Tag Archives: ngopi

10 Tempat Ngopi di Puncak Malam Hari yang Asyik Buat Nongkrong


Jakarta

Puncak Bogor menjadi salah satu tujuan wisata bagi berbagai kalangan. Terdapat berbagai tempat bersantai hingga kuliner di pemandangan indah dan udara yang begitu sejuk.

Suasana malam di puncak menjadi daya tarik tersendiri dan membuat momen ngopi semakin menyenangkan. Buat kamu yang mau ngopi di puncak, berikut beberapa rekomendasi tempatnya.

Tempat Ngopi di Puncak

Kamu bisa menemukan banyak tempat ngopi di puncak dengan view yang berbeda-beda. Ada yang menyuguhkan hamparan sawah, gunung, sampai sungai yang indah.


1. Ngopi di Sawah

Ngopi di SawahNgopi di Sawah Foto: detikcom/Riska Fitria

Seperti namanya, Ngopi di Sawah merupakan salah satu tempat ngopi dengan panorama hamparan sawah. Menurut laman instagramnya, Ada ragam pilihan kopi seperti espresso, black coffee, kopi tubruk, cappucino hingga kopi sawah

Selain bisa ngopi, ada banyak camilans seperti pisang goreng sambal roa, kembang tahu, tape goreng dan cempedak goreng.
Ada pula hidangan makanan berat seperti ikan mas, tempe goreng, ayam goreng, sayur lodeh, hingga jeroan goreng. Harga kopinya mulai dari Rp 18.000.

Lokasi: Jl. Puri Cemara (Puncak KM.72) No.90, Gadog, Megamendung, Bogor, Jawa Barat 16770:
Jam Operasional: Senin-Jumat 11.00-21.00 WIB
Sabtu-Minggu 09.00-21.00 WIB

2. Roofpark Cafe & Restaurant

Jika Ngopi di Sawah memiliki view hamparan sawah, Roofpark punya view Gunung yang indah. Saat malam hari, lampu-lampu yang menggantung mempercantik kawasan ini.

Menurut lama Instagram Roofpark Cafe & Restaurant, buat kamu yang mau ngopi, ada single espresso, americano, kopi vietnam, es kopi aren, hazelnut mocha latte, dan pilihan lainnya. Sementara pilihan camilannya mulai dari tahu gejrot, bakwan jagung, tempe mendoan, tempe cabe garam, tahu aci gejrot, hingga pisang goreng. Aneka makanan beratnya juga beragam, seperti nasi liwet, bebek bakar, mie goreng, sampai gado-gado. Harga kopinya mulai dari Rp 21.800.

Lokasi: Istana RAJA FO, Jl. Raya Puncak – Cianjur, Palasari, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat 43253
Jam Operasional: Senin-Jumat pukul 11.00-22.00 WIB
Sabtu-Minggu pukul 11.00-00.00 WIB

3. Breeve Hills Resto & Cafe

Tempat Ngopi di PuncakBreeve Hills Resto & Cafe Foto: (Breeve Hills Resto & Cafe/Instagram)

Breeve Hills Resto Cafe juga menyuguhkan alam dan suasana puncak yang begitu khas. Aneka kopinya mulai dari hot Americano, hot espresso, hot cappucino sampai kopi tubruk.

Sambil menikmati kopi, kamu bisa menikmati camilan seperti pisang goreng dengan aneka topping, roti bakar bakwan udang, tape goreng ice cream, tempe mendoan, dan lain sebagainya. Melihat menu di laman instagramnya, adapun aneka makanan beratnya mulai dari sate padang, nasi goreng, mie goreng, hingga aneka pizza dan steak. Harga kopinya mulai dari Rp 23.000.

Lokasi: Jl. Raya Puncak, Kampung Leuwimalang No. 81, Cisarua-Puncak
Jam operasional : Setiap hari mulai pukul 10.00-22.00 WIB, sementara, selama bulan Ramadhan mulai pukul 16.00-22.00 WIB.

4. Kopi Kabut Sevillage Puncak

Kopi Kabut Sevillage mengusung konsep restoran outdoor yang menyuguhkan keindahan alam sekitar. Jadi, tentunya tempat ini cocok untuk kamu yang mau ngopi sambil bersantai.

Menu kopinya mulai dari kopi susu gula aren, cappucino, klepon coffee, latte macchiato sampai dengan cappucino. Ada juga makanan ringan yang tersedia seperti potato wedges, pisang goreng, samosa, dan pancake. Melihat lama instagram Kopi Kabut Sevillage, adapun harga kopinya yaitu mulai dari Rp 12.000.

Lokasi: Ciloto, Cipanas, Cianjur, Jawa Barat.
Jam operasional: Senin-Jumat pukul 09.00-22.00 WIB
Sabtu-Minggu pukul 09.00-23.00 WIB.

5. Jambul Coffee

Tempat Ngopi di PuncakTempat Ngopi di Puncak Foto: (Jambul Coffee/Instagram)

Jambul Coffee by Jambuluwuk adalah tempat ngopi di sekitar hutan pinus dengan view Gunung Pangrango dan Salak. Sambil menikmati pemandangan, kamu bisa menyeruput kopi ditemani aneka camilan khas nusantara.

Ada kue lumpur, kue cubit, klepon, ongol-ongol hingga gemblong yang manis. Harganya mulai dari sekitar Rp 15.000.

Lokasi: Jl. Veteran III No.63, Jambu Luwuk, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16720
Jam operasional: Setiap hari pukul 08.00-23.00 WIB.

6. Bromelia Coffee

Bromelia Coffee bisa menjadi rekomendasi tempat ngopi di puncak berikutnya. Mengusung tema kekinian, pengunjung bisa menyeruput kopi di tepi sungai.

Ada espresso, americano, caffe latte, cappuccino sampai piccolo. Harganya mulai dari Rp 22.000. Melihat laman instagram Bromelia Coffee, adapun hidangan lain yang bisa dinikmati yaitu roti coklat, croffle, kentang goreng, nasi goreng, burger, sampai dengan nasi goreng,

Lokasi: Gg. Hankam, Jogjogan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16750.
Jam operasional: Setiap hari pukul 14.00-22.00 WIB.

7. Daracafe Coffee and Eatery

Daracafe Coffee and EateryDaracafe Coffee and Eatery Foto: (Daracafe Coffee and Eatery/instagram)

Daracafe Coffee and Eatery sudah berdiri sejak 2016. Di sini, pengunjung bisa menikmati view kebun teh Puncak sambil menyeruput kopi panas.

Ada Vanilla latte, espresso, vietnam drip dan latte. Harganya mulai dari Rp 25.000. Berbagai snack yang bisa dinikmati di antaranya pisang bakar, kentang goreng, pisang goreng, sosis bakar, bakso bakar, dan jagung bakar.

Lokasi: Jl Raya Puncak Pass, Bogor
Jam Operasional: Senin-Jumat pukul 10.00-23.00 WIB
Sabtu-Minggu pukul 10.00-00.00 WIB.

8. Kopi Nako Kebon Jati

Tempat Ngopi di PuncakTempat Ngopi di Puncak Foto: (Kopi Nako/Instagram)

Di Kopi Nako Kebon Jati, wisatawan akan disambut dengan deretan pohon jati. Mengutip laman salah satu agen travel, ada pula area outdoor yang menghadap langsung ke pemandangan kota Bogor.

Pengunjung bisa menikmati aneka kopi seperti kopi nusantara dan es kopi nako duren. Untuk makanan beratnya ada nasi goreng, nasi mercon, mie godog, hingga iga bakar ketumbar madu. Harganya mulai dari Rp 8.000.

Lokasi: Jl. Perjuangan, Cipayung Datar, Megamendung, Kabupaten Bogor.
Jam Operasional: Minggu-Jumat pukul 11.00-22.00 WIB
Sabtu pukul11.00-23.00 WIB.

9. Pinggir Kali Coffee

Sesuai namanya, Pinggir Kali Coffee, memang berada di tepi kali dengan pemandangan gunung yang begitu ciamik. Kamu bisa menikmati aneka kopi seperti kopi susu gula aren, spanish latte, hingga banana coffee chocolate sambil menikmati suasananya.

Melihat laman instagramnya, adapun hidangan lain yang tersedia di antaranya adalah pisang bakar, tahu cabai garam, singkong, goreng, jagung bakar, burger, dan aneka rice bowl.

Lokasi: Jl. Raya Sukaraja No.88, Gadog, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
Jam operasional: Setiap hari pukul 14.00-22.00 WIB.

10. Teras Gadog Coffee & Eatery

Tempat Ngopi di PuncakTempat Ngopi di Puncak Foto: (Teras Gadog Coffee & Eatery
/Instagram)

Teras Gadog Coffee & Eatery bisa jadi tempat ngopi dengan suasana yang begitu asri. Beberapa areanya didesain seperti pendopo.

Beberapa pilihan kopi yang tersedia mulai dari espresso, vietnam drip, americano, cappuccino dan latte. Harga kopinya mulai dari Rp 22.000. Sementara, camilan yang tersedia di antaranya nangka goreng, pisang bakar, singkong thailand hingga lumpia semarang.

Lokasi: Jl. Cikopo Selatan 19A, Bogor
Jam Operasional: Senin-Kamis pukul10:00-22:00, Jumat pukul 10:00-23:00, Sabtu-Minggu pukul 08:00-23:00

Itulah 10 tempat ngopi di Puncak yang asyik buat ngumpul. Beberapa informasi ini diambil dari instagram kafe atau tempat ngopi dan situs agen travel.

(elk/row)



Sumber : travel.detik.com

Tempat Ngopi Baru di Taman Budaya Sentul, Instagramable buat Weekend



Sentul

Taman Budaya Sentul jadi destinasi yang cocok dikunjungi di akhir pekan. Di sana ada tempat ngopi baru yang Instagramable.

Nama tempat ngopi itu adalah Raindear Coffee and Kitchen. Dari segi bangunan, tempat ngopi ini memang lebih menonjol dibandingkan dengan sekelilingnya.

Konsep bangunan kafe ini terinspirasi dari kubah Timur Tengah dengan lengkungan-lengkungannya yang khas, sehingga membuatnya tampak unik serta berbeda.


detikTravel berkunjung ke tempat ngopi ini beberapa waktu lalu. Melangkahkan kaki ke dalam, traveler akan disambut dengan desain interior yang elegan. Nuansa hijau dari tanaman-tanaman tampak menghiasi sebagai pemanis.

Temboknya didesain dengan perpaduan warna cat biru tua dan light grey yang estetik sehingga cocok untuk menjadi background foto menarik bagi para pengunjung. Ada juga lampu-lampu yang unik.

Raindear SentulRaindear Sentul Foto: (dok. Istimewa)

Manager Area Raindear Coffee and Kitchen, Eron mengatakan kafe tempatnya bekerja mampu menampung hingga 250 orang tamu. Tak hanya anak-anak muda, kafe ini juga banyak dikunjungi keluarga, terutama saat weekend.

“Kami juga menyasar pengunjung dari keluarga, remaja sampai komunitas,” kata Eron, beberapa waktu lalu.

Untuk menu makanan, mulai dari appetizer, ada olahan makanan ala Texas-Mexico seperti nachos, singkong goreng garlic hingga kentang goreng saus mentai dengan perpaduan rumput laut dan mentai.

Raindear SentulAyam bakar Taliwang Foto: (dok. Istimewa)

Untuk menu utamanya yang jadi unggulan ada nasi ayam bakar taliwang dengan cita rasa pedas tapi mantap dan nasi goreng hitam yang memakai tinta dari cumi-cumi, tapi tidak amis. Harganya mulai dari Rp 50 hingga 70 ribuan.

Ada juga makanan-makanan western seperti pasta, pizza, cheese burger hingga wagyu steak dengan truffle oil. Rasanya sudah pasti sedap dan nikmat.

Oh iya, untuk kopinya ada bermacam-macam jenis, dari es kopi susu original hingga es kopi pandan, oatmilk hingga salted caramel. Harganya standar kafe, mulai dari Rp 30 ribuan.

Ada beragam fasilitas di tempat ini, di antaranya lahan parkir yang luas hingga mushola untuk salat. Tempat ngopi ini juga menjual beragam merchandise seperti tumbler, tote bag, hingga payung.

Pemilihan lokasi kafe yang berada di Taman Budaya Sentul ini juga sengaja agar traveler bisa ngopi sambil berwisata.

“Selain itu, pemilihan lokasinya memang berdekatan dengan tempat rekreasi atau wisata sehingga memiliki pemandangan perbukitan yang membuat suasananya semakin seru,” pungkas Eron.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Cuma di Bali, Bisa Ngopi di Kedai Jadul Sambil Lihat Sawah



Badung

Ngopi sambil menikmati pemandangan sawah nan hijau lagi ngetren. Di Bali, kamu bisa menyeruput kopi di Kedai Abian Carik yang jadul ini.

Tempat ngopi bernuansa pedesaan dan jadul pun banyak bermunculan di Bali. Salah satunya kedai kopi Abian Carik.

Baru sebulan lebih dibuka, tempat ini sudah ramai dikunjungi wisatawan, terutama saat sore menjelang malam. Kedai kopi ini berlokasi di tengah sawah Subak Tegan, Desa Kapal, Kecamatan Mengwi, Badung, Bali.


Traveler bisa menyeruput kopi sembari menikmati hamparan sawah nan asri. Di sekitar kedai kopi itu, ada pula kebun yang ditanami aneka sayur dan tanaman bunga.

Untuk menuju lokasi, pengunjung harus masuk ke jalan subak sepanjang 200 meter ke dalam area persawahan. Kedai dengan pondokan kayu yang dipagari bambu itu akan terlihat dari pinggir jalan. Selanjutnya, pengunjung tinggal menyusuri pematang sawah untuk sampai ke lokasi.

Pemilik kedai sengaja mengusung konsep jadul yang menyatu dengan alam. Bangunannya berupa pondokan kecil berbahan papan kayu yang dihias dengan beragam umbi-umbian dan pisang.

Pondok itu dipakai pengelola untuk menaruh bahan-bahan makanan beserta kopi. Penjaga kedai juga berpenampilan jadul dengan pakaian seadanya serta capil atau topi khas petani di desa-desa.

Meski begitu, pengunjung antusias duduk lesehan beralaskan tikar daun pandan sembari menunggu barista meracik kopi di atas Vespa. Selain kopi, kedai itu juga menjajakan aneka kudapan tradisional. Mulai dari ubi goreng pedas manis, pulung ubi, jagung rebus, hingga pisang goreng. Cocok untuk menemani kopi tubruk.

Orang-orang yang datang ke Abian Carik tak hanya anak muda dari kalangan menengah di Mengwi. Mereka juga datang dari kalangan atas yang rata-rata tinggal di Kota Denpasar.

“Di rumah nggak banyak ada kafe kopi yang benar-benar ada di alam begini,” kata Yanti, salah satu pengunjung asal Denpasar, Senin (16/9).

Pengunjung lainnya, Vani, mengungkapkan tidak sedikit pengelola kedai kopi yang mengusung konsep jualan di tengah sawah. Perempuan asal Yogyakarta itu menyebut banyak kedai kopi dengan konsep serupa di luar Bali.

“Tapi dagang kopi yang jualan di Bali lebih banyaknya tampilan ala resto, mewah. Konsep ini di Bali sebetulnya lebih cocok karena alamnya mendukung,” ujar Vani.

Pemilik kedai, Anak Agung Gde Agung Krisna Semara Putra mengungkapkan konsep kedainya dirancang bagi penikmat kopi yang suka ketenangan.

“Banyak yang tidak menangkap konsep ini sebelumnya. Kedai kopi di sawah memang banyak. Tapi ngopi di tengah kebun yang kebetulan lokasinya di tengah-tengah sawah itu belum banyak,” kata dia.

Agung mengakui kedai kopinya ramai karena pengunjung suka menikmati kopi sambil bersantai. Ia mengeklaim banyak pengunjung yang sengaja datang untuk dapat suasana pedesaan.

“Jadi dari menu makanan yang ada saja kami ingin orang-orang bisa nikmati jajanan jadul. Suasananya dapat, kesannya juga harus pas. Kann sudah nggak banyak yang jual camilan jadul,” sambung Agung.

Kedai kopi Abian Carik buka setiap hari mulai pukul 16.00 Wita. Pengunjung juga bisa ngopi-ngopi asyik di tengah sawah sampai larut malam tanpa perlu khawatir karena pengelola sudah menyediakan lampu penerangan.

——-

Artikel ini telah naik di detikBali.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Ngopi Asri di Rummah GoA


Jakarta

Masuk kafe Rummah GoA, detikers akan langsung merasakan suasana ala negeri dongeng yang tenang, rimbun, dan penuh sentuhan seni. Kafe ini dikelilingi pepohonan besar dan bangunan bernuansa kayu, bikin betah duduk lama sambil menyeruput kopi dan melihat kereta komuter line lalu lalang di kejauhan.

Tempat duduk di Rummah Go’A tersebar di beberapa area, yang bikin suasananya makin menenangkan. Ada meja dan kursi yang berada di atas, dan ada juga yang di bawah tepat di tepi sungai. Menariknya, Rummah Go’A bukan sekadar kafe biasa. Tempat ini awalnya merupakan rumah dari seniman Dik Doank, yang kemudian disulap menjadi ruang nongkrong ramah lingkungan.

“Om Dik (pendiri dan pemilik Rummah Go’A) percaya kalau barang-barang rongsokan bisa jadi karya seni dan membantu mengurangi limbah,” ujar Ayu, supervisor Rummah Go’A.


Rummah Go'A hidden gem di Stasiun JurangmanguRummah Go’A hidden gem di Stasiun Jurangmangu (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

Benar saja, hampir seluruh bangunan kafe ini terbuat dari barang bekas mulai dari kayu, besi tua, hingga jendela dan pintu yang diselamatkan dari tempat rongsokan. Tangan kreatif Dik Doank menyulap benda-benda itu jadi perangkat dan ruang artistik yang terasa hangat plus otentik.

Salah satu pengunjung, Shandrina, mengaku jatuh cinta dengan suasana di Rummah Go’A. Menurutnya Rummah Go’A membantunya menyatu dengan alam dan benar-benar bisa menikmati seni dan suasana sekitar.

“Tempatnya autentik banget, bisa bikin kita menyatu sama alam dan menikmati seni kontemporer,” ujar Shandrina.

Tak cuma tempatnya yang unik, makanan dan minumannya juga spesial. Menu di Rummah Go’A dibuat oleh pelaku UMKM lokal, mulai dari kopi, camilan, hingga makanan berat. Untuk pemesanan makanan, pengunjung cukup scan barcode di setiap meja praktis dan modern.

Lokasi dan Jam Operasional Rummah Go’A

Rummah Go’A terletak di belakang Stasiun Jurangmangu, Sawah Lama, Ciputat, Tangerang Selatan, belakang Stasiun Jurangmangu. Jam buka Rummah Go’A, Seni-Kamis 12.00-21.00 WIB, Sabtu & Minggu 10.00 22.00 WIB, dan setiap Jumat tutup.

Rummah Go'A hidden gem di Stasiun JurangmanguRummah Go’A hidden gem di Stasiun Jurangmangu (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

Jadi, kalau detikers ingin menepi sejenak dari hiruk pikuk kota sambil ngopi di tepi sungai dengan nuansa alam yang menenangkan, Rummah Go’A bisa jadi pilihan sempurna untuk mengisi akhir pekan.

Fasilitas di Rummah Go’A juga lengkap, mulai dari toilet, musala, hingga live music. Yang paling mencuri perhatian, deretan televisi antik dan lukisan karya Dik Doank yang menghiasi hampir setiap sudut kafe. Semua elemen itu menambah kesan magis, seolah kamu benar-benar berada di dunia dongeng.

Soal parkir, tak perlu khawatir. Pengunjung bisa menitipkan mobil di Universitas Pembangunan Jaya di Jalan Cendrawasih Raya Bintaro Jaya, atau parkir motor di Stasiun Jurangmangu, lalu berjalan sekitar 7 menit menuju lokasi.

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

Ngopi di Toko Merah, Ngopi di Kafe dengan Nuansa Batavia



Jakarta

Toko Merah nan bersejarah di Kota Tua itu kini disulap menjadi kafe Rode Winkel Coffee & Savoury. Sebuah tempat ngopi bernuansa Batavia tempo dulu.

Bangunan ikonik Toko Merah itu berada di kawasan Kota Tua, tepatnya di Roa Malaka, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Toko Merah itu mencolok dengan dinding betul-betul berwarna merah, bukan sekadar namanya.

Toko Merah yang sudah ada sejak 1730 itu hidup kembali melalui kafe Rode Winkel. detikTravel singgah di kafe itu akhir pekan lalu, Sabtu (25/10/2025).


Saat melangkah masuk, suasana klasik langsung terasa. Alunan lagu keroncong menyambut pengunjung yang datang, menciptakan nuansa nostalgia di tengah bangunan kolonial. Namun, kesan orisinal bangunan tetap dipertahankan, tangga berkarpet yang tampak kotor dengan debu, dinding putih yang catnya mulai mengelupas, serta ornamen tua yang dibiarkan apa adanya untuk menjaga nilai historis.

Bagian dalam Toko Merah tidak merah. Bagian dalam Toko Merah berwarna putih yang mulai pudar dimakan waktu. Kontras warna merah di bagian luar dan putih di bagian dalam itu justru menjadi daya tarik tersendiri. Kedua warna itu seolah memperlihatkan lapisan sejarah yang masih hidup di setiap sudutnya.

Hampir seluruh interiornya unik, mulai dari lantai kayu tua, tangga melingkar, meja, hingga jendela besar bergaya Belanda. Setiap sudut membawa pengunjung kembali ke masa Batavia lama, saat kawasan Kali Besar menjadi pusat perdagangan penting di Asia.

Toko Merah dibangun oleh Meneer Belanda Gustaaf Willem Baron van Imhoff, Gubernur Jenderal Hindia Belanda, di atas lahan seluas 2.471 meter persegi. Sejak berdiri, Toko Merah telah melalui berbagai perubahan fungsi, mulai dari rumah pejabat kolonial, asrama maritim, toko milik warga Tionghoa, hingga kantor bank dan gedung Dinas Kesehatan Tentara Jepang.

Toko Merah di Kota Tua, Jakarta BaratToko Merah di Kota Tua, Jakarta Barat (Qonita Hamidah/detikTravel)

Kini, bangunan cagar budaya golongan A yang dimiliki PT Dharma Niaga ini dikelola oleh pemerintah dan disewa sebagian oleh Rode Winkel Café. Area yang difungsikan sebagai kafe berada di lantai 1 bawah dan sebagian lantai 2 bagian depan, sementara area lainnya masih dikosongkan dan belum difungsikan.

Rode Winkel juga membagi dua jenis ruangan yang berbeda di kafenya, ada ruangan yang non AC dan ber-AC untuk para pengunjung.

“Awalnya ke sini buat foto-foto, ternyata nggak semua ruangan dibuka, hanya lantai 1 bagian depan dan lantai 2 depan sebagai kafe,” kata Dila, pengunjung asal Bekasi saat ditemui detikTravel.

Salah satu staf kafe bernama Resti ramah menyambut detikTravel. “Memang gedung ini disewakan untuk kafe kami (Rode Winkel). Kita yang nyewa ke pemerintah, nyewa satu gedung tapi nggak semua ruang dibuka,” ujar Resti.

Saat itu juga Resti menyodorkan lembaran menu. Di sana terpampang menu minuman dan makanan. Di bagian minuman di antaranya Espresso Based, Baby Sugar, Tea (Blended, manual Brew), Signature (Coffee & Non-Coffee), Juice, smoothies, Lite bites & Main Course. Adapun di bagian makanan ada nasi goreng, sop buntut, sop iga dll.

Makanan dan minuman itu memiliki kisaran harga Rp 25 ribu hingga Rp 60 ribu.

Merujuk sejumlah sumber, Toko Merah mengalami revitalisasi adaptif agar tetap hidup tanpa kehilangan nilai sejarahnya. Nah, Rode Winkel menjadi bagian kecil dari upaya menghidupkan kembali Toko Merah sebagai ikon heritage di jantung Kota Tua Jakarta.

Meski beberapa bagian bangunan masih menunjukkan usia dan belum dipugar sempurna, justru di situlah daya tariknya. Setiap detail di dalam kafe ini seolah mengisahkan perjalanan panjang Toko Merah yang dulu menjadi saksi kejayaan Batavia sebagai kota perdagangan Asia.

Kini, sambil menyeruput kopi dan mendengarkan alunan keroncong, detikers bisa menikmati nostalgia sejarah di antara dinding-dinding tua yang penuh cerita.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com