Tag Archives: nisa

Bukan buat Nongkrong Semata, 2 Situ di Ciputat Ini Jadi Spot Jogging



Ciputat

Ciputat ternyata memiliki tempat seru buat traveler yang suka olahraga ringan, seperti jogging. Banyak pohon rindang, view-nya situ atau danau.

Sebelumnya, dua situ ini memang menjadi jujugan warga sekitar buat nongkrong. Namun, seiring kian populernya olahraga, warga pun mulai menjadikannya sebagai tempat buat jogging atau olahraga lain.


Di sini banyak pohon sehingga tidak terlalu panas. Selain itu, view danau yang luas bikin pengunjung bisa mengistirahatkan mata dari paparan layar gadget.

1. Situ Gintung

Situ Gintung jadi salah satu kawasan yang kerap didatangi warga saat akhir pekan. Tak sedikit warga datang ke sana untuk berwisata bersama keluarga.Situ Gintung jadi salah satu kawasan yang kerap didatangi warga saat akhir pekan. Tak sedikit warga datang ke sana untuk berwisata bersama keluarga. (Andhika Prasetia/detikcom)

Terletak di kawasan Cirendeu, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan. Situ Gintung jadi salah satu destinasi favorit warga Ciputat untuk jogging dan berolahraga.

Pemandangan danau yang tenang dan udara yang adem bikin suasana lari sore terasa lebih menyenangkan. Jalurnya cukup lebar dan bisa digunakan untuk jalan santai maupun lari ringan.

Selain itu, area sekitarnya juga cocok untuk aktivitas outdoor lain seperti bersepeda, senam, atau sekadar jalan santai menikmati suasana alam. Detikers bisa jogging di Situ Gintung dengan panjang lintasan sekitar 4,5 kilometer yang dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 45 menit.

Suasana sore hari di hari biasa cenderung sepi, tidak banyak orang yang lalu lalang untuk sekadar berjalan santai atau berlari ringan. Berbeda dengan akhir pekan, jalur jogging di Situ Gintung biasanya lebih ramai oleh warga yang berolahraga, mulai dari orang tua, mahasiswa, hingga warga sekitar.

Situ Gintung jadi salah satu kawasan yang kerap didatangi warga saat akhir pekan. Tak sedikit warga datang ke sana untuk berwisata bersama keluarga.Situ Gintung jadi salah satu kawasan yang kerap didatangi warga saat akhir pekan. Tak sedikit warga datang ke sana untuk berwisata bersama keluarga. (Andhika Prasetia/detikcom)

“Iya, kalau hari Minggu lebih ramai yang berolahraga di sini karena hari libur juga. Di depan ada pasar kaget, jadi sekalian habis jogging bisa jajan,” kata Rara, seorang mahasiswa yang sedang jogging santai di Situ Gintung pada Selasa (14/10) sore.

“Aku pilih hari ini (14/10/2025) karena kebetulan kuliah lagi libur dan nggak banyak orang, jadi aku bisa lebih leluasa larinya, dan jalur joggingnya bagus engga ada lobang-lobang,” Rara menambahkan.

Jalur jogging di Situ Gintung terbilang aman dan nyaman. Di sepanjang lintasannya, deretan pepohonan rindang membuat suasana terasa sejuk dan tidak terlalu panas.

Bagi detikers yang ingin berkunjung di Situ Gintung menggunakan kendaraan pribadi tak perlu khawatir karena tersedia area parkir di belakang Kampus UIN dengan tarif Rp 3 ribu.

2. Situ Bungur

Situ Bungur, CiputatSitu Bungur, Ciputat punya spot jogging, lho. Pas banget buat jalan kaki atau jogging di sini pagi atau sore hari. (Qonita Hamidah/detikcom)

Berbeda dengan Situ Gintung yang sudah lebih dulu populer, Situ Bungur menawarkan suasana yang lebih adem dan tenang. Saat sore hari, tak banyak orang yang datang untuk jogging. Berdasarkan pantauan detik travel, Kamis (14/10/2025), kawasan ini justru lebih sering dipenuhi oleh para pemancing, terutama di sore hari.

Situ Bungur terletak di Jalan Menjangan Raya, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan. Air danaunya tampak berwarna kehijauan, dengan beberapa tumpukan sampah di tepiannya. Jalur jogging di kawasan ini tergolong singkat dan tidak sepanjang lintasan di Situ Gintung.

“Setiap sore memang banyak pemancing di sini karena di danau ini ada ikan air tawar, seperti sapu-sapu dan nila kecil, dan biasanya kalau banyak ikannya ya 10 ekor lebih,” ujar Anwar, salah satu pemancing di Situ Bungur.

Sementara itu, Nisa, pengunjung yang rutin berolahraga di sana, mengaku memilih Situ Bungur karena lokasinya yang dekat dari rumah.

“Alasan saya jogging di Situ Bungur karena dekat dari rumah dan panjang lintasannya tidak jauh, sekitar 2 km,” kata dia.

Nisa juga berharap kawasan ini bisa lebih dikembangkan. “Harapan saya, Situ Bungur bisa menjadi tempat wisata. Karena kalau akhir pekan ramai, banyak pedagang, orang jogging dan datang untuk menyalurkan hobi mancing,” dia menambahkan.

Bagi detikers yang ingin berkunjung ke Situ Bungur menggunakan kendaraan pribadi, terutama motor, tidak perlu khawatir. Di area sekitar situ sudah tersedia lahan parkir untuk pengunjung dengan tarif Rp 2 ribu.

(fem/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
image : unsplash.com / Thomas Tucker

Menatap Blok M Lewat Kacamata Wisatawan



Jakarta

Bagi wisatawan, Blok M bukan sekadar pusat belanja dan hiburan lama. Kawasan ini kini menjelma destinasi urban dengan nuansa retro yang berpadu dengan gaya hidup modern Jakarta Selatan.

Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Administrasi Jakarta Selatan menggelar Famtrip-Strolling Around Blok M pada Kamis (25/9/2025). detiktravel menjadi salah satu peserta dalam rombongan itu.

Kegiatan mengeksplor Blok M itu juga diikuti oleh influencer atau kreator konten. Disparekraf mengatakan agenda itu digeber agar informasi mengenai wisata Blok M dapat tersebar luas melalui platfrom media sosial para influencer dan content creator.


“Diharapkan peserta dapat menerima pemahaman yang baik mengenai sejarah dan ikon utama di Jakarta Selatan, serta mampu mempengaruhi dan mengajak para followersnya melalui kanal sosial media masing-masing,” kata PLT KA Sudin Parekraf Jakarta Selatan Isa Sarnuri.

Rosa, peserta asal Bekasi mengaku senang dengan adanya acara famtrip ini “Kita bisa eksplor Blok M dari tempat yang kita enggak tahu dan ternyata ada tempatnya,” kata dia.

“Alasan mengikuti kegiatan ini karena pengen eksplor blok M, biasanya cuma tahu tempat-tempat yang viral aja dan tadi dijelasin juga sejarah Blok M sama pemandunya”, kata Lusi, peserta asal Lebak Bulus.

Sejumlah pengunjung mengakui bisa menjadi lebih tahu mengenai sejarah Blok M dan hidden gem yang belum mereka singgahi.

“Hal yang menarik dari famtrip ini kita bisa datang ke tempat-tempat hidden gem yang belum viral, dapat teman baru, dan semuanya sudah terfasilitasi mulai dari MRT dan bus,” kata Nisa, peserta asal Kebayoran Baru.

Tak hanya berkeliling Blok M, peserta juga bisa menikmati kuliner kekinian, seperti kuliner Korea, Thailand, dan timur tengah.

“Saya mampir ke stand kuliner yang depan Blok M Square itu semua kuliner ada, yang unik itu tadi banyak banget macam-macam kuliner dari Korea, Thailand,” ujar Nisa.

Di Blok M enggak cuman makanan kekinian aja yang ada, tapi juga ada kisah di baliknya.

“Ya, enggak cuman kulineran. Peserta juga bisa mengetahui kilas balik dari masjid Al-Azhar, CSW, Peruri, dan Blok M,” kata Nisa.

“Mayoritas pengunjung ke Blok M untuk berburu kuliner bukan ke tempat belanja, sedangkan pusat perbelanjaannya masih lumayan sepi”, kata Nisa lagi.

Peserta lain cukup terkesan dengan Famtrip-Strolling Around Blok M Sudin Parekraf Jakarta Selatan itu. Mereka menilai Blok M bukan sekedar tempat nongkrong tapi tempat yang ada sejarahnya.

“Seru banget banyak informasi yang saya dapatkan, yang menarik Blok M itu bukan sekedar tempat nongkrong, tapi tempat yang ada sejarahnya,” kata peserta dari komunitas influencer.

Kepala Seksi Pemasaran dan Atraksi Sudin Parekraf Jakarta Selatan berharap acara ini dapat menjadi pengalaman menarik dan bisa dibagikan ke masyarakat luas.

“Semoga menjadi pengalaman menarik dan di-share ke teman-teman yang lain,” kata Chryshandyni Suri R., kepala Seksi Pemasaran dan Atraksi Disparekraf Jaksel.

Acara Famtrip-Strolling Around Blok M baru pertama kali digelar yang hanya memfokuskan ke satu tempat saja dan peserta berkeliling dengan jalan kaki.

“Ini baru pertama kali menggali 1 spot, sebelumnya biasanya menggali spot dengan menggunakan bus ke beberapa spot,” kata Chryshandyni.

Acara Famtrip-Strolling Around Blok M ini berhasil membuka perspektif baru bahwa Blok M bukan hanya pusat kuliner dan hiburan, tetapi juga menyimpan nilai sejarah serta hidden gem yang menarik untuk dieksplorasi. Diharapkan kegiatan ini dapat semakin mengenalkan Blok M sebagai destinasi wisata urban Jakarta Selatan yang layak dikunjungi.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com