Tag Archives: material

Tips Pasang Genteng Agar Tidak Mudah Geser Saat Angin Kencang


Jakarta

Genteng atap rumah sewaktu-waktu bisa bergeser atau terbang akibat terjangan angin kencang dan hujan deras. Kondisi ini tidak boleh dianggap remeh karena berawal dari genteng geser bisa merambat ke masalah lainnya.

Jika genteng bergeser, bakal ada celah buat air hujan masuk ke rumah. Atap bocor seperti ini nantinya bisa menimbulkan genangan air, jamur, bahkan kerusakan plafon dan dinding.

Kondisi tersebut membuat penghuni harus repot-repot memperbaiki rumah sampai mengeluarkan dana besar. Oleh karena itu, sejak awal pemilik rumah harus memastikan genteng terpasang dengan kuat.


Pelajari cara pasang genteng atap dengan benar agar tidak bergeser saat ada angin kencang. Temukan tipsnya berikut ini.

Tips Pasang Genteng Agar Atap Aman Diterjang Angin

Inilah cara memasang genteng yang kuat menurut kontraktor.

Pilih Material Genteng yang Berat

Panggah menganjurkan untuk memilih genteng yang bobotnya berat agar tidak mudah bergeser. Ia merekomendasikan memakai genteng tanah liat keramik karena bobot, kualitas, dan estetika terbaik dibandingkan tipe genteng lainnya.

“Pemilihan material genteng sendiri, disarankan material genteng itu adalah yang memang yang agak lumayan berat dan kedap dari panas karena kadang-kadang juga sering ditemui genteng ini juga menyerap panas juga dan gampang terbang juga,” kata Panggah kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

“Ada beberapa tipe (genteng). Ada dari tipe beton, genteng keramik, yang sekarang lagi marak itu metal. Biasanya kalau yang agak enteng itu yang memang dari metal dan dia gampang terbang,” tambahnya.

Selain itu, pemilik bisa memilih alternatif genteng yang lebih terjangkau. Salah satu jenis yang bisa dipertimbangkan adalah genteng beton, meski secara estetika kalah dari keramik.

Susun Genteng dengan Rapi

Kemudian, susun genteng dengan cara saling menimpa satu dengan lainnya dan memiliki kemiringan yang sesuai. Bobot genteng akan menahan genteng lainnya sehingga lebih tahan dari terjangan angin kencang.

“Genteng tanah liat sebenarnya sudah cukup berat, tapi paling nanti bagaimana caranya biar itu nggak terbang, biasanya kita pastikan pada saat pemasang itu dia sudah tersusun dengan rapi karena memang pasang genteng itu ada susunannya ya,” tuturnya.

Itulah cara memasang genteng yang tidak mudah geser dan terbang. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

Material yang Aman Buat Perabotan Outdoor, Tahan di Musim Hujan-Panas


Jakarta

Sudah sering ditemukan, banyak pemilik rumah meletakkan perabotan di teras atau area luar rumah. Perabotan tersebut seperti kursi, meja kecil, rak sepatu hingga sofa untuk bersantai.

Jika cuacanya bagus, tanpa hujan dan tidak begitu panas, meletakkan perabotan tersebut di luar ruangan sepertinya tidak masalah. Namun, akhir-akhir ini hujan turun sangat deras, bahkan disertai angin yang kencang. Kemudian beberapa jam setelahnya suhunya naik jadi sangat panas karena matahari yang terik. Apakah aman meletakkan perabotan di luar rumah?

Dilansir dari The Spruce, Wakil Presiden Pengembangan Bisnis di POLYWOOD, Lindsay Schleis, mengatakan asalkan material yang dipakai pada perabotan tersebut benar-benar tahan cuaca, tidak akan ada masalah pada perabotan tersebut.


Jenis perabotan yang tidak boleh dibiarkan berada di luar terutama saat hujan adalah sofa yang dibuat khusus di dalam ruangan dan perlengkapan makan. Jadi setiap habis berkumpul di luar, peralatan makan harus segera dikembalikan.

“Furnitur luar ruangan dibuat agar tahan cuaca, tetapi itu tidak selalu berarti tahan cuaca,” kata Schleis, seperti yang dikutip pada Selasa (28/10/2025).

Material Perabotan yang Aman di Luar Ruangan

1. Kayu plastik

Saat ini sudah banyak produk yang bisa meniru tampilan atau tekstur kayu. Salah satunya adalah plastik. Material tersebut tahan air, panas, dan lembap. Dengan memakai material kayu plastik, dari segi tampilan bakal tetap estetik, tetapi dari kualitas bakal tetap tahan lama.

2. Aluminium

Aluminium kerap dipakai sebagai material untuk rak sepatu. Berbeda dengan besi yang mudah karatan, aluminium lebih tahan terhadap perubahan cuaca. Selain itu, dari segi tampilan, aluminium cukup berkelas dan bisa cocok dengan segala jenis desain.

3. Kayu

Banyak orang menghindari kayu sebagai material di luar ruangan karena takut cepat lapuk, berjamur, dan jadi sasaran rayap. Padahal kayu memiliki banyak sekali jenis. Bisa jadi yang mengalami gejala tadi merupakan jenis kayu yang tidak cocok untuk luar ruangan.

Kalau dilihat ke belakang, rumah tradisional di Indonesia kebanyakan memakai kayu, tetapi bisa bertahan lama. Beberapa jenis kayu yang bagus dipakai di luar ruangan adalah jati, ulin, akasia, kayu merah, cedar, dan eukaliptus.

Itulah penjelasan mengenai perabotan di luar ruangan saat hujan, semoga membantu.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

3 Jenis Atap Rumah yang Mudah Rusak dan Lepas Saat Hujan Angin



Jakarta

Akhir-akhir ini beberapa wilayah di Indonesia dilanda hujan lebat yang disertai angin kencang. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan fenomena tersebut disebabkan karena memasuki fase peralihan musim atau pancaroba, dari musim kemarau menuju musim hujan.

Salah satu ancaman ketika terjadi hujan deras disertai angin adalah kondisi atap rumah. Banyak kejadian akhir-akhir ini, atap bangunan lepas atau rusak terbawa angin.

Kontraktor dari Rebwild Construction, Wildan, mengatakan di tengah musim hujan disertai angin seperti ini memang harus sering mengecek kondisi atap rumah. Material atap yang ringan seperti spandek, seng, dan asbes merupakan jenis yang rentan rusak dan lepas terbawa angin.


Ia mengatakan lebih baik mengganti jenis atap yang memiliki bobot yang lebih berat, seperti genteng tanah liat dan genteng beton. Apabila mencari atap yang kuat, tetapi dengan harga yang lebih murah dari genteng, Wildan menyarankan untuk memakai jenis Unplasticized Polyvinyl Chloride (UPVC), yakni atap yang terbuat dari plastik padat yang lebih kokoh dan kaku.

“Mungkin ke UPVC kali ya, yang single layer. Kalau yang double layer agak mahal soalnya atau spandek. Asal pemasangannya betul itu bisa jadi opsi utama,” kata Wildan kepada detikcom pada Rabu (29/10/2025).

Cara Mengetahui Kondisi Atap yang Rentan Terbawa Angin

Wildan mengatakan tanda-tanda paling jelas untuk mengetahui atap rentan rusak adalah terdengar suara berisik seperti gemuruh atau bergetar setiap terkena angin.

“Kayak mau lepas kena angin, oglak dia, goyang-goyang gitu,” ujar Wildan.

Untuk mencegah atap terbang atau rusak saat hujan angin, kata Wildan, lakukan pengecekan secara berkala dan lihat setiap baut pengikat sudah kencang atau longgar. Lalu, cek juga apakah ada retakan dan celah bocor. Sebab, celah tersebut bisa membuat retakan panjang pada atap saat menerima tekanan ketika terjadi hujan angin.

“Yang paling penting pengecekan berkala karena kadang si atapnya sudah ngasih tanda-tanda kerusakan tapi ownernya (pemiliknya) yang suka nggak peka,” jelasnya.

Itulah jenis atap yang rentan rusak saat hujan angin dan penggantinya. Semoga bermanfaat.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

Nggak Bisa Dianggap Sepele, Ini 4 Biang Kerok Lantai Keramik Ambles


Jakarta

Ketika lantai dibuat tidak sesuai standar, pasti ada saja masalah yang timbul. Salah satunya adalah lantai ambles, tidak lagi rata layaknya lantai rumah pada umumnya.

Kondisi lantai yang ambles berbeda-beda, ada yang hanya satu keramik, ada yang seluruh permukaan turun, ada yang hanya pinggiran yang masuk ke dalam tanah, dan sebagainya. Seluas apa pun perubahannya, pemilik rumah harus tetap waspada.

Lantai pasti memiliki material penutup, seperti keramik. Ketika lantai tersebut ambles, otomatis materialnya akan terkena tekanan dari dua arah berbeda. Alhasil keramik bisa pecah dan berbahaya saat terinjak. Pecahan keramik ini bisa merobek kulit karena ujung keramik cukup tajam.


Untuk mencegah dan mengatasi masalah ini, hal pertama yang perlu dilakukan adalah mencari tahu penyebabnya dahulu. Dilansir dari True Level Concrete, berikut beberapa penyebab lantai rumah ambles.

1. Tanah di Bawahnya Tidak Padat

Penyebab paling umum lantai rumah tiba-tiba ambles adalah tanah di bawahnya tidak dapat menopang permukaan lantai di atasnya. Tanah dan struktur isi lantai tersebut tidak penuh sehingga ada ruang kosong yang tidak bisa menyokong tekanan dari atas.

2. Lantai Lembap

Saat membangun rumah, ahli bangunan sudah memiliki teknik agar kelembapan tidak dapat masuk ke rumah. Celah kelambapan itu bukan hanya dari sumber-sumber air di kamar mandi, pipa pembuangan, atau keran di rumah, melainkan bisa dari dalam tanah. Ketika tidak ada pelindung di bagian lantai, kelembapan dapat mudah menerobos dan membentuk celah di antara keramik. Air pun bisa masuk di antara lapisan tanah dan struktur paling bawah rumah. Hal ini yang menyebabkan tanah di bawahnya akan mudah tergerus dan susunannya tidak begitu padat.

3. Pergerakan tanah

Pergerakan tanah merupakan fenomena alam yang mungkin saja terjadi. Ciri-cirinya bisa terlihat jelas pada bangunan, tetapi terkadang tidak disadari. Selain itu, memang sudah sifat tanah yakni mengembang saat basah, dan menyusut saat kering.

Pergerakan tanah tidak dapat dianggap sepele karena hampir sama dengan longsor. Perubahan iklim dan waktu juga dapat menyebabkan tanah bergerak. Apabila ada perubahan pada lantai, dinding, hingga ke tanah di halaman, langsung laporkan kepada ahli untuk dilakukan pemeriksaan. Apabila memiliki modal lebih, sebaiknya pindah dari sana untuk mencari rumah yang lebih aman.

4. Ada Masalah pada Struktur Bangunan

Kerusakan lantai dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti salah mendesain struktural, kondisi tanah di bawah rumah, atau usia bangunan tersebut.

Itulah beberapa penyebab lantai rumah ambles, semoga bermanfaat.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

Pilih Toilet Jongkok atau Toilet Duduk? Ini Perbandingannya



Jakarta

Saat memilih perlengkapan untuk hunian, urusan toilet tidak bisa dianggap sepele. Toilet sangat penting karena digunakan untuk buang hajat para penghuni rumah dan tamu yang datang.

Di Indonesia, toilet jongkok masih banyak ditemukan, sementara toilet duduk makin populer seiring hadirnya hunian modern. Lalu, mana yang lebih tepat untuk rumah Anda? Simak perbandingannya.

Toilet Jongkok

Asia, Turkey, Istanbul Area, 2017: View Of Toilet In Turkish RestaurantToilet jongkok. Foto: Getty Images/Kypros

Dilansir dari laman Bladder & Bowel UK, Minggu (2/11/2025), posisi jongkok dinilai mendukung proses buang air besar lebih alami. Hal ini sejalan dengan kebiasaan banyak orang Asia yang sudah terbiasa menggunakan toilet jongkok.


Toilet jongkok cenderung tidak membutuhkan banyak ruang, cocok untuk kamar mandi kecil dan area servis seperti kamar mandi ART. Bentuknya sederhana dan menyatu dengan lantai, membuat ruangan lebih efisien.

Secara struktur, toilet jongkok lebih sederhana sehingga cenderung membutuhkan perawatan lebih minim. Namun karena lantai cenderung basah, kebersihan material lantai perlu diperhatikan agar tidak licin.

Toilet Duduk

Ilustrasi ToiletIlustrasi Toilet Duduk. Foto: Getty Images/iStockphoto/Rawf8

Dilansir dari Teaching Nomad, toilet duduk dinilai lebih ramah untuk anak-anak, lansia, hingga ibu hamil karena tidak perlu tenaga ekstra untuk berjongkok. Tak heran, toilet duduk banyak digunakan di rumah modern, apartemen, dan hotel.

Penggunaan toilet duduk menghadirkan tampilan lebih modern pada hunian. Dilansir dari Architectural Digest, tren kamar mandi saat ini menonjolkan desain minimalis dan compact yang kerap dipadukan dengan toilet duduk untuk kesan bersih dan rapi.

Untuk toilet duduk, perhatian lebih dibutuhkan pada bagian dudukan dan engsel. Dilansir dari Martha Stewart, pembersihan rutin dengan cairan lembut dan lap microfiber disarankan demi menjaga ketahanan porselen dan kebersihan permukaan.

Perlu diingat, penggunaan toilet jongkok atau duduk tergantung pada kebutuhan masing-masing penghuni rumah.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Bingung Pilih Lantai Keramik atau Vinyl? Ini Perbandingan Lengkapnya!



Jakarta

Pemilihan material lantai sering kali menjadi dilema saat membangun atau merenovasi rumah. Tidak hanya soal estetika, lantai juga menentukan kenyamanan hingga daya tahan hunian dalam jangka panjang.

Dua material yang kerap dibandingkan adalah keramik dan vinyl. Keduanya sama-sama populer, namun punya karakter berbeda yang bisa mempengaruhi suasana rumah secara keseluruhan.

Masih bingung pilih yang mana? Yuk simak!


Tampilan Mirip, Karakter Berbeda

Keramik sudah lama menjadi standar lantai di banyak rumah Indonesia. Material ini dibuat dari tanah liat yang dibakar pada suhu tinggi sehingga kuat dan tahan lama. Sementara itu, lantai vinyl kini semakin diminati karena tampilannya yang modern dan harganya yang cenderung murah.

Melansir halaman The Spruce, Senin (03/11/2025), keramik masih dianggap unggul dari segi tampilan dan nilai estetika jangka panjang, terutama jika menggunakan keramik yang berkualitas tinggi. Sementara vinyl dinilai dapat menjadi alternatif bagi penghuni yang menginginkan tampilan hangat dengan kesan natural seperti kayu.

Ketahanan dan Kenyamanan

Salah satu keunggulan utama keramik adalah daya tahannya. Mengutip The Spruce, keramik dapat bertahan lebih dari 40 tahun jika dirawat dengan baik. Material ini juga tahan air dan panas sehingga aman digunakan di area lembab seperti dapur atau kamar mandi. Kekurangannya, permukaan keramik cenderung keras dan dingin saat diinjak, sehingga terasa kurang nyaman untuk mereka yang sering beraktivitas tanpa alas kaki.

Sebaliknya, vinyl terkenal lebih ramah kaki. Mengutip situs Ranney Blair, permukaan vinyl terasa lebih hangat dan empuk, serta lebih senyap ketika diinjak. Hal ini menjadikannya pilihan menarik untuk kamar tidur atau ruang keluarga. Namun, vinyl memiliki umur pakai lebih pendek dibanding keramik dan bisa mengalami kerusakan jika terendam air terlalu lama, kecuali pada varian waterproof.

Pemasangan dan Perawatan

Dari sisi pemasangan, keramik membutuhkan proses yang lebih kompleks dan biasanya melibatkan tukang profesional. Nat di antara keramik juga perlu perhatian ekstra karena rentan kotor seiring waktu.

Sebaliknya, vinyl dikenal sebagai material yang mudah dipasang, bahkan bisa dilakukan sendiri untuk beberapa jenisnya. Melansir halaman Mannington, teknologi pemasangan click system membuat vinyl lebih praktis dan menghemat waktu renovasi. Vinyl juga cenderung lebih mudah dibersihkan karena tidak memiliki nat seperti keramik.

Mana yang Harus Dipilih?

Pada akhirnya, pilihan antara keramik dan vinyl kembali pada kebutuhan hunian masing-masing. Keramik cocok bagi yang mencari material tahan lama dengan tampilan elegan. Di sisi lain, vinyl lebih ideal bagi penghuni yang mengutamakan kenyamanan, dan instalasi yang praktis.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

4 Jenis Bahan Sofa yang Bikin Rumah Terlihat Makin Stylish


Jakarta

Sofa merupakan perabotan yang sering ditemui di rumah. Furnitur ini biasanya diletakkan di ruang tamu atau ruang keluarga, berseberangan dengan TV.

Ada berbagai jenis sofa, salah satunya dibedakan berdasarkan materialnya. Pemilik rumah bisa mempertimbangkan bahan saat hendak membeli sofa.

Bahan sofa bisa mempengaruhi tampilan interior ruangan. Lalu, faktor ini juga menentukan berapa lama usia pakai sofa.


Bagi yang sedang mencari sofa, bisa pelajari jenis-jenis bahannya. Temukan pilihan bahan sofa yang bikin rumah terlihat stylish berikut ini.

Jenis Bahan Sofa

Inilah beberapa opsi bahan sofa yang bisa dipertimbangkan, dikutip dari Livingetc.

Serat Alami

Wide shot of cozy flat interior with home office area including big sofa, wooden table and motivational posters at dark-gray wallSofa Foto: Getty Images/SeventyFour

Sofa berbahan serat alami seperti linen, katun, dan wol umum digunakan. Bahan linen punya tampilan yang terkesan mewah, mudah dicuci, dibersihkan, dan disedot debu. Bahan ini cocok untuk suasana kasual, tetapi bahannya mudah kusut dan melar.

Sementara itu, katun bisa jadi opsi yang baik karena bahannya lembut, mudah menyerap keringat, dan terjangkau sehingga cocok untuk suasana kasual atau tradisional. Namun, katun dapat kusut dan kurang tahan lama kecuali dicampur dengan bahan sintetis.

Kemudian, kain wol ideal untuk iklim dingin. Namun, bahan ini bisa jadi agak kasar sehingga perlu pertimbangan lebih jauh.

Beludru

sofa beludru/Future via Ideal HomeSofa Beludru Foto: Future via Ideal Home

Sofa beludru bisa menambah kesan elegan pada ruangan. Bahan ini hadir dalam berbagai warna, termasuk yang netral untuk tampilan lebih kalem.

“Beludru modern memiliki tumpukan yang lebih pendek, sehingga memberikan tampilan yang ramping dan kontemporer sekaligus sangat tahan lama dan anti noda. Bahannya lembut, dan ramah anak menjadikannya pilihan yang praktis namun mewah,” kata Thea Bloch-Neal, pendiri dan desainer Curated by Thea.

Kain Chenille

Sofa Hijau Berbahan ChenilleSofa Chenille Foto: Pexels/Designecologist

Selain itu, ada bahan chenille yang bisa jadi alternatif dari linen. Material ini dapat dilihat sebagai perpaduan yang pas antara beludru dan bounclé.

Bahan ini sangat nyaman sebagai sofa. Detail teksturnya menambah estetika ruangan. Namun, tekstur kain chenille rentan untuk tersangkut.

Kulit

Real photo of handmade macrame and mockup poster hanging on the wall in bright sitting room interior with leather sofa and metal rack with decor and booksSofa Kulit Foto: Getty Images/iStockphoto/KatarzynaBialasiewicz

Jika ingin menambah sentuhan berkelas pada ruangan, coba tambahkan sofa kulit. Kulit merupakan pilihan material yang tidak lekang oleh waktu. Bahan kulit juga mudah dibersihkan.

Berbagai jenis kulit, seperti kulit asli, yang memberikan kesan alami dan mewah sehingga membentuk patina seiring waktu. Sementara itu, kulit sintetis menawarkan alternatif yang terjangkau, meskipun kurang tahan lama.

“Namun, tidak ada yang lebih baik daripada sofa kulit berwarna cerah,” kata Cheryl, seorang desainer.

Itulah beberapa pilihan sofa berdasarkan bahannya. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/zlf)



Sumber : www.detik.com

Cuma Modal Lemon dan Soda Kue, Noda di Wastafel Langsung Hilang Total!


Jakarta

Stainless steel sering dipilih sebagai material tempat cuci piring atau wastafel. Alasannya stainless steel lebih tahan lama daripada baja dan besi, mudah dibersihkan, dan tidak mudah berkarat.

Meskipun mudah dibersihkan, wastafel stainless steel tidak menjamin bebas dari noda bekas sabun. Penampakan noda tersebut seperti bentuk tidak beraturan berwarna putih atau titik-titik putih. Noda ini tidak dapat dibersihkan hanya karena digosok dan disiram air, perlu ada bahan tambahan lainnya agar bisa kembali kinclong.

Dilansir Martha Stewart, berikut cara ampuh membersihkan noda bekas sabun di tempat cuci piring berbahan stainless steel.


1. Taburkan Baking Soda

Pertama, bersihkan tempat cuci piring dari barang-barang agar seluruh permukaannya benar-benar bisa dibersihkan. Lalu, siram sekali seluruh permukaannya dengan air hangat.

Taburkan soda kue ke beberapa titik di tempat cuci piring yang basah tersebut. Gosok perlahan permukaannya dengan sikat atau spons dan diamkan beberapa menit.

2. Bilas dengan Air Hangat

Bilas permukaannya hingga bersih dengan air hangat. Pakai kain mikrofiber atau spons untuk memastikan semuanya kering.

3. Gosok dengan Lemon

Untuk memberikan aroma yang segar pada permukaannya, coba pakai lemon yang sudah dibelah menjadi dua. Gosokkan lemon tersebut ke seluruh permukaan wastafel. Air lemon yang keluar mengandung asam yang dapatmembantu membersihkan noda di permukaan tersebut dan menambah aroma segar.

4. Tuangkan Cuka ke Wastafel

Tuangkan sedikit cuka putih ke kain mikrofiber atau spons. Gosok permukaan tempat cuci piring dengan lembut.

“Cuka akan bereaksi dengan sisa soda kue dan membantu menghilangkan endapan mineral,” kata Alicia Sokolowski, presiden dan co-CEO AspenClean, seperti yang dikutip pada Rabu (5/11/2025).

5. Bilas Hingga Kering

Bilas sekali lagi dengan air hangat untuk menghilangkan sisa cuka tersebut. Jika masih ada noda atau bercak yang tersisa, bisa ulangi cara yang sama hingga noda benar-benar menghilang.

Itulah tahapan membersihkan tempat cuci piring berbahan stainless steel agar kembali kinclong, semoga membantu.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

Biar Nggak Licin! Ini Jenis Lantai Terbaik untuk Kamar Mandi Menurut Arsitek



Jakarta

Jenis lantai di kamar mandi berbeda dengan lantai lain. Lantai kamar mandi yang selalu basah sangat berisiko licin ketika diinjak sehingga pilihan lantai yang digunakan adalah tipe anti selip.

Sayangnya tidak banyak orang yang sudah menggunakan keramik anti slip di kamar mandinya karena keterbatasan dana. Padahal material lantai sangat berguna terutama untuk kamar mandi kecil yang tidak memiliki ruang basah dan kering.

Kamar mandi yang luas umumnya dibuat area yang basah dan kering. Area yang basah merupakan bagian yang biasa digunakan untuk mandi. Di area tersebut terdapat shower, bak mandi, ember, bathtup, dan keran tanpa tampungan di bawahnya. Kemudian, area kering adalah area yang jarang basah seperti wastafel, cermin di kamar mandi, dan kloset.


Menurut arsitek sekaligus dosen Binus University Denny Setiawan menyarankan baik area basah dan kering sebaiknya memakai jenis material lantai yang tidak licin atau anti selip. Apabila tidak bisa, minimal lantai anti selip tersebut dipasang di area basah.

“Di area basah, tentunya harus (keramik) bertekstur karena kemungkinan bersentuhan dengan sabun atau sampo. Itu membuatnya jadi licin. Jadi memang sebaiknya di 2 area dalam kamar mandi dipisah berdasarkan tekstur dari penutup lantainya,” kata Denny saat dihubungi detikProperti, Jumat (4/7/2025).

Jenis material pelapis lantai yang disarankan dan memiliki tekstur anti selip adalah adalah granite tile, keramik bertekstur, andesit, basalto, granit alam, dan marmer dengan finishing honed.

“Beberapa produsen granite tile sekarang sudah membuat yang anti selip. Jadi walaupun dia halus dan terlihat polish, tapi kalau kita injak atau terkena air pun dia akan anti selip,” sebutnya.

Kemudian, pilih ukuran ubin sesuai dengan luas. Apabila ukuran kamar mandi kecil, pakai ubin berukuran kecil untuk menghindari banyak sisa ubin yang tidak terpakai.

“Lantainya lebar biasanya akan banyak potongan di keramiknya. Jadi keramik kecil lebih efektif karena nggak perlu ada potongan. Yang kedua, kamar mandi itu biasanya lantainya harus membutuhkan kemiringan supaya air bisa mengalir. Jadi dengan keramik kecil, si tukang atau pembangun bisa mengarahkan dengan mudah,” jelasnya.

Selain pemilihan keramik yang tepat, kebersihan kamar mandi juga berpengaruh pada keselamatan penggunanya. Sebab, kamar mandi yang licin bukan hanya disebabkan oleh permukaan lantai saja, melainkan sabun yang terjatuh atau tumbuhnya jamur juga bisa membuat permukaannya licin.

Kemiringan lantai kamar mandi juga penting, kata Denny. Lantai yang dibuat miring sekitar 1-2 cm mengarah ke lubang pembuangan dapat mengurangi genangan di lantai.

“1-2 cm cukup sepertinya. Air pasti akan masuk flood drain. Kemudian air dari kamar mandi itu diresapkan di sumur resapan,” jelasnya.

Itulah tips memastikan lantai kamar mandi tidak licin, semoga membantu.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

Benarkah Kanopi Baja Ringan yang Dipasang dengan Semen Mudah Berkarat?



Jakarta

Kanopi dengan baja ringan saat ini menjadi pilihan menarik karena tahan lama, mudah dibentuk dan dipasang. Namun, ada yang menyebut kanopi baja sebaiknya tidak dipasang dengan semen karena mudah berkarat.

Menanggapi hal ini, Head of Marketing Semen Merah Putih Nyiayu Chairunnikma membantah anggapan tersebut. Semen bukanlah penyebab utama kanopi baja berkarat. Melainkan karena air yang mengenai baja tersebut.

“Yang salah bukan bajanya atau semennya. Sebenarnya semen itu kan mengandung alkali. Alkali itu sifatnya korosif, yang menjadi penyebab dia (baja) korosif adalah air. Tapi kalau udah kering (semen) di dalam bajanya itu, terus masuk air airnya ini yang menyebabkan dia karat,” kata wanita yang kerap disapa Ayu, di Agora Mall, Jakarta, pada Jumat (7/11/2025).


Ia mengatakan kalau masalahnya ada di semen, berarti besi-besi yang merupakan salah satu material utama pembangunan rumah juga akan berisiko berkarat.

“Kebayang semua struktur rumah pasti pake apa? Besi. Semen juga pake. Rumah itu tahan berapa lama? Semua rumah strukturnya pasti sekarang besi kan, besi tulangan nah terus dilapis sama semen,” jelasnya.

Masalah korosi akibat air ini telah menjadi masalah umum yang kerap ditemui di bidang konstruksi. Oleh karena itu, saat ini sudah muncul produk semen yang bisa menahan air dan kelembapan menembus lapisan semen yang sudah mengeras.

“Kalau udah kering (semen) di dalam besinya itu, terus masuk air, airnya ini yang menyebabkan dia (besi) karat. Itu kenapa ada Semen Merah Putih Water Shield. Semen Merah Putih Water Shield dia menolak air nggak masuk ke dalam dinding sehingga besi di dalam itu, besi tulangan di dalam dinding nggak kena air,” jelasnya.

Itulah penjelasan mengenai penyebab kerangka kanopi baja ringan bisa berkarat, semoga membantu.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com