Tag Archives: natural

6 Penyebab Ada Semut di Rumah dan Tempat Persembunyian yang Disukainya



Jakarta

Semut adalah serangga kecil yang biasa ditemukan berkerumun pada suatu objek atau tempat. Hewan kecil ini mudah ditemukan di rumah, baik rumah dalam kondisi bersih ataupun kotor. Hewan kecil ini selalu bisa menemukan sumber makanan dan tanpa disadari sudah berkerumun di suatu tempat, salah satunya di sekitar makanan. Sebenarnya selain makanan, ada banyak penyebab semut datang.

Masalahnya, kehadiran semut terkadang mengganggu karena mereka menargetkan makanan yang sebenarnya masih layak dimakan. Apabila sudah menjadi santapan semut, makanan tersebut harus dibersihkan dahulu atau parahnya harus dibuang.

Jika kamu tidak menyukai kehadiran semut, maka kamu harus mengetahui lokasi yang disukai semut atau tempat persembunyiannya.


Mengutip dari Natural Green System, Rabu (7/8/2024), para ahli mengatakan semut mudah ditemukan apabila di rumah terdapat sumber makanan, tempat lembab, dan celah-celah persembunyian yang terlindung seperti di bawah tempat penyimpanan, di bawah lantai, dan di dinding.

Penyebab Semut Datang ke Rumah

Dikutip dari detikBali, berikut beberapa penyebab adanya semut di rumah.

  1. Dinding retak atau lantai berlubang merupakan tempat paling disukai semut untuk membangun sarang.
  2. Cuaca hujan membuat kondisi menjadi lembap, yang membuat semut-semut di dalam tanah akhirnya keluar untuk mencari tempat kering.
  3. Sisa makanan di atas meja atau jatuh ke lantai.
  4. Makanan atau minuman manis yang dibiarkan terbuka.
  5. Cuaca yang sangat panas membuat semut masuk ke dalam rumah untuk mencari tempat lebih sejuk.
  6. Kondisi rumah dalam keadaan kotor dengan banyaknya sampah, sisa makanan berserakan, hingga bangkai hewan membuat semut datang.

Nah, itulah penyebab masuknya semut ke dalam rumah.

Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com

Ampuh! 5 Bahan Dapur Ini Bisa Usir Semut Secara Alami di Rumah


Jakarta

Keberadaan semut terkadang bisa mengganggu, apalagi kalau jumlahnya banyak. Meski tidak berbahaya, serangga satu ini suka mengerubungi makanan di rumah.

Semut menggunakan indra penciumannya untuk mencari makanan. Kalau kamu ingin mengusir semut, kamu bisa coba membuat mereka tidak nyaman lewat aroma, lho.

Ada berbagai bahan dapur dengan aroma yang khas yang dapat kamu gunakan untuk mengusir semut secara alami. Yuk, cek apa saja bahan dapurnya berikut ini.


Bahan Dapur yang Bisa Usir Semut

1. Lada Hitam

Bahan dapur pertama yang mengganggu penciuman semut adalah lada hitam. Taburkan lada hitam di sepanjang meja makan atau tempat-tempat yang biasa dikerumuni semut dan di dekat sarang-sarang semut. Kalau tidak punya lada hitam, bisa pakai bubuk cabai rawit.

2. Cuka

Cuka juga memiliki aroma menyengat yang tidak disukai semut. Campurkan cuka dan air dengan perbandingan yang sama, lalu bersihkan. Aroma yang kuat dan tajam akan membunuh dan mengusir semut yang akan datang.

3. Bubuk Soda Kue

Selanjutnya, bubuk soda kue bisa dicampurkan dengan madu dan air. Taruh di tempat yang biasa kamu lihat semut berkumpul, bisa juga semprotkan campuran ini pada kapas lalu tinggalkan saja.

4. Jeruk dan Lemon

Untuk kamu yang suka mengonsumsi buah jeruk dan lemon, sebaiknya jangan buang kulitnya. Taruh saja di tempat yang biasanya ada semut. Dilansir dari Planet Natural, Rabu (7/8/2024) kulit dari kedua buah ini mengandung d-limonene yang beracun bagi semut.

5. Bubuk Kopi

Dikutip dari Pest Pointers, kamu bisa menaburkan bubuk kopi di tempat yang biasa kamu temui, misalnya di taman atau bagian luar rumah. Sebab, semut tidak menyukai bau kopi.

Itulah beberapa bahan dapur yang tidak disukai semut. Selamat mencoba!

Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

(dhw/dna)



Sumber : www.detik.com

Catat! Ini 6 Penyebab Semut Muncul di Rumah



Jakarta

Semut merupakan serangga kecil yang bisa ditemukan di mana pun, termasuk di rumah. Mereka bisa tiba-tiba muncul di rumah jika ada sumber makanan. Tapi sebenarnya selain makanan ada juga penyebab lain semut muncul di rumah.

Jika kamu sedang menghadapi masalah semut di rumah, kamu harus tahu mana saja lokasi yang disukai semut dan tempat persembunyiannya.

Mengutip dari Natural Green System, para ahli menjelaskan semut bisa ditemukan jika di rumah ada sumber makanan, tempat lembab, dan celah-celah persembunyian yang terlindung seperti di bawah tempat penyimpanan, di bawah lantai, dan di dinding.


Penyebab Semut Datang ke Rumah

Dikutip dari detikBali, berikut beberapa penyebab munculnya semut di rumah.

  1. Dinding retak atau lantai berlubang merupakan tempat paling disukai semut untuk membangun sarang.
  2. Cuaca hujan membuat kondisi menjadi lembap, yang membuat semut-semut di dalam tanah akhirnya keluar untuk mencari tempat kering.
  3. Sisa makanan di atas meja atau jatuh ke lantai.
  4. Makanan atau minuman manis yang dibiarkan terbuka.
  5. Cuaca yang sangat panas membuat semut masuk ke dalam rumah untuk mencari tempat lebih sejuk.
  6. Kondisi rumah dalam keadaan kotor dengan banyaknya sampah, sisa makanan berserakan, hingga bangkai hewan membuat semut datang.

Nah, itulah penyebab masuknya semut ke dalam rumah.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

3 Warna Lampu yang Paling Cocok untuk Ruangan Rumah, Bikin Nyaman & Estetik!


Jakarta

Memilih warna lampu untuk ruangan di rumah tidak bisa sembarangan. Sebab, warna lampu dapat memengaruhi tingkat cahaya dan kenyamanan saat berada di ruangan tersebut.

Warna lampu yang terlalu cerah bisa membuat seseorang merasa silau ketika bangun tidur. Namun, warna yang terlalu redup bikin tidak nyaman ketika sedang membaca buku.

Maka dari itu, penting untuk menentukan warna lampu agar sesuai dengan ruangan di rumah. Simak jenis-jenis warna lampu yang umum digunakan dalam artikel ini.


Warna Lampu yang Cocok untuk Ruangan

Seiring perkembangan teknologi, kini semakin banyak lampu yang mengusung berbagai macam warna. Jika dahulu lampu bohlam hanya memancarkan warna kuning, kini lampu LED bisa mengeluarkan cahaya putih dan kuning.

Pemilihan warna lampu dapat disesuaikan dengan ruangan di rumah. Dilansir situs Natale Builders, berikut penjelasannya.

1. Warm White

Warm white menghasilkan warna oranye dan kuning keemasan yang terasa lembut dan hangat. Warna lampu ini memiliki nilai correlated color temperature (CCT) antara 2.400-2.700 Kelvin (K).

Warm white dapat menciptakan suasana nyaman dan rileks. Bahkan, sejumlah penelitian mengungkapkan penggunaan lampu warm white dapat memberikan efek menenangkan pikiran hingga meningkatkan nafsu makan.

Warna lampu ini umumnya digunakan pada ruang tamu dan kamar tidur. Khusus di ruang tamu dapat memberikan kesan cozy, sehingga baik penghuni rumah maupun tamu yang datang merasa nyaman ketika berbincang, terutama saat malam hari.

Penggunaan warm white di kamar tidur juga memberikan efek hangat dan menenangkan. Lampu ini juga tidak terlalu terang sehingga tidak bikin silau ketika baru bangun tidur.

2. Natural White

Natural white atau cahaya putih netral memancarkan cahaya yang terang. Berbeda dengan warm white yang cenderung kuning, natural white terlihat lebih putih cerah tapi masih ada sedikit warna oranye. Lampu ini memiliki nilai CCT antara 4.000-5.500 K.

Natural white dapat menciptakan ruangan terlihat cerah, tetapi tidak terlalu silau bagi mata. Lampu dengan warna ini sangat cocok digunakan di dapur, ruang kerja atau belajar, dan kamar mandi.

Pada area dapur, natural white memberikan visibilitas yang baik untuk memasak. Untuk ruang kerja atau belajar, lampu ini dapat memberikan keseimbangan sehingga membantu menjaga konsentrasi dan mencegah mata cepat lelah karena warna lampu yang redup.

Sedangkan pada area kamar mandi, natural white bisa memberikan cahaya netral untuk berdandan atau bercermin. Warna yang terlalu redup bisa memengaruhi hasil make up.

3. Cool White

Cool white dapat memancarkan cahaya yang lebih terang daripada natural white, bahkan hampir menyerupai kondisi cerah di siang hari. Nilai CCT dari lampu cool white antara 5.000-6.000 K.

Disebut cool white karena warna putih yang ditampilkan sangat terang dengan efek putih kebiruan. Warna ini memberikan kesan modern, bersih, dan energik sehingga banyak digunakan pada ruangan yang luas dan butuh pencahayaan tajam.

Untuk penggunaan di rumah, lampu cool white bisa digunakan pada area garasi atau ruang utilitas. Lampu ini dapat memancarkan cahaya ke seluruh ruangan secara jelas sehingga tidak ada sudut yang terlihat redup.

Itulah tiga pilihan warna lampu yang cocok untuk ruangan di rumah. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)



Sumber : www.detik.com

Lampu LED Vs Lampu Neon, Mana yang Lebih Baik?


Jakarta

Seiring perkembangan teknologi, banyak pemilik rumah yang kini menggunakan lampu LED untuk ruangan di rumah. Namun, beberapa orang tetap memilih menggunakan lampu neon.

Kedua jenis lampu tersebut memiliki sejumlah kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sebelum kamu memutuskan untuk membeli lampu LED atau lampu neon, cari tahu dulu tentang perbedaan kedua lampu tersebut dalam artikel ini.

Lampu Neon Vs Lampu LED: Kelebihan dan Kekurangan

Masih bimbang antara membeli lampu LED atau lampu neon? Jangan khawatir. Dilansir laman Binus University, berikut kelebihan dan kekurangannya:


Lampu LED

Lampu LED dapat menghasilkan cahaya dengan cara mengubah energi listrik menjadi energi cahaya (transduser). Dengan begitu, lampu LED dapat memancarkan cahaya secara langsung dan maksimal serta tidak butuh waktu pemanasan seperti lampu pijar.

Meski menghasilkan cahaya terang, tetapi lampu LED tidak menimbulkan panas jika dinyalakan selama berjam-jam. Di sisi lain, lampu LED juga lebih hemat energi sehingga tak bikin boros listrik.

Simak sejumlah kelebihan dan kekurangan lampu LED di bawah ini:

Kelebihan Lampu LED

  • Tidak butuh waktu warm-up (pemanasan) untuk mendapatkan cahaya terang maksimal
  • Efisiensi listrik yang paling tinggi di antara jenis lampu lainnya. Sebab, energi yang dibutuhkan hanya sekitar 10% dari lampu pijar
  • Dapat diatur agar bisa berubah warna, seperti warm white, natural white, atau cool white
  • Karena bentuknya hanya berupa dioda kecil, maka volume lampu jauh lebih kecil dan bisa dipasang di mana pun
  • Lebih tahan lama
  • Tidak mengandung bahan berbahaya
  • Temperatur lampu cenderung lebih dingin dibandingkan jenis lampu lain, sehingga tidak merusak rumah lampu atau area di sekitar lampu.

Kekurangan Lampu LED

Salah satu kekurangan dari lampu LED adalah dari segi harganya. Memang, lampu LED cenderung lebih mahal daripada lampu neon. Meski begitu, sederet kelebihan yang dimiliki lampu LED membuat harganya terasa worth it untuk dibeli dan digunakan dalam jangka panjang.

Di sisi lain, sudah banyak produsen yang meluncurkan produk lampu LED dengan harga terjangkau. Dengan begitu ada banyak pilihan lampu LED yang ditawarkan.

Lampu Neon/CFL

Lampu neon atau CFL (Compact Fluorescent Lamp) merupakan hasil pembaruan dari lampu pijar. Disebut juga lampu pendar, lampu jenis ini sangat mudah ditemukan dan sangat populer pada masanya. Sebab, lampu ini diklaim 75% lebih hemat energi dibandingkan lampu pijar.

Cara kerja lampu ini adalah dengan mengalirkan arus listrik pada gas yang terdapat di dalam tabung lampu, sehingga membuat lapisan fosfor pada dinding di dalam tabung lampu bersinar.

Meski jadi salah satu lampu yang populer, tetapi lampu neon mulai ditinggalkan banyak orang karena kehadiran lampu LED. Berikut kelebihan dan kekurangan lampu neon:

Kelebihan Lampu Neon

  • Cahaya yang dihasilkan lebih terang bila dibandingkan dengan lampu pijar
  • Bentuk tabung dapat divariasikan menjadi tulisan ataupun gambar
  • Harga lebih terjangkau.

Kekurangan Lampu Neon

  • Usia pakai lebih pendek
  • Kurang efisien terhadap penggunaan energi
  • Jika dinyalakan dalam waktu lama, lampu neon akan terasa panas.

Dengan sejumlah keunggulan tersebut, kini lampu LED banyak digunakan pada interior rumah. Misalnya penggunaan lampu LED untuk hidden lamp pada ceiling atau backdrop dinding.

Lampu LED juga sering digunakan untuk lampu utama. Sebab, intensitas warna lampunya cenderung lebih tinggi dibandingkan lampu neon. Maka dari itu, kini ada banyak produsen lampu yang menghadirkan berbagai pilihan warna dalam satu lampu saja.

Demikian perbedaan antara lampu LED dengan lampu omen. Semoga membantu detikers!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/ilf)



Sumber : www.detik.com