Tag Archives: material

4 Material Atap yang Bisa Bertahan Lama


Jakarta

Pemilihan material atap yang tepat penting untuk menjaga kenyamanan, keawetan, serta keamanan untuk rumah itu sendiri. Atap melindungi dari berbagai unsur, seperti hujan maupun badai.

Atap bukan hanya sekedar lapisan luar rumah, atap adalah sistem komponen kompleks yang bekerja melindungi rumah. Material atap yang kamu pilih sangat mempengaruhi tampilan, daya tahan, dan efisiensi.

Melansir thisoldhouse, Rabu (11/09/2024), Berikut beberapa rekomendasi material atap yang bisa kamu gunakan.


Genteng Aspal

Genteng aspal merupakan material yang umum digunakan, dikenal dengan harga yang terjangkau dan pemasangan yang mudah. Genteng aspal biasanya bertahan 25-30 tahun, dengan gaya dan warna yang bervariasi.

Terbagi dalam dua jenis, yaitu genteng tiga tab dan genteng arsitektur. Genteng tab dibagi beberapa bagian sepanjang tiga kaki dan memberikan tampilan yang sederhana.

Sedangkan genteng arsitektur lebih tebal dan dibentuk meniru berbagai gaya atap, sehingga membuat tampilan yang lebih berdimensi. Genteng aspal bisa menjadi pilihan karena memiliki daya tahan yang seimbang dan harga terjangkau.

Atap Logam

Atap logam menjadi atap yang populer, dengan masa pakai yang cukup panjang dan efisiensi energi. Atap logam memiliki jenis-jenis bahan, yaitu tembaga, alumunium, dan baja.

Atap logam bisa bertahan hingga 50 tahun atau lebih dengan perawatan yang ekstra. Efektif dalam memantulkan radiasi matahari, membuat pilihan yang baik untuk rumah hemat energi.

Meskipun atap logam menghabiskan banyak biaya di awal, manfaat jangka panjangnya membuat atap logam bisa menjadi pilihan yang menarik. Dapat mengurangi biaya energi kamu dari waktu ke waktu dan memerlukan perawatan minimal.

Atap Batu Tulis dan Genteng

Jenis ini menawarkan keagungan dan daya tahan yang tak tertandingi. Atap batu tulis bertahan hingga 1 abad atau lebih, memberikan tampilan yang canggih dan tidak termakan waktu.

Atap genteng, baik yang terbuat dari tanah liat tradisional atau bahan modern seperti logam berlapis dan plastik termal, menawarkan keawetan dan keindahan.

Atap batu tulis dan genteng lebih berat dari bahan lainnya, sehingga seringkali memerlukan dukungan struktur tambahan. Meskipun mahal, keawetan dan keindahan klasiknya dapat dijadikan investasi berharga.

Atap Sirap Kayu

Sirap kayu menawarkan tampilan yang alami yang melengkapi banyak gaya arsitektur. Kayu cedar merupakan pilihan yang populer karena ketahanan alaminya terhadap pembusukan dan serangga.

Atap sirap kayu bertahan 25-30 tahun dengan perawatan yang tepat, meliputi pembersihan dan perawatan rutin untuk mencegah lumut dan alga.

Untuk memastikan keawetan, sirap kayu dipasang dengan lapisan bawah berventilasi. Hal ini menciptakan ruang udara antara sirap dan dek, yang mencegah kerusakan akibat kelembaban.

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

5 Contoh Minibar di Dapur Kecil yang Aesthetic untuk Memaksimalkan Ruang


Jakarta

Minibar semakin banyak diminati karena sekaligus menambah estetika area dapur. Dengan penataan yang tepat, minibar bisa dimanfaatkan sebagai tempat bersantai bersama keluarga.

Minibar tak harus berada di dapur yang besar. Ketika berada di dapur kecil, minibar menjadi solusi praktis dan stylish untuk memaksimalkan ruang.

5 Contoh Minibar di Dapur Kecil yang Aesthetic

Ada beberapa contoh minibar di dapur kecil yang bisa menjadi inspirasi. Berikut beberapa rekomendasinya.


1. Minibar dengan Meja Bundar

Kitchen set dengan meja bundar.Kitchen set dengan meja bundar. Foto: 25 Desain Kitchen Set Minibar oleh Rendy Pradipta

Mini bar pada kitchen set ini tampil beda dengan kaca bundar di bagian tepinya. Meski tidak terlalu umum digunakan dalam desain, tapi lingkaran bisa menarik perhatian, memberi penekanan, dan mengatur hal-hal agar tetap terpisah.

Menurut buku 25 Desain Kitchen Set Minibar oleh Rendy Pradipta, dilihat secara keseluruhan, bentuk kitchen set minibar ini menyiku. Area pantrynya menempel di dinding dan minibar tegak lurus dengan dinding.

2. Minibar Gantung

Kitchen set serba menggantung.Kitchen set serba menggantung. Foto: 25 Desain Kitchen Set Minibar oleh Rendy Pradipta

Desain minibar dan kitchen set ini memanjang dan memiliki perbedaan level ketinggian lantai. Pada minibar, terdapat dua tiang besi yang memberikan efek menggantung.

Aksesoris lampu di atasnya juga dipilih menggantung dengan finishing HPL putih glossy. Perpaduan warna putih dan coklat pada minibar dan kitchen set menampilkan kesan yang elegan.

3. Minibar Lengkung

Minibar Dapur KecilMinibar Dapur Kecil Foto: Buku 29 Dapur Cantik untuk Rumah Mungil oleh Tim DMaximus

Kitchen set dan semi minibar lengkung bisa diletakan di sudut ruang. Dibentuk seperempat lingkaran, semi minibar memiliki kabinet bawah.

Mengutip buku 29 Dapur Cantik untuk Rumah Mungil oleh Tim DMaximus, meja tersebut dibuat dengan sistem geser. Jika dibutuhkan meja yang luas, maka dapat digeser ke luar. Tapi, jika tidak dibutuhkan, maka meja bisa digeser ke dalam. Selain bisa memberikan tempat yang lebih luas, keberadaan meja bisa berfungsi sebagai pembatas area masak dan ruang di luar area memasak.

4. Minibar Minimalis

Minibar Dapur KecilMinibar Dapur Kecil Foto: Buku 29 Dapur Cantik untuk Rumah Mungil oleh Tim DMaximus

Minibar ini dibuat dengan material marmer dan aksesori penggantung gelas di atas. Selain memberikan kesan elegan, aksesori penggantung gelas ini memudahkan penghuni rumah untuk melakukan aktivitas minum.

Sementara itu, penyediaan lemari di samping minibar digunakan untuk menyimpan berbagai aksesori dapur. Lemari ini juga bisa difungsikan untuk menempatkan berbagai makanan dan minuman.

5. Minibar Tinggi

Minibar Dapur KecilMinibar Dapur Kecil (Buku 45 Kitchen Set Elegan oleh Dini Cahya Indah Putri, dkk)

Sama seperti desain sebelumnya desain minibar ini kitchen set ini menyatu dengan kitchen set. Menurut buku 45 Kitchen Set Elegan olrh Dini Cahya Indah Putri, dkk, bangku yang digunakan cukup tinggi menyesuaikan tinggi meja minibar. Penggunaan marmer pada keseluruhan kitchen set dan minibar menampilkan kesan yang mewah sekaligus hangat.

Itulah beberapa contoh minibar di dapur kecil. Semoga beberapa desain ini menginspirasimu ya.

(elk/row)



Sumber : www.detik.com

Ternyata Begini Lho Membuat Dapur yang Ideal


Jakarta

Menciptakan dapur yang ideal, nyaman dan fungsional memerlukan perhatian pada berbagai elemen, dari ukuran ruangan hingga material yang digunakan.

Kamu dapat menentukan ukuran dapur sendiri, tentu dengan ukuran yang ideal, ukuran meja berdasarkan tinggi badan, jenis lantai apa yang cocok,serta material terbaik untuk dapur. Bukan hanya sekedar tempat memasak, dapur juga merupakan pusat aktivitas dirumah.

Menetapkan Prioritas

Ukuran dapur sangat bergantung pada beberapa faktor seperti, berapa luas ruangan di rumah untuk dapur.


Diperlukan banyak ruang untuk dapur, karena dapur bukan hanya untuk tempat memasak, atau juga menyimpan peralatan, bisa jadi tempat makan atau bahkan yang hobi memasak menjadikan dapur untuk tempat hiburan dan melampiaskan bakatnya.

Standar Ukuran Dapur yang Ideal

Agar bisa mendapatkan dapur yang fungsional, kamu harus mengikuti beberapa standar ukuran yang ideal.

Bagi kamu yang memiliki rumah dengan ruang terbatas, ukuran dapur kecil yang ideal adalah sekitar 2,5 x 3m, dengan ukuran ini kamu bisa mendapatkan dapur yang cukup untuk menampung lemari es, kompor dan wastafel.

Jika memiliki ruang yang lebih besar atau berukuran sedang sekitar 3 x 3 m, kamu bisa menambahkan kabinet yang lebih banyak untuk penyimpanan ekstra.

Aturan Segitiga Kerja (Work Triangle)

Dalam menentukan ukuran dapur yang ideal, kamu juga perlu memperhatikan aturan segitiga kerja.

Ini adalah konsep desain yang mengatur 3 area utama dapur yaitu, kompor, wastafel dan lemari es.

Dalam ulasan Detikcom, Rabu (14/2/2024) diungkap jika pada saat membuat desain dapur impian, benda utama yang harus ada di sana adalah kompor.

Menyusun Tata Letak Dapur

Setelah menentukan ukuran dapur, tata letak juga penting untuk diperhatikan. Seperti, dapur linear (satu baris) cocok untuk dapur kecil dengan lebar minimal 1,5 meter.

Selain itu terdapat pula jenis dapur L-shape, jenis dapur ini sesuai dengan ruangan yang lebih luas agar memungkinkan penggunaan sudut secara optimal.

Bisa juga kamu memakai jenis U-shape yang di rekomendasikan untuk dapur dengan ruang besar, agar memberikan banyak ruang kerja dan penyimpanan yang efisien.

Memaksimalkan Ukuran Dapur

Untuk memaksimalkan ukuran dapur ada beberapa tips agar dapur terasa lebih luas dan efisien, salah satunya adalah kabinet gantung.
Pertanyaannya, apa itu kabinet gantung?

Mengutip ruparupa.com, kabinet gantung adalah lemari atau rak penyimpanan yang berfungsi untuk meletakkan perlengkapan dapur yang berukuran kecil seperti, bumbu dapur, piring, mangkuk serta benda kecil lainnya.

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

Jangan Asal Pilih, Ini Material yang Cocok untuk Lantai Dapur


Jakarta

Ketika kamu ingin memilih desain pada dapur, salah satu elemen yang sering terabaikan adalah lantai. Kamu juga harus memperhatikan ukuran lantai dan luas ruangan dapur. Lantai dapur tidak hanya harus estetik tetapi juga harus tahan lama dan praktis mengingat intensitas aktivitas yang tinggi dan risiko tumpahan.

Keramik dan Porselen: Pilihan Klasik untuk Dapur

Keramik dan porselen adalah pilihan lantai dapur yang sangat populer karena daya tahannya dan kemudahan perawatannya. Keduanya tahan air dan sangat mudah dibersihkan, membuatnya ideal untuk area dengan potensi tumpahan tinggi. Kelebihan dari keramik dan porselen adalah, tahan lama, mudah dibersihkan, dan tersedia dalam berbagai desain dan warna. Tentu ada juga kekurangan nya,seperti, bisa terasa dingin dan keras di bawah kaki, serta licin untuk kamu.

Vinyl dengan Fleksibilitas dan Kenyamanannya

Lantai vinyl adalah pilihan yang semakin populer untuk dapur karena menawarkan kombinasi antara daya tahan dan kenyamanan. Vinyl tahan air dan tersedia dalam berbagai desain yang dapat meniru bahan lain seperti kayu atau batu. Disamping kelebihannya yang tahan air dan nyaman dibawah kaki serta mudah bila dibersihkan, vinyl juga ada kekurangannya, salah satunya dapat memudar seiring waktu dan mungkin tidak sekuat beberapa bahan lain.


Laminate (Laminasi) dengan Harga yang Ekonomis dan Beragam

Lantai laminate adalah pilihan yang ekonomis dan mudah dipasang. Dengan berbagai desain yang kamu bisa pilih, ada yang menyerupai kayu atau batu, laminate menawarkan tampilan estetis dengan harga yang lebih terjangkau.

Lantai laminate adalah pilihan yang ekonomis dan mudah dipasang. Beberapa bahan laminasi biasanya terbuat dari lapisan material seperti, lapisan pelindung (wear layer), lapisan dekoratif, lapisan inti (core layer), dan lapisan penyeimbang (backing layer).

Laminasi menawarkan tampilan yang mirip dengan kayu asli dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan dengan lantai dari bahan alami seperti kayu keras, marmer, atau ubin keramik. Meskipun tidak tahan air, laminasi mudah dibersihkan dan cukup tahan lama.

Batu Alam yang Penuh Kekuatan dan Kemewahan

Batu alam seperti granit dan marmer memberikan tampilan mewah dan tahan lama. Batu alam sangat tahan terhadap kelembapan dan kerusakan, menjadikannya pilihan yang solid untuk dapur.

Namun disamping tampilannya yang elegan dan mewah, kamu juga harus memperhatikan kekurangannya seperti, biayanya tinggi, memerlukan perawatan khusus, dan bisa licin jika basah. Adapun kelebihan dari batu alam yaitu, tahan terhadap kelembapan, sangat tahan lama, dan memiliki tampilan yang mewah.

Melansir dari architecturaldigest.com. Pada, Senin (2/8/2024). Lantai harus nyaman untuk dipijak, mudah dibersihkan, tahan noda, dan cocok untuk area dengan lalu lintas tinggi.

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

3 Masalah yang Akan Terjadi Jika Buang Tisu ke Lubang WC


Jakarta

Tisu biasa disediakan di kamar mandi, terutama pada kamar mandi umum. Fungsinya bisa untuk membersihkan WC yang mungkin basah setelah dipakai orang lain atau untuk keperluan lainnya. Kamu pasti sering melihat keterangan larangan membuang tisu dan sampah lainnya ke dalam lubang WC, kira-kira alasannya kenapa ya?

Jika melihat aturan di luar negeri, tisu adalah benda yang tidak dilarang untuk dibuang ke dalam lubang WC, tetapi di Indonesia aturannya berbeda. Hal ini dikarenakan bahan yang dipakai WC di luar negeri didesain khusus agar mudah terurai saat terkena air dan ramah lingkungan.

Sementara itu, tisu di Indonesia memiliki susunan serat yang rapat dan tidak mudah terurai kecuali diberi tekanan yang kuat. Maka, jika kamu membuang tisu ke dalam lubang WC, dapat membuat saluran air mampet. Bayangkan, jika sehari kamar mandi tersebut digunakan 10 kali dan tisu dibuang ke dalam lubang WC setiap kali orang selesai dari kamar mandi. Tisu yang basah tersebut akan terkumpul di satu tempat dan menyumbat jalannya air. Seiring waktu kamu akan kesulitan untuk menyiram kotoran di WC karena aliran air tidak akan mengalir.


Selain menyebabkan saluran mampet, dikutip dari Scott English Plumbing, Kamis (12/9/2024), berikut beberapa alasan tisu tidak dibuang ke lubang WC.

1. Kerusakan Sistem Saluran Pembuangan

Pipa saluran air di rumah, seperti yang dipakai pada WC akan terhubung ke saluran pembuangan akhir yang menghubungkan dengan septic tank. Tisu bisa saja sampai ke area saluran pembuangan. Biasanya tisu ini ukurannya cukup untuk terbawa arus.

Ternyata tisu yang terbawa sampai ke saluran pembuangan atau parahnya hingga ke sistem septic tank sama-sama dapat menimbulkan kerusakan. Bahkan kerusakannya bisa menyebabkan saluran area lain tersumbat.

2. Tidak Gampang Terurai

Seperti yang disebutkan sebelumnya di Indonesia masih memakai jenis tisu yang memiliki serat rapat dan tidak mudah hancur. Banyak pakar perpipaan membuktikan fakta bahwa tisu basah ditemukan dalam keadaan utuh di dalam pipa pembuangan setelah disiram bahkan berbulan-bulan. Karena tidak langsung hancur, tisu ini semakin lama akan membuat penumbukan yang besar dan mengakibatkan tersumbatnya saluran pembuangan.

3. Mempersingkat Umur Pipa

Pipa yang penuh dengan sampah tidak terurai dapat mengakibatkan potensi kerusakan pada pipa. Semakin banyak kerusakan terjadi, maka kinerjanya semakin menurun. Mau tidak mau harus diganti.

Kemudian, apabila sampah tisu ini terbawa sampai ke pembuangan akhir, banyak sistem saluran pembuangan lama dibangun dari tanah liat, beton, pipa besi. Material ini rentan terhadap pertumbuhan akar pohon. Sampah padat seperti tisu basa bisa menyangkut di akar-akar tersebut.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Cara gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan lewat dengan di link ini (Tanya Properti)

(aqi/dna)



Sumber : www.detik.com

4 Cara Cegah Paparan Serat Berbahaya dari Atap Asbes yang Bisa Bikin Kanker


Jakarta

Material asbes kerap digunakan sebagai atap rumah. Namun, material tersebut ternyata berbahaya bagi kesehatan manusia.

World Health Organization atau Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan material asbes bersifat karsinogenik, yakni dapat memicu penyakit kanker apabila manusia terpapar seratnya. Selain itu, serat asbes juga bersifat tajam sehingga susah untuk dimusnahkan meskipun ukurannya kecil.

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan, syarat penggunaan material asbes yang diperbolehkan maksimal hanya 5 serat/ml.


“Serat asbes yang terlepas dari atap asbes berukuran sangat kecil dengan diameter kurang dari 3 mikrometer atau lebih tipis dari 1/700 helai rambut, jika terhirup manusia akan mengendap di paru-paru,” tulis pada unggahan tersebut seperti yang dikutip dari Instagram @dkijakarta, asbes memiliki pada Jumat (20/9/2024).

Maka dari itu, beberapa negara terutama di Eropa dan Australia sudah memboikot pemakaian material asbes terutama pada bangunan. Sementara itu, di Indonesia masih marak rumah-rumah memakai atap dari asbes. Bahkan pada 2020 lalu, Indonesia adalah pemakai terbesar material asbes di dunia menurut data yang diungkap Pemerintah Provinsi Jakarta.

Apabila rumah kamu masih menggunakan material asbes atau ingin mengurangi paparan dari serat asbes, melansir dari detikHealth, berikut cara mencegahnya.

1. Mengganti dengan Material Lain

Cara paling tepat untuk tidak terpapar bahaya asbes adalah dengan tidak menggunakannya lagi. Ada banyak material terutama untuk bagian atap yang dapat menggantikan asbes seperti genteng metal dan genteng keramik. Kedunya sama-sama bagus dan dapat menghantarkan panas lebih baik daripada asbes yang konduksi panasnya buruk.

2. Jangan Memotong Asbes

Serat asbes bisa rontok dengan sendirinya dan tak kasat mata. Maka dari itu, sebaiknya jangan memotong, mengamplas, atau mematahkan asbes, terutama tanpa penutup mulut dan hidung.

3. Buang Material Asbes ke Tempat yang Benar

Selain untuk melindungi diri sendiri, kamu juga harus memikirkan keselamatan orang lain. Maka dari itu, saat membuang asbes tidak boleh sembarang. Jika kamu mengetahui tempat yang bisa memusnahkan asbes, kirim material tersebut ke sana agar tidak membahayakan siapa pun.

4. Selalu Cek Kondisi Asbes

Apabila kamu belum bisa mengganti atap asbes di rumah dengan jenis material lain, setidaknya kamu perlu memeriksa kondisinya. Apabila sudah terjadi pelapukan kamu harus menggantinya. Begitu pula jika permukaannya sudah berlubang harus segera diganti.

Apabila terlihat masih kokoh kamu harus sering menyemprotkan air ke lembaran asbes agar tanah, debu, atau serat tidak berterbangan di dalam rumah dan berakhir terhirup oleh penghuni rumah. Bisa pula dengan menutup asbes dengan lembaran plastik atau terpal untuk menghindari paparan cuaca. Lalu, sebisa mungkin memberikan ruang batas antara asbes dengan ruangan dalam rumah.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

Segini Kisaran Harga Kitchen Set per Meter dan Hitungan Pemasangannya


Jakarta

Ketika merencanakan dapur impian, kita mungkin bertanya-tanya berapa harga kitchen set per meternya? Harganya bisa bervariasi tergantung pada material, desain, hingga merek yang dipilih.

Pilihlah kitchen set yang sesuai dengan kebutuhan, gaya interior rumah, hingga budget yang dimiliki. Oleh sebab itu, pelajari kisaran harganya untuk membuat anggaran yang lebih tepat.

Harga Kitchen Set per Meter

Menurut Profesional Kontraktor PT Gaharu Konstruksindo Utama, Panggah Nuzhul Rizki, mengatakan bahwa harga kitchen set tergantung dengan bahan, luas, dan jumlah kabinet yang dibutuhkan.


“Kitchen set tergantung bahannya. Yang paling familiar itu kayu dilapisi HPL, tapi memang basically itu kayu. Yang bikin indah itu kulitnya, HPL itu. Biasanya kalau di interior kitchen set itu Rp 1,8 juta sampai Rp 2 juta tergantung dari bahan dan desainnya, tergantung besarnya kabinet yang ada,” kata Panggah kepada detikProperti
(14/8/2024) lalu.

Dikutip dari salah satu laman konstruksi bangunan dan properti, berikut adalah kisaran harga kitchen set per meter berdasarkan jenis bahan dan finishingnya 2024:

  • PVC (HPL luar): Rp 3.700.000
  • PVC (HPL luar dan dalam): Rp 3.900.000
  • PVC (Duco): Rp 4.100.000
  • Kayu Jati (HPL): Rp 2.500.000
  • Kayu Jati (Duco): Rp 2.200.000
  • Kayu Jati (Natural Wood ): Rp 1.500.000
  • Blockmin (HPL luar): Rp 1.800.000
  • Blockmin (HPL luar dan dalam): Rp 2.200.000
  • Blockmin (Duco): Rp 2.600.000
  • Multiplek (HPL luar): Rp 2.100.000
  • Multiplek (HPL luar dan dalam) : Rp 2.300.000
  • Multiplek (Duco): Rp 2.900.000
  • Aluminium (ACP 3 ml): Rp 3.000.000
  • Aluminium (ACP 4 ml): Rp 3.400.000
  • Aluminium (ACP lapis HPL): Rp 3.300.000
  • Aluminium (ACP serat kayu):Rp 3.400.000

Simulasi Perhitungan Biaya Pasang Kitchen Set

Untuk memasang kitchen set, kita perlu mengukur ruangan. Kemudian memilih material yang diinginkan hingga kitchen set bisa dipasang.

Sebagai contoh, berikut adalah simulasi perhitungan komponen kitchen set yang akan dipasang:

Kabinet bawah
Misalnya ukuran kabinet bawah punya panjang pada bagian kanan 3 meter (m) dan kiri 1,5 meter serta lebar 0,5 meter. Maka perhitungannya: 3 m + 1,5 m – 0,5 m = 4 m

Kabinet atas
Panjang sisi kanan 3 m, sisi kiri 1,5 m, lebar 0,3 m. Maka 3 m + 1,5 m – 0,3 m = 4,2 m

Meja dapur
Meja dapur berukuran yang sama dengan kabinet bawah yaitu 4 m.

Backsplash
Bagian ini bisa dihitung dengan menjumlahkan kedua sisi dinding: 3 m + 1,5 m = 4,5 m

Cara Menghitung Harga Pemasangan Kitchen Set

Setelah tahu ukuran kitchen set, kita bisa pilih material yang ingin digunakan. Sebagai contoh, kita akan memilih material HPL.

Harga HPL di pasaran sekitar Rp 1,5 – 2 juta per meter. Jika harga HPL yang digunakan Rp 1.750.000 per meter, maka total biaya yang dibutuhkan adalah sebagai berikut.

Kabinet bawah pakai HPL: 4 x Rp 1.750.000 = Rp 7.000.000
Kabinet atas pakai HPL: 4,2 x Rp 1.750.000 = Rp 7.350.000
Backsplash pakai granit: Rp 1.200.000 per meter = 4,5 x Rp 1.200.000 = Rp 5.400.000
Meja dapur pakai granit: Rp 1.200.000 per meter = 4,8 x Rp 1.200.000 = Rp 5.760.000

Jadi, total pasang kitchen set: Rp 7.000.000 + Rp 7.350.000 + Rp 5.400.000 + Rp 5.760.000 = Rp 25.510.000.

Rincian harga di atas merupakan perkiraan biaya pemasangan kitchen set menggunakan HPL dengan meja dapur dan backsplash pakai granit.

Project Manager dari Gradasi Design & Build, Wahyu, menyebut bahwa kisaran biaya dekorasi dapur lengkap dengan kitchen set adalah sekitar Rp 25 juta untuk ukuran 3-4 meter.

“Untuk dapur biasa start Rp 25 juta, sudah bisa. Cabinet bawah dan cabinet atas, dengan catatan sudah ada top table dan backsplashnya. Sudah termasuk kitchen setnya, ventilasi, rak piring, tempat sendok, rel panci, rel gas, dan rak bumbu custom,” ungkapnya ketika dihubungi terpisah oleh detikProperti.

Sekarang, bahan kitchen set yang biasa disarankan adalah adalah PVC board anti rayap. Bahan ini dikenal bagus dan harganya terjangkau adalah PVC board anti rayap.

Untuk biaya jasa dekorasi dapur ukuran besar, maka biayanya bisa lebih mahal lagi.

Contoh dapur dengan luas sekitar 25 meter persegi biaya bisa lebih dari Rp 30 juta. Selain itu, ada juga harga jasa dekor yang dihitung per meter. Sebagai gambaran, di Gradasi Design & Build sendiri mulai dari Rp 1,95 juta.

Perlu dicatat, harga kitchen set bisa saja berbeda, karena tergantung dari ukuran material yang digunakan, hingga wilayah tempat tinggal.

(khq/fds)



Sumber : www.detik.com

Kompor Kaca vs Kompor Gas Konvensional, Mana yang Lebih Cocok buat Kamu?


Jakarta

Memilih kompor, nggak boleh sembarangan karena harus pertimbangkan karakteristik yang cocok buat kamu. Terdapat dua jenis kompor yang populer digunakan, yaitu kompor kaca dan kompor gas konvensional dengan keunggulan dan kekurangan masing-masing.

Sering kali konsumen bingung untuk menentukan antara keduanya. Lantas, mana yang sebenarnya lebih baik?

Simak perbedaan kompor kaca dan kompor gas konvensional berikut seperti yang dikutip dari keterangan NIKO, Minggu (22/9/2024).


Perbedaan Kompor Kaca dan Kompor Gas Konvensional

1. Estetika

Kompor Kaca Foto: Getty Images/RYosha

Kompor kaca dikenal memiliki desain yang modern dan estetis. Dengan permukaan kaca yang mengkilap, kompor ini menambah kesan elegan pada dapur, terutama yang memiliki konsep minimalis atau kontemporer.

Sementara itu, kompor gas konvensional umumnya memiliki desain yang lebih sederhana dan fungsional. Namun, kesederhanaan ini justru sering kali lebih cocok untuk dapur yang mengutamakan fungsi daripada penampilan.

2. Desain

Salah satu keunggulan utama kompor kaca adalah perawatannya yang mudah. Permukaan kaca yang rata dan tanpa celah membuat sisa-sisa makanan atau tumpahan dapat dibersihkan dengan mudah menggunakan kain basah.

Berbeda dengan kompor gas konvensional yang memiliki banyak sudut dan celah pada bagian burner dan grid, sehingga memerlukan usaha lebih dalam membersihkannya.

Kompor Gas Konvensional Foto: Getty Images/Adipra

3. Material

Kompor kaca biasanya terbuat dari kaca tempered yang tahan terhadap panas tinggi. Beberapa model bahkan dilengkapi dengan fitur keamanan, seperti pemutus gas otomatis jika api padam, yang menambah kenyamanan penggunaan. Namun, meskipun tahan panas, kompor kaca tetap memiliki risiko pecah jika terkena benturan keras.

Sedangkan kompor gas konvensional yang biasanya terbuat dari material logam, lebih tahan lama dan kuat terhadap benturan, menjadikannya pilihan yang lebih aman untuk penggunaan berat atau intensif.

4. Harga

Soal harga, kompor gas konvensional cenderung lebih ekonomis dan terjangkau bagi sebagian besar konsumen. Hal ini membuat kompor gas konvensional pilihan yang populer di kalangan masyarakat.

Sebaliknya, kompor kaca, dengan segala kelebihan estetika dan fitur keamanannya, umumnya dibanderol dengan harga yang lebih tinggi.

Dalam menentukan jenis kompor, konsumen perlu mempertimbangkan kebutuhan dan preferensi masing-masing. Jika mencari kompor yang mudah dibersihkan dan menambah estetika dapur, kompor kaca bisa menjadi pilihan yang tepat.

Namun, bagi mereka yang mengutamakan kekuatan, ketahanan, dan harga yang lebih terjangkau, kompor gas konvensional mungkin lebih sesuai.

Salah satu merek kompor kaca lokal, NIKO menawarkan kompor yang andal, tahan lama, serta memberi pelayanan after sale. Sejak 2022, NIKO menarik perhatian publik dan para ahli di industri dengan kompor berkualitas dan fungsionalitas.

“Kompor NIKO hadir dengan berbagai pilihan mulai dari 1-3 tungku, di atas meja atau di tanam, pengapian mekanis maupun otomatis, bahan kaca maupun stainless,” ujar Direktur Marketing NIKO Tjandra Lianto dalam keterangan tertulis, Minggu (22/9/2024).

“Semua pilihan hadir dengan spesifikasi dan harga yang sangat sesuai dengan masyarakat Indonesia,” sambungnya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dna)



Sumber : www.detik.com

Jangan Salah Pilih! Berikut Ukuran Ideal untuk Lemari di Rumah Kamu



Jakarta

Memilih lemari baju yang tepat sangat penting untuk menjaga kerapihan dan efisiensi ruang. Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu kamu menentukan ukuran lemari baju yang ideal.

Memilih lemari baju yang ideal adalah langkah penting dalam menciptakan ruang yang teratur dan fungsional. Pertama, evaluasi kebutuhan pakaian kamu dengan menghitung jumlah pakaian dan tipe pakaian yang dimiliki, ini akan membantu menentukan ukuran dan desain lemari yang tepat.

Melansir bostonwardrobes.co.nz, ukuran baju yang ideal terbagi menjadi beberapa bagian, dengan panjang 1800mm per orang atau 2400mm, biasanya ukuran tersebut difungsikan untuk pakaian jalan-jalan dan dengan kedalaman internal 600mm jaket atau jas bisa dimasukkan disini, serta kedalaman dan lebar rak 400mm untuk pakaian sehari-hari, juga memiliki lebar atau kedalaman 350mm.


Ukuran ruangan juga berperan krusial, pastikan untuk mengukur area tempat lemari akan diletakkan, sehingga ada cukup ruang untuk membuka pintu atau laci.

Jika plafon tinggi, lemari yang lebih tinggi dapat memaksimalkan penyimpanan, atau kamu juga bisa memakai rak gantung atau ruang gantung agar desain kamu berbeda dan unik untuk menambah estetika pada ruangan.

Desain lemari harus mempertimbangkan fungsionalitas. Pilih antara pintu geser atau pintu buka, dan pastikan ada berbagai kompartemen untuk menggantung dan menyimpan pakaian, material yang digunakan juga penting; pilih bahan yang tahan lama dan mudah dirawat, seperti kayu solid atau Medium Density Fiberboard (MDF).

Estetika juga tak kalah penting, sesuaikan warna dan gaya lemari dengan interior ruangan agar terlihat padu dan harmonis, terakhir tetapkan anggaran yang sesuai dan bandingkan harga dari berbagai pilihan. Dengan panduan ini, kamu akan menemukan lemari baju yang ideal untuk kebutuhan ruangan kamu.

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

Jangan Asal Pilih, Ini 5 Jenis Atap Rumah yang Bagus dan Kuat


Jakarta

Atap merupakan salah satu komponen penting dalam sebuah rumah. Saat ini, terdapat berbagai jenis atap rumah yang dibedakan dari materialnya.

Meski tujuannya sama yaitu untuk melindungi dari panas dan hujan, tetapi memilih atap rumah tak bisa sembarangan, lho. Sebab, ada beberapa jenis atap yang dikenal karena kualitasnya baik, kokoh, hingga anti-panas.

Lantas, apa saja atap rumah yang bagus dan kokoh? Simak rekomendasinya dalam artikel ini.


Rekomendasi Jenis Atap Rumah yang Bagus

Atap rumah terbagi ke dalam beberapa jenis yang dibedakan dari materialnya. Dilansir situs Klopmart, berikut rekomendasi atap rumah yang bagus dan kuat.

1. Atap Metal

Rekomendasi yang pertama ada atap metal. Atap rumah ini terkenal karena sifatnya yang kokoh dan tahan panas. Meski dikenal kuat, ternyata atap metal memiliki bobot yang cukup ringan.

Selain tahan terhadap panas, atap metal juga dapat memantulkan panas. Dengan begitu, suhu panas dari matahari hampir tidak bisa masuk ke dalam rumah lewat atap, sehingga suhu ruangan tetap terasa sejuk.

Atap metal juga punya kelebihan lain, yakni tahan terhadap karat. Meski terbuat dari campuran logam, tetapi atap metal tahan terhadap perubahan cuaca dan kelembapan. Lalu, atap ini juga tidak merambatkan api serta tak mudah rusak karena gempa.

2. Atap Tanah Liat

Atap tanah liat menjadi solusi alternatif apabila atap metal dirasa terlalu mahal harganya. Sudah digunakan sejak zaman dahulu, atap jenis ini dikenal mampu meredam panas yang hampir sempurna, sehingga suhu ruangan di dalam rumah tetap terasa sejuk di siang hari.

Meski begitu, atap tanah liat mulai jarang digunakan karena banyak yang beralih ke atap metal. Salah satu alasannya karena atap metal dinilai lebih estetik dan cocok untuk rumah modern di zaman sekarang.

3. Atap Keramik atau Glazur

Rekomendasi atap rumah yang bagus selanjutnya ada atap keramik atau glazur. Genteng ini menggunakan material utama keramik, kemudian dicampur dengan glazur saat proses finishing.

Kedua bahan tersebut membuat genteng keramik dinilai lebih kokoh dan tahan lama. Atap ini juga kuat dalam menahan cuaca ekstrem seperti panas, hujan, hingga badai angin.

Perlu diingat, pemasangan atap keramik perlu diperhatikan secara detail. Pastikan tingkat kemiringannya harus 30 derajat agar air hujan dapat mengalir ke bawah dengan sempurna.

4. Genteng Metal Pasir

Meski sama-sama menggunakan bahan metal, tapi ada perbedaan antara atap metal dengan genteng metal pasir. Atap ini terbuat dari bahan dasar zinc yang bagian bawahnya dilapisi back coat zinc aluminium coating, primary epoxy, zinc phosphate, synthetic resin, stone chip, dan acrylic finishing.

Genteng metal pasir kerap disebut sebagai genteng metal batuan fulo roof. Sebab, atap ini memiliki lapisan polypropylene dan serbuk batuan. Lapisan tersebut membuat genteng metal pasir tidak menyerap panas sekaligus mampu meredam suara air hujan.

5. Atap Dak Beton

Atap dak beton bisa menjadi solusi terbaik bagi kamu yang ingin memiliki atap rumah kokoh. Selain dinilai kuat, atap dak beton juga dapat menahan suhu panas matahari sehingga tidak masuk ke dalam rumah.

Meski begitu, atap dak beton memiliki sejumlah kekurangan, yakni rawan tergenang air ketika turun hujan dengan intensitas lebat. Selain itu, biaya yang dikeluarkan juga lebih mahal daripada menggunakan atap metal ataupun atap keramik.

Itu dia lima rekomendasi atap rumah yang bagus dan kokoh. Jadi, pilih genteng jenis apa detikers?

(fds/dna)



Sumber : www.detik.com