Tag Archives: material

Estimasi Biaya Renovasi Atap Rumah Pakai Baja Ringan


Jakarta

Atap rumah menjadi bagian yang penting pada sebuah rumah. Sebab, bagian atap melindungi bagian dalam rumah dari cuaca panas, hujan, maupun berangin.

Sering kali atap rumah mengalami kerusakan seiring berjalannya waktu. Tentunya jika terjadi diperlukan perbaikan atau bahkan renovasi atap.

Kira-kira berapa ya biaya renovasi atap rumah pakai baja ringan?


Estimasi Biaya Renovasi Atap Pakai Baja Ringan

Sebagai contoh, kamu memiliki rumah tipe 60 dan ingin memasang rangka atap baja ringan dengan genteng metal. Hal pertama yang harus dilakukan adalah menghitung luas atap rumah terlebih dahulu.

Luas rumah: 10 x 6 m
Oversteck atau kelebihan atap dari dinding luar: 60 cm = 0,6 m
Kemiringan sudut: 30 derajat

Luas atap rumah (LAR): panjang x lebar/cosinus derajat kemiringan atap
= (10 m + Oversteck kanan dan kiri) x (6 m + Oversteck depan dan belakang) / cosinus 30 derajat

= (10 + 1,2) x (6 + 1,2) / 0,866
= 11,2 x 7,2 / 0,866
= 93,11 m2

Jika harga baja ringan setebal 1 mm adalah Rp 150.000/m2 dan harga genteng metal Rp 100.000/m2, maka total biaya atap baja ringan adalah:

(LAR x harga baja ringan per m2) + (LAR x harga penutup atap per m2)
= (93,11 x Rp 150.000) + (93,11 x Rp 100.000)
= Rp 13.966.500 + Rp 9.311.000 = Rp 23.277.500

Sebagai informasi, perhitungan tersebut hanyalah sebuah estimasi saja. Harga material bangunan dan jasa tukang di setiap daerah berbeda. Biaya tersebut juga di luar biaya bongkar atap.

Tentunya penggunaan baja ringan memiliki kelebihan dan kekurangannya. Berikut ini informasi kelebihan dan kekurangan baja ringan berdasarkan catatan detikcom.

Kelebihan Baja Ringan

Harga baja ringan memang cenderung lebih mahal daripada material lainnya, tetapi ia memiliki berbagai kelebihan, antara lain sebagai berikut:

1. Memiliki Daktilitas yang Baik

Daktilitas merupakan sifat baja yang tidak hancur setelah mengalami deformasi yang besar. Berbeda dengan baja konvensional atau kayu yang bisa langsung hancur dan patah saat diberikan beban tiba-tiba (beban kejut), baja ringan sanggup menahan beban beran tanpa menyebabkan kerusakan.

2. Kekuatannya Bagus Tapi Ringan

Salah satu yang istimewa dari bawa ringan adalah kuat tapi tetap ringan. Tentunya hal ini dapat membuat proses pemasangan jadi lebih efisien. Selain itu, baja ringan memiliki potensi penyebab kematian yang cukup kecil.

3. Tahan Karat

Material baja ringan tahan karat sehingga tidak perlu melakukan finishing cat. Setelah dibongkar, baja ringan bisa dimanfaatkan kembali dan di daur ulang sehingga lebih ramah lingkungan.

4. Tahan Lama

Salah satu kelebihan paling menarik dari baja ringan adalah awet karena tidak akan dimakan rayap. Jadi, tidak perlu khawatir kalau atap rumah akan rapuh atau keropos. Walaupun harga baja ringan sedikit lebih mahal dibanding rangka bahan lain, tapi biaya perawatannya lebih murah.

Kekurangan Baja Ringan

Kekurangan baja ringan yang perlu kamu perhatikan yaitu sebagai berikut.

1. Mudah Goyang Terbawa Angin

Bobotnya yang ringan ternyata bisa menjadi kelebihan sekaligus kekurangan. Baja ringan bisa saja terbawa angin jika tidak dipasang dengan benar.

2. Harganya Mahal

Tak dapat dipungkiri, harga material baja ringan masih termasuk mahal. Namun, baja ringan lebih ramah lingkungan dibandingkan material kayu. Selain itu, dengan segala kelebihan yang dimiliki, wajar saja jika harganya lebih mahal.

3. Kurang Estetis

Jika ingin membuat atas dengan model terekspos, menggunakan rangka baja ringan mungkin bukan pilihan yang tepat. Berbeda dengan kayu yang memiliki nilai estetika, rangka atap baja ringan akan terlihat berantakan.

Semoga bermanfaat ya informasinya, detikers!

(abr/zlf)



Sumber : www.detik.com

Ketahui Kelebihan, Kekurangan, dan Bedanya dengan Bata Merah


Jakarta

Seiring dengan perkembangan zaman, teknologi bahan bangunan semakin berkembang. Salah satu inovasi terbaru dalam dunia konstruksi modern adalah material bata ringan. Sesuai namanya, bata ringan atau bata hebel memiliki bobot berat yang lebih rendah dibandingkan bata merah biasa.

Meskipun ringan, jenis bata ini memiliki kekuatan struktural dan keunggulan lainnya yang tak kalah bagus dari material bata konvensional. Dalam artikel ini, detikProperti akan mengulas lebih lanjut mengenai bata ringan beserta kelebihan dan kekurangannya.


Mengenal Bahan Bata Ringan

Dilansir dari laman Loftybuildinggroup, bata hebel merupakan beton ringan aerasi (Autoclaved Aerated Concrete) yang terbuat dari bahan-bahan berupa pasir, semen, kapur, dan gypsum. Bata ringan umumnya tersedia dalam bentuk balok atau panel, dan dapat dikatakan sebagai salah satu bahan bangunan serbaguna yang kuat. Satu panel standar bata hebel diketahui setara dengan ukuran 75 batu bata merah biasa. Oleh karena itu, bata ringan bisa menjadi pilihan material yang tepat untuk konstruksi dinding luar rumah.

Kelebihan Bata Ringan

Bata ringan banyak digunakan untuk rumah modern karena keunggulan dan nilai ekonomisnya. Mengutip dari laman Carlislehomes dan Langdonbuilding, berikut sejumlah kelebihan yang ditawarkan oleh bahan bata ringan:

1. Kokoh dan Tahan Lama

Bata ringan rupanya mempunyai kekuatan dan daya tahan yang tak kalah baik dibanding bata konvensional. Pasalnya, pada panel bata ringan terdapat tulangan baja dengan lapisan anti-korosi yang membantu memaksimalkan kekuatan dan daya tahan material bata.

2. Ramah Lingkungan

Dalam membangun rumah, dampak terhadap lingkungan sekitar juga penting untuk dipertimbangkan. Untuk itu, bata ringan hadir sebagai terobosan material bangunan yang ramah lingkungan. Dari segi bahan dan pembuatannya, bata ringan diproduksi dengan menggunakan bahan baku dan energi yang lebih sedikit dari bata biasa. Limbah hingga uap dari proses pembuatan bata hebel didaur ulang, sehingga gas rumah kaca yang dihasilkan pun minim.

3. Mereduksi Suara

Bata ringan bisa menjadi pilihan material bangunan yang tepat untuk membangun rumah yang kedap suara. Pasalnya, jenis bata ini mampu mengurangi transmisi suara dari luar, sehingga kamu nggak akan terganggu dengan segala kebisingan suara jalanan atau rumah tetangga. Karena kemampuannya dalam meredam suara, penggunaan bata ringan direkomendasikan untuk rumah bertingkat, rumah di pinggir jalan, atau rumah di daerah suburban yang letaknya saling berdekatan.

4. Efisiensi Energi

Keunggulan berikutnya dari penggunaan bahan bata ringan adalah jenis bata ini memiliki efisiensi energi yang baik. Hal ini karena bata hebel dirancang dengan kemampuan isolasi termal yang efektif untuk menjaga suhu rumah tetap sejuk, bahkan dalam kondisi musim panas sekalipun. Secara tidak langsung, penggunaan bata ringan juga membantu mengurangi biaya pemanasan atau pendinginan.

5. Pemasangannya yang Cepat

Bobot berat bata hebel yang lebih ringan dibanding bata merah konvensional tentunya membuat proses pemasangan bata hebel lebih cepat dan mudah. Apabila dikerjakan oleh tenaga ahli berpengalaman, pemasangan bata ringan untuk rumah diperkirakan hanya membutuhkan waktu tiga hari saja.

6. Tahan Api

Kelebihan lainnya dari bata ringan adalah jenis bata ini bersifat tahan api dan tidak mudah terbakar, sehingga cocok digunakan untuk rumah di area yang rawan terjadi kebakaran hutan. Material bata hebel sendiri juga sudah memenuhi persyaratan untuk enam kategori tingkat serangan kebakaran hutan atau Bushfire Attack Level (BAL) dan teruji oleh CSIRO (Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization).

Kekurangan Bata Ringan

Di balik kelebihannya, bata ringan tetap memiliki beberapa kekurangan. Dikutip dari buku Cara Cepat Menghitung Kebutuhan Material oleh Yusep Arif Kamaludin dan buku Panduan Lengkap Membangun Rumah oleh Gatut Susanta, kekurangan bata hebel adalah sebagai berikut:

  • Harganya relatif lebih mahal dibanding batako tras.
  • Memerlukan tenaga ahli yang dapat memasang bata hebel dengan baik.
  • Karena dijual per 1 meter kubik, jenis bata ini hanya tersedia di toko material besar.
  • Rentan retak dan lapuk.
  • Dinding mudah dilubangi karena terdapat lubang pada bagian sisi dalam bata.

Perbedaan Bata Ringan dan Bata Merah

Detikers mungkin bertanya-tanya, apa bedanya antara bata ringan dan bata merah biasa? Dilansir dari situs Buildpilot, berikut rincian perbedaan bahan bata ringan dan batako:

1. Komposisi dan Karakteristik

  • Bata ringan: Memiliki bobot yang lebih ringan dan kemampuan isolasi termal yang baik untuk menjaga suhu dalam ruangan.
  • Bata merah: Tahan terhadap cuaca ekstrem apabila dirawat dan dipasang dengan tepat.

2. Harga

  • Bata ringan: Karena kualitas isolasi dan kemudahan pemasangannya, harga bata ringan cenderung lebih tinggi.
  • Bata merah: Lebih terjangkau dari segi harga. Namun, memerlukan tambahan biaya untuk perawatannya.

3. Daya Tahan dan Masa Pakai

  • Bata ringan: Relatif awet dan mempunyai ketahanan yang baik terhadap elemen cuaca seperti rayap, jamur, dan kelembaban.
  • Bata merah: Meskipun tahan api, bata merah cenderung rentan lembab dan retak seiring waktu.

4. Dampak Terhadap Lingkungan

  • Bata ringan: Proses produksinya melibatkan konsumsi sumber daya dan emisi karbon yang minim, sehingga ramah lingkungan.
  • Bata merah: Proses produksinya lebih boros, karena memerlukan energi dan sumber daya yang besar.

5. Proses Pemasangan

  • Bata ringan: Sifatnya yang ringan membuat jenis bata ini relatif lebih cepat dan mudah untuk dipasang.
  • Bata merah: Proses pemasangannya membutuhkan lebih banyak waktu dan tenaga ahli yang terampil.

Pada akhirnya, baik bata hebel ataupun bata merah mempunyai kelebihan dan kekurangannya tersendiri. Pemilihan material bahan bisa disesuaikan dengan kebutuhan, preferensi dan budget yang dimiliki.

(row/row)



Sumber : www.detik.com

8 Rekomendasi Material Lantai Carport, dari Paving Block sampai Batu Andesit


Jakarta

Dalam merancang eksterior rumah, carport menjadi salah satu elemen penting yang tak boleh diabaikan. Tak hanya sebagai tempat parkir kendaraan, carport juga berfungsi sebagai area transisi antara bagian luar dan dalam rumah.

Salah satu aspek yang harus diperhatikan ketika membangun carport adalah material lantainya. Pemilihan material carport dapat berperan dalam aspek keamanan dan kenyamanan dalam penggunaannya.

8 Material Lantai Carport

Beberapa material yang dapat dipilih untuk menjadi lantai carport yaitu paving block, batu koral, beton, keramik, hingga batu andesit.


1. Paving Block

Rekomendasi lantai carport selanjutnya adalah paving block. Menurut buku Panduan Lengkap Membangun Rumah oleh Gatut Susanta, pemasangan paving block mudah dilakukan, mudah diangkat, atau dipindahkan.

2. Paving Block dan Rumput

Perpaduan paving block dan rumput juga bisa jadi pilihan. Menurut buku Ragam Desain Interior Pilihan oleh Hendi Anwar, S.T., rumput akan memberikan kesan sejuk, sehingga memberi kenyamanan pada bangunan. Selain itu penempatan rumput pada carport dapat menjadi daerah penyerapan air.

3. Batu Koral Sikat

Perpaduan batu koral sikat dan keramik dapat membuat area carport menjadi lebih unik dan artistik. Lantai koral sikat dibuat dari jenis batuan koral, seperti batu lampung atau batu alor berukuran diameter 1-4 cm. Cara pemasangan lantai batu koral sama dengan pemasangan keramik atau lantai tegel abu-abu.

4. Batu Alor Hitam

Batu alorBatu alor Foto: Batu alor (buku Kreasi Unik Batu Alam oleh Solehuddin)

Kolaborasi batu alor hitam dengan keramik begitu menarik. Kamu bisa memakan batu dengan keramik abu-abu dan putih. Menurut buku Kreasi Unik Batu Alam oleh Solehuddin, pola pemasangan ini cocok digunakan untuk rumah bergaya minimalis.

5. Ubin Porselen

Ubin porselen dapat digunakan sebagai lantai carport. Mengutip situs Family Handyman, ubin porselen merupakan bahan yang tahan lama serta dapat bertahan terhadap berbagai macam kerusakan.

Namun, ubin harus diletakkan di permukaan yang benar-benar datar dan kering. Untuk daya tahan ekstra, kamu bisa menggunakan nat epoksi, alternatif yang lebih tahan lama dibandingkan dengan jenis semen standar.

6. Beton

Beton merupakan bahan yang kuat dan kokoh. Bahan ini bisa digunakan sebagai lantai carport. Menurut laman BTN Property, beton mampu menahan beban kendaraan, seperti mobil dan motor, sehingga lantai carport bisa tahan lama.

7. Keramik Marmer

Marmer memiliki ketebalan yang baik. Untuk menjadikan keramik marmer menjadi lantai carport, dirasaranan untuk memilih tekstur yang lebih kasar.

8. Batu Andesit

Menurut situs jual beli rumah, Rumah123, batu andesit mempunyai tekstur yang keras, tahan cuaca dan perubahan suhu. Jika dilihat dari segi desainnya, carport dengan andesit mempunyai motif yang cukup simpel, namun cocok untuk rumah minimalis..

Itulah beberapa material yang cocok untuk digunakan sebagai lantai carport. Kamu tertarik untuk menggunakan salah satunya?

(elk/row)



Sumber : www.detik.com

Ini Estimasi Biaya Renovasi Rumah 2 Lantai dan Cara Menghitungnya


Jakarta

Sebelum merenovasi rumah, satu hal yang paling penting diketahui adalah masalah biaya. Secara umum, biaya bisa dihitung dengan perkiraan per meter persegi, meski hasilnya terkadang lebih atau kurang.

Jika Anda mau merenovasi rumah 2 lantai, berapakah biayanya? Simak dulu perkiraan biaya renovasi, faktor yang mempengaruhi, dan cara menghitung yang lebih rinci.

Perkiraan Biaya Renovasi Rumah 2 Lantai

Di bawah ini adalah perkiraan biaya renovasi rumah 2 lantai berdasarkan kualitasnya. Renovasi rumah bisa disesuaikan dengan memakai material sederhana, standar, dan bagus.


Sebagai contoh, kita akan menggunakan ukuran rumah tipe 36 m2. Berikut ini perkiraan biaya renovasi rumah 2 lantai yang dilansir dari situs developer nasional:

1. Sederhana

Dengan spesifikasi material sederhana, rumah tipe 36 m2 dapat dibangun dengan biaya dari Rp 160 juta hingga Rp 200 juta. Material yang digunakan antara lain batu kali, bata merah, eternit, genteng tanah liat, dan keramik standar.

2. Standar

Dengan spesifikasi material standar, rumah tipe 36 m2 dapat dibangun dengan biaya dari Rp 200 juta hingga Rp 235 juta. Material yang digunakan adalah bata yang berkualitas tinggi, rangka hollow dengan gipsum, genteng tanah liat kualitas nomor satu, dan keramik dengan ukuran lebih besar.

3. Bagus

Dengan spesifikasi material bagus, rumah tipe 36 m2 dapat dibangun dengan biaya dari Rp 235 juta hingga Rp 300 juta. Material yang digunakan berkualitas premium seperti campuran semen dan pasir yang lebih kental, keramik berukuran besar, genteng berkualitas premium, serta tambahan lis dan detail interior.

Faktor yang Berdampak pada Biaya

Biaya renovasi tentu bisa berbeda-beda tergantung banyak faktor. Berikut ini beberapa faktor yang bisa mempengaruhi:

1. Luas Bangunan

Yang paling berpengaruh dalam menghitung biaya renovasi adalah luas bangunan. Semakin luas bangunan, maka semakin besar pula biaya per meternya. Hal ini karena biaya material yang bertambah dan biaya tukang yang semakin besar.

2. Lokasi

Lokasi bangunan juga menjadi faktor yang mempengaruhi biaya. Hal ini terutama mempengaruhi biaya tukang. Di perkotaan, biaya tukang bisa lebih tinggi daripada di pedesaan.

3. Spesifikasi Material

Jenis material sangat beragam dan harganya juga bervariasi. Sebagai contoh, lantai ada yang menggunakan keramik biasa, keramik motif, granit, atau marmer.

4. Biaya Lain-lain

Faktor lain yang harus diperhatikan adalah biaya-biaya lain, seperti biaya administrasi, biaya perizinan, biaya transportasi, biaya jasa arsitek, dan biaya notaris.

Cara Menghitung Rincian Biaya

Dikutip dari situs Brighton, berikut ini cara menghitung biaya renovasi 2 lantai dengan rinci:

1. Hitung Luas Bangunan

Pertama, hitunglah luas bangunan terlebih dahulu. Apakah seluruh luas tanah akan dibuat bangunan, atau akan disisakan untuk taman atau carport. Kemudian hitung juga apakah lantai atas akan berukuran sama dengan bawah.

Contoh: Luas lantai bawah 36 m2, kemudian luas lantai atas 18 m2, maka keduanya harus dijumlahkan, yakni menjadi 54 m2.

2. Buat Rincian Kebutuhan Material

Hitung rincian kebutuhan material yang akan digunakan. Cek harga terbaru di toko bangunan. Masing-masing jenis material harus dihitung sendiri-sendiri.

Contoh: Keramik dihitung 54 m2 dikalikan harga per meter persegi. Kemudian harga besi dan baja, kayu, cat, beton, dan sebagainya.

3. Hitung Biaya Tukang

Biaya tukang tidak kalah besar dibandingkan material. Untuk mengerjakan rumah 2 lantai berukuran 150 meter persegi, setidaknya akan selesai sekitar 6 bulan.

Kamu bisa menghitung rinci dengan membedakan biaya tukang dan mandor. Atau secara sederhana hitunglah secara rata-rata. Misalnya satu orang dihitung Rp 100 ribu dan membutuhkan 10 tukang, maka dalam sehari membutuhkan Rp 1 juta. Dalam 6 bulan maka membutuhkan Rp 180 juta.

4. Siapkan Dana Lebih

Hitung juga biaya lain-lain, karena terkadang perhitungan akan meleset. Siapkan dana lebih untuk antisipasi, hitung juga dana konsumsi tukang jika dibutuhkan. Siapkan juga ketika terjadi kerusakan material dalam proses pengerjaan.

Itulah tadi perkiraan biaya renovasi rumah dua lantai, lengkap dengan faktor yang memengaruhi, dan cara menghitungnya. Detikers bisa menerapkan cara ini dan mulai menghitung kebutuhan dana renovasi rumah dua lantai dengan tepat.

(bai/row)



Sumber : www.detik.com

Ini Daftar Harga Atap Genteng Berdasarkan Jenisnya Tahun 2024


Jakarta

Atap rumah merupakan salah satu komponen utama dari bangunan rumah karena melindungi penghuninya dari berbagai kondisi cuaca. Atap ini dibuat dengan membangun rangka, lalu disusun banyak genteng.

Nah, ada beragam jenis genteng yang bisa kamu gunakan untuk membuat atap rumah. Setiap jenis terbuat dari material yang memiliki karakteristik dan harga yang berbeda.

Apa saja ya jenis-jenis material atap genteng dan berapa harga satuannya? Yuk, cek daftar harga tahun 2024 berikut ini, dikutip dari Lamudi, Jumat (5/7/2024).


Jenis-jenis Atap Genteng

1. Genteng Beton

Genteng beton terbuat dari campuran kerikil pasir dan semen. Bobot genteng ini sangat berat, sehingga membutuhkan rangka atap yang kuat untuk menopangnya. Namun, genteng beton memiliki daya tahan yang cukup kuat dan tidak mudah goyang.

Harga: Rp 8.000-12.500/pcs

2. Genteng Kaca

Genteng kaca memiliki model transparan, sehingga memungkinkan cahaya alami masuk ke dalam rumah. Kekurangan jenis genteng ini tentunya dari bahannya yang rentan pecah.

Harga: Rp 45.000-60.000/pcs

3. Genteng Keramik

Genteng keramik merupakan salah satu jenis genteng yang paling banyak digunakan oleh masyarakat di Indonesia. Jenis genteng ini memiliki daya tahan yang cukup bagus.

Harga: Rp 10.000-13.500/pcs

4. Genteng Aspal

Genteng aspal memiliki bobot paling ringan dibandingkan jenis genteng lainnya. Daya tahannya cukup bagus karena tahan api dan tekanan angin. Selain itu, genteng aspal juga terbilang cukup mudah untuk dipasang.

Harga: Rp 150.000-175.000

5. Genteng Metal

Genteng metal terbuat dari bahan metal dan logam dengan ketebalan sekitar 0,3 mm. Genteng ini memiliki ukuran yang cukup lebar, yakni berkisar 60-120 cm. Lalu, pemasangan genteng metal juga cukup mudah dan ringan.

Harga: Rp 67.000-135.000

6. Genteng Asbes

Genteng asbes adalah jenis atap rumah yang termurah dibandingkan yang lainnya. Genteng ini juga cukup ringan dan mudah dipasang karena tidak perlu konstruksi khusus sebagai penopang. Namun, genteng asbes tidak cukup kuat untuk menahan beban.

Harga: Rp 44.000-93.000

Itulah jenis-jenis atap genteng beserta harganya. Semoga bermanfaat!

(dhw/zlf)



Sumber : www.detik.com

Untung Rugi Atap Genteng Sesuai Materialnya, Mana yang Paling Bagus?


Jakarta

Atap genteng berfungsi untuk melindungi penghuni rumah dari kondisi cuaca, mulai dari panasnya sinar matahari hingga hujan deras. Atap ini bisa terbuat dari berbagai jenis material genteng sesuai kebutuhan dan kemampuan pemiliknya.

Namun, jangan sembarangan pilih material genteng karena setiap jenis mempunyai karakteristiknya masing-masing.

Lantas, ada apa saja jenis atap genteng yang bisa kita gunakan? Apa kelebihan dan kekurangannya? Yuk, simak penjelasan berikut ini.


Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama Panggah Nuzhulrizky menyebutkan ada beberapa tipe material genteng, di antaranya beton, keramik, tanah liat, dan metal. Setiap jenis genteng mempunyai berat, massa jenis, karakteristik, kelebihan, dan kekurangannya masing-masing.

Jenis-jenis Material Genteng

1. Genteng Tanah Liat Berkeramik

Menurut Panggah, genteng keramik memiliki material terbaik sebagai atap rumah. Berbeda dari genteng tanah liat pada umumnya, bahan ini mempunyai lapisan mengkilap. Genteng ini tergolong premium, sehingga biasa digunakan pada rumah-rumah mewah.

“Populer di Indonesia itu cocoknya adalah genteng tanah liat yang keramik. Tanah liat dan keramik ini mempunyai karakteristik pembuatan dari tanah liat dibentuk dan di-oven, jadi kadar airnya nol,” kata Panggah kepada detikcom, Kamis (5/7/2024).

Kelebihan:

  • Tampilan glossy yang estetik
  • Berbahan solid yang mencegah retak dan bocor
  • Bobot paling berat yang tidak mudah terbang tertiup angin

Kekurangan:

  • Harganya paling mahal
  • Boros penggunaan rangka atap karena berat

Namun, ada genteng tanah liat tradisional yang banyak digunakan masyarakat Indonesia yang lebih ringan, sehingga masih mudah tertiup angin. Genteng ini dibuat dari tanah liat yang dibentuk dan dibakar, tetapi tanpa melalui proses oven. Tampilannya pun doff, berbeda dari versi keramiknya yang mengkilap.

2. Genteng Beton

Selanjutnya, ada jenis genteng yang termasuk segmentasi menenang. Menurut Panggah, genteng ini banyak digunakan di Indonesia dan bisa menjadi pilihan terbaik untuk harga yang masih terjangkau.

Kelebihan:

  • Harga lebih terjangkau daripada genteng tanah liat berkeramik
  • Bobot cukup berat
  • Tampilan estetik

Kekurangan:

  • Permukaan genteng mudah retak sehingga rawan bocor setelah pemakaian lama
  • Boros rangka baja ringan karena harus ditopang dengan rangka yang rapat

3. Genteng Metal

Genteng metal merupakan pilihan material genteng yang ekonomis. Ada banyak jenis genteng dengan bahan metal, seperti spandek metal, metal berpasir, metal seperti beton.

Kelebihan:

  • Pemasangan genteng mudah dan cepat
  • Hemat baja ringan karena tidak perlu rangka yang rapat
  • Harga genteng paling terjangkau

Kekurangan:

  • Penampilan genteng kurang estetik karena terlihat ringkih
  • Mudah robek kalau terkena angin kencang
  • Bobotnya ringan sehingga mudah terbang tertiup angin

Itulah beberapa jenis material genteng yang bisa kamu gunakan. Semoga bermanfaat!

(dhw/dna)



Sumber : www.detik.com

Jangan Asal, 5 Benda Ini Nggak Cocok Dibersihkan Pakai Soda Kue


Jakarta

Soda kue memang bahan dapur ampuh untuk membersihkan berbagai permukaan di rumah. Bahan berbentuk bubuk ini memiliki sifat yang cukup abrasif, sehingga dapat merontokkan kotoran.

Namun, tidak semua permukaan bisa dibersihkan dengan soda kue, lho! Permukaan dengan material tertentu dapat tergores bila dibersihkan menggunakan soda kue.

Lantas, bahan apa saja yang mudah tergores? Cek daftar benda yang nggak cocok dibersihkan pakai soda kue di sini, dilansir dari Better Homes & Gardens, Senin (8/7/2024).


Benda yang Tidak Boleh Dibersihkan Pakai Soda Kue

1. Marmer dan Kuarsa

Dengan sifatnya yang agak abrasif memang soda kue dapat menghilangkan noda dari permukaan yang keras. Namun, soda kue dapat menggores dan mengikis permukaan lapisan pelindung yang terdapat di marmer dan kuarsa. Untuk menghindarinya, kamu bisa gunakan cream cleanser atau liquid cleanser.

2. Aluminium

Soda kue merupakan alkaline yang berarti jika terpapar pada barang yang berbahan aluminium akan menyebabkan terjadinya oksidasi. Barang aluminium kamu bisa karatan dan berubah warna. Jika terlanjur terpapar, segera bilas dan bersihkan setelah dicuci untuk mengurangi paparannya.

3. Kompor Kaca Keramik

Kompor kaca keramik tidak disarankan dibersihkan dengan soda kue karena mudah tergores. Nah, kamu bisa gunakan cream cleanser atau scraper untuk membersihkan sisa makanan pada kompor tersebut.

4. Lantai dan Furnitur Kayu

Soda kue bisa memberi lapisan kayu dan furniture goresan kecil dan warna kusam pada lapisannya. Lama-lama dapat mengikis lapisan kayu kemudian menjadi keropos dan rusak.

5. Cermin dan Jendela

Soda kue tidak cocok untuk membersihkan cermin dan jendela yang rentan tergores karena dapat meninggalkan bekas goresan kecil. Pastinya akan membuat jendela dan cermin kamu jelek dan nggak bisa diperbaiki kembali.

Itulah sejumlah benda di rumah yang tidak boleh dibersihkan dengan soda kue. Semoga bermanfaat!

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

4 Material Pelapis yang Ampuh Atasi Atap Bocor di Rumah


Jakarta

Atap bocor adalah masalah yang kerap ditemui pada setiap rumah baik kondisinya baru maupun sudah lama ditempati. Atap bocor tidak boleh dianggap sepele , jika didiamkan kerusakan terburuk adalah atap ambruk. Maka dari itu, atap bocor harus segera diperbaiki.

Setelah diperbaiki, atap rumah juga harus dilapisi dengan material yang dapat mencegah kebocoran berulang. Material anti bocor ini mudah ditemukan dan cara pemakaiannya pun tidak membutuhkan waktu lama.

Melansir dari berbagai sumber, berikut 4 material pelapis yang ampuh atasi atap bocor di rumah.


1. Karpet Talang

Karpet talang adalah material pelapis yang bentuknya lembaran dengan 2 warna yakni merah dan hitam di masing-masing sisi. Pelapis ini memiliki tekstur yang kasar dan anti air. Fungsinya untuk menampung air agar tidak merembes ke dalam.

Ukuran karpet talang cukup beragam mulai dari 45 cm, 55 cm, 60 cm, 70 cm, 90 cm, dan 110 cm. Kamu bisa membelinya per lembar dengan harganya lebih murah atau gulungan. Biasanya satu gulungan panjangnya mencapai 50 meter.

Harga karpet talang yang dijual per lembar ukuran 45 cm-110 cm dijual mulai dari Rp 13.000-Rp 58.000 per lembar. Sementara itu, untuk harga karpet talang yang dijual per gulungan sekitar Rp 350.000-Rp 989.000 tergantung dengan ukurannya juga.

2. Cat Waterproof atau Anti Air

Cat waterproof paling banyak digunakan untuk melindungi atap dari kebocoran. Cat waterproof juga tersedia banyak warna dan harganya lebih bervariasi sehingga bisa disesuaikan dengan keuangan.

Ukuran cat waterproof terdiri dari 1 kg, 5 kg, 10 kg, 18 kg, 20 kg, hingga 25 kg. Harganya berkisar Rp 51.000 untuk 1 kg hingga Rp 1,5 kg untuk yang 25 kg.

3. Serat Fiber

Serat fiber adalah pelapis yang biasa digunakan untuk menambal atau menutupi retakan pada atap yang menyebabkan bocor. Selain pada atap rumah, serat fiber juga bisa digunakan pada tembok, genteng, hingga dak beton. Penggunaannya tetap harus dilengkapi dengan cat waterproofing agar lebih kuat menutupi retakan.

Serat fiber biasanya dijual per lembar atau gulungan. Menilik dari berbagai e-commerce, ukuran serat fiber yang dijual per lembar ada 20×20 cm hingga dijual per meter. Untuk ukuran 20X26 cm per lembarnya Rp 2.300, sementara untuk yang per meter dikenakan Rp 20.000. Kemudian, untuk yang dijual gulungan harganya mencapai Rp 1 juta-Rp 1,5 juta-an.

4. Resin

Resin adalah cairan yang dapat menutup atap bocor. Resin sendiri banyak jenisnya, tetapi untuk mencegah bocor kamu harus mencari resin khusus. Resin yang digunakan untuk bocor di rumah ada yang dijual per kaleng dan ada pula yang botol kecil. Untuk resin yang kalengan dan bermerek harganya mulai dari Rp 80.000-Rp 1 jutaan.

(aqi/dna)



Sumber : www.detik.com

Bata Ringan Vs Bata Merah: Perbedaan dan Untung Ruginya


Jakarta

Ketika kita sedang membangun rumah, memilih bahan bangunan yang baik sangat penting untuk memastikan keberlangsungan bangunan. Sebab, material bahan bangunan dapat mempengaruhi kekuatan dan kualitas bangunan yang kita miliki.

Pemilihan material tentunya disesuaikan dengan konsep rumah ataupun budget yang dimiliki oleh pemilik rumah. Saat ini material untuk bangunan semakin beragam. Contohnya, pada pembuatan dinding terdapat dua pilihan material yang digunakan, yaitu bata ringan atau bata ringan dan bata merah.

Bata merah dan bata ringan menjadi dua jenis bata yang cukup sering digunakan untuk pembangunan rumah. Meski demikian, keduanya tentu memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri.


Apa saja kekurangan dan kelebihannya? Berikut ini informasinya.

Bata Merah

Bata merah merupakan jenis bata yang banyak digunakan untuk membangun rumah maupun gedung. Bata merah adalah jenis bahan bangunan yang terbuat dari tanah liat yang dicetak dalam bentuk dan ukuran yang sama, kemudian dibakar pada suhu tinggi.

Bata merah cenderung bersifat poros dan dapat menyerap air dengan mudah. Namun, jika tidak ditangani dengan benar maka kelembaban dapat muncul dan mempengaruhi kekuatan bangunan.

Kelebihan Bata Merah

– Banyak tersedia di toko bangunan
– Mudah diangkut karena ukuran lebih kecil
– Harganya cenderung murah

Kekurangan Bata Merah

– Mudah menyerap air sehingga dinding cepat lembab yang dapat memengaruhi kekuatan bangunan
– cukup berat

Desa Jelegong, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menjadi salah satu sentra pembuatan bata merah. Yuk kita lihat proses pembuatan bata merah.Desa Jelegong, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menjadi salah satu sentra pembuatan bata merah. Yuk kita lihat proses pembuatan bata merah. Foto: Rico Bagus

Bata Ringan

Bata ringan adalah jenis bahan bangunan ringan yang terbuat dari campuran beton, pasir dan gypsum. Berat bata ringan jauh lebih ringan dibandingkan dengan bata merah dan beton, jadi instalasinya lebih mudah.

Selain itu, ringan juga memiliki kemampuan isolasi termal yang baik dan dapat membantu mengurangi pendinginan dan pemanasan ruangan. ringan juga sangat tahan terhadap api dan dapat membantu memperlambat penyebaran api jika kebakaran.

Bata ringan menggunakan pengikat seperti semen dalam proses produksinya agar lebih kuat, sehingga kekuatannya jauh lebih baik daripada bata merah yang hanya menggunakan tanah liat. Selain itu, pembuatan bata ringan juga sama dengan beton jadi bahan ini memenuhi standar untuk membuat bangunan tahan gempa.

Kelebihan Bata ringan

– Lebih ringan
– Tahan api
– Memiliki isolasi termal yang baik
– Ketahanannya cukup baik

Kekurangan Bata ringan

– Harganya cenderung lebih mahal
– Ukurannya lebih besar

Bata ringanBata ringan Foto: dok. Blesscon

Demikian informasi terkait kelebihan dan kekurangan bata merah dan bata ringan.

Panggah Nuzhul Rizki
Profesional Kontraktor PT Gaharu Konstruksindo Utama

(abr/dna)



Sumber : www.detik.com

Genteng Metal Berisik Saat Hujan, Begini 6 Cara Ampuh Meredamnya


Jakarta

Genteng metal dikenal sebagai atap yang cukup bising terutama saat hujan. Hal ini disebabkan genteng metal terbuat dari bahan logam yang konduktif yang menghantarkan suara, panas, dan listrik. Suara yang dihasilkan ketika hujan seperti permukaan logam yang dipukul dengan benda berat, cukup nyaring. Meskipun begitu, genteng metal masih banyak digunakan karena harganya yang murah dan ketahanannya.

Selain itu, saat ini ada beberapa cara untuk meredam suara bising genteng metal saat hujan sehingga penghuni rumah tidak terganggu. Melansir dari BLKP, Minggu (14/7/2024), berikut beberapa cara meredam suara dari genteng metal.

1. Pilih Atap Metal yang Tebal

Ketebalan atap mempengaruhi besar suara yang dihasilkan. Maka dari itu, ketika membeli genteng metal, sebaiknya pilih ketebalan yang aman. Ketebalan yang disarankan setidaknya berkisar antara 0,25 hingga 0,30 millimeter. Semakin tebal permukaan atap, maka semakin kuat menahan air atau benda yang jatuh. Tingkat suara bising pun akan berkurang.


2. Tambah Plafon

Suara air jatuh saat hujan akan terdengar jelas karena di bawahnya tidak dipasang plafon. Plafon dapat menjadi lapisan tambahan yang meredam suara hujan dan membuat rumah kamu lebih tenang.

3. Pemasangan Atap Pelana

Salah satu solusi yang bisa meredam suara bising adalah menggunakan pemasangan atap pelana. Atap pelana adalah lapisan tambahan yang dipasang di atas genteng metal. Lapisan ini akan meredam suara hujan dan membuat atap lebih tahan terhadap suara bising.

4. Pemasangan Insulasi

Salah satu cara efektif untuk meredam suara bising pada genteng metal adalah dengan memasang insulasi. Singkatnya, insulasi merupakan penghambatan proses rambat pada bunyi. Kamu bisa menggunakan bahan seperti wol mineral atau busa berlapis aluminium dapat ditempatkan di bawah genteng metal. Insulasi ini akan menyerap suara hujan dan mengurangi getaran genteng metal yang menyebabkan suara bising.

5. Pilih Genteng Metal yang Kondisinya Bagus

Genteng metal yang kondisinya masih baik tidak begitu mengeluarkan suara nyaring saat hujan. Namun, jika genteng dalam kondisi rusak atau longgar suara yang dihasilkan akan lebih besar saat hujan.

6. Pertimbangkan Material Alternatif

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, genteng metal pasti menimbulkan suara bising. Agar kamu tidak menyesal, kamu bisa menggantinya sejak awal dengan jenis material lain seperti genteng bitumen atau genteng beton. Meskipun harus melakukan renovasi, tetapi ini merupakan solusi jangka panjang yang akan mengurangi masalah suara bising.

(aqi/dna)



Sumber : www.detik.com