Tag Archives: panas

6 Penyebab Suhu di Rumah Terasa Panas Banget dan Bikin Gerah


Jakarta

Beberapa hari terakhir cuaca di Indonesia lagi panas-panasnya. Suhu udara di sejumlah kota bisa mencapai 37,6 derajat Celcius. Kondisi ini tentu bikin tidak nyaman untuk beraktivitas di luar ruangan.

Maka dari itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk tidak berada di luar ruangan dari pukul 10.00 hingga 16.00 WIB. Sebab, di rentang waktu tersebut suhu udara sangat panas.

Meski dianjurkan berada di dalam ruangan, terkadang suhu ruangan juga ikut menjadi panas. Hal ini menyebabkan tubuh terasa gerah dan udara menjadi pengap.


Kalau suhu di dalam rumah terasa panas dan bikin gerah, sebaiknya segera diatasi agar penghuni kembali merasa nyaman. Ketahui penyebab udara panas di rumah dalam artikel ini.

Penyebab Suhu Rumah Panas dan Bikin Gerah

Ada sejumlah penyebab suhu di dalam rumah jadi terasa panas dan bikin gerah. Dilansir situs Southern Living, berikut penyebabnya.

1. Terlalu Banyak Sinar Matahari

Faktor yang pertama karena terlalu banyak sinar matahari yang masuk ke rumah. Pada dasarnya, cahaya matahari dapat membantu menerangi rumah sekaligus mencegah kelembapan.

Namun, di kondisi cuaca panas esktrem seperti sekarang ini, sebaiknya hindari menyerap sinar matahari terlalu banyak. Hal itu yang membuat suhu di dalam rumah jadi terasa sangat panas.

“Ketika sinar matahari bersinar langsung melalui jendela, ia memanaskan semua yang terpapar olehnya, seperti lantai, furnitur, dan dinding. Hal ini dikenal sebagai pemanas surya pasif,” kata Owner Air Treatment Company Dan Simpson.

Simpson mengatakan jendela besar yang menghadap matahari langsung dan tanpa gorden jadi pemicu udara terasa panas di dalam rumah. Pada waktu tertentu, terutama saat siang hari, suhu di dalam ruangan terasa jauh lebih panas karena sinar matahari terlalu banyak masuk ke dalam ruangan tersebut.

“Ruangan dengan jendela besar tanpa penutup yang menghadap matahari dapat menjadi sangat panas dalam waktu singkat sehingga terasa sangat panas daripada bagian rumah lainnya,” jelasnya.

2. Retakan di Jendela dan Pintu

Munculnya retakan di jendela dan pintu rumah ternyata jadi pemicu suhu di dalam ruangan terasa sangat panas. CEO A. Fagundes Plumbing & Heating Al Fagundes menyebut retakan kecil sekalipun tetap memungkinkan udara panas dan lembap dari luar masuk ke dalam rumah.

“Suhu udara yang sangat panas itu dapat menghambat kinerja AC dan menyebabkan pendinginan yang tidak merata. Untuk itu, segera tutup retakan dengan didempul demi menjaga udara dingin tetap masuk dan udara panas tetap keluar,” tutur Fagundes.

3. Warna Atap Rumah Hitam Gelap

Banyak hunian modern yang kini menggunakan atap rumah berwarna hitam gelap. Meski terlihat estetis, tapi warna ini bisa menjadi faktor utama meningkatnya suhu panas di dalam rumah.

“Jika atap Anda berwarna gelap, kemungkinan besar atap tersebut menyerap banyak sinar matahari dan memancarkan panasnya ke loteng,” ungkap Fagundes.

4. Tidak Ada Ventilasi Udara

Faktor berikutnya karena rumah tidak memiliki ventilasi udara yang memadai atau bahkan sama sekali tidak memilikinya. Kondisi ini tentu bisa menimbulkan suhu udara panas di dalam rumah yang bikin penghuni terasa gerah dan pengap, terutama saat siang hari.

Di sisi lain, ventilasi udara yang buruk bisa memicu masalah kesehatan karena udara kotor di dalam rumah tidak bisa keluar, sedangkan udara bersih tidak bisa masuk ke dalam rumah. Sejumlah penyakit yang berisiko terjadi di antaranya gangguan pernapasan, alergi, hingga TBC.

5. Dinding Bata

CEO Chris Heating & Cooling Jon Gilbertsen mengatakan rumah yang menggunakan dinding bata ternyata bisa meningkatkan udara panas di dalam ruangan. Sebab, bata dikenal sebagai material yang dapat menyerap panas matahari dan melepaskan panas tersebut saat malam hari.

“Jika Anda tinggal di rumah dari bata tanpa sekat termal seperti celah udara, panas yang terkumpul di dalam bata akan menghangatkan ruangan sampai malam hari, bahkan setelah suhu di luar ruangan mulai turun,” imbuhnya.

6. Terlalu Banyak Peralatan Elektronik yang Menyala

Selain kulkas, beberapa barang elektronik lainnya yang menyala seperti oven dan mesin cuci juga dapat meningkatkan suhu di dalam ruangan sehingga terasa panas. Lampu yang terus dibiarkan menyala saat siang juga menciptakan hawa panas.

“Di ruangan berukuran 10×10 meter dengan pintu tertutup, kondisi ini dapat meningkatkan suhu ruangan, terutama jika aliran udara buruk dan perangkat elektronik yang terus menyala sepanjang hari,” tutur Gilbertsen.

Itulah enam hal yang bikin suhu ruangan di dalam rumah jadi terasa panas dan bikin gerah. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/dhw)



Sumber : www.detik.com

5 Tips Sederhana Agar Rumah Terasa Sejuk saat Cuaca Panas Ekstrem


Jakarta

Belakangan ini cuaca panas ekstrem tengah melanda Tanah Air. Cuaca panas ini bikin tidak nyaman untuk beraktivitas di luar ruangan karena suhunya bisa mencapai 37 derajat Celcius.

Maka dari itu, masyarakat disarankan untuk mengurangi kegiatan di luar ruangan selama periode cuaca panas ekstrem. Namun terkadang, saking panasnya udara di luar bisa turut masuk ke dalam rumah.

Udara panas yang masuk ke dalam rumah bikin penghuni rumah jadi merasa gerah. Bahkan untuk sekadar tidur di kamar pun jadi tidak nyaman karena keringat tak berhenti mengucur.


Agar ruangan di dalam rumah tetap sejuk meski udara di luar sangat panas, ada beberapa tips sederhana yang bisa dilakukan. Penasaran? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

Tips Sederhana Agar Rumah Tetap Sejuk

Hawa panas dari luar bisa masuk ke dalam rumah. Dilansir BBC, berikut cara mengatasi udara panas agar rumah kembali sejuk dengan langkah sederhana:

1. Buat Ventilasi Silang

Apabila udara panas masih terasa di dalam rumah walau sudah sore hari, cobalah buat ventilasi silang atau cross ventilation. Caranya adalah dengan membuka dua jendela atau satu pintu dan dua jendela di seberang ruangan.

Langkah ini dilakukan untuk memperlancar aliran udara sekaligus melepaskan udara hangat yang terperangkap. Di sisi lain, cara ini dapat membiarkan udara lebih dingin masuk ke dalam rumah sehingga terasa sejuk.

Jika tinggal di apartemen, buka pintu belakang dan jendela dapur, lalu gunakan kipas angin untuk mengeluarkan udara panas di dalam ruangan.

Kalau rumah terdiri dari dua lantai, biasanya udara panas akan naik dan terperangkap di lantai dua. Untuk mengatasinya bisa memakai exhaust fan atau buka ventilasi loteng.

2. Tutup Jendela dengan Gorden

Saat siang hari dan cuaca sedang panas-panasnya, pastikan jendela rumah ditutup dengan tirai atau gorden, terutama pada sisi rumah yang terkena sinar matahari. Hal ini agar udara panas dan cahaya matahari tidak bisa masuk ke dalam rumah, sehingga ruangan tetap terasa sejuk.

3. Pakai Kipas Angin untuk Mengembuskan Angin

Kipas angin dapat digunakan untuk mengatasi hawa panas dan pengap di dalam rumah. Dengan begitu, ruangan tetap terasa sejuk meski kondisi di luar sangat panas.

Caranya sangat mudah, yakni menempatkan kipas angin di depan jendela yang terbuka. Langkah ini agar udara panas di dalam ruangan bisa berhembus keluar rumah.

Agar ruangan bisa terasa dingin, tempatkan wadah berisi es batu di depan kipas angin. Cara ini dinilai lebih hemat energi untuk mendinginkan ruangan ketimbang menyalakan AC selama 24 jam.

4. Kurangi Penggunaan Barang yang Memicu Panas

Penggunaan oven dan kompor juga dapat memicu udara panas di dalam rumah. Sebab, api yang terus menyala dari kompor dapat memicu hawa pengap ke seluruh ruangan, terutama bagian dapur. Kondisi ini bisa diperparah jika tidak ada ventilasi udara, sehingga hawa panas bisa menyebar ke seluruh ruangan.

Peralatan lainnya seperti mesin cuci dan mesin pencuci piring juga dapat menghasilkan panas di dalam rumah. Maka dari itu, sebaiknya kurang penggunaan barang tersebut ketika cuaca panas.

5. Pasang Kipas Angin Gantung

Cara lain untuk mengatasi udara panas di dalam rumah adalah dengan memasang kipas angin gantung. Kipas angin yang dipasang di langit-langit rumah dapat meningkatkan sirkulasi udara, sehingga menciptakan angin segar yang nyaman tanpa perlu membuka jendela.

Demikian lima tips sederhana untuk mengatasi udara panas di dalam rumah. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)



Sumber : www.detik.com

Bisa Dicoba! 6 Tips Dekorasi Simpel yang Bikin Rumah Terasa Sejuk


Jakarta

Cuaca panas ekstrem belakangan ini membuat tubuh jadi terasa sangat gerah. Kondisi ini membuat sebagian orang memilih untuk bertahan di rumah saat siang hari.

Sayangnya, cuaca panas dari luar juga bisa masuk ke dalam rumah sehingga ruangan terasa pengap. Solusi paling ampuh adalah dengan menyalakan kipas angin atau AC.

Namun, kipas angin dan AC yang menyala terus-menerus bikin listrik cepat boros. Alhasil, tagihan listrik akan membengkak gegara mengatasi panas di siang hari.


Daripada harus menyalakan kipas angin atau AC seharian, ada cara lain untuk mendinginkan ruangan agar terasa lebih sejuk, yakni dengan mendekorasi rumah secara tepat. Ingin tahu cara dekorasi yang tepat? Simak dalam artikel ini.

Dekorasi Simpel yang Bikin Rumah Terasa Sejuk

Terkadang, ada sejumlah perabotan atau dekorasi yang bisa memicu hawa panas di dalam rumah. Dilansir situs Real Simple, berikut tips dekorasi simpel yang bikin rumah jadi adem:

1. Hindari Pasang Karpet Berbulu

Memasang karpet berbahan wol atau bulu halus ternyata bisa memicu hawa panas di dalam rumah, lho. Meski tampak estetis, tapi baham material ini dapat menghangatkan ruangan karena berfungsi sebagai isolator termal yang baik.

Penggunaan karpet berbahan wol atau bulu halus lebih cocok digunakan pada musim dingin. Sayangnya, Indonesia termasuk negara tropis yang hanya memiliki dua musim, yakni musim panas dan musim hujan.

2. Pasang Tirai atau Gorden di Jendela

Memasang tirai atau gorden di jendela rumah dapat membantu mencegah sinar matahari dan hawa panas masuk ke dalam rumah. Dengan begitu, ruangan jadi tidak terlalu panas dan terasa lebih sejuk.

3. Pilih Warna Cat Dinding yang Sejuk

Pemilihan warna cat dinding juga dapat memengaruhi suhu ruangan. Jika memilih warna-warna hangat seperti cokelat, merah, dan jingga dapat menciptakan hawa hangat dalam ruangan.

Agar rumah terasa lebih adem, disarankan untuk memilih warna seperti putih, abu-abu, atau pastel. Warna ini membuat ruangan terasa segar dan lapang.

4. Letakkan Tanaman Hijau

Tips dekorasi rumah selanjutnya adalah dengan meletakkan tanaman hijau di dalam rumah. Tak hanya membuat ruangan jadi tampak estetis dan asri, tapi juga menciptakan suasana sejuk pada rumah.

Saat memilih tanaman hias, pastikan tanaman tersebut dapat tumbuh di dalam ruangan. Beberapa jenis tanaman yang cocok di dalam rumah seperti lidah mertua, peace lily, sirih gading, dan lidah buaya.

5. Pasang Kipas Angin Gantung

Tidak hanya menyejukkan ruangan, memasang kipas angin gantung di langit-langit rumah juga memberikan kesan estetika. Sebaiknya pilih kipas angin dengan motif kayu agar ruangan terlihat lebih cantik.

Kini, sudah banyak kipas angin gantung yang menggunakan remot. Dengan begitu, kecepatan kipas angin bisa diatur secara praktis.

6. Hindari Aksesoris Berwarna Gelap

Ketika cuaca panas tengah melanda, copot aksesoris atau dekorasi rumah yang berwarna gelap. Soalnya, benda-benda berwarna gelap dapat menyerap lebih banyak panas daripada yang terang.

Itulah enam tips dekorasi simpel yang membuat rumah terasa lebih sejuk. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)



Sumber : www.detik.com

Tips Simpel Rawat Tanaman Saat Cuaca Panas Agar Tetap Subur


Jakarta

Beberapa hari terakhir cuaca panas ekstrem melanda sejumlah daerah di Indonesia. Suhu udara di luar ruangan saat siang hari bisa mencapai 37 derajat Celcius.

Cuaca panas ekstrem tidak hanya bikin gerah dan pengap, tapi juga memengaruhi makhluk hidup lainnya seperti tanaman. Sebab, panas dari matahari bisa membuat tumbuhan layu dan akhirnya mati jika tidak dirawat.

Apabila detikers memiliki tanaman hias di rumah, sebaiknya lebih sering dirawat dan diperhatikan ketika cuaca panas ekstrem. Ingin tahu tipsnya? Simak dalam artikel ini.


Tips Merawat Tanaman Saat Cuaca Panas

Beberapa tanaman seperti sukulen dan kaktus mungkin dapat bertahan hidup saat cuaca panas ekstrem. Namun lain halnya dengan tanaman hias dalam ruangan yang justru membutuhkan perawatan ekstra.

Dilansir situs Ugaoo, berikut tips merawat tanaman hias saat cuaca panas ekstrem:

1. Rutin Siram Tanaman

Tips yang pertama adalah rutin menyiram tanaman saat cuaca panas sedang melanda. Sebab, udara panas menyebabkan air menguap lebih cepat sehingga tanaman lebih mudah dehidrasi.

Teknik menyiram tanaman juga tidak bisa sembarangan. Sebaiknya siram tanaman secara perlahan agar tanah bisa punya waktu untuk menyerap air.

Jika tanaman langsung disiram dalam jumlah banyak maka tanah tidak memiliki waktu untuk menyerap air dan langsung terbuang lewat lubang drainase. Sedangkan jika disiram terlalu sedikit maka hanya lapisan tanah bagian atas saja yang akan basah, sedangkan akar tanaman tetap dehidrasi.

2. Jaga Kelembapan Tanaman

Sejumlah tanaman hias menyukai kelembapan tinggi, seperti fittonia, monstrea, calathea, dan sejumlah pakis. Tanaman tersebut perlu disemprot air secara berkala saat cuaca panas ekstrem.

Selain itu, isi pot tanaman dengan batu kerikil. Fungsinya untuk memastikan kelembapan tanah tetap terjaga dengan baik.

3. Jauhi Tanaman dari Sinar Matahari Berlebih

Saat cuaca panas ekstrem, sebaiknya jauhi tanaman dari sinar matahari langsung. Sebab, tumbuhan yang terpapar panas matahari berlebih bisa menyebabkan layu dan akhirnya mati.

Pindahkan tanaman ke sudut rumah yang tidak terkena sinar matahari langsung sepanjang hari. Selain itu, siram tanaman secara berkala setiap pagi.

4. Kenali Tanda-tanda Tanaman Stres

Tanaman juga bisa mengalami stres akibat jarang dirawat. Ketika cuaca sedang panas-panasnya, tanaman bisa lebih mudah stres dan akhirnya mati.

Ada sejumlah tanda-tanda yang perlu diketahui saat tanaman sudah mulai stres, yakni:

  • Tanaman tropis (terutama yang merambat) akan layu karena terlalu panas.
  • Muncul bintik-bintik cokelat pada tanaman.
  • Setelah itu, daun mulai berwarna kuning kecokelatan.
  • Jika tidak segera diatasi, daun akan berwarna cokelat tua dan mulai berguguran.

5. Jangan Beri Pupuk Jika Tanaman Mulai Layu

Banyak orang yang sengaja memberi pupuk tambahan untuk tanaman yang sudah mulai layu. Sayangnya, hal tersebut bukan ide yang baik dan justru membuat tanaman cepat mati.

Meski pupuk bisa membantu tanaman jadi subur dan menambah nutrisi, tetapi tanaman yang stres akibat cuaca panas kurang tepat jika diberi pupuk. Tanaman lebih membutuhkan air yang cukup agar bisa kembali segar.

Itulah tips simpel dalam merawat tanaman saat cuaca panas ekstrem. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/ilf)



Sumber : www.detik.com

Pemandian Air Panas Ciwalini, Kehangatan di Kebun Teh yang Dingin



Kabupaten Bandung

Terletak di tengah perkebunan teh, Pemandian Air Panas Ciwalini memberikan secercah kehangatan di tengah dinginnya udara pegunungan.

Bagi Anda yang hobi traveling ke wilayah Bandung Selatan, Anda bakal tahu pemandian air panas ini di mana? Ya, Pemandian Air Panas Ciwalini, Rancabali namanya.

Pemandian air panas ini, menjadi pemandian tertua di kawasan Rancabali, Kabupaten Bandung setelah Kolam Pemandian Air Panas Cimanggu tutup selama empat tahun lebih.


Humas Pemandian Air Panas Ciwalini, Herman Rubiana mengatakan 31 tahun sudah pemandian air panas ini berdiri. Menurutnya, pemandian dengan latar pemandangan gunung Patuha ini didirikan sejak tahun 1993 lalu.

“Tahun 1993 didirikan oleh Herman Rusmana seorang Administratur PTPN VIII Rancabali,” kata Herman saat berbincang akhir pekan lalu.

Pemandian air panas CiwaliniPemandian air panas Ciwalini Foto: Wisma Putra/detikJabar

Herman mengatakan, sebelum dikomersilkan, pemandian air panas ini kerap digunakan oleh pimpinan-pimpinan PTPN VIII yang berkantor di Rancabali atau sedang berkunjung ke Rancabali. Selain kolam, di pemandian air panas ini juga dilengkapi vila.

“Dulu vila yang dibangun di sini digunakan untuk gegeden kebun atau atasan perkebunan, setelah ramai baru dikomersilkan, juga ditambah empat cotage,” ungkapnya.

Menurutnya karena produktivitas dan harga teh Ciwalini sedang bagus, pemandian air panas itu tidak setiap hari buka karena pada masa itu, pemandian air panas ini menjadi usaha sampingan.

“Dulu jadwal buka Rabu-Kamis dan Sabtu-Minggu, Senin-Selasa dan Jumat tutup. Ini sampingan, karena waktu itu produktivitas dan harga teh sedang bagus. Kebetulan ada sumber air panas di kawasan kebun teh dan dijadikan kolam renang,” jelasnya.

Menurut Herman, sumber air panas yang ada di kawasan perkebunan teh Ciwalini ini tidak hanya satu. Melainkan banyak dan sumber air panas itu dialirkan ke pemandian air panas tersebut.

“Ada empat sumber air panas, yakni Ciengang, Citambaga, Citambeleg dan Kampung,” ujarnya.

Herman mengatakan, selain digunakan untuk mengairi pemandian air panas ini, sumber air panas itu juga digunakan oleh warga sekitar.

“Untuk sumber air panas Kampung digunakan untuk ke sini dan warga Ciwalini,” ucapnya.

Disinggung terkait kunci agar pengunjung balik lagi ke Pemandian Air Panas Ciwalini, Herman sebut, kebersihan kolam menjadi hal yang utama.

“Eksis kebersihannya, tidak sirkulasi, dari sumber ke kolam lalu dibuang, kalau di Ciater dari atas turun ke bawah, baru ditarik lagi, kalau di sini air lewat saja,” ujarnya.

“Air diganti setiap hari, keramik dibersihkan untuk menghilangkan lumut, seminggu dua kali di Hari Selasa dan Jumat,” tambahnya.

Herman menambahkan, awalnya pemandian air panas ini berdiri di lahan sekitar 2 hektar, namun seiring waktu berjalan ditambah dengan kawasan cotage 1,6 hektare dan seluruhnya menjadi 3,6 hektar.

Sekedar informasi, untuk harga tiket perorangan Rp 40 ribu, hari biasa dan weekend harga tiket sama. Untuk bus Rp 30 ribu, mobil kecil Rp 15 ribu dan motor Rp 8 ribuan. Sementara itu, kapasitas pengunjung mencapai 3-4 ribu.

——-

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Hidden Gem di Sikka, Air Panas Blidit yang Tersembunyi



Sikka

Akhir pekan, saatnya bertualang. Di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), ada wisata mata air panas Blidit yang tersembunyi. Hidden gem nih!

Air Panas Blidit terletak di perbatasan Desa Waigete dan Hutan Lindung Egon. Onjek wisata Air Panas Blidit menawarkan pengalaman berendam di air yang jernih dan bersih tanpa sampah serta suasana alam yang asri dan menenangkan.

Perjalanan menuju Air Panas Blidit memakan waktu sekitar 30 hingga 40 menit dari Maumere, dengan jarak sekitar 30 kilometer. Pengunjung dapat memulai perjalanan dari Jalan Trans Flores Maumere-Larantuka.


Setibanya di persimpangan Desa Egon, terdapat papan penunjuk arah menuju Air Panas Blidit. Ikuti petunjuk jalan tersebut hingga mencapai area pedesaan, di mana pengunjung akan melintasi jalan beraspal sepanjang tujuh kilometer sebelum tiba di area parkir.

Dari tempat parkir, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh dua kilometer (km) melewati Hutan Lindung Egon. Jalur ini menawarkan pengalaman unik dengan pemandangan pohon-pohon tinggi dan hijau, memberikan kesan seperti berjalan di dalam lukisan alam yang menakjubkan.

Namun, pengunjung perlu berhati-hati karena medan yang dilalui cukup menantang. Sesampainya di lokasi, pengunjung dapat menikmati air hangat dengan suhu yang pas untuk tubuh.

Selain memberikan kenyamanan, air panas di sini dipercaya oleh masyarakat setempat mampu membantu menyembuhkan berbagai penyakit kulit, seperti eksim dan gatal-gatal. Tidak heran, destinasi ini lebih sering dikunjungi oleh warga lokal dan belum terlalu dikenal oleh wisatawan luar.

Bagi traveler yang ingin merasakan sensasi alami berendam di air panas di tengah hutan, Blidit adalah pilihan yang tepat. Terlebih, berkunjung ke sana tanpa dipungut biaya. Pastikan untuk menjaga kebersihan dan berhati-hati selama perjalanan agar keindahan alamnya tetap terjaga.

——-

Artikel ini telah naik di detikBali.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Labuan Bajo Hanya Ramai di Libur Musim Panas, Perlu Event Besar



Manggarai Barat

Ketua DPD Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) NTT, Oyan Kristian, menyoroti kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo yang cenderung ramai hanya pada bulan Juni hingga Agustus setiap tahunnya. Ia menyebut kondisi ini menjadi pekerjaan rumah bersama bagi semua pihak.

“Kita melihat trennya sama dari tahun ke tahunnya, bahwa destinasi kita ini kunjungan hanya terfokus di bulan Juni, Juli, Agustus atau kalaupun di September. Ini PR besar, kita hidup bukan hanya di bulan itu,” kata Oyan dalam Musyawarah Cabang (Muscab) Asita Manggarai Barat di Labuan Bajo, Sabtu (21/6/2025).

Kegiatan itu dihadiri Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Manggarai Barat Stefanus Jemsifori, Plt. Direktur BPOLBF, Kepala Balai Taman Nasional Komodo Hendrikus Rani Siga, serta sejumlah asosiasi pelaku pariwisata.


Menurut Oyan, pelaku pariwisata, pemerintah daerah, BPOLBF, dan seluruh pemangku kepentingan harus duduk bersama mencari solusi. Salah satunya dengan menggelar event besar di luar periode musim panas wisatawan Eropa.

“Jadi kita perlu duduk bersama membahas. Asita, Pemda, BPOLBF mungkin kita perlu membuat event besar, kegiatan yang menginisiasi destinasi ini agar tidak hanya ramai dikunjungi pada periode summer holiday itu,” ujarnya.

Oyan menjelaskan wisatawan Eropa masih menjadi pasar utama Labuan Bajo. Mereka cenderung datang saat musim liburan musim panas di Eropa, yakni antara Juni hingga September. Karena itu, perlu ada upaya mengisi kekosongan kunjungan di luar periode tersebut.

“Pariwisata kita ini marketnya Eropa, katakanlah yang menjadi main market. Jadi mereka akan datang di periode Juni, Juli, Agustus dan September, paling tinggi Juli dan Agustus,” jelas Oyan.

Ia mendorong agar upaya promosi dan pengembangan event juga menyasar bulan-bulan lain seperti Januari hingga Maret, agar okupansi hotel, kapal wisata, hingga restoran tetap terisi.

“Kita perlu duduk bersama bagaimana agar Januari, Februari, Maret dan bulan-bulan lain itu keterisian hotel, kapal-kapal wisata, restoran itu tetap ramai,” lanjutnya.

Artikel ini sudah tayang di detikBali. Klik di sini untuk membaca selengkapnya.

(dpw/ddn)



Sumber : travel.detik.com