Tag Archives: monumen nasional

10 Tempat Staycation di Jakarta Kurang dari Rp 500 Ribuan


Jakarta

Staycation jadi salah satu alternatif liburan bagi mereka yang ingin menikmati waktu santai di tengah kota. Jakarta punya berbagai tempat menginap yang nyaman, strategis, dan fasilitas yang cukup lengkap.

Jangan khawatir, staycation di Jakarta tak melulu harus mahal kok. Dengan budget kurang dari Rp 500 ribu per malam, ada berbagai pilihan tempat menginap yang cocok untuk melepas penat sejenak.

Rekomendasi Hotel Staycation Murah di Jakarta

Dirangkum detikTravel dari website resminya dan beberapa situs agen travel online (13/11/2024), berikut adalah beberapa pilihan tempat staycation di Jakarta kurang dari Rp 500 ribu per malam:


1. Ampera Avenue Residence

  • Harga kamar: Mulai dari Rp 350 ribuan.
  • Alamat: Jl. Ampera I No.1, RT.2/RW.9, Ragunan, Jakarta Selatan.

Ampera Avenue Residence lokasinya ada di kawasan komersial Jakarta Selatan. Kamu bisa staycation di sini sambil menikmati kolam renang outdoor hingga lounge bersama.

Selain dapat akses wifi gratis, setiap kamar di sini juga usah dilengkapi dengan AC. Pembuat kopi dan teh, TV layar datar, kulkas mini., kamar mandi shower, handuk bersih dan peralatan mandi gratis juga termasuk fasilitas yang akan tamu dapatkan jika menginap di sini.

2. 101 URBAN Jakarta Thamrin

  • Harga kamar: Rata-rata mulai dari Rp 358 ribu.
  • Alamat: Jl. Taman kebon Sirih I No.3, RT.10, RW. 10, Kp. Bali, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

1O1 URBAN Jakarta Thamrin menawarkan pemandangan kota Jakarta yang menawan. Selain itu, ada kolam renang atap, bar, restoran,kamar berAC, hingga wifi gratis.

Ada berbagai destinasi terdekat untuk dieksplorasi dari sini. Mulai dari pusat perbelanjaan seperti Grand Indonesia, Monumen Nasional hingga Pasar Tanah Abang.

3. Ghurfati Hotel Mangga Besar

  • Harga kamar: Mulai dari Rp 111 ribu.
  • Alamat: Jalan Mangga Besar IV H No.29, Taman Sari, Jakarta Barat.

Di sini, kamu akan mendapatkan wifi gratis di dalam kamar dan pemandangan kota yang menakjubkan dari teras. Dengan lokasi yang strategis untuk menjelajahi harta budaya Jakarta, ini adalah tempat peristirahatan yang sempurna untuk dua wisatawan.

4. Sentral Cawang Hotel

  • Harga kamar: Mulai dari Rp 300 ribuan.
  • Alamat: Jl. Letjen MT Haryono 9, Jakarta Selatan.

Para tamu yang menginap di Sentral Cawang Hotel akan akses layanan concierge dan layanan kamar selama menginap. Kamar hotel ini juga menawarkan kulkas dan AC di setiap ruangannya.

Akses wifi gratis, kolam renang, dan sarapan juga bisa kamu dapatkan di hotel ini. Lokasinya pun cukup strategis. Beberapa lokasi terkenal terdekat dari hotel ini ada Masjid Perahu (3,9 km) dan Makam Perang Jakarta (4,6 km).

5. Hotel Falatehan Jakarta

  • Harga kamar: Mulai dari Rp 286 ribu.
  • Alamat: Jl. Falatehan I No.26, Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Jenis kamar yang tersedia di hotel ini ada suite, superior, dan deluxe. Fasilitas yang bisa kamu gunakan di hotel ini di antaranya, wifi, parkiran, lift , resepsionis 24 jam.

Menariknya, dari sini kita bisa ke pusat perbelanjaan Pasaraya Blok M dengan 5 menit berjalan kaki. Di jalan Mahakam yang berselang 10 menit jalan kaki dari hotel, kalian juga bisa menemukan berbagai pilihan restoran untuk berkuliner.

6. MK Hotel Jakarta

  • Harga kamar: Mulai dari Rp 317 ribu.
  • Alamat: Jl. Ciledug Raya No.1, RT.9/RW.5, Cipulir, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

MK Hotel Jakarta (sebelumnya bernama Kyriad Metro Kebayoran) memiliki resepsionis dan restoran yang buka 24 jam. Setiap kamar di sini juga sudah dilengkapi dengan AC, TV layar datar, meja kerja dan brankas.

Berbagai fasilitas seperti wifi gratis, mini bar, kolam renang infinity juga bisa kamu nikmati. Selain itu, hotel ini juga menyediakan layanan penitipan bagasi dan layanan concierge.

7. Monolog Hotel Pasar Baru

  • Harga kamar: Mulai dari Rp 305 ribu.
  • Alamat: Jalan KH Samanhudi No.25, Jakarta Pusat.

Kamar di hotel bintang 3 ini berlantai kayu dan dilengkapi dengan AC. Fasilitas kamar termasuk meja kerja, TV layar datar, brankas, kamar mandi dengan pengering rambut, shower air panas dan peralatan mandi gratis.

Selain bisa bersantap di hotel, traveler juga bisa eksplor kuliner, di kedai makanan pinggir jalan dan restoran masakan China yang ada di area sekitar hotel.

Bagi yang ingin berwisata, dari sini kamu bisa 15 menit berkendara ke Kota Tua Jakarta. Menuju Stasiun Kereta Api Gambir dan Monumen Nasional bisa ditempuh sekitar 9 menit dengan berkendara.

8. Leaf Hotel

  • Harga kamar: Rp 179-217 ribu.
  • Alamat: Jl. Mangga Besar IV I No.29, RT.3/RW.5, RT.3/RW.1, Taman Sari, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.

Hotel ini bisa jadi pilihan cocok untuk menginap dengan harga terjangkau tapi tetap nyaman. Meskipun terjangkau, resepsionis 24 jam, wifi, parkir, AC, hingga lift masih bisa kamu dapatkan di sini.

9. Asyana Kemayoran Jakarta

  • Harga kamar: Mulai dari Rp 138 ribu.
  • Alamat: Jl. Bungur Besar Raya No.79-81, Kemayoran, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat.

Asyana Kemayoran Jakarta berlokasi di jantung kota Jakarta. Hotel ini menawarkan 131 kamar modern dan nyaman. Setiap kamarnya sudah dilengkapi dengan area tempat duduk, smart TV, AC, dan meja.

Sekitar 1,3 km kamu bisa mengunjungi Masjid Istiqlal. Monumen Nasional berjarak 2 km dari Asyana Kemayoran Jakarta, sedangkan Museum Nasional Indonesia berjarak sekitar 2,5 km.

10. Hotel Alia Matraman Jakarta

  • Harga kamar: Mulai dari Rp 271 ribu.
  • Alamat: Jl. Matraman Raya No.224, RT.4/RW.6, Bali Mester, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.

Lokasi hotel ini berjarak sejauh 550 meter dari Stasiun Jatinegara. Setiap kamarnya sudah dilengkapi dengan televisi, AC, shower dan peralatan mandi gratis.

Di sini, kamu juga bisa menikmati restoran, kolam renang dan WiFi. Jika jenuh di dalam hotel, kamu bisa berkunjung ke City Plaza Jatinegara (350 meter) atau ke Pasaraya Manggarai (2,3 km).

Harga yang disebutkan bisa berubah sewaktu-waktu. Sebagai catatan, harga yang diiklankan di situs agen travel juga mungkin belum termasuk semua pajak dan biaya lainnya. Namun, kamu juga bisa mendapatkan harga lebih murah jika mendapatkan promo.

Itu tadi berbagai pilihan tempat staycation murah di Jakarta dengan fasilitas yang cukup lengkap. Jadi, apakah traveler udah siap menghabiskan waktu liburan untuk healing sambil staycation?

(khq/row)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

4 Destinasi Wisata di Marunda, Jakarta Utara


Jakarta

Selain Ancol, Marunda bisa menjadi pilihan liburan traveler saat berada di Jakarta Utara. Berikut empat spot wisata di Marunda yang bisa dikunjungi.

Saat berkunjung dan berlibur ke Jakarta Utara, destinasi mana saja sih yang akan jadi tujuannya? Mungkin beberapa akan menjawab kawasan Ancol karena banyaknya pilihan dan wahana yang menarik di sana. Tapi selain kawasan Ancol, ada juga nih tempat menarik dan tentunya harganya lebih terjangkau.

Coba deh untuk sesekali berkunjung ke beberapa tempat tentunya selain hemat di kantong juga bakalan ngasih informasi sejarah yang seru. Atau menikmati suasana pantai yang tenang sambil menyaksikan matahari terbenam.


Kesampingkan terlebih dahulu pikiran tentang Jakarta Utara bikin penat jalanannya karena banyak truk-truk besar yang lewat hingga debu jalanan yang tebal. Anggap saja hal-hal tersebut sebagai proses untuk menikmati destinasi ini.

Berikut empat tempat di Marunda, Jakarta Utara:

1. Pantai Marunda

Pantai Marunda, Cilincing, Jakarta Utara diminati pengunjung pada momen libur sekolah kali ini. Biaya masuk terjangkau, pantai pun kian bersih.Pantai Marunda, Cilincing, Jakarta Utara diminati pengunjung pada momen libur sekolah kali ini. Biaya masuk terjangkau, pantai pun kian bersih. (Pradita Utama/detikcom)

Mungkin yang terbersit dalam pikiran dan ingatan tentang pantai ini adalah kotor dan banyak sampah. Ya, jika beberapa tahun lalu pantai tersebut memang memperlihatkan sisi yang seperti itu namun keadaannya sekarang telah berangsur membaik.

detikTravel berkunjung beberapa kali ke kawasan Pantai Marunda belakangan ini dan melihat tumpukan sampah itu mulai menghilang. Keadaan pantai cukup bersih tak seperti tahun-tahun sebelumnya.

Saat ini, petugas PPSU dan petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup Pulau Seribu rutin membersihkan area pantai tersebut. Pantai Marunda pun nyaman untuk dikunjungi.

Waktu tepat untuk menikmati Pantai Marunda ini adalah saat sore hari dan biasanya pantai ini akan mulai ramai dikunjungi sedari pukul 14.00 WIB. Jangan khawatir jika perutmu lapar karena di sini juga banyak tersedia warung cemilan hingga rumah makan masakan khas pantai yang menggiurkan.

Harga tiket masuk: cukup membayar parkir, Rp 5.000 untuk motor dan Rp 10.000 untuk mobil. Jika datang di weekend akan ada biaya tambahan di pintu masuk sebesar Rp 2.000.

Jam buka: tak ada waktu tentu, biasanya pengunjung mulai meninggalkan pantai setelah matahari terbenam.

2. Rumah Si Pitung

Rumah Si Pitung di Marunda, Jakarta UtaraRumah Si Pitung di Marunda, Jakarta Utara (Pradita Utama/detikcom)

Situs cagar budaya ini perlu kamu datengin ketika berada di wilayah Marunda karena biar mengetahui informasi-informasi menarik di bangunan tersebut. Rumah Si Pitung bukan sejatinya rumah yang ditinggali oleh yang bernama Pitung tapi rumah tersebut dahulu milik Haji Marsani yang dijadikan tempat pelarian Pitung.

Naman Pitung sendiri terdapat banyak versi ada yang menyebut nama seseorang dan ada juga yang menyebut nama sebuah kelompok. Tama, yang merupakan pemandu di Rumah Si Pitung, menceritakan versi Pitung yang paling masuk akal adalah versi sebagai kelompok.

“Tujuh orang itu ada nama-namanya lagi tapi yang paling orang kenal itu tuh nama pemimpinnya tuh Radin Muhammad Ali Nitikusuma,” kata Tama saat ditemui detikTravel, Jumat (5/7/2024).

Cerita berbagai versi Pitung ini bakalan kamu dengar langsung jika berkunjung ke Rumah Si Pitung yang terletak di Jalan Kampung Marunda Pulo 2, Cilincing, Jakarta Utara.

Harga tiket masuk: Selasa – Jumat untuk dewasa Rp 10.000, mahasiswa dan anak-anak/pelajar Rp 5.000, rombongan dewasa Rp 7.500, rombongan pelajar/mahasiswa/anak-anak Rp 3.500, dan wisatawan mancanegara Rp 50.000

Untuk Sabtu dan Minggu, dewasa Rp 15.000, mahasiswa Rp 5.000, anak-anak/pelajar Rp 5.000, rombongan dewasa Rp 11.500, rombongan pelajar/mahasiswa/anak-anak Rp 3.750, dan wisatawan mancanegara Rp 50.000

Jam buka: 08.00 – 16.00 WIB, buka setiap hari kecuali hari Senin dan libur nasional.

3. Masjid Al Alam

Masjid Al Alam, Marunda, Jakarta UtaraMasjid Al Alam, Marunda, Jakarta Utara Foto: Pradita Utama/detikcom

Destinasi berikutnya di Marunda masih terdapat kaitannya dengan cerita Pitung. Konon, Pitung pernah singgah ke masjid yang dibangun pada abad ke-17 dan didirikan oleh Pasukan Fatahillah saat akan menyerang Sunda Kelapa.

Di Masjid yang tak terlalu jauh dari Rumah Si Pitung dan Pantai Marunda itu menyimpan segudang cerita yang menarik, juga bangunannya tak berubah sejak dulu. Masjid itu berada di Jalan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara.

Hanya beberapa bagian sudah diperbaiki karena faktor usia, salah satu pengurus masjid Al Alam atau disebut juga Masjid Al Marunda, Kusnadi, mengatakan kalau masjid ini hanya dibangun dalam satu malam saja.

“Masjid Aulia Al Marunda ini dalam waktu semalam saja, itu cerita dari orang tua kita bahwa Masjid Aulia Al Marunda didirikan dalam waktu semalam oleh para aulia,” kata Kusnadi.

Selain sarat dengan cerita sejarahnya, masjid itu juga memiliki sumur yang dikenal dengan sumur tiga rasa. Dari rasa air biasa, asin hingga manis dan setiap orang yang mengangkut air tersebut akan berbeda rasanya,

Harga tiket masuk: gratis

Jam buka: untuk area bangunan Masih Al Alam lama dibuka hanya hingga jam 21.00 WIB, namun untuk area pendoponya dibuka 24 jam dan bisa digunakan untuk beristirahat.

4. Batik Marunda

Warga Rusunawa Marunda terus berkarya dengan memproduksi batik. DI Hari Batik Nasional ini, batik Marunda jadi babak baru batik Betawi.Warga Rusunawa Marunda terus berkarya dengan memproduksi batik. DI Hari Batik Nasional ini, batik Marunda jadi babak baru batik Betawi. (Pradita Utama/detikcom)

Jakarta Utara memiliki salah satu produksi batik yang menarik yaitu Batik Marunda, batik ini memiliki ciri khas motif flora dan fauna serta motif lainnya yang mencakup bangun Jakarta seperti Monumen Nasional (Monas) dan Museum Fatahillah.

Koordinator Produksi Batik Marunda, Mulyadi menjelaskan kalau Batik Marunda ini memiliki perbedaan dengan Batik Betawi. Jika Batik Betawi memakai warna cerah, maka Batik Marunda menggunakan warna yang lebih gelap.

“Yang membedakan batik kita dengan Batik Betawi dia kan cerah, kalau Batik Marunda lebih ke warna-warna gelap kayak merahnya maroon, orangenya agak tua gitu, birunya biru dongker,” kata dia.

Batik Marunda juga dibuat oleh ibu-ibu sekitar di Rusun Marunda, untuk masyarakat yang ingin melihat pembuatan Batik Marunda juga bisa datang ke Rusun Marunda blok A 10 dan untuk tempatnya pun berada di lantai dasar.

Harga tiket masuk: gratis

Jam buka: 10.00 – 17.00 WIB dari Senin – Sabtu

Jadi buat yang bingung untuk mencari destinasi wisata di Jakarta Utara bisa banget nih berkunjung ke beberapa tempat di atas. Silahkan jajal pengalaman menarik wisata di Jakarta Utara ini.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Batik Marunda Identitas Baru, Lahir dari Goresan Tangan Ibu-ibu di Rusunawa



Jakarta

Batik Marunda lahir dari tangan-tangan terampil ibu-ibu rumah tangga di Rusunawa Marunda, Jakarta Utara. Menjadi identitas baru khas Jakarta Utara.

Batik Marunda memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri. Yakni penggabungan motif flora juga fauna. Motif-motif tersebut diambil dari flora dan fauna yang ada di sekitar Jakarta, salah satunya motif wedelia seruni atau seruni rambat di Taman Ayodya.

Selain motif-motif flora dan fauna, batik Marunda juga memiliki motif lain layaknya bangunan-bangunan yang ada di Jakarta seperti Jakarta International Stadium (JIS), Monumen Nasional (Monas) atau kekhasan Betawi lain, seperti penari topeng.


Koordinator Produksi Batik Marunda, Mulyadi, mengatakan secara keseluruhan motif yang dimiliki oleh batik Marunda itu mencapai puluhan dan tentunya bervariasi.

“Banyak sih kalau dihitung-hitung kira-kira 50 lebih mah ada sih, saya nyatetin aja ada lebih (motif),” kata pria yang akrab disapa Mul dalam perbincangan dengan detikTravel, Jumat (5/7/2024).

Kendati sama-sama muncul di Jakarta, batik Marunda berbeda dengan batik Betawi. Perbedaan kedua batik itu terletak pada motif dan penggunaan warna yang dipakai.

Mul mengatakan jika batik Betawi biasa menggunakan warna yang cerah sedangkan Batik Marunda menggunakan warna-warna yang gelap.

“Yang membedakan batik kita dengan batik Betawi kalau batik Betawi dia kan cerah, kalau batik Marunda lebih ke kayak warna-warna gelap. Kayak merahnya merah marun, orange-nya agak tua gitu, birunya biru dongker,” kata Mul.

Batik Marunda diproduksi di Rusunawa Marunda Blok A 10 dan berada tepat di lantai dasar.

Sejak 2014

Mul menceritakan batik Marunda baru berumur satu dekade, tepatnya sejak 2014. Batik itu diawali dari program pembinaan yang diinisiasi oleh Iriana, ketika Joko Widodo masih menjabat sebagai Gubernur Jakarta pada 2013.

“Batik Marunda itu dari tahun 2014 waktu itu kita dari Dekranasda tuh pelatihan, pelatihannya berjenjang tiga bulan kelar terus tiga bulan ada lagi. Setelah itu kita berjalan dan udah diperkenalkan gitu,” kata Mul.

Dari pembinaan itulah kini pembuat batik Marunda di rusun mencapai 10 orang.

Biasanya untuk kain batik dengan motif yang rumit perlu waktu hingga dua minggu pengerjaannya, seperti motif pinisi. Namun bagi salah satu pecanting Batik Marunda, Saras, menyebut dalam satu hari bisa menorehkan malam ke dalam lima kain yang nantinya akan melalui proses selanjutnya untuk menjadi kain batik yang cantik.

“Kalau saya itu bisa lima, bisa juga enam,” kata dia.

Dalam setiap cairan malam yang ia goreskan dalam sebuah kain itu berbagai motif, tak ada motif andalan pelanggan yang spesial. Dari pemaparannya setiap motif Batik Marunda ini laku secara pemasaran jadi setiap hari ia bisa mencanting berbagai motif Batik Marunda.

“Cuma yang sering kita canting semua pesanan itu pasti semua motif, beragam sih maksudnya nggak selalu monoton satu motif,” kata Saras.

Batik Marunda merupakan batik yang dikerjakan semuanya menggunakan tangan atau yang dikenal juga dengan batik tulis. Saras menyebut batik Marunda memiliki kekhasan kendati motifnya sama tapi yang mencantingnya berbeda orang maka hasilnya pun akan memiliki perbedaan.

“Semuanya dikerjakan dengan tangan jadi setiap motif yang kita kerjakan itu pasti beda karena biar satu gambar, satu motif tangan kita tuh beda. Jadi satu kreasi orang itu nggak semua sama jadi kita tahu ‘oh ini motifnya yang ngerjain Ibu Misrida atau oh ini cantingannya Bu Saras,” kata dia.

Rata-rata ukuran kain yang dicanting oleh para ibu-ibu di Rusunawa Marunda ini sekitar 2,5 meter. Proses membatik untuk batik Marunda juga sama seperti proses batik lainnya, mulai dari menjiplak gambar, mencanting, memberikan warna, lorot atau menghilangkan malam pada kain hingga menjemurnya,

Setelah itu, kain batik Marunda pun siap untuk dipasarkan. Saras menyebut harga satu kain batik Marunda berada di kisaran Rp 1,5 juta.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Ada Apa di Taman Lapangan Banteng? Ini 6 Aktivitas Seru dan Cara Ke Sana


Jakarta

Jakarta memiliki banyak area terbuka cantik yang cocok untuk tempat rekreasi di akhir pekan, salah satunya Lapangan Banteng. Kawasan ini terkenal dengan Monumen Pembebasan Irian Barat yang menjulang tinggi di tengah dan sangat ikonik.

Taman Lapangan Banteng termasuk landmark strategis di Jakarta. Lokasinya berada tidak jauh dari Masjid Istiqlal dan Katedral Jakarta. Menariknya, berbagai acara kerap digelar di sini sehingga banyak orang yang datang berkunjung.

Selain itu, area Lapangan Banteng menjadi tempat yang pas untuk berolahraga. Terdapat lapangan bola dan jalur lari di sana. Makin penasaran dengan kawasan taman satu ini? Temukan informasi lebih lengkapnya di bawah.


Ada Apa Saja di Taman Lapangan Banteng?

Ada sejumlah spot dan aktivitas seru yang dapat kamu lakukan di Lapangan Banteng, yakni sebagai berikut:

1. Pertunjukan Air Mancur

Jadwal Air Mancur Lapangan BantengWarga menyaksikan pertunjukan air mancur menari di Lapangan Banteng, Jakarta, Sabtu (18/6/2022). Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali menghadirkan pertunjukan air mancur menari setiap akhir pekan dan terbagi dalam tiga sesi, yakni pukul 18.30 WIB, 19.30 WIB dan 20.15 WIB, setelah dua tahun ditiadakan akibat pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc.Pertunjukan air mancur di Lapangan Banteng. (Muhammad Adimaja/Antara)

Ini adalah salah satu daya tarik utama dari Taman Lapangan Banteng. Show air mancurnya digelar hari Sabtu dan Minggu saja pada jam 18.30 dan 19.30. Pertunjukannya semakin meriah dengan berhiaskan lampu warna-warni yang menyala indah di malam hari.

2. Berbagai Event Seru

Lapangan Banteng jadi spot langganan berbagai hajatan event. Mulai dari festival makanan, bazar pernak-pernik, pameran tanaman dan satwa, hingga konser. Berbagai acara ini juga yang menarik warga berdatangan ke sana.

Acara di Taman Lapangan Banteng selanjutnya yang akan diadakan yaitu Festival Raya Indonesia yang berlangsung selama 30 Agustus-1 September 2024. Pengunjung akan menemukan bazar makanan, mini zoo & pet show, sampai konser gratis.

3. Area Bermain

Menghabiskan akhir pekan di Lapangan Banteng, Jakarta PusatLapangan Banteng di Jakarta Pusat. (Muhammad Lugas Pribady/detikTravel)

Kamu akan menemukan area bermain anak di Taman Lapangan Banteng. Di sini anak-anak bisa bermain papan seluncur, ayunan, hingga jungkat-jungkit. Orang tua pastikan tetap memperhatikan anak-anaknya yang sedang bermain di sana ya.

4. Tempat Olahraga

Taman Lapangan Banteng menjadi spot yang pas untuk berolahraga. Biasanya pengunjung akan jogging, jalan santai, atau berlari dengan mengitari area taman. Tak sedikit juga bermain sepak bola maupun bermain basket di lapangan khusus yang tersedia.

5. Spot Foto

Semenjak revitalisasinya selesai pada 2018 silam, Taman Lapangan Banteng semakin cantik. Hamparan rumput hijaunya dan deretan pepohonannya terlihat asri. Sejumlah tempat duduk juga disebar di beberapa titiknya.

Di satu area terdapat spot payung warna-warni bergantungan yang sekelilingnya ditanam pohon palem. Tempat-tempat tersebut sering kali dijadikan spot foto andalan oleh para pengunjung.

Lapangan Banteng beralamatkan di Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Letaknya dekat dengan Masjid Istiqlal dan Katedral Jakarta. Lokasinya pun tidak terlalu jauh dari Monumen Nasional (Monas), sekitar 2 km saja.

Lapangan Banteng dapat dijangkau menggunakan kendaraan pribadi maupun umum seperti KRL, Transjakarta, MRT, dan transportasi online. Kalau tertarik ke tempat rekreasi ini, simak cara ke Taman Lapangan Banteng dengan berbagai transportasi yang dikutip dari catatan detikcom berikut:

– Cara ke Lapangan Banteng Naik KRL

Untuk menuju Taman Lapangan Banteng menggunakan KRL, traveler dapat turun di Stasiun Juanda. Setelahnya, kamu bisa lanjut berjalan kaki berjarak kurang lebih 750 m dengan waktu tempuh sekitar 10 menit. Bisa juga memesan transportasi online menuju ke sana jika lelah berjalan.

– Cara ke Lapangan Banteng Naik Transjakarta

Pengguna Transjakarta dapat menaiki bus koridor 6H (Senen-Lebak Bulus) atau 1P (Blok M-Senen) untuk menuju ke sini. Nantinya kamu bisa turun di halte Lapangan Banteng 1, 2, 3, atau halte Kantor Pos Lapangan Banteng 3. Lanjut berjalan sebentar sampai ke area Taman Lapangan Banteng.

– Cara ke Lapangan Banteng Naik MRT

Lapangan Banteng juga dapat dijangkau dengan MRT. Nantinya traveler bisa turun di Stasiun Bundaran HI. Lanjut menaiki transportasi online berjarak sekitar 5 km dengan waktu tempuh kisaran 13 menit saja.

Menghabiskan akhir pekan di Lapangan Banteng, Jakarta PusatLapangan Banteng di Jakarta Pusat. (Muhammad Lugas Pribady/detikTravel)

Fasilitas Taman Lapangan Banteng

Fasilitas umum yang tersedia di Lapangan Banteng sudah cukup lengkap. Terdapat mushola, toilet, pos keamanan, sentra UMKM, amfiteater, serta area bermain anak. Hamparan rumput hijau di bawah pohonnya cocok juga jadi spot piknik.

Kamu juga tidak perlu khawatir kelaparan karena di sekeliling kawasan taman ini berjejer banyak pilihan kuliner yang siap mengganjal perut keroncongan.

Nah, itu tadi informasi seputar Taman Lapangan Banteng di Jakarta Pusat. Jadi, traveler tertarik berekreasi di sana nggak nih?

(azn/row)



Sumber : travel.detik.com

Hari Pahlawan 10 November, Ini 6 Objek Wisata Sejarah di Jakarta



Jakarta

Hari Pahlawan diperingati setiap 10 November sejak tahun 1961. Berikut objek wisata di Jakarta yang lekat dengan perjuangan pahlawan.

Pada peringatan Hari Pahlawan itu menjadi momen penting bagi bangsa Indonesia untuk mengenang dan menghargai perjuangan para pahlawan yang telah berkorban demi kemerdekaan.

Salah satu cara terbaik untuk memperdalam makna perjuangan tersebut adalah dengan mengunjungi berbagai objek wisata sejarah yang menjadi saksi bisu perjuangan mereka.


Di Jakarta, terdapat sejumlah tempat yang memiliki nilai sejarah tinggi dan menyimpan banyak cerita dari masa-masa perjuangan para pahlawan.

Dirangkum oleh detikTravel, berikut beberapa destinasi bersejarah di Jakarta yang layak dikunjungi untuk meresapi semangat heroisme dan mengenang jasa para pahlawan.

1. Museum Sumpah Pemuda

Pengunjung berfoto bersama saat mengunjungi Museum Sumpah Pemuda di Jakarta, Senin (28/10/2024). Museum tersebut menyelenggarakan Sumpah Pemuda Youth Fest dalam rangka peringatan 96 tahun Sumpah Pemuda yang diisi dengan berbagai kegiatan edukatif dan hiburan, termasuk pertunjukan seni, serta atraksi budaya yang melibatkan sekitar 700 peserta dari berbagai kalangan. ANTARA FOTO/Muhammad Ramdan/aww.Pengunjung berfoto bersama saat mengunjungi Museum Sumpah Pemuda di Jakarta, Senin (28/10/2024).

Museum Sumpah Pemuda adalah tempat bersejarah yang terkait erat dengan peristiwa bersejarah Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928, sebuah momentum penting yang menjadi dasar persatuan dan identitas nasional Indonesia.

Berdirinya Museum Sumpah Pemuda merupakan hasil gagasan dari para pelaku Kongres Pemuda Kedua berikrar. Dalam ikrar tersebut, para pemuda berjanji untuk bertumpah darah satu, tanah air Indonesia, berbangsa satu, bangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Sumpah ini menjadi tonggak penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, karena menegaskan semangat persatuan dan kebangsaan di tengah masyarakat yang beragam, yang ingin menjaga semangat persatuan itu tetap hidup di kalangan generasi muda. Museum ini dulunya adalah rumah milik Sie Kong Lian, seorang tokoh Tionghoa pada abad ke-20, yang kini dialihfungsikan menjadi tempat wisata sejarah.

Destinasi ini sangat cocok untuk menumbuhkan semangat persatuan dan nasionalisme abadi di hati pemuda Indonesia,berlokasi di Jl. Kramat Raya No. 106 Jakarta Pusat menjadi ruang untuk mengenang serta menghargai komitmen para pemuda bangsa, dalam memperjuangkan kemerdekaan dan persatuan Indonesia.

2. Monumen Nasional

Manuver Tim Jupiter TNi AU bentuk love sign di langit MonasMonas (Wildan Noviansah/detikcom)

Sebagai ikon Jakarta, Monumen Nasional (Monas) tidak hanya menjadi simbol perjuangan bangsa, tetapi juga menyimpan berbagai diorama yang menggambarkan perjalanan bangsa Indonesia dalam mencapai kemerdekaan.

Di dalam Monas, terdapat ruang pameran sejarah yang menampilkan peristiwa-peristiwa penting dalam perjalanan menuju kemerdekaan, menjadikannya sebagai destinasi edukatif yang sarat makna bagi para pengunjung.

Salah satu spot menarik yang bisa dijelajahi adalah ruang museum yang berada di bawah Monas, sekitar 3 meter di bawah permukaan tugu, dengan 51 jendela peragaan (diorama) yang mengabadikan sejarah perjuangan bangsa Indonesia dari berbagai zaman.

Selain itu, terdapat Ruang Kemerdekaan yang menampilkan peta kepulauan Indonesia, bendera Sang Saka Merah Putih, lambang negara Bhineka Tunggal Ika, dan pintu gapura dengan naskah Proklamasi.

Di sekeliling monumen, relief sejarah Indonesia menggambarkan perjalanan bangsa mulai dari masa penjajahan Belanda, perjuangan rakyat Indonesia, hingga era pembangunan modern.

Pada bagian pelataran puncak Monas yang berada di ketinggian 115 meter, dengan luas 11 x 11 meter dan mampu menampung hingga 50 orang, pengunjung dapat menikmati pemandangan Jakarta dari ketinggian, lengkap dengan fasilitas teropong untuk melihat lebih jelas sejauh mata memandang Ibu Kota Jakarta. Untuk harga tiket masuk Monas, pengunjung dewasa dikenakan tarif Rp 24.000, mahasiswa Rp 13.000, dan anak-anak Rp 6.000.

3. Taman Makam Pahlawan Kalibata

Sejarah Taman Makam Pahlawan Kalibata dikenal sebagai lokasi peristirahatan terakhir para pahlawan maupun tokoh-tokoh penting di Indonesia. Ini ulasannya.Sejarah Taman Makam Pahlawan Kalibata dikenal sebagai lokasi peristirahatan terakhir para pahlawan maupun tokoh-tokoh penting di Indonesia. Ini ulasannya. (Rifkianto Nugroho/detikcom)

Tempat ini memiliki luas mencapai 247.423 meter persegi (24,7 hektare) dan meskipun bukan museum, ia memiliki peran yang sangat penting untuk mengenang para pahlawan yang telah gugur lebih dari 7.000 orang korban militer dan veteran, termasuk deretan tokoh-tokoh penting, mulai dari pejabat tinggi negara hingga anggota militer bersemayam disini.

Didirikan sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan atas jasa-jasa mereka bagi bangsa dan negara, tempat ini juga berfungsi sebagai sarana pelestarian nilai-nilai yang diwariskan oleh para pahlawan dan perintis bangsa, serta menanamkan semangat kesetiakawanan sosial bagi masyarakat.

Selain menjadi objek studi dan tempat ziarah wisata, tempat ini dibuka untuk umum setiap hari dari pukul 06.00 hingga 18.00 dan berlokasi di Jalan Raya Kalibata No. 14, RT 14/RW 1, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan.

4. Monumen Pancasila Sakti

Hari Kesaktian Pancasila 2021: Tema dan Pedoman UpacaraMonumen Pancasila Sakti (Agung Pambudhy/detikcom)

Tempat ini sangat cocok bagi para traveler yang ingin mempelajari lebih dalam tentang sejarah pahlawan bangsa, berlokasi di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur, dan dibangun untuk mengenang tujuh pahlawan revolusi yang gugur dalam tragedi Gerakan 30 September (G30S) sebagai upaya pemberontakan yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI).

Monumen ini mulai dibangun pada Agustus 1967 dan diresmikan pada 1 Oktober 1969 oleh Presiden Soekarno. Di area ini terdapat sebuah sumur tua yang menyimpan sejarah kelam bangsa Indonesia, menjadi saksi bisu dari kejadian tragis yang menimpa para pahlawan revolusi.

Dikutip dari buku ‘Mengenal Lebih Dekat: Bangunan Bersejarah Indonesia karya Nunung Marzuki,’ terdapat tujuh pahlawan yang gugur dalam peristiwa ini, yaitu Panglima Angkatan Darat Letjen TNI Ahmad Yani, Mayjen TNI R. Suprapto, Mayjen TNI M.T. Haryono, Mayjen TNI Siswondo Parman, Brigjen TNI D.I. Panjaitan, Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo, dan Lettu Pierre Tendean. Bagi traveler yang berminat bisa mengeluarkan sebesar Rp 5.000 untuk dewasa dan Rp 3.000 untuk pelajar dan mahasiswa buka dari pukul 08.00 hingga 15.30 WIB.

5. Museum Kebangkitan Nasional

Pameran bertajuk 'Kita Serumpun' digelar di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta, Selasa (13/8/2024).Museum Kebangkitan Nasional. (Rifkianto Nugroho/detikcom)

Berlokasi di Jalan Abdul Rachman Saleh No. 26, Jakarta, museum ini menampilkan sejarah pergerakan Budi Utomo yang diprakarsai oleh delapan pelajar STOVIA (School Tot Opleiding Van Inlandsche Artsen) yang belajar ilmu kedokteran pada tanggal 20 Mei 1908, yang kemudian menjadi tonggak awal pergerakan nasional Indonesia.

Di dalam museum ini, pengunjung dapat menemukan beberapa spot menarik yang menggambarkan kehidupan dan perjuangan para pelajar STOVIA, seperti ruang yang memamerkan alat-alat kedokteran, alat racikan untuk ramuan obat, ruang belajar, ruang asrama STOVIA, serta Memorial Hall Budi Utomo yang penuh dengan informasi mengenai sejarah berdirinya organisasi ini.

Museum itu buka setiap hari Selasa hingga Minggu, mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, dengan tiket masuk sebesar Rp 5.000 untuk dewasa, Rp 3.000 untuk anak-anak, dan Rp 25.000 untuk turis.

6. Museum Nasional

Museum Nasional di Jakarta resmi dibuka kembali untuk pengunjung pada Selasa (15/10/2024) setelah penutupan sementara akibat kebakaran yang melanda Gedung A.Museum Nasional di Jakarta resmi dibuka kembali untuk pengunjung pada Selasa (15/10/2024) setelah penutupan sementara akibat kebakaran yang melanda Gedung A. (Hilalia Kani Juliana)

Museum Nasional Indonesia kembali dibuka untuk umum pada tanggal 15 Oktober 2024, setelah sebelumnya ditutup akibat kebakaran yang terjadi pada 16 September 2023.

Dikenal juga sebagai Museum Gajah, museum ini kini menampilkan penataan koleksi yang lebih rapi serta beberapa area baru, seperti pameran khusus pasca kebakaran dan area repatriasi melihat benda-benda warisan budaya hasil diplomasi dari 1949 hingga saat ini.

Pengunjung juga dapat menikmati pameran menarik yang memungkinkan mereka melihat kemiripan wajah pribadi dengan karakteristik paras suku dan daerah di Indonesia.

Museum Nasional buka setiap hari Selasa hingga Minggu, mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB, dengan harga tiket masuk Rp 25.000 untuk dewasa, Rp 15.000 untuk anak-anak, dan Rp 50.000 untuk wisatawan asing (WNA).

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

8 Lokasi Terbaik di Indonesia Mengabadikan Momen Kemerdekaan



Jakarta

Merayakan momen HUT ke-80 Republik Indonesia bisa nih dengan memilih latar destinasi yang epik, mulai dari bangunan bersejarah hingga landscape alam yang memukau. Mana nih favoritmu?

detikcom telah merangkum, Rabu (13/8/2025) tempat-tempat terbaik untuk mengabadikan momen HUT RI dengan latar merah putih di postingan sosial media mu.

1. Monumen Nasional

Pengunjung menaiki kereta wisata di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu (12/7/2025).Pengunjung di Monumen Nasional (Monas) Foto: Ari Saputra

Monas yang selalu jadi destinasi favorit warga Jabodetabek bisa nih jadi latar foto untuk momen kemerdekaan nanti. Menara dengan emas raksasa di puncaknya ini diresmikan pada tanggal 17 Agustus 1961 oleh Presiden Soekarno (dibuka untuk umum pada 12 Juli 1975).


Monas juga sebagai simbol perjuangan rakyat Indonesia dalam merebut kemerdekaan dari penjajahan. Setiap elemen Monas memiliki filosofi kebangsaan, contohnya. puncaknya yang berbentuk lidah api berlapis emas memiliki ketinggian 17 meter yang melambangkan semangat perjuangan yang menyala abadi.

2. Tugu Proklamasi

Tugu Proklamasi berada di Jl. Proklamasi No.10, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat. Tepat di area Taman Proklamasi.

Tugu ini dibangun untuk memperingati momen pembacaan naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia oleh Soekarno pada tanggal 17 Agustus 1945, yang dilakukan di rumahnya di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 (kini: Jl. Proklamasi No. 10).

Jadi di sini kamu bisa menemukan patung perunggu seukuran asli dari Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta saat membacakan proklamasi.

3. Gunung Bromo

Wisata Gunung Bromo.Wisata Gunung Bromo. Foto: Dok. Esti Widiyana/detikJatim)

Gunung Bromo berada di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Menyambut momen HUT RI ke-80 kamu bisa nih melihat pengibaran bendera merah putih dengan latar yang ciamik. Coba deh cari tahu jadwal pengibaran bendera atau kamu juga bisa membawa bendera sendiri lalu berfoto dengan latar indahnya Gunung Bromo.

4. Danau Toba

Keindahan Danau Toba bisa juga tempat untuk mengabadikan foto dengan latar Sang Saka Merah Putih.

5. Lawang Sewu

Lawang Sewu.Lawang Sewu. Foto: pariwisata.semarangkota.go.id

Bangunan 1.000 pintu yang jadi daya tarik Semarang ini dibangun pada tahun 1904 – 1907 yang awalnya berfungsi sebagai Kantor pusat Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS), perusahaan kereta api Hindia Belanda.

Fakta menarik nih, saat perjuangan kemerdekaan, bangunan ini menjadi lokasi pertempuran sengit antara pemuda Indonesia dan tentara Jepang (peristiwa “Pertempuran 5 Hari di Semarang”). Jadi kamu menjadikan Lawang Sewu latar berfoto karena ada sejarah kemerdekaannya di sini.


6. Kota Tua

Kota Tua adalah kawasan pusat pemerintahan, perdagangan, dan militer pada masa kolonial Belanda, dikenal dengan nama Batavia. Sekarang Kota Tua jadi destinasi favorit dan ikonnya Jakarta.

Kamu bisa nih mengabadikan momen Kemerdekaan RI dengan latar arsitektur Kota Tua atau berkunjung ke museum-museumnya.

7. Ragam museum atau bangunan yang menceritakan kemerdekaan dan proklamasi

Gedung Museum Perumusan Naskah Proklamasi di Jalan Imam Bonjol No 1, Rabu (16/8/2023)Gedung Museum Perumusan Naskah Proklamasi di Jalan Imam Bonjol No 1, Rabu (16/8/2023) Foto: Museum Proklamasi/Sudrajat-detikcom

Merayakan momen HUT RI ke-80, kamu bisa datang ke berbagai museum yang menceritakan tentang perjuangan kemerdekaan EI. Seperti Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Tugu Proklamasi, Rumah Rengasdengklok, Gedung Joang ’45 hingga Benteng Rotterdam.

8. Istana Merdeka Jakarta

Istana Merdeka Jakarta selalu menjadi lokasi upacara kenegaraan, termasuk Hari Kemerdekaan 17 Agustus. Kamu bisa nih berfoto-foto setelah pelaksanaan upacara kemerdekaan.

(sym/ddn)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
image : unsplash.com / Thomas Tucker