Tag Archives: mineral

Ini 7 Perbedaan Air PDAM dan Air Sumur Bor, Sudah Tahu?


Jakarta

Air PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) dan air sumur bor merupakan dua sumber air yang sering digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Kedua jenis air tersebut memiliki perbedaan. Ketahui yuk perbedaanya untuk jadi pertimbangan penting bagi banyak orang, dalam memilih sumber air yang tepat.

Mengenal Air PDAM

Air PDAM adalah sumur yang disediakan oleh pemerintah daerah. Air PDAM disebut juga air ledeng.


Mengutip dari laman PDAM Pintar, pemerintah daerah akan menyediakan air PDAM melalui jaringan pipa air terpusat, yang nantinya disalurkan ke rumah-rumah lewat pipa-pipa distribusi.

Mengenal Air Sumur Bor

Air sumur merupakan air hasil pengeboran sumur dalam tanah. Secara umum, air ini diambil dengan menggunakan pompa air yang akan mengangkat air dari dalam sumur menuju ke permukaan.

Karakteristik alami dari airnya sesuai dengan komposisi kimia dan mineral yang ada di lapisan air tanah lokasi sumur dibuat.

Perbedaan Air PDAM dan Air Sumur Bor

Secara umum, bedanya air PDAM dan sumur bor bisa dilihat dari sumber, kualitas, dan pengelolaan airnya. Lebih lanjut, masih dari sumber yang sama berikut adalah penjelasan poin-poinnya:

1. Sumber

Air PDAM: Bersumber dari sungai, danau atau waduk.

Air sumur bor: Berasal dari mata air yang ada di bawah tanah (lapisan akuifer tanah).

2. Kualitas Air

Air PDAM: Standar air PDAM telah ditetapkan oleh badan pengatur, sehingga lebih terjamin kebersihannya.

Air sumur bor: Kualitasnya sangat bergantung pada kedalaman sumur serta kondisi tanah di sekitarnya.

3. Kandungan

Air PDAM: Sudah melalui proses pengolahan intensif yang bertujuan untuk menghilangkan bahan kimia berbahaya, kontaminan, dan patogen.

Air sumur bor: Bisa mengandung mineral, logam berat, dan bahan-bahan organik yang larut dalam air tanah.

4. Ketersediaan Air

Air PDAM: Ketersediaan air lebih terjamin karena melalui sistem distribusi yang teratur.

Air sumur bor: Dipengaruhi kondisi air tanah di lingkungan.

5. Biaya

Air PDAM: Dalam jangka panjang, biaya air PDAM cenderung lebih mahal karena memerlukan biaya abonemen bulanan atau tahunan yang harus dibayar.

Air sumur bor: Biaya air sumur bor lebih ekonomis dengan ongkos pembuatan dan perawatan relatif lebih rendah.

6. Keandalan (Reliability)

Air sumur biasanya lebih rentan terhadap fluktuasi tingkat air tanah. Hal ini mempengaruhi jumlah air yang bisa diambil, terutama pada musim kemarau.

7. Pengelolaan Air

Air PDAM: Pengelolaan lebih kompleks meliputi filtrasi, koagulasi, sedimentasi, desinfeksi, hingga penyesuaian pH. Penggunaan teknologi dan bahan kimia tertentu juga dipakai, untuk memastikan air aman diminum dan digunakan untuk kegiatan sehari-hari.

Air sumur bor: Pemantauan dilakukan secara berkala.

(khq/row)



Sumber : www.detik.com

Air Sumur Bor Vs PDAM, Mending Mana? Ini Perbandingannya


Jakarta

Ada berbagai cara mendapat sumber air bersih di rumah. Kebanyakan masyarakat menggunakan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan sumur bor.

Meski sama-sama menyediakan air bersih, tentu kedua sumber tersebut memiliki perbedaan. Nah, bagi kamu yang sedang mempertimbangkan antara air PDAM atau sumur bor, sebaiknya kenali dulu perbedaannya.

Mengutip dari laman PDAM Pintar, air PDAM yang juga disebut air ledeng adalah disediakan oleh pemerintah daerah melalui jaringan pipa air terpusat. Air tersebut disalurkan ke rumah-rumah lewat pipa-pipa distribusi.

Sedangkan air sumur merupakan air hasil pengeboran sumur ke dalam tanah. Secara umum, air ini diambil dengan menggunakan pompa air yang akan mengangkat air dari dalam sumur menuju ke permukaan.

Perbedaan Air PDAM dan Air Sumur Bor

Inilah beberapa perbedaan antara air PDAM dan air sumur bor.

1. Sumber

Air PDAM: Bersumber dari sungai, danau atau waduk.

Air sumur bor: Berasal dari mata air yang ada di bawah tanah, yakni lapisan akuifer tanah.

2. Kualitas Air

Air PDAM: Standar air PDAM telah ditetapkan oleh badan pengatur, sehingga lebih terjamin kebersihannya.

Air sumur bor: Kualitasnya sangat bergantung pada kedalaman sumur serta kondisi tanah di sekitarnya.

3. Kandungan

Air PDAM: Sudah melalui proses pengolahan intensif yang bertujuan untuk menghilangkan bahan kimia berbahaya, kontaminan, dan patogen.

Air sumur bor: Bisa mengandung mineral, logam berat, dan bahan-bahan organik yang larut dalam air tanah.

4. Ketersediaan Air

Air PDAM: Ketersediaan air lebih terjamin karena melalui sistem distribusi yang teratur.

Air sumur bor: Dipengaruhi kondisi air tanah di lingkungan.

5. Biaya

Air PDAM: Dalam jangka panjang, biaya air PDAM cenderung lebih mahal karena memerlukan biaya abonemen bulanan atau tahunan yang harus dibayar.

Air sumur bor: Biaya air sumur bor lebih ekonomis dengan ongkos pembuatan dan perawatan relatif lebih rendah.

6. Keandalan

Air PDAM: Punya kepastian pasokan air yang stabil karena melalui jaringan pipa terpusat. Pemerintah bertanggung jawab untuk memastikan pasokan air terjaga.

Air sumur: Rentan terhadap fluktuasi tingkat air tanah. Hal ini mempengaruhi jumlah air yang bisa diambil, terutama pada musim kemarau.

7. Pengelolaan Air

Air PDAM: Pengelolaan lebih kompleks meliputi filtrasi, koagulasi, sedimentasi, desinfeksi, hingga penyesuaian pH. Penggunaan teknologi dan bahan kimia tertentu juga dipakai, untuk memastikan air aman diminum dan digunakan untuk kegiatan sehari-hari.

Air sumur bor: Pemantauan dilakukan secara berkala.

Itulah perbandingan antara air sumur bor dan PDAM. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

5 Cara Mudah Bersihkan Kerak di Keran Air agar Kinclong Lagi


Jakarta

Keran air di kamar mandi wajib dibersihkan secara rutin. Sebab, cipratan air dan sabun yang mengenai keran air bisa menimbulkan kerak dan noda ketika sudah kering.

Kondisi itu menyebabkan keran air jadi terlihat kotor dan kusam. Jika dibiarkan maka lama-lama kerak makin sulit dihilangkan. Satu-satunya cara adalah dengan mengganti keran air dengan yang baru, tapi itu bikin detikers harus merogoh kocek lagi.

Nah, ada beberapa cara mudah untuk membersihkan keran air dari kerak yang membandel. Bahkan, kamu bisa menggunakan bahan-bahan yang tersedia di rumah.


Lantas, bagaimana cara membersihkan kerak di keran air agar kinclong lagi? Simak sejumlah tipsnya dalam artikel ini.

Penyebab Muncul Kerak di Keran Air

Dilansir SFGATE, Minggu (25/5/2025) munculnya kerak atau noda putih yang menempel pada keran merupakan sisa air sadah yang kaya akan mineral, seperti kalsium dan magnesium. Air sadah sebenarnya tidak berbahaya, tetapi bagi yang memiliki kulit sensitif bisa menimbulkan efek samping.

Salah satu solusinya adalah dengan menggunakan filter pada keran dan pancuran air mandi (shower) agar dapat menyaring mineral tinggi, sehingga tidak merusak peralatan di kamar mandi seperti keran dan wastafel.

Penyebab lainnya karena sisa sabun atau shampo yang menempel di keran air dan tidak langsung dibersihkan. Kandungan mineral dan bahan kimia pada cairan tersebut bisa menimbulkan noda saat kondisinya sudah kering. Maka dari itu, penting untuk mengelap shower dan keran air setelah digunakan agar kondisinya tetap kering.

Cara Membersihkan Kerak Membandel di Keran

Apabila muncul kerak di keran kamar mandi, sudah saatnya untuk dibersihkan segera agar tidak semakin banyak. Bagaimana caranya? Simak di bawah ini:

1. Baking Soda dan Sabun Cuci Piring

Cara yang pertama adalah menggunakan baking soda dan sabun cuci piring. Kombinasi kedua bahan ini diklaim ampuh untuk membersihkan kerak yang sulit dihilangkan.

Dilansir laman Tile Cloud, berikut cara penggunaannya:

  • Campur 2-3 sendok makan baking soda dan sabun cuci piring secukupnya ke dalam wadah
  • Aduk kedua bahan hingga tercampur rata
  • Setelah itu, oleskan ke keran yang berkerak secara menyeluruh dan diamkan selama 20-30 menit
  • Gosok dengan sikat secara perlahan sampai seluruh kerak terangkat
  • Terakhir, bilas dengan air agar tidak ada sisa kerak dan keringkan menggunakan kain lap.

2. Cuka dan Sabun Cuci Piring

Selain menggunakan baking soda, kamu juga bisa memanfaatkan cuka dan sabun cuci piring untuk membasmi kerak di keran air. Sifat asam pada cuka disebut ampuh untuk menghilangkan endapan kalsium yang menempel di keran. Berikut cara pakainya:

  • Teteskan 3-4 sendok teh cuka dan sabun cuci piring secukupnya ke dalam wadah
  • Aduk kedua bahan hingga tercampur rata
  • Setelah itu, oleskan ke keran yang berkerak secara menyeluruh dan diamkan selama 1 jam
  • Gosok dengan sikat secara perlahan sampai seluruh kerak terangkat
  • Terakhir, bilas dengan air agar tidak ada sisa kerak dan keringkan menggunakan kain lap.

3. Pemutih dan Air Panas

Cara lain untuk menghilangkan kerak adalah dengan pemutih. Sebagai catatan, kamu wajib memakai sarung tangan lateks dan baju lengan panjang agar cairan tidak mengenai kulit. Simak langkah-langkahnya di bawah ini:

  • Campur pemutih dan air panas dengan perbandingan 1:4 ke dalam wadah
  • Lalu, oleskan cairan tersebut ke keran yang berkerak secara menyeluruh
  • Bilas keran dengan air panas dan diamkan beberapa saat hingga mencapai suhu ruangan
  • Setelah itu, keringkan keran menggunakan kain lap.

4. Air Lemon

Selain memakai cuka, kamu juga bisa menggunakan air lemon untuk mengangkat kerak di keran. Kandungan asam nitrat dan antibakteri pada lemon ternyata efektif untuk membersihkan noda yang menempel.

Dikutip dari How Stuff Works, berikut cara pakai air lemon untuk membersihkan kerak:

  • Peras 3-4 buah jeruk lemon atau gunakan air lemon asli yang dijual di pasaran
  • Tuang air lemon ke keran secara menyeluruh
  • Gosok keran menggunakan sikat hingga semua kerak terangkat
  • Terakhir, bilas dengan air agar tidak ada sisa kerak dan keringkan menggunakan kain lap.

5. Baking Soda dan Sabun Cair

Kombinasi baking soda dan sabun cair ternyata juga bisa menghilangkan kerak yang menempel di keran. Berikut cara penggunaannya:

  • Siapkan baking soda dan sabun cair dengan perbandingan 2:1, lalu tuang ke wadah
  • Aduk hingga kedua bahan tercampur rata
  • Oleskan cairan ke keran yang berkerak secara menyeluruh
  • Lalu gosok dengan sikat secara perlahan sampai seluruh kerak terangkat
  • Terakhir, bilas dengan air agar tidak ada sisa kerak dan keringkan menggunakan kain lap.

Itulah lima cara membersihkan kerak dan bercak air yang menempel di keran kamar mandi. Semoga membantu detikers!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/ilf)



Sumber : www.detik.com

Bawa Rp 10 Ribu Bisa Puas-puasin Wisata Edukatif di Kuningan



Kuningan

Museum Taman Purbakala Cipari di Kuningan menawarkan wisata sejarah terjangkau. Hanya dengan Rp 10.000, traveler bisa menikmati pengalaman edukatif dan pemandangan indah.

Dengan hanya membawa uang sebesar Rp 10.000, pengunjung sudah bisa menikmati pengalaman wisata edukatif di tempat yang menyimpan jejak kehidupan manusia purba.

Museum Taman Purbakala Cipari terletak di Kelurahan Cipari, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan. Museum ini menyajikan kekayaan sejarah berupa benda-benda peninggalan zaman prasejarah yang dipamerkan secara rapi, baik di dalam ruangan museum maupun di taman terbuka yang mengelilinginya.


Koordinator Museum, Maman Purnaman, menjelaskan bahwa uang Rp 10.000 sudah sangat cukup untuk menikmati berbagai fasilitas yang tersedia di museum.

“Bawa uang Rp 10.000 sangat cukup. Tiket masuk Rp 2.000. Kalau mau ada tambahan sama bukunya itu ada harganya Rp 3.000. Nah Rp 5.000 sisanya bisa buat beli air minum,” tutur Maman.

Tiket masuk ke museum hanya seharga Rp 2.000. Dengan tiket tersebut, pengunjung dapat menjelajahi seluruh area taman yang asri dan tertata bersih, serta melihat langsung berbagai peninggalan sejarah berupa batu-batu besar berusia ribuan tahun yang diduga merupakan bagian dari kebudayaan megalitikum.

Selain itu, pengunjung juga bisa bersantai menikmati udara segar sambil duduk di area taman yang rindang. Suasana yang tenang membuat tempat ini cocok sebagai lokasi beristirahat atau sekadar berfoto dengan latar susunan batu-batu purba yang ikonik.

Bagi yang ingin lebih memahami sejarah museum dan benda-benda yang dipamerkan, pengelola juga menyediakan buku panduan seharga Rp 3.000. Buku ini memuat informasi lengkap mengenai sejarah berdirinya Museum Taman Purbakala Cipari serta penjelasan mengenai koleksi yang ada.

Sisa uang Rp 5.000 bahkan masih bisa dimanfaatkan untuk membeli sebotol air mineral di warung yang tak jauh dari area museum. Ini membuat pengalaman berwisata di Cipari tak hanya terjangkau, tapi juga nyaman dan menyenangkan.

Museum Taman Purbakala Cipari buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Lokasinya yang mudah diakses dan suasananya yang tenang menjadikan museum ini sebagai alternatif wisata sejarah yang ramah di kantong sekaligus edukatif. Jika Anda sedang berkunjung ke Kuningan, sempatkanlah mampir dan rasakan sensasi bertualang ke masa lalu hanya dengan Rp 10.000.

Artikel ini sudah tayang di detikJabar. Klik di sini untuk membaca selengkapnya.

(dir/ddn)



Sumber : travel.detik.com