Tag Archives: nyeri

Pelihara Kucing Bisa Cegah Ular Masuk Rumah, Mitos atau Fakta?



Jakarta

Kucing merupakan hewan yang sering dijadikan peliharaan di rumah. Selain menggemaskan, memelihara kucing ternyata punya banyak manfaat seperti mengusir tikus, bahkan mencegah ular masuk rumah.

Konon, ular takut dengan kucing, makanya enggan masuk ke dalam rumah yang ada kucingnya.

Benarkah demikian? Simak penjelasan berikut ini ya!


Kucing merupakan seekor predator yang akan menyerang hewan lain di sekitar rumah, termasuk ular. Bahkan, menurut penelitian ilmiah yang ditulis oleh Jennie Wright dan Paul J. Weldon yang berjudul Responses by Domestic Cats (Felis Catus) to Snake Scent Gland Secretation yang dikeluarkan oleh Journal of Chemicals Ecology, kucing bereaksi terhadap aroma kelenjar sekresi ular dan mengaktifkan naluri predatornya. Tak heran kucing kerap memburu ular.

Kucing yang sudah dilatih maupun kucing liar bisa menangkap tikus dan ular. Walau demikian, ada juga kucing-kucing yang tidak berani memburu ular karena setiap kucing memiliki karakter yang berbeda.

Dilansir dari Fauna Facts, Selasa (30/7/2024), seekor kucing bisa saja menyerang ular karena insting, rasa takut, atau marah meskipun ia tidak ingin memakannya. Bagi kucing, berburu adalah sebuah permainan.

Dikutip dari Hepper, memelihara kucing mempunyai 2 cara untuk menghalau ular masuk rumah. Pertama, memburu dan membunuh makanan ular seperti tikus. Sebab, ular tidak akan berada di area dengan suplai makanan yang terbatas.

Kemudian, membunuh ular itu sendiri. Ular cenderung lebih sulit ditangkap dibandingkan mangsa lainnya, namun kucing merupakan predator andal.

Meski demikian, terdapat beberapa risiko ketika kucing berburu ular. Apabila kucing digigit ular berbisa, dapat berakibat fatal, tergantung dari jenis luarnya dan seberapa cepat pengobatan dilakukan.

Adapun tanda-tanda kucing digigit ular yaitu terlihat luka tusuk, bengkak, memar, nyeri, lesu, dan perubahan pernapasan. Namun, apabila kucing digigit oleh ular tidak berbisa juga bisa menimbulkan rasa sakit dan infeksi.

Maka dari itu, pemilik kucing juga harus berhati-hati dalam menjaganya agar tidak tergigit oleh ular.

Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

(dhw/dna)



Sumber : www.detik.com

Ini Panduan Jarak Aman Nonton TV dari Sofa Berdasarkan Ukuran Inci


Jakarta

Seiring perkembangan teknologi, ukuran TV kini sudah semakin lebar. Jika dahulu TV masih berukuran 32 hingga 40 inch, kini ada TV yang ukurannya hingga 65 inch.

Punya TV yang ukurannya lebar tentu memberikan sensasi tersendiri saat menonton. Sebab, gambar di TV akan terasa lebih jelas dan seolah dekat dengan kita.

Namun, menonton TV yang punya layar besar juga membuat mata cepat lelah. Apalagi jika kamu menonton TV dalam jarak terlalu dekat, pasti kamu tidak akan betah berlama-lama.


Maka dari itu, sebaiknya atur jarak aman saat menonton TV dari sofa kesayangan. Cara ini dapat memberikan sensasi menonton yang nyaman dan aman karena mata tidak mudah lelah.

Lantas, berapa jarak nonton TV yang aman dari sofa? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

Panduan Jarak Aman Nonton TV dari Sofa

Muncul stigma di masyarakat jika menonton TV terlalu dekat bisa menyebabkan sakit mata. Sebenarnya, jarak antara TV dan mata manusia yang terlalu dekat tidak menyebabkan gangguan penglihatan, hanya saja berisiko memicu masalah lain seperti sindrom mata lelah.

Oleh karena itu, sebaiknya menonton TV dengan jarak yang pas agar mata tidak cepat lelah. Mengutip catatan detikProperti, berikut panduan jarak menonton TV ke sofa berdasarkan ukuran inci TV.

  • 24 inci = 1,2 meter
  • 32 inci = 1,2 meter
  • 40 inci = 1,2 meter
  • 42 inci = 1,2 meter
  • 46 inci = 1,4 meter
  • 47 inci = 1,4 meter
  • 50 inci = 1,5 meter
  • 55 inci = 1,7 meter
  • 65 inci = 2 meter
  • 75 inci = 2,3 meter
  • 85 inci = 2,6 meter
  • 98 inci = 3 meter
  • 100 inci = 3 meter.

Penyebab Mata Lelah saat Menonton TV

Head of Product AV Business Samsung Electronics Indonesia Ubay Bayanudin mengatakan, saat menonton TV ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi kondisi mata. Ia mencontohkan saat menonton TV dalam keadaan gelap, sebaiknya buat layar TV jadi lebih redup.

Begitupun sebaliknya, jika kamu menonton TV dalam keadaan terang, maka sebaiknya atur kecerahan TV juga lebih terang. Cara ini untuk menghindari kelelahan pada mata.

Lalu, Ubay menjelaskan antara TV 4K dan 8K punya perbedaan jarak ideal menonton. Semakin tinggi kepadatan pixel TV, maka bisa menonton lebih dekat.

“TV 8K punya kepadatan pixelnya lebih tinggi dari 4K jadi bisa menonton lebih dekat,” kata Ubay mengutip detikInet.

Dilansir Will Vision, menonton TV terlalu lama bisa menyebabkan mata tegang. Kondisi tersebut dapat menyebabkan gejala seperti nyeri mata, penglihatan kabur, dan sakit kepala.

Selain menonton TV terlalu lama, kamu juga bisa mengalami mata lelah jika menonton TV dari sudut yang sembarangan, misalnya dari samping kiri atau kanan. Jika mata sudah tegang, sebaiknya istirahat sejenak dan jauhkan dari perangkat elektronik lainnya, seperti HP, tablet, ataupun komputer.

Demikian penjelasan mengenai jarak aman menonton TV ke sofa. Semoga dapat bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/fds)



Sumber : www.detik.com

Bisa Picu Alergi, Kenali 4 Tanda Bantal Nggak Layak Dipakai dan Harus Diganti


Jakarta

Penggunaan bantal tidak bisa selamanya. Sama seperti barang lainnya, kamu perlu mengganti bantal apabila sudah mendekati masa kadaluarsanya. Informasi batas masa pemakaian tersebut biasanya tercantum pada kemasan di awal membeli.

Lalu, bagaimana jika sejak awal tidak tercantum batas tanggal pemakaian, atau informasi tersebut pudar? Bagaimana cara tahu kapan harus mengganti bantal?

Dilansir Daily Mail, untuk jenis bantal sintetis jangka ideal untuk dipakai sampai 6-12 bulan. Kemudian, harus diganti dengan yang baru. Sementara itu, apabila kamu memakai bantal berbulu, jangka waktu pemakainya jauh lebih lama yakni 2-3 tahun.


Selain itu, untuk mengetahui kapan bantal harus diganti kamu bisa melihat dari tanda-tanda berikut ini.

1. Bantal Tidak Balik ke Bentuk Semula Setelah Ditekuk

Cara paling sederhana untuk mengetahui bantal tersebut masih layak dipakai atau tidak adalah dengan menekuknya ke samping selama 30 detik. Apabila setelah ditekuk, bagian yang di atas tidak kembali ke bentuk semula maka kamu harus segera mengganti bantal tersebut.

2. Terdapat Noda

Bercak noda pada bantal bisa disebabkan karena beberapa hal. Bisa karena tumpahan makanan atau minuman yang menembus seprai, bisa pula karena pertumbuhan jamur.

Biasanya jamur tumbuh karena keringat yang membuat permukaan bantal lembap. Ditambah bantal tersebut tidak pernah dijemur atau dibersihkan, memudahkan pertumbuhan jamur.

Maka dari itu, penting untuk mencuci bantal. Tidak perlu disikat atau dimasukkan ke dalam mesin cuci. Cukup siapkan setengah cangkir soda bikarbonat dan minyak esensial yang berbau harum ke kasur. Diamkan selama satu jam, lalu bersihkan dengan penyedot debu yang khusus untuk menyedot busa basah.

3. Bantal Berbau Tidak Enak

Menurut Doctor Sleep, apabila kamu mencium bau apek atau tidak sedap dari bantal, kamu harus segera mencucinya. Namun, apabila sudah terjadi berulang hingga muncul noda kekuningan dari jamur, sebaiknya ganti dengan bantal baru.

4. Bantal Kempes

Setiap bantal pada saat dibeli dan belum digunakan pasti memiliki massa dan membuat kepala lebih tinggi. Namun, massa di dalam bantal bisa berkurang seiring waktu. Jika bantal kamu saat ini seperti itu, berarti sudah pertanda kamu perlu menggantinya dengan yang baru. Sebab, bantal yang kempes dapat menyebabkan nyeri pada leher.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com

Hati-hati! Bantal Juga Bisa Kadaluarsa, Begini Tanda-tandanya


Jakarta

Bantal tidak bisa dipakai selamanya. Alas kepala yang pasti ada di tempat tidur ini memiliki jangka waktu pemakaian dan bisa kadaluarsa. Apabila sudah kadaluarsa, mau tidak mau bantal harus diganti dengan yang baru karena sudah tidak layak dipakai.

Apabila tidak langsung diganti, dapat berisiko bagi kesehatan penggunanya karena bantal yang sudah kotor dan harus diganti merupakan tempat yang disukai oleh tungau dan kutu busuk.

Lantas, bagaimana cara mengetahui bantal sudah kadaluarsa?


Dilansir Daily Mail, pada umumnya setiap jenis bantal memiliki jangka waktu pemakaian. Sebagai contoh bantal sintetis idealnya dipakai sampai 6-12 bulan. Sementara untuk bantal berbulu, jangka waktu pemakainya jauh lebih lama yakni 2-3 tahun.

Untuk mengetahui secara pasti waktu yang tepat untuk mengganti bantal, bisa dilihat dari tanda-tanda berikut.

1. Bantal Kempes

Bantal baru terutama yang sintetis bentuknya cukup besar dan bervolume. Bantal tersebut membuat posisi kepala lebih tinggi ketika digunakan. Massa di dalam bantal dari waktu ke waktu bisa berkurang. Faktornya bukan karena adanya kebocoran atau rusak, melainkan setelah sering dipakai dan menerima banyak tekanan, terjadi pengurangan massa dari dacron di dalamnya.

Jika bantal di rumah seperti ini berarti sudah saatnya untuk mengganti dengan yang baru. Sebab, bantal yang kempes dapat menyebabkan nyeri pada leher.

2. Bantal Tidak Balik ke Bentuk Semula Setelah Ditekuk

Dengan berkurangnya massa di dalam bantal tersebut, bantal akan terlihat lebih kempes dan lemas. Dengan begitu, ketika ditekuk bagaimana pun akan mudah dilakukan. Hal ini berbeda dengan bantal baru yang masih penuh sehingga ketika ditekuk akan kembali ke bentuk semula.

Cara untuk mengujinya bisa dengan menekuk bantal selama 30 detik, kemudian lepas. Apabila bisa kembali ke bentuk semula yakni menghadap atas, berarti bantal tersebut masih layak digunakan. Namun, apabila bentuknya tetap menekuk, segera ganti dengan bantal baru.

3. Terdapat Noda

Kebanyakan bantal memiliki warna dasar putih. Hal ini untuk mempermudah penggunanya untuk melihat ada kotoran atau noda pada bantal sehingga bisa segera dibersihkan. Selain itu, bantal juga bisa berubah menjadi kekuningan dan sulit dibersihkan karena pertumbuhan jamur. Penyebabnya adalah bantal tersebut lembap dari keringat, suhu udara ruangan, atau memang terkena tumpahan dan tidak dikeringkan.

Perubahan warna ini jangan dianggap sepele karena beberapa noda tidak dapat dibersihkan. Selain mengganggu tampilan bantal, perubahan warna juga sebagai pertanda bantal harus diganti.

4. Bantal Berbau Tidak Enak

Bantal yang telah menguning biasanya disertai dengan muncul bau tak sedap. Bau tersebut berasal dari pertumbuhan jamur. Menurut Doctor Sleep, apabila telah tercium bau apek atau tidak sedap, bantal harus segera mencucinya. Namun, apabila sudah terjadi berulang hingga muncul noda kekuningan dari jamur, sebaiknya ganti dengan bantal baru.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

Cara Aman dan Ampuh Usir Tawon di Rumah, Ini Rekomendasi Ahli!


Jakarta

Tawon merupakan serangga terbang yang kerap masuk ke dalam rumah. Kehadiran tawon bikin sebagian orang merasa khawatir dan takut karena bisa disengat secara tiba-tiba.

Sengatan tawon tak bisa dianggap remeh. Dalam banyak kasus, sengatan tawon dapat menimbulkan efek samping seperti nyeri, kemerahan, bengkak, hingga gatal pada kulit.

“Tawon menimbulkan bahaya yang signifikan, karena satu tawon atau sekelompok besar tawon dapat membahayakan atau bahkan berakibat fatal bagi individu dan hewan peliharaan yang sensitif,” kata ahli pengendalian hama Ray Hess, dikutip dari Real Simple.


Apabila kamu melihat tawon di dalam rumah, sebaiknya segera usir sebelum mereka membuat sarang dan berkembang biak. Namun, mengusir tawon tak bisa sembarangan karena bisa saja mereka terganggu dan akhirnya menyerang detikers.

Namun tenang saja, sejumlah ahli memaparkan pendapatnya tentang cara mengusir tawon yang ampuh dan aman. Simak penjelasannya dalam artikel ini.

Cara Ampuh Usir Tawon di Rumah

Ada sejumlah cara ampuh untuk mengusir tawon di rumah dengan mudah dan aman. Dilansir situs Good Housekeeping, Rabu (2/7/2025), berikut beberapa tipsnya:

1. Air Sabun

Tips yang pertama adalah menggunakan air sabun. Cara buatnya juga mudah, yakni dengan mencampur 2 sendok makan sabun cuci piring ke dalam wadah berisi air, setelah itu tuang ke dalam botol semprot.

Sebelum menyemprotkan ke tawon, pastikan kocok botol terlebih dahulu. Agar lebih aman dan mencegah tersengat, semprotkan cairan tersebut dari jarak agak jauh.

Larutan sabun diklaim ampuh untuk mengusir tawon di rumah karena bisa membuatnya keracunan hingga mati. Sebab, zat yang terkandung pada sabun dapat menyumbat pori-pori pernapasan atau spirakel tawon.

“Sabun dapat menyumbat pori-pori pernapasan mereka dan mereka dapat mati seketika,” ujar seorang pakar tawon, Chris Walker.

2. Cuka

Selain digunakan sebagai bahan masakan, cuka ternyata juga bisa dimanfaatkan untuk mengusir tawon. Kandungan asam asetat pada cuka memiliki aroma yang khas sehingga dapat mengusir tawon dari rumah.

Untuk membasmi tawon beserta sarangnya, kamu dapat mencampurkan cuka putih atau cuka apel, gula, dan air ke dalam wadah, setelah itu aduk hingga merata. Kemudian letakkan larutan tersebut di dekat sarang. Seiring waktu tawon bisa terperangkap dan tenggelam ke dalam larutan tersebut.

3. Cengkeh Utuh

Menanam cengkeh utuh ternyata dapat mengusir tawon dari dalam rumah. Kamu bisa meletakkan atau menggantung cengkeh di dekat sarang atau area yang kerap dilalui tawon.

Agar efektif membasmi tawon, kamu dapat memasukkan beberapa cengkeh utuh ke dalam kantong plastik. Selain itu, kamu bisa menggabungkan cengkeh dan lemon ke dalam wadah, setelah itu digantung di area yang kerap dilalui serangga tersebut.

4. Bedak Bayi

Tips mengatasi tawon berikutnya adalah dengan memakai bedak bayi. Sebab, serangga terbang ini tidak menyukai aroma dari bedak bayi yang menyengat, sehingga dapat membuatnya kabur.

Kamu bisa menaburkan bedak bayi di sarang tawon atau berada di area yang sering dilaluinya agar tidak datang kembali.

5. Minyak Cengkeh

Aroma minyak cengkeh tak hanya memberikan efek menenangkan, tapi juga bisa mengusir tawon. Untuk membuat cairan pengusir tawon, campurkan beberapa tetes minyak cengkeh dengan sabun cuci piring, lalu ditambah sedikit air dan masukkan ke dalam botol semprot.

Cengkeh memiliki aroma yang kuat sehingga bisa digunakan sebagai obat pengusir serangga alami. Dengan menyemprotkan ke sarang atau area yang sering dilaluinya, tawon dipastikan tidak akan datang lagi.

6. Geranium dan Cengkeh

Kombinasi antara minyak geranium dan cengkeh ternyata juga dapat membasmi tawon di rumah. Untuk cara pakainya, campurkan beberapa tetes minyak geranium dan cengkeh dengan perbandingan yang sama, lalu tambahkan dengan air secukupnya.

Jika sudah tercampur rata, kamu tinggal mengoleskan cairan tersebut ke area yang sering dilalui tawon, seperti ventilasi, kusen pintu, dan jendela. Kamu juga bisa mengoleskan cairan tersebut di dekat sarang agar tawon bisa pergi.

Itulah enam cara ampuh mengusir tawon di rumah dengan mudah. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)



Sumber : www.detik.com