Tag Archives: misterius

Gedung Bergaya Eropa di Medan yang Misterius, Belasan Tahun Tak Berpenghuni



Medan

Di Medan, ada sebuah gedung mewah bergaya Eropa yang misterius. Sudah belasan tahun lamanya gedung ini tidak berpenghuni. Bagaimana kisahnya?

Gedung mewah itu letaknya strategis persis di persimpangan Jalan S Parman dan Jalan Kejaksaan Medan. Banyak pengendara yang melirik ke bangunan itu ketika melintasi kawasan tersebut.

Gedung bercat coklat ini memiliki desain megah bergaya Eropa klasik. Ada begitu banyak jendela tinggi berwarna emas yang diselingi pilar coklat yang menjulang tinggi.


Walaupun berdiri megah, namun tak satupun aktivitas yang tampak dari bangunan tersebut. Akses jendela maupun pintu tertutup rapat. Selain itu, tak ada kendaraan yang tampak terparkir di sekitaran gedung tersebut.

Beberapa warga Medan mengaku penasaran dengan fungsi bangunan tersebut. Lantaran misterius, banyak masyarakat yang sering menebak fungsi gedung tersebut.

“Itu letaknya di Medan, dari aku kecil udah ada ini gedung tapi sampai sekarang aku dah besar pun gitu-gitu aja gedungnya, entah buat apa pun nggak tahu,” kata warga Medan, Starla.

“Dulu setiap pulang sekolah terus lewat situ pasti dalam hati langsung bilang ‘ini gedung apa sih, kok nggak siap-siap dibangun, terus ini untuk apa?’,” kata warga Medan lainnya, Chika.

Berdasarkan data yang dihimpun, bangunan megah ini dibangun sejak awal tahun 2000-an namun hingga belasan tahun kemudian belum diketahui fungsi bangunan tersebut.

“Dulu tahun 2008 masih kerja di Mal Paladium selalu lewati itu. Tapi sampai sekarang udah punya anak dua, itu gedung misterius banget ya gitu-gitu aja terus,” ucap Mariati, warga Medan yang menceritakan pengalamannya.

Selain penasaran, banyak juga warga yang melintasi bangunan tersebut terkesima dengan konsep dan desain mewah yang begitu mencolok di antara bangunan sekitarnya.

“Tapi itu desainnya megah dan mewah banget loh, kayak ala-ala luar negeri gitu. Aku lihat detail-detailnya bagus banget ya aku suka lihatnya tiap lewat bangunan itu,” ujar Mellynia.

Sementara itu, tim detikSumut juga bertanya terhadap warga sekitar yang banyak menyebut bangunan ini akan dibuat apartemen. Namun, mereka juga turut penasaran alasan belum dioperasionalkan hingga saat ini.

“Katanya itu gedung dulunya mau buat hotel tapi kekurangan dana gitu, terus karena di sekitarnya juga ada hotel yang lebih bagus jadi belum dilanjutkan lagi bangunannya,” kata Irma.

Camat Medan Petisah Arafat yang menyebut gedung misterius tersebut masih belum beroperasi. Dia pun tak tahu peruntukan bangunan itu.

“Sampai saat ini bangunan tersebut belum dihuni sehingga saya belum tahu peruntukan bangunan tersebut. Nanti saya coba cek melalui dinas terkait izin awal bangunan sebagai apa peruntukannya,” ucap Arafat.

——

Artikel ini telah naik di detikSumut.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Makam Misterius di Jalur Pantura Lasem, Konon Milik Intel Zaman VOC



Lasem

Jalur Pantai Utara (Pantura) Lasem menyimpan makam yang sederhana namun misterius. Konon, makam itu milik ‘agen rahasia’ pada zaman VOC.

Di tengah hiruk-pikuk lalu lintas Jalur Pantura yang membelah wilayah Lasem di kabupaten Rembang, Jawa Tengah tersembunyi sebuah makam sederhana penuh misteri.

Terletak tidak jauh dari badan jalan. Tepat di sebelah utara Jalur Pantura masuk Dukuh Caruban, Desa Gedongmulyo, Lasem. Tak jauh dengan lokasi Sungai Kiringan atau Kairingan, atau sebelah timurnya, makam ini dikenal masyarakat sebagai makam Mbah Galio atau Mbah Sedandang.


Tidak sedikit yang percaya, ia bukan orang biasa, melainkan seorang inteligen sekaligus pengawal setia Raden Panji Margono, tokoh perlawanan terhadap VOC Belanda dalam Perang Kuning di Lasem.

Sepintas melihat, makam ini nyaris tidak mencolok. Diteduhi pohon tua dan dilindungi cungkup kayu yang sangat sederhana. Keberadaannya seolah terlupakan oleh modernitas. Namun, bagi sebagian masyarakat Lasem, makam ini adalah saksi bisu perjuangan heroik di masa lampau.

“Nama Mbah Galio memang tidak muncul dalam buku-buku sejarah resmi, tapi dalam penuturan masyarakat tua, beliau adalah orang kepercayaan Raden Panji Margono. Perannya cukup penting dalam Perang Kuning melawan VOC yang terjadi sekitar abad ke-18,” ujar Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Sejarah (Forkmas) Lasem, Ernantoro, Minggu (4/5/2025).

Menurut Ernantoro, Mbah Galio bukan sekadar pengawal. Ia disebut-sebut sebagai mata-mata ulung, sebagai seorang intelijen pemberi informasi dalam mengatur strategi perang.

Makam misterius di Pantura Lasem, Rembang, Minggu (4/5/2025). Konon makamnya Mbah Galio (Mbah Sedandang) pengawal Raden Panji Margono, tokoh pemimpin Perang Kuning.Makam misterius di Jalur Pantura Lasem Foto: Mukhammad Fadlil/detikJateng

Ia mampu menyamar dengan sangat baik, bahkan hingga dianggap orang biasa oleh masyarakat umum. Karena kesederhanaan dan kemisteriusannya, ia dijuluki Mbah Sedandang, sosok yang selalu membawa dandang (panci tradisional untuk mengukus) dan berpakaian seperti rakyat jelata.

“Konon, beliau sering muncul tiba-tiba di tempat berbeda. Ini yang membuatnya dijuluki sebagai intelijen. Dia suka nyamar dengan memikuk dandang tiap ke mana-mana. Namun, hingga kini, keberadaan dan identitas aslinya tetap menjadi teka-teki,” tambah Ernantoro.

Perang Kuning sendiri merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah perlawanan lokal Lasem terhadap kolonialisme Belanda.

Dipimpin oleh Raden Panji Margono, perang ini melibatkan jaringan perlawanan rakyat yang tersebar hingga ke pelosok desa. Banyak tokoh penting yang gugur, dan sebagian jejaknya terkubur oleh waktu, salah satunya adalah Mbah Galio.

Meski tidak tercatat dalam arsip resmi kolonial, makam Mbah Galio tetap dihormati oleh warga sekitar. “Tempat ini sering dianggap angker, tapi sebenarnya tidak,” ungkap Ernantoro.

Forkmas Lasem kini tengah mengusulkan agar situs makam Mbah Galio dijadikan cagar budaya lokal, sebagai upaya pelestarian sejarah lisan yang masih hidup di tengah masyarakat.

“Sejarah tidak selalu harus tertulis. Selama masih hidup dalam ingatan kolektif, ia layak dihormati dan dilestarikan,” pungkasnya.

Di tengah lalu lintas kendaraan berat dan debu jalanan Pantura, makam Mbah Galio berdiri diam, menyimpan cerita tentang keberanian, pengabdian, dan misteri yang belum terpecahkan.

——-

Artikel ini telah naik di detikJateng.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com