Tag Archives: oleh-oleh

The Keranjang Bali Tempat Belanja Oleh-oleh dengan Bangunan Unik nan Estetik


Badung

Pergi liburan kurang afdal rasanya jika pulang dengan tangan kosong, termasuk saat berlibur ke Bali. Tak perlu bingung, sekarang pulau dewata memiliki spot berburu oleh-oleh baru yang unik.

Tempat berbelanja oleh-oleh baru nan unik di pulau dewata itu namanya The Keranjang Bali. Di sini, traveler bisa menjumpai beragam oleh-oleh khas Bali, mulai dari makanan hingga kerajinan tangan.

Uniknya lagi, bahkan sampai disorot media asing, adalah fasad bangunan The Keranjang Bali. Dari penampakannya, bangunan itu benar-benar bak keranjang raksasa. Bangunan itu pun tampak menonjol di antara bangunan lain di Kuta.

The Keranjang Bali beroperasi sejak 2019. Bangunan empat lantai itu memilah kebutuhan traveler dalam beragam area tematik. The Keranjang Bali dengan slogan #BaliDalamSatuKeranjang berharap bisa menyuguhkan atmosfer Bali melalui pengalaman tematisasi dan menampilkan produk-produk unggulan UMKM.

“Slogan #BalidalamSatuKeranjang ini bermakna bahwa untuk pengunjung yang ingin merasakan budaya dan vibes Bali tapi lagi nggak bisa kemana-mana. Pengunjung bisa datang ke The Keranjang. Karena di sini pengunjung bisa merasakan banyak experience sekaligus belanja oleh-oleh khas Bali,” kata Digital Marketing Manager The Keranjang Bali, Maul.

Sesuai juga dengan taglinenya yaitu #SurgaBaruOleh-OlehBali, The Keranjang Bali seolah ingin menyediakan surga belanja oleh-oleh bagi wisatawan.

“Nah sesuai dengan taglinenya, #SurgaBaruOleh-OlehBali. The Keranjang Bali itu dianggap sebagai surganya bagi para pengunjung yang mau mencari berbagai oleh-oleh khas Bali. Karena semua ada di sini dan kita juga memberikan pengalaman berbelanja yang berbeda. Jadi seperti wajah baru di Bali,” ujar Maul.

Di antaranya, konsep experience unik, mulai dari spot foto tematik, hingga berbagai aktivitas menarik lainnya.


Daya tarik yang disuguhkan The Keranjang Bali:

Berikut sederet hal menarik yang bisa traveler temui saat menyambangi The Keranjang Bali.

1. Fasad yang Ciamik

The Keranjang BaliThe Keranjang Bali (The Keranjang Bali)

Sampai di lokasi, traveler akan langsung disuguhkan dengan pemandangan fasad yang unik. Keranjang raksasa ini memiliki panjang 15,4 meter dan lebar 58 meter.

Berbentuk keranjang raksasa, komplit dengan motif Karang Boma khas Bali. Karang Boma, yang berasal dari legenda Bomantara, diyakini memiliki kemampuan untuk mengatasi energi negatif dan bencana.

Karena bentuknya yang ciamik, tak jarang bangunan ini mencuri perhatian setiap orang yang melewatinya. Bahkan, bentuk keranjang raksasa ini menjadi magnet untuk menarik pengunjung masuk ke dalamnya.

2. Ada T-shirt Unik Solar Active!

Sebagai pusat oleh-oleh terlengkap di Bali, The Keranjang Bali menyuguhkan berbagai macam oleh-oleh khas Bali. Traveler dapat menemukan makanan, minuman, baju, kue dan masih banyak lagi. The Keranjang Bali juga menjual produk UMKM Bali sehingga dengan berbelanja di sini akan membantu UMKM untuk terus berkembang.

Traveler yang mencari oleh-oleh unik, The Keranjang Bali memiliki satu produk andalan yaitu kaos Solar Active dengan motif Barong yang dapat berubah warna saat terkena sinar matahari. Baju barong khas Bali pun ada, komplit dengan pie susu yang dipanggang langsung di sini sehingga traveler bisa melihat proses pembuatannya.

“Jadi produk Solar Active ini viral karena unik. Motifnya khas Bali yaitu motif barong tapi motifnya berubah warna kalau kena sinar matahari. Terus kita ada produk glow in the dark juga. Ini sip untuk oleh-oleh yang unik,” kata Maul.

Tak perlu khawatir kantong bolong saat berbelanja di sini. Semua produk yang ada di The Keranjang Bali memiliki harga yang terjangkau loh!

3. Spot Foto Instagramable

The Keranjangn BaliJembatan Antun-Antun di The Keranjang Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Selain sebagai pusat oleh-oleh khas Bali, The Keranjang juga menghadirkan banyak spot foto estetik khusus untuk wisatawan yang suka foto nih.

Bahkan, Maul menyebut hampir setiap sudut di The Keranjang Bali sip untuk berfoto. Namun, ada beberapa spot foto yang wajib traveler coba, yaitu Jembatan Antun-Antun, Taman Luwung, dan Sawah Gadang Purnama.

4. Punya Lantai Khusus Experience Pengunjung

Jika biasanya toko oleh-oleh hanya menyajikan ratusan etalase. Berbeda dengan The Keranjang Bali yang menggabungkan konsep “One Stop Shopping” dengan “One Stop Experience” dalam satu bangunan.

Di lantai empat keranjang raksasa ini traveler akan menemukan tempat khusus untuk mendapatkan experience yang luar biasa. Traveler dapat menikmati berbagai area tematik yang membawa atmosfer Bali, mulai dari Lorong Sloka, Pasar Jimbaran, Lovina, hingga suasana Monkey Forest dapat traveler temukan di sini. Unik ya!

Aktivitas Menarik di The Keranjang Bali

Nggak cuma berburu oleh-oleh khas Bali. Di The Keranjang Bali traveler juga bisa mencoba berbagai aktivitas menarik. Berikut beberapa aktivitas yang bisa traveler coba di The Keranjang Bali.

1. Sewa Pakaian Adat Bali

The Keranjangn BaliTraveler bisa menyewa pakaian adat Bali di The Keranjang Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Mencoba menggunakan pakaian adat Bali adalah salah satu hal yang wajib traveler coba saat berkunjung ke Bali. Di keranjang raksasa ini traveler bisa mencoba pengalaman tersebut.

Cukup dengan membayar mulai dari Rp 20 ribu untuk anak-anak dan Rp 50 ribu untuk dewasa traveler sudah bisa satu stel pakaian adat Bali sekaligus berfoto di beberapa spot foto.

2. Main Gamelan Khas Bali

Satu lagi aktivitas yang identik dengan budaya Bali, yaitu memainkan gamelan khas Bali. Di lantai empat traveler bisa menemukan satu bagian yang menyajikan berbagai macam gamelan khas Bali.

Mulai dari rindik, gangsa, kendang, jublag, dan masih banyak lagi. Bahkan para pengunjung diperkenankan untuk mencoba memainkan gamelan tersebut. Seru banget deh!

3. Membuat Gerabah

The Keranjangn BaliTraveler bisa membuat gerabah di The Keranjang Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Ingin aktivitas lain? Traveler bisa mencoba aktivitas melukis gerabah. Cukup membayar mulai dari Rp 10 ribu/orang traveler sudah bisa melukis langsung di atas gerabah tanah liat.

Lokasi dan Jam Operasional The Keranjang Bali

Keranjang raksasa ini berlokasi tak jauh dari Bandara Ngurah Rai, tepatnya di Jalan Bypass Ngurah Rai No.97, Kuta, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung. Hanya berjarak sekitar 3 kilometer atau sekitar 5 menit dari Bandara Ngurah Rai.

The Keranjang Bali buka setiap hari, mulai pukul 09.00 hingga 22.00 WITA. Maul menyebut, rata-rata pengunjung bisa menghabiskan waktu 2 hingga 3 jam untuk mengeksplor The Keranjang Bali.

The Keranjang Bali juga kerap mengadakan promo-promo menarik. Traveler yang kepo bisa mengunjungi akun media sosial mereka, @thekeranjangbali.

Nah sudah tau kan ada apa aja di keranjang raksasa ini? Buat traveler yang masih bingung mau berburu oleh-oleh dimana? Cobain deh ke The Keranjang Bali, nggak cuma lengkap tapi banyak aktivitas menarik juga loh!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Dulu Gerobakan, Kini Pusat Oleh-oleh Jakarta Terlengkap



Jakarta

Oleh-oleh khas Jakarta bisa didapatkan di sini. Di Betawi Online Gallery.

Toko oleh-oleh Betawi Online Gallery berada di Jalan Setu Babakan No.41, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Terdapat 650 macam oleh-oleh khas Betawi di sini. Sebanyak 50 di antaranya merupakan produksi Betawi Online Gallery.

Mulai dari boneka ondel-ondel mini berukuran 30 cm, bando, gantungan kunci, topeng, mainan kayu tradisional, hingga alat makan jadul.


Berbagai jenis makanan dan minuman khas Betawi juga bisa ditemukan di sini, seperti bir pletok, kembang goyang, biji ketapang, dodol, dan lain-lain.

Betawi Online GalleryBetawi Online Gallery Foto: Natasha Kayla Ananta/detikTravel

Harganya pun murah meriah, mulai dari Rp 15 ribu sampai dengan Rp 35 ribu sesuai dengan berat per kemasannya. Kemasan dari oleh-oleh makanan di sana dibuat menarik sehingga cocok untuk dijadikan buah tangan atau hampers.

“Kita juga punya olahan makanan yang namanya Dapur Mpok Memey itu kita punya kita sendiri. Itu kita produksi sendiri, kita branding, ini kan packaging nya oke. Jadi misal wisatawan buat dibawa keluar kota atau keluar negeri ini bagus, lebih menarik. Ini harga 15ribu sampai 35ribu tergantung ukuran,” kata Ardi, pemilik Betawi Online Gallery.

Betawi Online GalleryBetawi Online Gallery Foto: Natasha Kayla Ananta/detikTravel

Tak hanya itu, di Betawi Online Galeri traveler juga bisa membeli printilan dari pakaian adat Betawi. Mulai dari Kebaya encim, kain batik betawi, cukin, hingga pangsi ada di sini.

Menurut Ardi, pembelian seragam khas Betawi ini selalu melonjak setiap tahunnya, terutama menjelang hari ulang tahun Jakarta.

Sebagai pusat oleh-oleh Jakarta, ondel-ondel jadi salah satu yang tak boleh terlewatkan. Betawi Online Gallery juga memproduksi sendiri berbagai jenis dan ukuran ondel-ondel.

Pembeli juga bisa request tinggi, mimik muka, ataupun pakaian yang dipakai ondel-ondel di sini. Berkat kualitas tinggi yang dihasilkannya, ondel-ondel dari Betawi Online Gallery telah berhasil menembus pasar internasional.

“Kalau penjualan online kita pasti Indonesia ya dari Sabang sampai Merauke. Terus kalau dari online juga luar negeri kita juga pernah kirim. Banyak kok barang-barang kita yang udah ke Belanda, Hong Kong, Jerman, Spanyol, Finlandia. Ondel-ondel kita ada di kedutaan besar Finlandia, terus waktu itu ada juga museum budaya di Spanyol beli ondel-ondel 30cm dari kita, kita kirim,” kata Ardi.

Betawi Online GalleryBetawi Online Gallery Foto: Natasha Kayla Ananta/detikTravel

Uniknya, di sini juga di jual berbagai jenis olahan minuman tradisional betawi yang dikemas lebih modern. Yaitu bir pletok rasa lemon dengan nama ‘Lemontok’.

Rasanya unik dengan sensasi segar dari buah lemon. Meski begitu, cita rasa khas dari bir pletok seperti secang dan jahe tetap terasa.

Selain itu juga tersedia berbagai minuman dengan nama unik lainnya, seperti minuman soda rasa leci dengan nama ‘Rasa Yang Pernah Ada’. Menurut Ardi, minuman dengan konsep unik ini justru laris di pasaran.

“Iya itu buat perkembangan zaman ngikutin lidah konsumen saat ini. Itu laku malah, rasanya seger. Pembeli grosir juga bisa beli di sini, harga lebih murah karena jatuhnya kita itu distributor,” tutur Ardi.

Tak perlu khawatir Betawi Online Gallery menyediakan berbagai pilihan pembayaran yang memudahkan para pengunjung, seperti tunai, Qris, ataupun debit.

Toko itu juga menyediakan layanan online shopping bagi Anda yang ingin berbelanja tanpa harus datang ke toko. Traveler dapat mengunjungi akun marketplace Betawi Online Gallery untuk melihat-lihat produk dan melakukan pemesanan.

Betawi Online Gallery itu bermula dari bisnis gerobakan pada 2015. Kini Betawi Online Gallery telah memiliki empat ruko yang tersebar di kawasan perkampungan Betawi Setu Babakan.

“Awalnya tuh saya jualannya tuh kaki lima tahun 2015 di bantaran Setu Babakan, 2016 rame akhirnya punya toko. Terus pas jamannya covid banyak toko-toko di sini tutup. Akhirnya satu-satu kita sewa, nambahlah sampe ke 4 toko di depan sini sampe ke belakang. Terus tahun 2019 sampai 2020-an kita ada lagi sewa di depan lagi toko yang lumayan besar nah di situ kita mulai produksi sendiri,” kata Ardi.

(wsw/fem)



Sumber : travel.detik.com

Pabrik Kata-Kata Joger, Tempat ‘Tolah-Toleh’ Nyentrik Khas Bali, Sejak 1981



Jakarta

Pabrik Kata-Kata Joger menjadi salah satu tempat tolah-toleh yang menjadi primadona wisatawan untuk berbelanja. Ya, bukan gocekan, tempat itu betul-betul pusat tolah-toleh.

“Kami menamakan Joger bukan sebagai pusat oleh-oleh, tapi pusat tolah-toleh,” kata Mr Joger kemudian tertawa.

Mr Joger adalah salah satu pendiri Pabrik Kata-Kata Joger. Dia berduet dengan Mr Gerhard Seeger.


Nama Joger diambil dari gabungan si pemilik, yakni Jo dari nama Joseph Theodorus Wulianadi, yang merupakan Mr Joger itu, dan Ger dari nama Mr. Gerhard Seeger.

“Awalnya toko ini bernama Art & Batik Shop, tapi karena saya suka ngomong, akhirnya saya ubah namanya menjadi Pabrik Kata-Kata Joger. Jadi sekitar tahun 1987 sudah pakai nama itu di T-shirtnya,” kata Mr Joger.

Pabrik Kata-Kata Joger itu bermula dari sebuah toko di Jalan Sulawesi No. 37Denpasar dengan nama Art & Batik Shop. Kini, Pabrik Kata-Kata Joger berusia 43 tahun pada 2024 ini. Toko oleh-oleh itu didirikan pada 19 Januari 1981.

“Joger itu sebagai Pabrik Kata-Kata, nanti kata-kata itu akan ditaruh di media macam-macam, contohnya seperti kaos,” kata dia.

Pabrik Kata-Kata Joger, salat satu pusat oleh-oleh di BaliPabrik Kata-Kata Joger, salat satu pusat oleh-oleh di Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Seiring berjalannya waktu, Joger terus berkembang dan menjadi salah satu sentra oleh-oleh nyentrik khas Pulau Dewata. Traveler bisa menemukan Joger di dua lokasi, yakni di Jalan Raya Kuta dan Teman (Tempat Ternyaman) Joger yang berlokasi di Jalan Raya Denpasar-Bedugul KM 37,5.

“Kedua toko Joger menawarkan produk yang sama. Hanya perbedaanya kalau di Teman Joger (Toko Joger di daerah Luwus) itu memiliki lahan parkir yang lebih luas, sehingga cocok untuk pengunjung yang datang dengan rombongan,” ujar Mr Joger.

“Good morning, selamat pagi” sapaan khas yang akan traveler dengan ketika memasuki toko Joger. Sapaan ini dicetuskan langsung oleh Mr. Joger sejak 1981. Traveler yang datang pada siang atau sore hari akan tetap mendengar sapaan yang sama. Lucu ya!

Tak hanya disambut dengan sapaan yang unik, traveler juga akan mendapati beberapa kata-kata unik dan nyentrik di tembok Joger. “Di tembok itu juga kita tuangkan kata-katanya, jadi di tembok kita banyak kata-kata macem-macem. Tentu itu menarik orang,” ujarnya.

Toko Joger memiliki dua bagian. Bagian pertama yang terletak di depan, menawarkan oleh-oleh kerajinan khas Bali. Pada bagian ini traveler akan menemukan sandal, gantungan kunci, hiasan, dan berbagai oleh-oleh yang terbuat dari kayu.

Memasuki bagian kedua yang terletak di lantai 2, traveler akan melewati sebuah kolam ikan. Di bagian kedua ini traveler bisa memborong berbagai barang fashion khas Joger. Seperti topi, celana, kaos, jam tangan, dan masih banyak lagi.

Interior ruangan pun dibuat estetik sehingga tak jarang pengunjung menjadikan beberapa lokasi sebagai tempat berburu foto instagramable. Mr. Joger menuturkan ingin menghadirkan pengalaman yang menyenangkan, menggembirakan, memuaskan, menyehatkan, dan membahagiakan untuk pengunjung yang datang ke Joger.

Masuk ke Pusat Kata-Kata Joger, traveler tak perlu khawatir kantong bolong. Harga barang Joger relatif terjangkau. Dengan uang 5 ribu rupiah, traveler sudah bisa membawa pulang oleh-oleh gelang dan gantungan kunci.

Untuk kaos khas Joger yang sudah dihiasi dengan berbagai tulisan nyentrik dan menggelitik dibanderol sekitar Rp 96.000 hingga Rp 125.000 dengan berbagai ukuran. Hanya di Joger saja traveler bisa menemukan jam tangan mundur, yang jarum jamnya bergerak ke kiri. Unik ya!

Pabrik Kata-Kata Joger Bali buka setiap hari mulai pukul 10.00 WITA hingga pukul 18.00 WITA. Menurut Mr. Joger, pabrik kata-kata ini bisa dikunjungi sekitar 3.000 pengunjung.

Toko nyentrik ini hanya memiliki cabang di Bali loh! Jadi, kapan traveler akan berburu kaos khas Joger? Siap-siap tertawa saat membaca kata-katanya.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com