Tag Archives: nasi kebuli

Ngabuburit di Pasar Sore Ramadhan Kauman Jogja, Ada Apa Aja?


Jakarta

Pasar Sore Ramadhan Kauman Jogja merupakan salah satu tempat asyik buat ngabuburit. Bukan hanya berburu aneka takjil untuk berbuka puasa, tetapi juga bisa melakukan aktivitas menarik lainnya.

Yuk ketahui lebih jauh tentang Pasar Sore Ramadhan Kauman dalam artikel ini, lengkap dengan aktivitas menarik, hingga cara menuju ke sana.

Mengenal Pasar Sore Ramadhan Tertua di Jogja

Dikutip dari situs Pemprov Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), ada banyak pasar kaget atau pasar tiban di bulan Ramadhan. Namun Pasar Sore Ramadhan Kauman adalah yang tertua di Jogja.


Pasar ini sudah ada sejak tahun 1990-an. Awalnya, pasar sore ini berdiri atas inisiatif warga Kauman yang antusias menyambut bulan puasa dengan kegembiraan.

Berawal sedikit pedagang dengan tempat seadanya, kini jumlah penjualnya semakin banyak dan diatur oleh warga setempat. Berdasarkan catatan detikTravel, ada lebih dari 50 pedagang yang berjualan.

Yang unik, lokasi pasar ini berada di gang kampung yang sempit. Jalannya hanya selebar tiga meter. Tentunya tempat itu akan sangat padat, tapi justru itulah yang membuatnya berbeda.

Dilihat dalam akun Instagram @pasarsore_kauman, pasar ini sempat ditiadakan pada 2019 hingga 2022, kemudian kembali diadakan pada 2023. Pasar mulai buka pukul 14.00 WIB hingga magrib.

Ada Apa Saja di Pasar Sore Ramadhan Kauman?

Bukan hanya berburu takjil, ada hal menarik yang bisa sekaligus dilakukan jika traveler ingin ke sana. Apa saja?

1. Berburu Kicak

Tujuan utama datang ke Pasar Sore Ramadhan Kauman Jogja ini tentunya untuk berburu takjil. Namun kurang lengkap rasanya jika traveler tidak membeli kicak.

Dikutip dari detikJogja, kicak adalah makanan yang terbuat dari ketan yang dihaluskan dari jadah, kelapa muda, nangka, dan gula. Kicak mungkin akan sulit ditemukan di luar bulan puasa, jadi kalian harus beli ini.

Selain kicak, ada makanan lain yang juga banyak dicari, seperti carang gesing, gorengan, bothok, jenang saren, sampai nasi kebuli.

2. Wisata Perkampungan Jogja

Pasar sore ini berada di Kampung Kauman di kawasan Keraton Kasultanan Yogyakarta. Di sana, detikers bisa menemukan rumah-rumah Jawa yang masih tradisional. Kalian bisa sambil berfoto-foto di kampung tersebut.

Kampung Kauman juga dikenal sebagai kampung religi. Nama Kauman juga banyak dipakai di berbagai daerah sebagai kampung yang Islami. Nah, kalian bisa berwisata religi di sini, sambil mampir ke tempat bersejarah.

Dilansir dari Portal Informasi Indonesia, nama kauman berarti tempatnya para kaum. Ada pula yang menyebut dari istilah qo’um muddin yang berarti pemuka agama Islam.

Dari sini jugalah KH Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah dilahirkan. Tak heran jika traveler akan melihat simbol matahari terbit yang juga merupakan simbol organisasi tersebut.

3. Ibadah di Masjid Gede Yogyakarta

Setelah berburu takjil, traveler bisa melanjutkan perjalanan ke Masjid Gede Yogyakarta yang tak jauh dari pasar sore. Kamu bisa bersantai sejenak sambil menunggu azan magrib.

Di masjid ini biasanya juga disediakan makanan berbuka puasa gratis. Jika belum pernah ke sini, sebaiknya traveler menyempatkan mampir ke sini. Setelah berbuka, kalian bisa sekalian sholat magrib dan isya, atau sekalian sholat tarawih di sini.

Lokasi Pasar Sore Ramadhan Kauman

Pasar Sore Ramadhan Kauman dapat ditemukan dengan mudah. Lokasinya berada di Gang Pasar Ramadhan, Jalan Ahmad Dahlan, Kauman, Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta,

Jika detikers menuju ke Jogja naik kereta api, maka turunlah di Stasiun Tugu Yogyakarta. Kalian bisa berjalan kaki sekitar 30 menit melewati Jalan Malioboro sambil menikmati suasana Jogja.

Di ujung Jalan Malioboro, setelah tiba di Titik Nol Yogyakarta, beloklah ke kanan (barat) menuju Jalan Ahmad Dahlan. Lurus saja sampai melewati RS PKU Muhammadiyah dan Kantor Pengurus Pusat Aisyiyah. Gangnya ada di kiri jalan.

Pasar Sore Ramadhan Kauman Jogja merupakan pasar tiban Ramadhan tertua di Jogja. Pasar tiban merujuk pada pusat jual beli yang hanya hadir di waktu tertentu. Detikers bisa datang lebih awal jika tak ingin berdesak-desakan di sana.

(bai/row)



Sumber : travel.detik.com

Hidden Gem Bogor Favorit Turis Arab



Bogor

Pesona Danau Lido di Bogor tak hanya memikat wisatawan lokal, tapi juga sukses meluluhkan hati turis Timur Tengah. Dengan rakit kayu sederhana, mereka menyusuri danau sambil menyantap nasi kebuli dan shawarma-sebuah pengalaman unik yang kini jadi primadona wisata tersembunyi di selatan Bogor.

Hanya sekitar 5 menit dari pintu keluar tol Cigombong, perahu rakit Danau Lido menjadi tempat wisata hidden gem Bogor. Setiap hari, ada saja pengunjung yang datang untuk berkeliling menikmati keindahan Danau.

Namun di musim-musim tertentu, misalnya pertengahan tahun, Danau Lido justru penuh dengan turis timur tengah. Mereka berkeliling Danau Lido dengan perahu rakit sambil makan siang.


“Tahun kemarin ada 627 pemandu yang membawa turis Arab ke sini,” kata Indra J Lesmana (35), ketua UMKM kluster perahu rakit Danau Lido yang kini menjadi binaan BRI.

Angka itu memang fantastis, tapi sebenarnya sudah jauh berkurang. Di era kejayaannya sebelum pandemi, Danau Lido dapat mencatat 1.600 pemandu, satu kelompok bisa sampai 10 turis. Tak terbayang betapa ramainya Danau Lido saat itu.

Wisata perahu rakit di Danau LidoWisata perahu rakit di Danau Lido (bonauli/detikcom)

“Kebanyakan mereka bawa turis Arab dari Puncak, Sukabumi dan Cianjur,” dia menambahkan.

Indra mengatakan bahwa turis-turis Arab sangat senang dengan atraksi ini. Mereka bisa makan sambil berkeliling danau dengan santai.

Jumlah perahu rakit di Danau Lido sekitar 24 unit, warga sekitar memiliki dua atau tiga perahu sekaligus. Mereka menjadi mitra dari Rumah Makan Yuliana Lido (RMYL).

Sebenarnya di sekitar danau ada beberapa rumah makan dengan konsep serupa, berkeliling danau dengan rakit. Namun perahu rakit itu tidak lagi dikelola oleh warga, melainkan swasta. RMTY menjadi satu-satunya restoran yang bermitra dengan kluster perahu rakit.

Wisata perahu rakit di Danau LidoWisata perahu rakit di Danau Lido (bonauli/detikcom)

Melihat banyaknya turis Arab, RMYL membuat menu khusus Arab. Isinya tak jauh beda dengan menu biasa hanya ada tambahan shawarma dan nasi kebuli yang khas timur tengah. Selain itu, papan penunjuk berbahasa Arab yang ada di seisi rumah makan mempertegas banyak tamu Arab singgah di sini.

Zaman semakin berkembang, selain turis yang bertambah, kecanggihan teknologi disempurnakan dengan adanya digitalisasi. BRI mempermudah pembayaran perahu rakit dan rumah makan dengan kode QRIS.

“Awalnya agak sulit, karena kebanyakan di sini kan orang tua. Tapi seiring berjalannya waktu, mulai pada ngerti kalau anak-anak muda bayar itu pakai QRIS,” kata pria asli Cigombong itu.

Wisata perahu rakit di Danau LidoWisata perahu rakit di Danau Lido gunakan QRIS (bonauli/detikcom)

Pengecekan pembayaran perahu rakit pun semakin mudah karena terekam dalam sistem. Apalagi QRIS BRI bisa menerima pembayaran dari berbagai bank.

Nurmawan (53) datang dari Depok hanya untuk menikmati ikan bakar Danau Lido yang terkenal tidak bau tanah atau lumpur. Benar saja, begitu tiba, ia memesan sekilo ikan nila bakar dengan nasi, lalapan dan sayur kangkung tumis. Awalnya ia ragu, karena porsinya terlihat besar. Mengunyah sambil melihat pemandangan membuat hidangan habis tak bersisa.

“Memang betul enak, ikannya segar,” katanya.

Ibu satu anak itu pun merasa tidak repot karena pembayaran dapat dilakukan dengan menggunakan QRIS BRI. Habis sampai Rp 200 ribuan, ia tak perlu repot memikirkan uang kembalian.

Wisata perahu rakit di Danau LidoWisata perahu rakit di Danau Lido (bonauli/detikcom)

Peran BRI di Danau Lido

Fahmi Hidayat, pemimpin BRI Bogor Dewi Sartika (Bordes), mengakui bahwa turis-turis yang datang ke Danau Lido adalah berkah sekaligus tantangan yang harus dihadapi.

“Tantangan yang kita lihat adalah kemampuan untuk berkomunikasi dengan wisatawan,” ucapnya pada detikTravel, Jumat (21/3).

BRI sedang mencoba untuk bekerjasama dengan ekosistem kluster perahu rakit Danau Lido. Dalam hal ini, Fahmi mengatakan bahwa BRI memberikan pendampingan seperti kursus bahasa Arab sederhana.

Wisata perahu rakit di Danau LidoWisata perahu rakit di Danau Lido (bonauli/detikcom)

“Minimal menyebutkan harga, tawar menawar atau bilang iya,” ujar dia.

Wisata perahu rakit di Danau LidoPilihan menu arab di wisata perahu rakit di Danau Lido (bonauli/detikcom)

Ia juga mengapresiasi RMYT yang menggunakan menu berbahasa Arab. Nasi kebuli yang masuk dalam daftar menu juga sangat didukung karena memberikan rasa ‘rumah’ saat mereka sedang jauh dari negaranya.

“Memang ya karena konsumennya dari saudara-saudara kita dari Timur Tengah ya mau tidak mau ya minimal kebuli ada-lah gitu,” kata dia.

(bnl/fem)



Sumber : travel.detik.com