Tag Archives: nurul

Dulu Terminal Lama, Sekarang Disulap Jadi Pusat Jajanan di Sukabumi



Sukabumi

Libur Tahun Baru di Sukabumi, traveler bisa menyempatkan waktu main ke destinasi baru ini. Dulunya tempat ini adalah terminal, tapi sekarang jadi pusat jajanan.

Suasana di kawasan eks Terminal Lama di Jalan Sudirman, Kota Sukabumi nampak meriah. Kawasan yang dulunya merupakan terminal bus kini sudah disulap menjadi pusat kuliner yang baru.

Tenda-tenda jajanan berjejer mulai dari nasi bakar, cumi bakar, dakkochi, mochi daifuku, bakso, baby crab, dan makanan unik lainnya dapat ditemukan di tempat yang kini bernama PASS Food Centre Sukabumi.


Aneka minuman juga dijual di sini seperti es teh, aneka kopi, jus buah, alpukat dan durian kocok, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Harga makanan yang dijual di sini juga cukup beragam. Misalnya satu tusuk dakkochi atau olahan sate ayam bersaus merah pedas ala korea dibanderol dengan harga Rp 20 ribu per tusuk. Kemudian, mochi daifuku yang kini viral dijual seharga Rp 5 ribu saja per bijinya.

Setidaknya ada 150 tenant dan 300 pedagang yang ada di pusat kuliner Sudirman ini. Tempat ini jadi daya tarik baru bagi wisata kuliner di Kota Sukabumi.

“Pada dasarnya kita memfasilitasi UMKM yang ada di Kota Sukabumi ini. Ini bentuk kerjasama PPUB yayasan dengan Pemerintah Kota Sukabumi,” kata Ketua Yayasan Putra Siliwangi Sejahtera, Vega Sukmayudha, Senin (1/1/2025).

UMKM yang menempati lahan eks Terminal Lama Sukabumi mayoritas berasal dari Kota Sukabumi sebanyak 80 persen dan 20 persen lainnya dari Kabupaten Sukabumi. Ke depan, kemungkinan jumlah pedagang akan bertambah mengingat antusiasme masyarakat terhadap pusat kuliner baru ini.

“Kita kan ngasih kuota 150, kuota terpenuhi ya sudah close, tapi ada yang waiting list udah teregister. Nanti kita siapkan opsi penambahan tempat kah atau nanti menunggu pedagang yang memang tidak akan memperpanjang itu nanti langsung diisi,” ujarnya.

Fasilitas yang disediakan di wisata kuliner ini cukup lengkap di antaranya ada panggung musik, meja makan, mushola, dan tempat parkir.

Selain itu, ada juga bus Ajakami (Ayo Jalan-jalan di Kota Sukabumi) yang bisa dijajal oleh pengunjung untuk berkeliling Kota Sukabumi. Tiket Bus Ajakami seharga Rp5 ribu per orang.

“Kami ingin membentuk framing wisata itu ketika ingin keliling kota ya di sini shalter-nya, makanya kalau misalkan nanti ada penambahan kuota konsesi waktu saya akan coba bikin sheltenya Bus Ajakami,” kata dia.

“Jadi masyarakat gak usah pusing, atau wisatawan itu ya tinggal ke sini sambil jajan sambil makan jadi tau spot-spot wisata di kota,” tambahnya.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, M. Hasan Asari berharap dengan pengoperasian eks Terminal Lama menjadi pusat kuliner tentu akan menambah daya tarik wisatawan ke Kota Sukabumi.

Salah satu pengunjung asal Bekasi, Nurul mengaku tertarik mengunjungi pusat kuliner ini. Saat libur Nataru, ia bersama keluarganya memutuskan untuk berlibur ke Sukabumi.

“Kerja di Bekasi, kebetulan ada keluarga di Sukabumi jadi momen liburan ini berkunjung ke rumah nenek. Tempat ini cukup viral di media sosial akhirnya nyoba dan menarik-menarik makanannya,” kata Nurul.

“Tadi beli dakkochi terus cirawang juga. Enak-enak makanannya. Kalau dari segi harga memang bersaing ya, ada yang murah, terjangkau, ada juga yang cukup pricey,” sambungnya.

Buat traveler yang tertarik untuk mencoba, bisa datang ke PASS Food Centre di Sukabumi. Destinasi kuliner ini buka setiap hari dari pukul 10.00 WIB sampai 22.00 WIB.

——-

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Ngulik Blok M Square, Kawasan Wisata Kuliner Paling Viral di Jaksel



Jakarta

Blok M Sqare adalah pusat perbelanjaan yang sangat ikonik di kawasan Blok M Jakarta Selatan. Dengan gedungnya yang besar tepat di pintu keluar terminal, Blok M Square sangat mudah dikenali para pengunjung.

Tulisan Blok M Square yang besar dengan ujung menara dan desain luar ikonik membuat gedung ini mudah dilihat pengunjung dari berbagai arah. Sehingga, pengunjung bisa menjadikan Blok M Square patokan sebelum mendatangi gang-gang dan area Blok M.

Blok M SquareBlok M Square Foto: Qonita Hamidah/detik travel

Detik travel sempat mengunjungi Blok M Square dalam Famtrip-Strolling Arround Blok M bersama Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Secara umum, area Blok M mulai mengalami pembangunan besar-besaran di era Ali Sadikin menjabat Gubernur Jakarta pada 1966-1977.


“Pada masa pemerintahannya, Ali Sadikin, berhasil membangun Kota Jakarta secara besar-besaran khususnya daerah Jakarta Selatan di area Blok M ini,” kata Muti yang ketika itu menjadi pemandu wisata.

Ali Sadikin menginginkan Blok M dikelilingi wisata kuliner sesuai selera dan keinginan pengunjung. Harapan ini terwujud di era pembangunan Blok M saat ini yang terdiri dari beberapa distrik dengan aneka pilihan kuliner dan wisata lain.

Termasuk area Blok M Square terletak di Jl. Melawai 5, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Saat ini, Blok M Square dan kawasan Blok M secara umum telah menjadi destinasi wisata urban, mulai dari Stasiun MRT hingga kawasan pemukiman Kebayoran Baru.

Beberapa spot di Blok M Square menjadi viral dan jadi incaran para pengunjung yang baru sekali atau telah beberapa kali ke Blok M. Berikut datanya dihimpun dari arsip detikcom:

– Masjid Nurul Iman Blok M Square di lantai 7

– Kampoeng Mainan di lantai 3

– Kue subuh di upper ground

– Bursa buku dan sentra musik di basement

– Pujasera di basement antara lain:

  • Artirasa Cheesecake
  • Bakmi Piring
  • Haka Dimsum
  • Thai Baby
  • Maiku Cafe.

Blok M Square biasanya ramai di hari libur, jam makan siang, atau selesai kantor. Buat detikers yang ingin beburu kuliner atau wisata viral, sebaiknya hindari jam-jam tersebut agar nyaman dan tidak perlu antri lama. Jangan lupa bawa uang tunai dan nontunai untuk mengantisipasi gangguan di sistem pembayaran.

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

Jalan-Jalan Asyik dan Seru, Strolling Around Blok M



Jakarta

Blok M bukan hanya dikenal sebagai pusat belanja dan kuliner, tapi juga menyimpan banyak cerita sejarah dan sudut menarik yang jarang diketahui. Ada apa saja ya?

Melalui acara Strolling Around Blok M, detiktravel berkesempatan menelusuri destinasi ikonik bersama Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta Selatan pada 25 September.

Berikut spot-spot yang kami singgahi saat berkeliling Blok M:

1. Masjid Al-Azhar

Masjid Agung Al-AzharMasjid Agung Al-Azhar (Yusuf Alfiansyah Kasdini)

Perjalanan menuju Masjid Al-Azhar, menggunaka bus menuju Stasiun Lebak Bulus dengan menempuh perjalanan 5 km melalui jalur arteri, dan menuju ke blok m memakai MRT lalu turun di Halte ASEAN. Tiba pukul 10.10 WIB. Jalan kaki menuju Masjid Al azhar selama 5 menit. Kemudian berkunjung ke Aula Buya Hamka.


Sebelum berubah menjadi nama Masjid Al-Azhar, dulunya masjid ini bernama Masjid Agung Kebayoran.

Masjid ini bersebelah dengan Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), di dalamnya terdapat Aula yang sering digunakan untuk acara seperti, pernikahan, kegiatan kampus dan lainnya. Mimbar Masjid Al-Azhar terletak di lantai 2.

2. Sekretariat ASEAN

Gedung Sekretariat ASEAN diresmikan Jokowi hari ini. Sebelum menjadi gedung Sekretariat ASEAN, bangunan itumerupakan kantor Wali Kota Jakarta Selatan.Gedung Sekretariat ASEAN (Rengga Sancaya)

Tiba pukul 11.20 WIB berjalan dari Masjid Al-Azhar selama 5 menit. Dijelaskan oleh pemandu bahwa gedung Sekretariat ASEAN dibangun oleh orang yang sama dengan yang membangun gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

3. Perum Percetakan Uang RI (PERURI)

Peruri Blok MPeruri Blok M (Qonita Hamidah/detiktravel)

Peruri dibangun 1971 dengan saham milik negara. Peruri merupakan tempat mencetak uang koin, paspor, dan dokumen lainnya. Tak hanya mencetak uang Indonesia, Peruri dikabarkan juga mencetak mata uang Srilanka.

Peruri memiliki kompleks berbentuk kotak sampai Mbloc Space. Dalam komplek Peruri ini terdapat Masjid Palatehan yang diambil dari nama Pangeran Fatahillah tahun 1985.

Berdasarkan keterangan pemandu wisata dalam acara Famtrip Suku Dinas Pariwisata, sekarang gedung Peruri yang terletak di Jakarta, tepatnya di Jl. Pelatehan Kebayoran Baru Jakarta Selatan kini telah menjadi bangunan cagar budaya dan kantornya yang sekarang menjadi rumah dinas.

Kini, gedung ini sudah menjadi cagar baru dan kantornya dijadikan rumah dinas. Gedung Peruri sudah mengalami renovasi.

“Rumahnya terbengkalai karena biaya pajaknya mahal mencapai Rp 22 Milyar karena itu kan rumah zaman dulu” Kata Muti pemandu Famtrip.

5. Mbloc Space

Suasana berwisata di Mbloc Space.Suasana berwisata di Mbloc Space. (Rengga Sancaya/detikcom)

Area Mbloc Space sempat kosong selama 24 tahun, lalu kembali dibuka untuk umum 2019. Di Mblok Space terdapat kedai-kedai berbagai kuliner, juga artshop.

detiktravel dan rombongan mampir ke salah satu ruko kuliner, yaitu Suwe Ora Jamu. Kedai ini dimiliki oleh Ibu Novadina.

Suwe Ora Jamu menyuguhkan menu makanan yang beragam, mulai dari nasi ayam suwir, nasi ikan, dan menu lainnya yang dipadukan dengan lalapan sayur.

6. Taman Literasi Martha Christina Tiahahu

Pencanangan HUT ke-498 DKI Jakarta yang digelar sore ini di Taman Literasi, Blok M, Jakarta Selatan ramai dikunjungi masyarakat.Taman Literasi, Blok M, Jakarta Selatan (Brigitta/detikcom)

Taman ini dibangun bersamaan dengan dibangunnya halte CSW dan diresmikan pada 2021 oleh Gubernur Jakarta Anies Baswedan.

Dulu taman ini dinamakan Taman Martha Christina Tiahahu, namun diganti namanya menjadi Taman Literasi dengan harapan warga Jakarta dapat menemukan spot baca dan sebagai tempat pertemuan di tengah Kota.

Nama Martha Tiahahu diambil dari nama pahlawan perempuan asal Maluku. Ia, meninggal pada 1818 saat ditawan oleh Belanda. Di masa itu, dia melakukan protes dengan menolak makan. Setelah meninggal, mayatnya dibuang ke laut.

Pada 1969 Martha Tiahahu ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Di taman ini tak hanya tersedia tempat duduk-duduk, tetapi juga ada choffeshop. Kopi yang paling mahal adalah kopi gajah dari hasil fermentasi gajah. Harga 1 cangkir Rp 50 ribu.

7. Blok M Hub

Tenant Kuliner dari Negara ASEAN Ada di Blok M Hub(Blok M Hub) Diah Afrilian

Pada era 1990-an, Blok M terkenal sebagai tempat nongkrong warga Jakarta dan sekitarnya. Tujuan Blok M dibangun sebagai kawasan integrasi transportasi umum.

“Parkiran bus di sini (Blok M) dibuat untuk menggantikan parkiran blok A, zaman dulu berbayar 300 rupiah per hari,” kata Muti, pemandu famtrip Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

8. Blok M

Blok M diresmikan pada 1978, dibangun karena pada saat itu ada asosiasi travel legendaris dari Qatar yang menjadikan Blok M sebagai tempat singgah. Sebelum menyambut tamu dari Qatar, para pegawai di Blok M mendapatkan kelas bahasa Inggris untuk pemandu tamu-tamu dari Qatar.

9. Gang viral Blok M

Gang viral blok M berada di jalanan Blok M. Disebut gang viral karena tenant atau makanannya yang viral di media sosial.

Keviralannya dilihat dari bentuk toko yang unik seperti kursi dan mejanya yang berbentuk seperti tetesan air atau bantal, dan makanan kekinian.

10. Little Park Tokyo

Little Park Tokyo merupakan toko yang menjual makanan Jepang. Banyak barang dan makanan ekspor dari Jepang, ada festival matsuri untuk peringatan sejarah.

Pada zaman dulu Little Park 100 persen menjual makanan Jepang, namun sekarang hanya 10 persen saja pedagang yang menjual makanan Jepang.

Dari informasi pemandu dalam Famtrip Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, pemilik Little Park Tokyo menginginkan cita rasa makanan khas Jepang yang belum pernah dicoba oleh lidah Indonesia. “Biar orang-orang di Jakarta yang ingin mencicipi rasa itu enggak harus ke Jepang,” kata si pemandu.

11. Blok M Square

Blok M SquareBlok M Square (Qonita Hamidah/detiktravel)

Blok M Square diresmikan pada zaman Gubernur Ali Sadikin. Di lantai 7 Blok M Square terdapat Masjid Nurul Iman. Masjid ini merupakan masjid terbesar di dalam mall.

Masjid Nurul Iman merupakan cita-cita dari Ali Sadikin dalam mewujudkan area pendidikan di area blok M. Ali Sadikin dijuluki sebagai bapak pembangunan Jakarta, karena pada saat menjabat Gubernur Jakarta, berhasil membangun Blok M menjadi salah satu pusat mall terbesar di Jakarta.

Ali Sadilkin menginginkan makanan di Blok M dikelilingi makanan tradisional. Karena itulah Blok M dipenuhi oleh para pedagang kuliner hingga saat ini.

Perjalanan singkat ini menunjukkan bahwa Blok M adalah kawasan yang memadukan sejarah, budaya, hingga gaya hidup modern Jakarta. Jadi, kalau mampir ke Jakarta Selatan, jangan lupa sempatkan waktu untuk menjelajahi serunya Blok M.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com