewa ban, kecil Rp 10 ribu dan besar Rp 20 ribu

Jam buka

  • Senin-Kamis 08.00-17.00
  • Jumat-Minggu 08.00-19.00

Alamat

  • Desa Cipeundeuy, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Ulasan google review menyatakan, kolam renang dan pemandangan di spot wisata ini sangat baik. Fasilitas kamar mandi dan kamar ganti mudah diakses dengan petugas yang gercep. Namun akses menuju lokasi patut menjadi pertimbangan sebelum berkunjung,

“Akses masuk dari jalan raya lumayan jauh, dengan kondisi jalan jelek berbatu dan banyak debu. Sebenernya betah di situ karena adem, banyak kamar mandi, dan bisa camping, tapi akses jalan bikin kapok nggak mau balik,” tulis akun binti triastutik.

3. Umbul Ponggok

Wisata air Umbul Ponggok, Polanharjo, Klaten.Wisata air Umbul Ponggok, Polanharjo, Klaten (Achmad Hussein Syauqi/detikJateng)

Tiket masuk

  • Senin-Jumat Rp 10 ribu
  • Sabtu, Minggu, libur nasional Rp 15 ribu

Harga berubah sesuai fasilitas tambahan yang dipilih pengunjung

Jam buka

  • Senin-Jumat 08.00-16.00
  • Sabtu, Minggu, libur nasional 08.00-17.00

Alamat

  • Jl. Delanggu-Polanharjo Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Wisata Umbul Ponggok sudah sangat terkenal dengan air jernih, sejuk, spot foto bawah air yang bagus banget untuk update medsos, dan snorkeling yang tidak di laut. Warganet berharap, Umbul Ponggol bisa selalu menjaga kualitas air dan pelayanannya.

“Pastinya bisa menjadi tempat wisata air alami yang menyenangkan untuk berenang, foto, atau sekadar duduk-duduk. Wisata air dan fasilitas pendukungnya pasti bisa selau terawat dan terus berkembang,” tulis akun Sahru Maskur.

4. Kolam Renang Cibulan

Kolam Renang Cibulan di Kuningan.Kolam Renang Cibulan di Kuningan (Mohamad Taufik/detikJabar)

Tiket masuk

  • Anak-anak Rp 22 ribu
  • Dewasa Rp 25 ribu

Jam buka

Alamat

  • Maniskidul, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Ulasan google review menyatakan, harga tiket masuk kolam renang alami ini tergolong pricey dibanding wisata sejenis. Namun terbayar tuntas dengan kolam bersih, air sejuk, cukup kamar mandi dan kamar ganti, serta fasilitas kuliner yang tertata rapi.

“Lumayan mahal dibandingkan dengan beberapa tempat wisata lain dengan fasilitas sejenis. Tapi setidaknya pelayan penjual makanan dan penjaga kamar mandinya ramah,” seperti ditulis akun alyas nz.

5. Mata Air Cimincul

Wisata Mata Air Cimincul yang berada di Pasanggrahan, Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang.Wisata Mata Air Cimincul di Subang (Dwiky Maulana Velayati/detikJabar)

Tiket masuk

  • Anak-anak Rp 15.000
  • Dewasa Rp 20.000

Jam buka

Alamat

  • Cimincul, Pasanggrahan, Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Pesona Mata Air Cimincul sudah lama dikenal masyarakat setempat hingga menjadi tempat wisata favorit warga. Fasilitas hiburan sudah sangat baik, namun kebersihan kamar mandi dan lingkungan wajib diperhatikan pengelola agar jumlah kunjungan makin naik.

“Sayang kamar mandi kotor, banyak sampah, pintu rusak, dan bau pesing seperti tidak diurus padahal pengunjung harus bayar. Tolong pengelola memperbaiki dan memperhatikan lagi fasiltas di Cimincul,” tulis akun Puput Novia.

6. Umbul Sidomukti

Umbul SidomuktiUmbul Sidomukti (Geandre Destrian/d’Traveler)

Tiket masuk

  • Senin-Jumat Rp 10 ribu
  • Sabtu, Minggu, libur nasional Rp 15 ribu

Jam buka

Alamat

  • Umbul Sidomukti, Manggung, Jimbaran, Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Destinasi wisata dengan bintang 4,6/5 ini tentu tak perlu diragukan lagi kualitasnya. Umbul Ponggok tidak hanya menyediakan air sejuk, kolam bersih, kamar mandi serta kamar mandi yang mudah diakses pengunjung, tapi juga layanan wisata lain.

Di Umbul Ponggok tersedia kafe, tempat makan, dan wahana outdoor bagi penyuka petualangan. Pengunjung juga bisa menginap di bungalow yang disediakan penglola atau camping bersama teman dan keluarga. Tentunya tersedia juga spot foto untuk update daily life di medsos.

7. Taman Wisata Air Panas Guci

Pengunjung mandi air panas Pancuran 13 di obyek wisata Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Jumat (12/4/2024). Menurut data pengelola air panas Pancuran 13 yang berada di kaki Gunung Slamet itu jumlah pengunjung pada H+2 libur Lebaran meningkat dari biasanya 1.000 orang menjadi 4.000 orang yang didominasi pengunjung dari luar kota. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/pras.Pancuran 13 salah satu obyek wisata Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)

Tiket masuk

Belum termasuk tiket wahana, fasilitas, dan layanan yang dipilih

Jam buka

  • Setiap hari 24 jam, ada juga yang menyatakan pukul 07.00-20.00

Alamat

  • Jl. Raya Karangsari-Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Obyek wisata ini sudah lama dikenal sebagai sumber air panas alami yang cocok untuk lokasi piknik semua usia. Pengelola destinasi wisata selalu berinovasi memberi layanan terbaik dengan aneka wahana. Termasuk keberagaman aneka kuliner di Taman Wisata Air Panas Guci.

8. Kolam Renang Tirta Sanita

Tiket masuk

  • Anak-anak Rp 12 tibu
  • Dewasa Rp 15 ribu

Jam buka

Alamat

  • Jl. Raya Ciseeng, Bojong Indah, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Destinasi wisata inijadi pilihan karena dekat dengan Bogor, Depok, dan Jakarta. Buat para pengunjung, harga tiket tidak sama dengan tarif masuk pemandian air panas Tirta Sanita Ciseeng. Tarif berendam dalam air panas adalah Rp 20 ribu per orang selama 20 menit.

PR pengelola adalah kebersihan dan ketersediaan fasilitas kamar mandi serta kamar ganti untuk pengunjung. Jika tersedia cukup, pengunjung mungkin bisa lebih betah dan angka kunjungan semakin meningkat.

9. Umbul Sigedhang-Kapilaler

Umbul Kapilaler di Desa Karanglo, Kecamatan Polanharjo, Klaten.Umbul Kapilaler di Desa Karanglo, Kecamatan Polanharjo, Klaten Achmad Hussein Syauqi/detikJateng)

Tiket masuk

Jam buka

  • Senin-Sabtu 08.00-16.00
  • Minggu dan libur nasional 08.00-17.00

Alamat

  • Desa Karanglo, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah.

Mata air (umbul) ini dianggap sebagai spot wisata yang wajib dikunjungi bila berada di Klaten atau wilayah sekitarnya. Umbul Sigedhang dinilai lebih sesuai untuk anak-anak karena dangkal, sedangkan Kapilaler cocok bagi remaja dan dewasa dengan kedalaman 1,5-1,8 meter.

“Air di sini sangat sejuk, super segar, dan bersih karena langsung dari sumbernya. Di sini juga ada ikan besar yang hidup bebas di kolam, sehingga bikin pengalaman renang makin seru. Apalagi fasilitas di sini lengkap dan pegawaianya sangat ramah,” tulis akun google Abkolik.

10. Wisata Air Taja Herang

Tiket masuk

Jam buka

  • 24 jam disarankan pagi-sore

Alamat

  • Desa Ciseuti, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Wisata ini belum dikelola secara profesional sehingga pengunjung wajib berhati-hati, serta memastikan anak-anak tetap aman. Dasar kolam masih batu sehingga pengunjung rawan jatuh dan terluka. Akses jalan masih asli tanah licin, berlumpur, dan hanya cukup untuk motor.

Kendati begitu, pesona Taja Herang atau Tajaherang dengan dua kolam ini tak perlu diragukan. Komplek wisata ini masih mempertahankan kondisi alam yang dikelilingi sawah, lengkap dengan sumber air yang berasal dari bebatuan bukit.

Buat detikers yang ingin ke kolam alami dari mata air pegunungan, jangan lupa update info di medsos atau situs terkait untuk memastikan ketersediaan layanan. Jangan lupa menggunakan pakaian renang yang nyaman dan aman sehingga bisa beraktivitas dengan baik.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

Wisata Aek Sipitu Dai, Pesona Air 7 Rasa Pusuk Buhit Tempat Mandi Raja

Jakarta
Aek Sipitu Dai adalah mata air sakral di Kecamatan Sianjur Mula Mula, Kabupaten Samosir, Sumatra Utara. Mata air berusia ribuan tahun ini dulu digunakan para raja untuk mandi sebelum semedi untuk mengambil keputusan, berharap diberi kesehatan, dan rizki untuk warga serta keturunannya.

Hingga saat ini, mata air di kaki Pusuk Buhit ini masih terus mengeluarkan air meski lingkungan sekitar kering atau musim kemarau. Dengan airnya yang bersih dan bening, Aek Sipitu Dai memberi berkah pada lingkungan sekitar dan pengunjung yang datang.

“Masyarakat percaya keajaiban dari tujuh pancuran mata air Aek Sipitu Dai. Jika mandi dengan hati yang bersih bisa meningkatkan semangat dan motivasi diri, serta menghilangkan penyakit yang tak bisa diobati secara medis,” tulis Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) dalam situsnya mengutip keterangan pemandu Aek Sipitu Dai Pasogit Limbong.

1. Punya 7 rasa

Pancuran dan batu berlubang untuk menumbuk kelapa dan jeruk nipis pada masa lalu di Aek Siputu Dai
Pancuran dan batu berlubang untuk menumbuk kelapa dan jeruk nipis pada masa lalu di Aek Sipitu Dai (dok. BOPDT)

Air di Aek Sipitu Dai sempat dicoba detikTravel yang ternyata memang punya rasa berbeda. Rasa air di mata air pertama cenderung agak asin, sementara yang kedua sedikit bersoda. Beranjak ke mata air ketiga, ada rasa sedikit pahit yang bikin alis berkerut saat mencicipi.

Di mata air keempat rasanya agak bersoda mirip dengan mata air kedua dan keena,. Selanjutnya adalah mata air kelima yang tanpa rasa alias tawar, sedangkan mata air ketujuh rasanya pahit. Seluruh mata air diberi sekat karena kegunaannya sebagai pemandian sakral.

2. Tiap mata air punya nama dan khasiat

Pancuran Pangulu Raja di Aek Siputu Dai
Pancuran Passur Pangulu Raja di Aek Sipitu Dai (dok. BOPDT)

Ketujuh nama mata air Aek Sipiti Dai serta khasiatnya adalah:

  • Pancuran Poso-poso: pancuran untuk kesembuhan bayi yang kurang sehat
  • Pancuran Nasohaguguan: pancuran untuk anak gadis yang belum mendapatkan jodh
  • Pancuran Sait Ladang: pancuran untuk keluarga yang belum dikaruniai keturunan
  • Pancuran Sibaso Bolon: pancuran untuk ibu hamil agar persalinan berjalan lancar
  • Pancuran Passur Pangulu Raja: pancuran untuk pemimpin agar selalu ingat untuk mengayomi masyarakatnya
  • Pancuran Passur guru Tatea Bulan: pancuran untuk keturunan Guru Tatea Bulan agar memperoleh kesehatan dan rezeki
  • Pancuran Pasur Hela: untuk kelompok yang lahir dari marga Sumba untuk memohon banyak rezeki dan berkomunikasi dengan leluhur.

3. Air boleh dibawa pulang

Aek Sipitu Dai
Aek Siputu Dai (dok. Bonauli/detikcom)

Pengunjung bebas membawa pulang air dari Aek Sipitu Dai sesuai keperluannya. Jika tidak membawa botol minum sendiri, pengunjung bisa membeli jeriken dari warung sekitar. Di warung tersedia jeriken plastik berkapasitas 5 liter dengan jarha Rp 10-15 ribu.

Namun air jangan sampai dilangkahi atau diletakkan di lantai tanpa alas. Perlakuan ini dipercaya bisa mengurangi khasiat air. Sebaiknya air diambil dari 7 mata air dan dicampur saat hendak diminum. Air Aek Sipitu Dai kemudian dicampur air biasa dan dikonsumsi sehari-hari untuk menjaga kesehatan tubuh.

4. Boleh ziarah atau sekadar wisata

Aek Sipitu Dai
Aek Sipitu Dai (dok. Bonauli/detikcom)

Menurut Pasogit, pengunjung bisa berwisata atau melakukan ziarah seperti para pendahulu. Namun wisatawan dan peziarah akan masuk lewat pintu berbeda. Wisatawan bisa masuk lewat pintu dan mata air yang mana saja.

Sedangkan untuk peziarah masuk lewat gerbang inti yang letaknya di pancuran paling tinggi. Peziarah berdoa lebih dulu dengan membawa persembahan di gerbang terletak di pojok dalam. Mereka yang ziarah biasanya mengenakan ulos dan dipandu selama di pancuran.

5. Posisi 7 mata air

Aek Sipitu Dai
Aek Siputu Dai (dok. Bonauli/detikcom)

Posisi tujuh mata air di Aek Sipitu Dai berada di ruang laki-laki dan perempuan. Empat pancuran di ruang perempuan sementara sisanya di tempat khusus laki-laki. Namun pengunjung bisa melihat ketujuh sumur dengan mengucapkan permisi lebih dulu. Pengucapan izin adalah antisipasi jika ada yang sedang mandi.

6. Aturan selama di Aek Sipitu Dai

Mata air 7 rasa di Samosir
Aek Sipitu Dai (dok. Sumper EH Simanjuntak/d’Traveler)

Tidak ada aturan durasi bagi pengunjung selama berada di Aek Sipitu Dai. Namun, pengunjung wajib menjaga kebersihan dan tidak boleh mencuci. Semua sampah harus dibersihkan dan tidak meninggalkan jejak. Jeriken wajib dibeli sesuai kebutuhan dan dibawa pulang.

Halaman 2 dari 7

Air di Aek Sipitu Dai sempat dicoba detikTravel yang ternyata memang punya rasa berbeda. Rasa air di mata air pertama cenderung agak asin, sementara yang kedua sedikit bersoda. Beranjak ke mata air ketiga, ada rasa sedikit pahit yang bikin alis berkerut saat mencicipi.

Di mata air keempat rasanya agak bersoda mirip dengan mata air kedua dan keena,. Selanjutnya adalah mata air kelima yang tanpa rasa alias tawar, sedangkan mata air ketujuh rasanya pahit. Seluruh mata air diberi sekat karena kegunaannya sebagai pemandian sakral.

Ketujuh nama mata air Aek Sipiti Dai serta khasiatnya adalah:

  • Pancuran Poso-poso: pancuran untuk kesembuhan bayi yang kurang sehat
  • Pancuran Nasohaguguan: pancuran untuk anak gadis yang belum mendapatkan jodh
  • Pancuran Sait Ladang: pancuran untuk keluarga yang belum dikaruniai keturunan
  • Pancuran Sibaso Bolon: pancuran untuk ibu hamil agar persalinan berjalan lancar
  • Pancuran Passur Pangulu Raja: pancuran untuk pemimpin agar selalu ingat untuk mengayomi masyarakatnya
  • Pancuran Passur guru Tatea Bulan: pancuran untuk keturunan Guru Tatea Bulan agar memperoleh kesehatan dan rezeki
  • Pancuran Pasur Hela: untuk kelompok yang lahir dari marga Sumba untuk memohon banyak rezeki dan berkomunikasi dengan leluhur.

Pengunjung bebas membawa pulang air dari Aek Sipitu Dai sesuai keperluannya. Jika tidak membawa botol minum sendiri, pengunjung bisa membeli jeriken dari warung sekitar. Di warung tersedia jeriken plastik berkapasitas 5 liter dengan jarha Rp 10-15 ribu.

Namun air jangan sampai dilangkahi atau diletakkan di lantai tanpa alas. Perlakuan ini dipercaya bisa mengurangi khasiat air. Sebaiknya air diambil dari 7 mata air dan dicampur saat hendak diminum. Air Aek Sipitu Dai kemudian dicampur air biasa dan dikonsumsi sehari-hari untuk menjaga kesehatan tubuh.

Menurut Pasogit, pengunjung bisa berwisata atau melakukan ziarah seperti para pendahulu. Namun wisatawan dan peziarah akan masuk lewat pintu berbeda. Wisatawan bisa masuk lewat pintu dan mata air yang mana saja.

Sedangkan untuk peziarah masuk lewat gerbang inti yang letaknya di pancuran paling tinggi. Peziarah berdoa lebih dulu dengan membawa persembahan di gerbang terletak di pojok dalam. Mereka yang ziarah biasanya mengenakan ulos dan dipandu selama di pancuran.

Posisi tujuh mata air di Aek Sipitu Dai berada di ruang laki-laki dan perempuan. Empat pancuran di ruang perempuan sementara sisanya di tempat khusus laki-laki. Namun pengunjung bisa melihat ketujuh sumur dengan mengucapkan permisi lebih dulu. Pengucapan izin adalah antisipasi jika ada yang sedang mandi.

Tidak ada aturan durasi bagi pengunjung selama berada di Aek Sipitu Dai. Namun, pengunjung wajib menjaga kebersihan dan tidak boleh mencuci. Semua sampah harus dibersihkan dan tidak meninggalkan jejak. Jeriken wajib dibeli sesuai kebutuhan dan dibawa pulang.

(row/fem)

Simak Video “Video: Pria Dianiaya hingga Tewas saat Tidur di Masjid Sibolga Sumut
[Gambas:Video 20detik]








Sumber : travel.detik.com

Dulu Tempat Pembuangan Sampah, Kini Wisata Air Favorit di Akhir Pekan



Kalasan

Tempat wisata air ini dulu tidak cantik, malah jadi tempat pembuangan sampah. Namun berkat kerjasama dan usaha semua warga, ia kini berubah jadi tempat wisata.

Inilah Umbul Sidomulyo Kalasan. Berada di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, tempat ini adalah sebuah umbul atau kolam pemandian dari mata air asli.

Sumber mata air mulai memancar pada awal tahun 2000. Namun, air itu terbuang langsung ke sungai dan belum dimanfaatkan oleh warga.


Buat warga, tempat ini dulu hanyalah tempat pembuangan sampah. Pemandian ini dulunya digunakan menjadi tempat pembuangan sampah oleh masyarakat sekitar.

Sampai akhirnya pada tahun 2019 silam, warga kampung setempat saling bekerja sama untuk membangun tempat wisata ini.

Ibu Karti (63) salah satu keluarga pedagang warung pertama di Umbul Sidomulyo mengatakan bahwa wisata air ini diurus oleh RT 8/RW 17 Desa Brintikan Sidomulyo.

“Dulu urunan, seorang tiga ratus ribu,” ucapnya.

Umbul Sidomulyo KalasanUmbul Sidomulyo Kalasan Foto: Mellisa Bonauli/detikTravel

Bu Karti berkata bahwa pemandian ini sangat ramai di akhir pekan, apalagi saat musim lebaran, di mana orang-orang pulang kampung. Pengunjung ramai jajan di warungnya.

“Biasanya mulai datang pengunjung pagi dari jam 7, tapi baru jajan jam 10 siang biasanya,” ungkapnya.

Akhir pekan ini, Umbul Sidomulyo cukup ramai, namun pengunjung masih leluasa untuk berenang. Pernah ada satu beberapa momen, pemandian yang memiliki 5 kolam ini penuh sampai pengunjung tidak mampu bergerak di dalam air.

“Ini masih enak, dulu pernah di kolam enggak bisa bergerak sama sekali,” ucap Irma, salah seorang pengunjung.

Umbul Sidomulyo KalasanUmbul Sidomulyo Kalasan Foto: Mellisa Bonauli/detikTravel

Air kolam pemandian mengalir langsung ke kolam renang. Bahkan bisa diminum secara langsung!

Zoey (8), sering datang ke sini bersama adiknya, Key (3). Ia sangat suka bermain di sini.

“Aku suka ke sini karena airnya dingin,” ucapnya.

Bocah asal Klaten ini sudah ada di pemandian sejak pukul 11.00 WIB. Ia tak mau keluar dari kolam dan terus berenang sampai pukul 14.00 WIB.

Umbul Sidomulyo mulai beroperasi pukul 06.00-16.40 WIB. Pemandian ini ditutup setiap Selasa dan Jumat untuk pengurasan air kolam.

Tiket masuknya sebesar Rp 5.000 pada hari biasa dan Rp 8.000 pada akhir pekan. Untuk warga desa setempat yang kontribusi bisa membayar seikhlasnya.

(bnl/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Cuma Rp 50 Ribu Saja! Bisa Seharian Menikmati Keindahan Desa Cibuntu



Kuningan

Berlibur ke tempat indah tak selalu harus mahal. Di Desa Wisata Cibuntu, Kabupaten Kuningan, Anda bisa menikmati keindahan alam, bermain air, hingga mencoba berbagai wahana seru hanya dengan Rp 50.000.

Terletak di kaki Gunung Ciremai, Desa Cibuntu menawarkan udara sejuk dan panorama hijau yang menenangkan. Pengelola objek wisata Desa Cibuntu, Asep, mengatakan Rp 50.000 sudah cukup untuk menikmati semua daya tarik desa ini.

Dengan tiket masuk Rp15.000, wisatawan sudah bisa berkeliling menikmati suasana desa, mengunjungi Air Terjun Gongseng setinggi 15 meter, bersantai di lapangan hijau yang dikelilingi hutan pinus, serta mencoba terapi ikan yang menenangkan.


Masih tersisa Rp35.000? Gunakan Rp10.000 untuk masuk ke kolam renang alami yang airnya langsung mengalir dari mata air pegunungan. Suasana di kolam ini makin menenangkan berkat tebing batu, pepohonan rindang, dan fasilitas seperti gazebo, musala, hingga spot foto yang estetik.

Masih ada sisa Rp25.000 dari bujet awal. Uang itu bisa digunakan untuk menyewa permainan ATV Rp15.000 dan panahan Rp10.000. Jika tak ingin bermain, sisa uang bisa digunakan untuk menikmati kuliner lokal di kantin desa.

“Sisa uang Rp 25.000 bisa buat main ATV atau panahan, atau makan dan minum. Di sini harga makanan masih murah, Rp 25.000 sudah dapat makan besar sama minum,” kata Asep.

Salah seorang pengunjung, Raihan, juga merasakan hal yang sama. Ia memilih membeli tiket all in Rp 25.000 yang sudah termasuk kolam renang, lalu sisanya Rp 25.000 digunakan untuk makan nasi lengko telur (Rp 17.000) dan minum air botol (Rp 8.000).

“Rp 50.000 cukup banget buat seharian di sini, bisa main air, makan, dan menikmati udara segar,” ujarnya.

—-

Artikel ini sudah tayang di detikJabar. Klik di sini untuk membaca selengkapnya.

(ddn/ddn)



Sumber : travel.detik.com