Tag Archives: mudik 2024

Tips Rumah Bebas Debu Selama Ditinggal Mudik


Jakarta

Saat pergi mudik, rumah akan ditinggal selama beberapa hari. Masalah yang sering muncul adalah masalah debu yang menumpuk di rumah. Debu bisa mengganggu kenyamanan dan kebersihan rumah, dan bisa menjadi pekerjaan rumah yang melelahkan untuk dibersihkan setelah pulang dari mudik. Oleh karena itu penting untuk menjaga rumah supaya bebas agar kita bisa menikmati liburan tanpa khawatir kembali ke rumah yang berdebu.

Bagaimana caranya? Ada beberapa tips sederhana yang bisa membantu menjaga rumah tetap bebas debu selama kita pergi mudik. Melansir dari laman Apartment Therapy, simak tipsnya di bawah ini.

Kemasi Kertas dan Kain

Bereskan pakaian kotor dan pakaian yang berserakan karena kain adalah salah satu tempat menumpuknya debu. Lebih baik untuk menyimpan pakaian yang tidak terpakai di dalam kotak penyimpanan. Selain itu, pastikan untuk merapikan kertas sebelum berangkat. Majalah, koran, dan kotak kardus sering menjadi sumber debu, jadi lebih baik untuk menyimpannya di luar ruangan jika memungkinkan.


Bersihkan Rumah Menggunakan Vacuum Cleaner

Membersihkan rumah dengan vacuum cleaner adalah hal yang wajib dilakukan sebelum pergi mudik. Vacuum cleaner memiliki kemampuan untuk membersihkan debu dengan lebih efektif dibandingkan dengan sapu. Jadi, agar rumah tidak terlalu berdebu saat ditinggal, pastikan untuk membersihkan setiap sudutnya menggunakan vacuum cleaner.

Gunakan Alat Pembersih Udara (Air purifier)

Menggunakan air purifier akan sangat membantu kamu untuk mendapatkan rumah yang bebas debu saat ditinggal mudik. Mesin berguna untuk mengumpulkan dan memerangkap debu yang ada di udara. Pastikan untuk menggunakan air purifier yang sudah menggunakan filter HEPA dan letakkan di dekat pintu atau jendela untuk hasil yang maksimal.

Lapisi Perabotan di Rumah dengan Koran atau Plastik

Melapisi barang-barang di rumah dengan koran atau plastik adalah cara sederhana namun efektif untuk melindungi mereka dari debu dan kotoran. Koran atau plastik bertindak sebagai penghalang yang mencegah debu menempel langsung pada permukaan barang, sehingga memudahkan dalam membersihkannya nanti. Barang-barang yang penting untuk ditutupi adalah kasur, sofa, dan bagian atas lemari atau meja. Setelah kembali ke rumah, kamu hanya cukup membuang atau membereskan koran dan plastik tersebut tanpa harus membersihkan perabotan rumah satu-persatu.

Ikuti berita-berita terkini arus mudik dan arus balik di BRI Teman Mudik.

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

8 Spot Foto di Jalur Mudik Pantura yang Estetik dan Menarik Dikunjungi


Jakarta

Sebentar lagi kita akan memasuki musim mudik, di mana setiap orang yang merantau akan pulang kampung untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri atau sekedar menikmati libur panjang bersama keluarga di rumah.

Nah, bagi kamu para pemudik terutama yang melewati jalur Pantura, salah satu jalur yang ramai pemudik setiap tahunnya, jangan sampai lewatkan tempat-tempat dengan spot foto estetik di bawah ini.

Pilihan Spot Foto di Jalur Mudik Pantura

Berikut ini beberapa tempat yang bisa kamu pilih sebagai spot foto saat mudik melewati jalur Pantura.


1. Masjid Menara Kudus

Masjid dan Menara Kudus, Sabtu (9/3/2024).Masjid dan Menara Kudus, Sabtu (9/3/2024). Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng

Mudik ketika lebaran sangat cocok untuk kita melakukan wisata religi ke Masjid Menara Kudus yang tidak hanya estetik tapi juga bernilai historis dan sarat akan akulturasi budaya.

Masjid Menara Kudus terletak di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Masjid yang bernama asli Masjid Al-Quds ini dibangun pada 1685 Masehi oleh salah satu ‘Walisongo’, ulama penyebar agama Islam di tanah Jawa, yaitu Sunan Kudus atau Syekh Ja’far Shodiq.

Hal yang unik dan menjadi daya tarik dari masjid ini adalah arsitektur masjid yang penuh dengan nilai historis dan sarat akan akulturasi budaya Islam dan Hindu.

Misalnya struktur bangunan, menara yang seperti candi, dan gapura yang sangat kental dengan kebudayaan Hindu. Sementara itu, ornamen masjid di dalamnya sangat kental dengan nilai-nilai keislaman.

Simbol akulturasi pada masjid ini merupakan bentuk perjuangan dakwah Sunan Kudus dalam mengislamkan masyarakat Jawa dengan damai dan tanpa kekerasan. Kamu juga bisa sekalian berziarah ke makam Sunan Kudus yang terletak di samping Masjid Menara Kudus ini.

2. Masjid Agung Jawa Tengah

Sejumlah warga menghabiskan waktu menjelang berbuka puasa (ngabuburit) dengan berwisata di kompleks Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Semarang, Jawa Tengah, Selasa (12/3/2024). Selain sebagai tempat ibadah, masjid berkapasitas 15.000 jamaah yang dibangun pada tahun 2002 dengan luas 10 hektare itu menjadi salah satu destinasi favorit warga maupun wisatawan dari daerah lain karena memiliki gaya aristektur unik yakni perpaduan gaya Jawa Arab dan Romawi. ANTARA FOTO/Makna Zaezar/Spt.Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Semarang, Jawa Tengah, Selasa (12/3/2024). Foto: ANTARA FOTO/Makna Zaezar

Saat mudik, kita masih berada di suasana Bulan Ramadhan. Maka tidak ada salahnya untuk berkunjung ke Masjid Agung Jawa Tengah untuk berwisata religi.

Masjid yang terletak di Kota Semarang ini memiliki gaya arsitektur yang sangat menarik karena memadukan tiga arsitektur, yaitu gaya Jawa, Roma, dan Arab.

Dilansir dari detikJateng (29/3/2023) gaya arsitektur tersebut terlihat dari motif-motif batik yang merupakan seni tradisional Jawa yang terlihat di bagian dasar tiang.

Kemudian, seni kaligrafi di area dinding masjid yang sarat akan budaya Timur Tengah. Selain itu, budaya Roma yang terlihat dari lapisan warna-warna desain interior masjid.

Terdapat pula payung hidrolik besar yang membuat masjid ini mirip dengan Masjid Nabawi di Madinah. Masjid estetik ini bisa menjadi salah satu tujuan berwisata dan spot foto ketika mudik melewati jalur Pantura.

3. Lawang Sewu

Lawang Sewu.Lawang Sewu. Foto: pariwisata.semarangkota.go.id

Masih berada di sekitar Semarang, tempat spot foto estetik selanjutnya adalah Lawang Sewu.

Dilansir dari Visit Jawa Tengah, Lawang Sewu adalah bangunan megah bergaya arsitektur art deco yang dulunya merupakan Kantor Pusat Kereta Api Belanda (Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij/NIS), terletak di Komplek Tugu Muda.

Bangunan ini dirancang oleh arsitek Belanda Prof. Jacob F. Klinkhamer dan B.J. Queendag, dibangun sekitar tahun 1903, dan diresmikan pada tanggal 1 Juli 1907.

Di kalangan masyarakat Semarang, bangunan ini lebih dikenal dengan sebutan Gedung Lawang Sewu karena memiliki banyak pintu. “Lawang” dalam bahasa Jawa berarti pintu, dan “Sewu” berarti seribu.

Gedung ini menjadi warisan budaya dengan arsitektur yang antik dan estetik. Kamu wajib mampir ke tempat ini jika mudik melewati Semarang.

4. Gedung Djoeang ’45

Gedung Djoeang '45 Surakarta.Gedung Djoeang ’45 Solo. Foto: dok. Badan Promosi Pariwisata Daerah Kota Surakarta

Masih dengan gedung bergaya Eropa yang tentunya cocok untuk spot foto. Kali ini bertempat di Solo, Jawa Tengah. Gedung ini bernama Gedung Djoeang 45.

Salah satu keunikan Gedung Djoeang 45 Solo adalah bangunannya yang merupakan salah satu bangunan bersejarah sekaligus ikon perjuangan Solo.

Dibangun pada masa kolonial Belanda, gedung bersejarah ini terdaftar di bagian Monumen Peninggalan. Ini merupakan peninggalan pemerintah kolonial Belanda.

Tempat yang baru dibuka pada 20 September 2019 ini memiliki banyak spot foto instagramable apalagi pada malam hari ketika lampu-lampu mulai menghiasi komplek gedung.

5. Lasem Tiongkok Kecil

Lasem Tiongkok Kecil.Pondok Pesantren dengan Bangunan Bergaya Tiongkok di Lasem. Foto: humas.jatengprov.go.id

Tempat wisata dengan spot foto estetik di jalur mudik Pantura selanjutnya adalah Tiongkok kecil di Lasem, Rembang. Tempat ini merupakan sebuah kompleks pecinan terkenal yang ada di Rembang, Jawa Tengah.

Dilansir dari laman Visit Jawa Tengah, julukan ‘Tiongkok Kecil’ disematkan karena dipercayai sebagai tempat kedatangan awal orang Tiongkok di pulau Jawa.

Lasem juga terkenal sebagai pusat batik yang terkenal dari tiga negeri. Di sini, banyak terdapat klenteng kuno yang berusia ratusan tahun, seperti Klenteng Cu An Kiong di Jalan Dasun.

Meskipun demikian, Lasem juga memiliki pondok pesantren tua yang memiliki arsitektur Tiongkok, seperti Pondok Pesantren Al-Hidayat Asy-Syakiriyyah di Soditan dan Pondok Pesantren Kauman di Karangturi. Tidak mengherankan jika Lasem dianggap sebagai kota yang toleran.

Ketika mengunjungi Lasem, jangan lupa melihat salah satu bangunan tua yang menjadi simbol pariwisata, yaitu Rumah Merah Heritage Lasem. Kawasan ini sangat estetik untuk kamu berfoto-foto atau sekedar mampir ke tempat ini.

6. Grand Maerakaca

Lumina di Grand Maerakaca SemarangLumina di Grand Maerakaca Semarang. Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom

Melakukan perjalanan panjang seperti mudik memang sangat melelahkan. Oleh karena itu tidak ada salahnya jika beristirahat melepas penat dan mampir ke tempat yang estetik di Semarang yaitu Grand Maerakaca.

Tempat ini sering disebut dengan Taman Mini Jawa Tengah. Di sini kamu dapat melihat berbagai replika dan miniatur bangunan khas yang tersebar di seluruh Provinsi Jawa Tengah.

Ada sekitar 30 bangunan atau rumah adat yang memiliki karakteristik unik dari setiap Kabupaten/Kota di Jawa Tengah.

Daya tarik tempat ini tidak hanya terbatas pada replika miniatur rumah adat, tetapi juga berasal dari berbagai macam pameran yang ditampilkan.

Pameran ini memiliki beragam bentuk, mulai dari kerajinan tangan, makanan dan minuman khas, hingga pakaian khas dari setiap daerah di Jawa Tengah.

Kemudian, yang paling menarik adalah kamu bisa melakukan mangrove tracking dengan melewati hutan mangrove yang sangat estetik.

7. Brown Canyon

Brown Canyon SemarangBrown Canyon Semarang. Foto: (Dok. addy_addy13/Instagram)

Masih di sekitar Semarang, tetapi spot foto kali ini adalah wisata alam terbuka, yakni Brown Canyon. Selain sebagai spot foto, tempat ini juga cocok untuk melepas penat selama mudik di jalur Pantura.

Tempat yang terletak di Semarang ini sering disebut dengan Grand Canyon-nya Semarang karena memiliki tekstur tanah dan tebing-tebing seperti Grand Canyon yang ada di Amerika Serikat.

Tempat ini sangat estetik untuk kamu yang suka berburu foto. Untuk mendapatkan foto terbaik disarankan datang di pagi atau sore hari ketika cuaca tidak terlalu panas.

8. Agrowisata Kaligua

Agrowisata Kebun Teh KaliguaAgrowisata Kebun Teh Kaligua. Foto: (Imam Suripto/detikcom)

Setelah seharian merasakan penatnya perjalanan mudik, kamu bisa mampir ke Agrowisata Kaligua untuk mencari udara segar dan merehatkan mata dengan pemandangan hamparan hijau kebun teh dengan suasana yang menenangkan.

Dilansir dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes, Agrowisata Kaligua terletak di Desa Pandansari, Paguyangan, Brebes, Jawa Tengah. Tempat ini merupakan salah satu perkebunan peninggalan kolonial Belanda.

Tempatnya yang estetik dan menyegarkan ini menjadi salah satu destinasi yang wajib kamu kunjungi ketika lewat jalur Pantura.

Itu dia beberapa spot foto di jalur mudik Pantura yang bisa kamu kunjungi bila melewati jalur tersebut di musim mudik lebaran tahun ini. Semoga perjalanan kamu lancar.

(inf/inf)



Sumber : travel.detik.com