Tag Archives: museum

Tahukah Kamu, Ternyata Ada 2 Museum Kartini di Indonesia



Jepara

Tahukah kamu, ternyata ada dua Museum R.A. Kartini di Indonesia. Keduanya ada di Jawa Tengah. Satu museum di Jepara. Sedangkan museum lainnya ada di Rembang.

Tak hanya perbedaan lokasi saja, kedua Museum R.A. Kartini tersebut merupakan dua jenis museum yang berbeda. Museum R.A. Kartini di Jepara merupakan jenis museum umum.

Sementara Museum R.A. Kartini di Rembang merupakan museum khusus. Berikut perbedaan antara kedua museum tersebut:


1. Museum R.A. Kartini di Jepara

Dikutip dari situs resmi Kemdikbudristek, Museum R.A. Kartini di Jepara merupakan di bawah kepemilikan Pemerintah Kabupaten Jepara yang dikelola oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jepara. Museum yang satu ini merupakan jenis museum umum dengan Tipe C.

Museum R.A. Kartini di Jepara didirikan untuk mengenang jasa-jasa R.A. Kartini sebagai perintis emansipasi wanita Indonesia. Museum ini terletak di Jalan Kartini, Panggang I, Panggang, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Museum KartiniMuseum Kartini Foto: Dok. Museum Kartini

Museum R.A. Kartini di Jepara dibangun pada 30 Maret 1975, di masa pemerintahan Bupati Soewarno Djojomardowo, dan diresmikan pada 21 April 1977 oleh Bupati Soedikto.

Museum ini memamerkan benda-benda peninggalan R.A. Kartini semasa hidupnya, benda peninggalan kakaknya yaitu RMP Sosrokartono serta benda-benda kuno hasil temuan di wilayah Kabupaten Jepara.

2. Museum R.A. Kartini di Rembang

Sedangkan museum R.A. Kartini di Rembang merupakan museum khusus dengan Tipe B. Museum ini berada di bawah kepemilikan Pemerintah Kabupaten Rembang yang dikelola oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Rembang.

Museum R.A. Kartini di Rembang didirikan pada 21 April 1967. Museum R.A. Kartini Rembang terletak di Jl. Gatot Subroto No 8, Rembang.

museum kartini rembangMuseum Kartini di R embang Foto: Arif Syaefudin/detikcom

Museum ini menyimpan koleksi barang pribadi milik R.A. Kartini, seperti tempat tidur, bathtub pribadi, tempat jamu, meja makan, mesin jahit, lesung, cermin rias dan juga meja untuk merawat bayi.

Di dalam Museum R.A. Kartini Rembang juga terdapat ruang yang berisi berbagai karya dari pahlawan nasional itu, di antaranya adalah buku “Habis Gelap Terbitlah Terang”, tulisan tangan surat-surat R.A. Kartini yang dikirimkan ke teman-temannya di luar negeri.

Ada juga lukisan karyanya serta foto-foto dirinya beserta keluarga semasa ia hidup. Koleksi unggulan museum ini adalah tulisan Kartini “Kongso Adu Jago”.

———

Artikel ini telah naik di detikNews.

(wsw/wsw)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Ke Museum Wayang Kotu, Menyelami Budaya di Lokasi Bekas Gereja



Jakarta

Bagi kamu yang libur panjang ini nggak ke mana-mana di Jakarta saja, bisa nih berkunjung ke Museum Wayang. Letaknya di kawasan Kota Tua.

Museum Wayang dulunya merupakan bekas gereja ketika masa kolonial Belanda. Salah satu inisiator lahirnya Museum Wayang adalah Ali Sadikin yang kala itu menjabat sebagai gubernur Jakarta.

Singkat cerita pada tahun 13 Agustus 1975, Ali Sadikin meresmikan bangunan tersebut menjadi sebuah Museum Wayang. Kata Bayu, guide yang memandu detikTravel saat berkunjung ke museum ini Sabtu (15/6/2024), menyebut bahwa awalnya bangunan ini dipakai sebagai tempat perkumpulan para pecinta wayang.


“Adanya Museum Wayang ini sebenarnya untuk supaya wayang ini dinikmati dan bisa dilihat oleh masyarakat, karena sebelum menjadi Museum Wayang tuh di sini tempat dari perkumpulan para pecinta wayang yang disebut Yayasan Nawangi. Nah salah satunya adalah Bapak Ali Sadikin sekitar tahun 73 atau 74,” katanya.

Museum WayangMuseum Wayang di Jakarta (Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Rumah pecinta wayang

Para pecinta wayang tersebut mengumpulkan koleksi-koleksi milik mereka dan tercetus ide untuk memberikan edukasi kepada masyarakat luas. Niat itu supaya tidak hanya bisa dinikmati oleh anggota perkumpulan saja.

“Akhirnya kenapa hanya (untuk) pecinta wayang doang, kenapa tidak buat masyarakat. Berhubung Bapak Ali Sadikin sebagai gubernur, ini bangunan juga milik pemda DKI jadi gampanglah dijadikan Museum Wayang,” jelas Bayu.

Bayu juga menjelaskan berbagi koleksi wayang yang ada di museum ini, mulai dari wayang kulit, wayang beber, wayang revolusi, wayang kardus, wayang rumput, boneka hingga wayang dari luar negeri.

Koleksi wayang ini berasal dari berbagai wilayah di Indonesia hingga luar negeri, setiap wayang walaupun memiliki tampilan dan cerita yang sama tetapi sebetulnya memiliki perbedaan masing-masing.

Ia pun mengetes penulis untuk melihat perbedaan dari wayang-wayang tersebut. Secara kasat mata untuk orang awam pasti sulit membedakannya tapi setelah dilihat ternyata ada yaitu dari wajah wayang tersebut, tampilan mimik yang serta karakter wajahnya pun berbeda.

Museum WayangMuseum Wayang di Jakarta (Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Ribuan koleksi

Museum Wayang ini menurut Bayu memiliki koleksi sekitar 6. 873 secara keseluruhan namun ia tak tahu pasti berapa koleksi wayang yang dipamerkan di dalam museum.

“Koleksi kurang lebihnya ada 6.873,” singkatnya

Wayang sebagai warisan budaya Indonesia sudah sejatinya harus dipertahankan dengan salah satu cara pelestariannya melalui museum ini.

Informasi yang diberikan di museum ini juga begitu detail dengan koleksinya berlimpah. Jadi buat kamu yang ingin mengisi libur panjang dengan lebih bermanfaat coba deh ke sini.

Museum Wayang buka setiap hari Selasa-Minggu dari pukul 09.00 hinga 15.00 WIB. Biaya yang harus dikeluarkan untuk masuk ke Museum Wayang ini sebesar Rp 10.000 untuk dewasa (weekday) dan Rp 5.000 untuk anak-anak (termasuk pelajar hingga mahasiswa).

Dan untuk weekend harga Museum Wayang untuk anak-anak masih sama, lalu untuk dewasa menjadi Rp 15.000. Sementara untuk pengunjung mancanegara dikenakan biaya Rp 50.000.

(msl/msl)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Bisa Renang Sama Hiu-Lihat Sisa Perang Dunia



Morotai

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Morotai di Maluku Utara ternyata seru. Ada banyak yang bisa dilakukan traveler di sini. Bisa renang bareng hiu!

Keindahan pantai dan bawah laut Morotai tidak kalah dengan Bali, Labuan Bajo, Raja Ampat, dan Lombok. Bahkan saking indahnya, Morotai disebut wisatawan sebagai Maldives-nya Indonesia.

Bagi traveler yang ingin punya pengalaman baru dalam liburan, KEK Morotai sangat cocok dikunjungi.


Berikut 6 Aktivitas Seru di Morotai:

1. Island Hopping

Jelajah pulau atau island hopping termasuk kegiatan wajib saat kamu liburan di KEK Morotai. Selain karena pulaunya cantik, setiap pulau punya keunikan sendiri, di antaranya Pulau Kokoya, Pulau Kolorai, Pasir Putih, Pulau Zum-zum dan Pulau Dodola.

Dua pulau terakhir itu menjadi pulau yang menjadi daya tarik utama wisatawan hingga sekarang. Pulau Dodola sendiri terbagi menjadi dua, yaitu Dodola Besar dan Dodola Kecil. Di mana jarak antara kedua pulau itu cuma 500 meter dan dipisahkan oleh air laut saat surut.

6 hal seru di KEK MorotaiIsland Hopping di Morotai Foto: (dok. Istimewa)

Nah menariknya, jika kamu berjalan dari pulau Dodola Besar ke Dodola Kecil saat air laut surut, kamu akan akan merasakan sensasi “berjalan membelah lautan”.

Sedangkan pesona Pulau Zum-zum, terletak kekayaan sejarahnya. Kamu bisa melihat patung Jenderal Mc Arthur asal Amerika Serikat setinggi 20 meter di sana. Patung ini dibangun sebagai pengingat Jenderal Mc Arthur karena pernah menetap dan mengatur strategi saat bertempur dengan Jepang pada Perang Dunia II di pulau ini.

2. Snorkeling Lihat Terumbu Karang dan Ikan Warna-warni

Kegiatan ini juga nggak boleh kamu lewatkan. Sebab Morotai terkenal dengan wisata lautnya, jadi sayang kalau sudah datang jauh-jauh ke sini, tapi nggak snorkeling atau bahkan diving.

Tempat yang recommended untuk snorkeling ialah Pulau Dodola, Pasir Timbul dan Pulau Kokoya. Kamu bisa ber-snorkeling ria saat melakukan Island Hopping.

3. Diving di Situs Kapal Karam Bertemu Hiu Sirip Hitam

Di Morotai, kamu bisa diving di situs pesawat tempur berjenis Bristol Beuford, tank, kapal, maupun jeep berjenis Jeep Willys. Semua itu merupakan bekas penginggalan pertempuran pasukan Amerika Serikat dengan Jepang.

Untuk melihat bangkai pesawat tempur, tank, kapal maupun jeep, kamu bisa ke di Wawama Wreck Dive Point yang berada di Desa Wawama di Morotai Selatan yang memakan waktu sekitar 3 jam dari Kota Daruba.

Jika kamu menyelam dengan hiu sirip hitam, kamu bisa mengunjungi spot diving Mitita Shark Point di Pulau Mitita. Jangan bayangkan saat menyelam kamu akan menyelam berjarak jauh dengan hiunya. Tidak. Hiu-hiu sirip hitam di Pulau Mitita sudah biasa didatangi oleh penyelam dan dikenal jinak.

4. Jelajah Sejarah di Museum Perang Dunia II

Traveler bisa melihat banyak foto dan narasi, replika alat perang dan peninggalan sejarah Perang Dunia ke-II yang terjadi pada tahun 1939 – 1945.

Wisatawan juga dapat mengunjungi museum mini di Desa Daruba milik Mukhlis Eso yang punya banyak peninggalan Perang Dunia II. Kamu juga bisa datang ke Museum Trikora yang berada di samping Museum Perang Dunia II.

6 hal seru di KEK MorotaiMuseum Perang Dunia di Morotai Foto: (dok. Istimewa)

Trikora atau Tri Komando Rakyat adalah operasi tempur yang dirancang oleh Presiden Soekarno pada tahun 1961 untuk membebaskan Irian Jaya (Papua) dari cengkeraman kolonialisme Belanda.

Isi Museum ini sendiri ialah foto dan narasi, diorama, hingga replika peralatan alutsista yang dimiliki tentara Indonesia pada saat itu.

5. Melihat Burung-burung Langka

Kegiatan bird watching juga seru dilakukan di Morotai. Kamu bisa melihat burung endemik yang langka sekaligus indah di ulau Morotai seperti burung Pitta Paok Morotai (Pitta Morotaiensis).

Keunikan burung ini terletak pada penutup sayap berwarna biru (biru ultramarine). Bagian pinggang berwarna putih dan tepi bulu bagian dalam berwarna biru hijau.

Selain itu, ada burung lain yang tak kalah indah, yaitu Burung Cikukua Halmahera, Burung Walik kepala kelabu, Burung Perling Mata Merah, Burung Betet Elok, Kakatua Hijau, Burung Nuri Kalung Ungu, Gagak Halmahera, Kapasan Halmahera, Burung Julang Papua dan Burung Elang Alap-Alap Morotai.

Lokasi pengamatan burung ini terletak di Hutan Desa Wewemo sekitar 50 km atau 1 jam dari pusat kota Morotai.

6. Berwisata Kuliner khas Morotai

Beberapa kuliner khas Morotai yang layak kamu coba, antara lain gohu ikan, sebuah hidangan pedas hasil olahan ikan cakalang yang dipotong seukuran dadu dibumbui tumisan bawang dan cabai. Selain itu ada nasi jaha yang terbuat dari beras dicampur santan kelapa, lalu dibalut daun dan dibakar dalam bumbu.

Sementara minuman khas yang perlu kamu cicipi adalah air guraka. Ini adalah minuman tradisional masyarakat Morotai. Terbuat dari bahan dasar jahe yang direbus bersama gula merah, telah dikenal punya khasiat bagi kesehatan.

(wsw/wsw)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Canggih Nih! Intip Yuk Museum Pusat TNI AL Jalesveva Jayamahe



Jakarta

Museum Pusat TNI Angkatan Laut “Jalesveva Jayamahe” telah dibuka untuk umum. Museum ini juga berkonsep kekinian dengan mengusung teknologi 4.0.

Museum mulai dibangun sejak 2022, pada era kepemimpinan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI (Purn) Yudho Margono. Dan peresmian museum ini digelar pada Minggu (21/1/2024).

Traveler yang ingin berkunjung datang saja ke Jalan Raya Hang Tuah Nomor 1, Ujung Perak, Surabaya.


Kawasan museum memiliki luas lahan 3,2 hektare. Di sini, ada 3 fasilitas ruang pamer yang terdiri dari Gedung Heritage dan Hanggar, Gedung Teater, dan Gedung Replika KRI R.E. Martadinata.

Ada beberapa fasilitas penunjang museum, seperti masjid, kafetaria, serta tata pamer koleksi ruang yang menampilkan salah satu koleksi utama museum, yakni Pesawat Gannet yang pernah terlibat pada Operasi Trikora dan Dwikora tahun 1960-an.

Museum Pusat TNI AL Jalesveva Jayamahe resmi dibuka untuk umumMuseum Pusat TNI AL Jalesveva Jayamahe resmi dibuka untuk umum Foto: Aprilia Devi/detikJatim

Ratusan koleksi penting dan bersejarah lainnya juga tersedia di sini. Mulai dari koleksi pribadi tokoh TNI AL, koleksi persenjataan sejak sebelum kemerdekaan hingga saat ini, sampai koleksi alutsista.

Kepala Dinas Sejarah Angkatan Laut (Kadisjarahal) Laksamana Pertama TNI Dr. Hariyo Poernomo pada peresmian pembukaan museum ini menyampaikan, ia berharap seluruh masyarakat dapat menyaksikan bagaimana kejayaan TNI AL dan maritim bangsa Indonesia melalui Museum Pusat TNI Angkatan Laut “Jalesveva Jayamahe”.

“Kami berharap masyarakat Indonesia bahkan dunia berkenan melihat bagaimana kejayaan TNI Angkatan Laut maupun maritim bangsa kita. Mulai 2021-2023 kami telah mengumpulkan koleksi museum atas dukungan dari satuan TNI AL. Pada Juni 2023 kami juga lakukan riset sejarah ke Belanda dan Inggris untuk validasi data yang ada,” ujar Hariyo Poernomo kepada wartawan, Minggu (21/1/2024).

Selain itu, museum ini juga berkonsep kekinian dengan mengusung teknologi 4.0. Tujuannya, agar milenial dan generasi Z lebih tertarik melalui berbagai pemanfaatan teknologi yang digunakan.

“Konsep museum ini sudah digitalisasi 4.0 sehingga bagi seluruh masyarakat yang ingin mengetahui bagaimana mekanisme kunjungan, koleksi, dan waktu kunjungan bisa masuk ke website. Mari sama-sama explore museum ini agar terus berkembang menjadi edukasi wisata dan sejarah di Surabaya, Jatim, dan Indonesia,” kata Hariyo.

Museum Pusat TNI Angkatan Laut “Jalesveva Jayamahe” ini buka setiap Selasa hingga Minggu dari pukul 10.00 hingga 17.00 WIB. Ada 2 jenis tiket yang ditawarkan yakni tiket reguler dan 5D immersive.

Tiket reguler berlaku untuk kunjungan ke area museum yaitu area Introduksi, area Hanggar, dan area KRI RE Martadinata. Sedangkan tiket 5D Immersive berlaku untuk wahana khusus di Museum Pusat TNI Angkatan laut yang memberikan pengalaman dan sensasi pertempuran di Laut Arafuru. Untuk informasi lengkapnya, detikers dapat mengunjungi laman resmi https://museumtnial.id

Artikel ini telah tayang di detikjatim.

(sym/sym)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Wisata ke Museum Batik Pekalongan, Kamu Pantang Lakukan Ini



Pekalongan

Berwisata di Museum Batik Pekalongan, ada sejumlah aturan yang wajib traveler taati. Salah satunya dilarang menyentuh kain batik yang dipamerkan.

Museum Batik Pekalongan menyimpan koleksi batik dari berbagai daerah di Indonesia dan dunia. Museum ini memiliki koleksi sekitar 1.200 kain batik.


Jika berkunjung ke Museum Batik Pekalongan, traveler dapat mengenal berbagai jenis batik yang dipamerkan di tiga ruangan. Selain itu, di sana juga terdapat ruangan workshop untuk belajar membatik.

Bagi traveler yang ingin mempelajari mengenai sejarah batik dengan lebih menyenangkan, dapat pula mengunjungi ruang audio visual. Di sana, traveler akan menikmati pemutaran film tentang batik.

Karena museum ini menyimpan karya seni dan benda-benda bersejarah, terdapat aturan yang harus dipatuhi ketika berkunjung ke sana. Edukator Museum Batik Pekalongan, Denny, menjelaskan setiap pengunjung wajib menjaga eksistensi benda-benda di sana.

“Tidak boleh memegang koleksi karena nanti berpengaruh untuk kain,” kata Denny.

Selain itu, traveler juga dilarang membawa makanan dan minuman karena dikhawatirkan dapat mengotori kain batik. Kemudian, traveler juga tidak boleh mencoret, merusak, dan mengambil koleksi. Larangan lainnya adalah memotret menggunakan flash.

Sebaliknya, traveler harus menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempat sampah. Traveler juga harus menjaga ketertiban selama berkunjung di Museum Batik Pekalongan.

“Pengunjung harus tertib karena museum adalah tempat publik yang harus dijaga,” ujarnya.

Lebih lanjut, Denny mengajak traveler untuk datang ke Museum Batik Pekalongan. Ia mengatakan, semua pengetahuan mengenai batik ada di sini.

“Apapun yang diinginkan ada di sini. Kita sampaikan terutama ke masyarakat, ayo berkunjung ke Museum Batik,” kata dia.

====

detikTravel bersama detikoto melakukan perjalanan ini bersama MG Motor Indonesia dalam program ‘Ekspedisi 100 Tahun Batik & Wayang – Arti Sebuah Perjalanan’. Ikuti lebih jauh perjalanan tersebut pada tautan ini.

(pin/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Rampasan Perang Belanda Dipamerkan di Galeri Museum Indonesia, Ini Cara Beli Tiketnya



Jakarta

Galeri Nasional Indonesia menggelar pameran benda repatriasi dari Belanda. Pameran itu hanya berlangsung selama dua minggu.

Dilihat detikTravel dari akun Instagram resmi pada Selasa (28/11/2023), Galeri Nasional Indonesia memiliki hajatan berupa pameran bertajuk ‘Kembalinya Saksi Bisu Peradaban Nusantara’.

Sahabat Budaya dan Sahabat Galnas! sudah siap bertemu dengan artefak Indonesia hasil repatriasi Indonesia – Belanda yang kembali pulang beberapa waktu yang lalu?


Pameran Repatriasi menampilkan ratusan benda budaya Nusantara hasil repatriasi dan koleksi unggulan Museum Nasional Indonesia. Pameran ini memberikan kesempatan bagi publik untuk mengakses koleksi artefak yang telah kembali ke Tanah Air.”

Tulis akun itu pada keterangannya.

Pameran itu dibuka untuk umum pada 28 November-10 Desember. Lokasinya di Gedung A Galeri Nasional Indonesia, mulai pukul 10.00-20.00 WIB. Totalnya ada 152 koleksi yang akan dipamerkan.

Cara Membeli Tiket:

1. Wajib registrasi online sebelum masuk ke ruang pamer.

2. Pastikan tiba di Galeri Nasional Indonesia paling lambat 15 menit sebelum sesi kunjungan yang dipilih.

3. QR Code registrasi hangus apabila sudah melebihi 15 menit setelah sesi dimulai dan pengunjung yang terlambat dapat melakukan registrasi online ulang dengan memilih sesi yang masih tersedia.

4. Pindai QR code registrasi pameran atau tunjukkan QR code registrasi pameran kepada petugas registrasi pameran.

Tata Tertib Saat Berkunjung:

1. Anak-anak dapat berkunjung dan wajib didampingi oleh orang dewasa. Anak-anak tetap wajib melakukan registrasi online dengan menggunakan nomor telepon dan e-mail milik orang tua/wali.

2. Tidak membawa tas ke dalam ruang pamer.

3. Tidak membuang sampah sembarangan.

4. Tidak melakukan aktivitas yang mengganggu dan/atau merusak fasilitas.

5. Selama berada di dalam ruang pamer:

  • a. Tidak membawa makanan dan minuman, senjata, bahan mudah terbakar, cairan kimia berbahaya, kereta bayi (stroller), benda-benda tajam dan runcing, bahan berbau menyengat, dan hewan peliharaan;
  • b. Wajib menjaga jarak dengan koleksi;
  • c. Tidak menyentuh koleksi dan media pameran;
  • d. Pengambilan gambar atau video diperbolehkan hanya di ruang arca dan ruang imersif;
  • e. Tidak membuat kebisingan/mengganggu pengunjung lain, termasuk menerima panggilan telepon;
  • f. Tidak merokok (tembakau dan elektrik); dan
  • g. Berlaku tertib.

6. Pengunjung wajib mengikuti arahan petugas:

  • a. Petugas berhak mengatur sirkulasi pengunjung; dan
  • b. Petugas berhak menegur dan menindak pengunjung yang tidak mematuhi peraturan yang berlaku.

(bnl/fem)



Sumber : travel.detik.com

Wajah Baru Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari yang Modern



Jombang

Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari (MINHA) mempunyai wajah baru yang lebih segar dan modern. Seperti apa penampakan terbarunya?

Terletak di dalam kawasan pondok pesantren dan wisata ziarah Makam Gus Dur di Jombang, Jawa Timur, MINHA tidak hanya berfungsi sebagai museum yang menyajikan perjalanan sejarah Islam di Indonesia. MINHA juga menjadi sebuah pusat pembelajaran yang mengangkat nilai-nilai toleransi keberagaman budaya Nusantara.

Penanggung Jawab MINHA, Wicaksono Dwi Nugroho, mengatakan MINHA memegang peran penting dalam pelestarian tiga era signifikan dalam sejarah Islam di Indonesia.


“Tiga era itu yaitu era masuknya Islam ke Nusantara, era perjuangan kemerdekaan, serta era pemikiran kebangsaan dari tokoh-tokoh Islam di Indonesia,” kata Wicaksono dalam keterangannya dan dikutip Senin (19/2/2024).

Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy'ariMuseum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari Foto: (dok. BLU MCB)

Melalui program Resolusi Jihad dan Bulan Gus Dur, MINHA berupaya untuk mengangkat nilai-nilai semangat kebangsaan dalam perspektif toleransi terhadap keberagaman Nusantara.

“Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat terus digali dan diangkat dalam kontribusinya dalam memperkaya khasanah perjalanan dan perkembangan sejarah dan budaya Indonesia,” dia menambahkan.

MINHA telah melakukan penyempurnaan pada ruang pamer dua tokoh besar Islam di Indonesia, yaitu KH. Hasyim Asy’ari dan Gus Dur. Wajah barunya kini sudah bisa dinikmati wisatawan.

“Ruang pamer KH. Hasyim Asy’ari kini menampilkan informasi tentang kiprahnya beserta koleksi asli dan informasi tentang Fatwa Jihad yang relevan dengan sejarah pertempuran 10 November di Surabaya. Sementara ruang pamer Presiden RI ke 4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dibuat sebagai informasi bagi para peziarah untuk mengetahui lebih lanjut sisi humanis dari figur Gus Dur,” ujar Wicaksono.

(wsw/fem)



Sumber : travel.detik.com

Menanti Wajah Baru Museum Benteng Vredeburg



Yogyakarta

Museum Benteng Vredeburg sedang menjalani revitalisasi dan pemeliharaan. Seperti apa wajah baru museum di Yogyakarta ini ya?

Untuk mengoptimalkan fungsi Museum Benteng Vredeburg sebagai destinasi wisata edukasi dan ruang publik yang menyenangkan bagi masyarakat, program revitalisasi dan pemeliharaan pun dilakukan oleh Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya (MCB) atau Indonesia Heritage Agency (IHA).

Proyek transformasi Museum Benteng Vredeburg meliputi revitalisasi infrastruktur dengan pembaruan dan pemeliharaan area terbuka, serta ruang tata pamer museum.


Selanjutnya, pembangunan fasilitas pengunjung seperti museum shop dan ruang anak pun dilakukan, untuk mengoptimalkan pengalaman publik yang lebih edukatif dan interaktif.

Plt Kepala BLU Museum dan Cagar Budaya (MCB), Ahmad Mahendra menyatakan, transformasi Museum Benteng Vredeburg bertujuan untuk meningkatkan pengalaman pengunjung yang lebih baik lagi ke depannya.

“Kami berharap museum ini tidak hanya menjadi ruang edukasi sejarah, tetapi menjadi tempat yang nyaman untuk rekreasi. Untuk itu, MCB terus berkomitmen untuk terus mendukung transformasi museum yang profesional melalui berbagai agenda revitalisasi untuk menjadikan museum sebagai ruang yang nyaman untuk semua,” ujar Mahendra dalam keterangannya, Senin (11/3/2024).

Museum Benteng VredeburgMuseum Benteng Vredeburg Foto: (dok. IHA)

Museum Benteng Vredeburg terletak di Kota Yogyakarta. Museum ini memiliki lebih dari 7.000 benda bersejarah, mulai dari peralatan rumah tangga sampai peralatan perang.

Menempati bangunan kolonial yang dibangun pada tahun 1760, museum yang beralamat di Jalan Margo Mulyo No 6 ini menjadi destinasi wisata sejarah yang memiliki nilai historis dan edukatif bagi para pengunjung.

Selama proses revitalisasi, Museum Benteng Vredeburg akan tutup dari tanggal 4 Maret 2024. Kendati demikian, bagi publik yang ingin mengeksplorasi koleksi museum dapat mengakses kegiatan “Vredeburg Virtual Visit” yang diselenggarakan setiap hari Senin untuk umum atau individu dan Rabu untuk kelompok atau sekolah pukul 09.00-11.00 WIB secara gratis.

Penanggung Jawab Unit Museum Benteng Vredeburg, M. Rosyid Ridlo menjelaskan, rencananya museum secara fisik akan kembali dibuka untuk publik dengan wajah barunya pada pertengahan tahun 2024.

“Walau secara fisik museum tutup, tetapi kami tetap hadir secara virtual. Hal ini penting bagi kami, karena tugas kami adalah untuk membuka akses masyarakat terhadap bangunan, artefak dan benda bersejarah yang dapat diolah menjadi produk pengetahuan sejarah dan berguna untuk pemahaman bangsa mengenai warisan budaya Nusantara dan semangat perjuangan bangsa Indonesia,” tutupnya.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

3 Museum-Cagar Budaya yang Dapat Dikunjungi saat Libur Lebaran



Magelang

Momen libur Idulfitri bisa traveler manfaatkan untuk berkunjung ke 3 museum dan cagar budaya berikut ini. Apa saja pilihannya?

Berbagai tempat wisata menjadi pilihan favorit untuk dikunjungi selama libur lebaran ini. Indonesia memiliki beberapa lokasi ikonik yang kerap menjadi destinasi favorit saat libur Lebaran tiba.

Berikut 3 rekomendasi museum dan cagar budaya yang dapat dikunjungi bersama teman dan keluarga di momen libur Idulfitri tahun ini:


1. Candi Borobudur

Candi Borobudur, sebuah ikon pariwisata Indonesia yang megah, menjadi tujuan utama wisatawan dari berbagai penjuru dunia. Terletak di Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah, candi ini menawarkan pengalaman wisata edukatif dan rekreasi yang tak tertandingi, terutama selama libur Lebaran.

Selain menjadi latar belakang untuk menikmati keindahan arsitektur kuno, pengunjung juga dapat mengeksplorasi kawasan sekitar Borobudur yang indah.

Diapit oleh Gunung Merapi dan Merbabu di timur, serta Gunung Sindoro dan Sumbing di utara, serta Bukit Menoreh di selatan, Borobudur memiliki lokasi yang memukau secara geografis.

Pengakuan dari UNESCO sebagai Warisan Dunia pada tahun 1991 menegaskan pentingnya Candi Borobudur sebagai situs bersejarah dan budaya yang penting bagi umat manusia. Dengan memenuhi tiga kriteria Nilai Universal Luar Biasa (OUV), yaitu keunikan, keaslian, dan keberlanjutan.

2. Museum Batik Indonesia

Jika Anda berkunjung ke Taman Mini Indonesia Indah, pastikan untuk meluangkan waktu mengunjungi Museum Batik Indonesia yang menawarkan pengalaman yang memukau bagi pengunjung dengan memperkenalkan keindahan dan koleksi batik Indonesia yang kaya.

Sebagai destinasi wisata edukasi yang menarik, museum ini memamerkan pameran yang mengagumkan tentang kekayaan budaya batik Indonesia, menarik minat para pecinta seni dan budaya.

Sebagai pusat pelestarian batik yang terkemuka di Indonesia, Museum Batik Indonesia tidak hanya menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi, tetapi juga menjadi wadah yang penting dalam melestarikan dan mempromosikan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat lokal maupun internasional.

Pameran di Museum Batik IndonesiaMuseum Batik Indonesia Foto: (dok. BLU-MCB)

Dengan suasana yang elegan dan inspiratif, museum ini memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi para pengunjung yang ingin merasakan keindahan dan makna yang terkandung dalam setiap motif batik yang dipamerkan.

Selama libur Lebaran, Museum Batik Indonesia akan tetap beroperasi reguler pada hari Selasa sampai Minggu dan tutup pada Hari Raya Idulfitri tanggal 10 dan 11 April 2024.

3. Museum Manusia Purba Sangiran

Berkunjung ke Museum Manusia Purba Sangiran adalah sebuah pengalaman yang memikat, mengingat museum ini adalah penjaga warisan prasejarah yang tak ternilai dari situs arkeologi Sangiran, yang dianggap salah satu situs terpenting untuk penemuan fosil manusia purba.

Artefak yang dipamerkan di museum ini bukan hanya merupakan yang tertua di Indonesia, tetapi juga menjadi saksi bisu evolusi manusia dan kehidupan di zaman prasejarah.

Sebagai sebuah situs warisan dunia UNESCO di Kabupaten Sragen dan Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, museum ini memungkinkan pengunjung untuk secara langsung menyaksikan replika Homo erectus Sangiran 17 (S-17), sebuah fosil Homo erectus unik yang dikenal sebagai satu-satunya fosil di Asia yang masih memiliki ‘wajah’ saat pertama kali ditemukan.

Museum SangiranMuseum Sangiran Foto: Display Homo erectus di Museum Manusia Purba Sangiran (Wahyu/detikTravel)

Para pengunjung dapat mengunjungi Klaster Krikilan sebagai titik awal, yang merangkum keseluruhan narasi museum dan memperkenalkan pengunjung kepada Homo erectus Sangiran, kemudian berlanjut ke Klaster ke Ngebung, Bukuran, Manyarejo, dan Dayu.

Setiap klaster menyajikan bagian dari puzzle besar evolusi manusia. Melalui fosil dan artefak yang dipamerkan, pengunjung diundang untuk memahami kisah-kisah tentang bagaimana nenek moyang kita beradaptasi, berkembang, dan berinteraksi dalam lingkungan mereka.

Selama libur lebaran, Museum Manusia Purba Sangiran akan tutup sementara pada tanggal 10 April 2024, dan dibuka kembali pada 11 April 2024.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Melihat Bekas Rumah Laksamana Muda Maeda yang Kini Jadi Munasprok



Jakarta

Wisata sejarah di Jakarta begitu berlimpah. Salah satunya adalah Museum Perumusan Naskah Proklamasi (Munasprok). Mari simak kisah bekas rumah Laksamana Maeda!

Di tempat ini, traveler bisa napak tilas tentang perencanaan proklamasi kemerdekaan Indonesia yang digaungkan oleh para tokoh Indonesia kala itu.

detikTravel mengunjungi bekas kediaman Laksamana Muda Tadashi Maeda yang terletak di Jalan Imam Bonjol No. 1, Menteng, Jakarta Pusat. Laksamana Muda Maeda berperanan penting dalam perumusan proklamasi kemerdekaan Indonesia.


Ia memberikan izin kepada Ir. Sukarno dan tokoh lainnya untuk menggunakan rumah tersebut sebagai tempat untuk merumuskan naskah proklamasi. Rumah dengan luas sekitar 1.138 meter persegi dan terdiri dari dua lantai ini memberikan banyak informasi terkait proses tersebut.

Di lantai dasar terdapat beberapa ruangan penting yang dipakai pada saat itu seperti meja yang dipakai oleh Laksamana Muda Maeda beserta Ir. Sukarno dan yang lainnya untuk membahas naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia.

“Bangunan ini terdiri dari dua lantai, nah lantai satu itu kita sebut ada empat ruangan utama dan lantai dua sebenarnya lebih kepada fungsinya. Jadi semua proses perumusan naskah proklamasi itu terjadi di lantai satu,” kata educator Munasprok Aidil Fitra kepada detikTravel, Rabu (22/5/2024).

Museum Naskah ProklamasiMuseum Naskah Proklamasi Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

Sembari menerangkan dan menjelajahi ruangan demi ruangan, Aidil menjelaskan pada saat Laksamana Muda Maeda menempati bangunan ini, lantai dua memang jadi area privat sang Laksamana Jepang saat itu. Berbeda dengan lantai satu yang areanya banyak disambangi oleh kolega dan tamu-tamunya pada saat itu.

Dalam museum ini pengunjung juga bisa merasakan dan melihat bagaimana proses demi proses para tokoh bangsa dalam merumuskan naskah proklamasi, terlebih saat berada di lantai satu museum.

“Ruangan di lantai satu itu memang memang kita atur ruangan-ruangannya berdasarkan tempat-tempat yang menjadi urutan peristiwanya itu seperti ini ruang tamu atau ruang pertemuan,” kata Aidil.

Kemudian dilanjut ke ruang perumusan, di sinilah ketiga tokoh nasional ini merumuskan naskah, ada Ir. Sukarno, Moch. Hatta, dan Ahmad Soebardjo.

Di ruang makan ini terdapat meja makan yang kerap dipakai oleh Laksamana Muda Maeda, karena Ir. Sukarno meminta ruangan khusus untuk merumuskan naskah maka meja makan ini pun jadi ruang khususnya.

“Jadi naskah proklamasi itu memang dibuat di atas meja makannya Tadashi Maeda,” ujar dia.

Museum Naskah ProklamasiMuseum Naskah Proklamasi Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

Aidil melanjutkan dari peristiwa di meja makan ini, Laksamana Maeda lantas meninggalkan ketiga tokoh ini ke ruangannya untuk beristirahat. Jadi tak ada campur tangan pihak lain dalam perumusan naskah ini, Laksamana Muda Maeda hanya memberikan ruangannya saja.

Sambil bercerita, Aidil pun mengarahkan menuju ruangan di mana teks proklamasi yang telah ditulis oleh Ir. Sukarno diketik ulang oleh Sayuti Melik di ruangan ini. Ia pun menceritakan peristiwa pengetikan ini.

Setelah selesai mengetik ulang naskah tersebut, Sayuti Melik pun lantas membuang teks berupa tulisan tangan Ir. Sukarno terkait proklamasi.

Di sinilah peran penting BM. Diah, ia mengambil dan menyimpan tulisan asli tersebut hingga saat ini bisa diketahui tulisan asli Ir. Sukarno pada naskah proklamasi.

Dilanjut ke ruangan keempat adalah ruang pengesahan. Walaupun tempat ini disebut demikian, Aidil menyebut sebetulnya naskah proklamasi ditandatangani di atas piano yang yang berada di area ruangan ini. Hingga pada akhirnya ruangan ini disebut ruang pengesahan.

“Karena memang naskah proklamasi itu ditandatangani di atas piano. Jadi karena pianonya terletak di bagian ruangan ini jadi kita sebut dengan ruang pengesahan,” kata Aidil.

Museum Naskah ProklamasiMuseum Naskah Proklamasi Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

Bangunan ini resmi dijadikan sebagai museum pada tahun 1992, sementara Laksamana Muda Maeda terakhir menempati rumah dinasnya ini pada tahun 1945. Dan saat itupun Indonesia menerima bangunan ini kembali dalam keadaan yang kosong alias tak ada perabotan sama sekali.

Pada saat itulah untuk kembali mengingat peristiwa-peristiwa bersejarah ini, pemerintah saat ini mendatangkan mantan asisten rumah tangga Laksamana Muda Maeda yang bernama Satsuki Mishima. Itu untuk memberikan gambaran tata letak dan furniture yang ada pada saat Laksamana Muda Maeda menempati bangunan ini.

“Nah jadi waktu pengkajian untuk dijadikan museum, tentunya kita butuh sumber utama untuk kita jadikan rujukan jadi ketika itu kita sempat mendatangkan mantan asisten rumah tangga Maeda namanya Nyonya Satsuki Mishima itu didatangkan langsung dari Jepang,” ujar Aidil.

“Jadi koleksi yang ada di lantai satu semua (barangnya) replika. Replika tapi sesuai dengan bentuk aslinya berdasarkan dari arahan Nyonya Satsuki Mishima tadi,” ujar dia.

Itulah jejak-jejak peristiwa bersejarah yang berada di Munasprok. Banyak informasi yang akan kamu tahu tentang perumusan naskah proklamasi jika berkunjung ke tempat ini.

Dengan harga tiket masuk yang murah hanya Rp 1.000 untuk anak-anak dan Rp 2.000 untuk dewasa, kamu sudah bisa merasakan bagaimana suasana bersejarah ini.

(wsw/fem)



Sumber : travel.detik.com