Tag Archives: material

Mau Bikin Fondasi Rumah Pakai Batu Kali, Ini Kelebihan dan Kekurangannya


Jakarta

Fondasi rumah sangat penting karena berfungsi untuk menyokong seluruh struktur bangunan. Ada berbagai pilihan bahan untuk membuat fondasi, salah satu yang biasa dipakai adalah batu kali.

Batu kali memang terkenal kokoh dan ekonomis untuk dijadikan sebagai fondasi. Batu ini disusun sedemikian rupa untuk membuat struktur fondasi. Cara ini dilakukan agar fondasi berdiri kokoh dan mampu menahan beban dinding rumah di atasnya.

Mengutip e-jurnal milik uny.ac.id, Jumat (9/8/2024) fondasi batu kali biasanya digunakan pada bangunan sederhana yang kondisi tanahnya cukup baik. Kedalaman fondasi batu kali sekitar 60-80 cm dengan lebar tapak kurang lebih sama dengan tingginya.


Pembangunan Fondasi Batu KaliPembangunan Fondasi Batu Kali Foto: Getty Images/Ranah Pixel Studio

Jenis-jenis Batu Kali

Perlu diketahui, batu kali yang umum digunakan sebagai material fondasi bangunan terdiri dari dua jenis, yakni batu kali bulat dan batu kali belah. Apa perbedaannya? Simak berikut ini.

1. Batu Kali Bulat

Batu kali yang satu ini berbentuk bulat namun tak beraturan. Pada umumnya, batu kali bulat dapat ditemukan di sepanjang aliran sungai.

Akan tetapi, mortar kurang bisa menempel kuat pada batu kali bulat karena tekstur permukaannya yang halus.

2. Batu Kali Belah

Batu kali belah memiliki ukuran yang lebih besar daripada jenis bulat, namun dapat dihancurkan menjadi ukuran sekitar 30-40 cm. Pada umumnya, jenis batu kali ini dapat ditemukan di pegunungan atau sungai.

Salah satu kelebihan dari batu kali belah adalah mempunyai tekstur permukaan yang kasar, sehingga mortar dapat menempel dengan kuat.

Kelebihan Batu Kali untuk Fondasi

Lalu, apa saja kelebihan yang dimiliki batu kali untuk fondasi bangunan? Dilansir e-jurnal Scribd berjudul Makalah Pondasi Batu Kali oleh Ainul Herwinda, berikut sejumlah kelebihannya.

1. Kuat

Batu kali memiliki karakteristik yang kuat dan kokoh. Sebab, batu jenis ini berasal dari alam, yang mana setiap harinya mengalami suhu dan cuaca berubah-ubah.

Oleh sebab itu, penggunaan batu kali untuk fondasi dapat menahan bangunan secara kuat dalam segala kondisi cuaca.

2. Tahan Lama

Karena kokoh dan kuat, batu kali juga dikenal memiliki karakteristik tahan lama. Dengan begitu, bangunan yang menggunakan fondasi batu kali dapat bertahan cukup lama dan minim adanya kerusakan.

3. Mudah Didapat

Kelebihan lain dari batuk kali adalah mudah didapat. Kamu bisa mencari batu kali di toko-toko material dekat rumah.

Namun, detikers harus pandai dan teliti sebelum membeli batu kali. Usahakan membeli batu kali yang baru dikirim dan jangan mengambil yang sudah lama berdiam di toko material.

Kekurangan Batu Kali untuk Fondasi

Meski begitu, ada sejumlah kekurangan dari batu kali yang harus diperhatikan. Untuk lebih jelasnya, simak di bawah ini.

1. Mudah Timbul Retakan

Walaupun rata-rata bangunan dengan fondasi batu kali tidak roboh, namun saat terjadi gempa bumi atau tumbuhnya akar pohon invasif biasanya memunculkan retakan di dinding.

Sebenarnya kondisi tersebut tidak menimbulkan masalah berarti. Hanya saja, untuk memperbaiki kerusakan tersebut butuh biaya yang cukup mahal.

2. Perlu Teliti dalam Membelinya

Dijelaskan sebelumnya, detikers harus pandai dan teliti dalam memilih batu kali di toko material. Soalnya, batu kali yang sudah berdiam terlalu lama bisa mengurangi kualitasnya.

Terlebih jika batu kali sempat terendam air, hal ini bisa mempengaruhi kekuatannya. Jika tetap digunakan sebagai material fondasi, dikhawatirkan berdampak pada kekokohan bangunan.

Demikian penjelasan tentang batu kali beserta kelebihan dan kekurangannya. Semoga artikel ini dapat membantu!

Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

(dhw/dna)



Sumber : www.detik.com

Hati-hati, Begini Cara Aman Hilangkan Sarang Tawon di Rumah


Jakarta

Tawon adalah serangga seperti lebah yang menyengat bila merasa terancam. Tawon juga mempunyai sarang yang terbuat dari material seperti kertas berwarna kecoklatan.

Terkadang kamu bisa menemukan sarang tawon di dalam atau sekitar rumah. Jika ada sarang tawon di rumah kamu dan mulai mengganggu, kamu harus segera menyingkirkannya.

Lalu, bagaimana cara aman menghilangkan sarang tawon di rumah? Berikut ini caranya, dikutip dari The Spruce (14/8/2024).


Cara Menghilangkan Sarang Tawon

1. Dengan Cara Alami

Lakukan cara ini pada malam hari ketika tawon sedang tidak aktif. Gunakan pelindung tambahan seperti sarung tangan dan kacamata pelindung. Kemudian siapkan ramuannya, yaitu campur air mendidih dengan ¼ cangkir sabun cuci lalu masukkan ke dalam sprayer. Setelah siap semprotkan ke sarang tawon hingga basah.

2. Langsung Dibuang

Ketika kamu melihat sarang tawon yang masih kecil kamu bisa langsung menyingkirkan secepatnya. Tetapi jika sudah besar kamu bisa harus lebih hati-hati dan ikuti langkah-langkah berikut.

– Gunakan pakaian pelindung seperti sarung tangan, sepatu boots, dan lengan panjang.

– Temukan sarang di bagian bawah atap kamu

– Pastikan sarang terbuka dan bukan tertutup

– Gunakan alat untuk mengusir seperti sapu atau alat pengeruk

– Goyangkan sarang tawon hingga terlepas dan jatuh ke tanah kemudian langsung injak dengan boot tebal

– Gunakan spray pembunuh tawon untuk perlindungan

3. Menjauhkan Sarang Tawon dari Rumah

Jika kamu melihat tawon beterbangan di sekitar rumah kamu tapi nggak yakin kalo ada sarang. Kamu bisa lakukan cara berikut ini.

– Taruh genangan air seperti menaruh baskom penuh air

– Taruh cairan lengket di sekitar tempat sarang tawon

Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

(dhw/dna)



Sumber : www.detik.com

Pertimbangkan Faktor Ini Saat Pilih Material Pagar Biar Awet dan Kuat


Jakarta

Banyak rumah menggunakan pagar untuk menjaga keamanan dan privasi penghuni rumah. Kamu pun bisa pertimbangkan untuk pasang pagar untuk melengkapi rumah.

Namun, jangan asal saat pilih material pagar. Cari tahu dulu material yang kuat dan cocok dengan rumah kamu biar awet.

Saat memilih material pagar, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. Berikut ini beberapa faktor penentunya, dikutip dari Bay Area Lions Gate, Selasa (20/8/2024).


Tips Pilih Material Pagar

1. Iklim

Faktor pertama yang perlu dipertimbangkan saat memilih material pagar adalah iklim. Material pagar harus bisa menahan kondisi cuaca di area rumah.

Jika tinggal di area dengan kelembapan tinggi, kamu bisa pertimbangkan material yang tahan korosi seperti aluminium atau baja anti karat. Kalau tempat tinggal kamu sangat panas, bisa pakai material tahan panas seperti aluminium dan vinil.

2. Keamanan

Selain itu, pertimbangkan juga keamanan dari material pagar. Material yang kamu pilih harus kuat dan tahan lama untuk mencegah penyusup masuk. Material seperti baja atau besi tempa adalah pilihan yang sangat bagus untuk keamanan.

3. Perawatan

Lalu, pertimbangkan cara merawat material pagar. Material yang kamu pilih harus mudah dirawat. Material seperti aluminium atau vinil memerlukan sedikit perawatan, sedangkan material seperti kayu perlu pewarnaan atau pengecatan secara teratur.

Jenis-jenis Material Pagar

1. Aluminium

Aluminium adalah material yang ringan, tahan lama, dan anti karat. Gerbang aluminium juga mudah dirawat dan dapat dilapisi bubuk dalam berbagai warna untuk menghias properti.

2. Baja

Baja adalah material yang kuat dan tahan lama, sehingga memberikan keamanan yang sangat baik. Baja tahan benturan dan dapat bertahan dalam kondisi cuaca ekstrem. Namun, gerbang baja memerlukan perawatan rutin untuk mencegah karat dan korosi.

3. Kayu

Kayu mempunyai tampilan tradisional dan dapat dicat untuk melengkapi tampilan rumah. Namun, gerbang kayu memerlukan perawatan rutin untuk mencegah pembusukan dan pelapukan.

4. Vinil

Vinil adalah material yang perawatannya rendah yang tahan terhadap pemudaran, keretakan, dan pengelupasan. Material ini pilihan yang bagus untuk daerah yang cuacanya sangat panas. Vinil juga hanya memerlukan sedikit perawatan.

Itulah beberapa tips seputar pemilihan material pagar. Semoga bermanfaat!

Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

(dhw/zlf)



Sumber : www.detik.com

4 Tanda Kepala Shower Rusak, Sudah Saatnya Ganti yang Baru


Jakarta

Shower merupakan alat yang sering digunakan setiap hari, sehingga nggak heran kalau suatu ketika rusak. Meski tahan lama, kepala shower harus sewaktu-waktu harus diganti.

Jika dibiarkan terlalu lama, shower yang sudah rusak atau usang bisa ganggu aktivitas di rumah. Mulai dari tekanan air yang kurang kencang hingga pemborosan air karena bocor.

Oleh karena itu, sebaiknya segera mengganti kepala shower. Berikut ini tanda-tanda kamu harus ganti kepala shower.


Ciri-ciri Kepala Shower Rusak

1. Bocor

Jika kepala shower menetes secara terus-menerus, maka sudah saatnya menggantinya. Kamu bisa meminta coba memperbaikinya terlebih dulu, tapi biasanya ada yang salah dengan kepala pancuran, sehingga perlu membeli yang baru.

2. Berbintik Hitam

Periksa kalau kepala shower berjamur yang bentuknya seperti bintik-bintik hitam. Jamur ini bisa mengganggu kesehatan kamu, jadi harus segera diatasi.

Bintik hitam pada shower biasanya susah dibersihkan dan lebih praktis membeli baru saja. Nah, sebaiknya kamu membeli kepala shower berbahan besi daripada plastik agar tidak cepat berjamur.

3. Perubahan Tekanan Air

Salah satu ciri paling umum shower rusak adalah terjadi perubahan tekanan air. Kalau tekanan air berubah-ubah saat digunakan atau lama-lama semakin lemah, kemungkinan ada masalah pada kepala showernya.

Bisa jadi kepala shower hanya longgar, sehingga cukup dikencangkan saja. Namun, hal ini dapat disebabkan kepala shower sudah usang.

4. Penumpukan Sedimen

Terkadang ada penumpukan kalsium di sekitar kepala shower. Jika melihat material kecil, putih, dan berbatu pada kepala pancuran, berarti ada penumpukan sedimen dan saatnya menggantinya dengan yang baru.

Itulah beberapa pertanda saatnya mengganti kepala shower. Semoga bermanfaat!

Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

(dhw/zlf)



Sumber : www.detik.com

Tips Pilih Kepala Shower Terbaik yang Sesuai Kebutuhan Kamu


Jakarta

Ada berbagai jenis kepala shower yang bisa kamu pilih. Kalau mau pengalaman mandi yang lebih nyaman, sebaiknya pilih kepala shower yang sesuai kebutuhan kamu.

Saking banyaknya, mungkin kamu bingung mau pilih kepala shower. Tapi tenang saja, kamu bisa menentukan berdasarkan ketentuan berikut ini.

Yuk, simak cara memilih kepala shower yang terbaik buat kamu, dikutip dari Woolf Plumbing & Gas, Rabu (28/8/2024).


Cara Pilih Kepala Shower Terbaik

1. Tekanan Air

Salah satu faktor terpenting saat memilih kepala shower adalah mempertimbangkan tekanan air. Pilihlah kepala shower yang cocok dengan kondisi tekanan air di rumah.

Jika tekanan air cenderung rendah, pilih kepala shower dengan lubang-lubang yang cenderung besar. Kamu juga bisa beli shower dengan teknologi penguat tekanan.

Sementara, kalau tekanan air di rumah kencang, belilah kepala shower yang didesain dengan semprotan yang fokus.

2. Pola Semprotan

Biar kamu bisa lebih menikmati sesi mandi, pilih kepala shower dengan pola semprotan yang kamu suka. Setiap orang punya preferensi yang berbeda.

Misalkan ada semprotan dengan pola yang lembut ataupun lebih kuat. Beberapa kepala shower pun dilengkapi pola semprotan yang dapat disesuaikan.

3. Efisiensi Air

Mandi menggunakan shower terkadang bisa boros air. Alhasil tagihan air menjadi mahal. Kalau kamu mau lebih hemat, pilih kepala shower dengan teknologi yang memungkinkan efisiensi air.

4. Material

Tentunya yang tidak kalah penting, pilih material yang yang tahan lama dan cocok dengan estetika kamar mandi. Pertimbangkan harga dan daya tahan kepala shower yang cocok dengan kebutuhanmu.

Kepala shower biasanya terbuat dari plastik, logam, chrome, dan kuningan. Bahan plastik memang terjangkau, tapi kurang tahan lama dibandingkan bahan lainnya.

Jadi kamu bisa coba pertimbangkan material chrome atau kuningan yang lebih estetik dan tahan lama. Kepala shower stainless steel mungkin menjadi pilihan terbaik kalau kamu mau yang tahan korosi.

5. Perawatan

Terakhir, pertimbangkan biaya dan waktu yang dibutuhkan untuk merawat kepala shower. Sebab, jenis shower tertentu mungkin perlu perawatan yang lebih rutin dan rumit daripada jenis lainnya.

Itulah beberapa tips memilih kepala shower terbaik buat kamu. Semoga membantu!

Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

(dhw/dna)



Sumber : www.detik.com

Plafon PVC, GRC, Gypsum: Pengertian, Kelebihan, dan Kekurangan


Jakarta

Plafon merupakan salah satu hal penting yang ada di rumah. Sebab, plafon berfungsi sebagai pelapis antara langit-langit atap dengan ruangan yang ada di bawahnya.

Ada berbagai jenis plafon yang sering dipakai oleh masyarakat Indonesia, beberapa di antaranya adalah PVC, GRC, dan gypsum. Ketiga material tersebut tentunya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

detikProperti sudah merangkum informasi terkait pengertian, kelebihan, dan kekurangan. Dengan begitu, detikers bisa memilih material yang tepat untuk plafon di rumah. Berikut ini informasinya.


Plafon PVC

Dikutip dari coowinwpc.com, plafon PVC adalah plafon yang terbuat dari bahan jenis plastik Polyvinyl Chloride, dan biasa digunakan pada interior sebuah bangunan.

Bahan ini sering dijadikan andalan pemilik rumah karena bahan PVC tidak memerlukan banyak perawatan khusus serta memiliki daya tahan yang bagus dan harganya cenderung murah.

Kelebihan Plafon PVC

1. Harga yang Murah

Salah satu alasan utama plafon PVC digemari oleh banyak orang adalah karena harganya yang cenderung lebih murah dibandingkan dengan bahan lainnya.

2. Perawatannya Mudah

Bahan PVC tidak memerlukan banyak perawatan. Selain itu, plafon dengan bahan PVC juga mudah dibersihkan dan tidak perlu sering dicat ulang atau diperbaiki. Oleh karena itu, bahan PVC juga sering digunakan di tempat yang kotor.

3. Daya Tahan yang Baik

Bahan PVC memiliki daya tahan yang baik dan bisa bertahan hingga waktu yang lama. Umumnya, panel PVC bisa bertahan dari 10 hingga lebih dari 15 tahun lamanya.

Tidak sampai situ saja, panel PVC juga tahan terhadap cairan/kelembaban dan serangan serangga, sehingga panel PVC tidak mudah pudar, rusak, ataupun membusuk. Panel PVC juga memiliki lapisan kuta yang tahan dengan goresan.

4. Mudah Untuk Disesuaikan

Pilihan panel PVC sangat beragam, kamu bisa dengan mudah menemukan banyak desain panel dan warna yang berbeda, sehingga panel PVC sangat cocok bagi kamu yang ingin berkreasi.

Panel PVC juga bisa dicat ulang, sehingga bila nantinya kamu ingin mengubah warna aslinya, kamu bisa mengecat ulang panel tersebut dengan warna cat baru yang disukai.

Kekurangan Plafon PVC

1. Tidak Tahan Suhu Tinggi

Panel PVC memiliki karakter yang kurang cocok ditempatkan pada lokasi dengan suhu yang tinggi. Suhu yang terlalu tinggi bisa membuat panel PVC mengkerut, bengkok, bahkan hingga retak atau pecah.

Panel PVC juga bahkan bisa mudah terbakar bila tidak dilapisi dengan bahan tahan api. Maka dari itu, panel PVC tidak cocok untuk dijadikan plafon di dapur dan ruangan yang memiliki banyak sumber panas lainnya.

2. Penampilan Kurang Menarik

Panel PVC memiliki bentuk fisik yang terlihat seperti plastik murahan. Maka dari itu, bila kamu ingin menggunakan panel PVC, cobalah untuk mencari yang lebih bertekstur dan tidak berwarna terlalu mengkilap.

3. Memiliki Dampak Buruk Terhadap Lingkungan

Bahan utama untuk membuat panel PVC adalah phthalates atau ester ftalat. Seiring waktu, bahan ini akan mengeluarkan gas beracun yang berbahaya untuk manusia. Selain itu, bahan PVC ini tidak mudah terurai, menjadikannya sebagai bahan yang tidak ramah lingkungan.

4. Strukturnya Kurang Kuat

Dibandingkan dengan bahan lainnya, panel PVC memiliki struktur yang lebih rapuh dan tidak memiliki daya tahan beban yang tinggi, sehingga panel PVC ini akan mudah untuk rusak bila terkena beban berlebih.

Plafon GRC/GRFC

Dikutip dari civilengineersforum.com, Glass Reinforced Concrete (GRC) atau Glass Fibre Reinforced Concrete (GFRC) merupakan campuran beton yang mempunyai fiberglass berkekuatan tinggi dalam campurannya. Campuran GRFC sendiri terdiri dari semen portland, agregat halus, penguat serat kaca, aditif, co-polimer akrilik, dan air.

Dengan bantuan fiberglass di dalamnya, campuran ini akan menghasilkan beton yang sangat kuat dan agak fleksibel yang juga melindungi beton dari kerusakan lingkungan selama bertahun-tahun.

Tidak seperti beton biasa, GFRC Ini ringan dan tahan lama dan dapat dicetak menjadi berbagai bentuk.

Kelebihan Plafon GRC/GFRC

Dikutip dari asurco.com.au, ada 10 kelebihan dari GRC atau GFRC.

1. Ringan

GRC memiliki bobot 75% lebih ringan dari beton tradisional biasa.

2. Kuat

Dibandingkan dengan beton besi tradisional, beton GRC terbukti lebih kuat hingga 3x lipatnya. Kekuatannya ini datang dari fiberglass yang dicampurkan ke dalam beton tersebut.

3. Punya Daya Tahan yang Baik

GRC atau GFRC memiliki daya tahan air serta daya tahan terhadap aktivitas seismik dan kondisi cuaca buruk yang sangat baik. Selain itu, GFRC juga fleksibel, sehingga kecil kemungkinannya untuk retak saat diberi tekanan.

4. Tidak Mudah Terbakar

Seperti beton pada umumnya, GRC memiliki daya tahan api yang sangat tinggi, sehingga bahan ini tidak mudah untuk terbakar.

5. Ramah Lingkungan

Bahan beton GFRC memiliki sifat 60% lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan beton biasa. Komponen yang digunakan dalam GRC memiliki tingkat toksisitas yang rendah dan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan atau ekosistem. Selain itu, beton GRC juga terbuat dari bahan daur ulang seperti pasir dan air.

6. Banyak Pilihannya

GRC tersedia dalam berbagai bentuk, warna, dan tekstur. Biasanya tekstur motif yang tersedia berupa beton, batu alam, terakota (tanah liat), kayu, dan panel halus.

7. Akustik

Beton GRC bisa didesain dengan berbagai kebutuhan akustik, seperti karakter kedap atau meredam suara, menyempurnakan suara di dalam ruangan dengan permukaan berlubang dan bertekstur, atau memperkuat suara agar bisa didengar di berbagai sudut.

8. Mudah Dirawat

Beton GRC cenderung mudah dirawat. Bila beton ini kotor atau rusak, kamu hanya perlu air mengalir dari selang saja untuk membersihkannya.

9. Mudah untuk Dipasang

Dibandingkan dengan beton tradisional, beton GRC tidak akan terpengaruh oleh cuaca ketika pemasangannya. Dalam cuaca seperti apapun beton GRC bisa dipasang dengan mudah.

10. Murah

Karena perawatan dan pemasangannya yang mudah, kamu bisa lebih menghemat pengeluaran biaya

Kekurangan Plafon GRC atau GFRC

Dikutip dari maplefacades.co.uk, beton GRC atau GFRC memiliki beberapa kekurangan yaitu.

1. Coating

Pilihan dari Coaching atau lapisan luar GRC sangat terbatas.

2. Tidak Bisa Diubah Setelah Dipasang

Setelah beton GRC terpasang, beton tidak bisa dibentuk lagi karena beton ini kaku.

3. Sulit Dipindahkan

GFRC cenderung mudah pecah saat proses pemindahan dari satu tempat ke tempat lain. Jika ingin dipindahkan, mungkin kamu akan membutuhkan beberapa bantuan tenaga kerja.

Plafon Gypsum

Plafon gypsum memiliki bahan utama gypsum. Dikutip dari Arsitag, Gypsum merupakan bahan yang terbuat dari material sedimen. Plafon gypsum lebih banyak digemari karena mudah untuk dipasang dan memiliki harga yang relatif murah.

Kelebihan Plafon Gypsum

– Harga yang murah
– Pemasangan relatif mudah
– Banyak variasi dan motif
– Awet dan tahan lama
– Lebih sejuk daripada PVC

Kekurangan Plafon Gypsum

– Mudah rusak jika terendam air
– Rentan terhadap benturan
– Mudah pudar dan kusam

Itulah pengertian dan kelebihan serta kekurangan plafon bahan PVC, GRC, maupun gypsum. Semoga bermanfaat!

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Mau Pasang Roster di Rumah? Begini Simulasi Hitung-hitungan Biayanya!


Jakarta

Pernah mendengar dinding roster? Dinding ini biasanya dibuat dari susunan batu yang ukurannya serupa dan tengahnya terdapat banyak lubang. Akhir-akhir ini dinding roster tengah menjadi tren, terutama pada area depan rumah.

Mengutip dari buku 28 Ide Desain Fasad Rumah Minimalis, roster bisa digunakan sebagai aksen fasad ataupun secondary skin pada bangunan.

Fungsi utama dari roster adalah menjadi akses sirkulasi udara di rumah hingga menambah estetika. Dengan adanya lubang-lubang pada dinding, udara bisa melalui celah tersebut, tetapi panas tidak akan langsung mengarah ke dalam rumah. Mengenai estetika, roster yang memiliki pola dan lubang tentu terlihat lebih menarik daripada dinding polos.


Jika kita ingin membuat dinding roster di rumah, kira-kira berapa biaya yang dibutuhkan ya?

Biaya Pasang Dinding Roster di Rumah

Menurut CEO SobatBangun Taufiq Hidayat, Selasa (3/9/2024), saat ingin membangun roster, yang perlu dipersiapkan adalah biaya material dan biaya upah tukang.

Misalnya, kamu ingin membangun dinding ukuran 3 x 1,5 meter dengan menggunakan roster dari tanah liat ukuran 20 x 20 cm. Sebagai gambaran, begini contoh perhitungannya.

Biaya Material

Sebelum memulai hitung-hitungan, sebagai informasi harga material yang tertera berikut adalah perkiraan dari harga rata-rata di pasaran. Harga ini akan berbeda tergantung pada merek yang digunakan.

a. Mortar (campuran semen dan pasir): Rp 120.000 per sak. Jumlah yang dibutuhkan kira-kira 2 sak. Total biaya: Rp 240.000.

b. Roster tanah liat ukuran 20 x 20 cm. Roster ini ada yang dijual satuan seharga Rp 10.000/pcs.

Nah, cara menghitung kebutuhan roster untuk dinding ukuran 3 x 1,5 meter sebagai berikut:

Untuk roster ukuran 20 x 20 cm maka kira-kira dibutuhkan 76 pcs roster. Apabila harga satuan roster Rp 10.000, maka totalnya Rp 760.000 untuk biaya beli roster. Jumlah roster ini bisa disesuaikan dengan luas batu tulangan yang akan dibangun.

c. Besi Tulangan

Besi yang dibutuhkan sisi kanan dan kiri dinding adalah 2 batang. Ketinggian dinding tersebut 1,5 meter x 2 maka 3 meter. Sisi kanan dan kiri apabila ditotal 6 meter. Kemudian, bagian bawah dan atas juga masing-masing 2 sehingga dibutuhkan 4 batang x 3 meter maka jadi 12 meter.

Besi yang bisa dibeli ukuran 10 meter atau 8 meter. Apabila ingin membeli besi tulangan 10 meter maka kamu harus membeli 2 batang besi tulangan. Harga satuannya berkisar Rp 50.000/batang.

Total biaya besi tulangan: Rp 100.000

Jumlahkan seluruh biaya mortar + roster + besi tulangan = Rp 240.000 + Rp 760.000 + Rp 100.000

Total biaya material = Rp 1.100.000 atau Rp 1,1 juta.

Biaya Tukang

Untuk membuat dinding roster berukuran 3 x 1,5 meter membutuhkan sekitar 2 tukang dengan waktu pengerjaan paling lama 2 hari. Anggap saja biaya 1 tukang sekitar Rp 200.000 per orangnya. Berikut ini biaya pembuatan kolam renang dari segi upah tukang:

Total biaya tukang = jumlah tukang x lama pengerjaan x upah

Total biaya tukang = 2 x 2 x Rp 200.000 = Rp 800.000

Biaya tukang = 2 hari x Rp 200.000 = Rp 400.000/orang

Sehingga total perkiraan biaya pembuatan dinding roster ukuran 3 x 1,5 meter adalah:

Rp 1.100.000 + Rp 800.000 = Rp 1.900.000 atau Rp 1,9 juta.

(aqi/dna)



Sumber : www.detik.com

Ketahui Perbedaan Vinyl dan SPC Beserta Segala Keunggulannya



Jakarta

Dalam memilih pelapis lantai, banyak orang dihadapkan pada pilihan antara vinyl lantai dan SPC flooring. Keduanya memiliki karakteristik unik yang membuatnya populer di kalangan konsumen.

Vinyl lantai dikenal dengan tekstur lembut dan elastis yang memberikan kenyamanan maksimal saat dipijak. Tidak hanya itu, vinyl lantai juga tersedia dalam berbagai desain yang meniru tampilan material alami seperti kayu atau batu.

Di sisi lain, SPC flooring semakin diminati karena daya tahan dan kekuatannya yang unggul. SPC sendiri merupakan inovasi terbaru dalam dunia pelapis lantai yang menggabungkan kekuatan batu dengan fleksibilitas plastik. Material ini terkenal tahan lama dan cocok untuk berbagai kondisi cuaca serta lingkungan.


Lantas, apa sebenarnya perbedaan antara vinyl dan SPC, dan apa saja keunggulan masing-masing?

Lebih Dekat dengan Vinyl Lantai

Vinyl adalah material pelapis lantai yang terbuat dari polyvinyl chloride (PVC) yang telah melalui proses pemanasan dan penggulungan untuk menciptakan lapisan-lapisan tipis. Material ini kemudian diproses lebih lanjut untuk menghasilkan tekstur dan pola yang diinginkan, menjadikannya pilihan populer bagi mereka yang mencari pelapis lantai dengan berbagai motif.

Vinyl terkenal karena sifatnya yang elastis dan mudah dipasang, bahkan oleh mereka yang tidak berpengalaman dalam instalasi lantai.

Selain kemudahan pemasangan, vinyl juga memiliki keunggulan dalam hal perawatan. Lantai vinyl sangat mudah dibersihkan dan tidak memerlukan perawatan khusus. Hal ini menjadikannya pilihan ideal untuk ruangan yang sering terkena noda atau tumpahan cairan, seperti dapur atau ruang makan.

Kelebihan Vinyl sebagai Pelapis Lantai

Setelah memahami perbedaan antara vinyl dan SPC, mari kita bahas kelebihan yang ditawarkan oleh vinyl. Berikut adalah lima kelebihan utama vinyl yang perlu diketahui.

1. Pilihan Desain yang Beragam

Vinyl tersedia dalam berbagai motif dan warna, meniru tampilan material alami seperti kayu, batu, atau marmer. Keberagaman desain ini memungkinkan Anda untuk memilih tampilan yang sesuai dengan gaya interior Anda tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

Selain itu, vinyl juga menawarkan fleksibilitas dalam pencocokan warna dan pola, sehingga Anda bisa lebih kreatif dalam mendesain ruangan. Vinyl juga dapat dipotong sesuai dengan kebutuhan, menjadikannya sangat praktis untuk digunakan di area dengan bentuk yang tidak biasa.

2. Instalasi yang Mudah

Salah satu keunggulan utama vinyl adalah kemudahan instalasinya. Vinyl lantai dapat dipasang dengan mudah tanpa memerlukan keahlian khusus, menjadikannya pilihan ideal bagi mereka yang ingin menghemat biaya pemasangan.

Vinyl juga sering hadir dengan sistem klik atau perekat yang mempermudah proses instalasi. Ini membuat vinyl menjadi solusi cepat bagi mereka yang membutuhkan renovasi instan tanpa ribet.

3. Perawatan yang Praktis

Vinyl sangat mudah dibersihkan dan tidak memerlukan perawatan khusus. Anda hanya perlu menyapu dan mengepel secara rutin untuk menjaga kebersihannya.

Keunggulan ini membuat vinyl menjadi pilihan yang ideal untuk rumah tangga dengan anak-anak atau hewan peliharaan.

Selain itu, vinyl juga tahan terhadap noda, sehingga Anda tidak perlu khawatir jika terjadi tumpahan cairan atau makanan. Cukup lap dengan kain basah, dan lantai akan kembali bersih seperti semula.

4. Kenyamanan Saat Dipijak

Vinyl memiliki tekstur yang lembut dan elastis, memberikan kenyamanan maksimal saat dipijak. Hal ini sangat penting untuk ruangan seperti kamar tidur atau ruang keluarga, di mana kenyamanan menjadi prioritas.

Berkat sifatnya yang elastis, vinyl juga mampu meredam suara, menjadikannya pilihan yang baik untuk area yang sering digunakan oleh banyak orang. Vinyl juga aman untuk anak-anak karena tidak licin dan tidak mudah membuat terpeleset.

5. Harga yang Terjangkau

Vinyl adalah pilihan ekonomis yang tetap menawarkan kualitas dan tampilan yang menarik. Dibandingkan dengan pelapis lantai lainnya, vinyl biasanya lebih murah namun tetap memberikan nilai estetika yang tinggi.

Melalui harga yang lebih terjangkau, Anda dapat memperbarui tampilan ruangan tanpa harus menguras kantong. Vinyl adalah solusi cerdas bagi mereka yang ingin mempercantik rumah dengan anggaran terbatas.

Lebih Dekat dengan SPC Flooring

SPC atau Stone Plastic Composite adalah material pelapis lantai yang terbuat dari campuran batu kapur dan PVC. Kombinasi ini menghasilkan material yang sangat kuat dan tahan lama, menjadikannya pilihan yang ideal untuk area dengan lalu lintas tinggi seperti ruang tamu atau kantor.

SPC dikenal dengan stabilitas dimensi yang tinggi, yang berarti tidak mudah berubah bentuk meski terpapar suhu atau kelembaban yang ekstrem.

Selain itu, SPC juga memiliki keunggulan dalam hal ketahanan terhadap air. Berbeda dengan vinyl, SPC tidak menyerap air sehingga lebih tahan terhadap kerusakan akibat kelembaban. Hal ini membuatnya cocok untuk digunakan di area basah seperti kamar mandi atau dapur.

Kelebihan SPC Flooring

Tidak kalah dengan vinyl, SPC juga memiliki kelebihan yang membuatnya layak untuk dipertimbangkan. Berikut adalah lima kelebihan utama SPC yang penting diketahui.

1. Ketahanan yang Luar Biasa

SPC terkenal dengan daya tahannya yang tinggi terhadap berbagai kondisi. Material ini tahan terhadap goresan, benturan, dan tekanan, menjadikannya pilihan ideal untuk area dengan lalu lintas tinggi.

SPC juga tidak mudah aus, sehingga dapat bertahan lebih lama dibandingkan dengan pelapis lantai lainnya. Ini menjadikannya investasi jangka panjang yang ekonomis, terutama bagi mereka yang tidak ingin sering mengganti lantai.

2. Tahan Terhadap Air dan Kelembaban

SPC memiliki ketahanan yang sangat baik terhadap air, menjadikannya cocok untuk digunakan di area basah seperti kamar mandi dan dapur. Material ini tidak menyerap air, sehingga lebih tahan terhadap kerusakan akibat kelembaban. Keunggulan ini juga membuat SPC tidak mudah berjamur atau rusak akibat kelembaban, menjadikannya pilihan yang lebih aman dan higienis untuk lingkungan rumah tangga.

3. Stabilitas Dimensi yang Tinggi

SPC memiliki stabilitas dimensi yang luar biasa, yang berarti material ini tidak mudah memuai atau menyusut meskipun terpapar suhu ekstrim. Hal ini membuat SPC cocok untuk digunakan di berbagai kondisi cuaca. Selain itu, stabilitas dimensi ini juga membuat SPC lebih tahan terhadap deformasi, sehingga tetap terlihat rapi dan rata meskipun telah digunakan dalam jangka waktu lama.

4. Ramah Lingkungan

SPC adalah pilihan yang lebih ramah lingkungan dibandingkan vinyl karena terbuat dari bahan-bahan yang lebih tahan lama dan tidak mudah rusak. Material ini juga dapat didaur ulang, sehingga mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

5. Kualitas Suara yang Lebih Baik

SPC mampu meredam suara dengan lebih efektif dibandingkan vinyl. Hal ini menjadikannya pilihan yang ideal untuk digunakan di apartemen atau bangunan bertingkat, di mana kontrol kebisingan menjadi faktor penting.

Selain itu, lantai SPC juga nyaman untuk dipijak, memberikan sensasi yang solid namun tetap lembut. Kombinasi ini membuat SPC menjadi pilihan yang sempurna bagi mereka yang menginginkan kenyamanan dan ketenangan di rumah.

Perbedaan Vinyl dan SPC

Sebelum memilih antara vinyl dan SPC, penting untuk memahami perbedaan mendasar antara keduanya. Berikut ini lima perbedaan utama yang perlu diketahui.

1. Komposisi Material

Vinyl terbuat dari polyvinyl chloride (PVC) yang elastis sementara SPC terdiri dari campuran batu kapur dan PVC. Perbedaan ini membuat SPC lebih keras dan tahan lama dibandingkan vinyl. SPC juga memiliki stabilitas dimensi yang lebih baik yang berarti tidak mudah berubah bentuk meskipun terpapar suhu atau kelembaban ekstrim.

Dari segi tekstur, vinyl cenderung lebih lembut dan nyaman saat dipijak, sementara SPC terasa lebih kaku dan padat. Bagi Anda yang menginginkan kenyamanan ekstra di bawah kaki, vinyl mungkin menjadi pilihan yang lebih baik. Namun, jika Anda mencari pelapis lantai yang tahan lama dan kuat, SPC adalah pilihan yang tepat.

2. Ketahanan Terhadap Air

SPC lebih unggul dalam hal ketahanan terhadap air dibandingkan vinyl. SPC tidak menyerap air, menjadikannya lebih tahan terhadap kerusakan akibat kelembaban. Hal ini membuat SPC ideal untuk digunakan di area dengan kelembaban tinggi seperti kamar mandi atau dapur.

Sementara itu, vinyl cenderung lebih rentan terhadap kerusakan jika terkena air dalam jangka waktu lama. Meski begitu, vinyl yang berkualitas tinggi biasanya dilengkapi dengan lapisan pelindung yang dapat meningkatkan ketahanan terhadap air.

3. Ketahanan Terhadap Goresan

SPC memiliki ketahanan terhadap goresan yang lebih baik dibandingkan vinyl. Material yang lebih keras membuatnya tidak mudah tergores oleh benda tajam atau berat.

Hal ini sangat penting bagi mereka yang memiliki hewan peliharaan atau sering memindahkan perabotan.

Vinyl, meskipun elastis, lebih rentan terhadap goresan. Oleh karena itu, perawatan ekstra diperlukan untuk menjaga keindahannya.

Meski demikian, vinyl juga tersedia dalam varian yang lebih tahan gores, namun dengan harga yang lebih tinggi.

4. Proses Instalasi

Vinyl dikenal lebih mudah dipasang karena materialnya yang fleksibel dan ringan. Banyak produk vinyl yang dilengkapi dengan sistem klik atau perekat, sehingga instalasi dapat dilakukan tanpa bantuan profesional.

SPC, meskipun juga tersedia dalam sistem klik, cenderung lebih berat dan kaku sehingga memerlukan usaha lebih dalam proses instalasi. Namun, kelebihan ini sebanding dengan hasil yang didapatkan, yaitu lantai yang lebih stabil dan tahan lama.

5. Harga

Vinyl biasanya lebih terjangkau dibandingkan SPC. Harga yang lebih murah membuat vinyl menjadi pilihan yang ekonomis bagi mereka yang memiliki anggaran terbatas.

Namun, perlu diingat bahwa harga vinyl dapat bervariasi tergantung pada kualitas dan motif yang dipilih.

SPC, dengan semua keunggulannya, biasanya dibanderol dengan harga yang lebih tinggi. Namun, investasi ini sepadan dengan ketahanan dan umur panjang yang ditawarkan oleh SPC, menjadikannya pilihan yang lebih ekonomis dalam jangka panjang.

Beli Produk Pelapis Lantai di Decorindo Perkasa

Jika Anda sedang mencari produk pelapis lantai seperti vinyl dan SPC ya berkualitas, Decorindo Perkasa adalah tempat yang tepat untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Decorindo Perkasa menawarkan berbagai jenis lantai vinyl dan SPC dengan harga yang kompetitif.

Tidak hanya itu, Anda juga bisa menemukan berbagai motif dan warna yang sesuai dengan gaya interior Anda. Melalui reputasi yang telah terbukti, Decorindo Perkasa selalu menyediakan produk dengan standar kualitas tinggi dan layanan pelanggan yang memuaskan.

Dalam memilih pelapis lantai, baik vinyl maupun SPC memiliki keunggulan masing-masing yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi Anda. Jika Anda menginginkan lantai yang nyaman dan mudah perawatannya, vinyl bisa menjadi pilihan tepat.

Namun, jika daya tahan dan ketahanan terhadap air menjadi prioritas, SPC adalah solusi terbaik. Apapun pilihan Anda, pastikan untuk membeli produk pelapis lantai berkualitas dari Decorindo Perkasa untuk hasil terbaik di rumah Anda.

(Content Promotion/VINYL)



Sumber : www.detik.com

Segini Estimasi Biaya Bangun Rumah Minimalis 2 Lantai


Jakarta

Banyak masyarakat yang kini membangun rumah minimalis dua lantai. Rumah ini sangat cocok untuk orang yang sudah berkeluarga. Selain itu, rumah minimalis juga sedang tren karena terlihat sederhana, tetapi tetap nyaman dan homey untuk ditinggali.

Rumah minimalis dua lantai juga cocok untuk detikers yang ingin membangun hunian tapi punya budget terbatas. Lantas, berapa sih biaya yang dibutuhkan untuk membangun rumah minimalis dua lantai? Simak estimasi biayanya dalam artikel ini.

Estimasi Biaya Bangun Rumah Minimalis 2 Lantai

Mengutip situs Lamudi, estimasi biaya membangun rumah minimalis 2 lantai bisa berbeda-beda, tergantung dari spesifikasi material yang digunakan. Semakin bagus dan kokoh materialnya, maka semakin besar dana yang harus dikeluarkan.


Berikut estimasi biaya bangun rumah minimalis dua lantai yang digolongkan sesuai spesifikasi material dari sederhana hingga bagus:

1. Material Sederhana (Rumah 2 Lantai Tipe 36)

Untuk membangun rumah dengan material sederhana, estimasi biayanya sekitar Rp 180 juta hingga Rp 200 jutaan. Bahan konstruksi yang digunakan meliputi:

  • Batu kali.
  • Bata merah.
  • Eternit.
  • Genteng tanah liat.
  • Keramik 30×30.
  • Perlengkapan dengan kualitas sederhana.

2. Material Standar (Rumah 2 Lantai Tipe 36)

Jika kamu punya dana lebih, disarankan untuk membangun hunian dengan material standar yang umum digunakan masyarakat. Estimasi biayanya sekitar Rp 210 juta hingga Rp 250 jutaan.

Material standar yang digunakan untuk membangun rumah minimalis 2 lantai yaitu:

  • Bata dengan kualitas lebih baik.
  • Rangka hollow dengan gypsum.
  • Genteng tanah liat kualitas nomor satu.
  • Keramik dengan ukuran lebih besar.
  • Perlengkapan dengan kualitas kelas dua.

3. Material Bagus (Rumah 2 Lantai Tipe 36)

Membangun hunian dengan menggunakan spesifikasi material bagus memberikan jaminan rumah yang kokoh dan awet. Kisaran biayanya antara Rp 260 juta hingga Rp 300 jutaan. Sedangkan untuk material yang digunakan meliputi:

  • Campuran semen dan pasir yang lebih kental.
  • Keramik dengan ukuran lebih besar.
  • Genteng berkualitas premium.
  • Tambahan lis serta detail interior.

Sebagai pengingat, estimasi biaya di atas bisa berubah tergantung dari harga material yang dijual di pasaran.

Keuntungan Membangun Rumah 2 Lantai

Meski biaya yang dibutuhkan tak sedikit, tetapi ada sejumlah keuntungan jika membangun rumah dua lantai. Mengutip situs Pillar Homes, berikut sejumlah keuntungannya:

1. Ruangan Lebih Luas

Membangun rumah dua lantai dapat memberikan ruang ekstra sehingga lebih luas. Hal ini bisa kamu manfaatkan untuk membuat ruangan khusus seperti gudang atau area untuk menjemur pakaian.

2. Bisa Buat Lebih Banyak Kamar Tidur

Jika detikers sudah berkeluarga, membangun rumah dua lantai adalah pilihan yang tepat. Sebab, kamu bisa membangun kamar tidur lebih banyak untuk si kecil beristirahat.

Misalnya, kamar tidur utama untuk kamu dan pasangan ada di lantai bawah. Sedangkan kamar anak atau kamar tamu berada di lantai dua. Namun jika luas bangunan rumah lebih besar, kamu bisa membangun dua kamar tidur di lantai satu dan dua.

3. Membangun Teras untuk Bersantai

Meski mengusung konsep rumah minimalis, tapi tak ada salahnya jika membangun teras kecil di lantai dua rumah. Teras bisa dimanfaatkan untuk bersantai di sore hari bersama si kecil dan pasangan. Agar lebih asri, tambahkan juga beberapa tanaman hijau di teras.

4. Rumah Tidak Terlihat Sumpek

Masalah utama ketika memiliki rumah hanya satu lantai adalah meletakkan barang-barang dan alat rumah tangga lainnya. Apabila kamu memiliki banyak barang, sudah pasti rumah akan terasa sumpek karena dipadati barang.

Lain halnya jika kamu memiliki rumah dua lantai. Barang bisa disusun lebih rapi karena tidak menumpuk di satu lantai atau ruangan saja. Alhasil rumah kamu jadi lebih nyaman untuk ditinggali.

Demikian penjelasan mengenai estimasi biaya membangun rumah minimalis dua lantai. Semoga dapat membantu detikers.

(ilf/fds)



Sumber : www.detik.com

Toilet di Rumah Tersumbat? Ini Cara Mudah Mengatasinya


Jakarta

Toilet tersumbat menjadi salah satu masalah yang sering ditemui dan menjadi hal yang cukup menjengkelkan. Biasanya hal itu terjadi karena ada benda asing atau material keras yang terbuang ke dalam toilet, sehingga menghalangi jalur pembuangan.

Selain itu, kotoran yang berlebih juga menjadi penyebab tersumbatnya jalur pembuangan. Namun jangan khawatir, berikut ini beberapa tips mengatasi toilet yang tersumbat.

Dilansir dari Bob Vila, Selasa (10/9/2024), berikut ini informasinya.


Tuang Air Panas ke Dalam Toilet

Salah satu cara mudah yang bisa dilakukan dengan menuangkan air panas ke dalam toilet, namun jangan air yang mendidih.

Tuangkan air panas ke dalam saluran pembuangan dan tunggu beberapa menit, lalu siram dengan air biasa. Lakukan berulang hingga air mengalir dengan lancar.

Pakai Baking Soda dan Cuka

Tips kedua untuk mengatasi toilet tersumbat dengan menggunakan baking soda dan cuka. Dengan mencampurkan baking soda dan cuka bisa menjadi solusi untuk mengatasi toilet tersumbat.

Tuangkan satu cangkir baking soda dan satu cangkir cuka ke dalam pembuangan toilet, dengan mencampurkan kedua bahan akan menimbulkan reaksi menggelembung dan melonggarkan sumbatan.

Tunggu hingga 30 menit, lalu bilas dengan air panas. Siram toilet hingga air mengalir lancar ke dalam saluran pembuangan.

Campurkan Air Panas dan Sabun Cuci Piring

Menggunakan sabun cuci piring juga bisa menjadi pilihan untuk mengatasi toilet yang tersumbat. Mencampurkan air panas dan sabun bisa menjadi pelumas sumbatan di saluran pembuangan.

Tuangkan sabun ke dalam saluran pembuangan, diamkan sabun selama lima sampai sepuluh menit. Kemudian, siram dengan air panas agar tercampur dengan sabun. Siram dengan air biasa sampai mengalir dengan lancar.

Pakai Gantungan Baju

Gantungan baju berbahan besi bisa menjadi pilihan, barang ini banyak ditemukan di rumah. Apabila tidak memiliki alat pembersih saluran, hal ini menjadi solusi untuk mengatasi toilet tersumbat.

Buka gulungan gantungan baju hingga menjadi lurus, kecuali pada bagian pengaitnya. Lilitkan kain pada sekitaran pengait untuk mencegah adanya goresan atau kerusakan, jangan lupa untuk memakai sarung tangan untuk menghindari adanya celaka.

Miringkan gantungan baju dengan perlahan ke saluran pembuangan hingga menemukan sumbatan. Siram dengan air hingga mengalir dengan lancar.

Itulah beberapa cara mudah untuk mengatasi toilet tersumbat. Semoga bermanfaat ya detikers!

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com