Tag Archives: negara

Kenapa Bentuk dan Jumlah Lubang Colokan Listrik Berbeda di Tiap Negara?


Jakarta

Stop kontak atau colokan listrik biasanya ditemukan di dinding rumah. Bentuknya berlubang untuk mencolok steker alat elektronik.

Nah, ada banyak jenis colokan listrik yang tampilannya berbeda-beda. Bahkan, bentuk colokan bisa berbeda di setiap negara, lho.

Dari bentuk, jumlah, hingga letak lubang sangat variatif. Jadi kalau kamu travelling ke luar negeri, harus siap sedia adaptor colokan.


Namun, kenapa bisa berbeda ya? Simak jawabannya berikut ini, dikutip dari The Conversation, Rabu (28/8/2024).

Kenapa Colokan Listrik Tiap Negara Berbeda?

Sistem distribusi listrik ke rumah di seluruh dunia telah dibangun oleh ribuan orang selama 140 tahun terakhir dan belum selesai hingga sekarang.

Setiap negara membangun jaringan listrik masing-masing tanpa adanya kesepakatan bersama. Setiap negara mencoba memodifikasi jaringan listrik agar lebih baik dan lebih hemat, baik dari segi bahan baku maupun uang.

Jenis-jenis ColokanJenis-jenis Colokan Foto: Lightning Bug Electric

Sebagai contoh, perusahaan di Eropa menyadari bahwa tegangan 220 volt akan lebih murah daripada 110 volt.

Pada tegangan yang lebih tinggi, perusahaan listrik bisa menyampaikan daya yang sama dengan arus yang lebih sedikit. Bayangkan aliran sungai yang sempit mengalir dengan cepat dibandingkan dengan aliran yang lebih lebar yang mengalir lebih lambat.

Lebih jauh, arus yang lebih sedikit memungkinkan penggunaan kawat yang lebih tipis. Karena tembaga yang digunakan untuk kabel listrik mahal, tegangan yang lebih tinggi bisa menghemat uang.

Bentuk bulat kemudian menjadi salah satu inovasi pada awal mula adanya colokan. Hal ini karena colokan bulat dinilai lebih aman dan lebih pas saat dicolok.

Kenapa Bentuk Colokan Tidak Dibuat Seragam Saja?

Saat ini, sebagian besar rumah di dunia memiliki akses listrik. Ide untuk mengadopsi satu standar global bentuk colokan listrik mungkin terdengar solutif.

Namun, perubahan tersebut akan menghabiskan triliunan rupiah, mulai dari mengubah bentuk colokan, mengubah cara membangun gedung, dan bahkan cara mereka memproduksi beberapa peralatan.

Maka, tak heran, setiap negara mempertahankan bentuk colokan yang sudah ada dan mengalokasikan dana tersebut untuk keperluan yang lain.

Itulah alasan kenapa bentuk colokan atau stop kontak listrik bisa berbeda di tiap negara. Semoga bermanfaat!

Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Kenapa Ya Jenis Colokan Listrik di Setiap Negara Berbeda? Simak Ulasannya


Jakarta

Di dunia ini, terdapat berbagai jenis colokan listrik yang digunakan di berbagai negara. Perbedaan tersebut sering membuat orang bingung, terutama saat bepergian ke luar negeri. Apa saja jenis-jenis colokan listrik yang umum dan mengapa lubangnya bisa berbeda-beda?

Simak pembahasan berikut yang akan mengulas secara detail mengenai jenis-jenis colokan listrik yang paling sering digunakan serta alasan perbedaan desainnya.

Electric power sockets with different types of plug cord. Vector isolated type C and A, B and L, usb standard ports for devices charging and appliances, electronic equipment connectorsElectric power sockets with different types of plug cord. Vector isolated type C and A, B and L, usb standard ports for devices charging and appliances, electronic equipment connectors Foto: Getty Images/Sensvector

Tipe A (Amerika Utara, Jepang)

Colokan tipe A adalah salah satu yang paling umum di Amerika Serikat, Kanada, dan Jepang, colokan ini memiliki dua pin paralel tanpa ground, dan digunakan dalam sistem listrik dengan tegangan 100-127 volt. Karena tidak memiliki ground, colokan ini kurang cocok untuk perangkat yang membutuhkan perlindungan tambahan terhadap lonjakan arus listrik.


Tipe B (Amerika Utara, Jepang)

Tipe B mirip dengan tipe A tetapi memiliki pin ketiga sebagai ground, melansir sciencefocus.com, colokan besar yang kita gunakan sekarang berasal dari periode setelah Perang Dunia Kedua. Saat itu, banyak rumah yang perlu dibangun kembali setelah perang.

Pin ini berfungsi untuk menambah keamanan, terutama pada perangkat yang membutuhkan arus besar seperti komputer atau peralatan rumah tangga. Standar ini juga digunakan di Amerika Utara dan Jepang.

Tipe C (Eropa, Asia, Amerika Selatan)

Tipe C dikenal sebagai colokan dua pin bulat dan merupakan salah satu jenis yang paling umum di Eropa, Asia, dan beberapa negara Amerika Selatan, colokan ini kompatibel dengan sistem tegangan 220-240 volt dan tidak memiliki ground. Meskipun umum, tipe C biasanya hanya digunakan pada perangkat berdaya rendah.

Tipe D (India)

Colokan listrik tipe D digunakan di India dan beberapa negara lain. Bentuknya terdiri dari tiga pin besar, salah satunya adalah ground, ini dirancang untuk perangkat yang membutuhkan lebih banyak daya dan tegangan tinggi, dengan standar 220-240 volt.

Tipe E dan F (Eropa Kontinental)

Colokan tipe E dan F adalah dua pin bulat dengan sistem ground yang berbeda. Tipe E digunakan di Prancis dan Belgia, sementara tipe F banyak digunakan di Jerman dan negara-negara Eropa lainnya, kedua tipe ini bekerja dengan tegangan 220-240 volt dan memiliki fitur grounding yang baik untuk keamanan.

Tipe G (Inggris, Malaysia)

Colokan tipe G memiliki tiga pin berbentuk persegi dan merupakan standar di Inggris, Irlandia, Malaysia, dan beberapa negara lain. Sistem ini memiliki ground dan dirancang untuk tegangan tinggi (220-240 volt), membuatnya sangat aman untuk perangkat besar.

Tipe I (Australia, Selandia Baru, Argentina)

Tipe I memiliki dua atau tiga pin, dan digunakan di Australia, Selandia Baru, dan Argentina. Colokan ini didesain untuk perangkat yang beroperasi pada 220-240 volt, dan menawarkan opsi dengan atau tanpa ground.

Tipe L (Italia)

Colokan tipe L terdiri dari tiga pin bulat, yang biasa digunakan di Italia. Desain ini mendukung tegangan 220-240 volt dan menawarkan proteksi ground yang baik.

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

Rekomendasi Wisata di Punclut, Area Paling Hip dan Ikonik di Bandung


Jakarta

Wilayah Bandung terkenal dengan berbagai spot wisata yang hip, trendi, dan berhawa sejuk. Salah satunya adalah Puncak Ciumbuleuit (Punclut) yang berada di ketinggian lebih dari seribu meter di atas permukaan laut (mdpl).

Memasuki Punclut yang berada di bagian utara Kota Bandung, mata langsung dimanjakan dengan pemandangan yang indah dan hijau. Selanjutnya kamu bisa memilih piknik di area outdoor, mencicipi hidangan, atau sekadar healing mengamati keindahan Punclut.

Rekomendasi Wisata di Punclut

Mau ngapain aja di Punclut? Detikers bisa mempertimbangkan beberapa aktivitas dan tempat wisata berikut untuk dinikmati sendiri atau bersama keluarga. Kamu juga bisa mengunjunginya dengan teman-teman terdekat.


1. Foto-foto di WOW Sarae Hills

WOW Sarae Hills di Punclut.WOW Sarae Hills di Punclut. (Instagram @wow.saraehills)

Kawasan wisata Sarae Hills menyediakan area World of Wonder (WOW) buat yang ingin foto-foto. WOW Sarae Hills menyediakan berbagai tempat yang ikonik dari banyak negara. Misal suasana kastil khas Inggris, gerbang kemenangan Arc de Tromphe di Paris, dan Colosseum di Roma

Nggak heran detikers akan merasa keliling dunia di WOW Sarae Hills. Buat kamu yang ingin ke sini, wajib mengikuti jadwal operasional yang disebut di Instagram @wow.saraehills.

Jam buka:

  • Senin-Jumat: 09.00-17.00
  • Sabtu, Minggu, libur nasional: 08.00-17.00

Harga tiket masuk:

  • Reguler: Rp 50 ribu/orang
  • Terusan: Rp 65 ribu/orang
  • All package: Rp 80 ribu/orang.

Harga tiket bisa berubah saat libur nasional atau sesuai kebijakan pengelola. Pengunjung perlu bayar lagi untuk menikmati wahana yang tersedia di WOW Sarae Hills.

2. Main di Area Outdoor D’DieuLand

D'Dieuland di Punclut.D’Dieuland di Punclut. (Instagram @d.dieuland)

Tempat wisata ini sekarang sedang dalam perbaikan sehingga tidak menyediakan layanan. Buat detikers yang ingin berkunjung wajib pantau terus Instagramnya di @d.dieuland.

Sambil menunggu D’Dieuland kembali buka, tak ada salahnya mengulas sedikit tempat wisata keluarga ini. D’Dieuland menyediakan area outdoor untuk anak-anak, sebagai playground bersama orang tua. Tiket masuk arena permainan di luar ruangan ini adalah Rp 50 ribu per orang. Bagi yang ingin menikmati spot wisata ini, berikut jadwalnya

Jam buka: Setiap hari 09.00-22.00

Harga tiket masuk:

  • Weekday: Rp 10 ribu
  • Weekend: Rp 20 ribu

Tiket masuk belum termasuk karcis per wahana sesuai ketentuan pengelola. Selain jadwal buka, harga tiket masuk bisa berubah setiap saat sesuai kebijakan pengelola. Detikers wajib update medsos sebelum berkunjung ya.

3. Sudut Cerita

Sudut Cerita, wisata seni di BandungSudut Cerita, wisata seni di Bandung (Whisnu Pradana/detikcom)

Spot Sudut Cerita adalah bagian dari spot wisata Sudut Pandang yang menyediakan ruang wahana multimedia interaktif. Sudut Cerita bisa menjadi alternatif wisata bagi seluruh wisatawan di Punclut.

Pengunjung bisa melihat instalasi seni hasil karya seniman lokal Bandung. Di sini, pengunjung diperlihatkan hubungan manusia dengan alam yang seharusnya seimbang dan lestari. Wahana yang buka sejak Agustus 2020 ini telah menarik perhatian dari pengunjung dengan berbagai usia.

Jam buka: Setiap hari 11.00-20.00

Harga tiket masuk: Rp 50 ribu

Tiket masuk, jam buka, dan jadwal operasional lain Sudut Cerita di Pluncut bisa berubah tiap saat bergantung kebijakan pengelola. Detikers wajib pantau Instagram @sudutpandang.bdg untuk info terbaru.

4. Lihat Sunrise dan Sunset

bukitKawasan Punclut. (Ela Herdiani/d’Traveler)

Lokasi Punclut di dataran tinggi menjadikan tempat ini spot yang tepat untuk melihat sunrise dan sunset. Detikers bisa menyaksikan matahari terbit dan tenggelam di sepanjang ruas jalan Punclut.

Pengunjung bisa menikmati pemandangan alam ini tanpa perlu membayar tiket masuk. Sebelum melihat indahnya sunrise dan sunset, pastikan detiers telah memarkir kendaraan di tempat yang tepat untuk menghindari kemacetan.

5. Pemancar RRI Bandung

Menara RRI adalah spot legendaris di kawasan Punclut, Bandung. Pemancar ini bisa dikatakan menjadi saksi pembangunan dan seluruh momentum di kawasan wisata andalan Bandung. Hingga saat ini, pemancar RRI masih menjadi lokasi pilihan untuk menikmati keindahan Punclut.

6. Pasar Minggu Punclut

Sesuai namanya, pasar ini hanya membuka layanan pada hari Minggu pukul 05.00-12.00. Google Review menulis spot ini banyak menyediakan sayur, snack, pakaian, dan kebutuhan lainnya.

Tempat ini sebetulnya tidak untuk lalu lalang dan parkir motor. Namun banyak pengunjung yang menggunakan kendaraan motor, sehingga wisatawan wajib berhati-hati. Dengan berbagai pilihan spot wisata di Punclut, kamu bisa memilih yang tepat sesuai keinginan detikers.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com