Tag Archives: pandemi

Tips Menentukan Posisi Lampu yang Sesuai di Tiap Ruangan, Nggak Melulu di Plafon



Jakarta

Pencahayaan bisa mengubah tampilan dan suasana di rumah. Bahkan jika di rumah kamu perabotannya sederhana dan tidak terlihat mewah, kamu bisa menambahkan beberapa pencahayaan agar tampilannya lebih elegan dan nyaman dilihat.

Cara mengubah tampilan ruangan lewat pencahayaan adalah dengan menempatkan lampu di titik tertentu, bukan hanya di tengah plafon. Selain itu, bisa pula memainkan tingkat keterangan lampu hingga warna lampu. Bahkan, sebenarnya setiap ruangan seharusnya memakai jenis lampu yang tingkat pencahayaan berbeda-beda lho. Dengan begitu kamu nyaman saat beraktivitas di ruangan tersebut dan tidak mengganggu penglihatan.

Dikutip dari laman HGTV, Sabtu (2/11/2024) berikut cara memilih lampu yang sesuai untuk setiap ruangan di dalam rumah.


Kamar Tidur

Saat berada di kamar tidur, kamu memerlukan pencahayaan yang lembut sehingga membantu tubuh untuk beristirahat. Daripada di atas plafon, kamu bisa memasang lampu di kedua sisi kasur dengan lampu berdiri, lampu meja, ataupun lampu tembok yang rendah.

Posisi yang dekat dengan tempat tidur juga membantu kamu saat akan membaca buku sebelum tidur. Kamu bisa juga memasang penerangan sekitar lemari pakaian baik di luar atau di dalamnya.

Ruang Keluarga

Saat ini banyak sekali inovasi tata pencahayaan di ruang keluarga. Saat dilihat, memang ruangan tersebut terang tetapi bukan dari satu lampu di atas, melainkan lampu yang menyebar di beberapa titik.

Hal ini untuk menghindari terciptanya bayangan sehingga kamu bisa membaca buku, nonton TV, atau beraktivitas bersama dengan pencahayaan maksimal. Biasanya lampu ini lokasinya di sela-sela plafon, di dekat tangga, di dinding, atau lampu downlight di plafon yang jumlahnya lebih dari satu. Bisa juga kamu meletakkan lampu-lampu di dekat barang seperti rak buku, lukisan, hingga tanaman.

Ruang Kerja

Setelah pandemi, banyak keluarga akhirnya membuat ruang kerja di rumah karena lebih sering work from home. Cara menentukan pencahayaan yang tepat cukup mudah yakni tentukan dahulu pusat kegiatan kamu yang dirasa butuh pencahayaan maksimal.

Daripada mengandalkan lampu di atas kepala, kamu bisa menambahkan lampu meja, lampu tiang, atau cove lighting ataupun lampu dinding yang memancarkan cahaya ke arah langit-langit.

Dapur

Pemasangan lampu di tengah plafon baru tepat jika berada di dapur. Sebab, dapur ruangannya jauh lebih kecil dan membutuhkan pencahayaan yang cukup terang. Maka dari itu, kamu sering melihat jika wastafel biasanya ditempatkan dekat jendela karena untuk mendapatkan pencahayaan alami.

Selain memasang lampu utama di tengah plafon, menempatkan pencahayaan di bawah kabinet juga bagus untuk menerangi permukaan countertop. Lalu, kamu dapat menggunakan cove lighting sepanjang dua sisi tembok yang berhadapan untuk menciptakan ambient jika ingin menghindari lampu downlight atau gantung.

Kamar Mandi

Kamar mandi juga bisa memakai lampu plafon. Selain itu, kamu juga bisa menambahkan lampu di sekitar cermin agar penerangannya bagus dan muka terlihat lebih jelas.

Ruang Makan

Ruang makan sebaiknya memasang lampu gantung atau plafon tepat di atasnya. Lampu yang agak redup bisa menjadi pilihan untuk menciptakan atmosfer tenang saat makan.

Sebagai tambahan, kamu bisa menggunakan cove lighting di dua sisi ruangan yang berhadapan ataupun dua lampu dinding di samping furnitur yang menempel dinding.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/dna)



Sumber : www.detik.com

Ingat! Barang Ini Sebaiknya Tak Ada di Kamar, Bisa Ganggu Ketenangan


Jakarta

Kamar tidur adalah ruangan yang cukup private. Ruangan ini didesain sesuai kebutuhan dan keinginan penghuninya. Meskipun tidak ada aturan mengenai apa yang harus ada di kamar, tetapi ada beberapa barang yang sebaiknya tidak berada di dalam kamar.

Dilansir The Spruce, beberapa barang dinilai tidak cocok berada di kamar karena dapat mempengaruhi suasana di dalamnya. Menurut Laura W Jenkins, sebaiknya menyimpan benda-benda yang bisa membuatmu rileks di kamar tidur, seperti buku dan foto keluarga.

Lantas, barang apa saja yang sebaiknya dijauhkan dari kamar? Berikut daftarnya.


1. Barang Elektronik

Menurut desainer interior Laura W Jenkins di kamar tidur seharusnya tidak ada barang elektronik yang dapat mendistraksi seperti hal-hal yang berbau hiburan. Sebab, menurutnya kamar tidur adalah ruangan untuk penghuninya istirahat.

Barang elektronik seperti kipas angin, AC, atau alat kebersihan adalah pengecualian karena barang-barang tersebut dapat membuat penghuninya lebih nyaman ketika tidur.

Selain barang elektronik seperti TV, laptop, konsol game, atau speaker dikeluarkan, ia juga menyarankan untuk menggunakan warna cat yang menenangkan seperti warna bumi atau earth tone.

2. Baju Tak Terpakai dan Peralatan Gym

Mengurangi barang-barang tak terpakai adalah keharusan yang perlu diterapkan pada semua ruangan. Desainer Jean Parker mengatakan apabila di kamar banyak baju tidak terpakai atau sudah tidak muat, sebaiknya segera dikeluarkan untuk didaur ulang, dijual, atau diberikan kepada orang lain.

Ruang yang sedikit barang tidak akan mengganggu pergerakan dan pandangan. Dengan begitu penghuninya bisa mendapatkan ruang lebih untuk mengisi kembali energi yang habis setelah seharian di luar rumah.

Lalu, ia menyarankan agar di dalam kamar tidak ada barang besar dan berbahaya di dalam kamar, seperti peralatan gym. Sebab, peralatan tersebut berbahaya, ketika tersandung atau terjadi gempa bumi.

“Kamar tidurmu bukanlah tempat gym, jadi saya akan menahan diri untuk menempatkan alat-alat olahraga di sana,” ujarnya dikutip dari The Spruce.

3. Peralatan Kantor

Setelah pandemi, banyak orang yang menggunakan kamar tidurnya sebagai ruang kerja. Alhasil kamu bisa seharian berada di ruangan tersebut. Apabila kamu tidak memiliki ruang lain untuk dijadikan ruang kantor, Desainer Amity Worrel meminta agar menggunakan meja yang kecil dan santai sebagai meja kerjamu di rumah. Dengan begitu itu tidak akan mengingatkanmu akan pekerjaan.

“Saat membuat tempat yang seharusnya membuat rileks dan menjadi pelarian dari pekerjaan, sangat penting untuk mempertimbangkan apa yang harus ada di kamar atau tidak,” paparnya.

4. Jangan Terlalu Banyak Rak Terbuka

Memiliki banyak ruang penyimpanan sebenarnya memudahkan penghuni untuk menyimpan barang dan ruangan pun terlihat lebih rapi. Namun, sebenarnya yang lebih baik lagi adalah mengurangi barang di kamar sehingga rak juga bisa berkurang.

Selain itu, jangan terlalu banyak memakai rak terbuka karena bisa menjadi tempat untuk menumpuk barang dan sarang debu. Menurut desainer Abbie Naber, apabila terdapat rak terbuka di dalam kamar sebaiknya diisi dengan benda-benda yang bisa membuat penghuninya tersenyum dan diisi seminimal mungkin.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Sawah Lope Desa Cikaso, Nikmatnya Lihat Persawahan Sambil Ngebotram


Kuningan

Sawah Lope di Desa Cikaso menyuguhkan panorama indah khas perkampungan warga dengan mata pencaharian bertani. Area sawah tampak hijau dan luas dengan latar Gunung Ceremai, lengkap dengan jalan aspal tepat berada di tengah.

Lukisan alam Sawah Lope di Desa Cikaso persis gambar pemandangan anak SD tahun 90-an. Bedanya, Desa Cikaso menyediakan gazebo di pinggir jalan dan lokasi lain yang memungkinkan pengunjung melihat langsung keindahan Sawah Lope.

Sawah Lope di Desa Cikaso yang hijau, luas, dengan angin sepoi dan hawa sejuk menjadikan destinasi ini cocok sebagai tempat liburan bareng keluarga. Apalagi sambil makan bekel bersama alias ngebotram di gazebo. Bisa juga makan menu dari restoran pilihan di Desa Cikaso.


Selain sawah yang menguning jika siap panen dan gazebo, saluran irigasi pertanian di Desa Cikaso ini juga jadi spot wisata. Anak-anak sekitar desa kerep bermain di saluran yang airnya sangat bersih itu. Mereka menggunakan ban bekas dan menjadikannya seperti seluncuran air.

Kawasan Desa Cikaso dikelilingi 7 sumber air yang bikin wilayah tersebut tak pernah kekeringan. Mata air Cilangga, Cinangsi, Cibango, Cimalayan, Cipasantren, Cihanyir, dan Cikabulakan membantu areal pertanaman selalu subur.

Area Sawah Lope, Desa Cikaso yang terletak di Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat cocok bagi warga Jakarta yang ingin piknik. Tentunya masyarakat sekitar Jakarta bisa juga ke Sawah Lope, Desa Cikaso untuk healing dan piknik di tengah alamnya yang indah.

Berkat pengelolaan Bumdes Desa Cikaso, Kuningan diganjar penghargaan Desa BRILian Juara 2 tingkat nasional dari Bank BRI.Sawah Lope, Desa Cikaso (Wisma Putra/detikJabar)

Fakta Unik Desa Cikaso

Beberapa keistimewaan Desa Cikaso yang memiliki segudang prestasi ini adalah

1. Terletak di dataran rendah

Desa Cikaso berlokasi di ketinggian 500 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan tetap merasa sejuk. Hawa yang selalu bersahabat, rindang, dan lingkungan asri menjadikan Sawah Lope salah satu alternatif lokasi piknik bareng orang-orang terdekat.

2. Lope bukan plesetan love

Kata lope adalah kepanjangan dari lokasi persawahan yang menjadi spot wisata utama Desa Cikaso. Data Jadesta Kemenparekraf menyatakan, luas sawah mencapai 11.470 m2 yang masih produktif digarap warga. Selain sawah, ada juga tanaman hortikultura yang diusahakan warga. Misal sayur, buah, rempah, dan komoditas lain.

3. Bangkit usai COVID-19

Dampak pandemi dirasakan juga oleh warga Desa Cikaso dengan banyaknya jumlah pasien. Sebanyak 11 orang positif dan satu pasien meninggal akibat COVID-19. Jalan Desa Cikaso digunakan warga untuk berjemur yang ketika itu terkena lockdown.

Selepas COVID-19, warga Desa Cikaso perlahan menata kembali hidupnya. Jalanan desa sepanjang 1 km itu mulai ramai dengan aktivitas warga dan pedagang. Aktivitas itulah yang menginspirasi masyarakat dan perangkat desa membuat desa wisata dengan semua proses serta pendanaan dikelola bersama.

4. Sempat viral

Situs Jadesta Kementerian Pariwisata menyatakan, Desa Cikaso sempat viral sebagai pilihan destinasi wisata Kabupaten Kuningan. Warga Desa Cikaso telah siap sepenuhnya saat kunjungan wisatawan meningkat.

Berbagai fasilitas mulai dari tiket, penyewaan alat, gazebo, kostum, dan spot selfie bersama melayani kebutuhan turis. Warga yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Rumpun Padi semangat membangun layanan wisata sambil terus merawat sawah dan areal pertanaman lainnya.

5. Dibangun tanpa investasi dari luar

Menurut Kepala Desa Cikaso di tahun 2024 Hidayat Nur, Sawah Lope dibangun dengan swasembada masyarakat. Semua warga perlahan membangun fasilitas wisata, misal gazebo bisa menjadi 21 dari yang semula hanya lima. Pedagang dan restoran adalah warga sekitar yang membangun layanan sesuai kebutuhan turis.

Sawah Lope yang tergabung dalam BUMDesa Sangga Emas mendapat alokasi dana desa sebesar Rp 100 juta per tahun. Desa wisata berhasil setor penghasilan Rp 25 juta per tahun pada BUMDesa. Penghasilan tersebut ditambah dari sektor lain digunakan untuk kemandirian dan pembangunan desa.

6. Punya keunggulan lain

Sawah Lope merupakan salah satu keunggulan Desa Cikaso untuk menjadi mandiri. Sektor unggul lainnya adalah pertanian bawang merah, pengolahan menjadi bawang goreng, budidaya jamur tiram, dan pembuatan pupuk hayati. Hasilnya, warga tak pernah kekurangan pupuk untuk tanamannya.

Tiket masuk Sawah Lope, Desa Cikaso

Harga tiket

Biaya sewa

  • Gazebo: Rp 25 ribu untuk kapasitas lebih dari 6.
  • Sewa ban bekas: Rp 5 ribu.
  • Spot selfie: Rp 5 ribu.
  • Sewa kostum: Rp 5 ribu.

Sawah Lope, Desa Cikaso juga menyediakan homestay yang merupakan rumah warga setempat. Harga sewa bergantung pada kebijakan pemilih rumah.

Bagi detikers yang ingin berkunjung ke Sawah Lope, Desa Cikaso, sebaiknya update informasi lebih dulu di medsos atau situs traveling. Info terbaru memungkinkan pengunjung memperoleh layanan yang diinginkan.

(row/ddn)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Craftofe, Kopi Durian dan Galeri Seni Jadi Satu



Jakarta

Usaha kedai kopi menjadi tren belakangan ini. Kalau yang lain berakhir di pandemi, kedai kopi ini malah tenar.

Adalah Craftote, sebuah galeri yang menjadi satu dengan kedai kopi di jalan Tomang Rawa Kepa No.37, Tomang, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Menariknya, Craftote tidak hanya memberikan suasana nyaman dan unik untuk nongkrong. Thio Siujinata (50) dan Rika Chistina membangun usaha pada 2020 itu untuk membuka lapangan kerja.


“Sekitar 2019, menjelang pandemi awal-awal itu, kita suka bantu panti asuhan di Bintaro, namanya Abimata,” kata Thio pada Selasa (4/2).

Setiap hari, Thio menjual barang secara online, mulai dari mainan sampai frozen food. Koneksinya dengan panti asuhan juga semakin erat karena kerap memberikan bantuan di sana.

Suatu ketika, pemilik panti asuhan bertanya apakah Thio dan Rika memiliki koneksi untuk menyalurkan anak-anak panti asuhan yang sudah lulus sekolah. Thio mengakui bahwa anak-anak tersebut memiliki nilai dan bakat yang tak bisa dipandang sebelah mata.

CraftoteCraftote (Bonauli/detikcom)

“Istri kepikiran, ‘eh kita bikin usaha yuk, karyawannya anak panti asuhan’. Saya bilang that’s a good idea gitu,” dia menambahkan.

Ide itu betul-betul diwujudkan. Thio dan Rika dibantu dengan salah seorang keluarga membuka jalan bagi anak-anak panti asuhan itu.

Thio menggabungkan kepiawaiannya dengan tempat berkumpul. Thio seorang lulusan seni rupa dari Institut Kesenian Jakarta memadukan seni kriya dengan kedai kopi. Soal namanya, Thio tidak bisa melupakan pesan saudaranya yang meminta agar dia memakai brand sendiri.

Hingga kemudian, perpaduan kecintaannya akan seni kriya, kopi, dan pesan agar memiliki brand sendiri, serta upaya untuk membantu membuka lapangan pekerjaan bagi penghuni panti asuhan itu terwujud dalam Craftote.

Craft artinya kerajinan tangan dan tote artinya dijinjing, sehingga Craftote berarti bisnis kesenian yang bisa dibeli langsung oleh konsumen. Crafttote berdiri pada Mei 2021.

CraftoteCraftote (Bonauli/detikcom)

Bagi pebisnis, permulaan adalah yang terberat. Itu pula yang dirasakan Thio. Ia memulai usaha dengan pendanaan pribadi dengan jumlah yang tentu saja terbatas.

Craftote menjual produk-produk rumah tangga yang terbuat dari bahan ramah lingkungan, seperti pelepah pisang, bambu sampai eceng gondok. Ia dibantu oleh perajin-perajin di banyak desa, ini tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Putar otak, Thio akhirnya menemukan solusi dengan sumber dana tambahan, kedai kopi. Craftote kemudian menjadi sebuah kedai kopi yang berada di dalam galeri, ini mengapa suasana tempat itu terasa nyeni dan memanjakan mata.

“Kita bikin kopi untuk uang cepat, sementara galeri untuk uang besar,” kata dia.

CraftoteCraftote (Bonauli/detikcom)

Craftote yang berada di pinggir jalan itu, mulai ramai oleh pengunjung. Popularitas Craftote bahkan tersiar sampai ke Direktur UMKM Bank Bri saat itu. Thio tentu saja kaget, ia bahkan masih ingat dengan jelas hari itu adalah Kamis.

“Besoknya (Jumat) beliau datang lagi bersama tim, foto-foto. Saya pikir ‘enggak papalah kan namanya kostumer’,” ujar Thio sambil mengekspresikan kebingungannya saat itu.

Sebelum pulang, ia mendapat tantangan dari Bank BRI berupa konsistensi dalam usaha. Jika Craftote dapat mempertahankan produk yang dihasilkan maka Bank BRI akan menghadiahkan kedai kedua di Rumah BUMN Jakarta.

Tantangan itu membuatnya termotivasi, ia menyebut kata ‘nothing to lose‘ untuk menggambarkan perasaannya yang campur aduk saat itu.

Waktu berlalu, tanggal pengumuman pemenang dari Bank BRI sudah tiba yaitu 1 Desember 2021. Kebahagiaan masih terlihat di wajahnya setiap kali teringat momen kemenangan itu. Namun sesaat mimiknya berganti serius selaras dengan perubahan perasaan.

“Setelah diumumkan menang, kita diberitahu bahwa opening kedai itu tanggal 15 Desember, tapi baru masuk ke sana tanggal 13. Wah, cepet banget, dalam dua hari bikin coffee shop, itu dewa banget tuh ,” katanya.

Singkat cerita, Craftote laris manis. Dari dua kedai beranak menjadi empat, lokasinya di Post Blok dan Rumah Sakit Pelni. Thio sendiri tak menyangka bahwa kedai kopinya akan laku keras di masa-masa pandemi, bahkan ia menyebut bahwa usahanya itu ‘kebablasan’.

CraftoteBianca, pengunjung Craftote (Bonauli/detikcom)

Bianca (38), ibu dua anak, menjadi salah satu pelanggan setia Craftote. Ia bercerita bahwa dirinya kerap nongkrong selagi menunggu anaknya pulang sekolah.

“Rumah saya kebetulan di seberang sini, enak di sini suasananya tenang dan unik,” Bianca melontarkan pujian.

Bayangkan saja, kedai kopi itu lebih mirip galeri seni daripada tempat nongkrong. Lampu-lampunya estetik dari bahan ramah lingkungan yang didesain sendiri oleh Thio, mejanya dari bekas kaki mesin jahit. Tak ada alasan untuk tidak jatuh cinta pada Craftote.

Menu andalannya berupa kopi durian. Thio ingin agar konsumennya tetap sehat, ia pun menggunakan resep yang terbilang unik. Bukan cuma durian, kopi-kopi lainnya juga diracik dengan buah-buahan lain seperti buah naga dan stroberi. Rasanya di luar dugaan, sangat nikmat dan ringan. Harganya Rp 45 per gelas.

CraftoteCraftote (Bonauli/detikcom)

Peran BRI untuk Craftote

Selama ikut dan aktif di Rumah BUMN, Thio mengaku mendapat banyak sekali manfaat. Ia mendapat berbagai pelatihan yang menunjang usahanya. Mulai dari pelatihan manajemen sampai digitalisasi.

“Bermanfaat sekali ikut Rumah BUMN,” senyum merekah di wajahnya.

Tiap kali mengingat perjalanan bersama BRI, Thio menunjukkan ekspresi yang bahagia. Berkali-kali ia mengucapkan terima kasih kepada BRI.

“Sangat, sangat berterima kasih kepada BRI,” kata dia.

Thio juga mengajukan pinjaman KUR kepada BRI dengan jumlah Rp 100 juta. Saat ini Craftote memiliki omzet Rp 50 juta per bulan.

Jajang Rohmana (23), fasilitator dari Rumah BUMN Jakarta, menyebut bahwa Craftote adalah UMKM Best Seller, artinya badan usaha ini memiliki produk yang diminati oleh masyarakat.

Kalau dulu Thio menjadi peserta pelatihan UMKM, kini ia kerap diundang sebagai narasumber untuk pelatihan di Rumah BUMN Jakarta. Jajang berkata bahwa kehadiran Thio menjadi penyemangat bagi UMKM yang sedang berjuang untuk maju.

“Harapannya dengan menghadirkan Craftote sebagai narasumber mereka biar jadi termotivasi buat belajar dan ikut pelatihan,” ujar dia.

(bnl/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Eksplorasi Sejarah di Pasar Baru, Cek 4 Bangunan Ikonik di Sana


Jakarta

Pasar Baru bisa menjadi pilihan untuk mengisi waktu luang buat traveler di Jakarta. Ada apa saja ya?

Ternyata di pusat perbelanjaan tradisional yang legendaris di Jalan Pasar Baru, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat itu tersimpan banyak cerita menarik tentang masa kejayaannya sebagai salah satu pusat perdagangan tertua di Jakarta.

Traveler bisa merasakan nuansa kolonial yang masih terasa kental sambil menelusuri bangunan-bangunan bersejarah, toko-toko tua yang telah berdiri sejak zaman Belanda. Selain itu, jejak-jejak penting yang mencerminkan perjalanan ekonomi, budaya, dan kehidupan sosial kota ini dari masa ke masa.


Setidaknya terdapat empat bangunan bersejarah di kawasan Pasar Baru yang ditetapkan oleh Anies Baswedan, di antaranya ialah Vihara Sin Tek Bio, Toko Tio Tek Hong, bangunan Toko Kompak dan bangunan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.

Berikut empat bangunan bersejarah di Pasar Baru:

1. Vihara Sin Tek Bio

Umat Konghucu Berdatangan Kelenteng Sin Tek BioUmat Konghucu Berdatangan Kelenteng Sin Tek Bio (Tsarina Maharani/detikcom)

Vihara Sin Tek Bio dengan nama Vihara Dharma Jaya merupakan salah satu vihara yang menjadi bagian dari sejarah di Jakarta diperkirakan sejak 1698. Terletak di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, wihara itu menjadi saksi bisu perjalanan waktu dan perkembangan masyarakat Tionghoa di Indonesia, khususnya Ibu Kota.

Vihara Sin Tek Bio menjadi pusat spiritual sekaligus simbol penting bagi masyarakat Tionghoa yang telah lama mendiami kawasan tersebut. Di dalam vihara ini, terdapat beberapa altar pemujaan yang dihiasi dengan beberapa patung dewa-dewa dan leluhur, menambah suasana sakral dan penuh khidmat di setiap sudut ruangan.

Wihara ini didominasi oleh nuansa merah yang melambangkan keberuntungan dan kebahagiaan, sementara lilin-lilin besar yang terus menyala memenuhi ruangan utama, menyebarkan cahaya hangat dan menciptakan atmosfer spiritual yang mendalam, di mana umat datang untuk berdoa, memohon berkah, dan mencari ketenangan batin.

“Banyak jemaat datang dari mana-mana, jika nanti masuk banyak sekali dewa-dewanya karena disumbangkan dari si jemaat-jemaat itu. Tapi, setiap klenteng itu punya dewa utama. Nah, dewa utama di sini yang diangkat sebagai tuan rumahnya. Ini adalah dewa bumi, kenapa dewa bumi, karena ada hubungan dengan pendiri-pendirinya adalah petani karena petani mereka berdoa ke dewa bumi supaya subur,” kata Farid Mardhiyanto, cofounder Jakarta Good Guide, pada Sabtu (5/10/2024).

“Altar utama itu yang di tengah. Biasanya kalau jemaat sembahyang, pertama di altar itu untuk menaruh dupa, kemudian itu yang kedua yang altar utamanya si tuan rumahnya. Itu wajib. Kemudian, barulah mereka berkeliling untuk milih dewa Kwan Im, dewa kesehatan, dewa jodoh kah, keberuntungan kah dan sebagainya,” Farid menambahkan.

Walaupun Pasar Baru kini dipadati oleh gedung-gedung, toko-toko yang menjual barang-barang dan elektronik, serta kafe kontemporer Vihara Sin Tek Bio tetap mempertahankan kesederhanaan dan keagungannya. Banyak orang yang mengunjungi vihara ini bukan hanya untuk beribadah, tetapi juga untuk merasakan sentuhan sejarah di setiap sudut vihara.

2. Toko Tio Tek Hong

Toko Tio Tek Hong ditetapkan melalui Kepgub Nomor 239 tahun 2022 dan diperkirakan sudah ada sejak 1900. Toko Tio Tek Hong didirikan oleh Tio Tek Hong, seorang pengusaha Tionghoa yang inovatif.

Pada saat itu, Batavia sedang berkembang sebagai pusat perdagangan yang ramai, dengan pengaruh kolonial Belanda yang kuat. termasuk Tio Tek Hong memanfaatkan peluang untuk membuka usaha yang melayani kebutuhan masyarakat luas.

“Nah toko Tio Tek Hong pertama didirikan oleh beliau, gedung itu berubah menjadi toko populer. Dulu adalah toko Tio Tek Hong. Dia jual yang pertama alat kelontong sampe kemudian akhirnya beliau menjual chronograph, dan juga gramofon, dan piringan hitam,” kata Farid.

“Kemudian, pada 1940-an gedung itu dijual karena Tio Tek Hong mulai turun gara-gara krisis ekonomi. Akhirnya, beliau mulai menjual tokonya, terus kemudian balik nama. Tokonya dibeli oleh perusahaan rekaman dan di situlah tempat direkam pertama kalinya lagu Indonesia Raya. Jadi lagu Indonesia Raya direkam ke piringan hitam untuk pertama kalinya di rekaman toko populer ini. Namun, kepemilikan bukan Tio Tek Hong lagi,” ujar Farid.

3. Toko Kompak

Bangunan bersejarah itu didirikan di kawasan Jalan Pasar Baru, No 18A, Jakarta Pusat. Selain sejarah, bangunan itu memiliki daya tarik arsitektur yang kuat.

Bangunan itu dikenal dengan nama Sin Siong Bouw, kemudian diganti menjadi Toko Kompak akibat kebijakan pelarangan nama Tionghoa. Bangunan itu merupakan contoh arsitektur China selatan asli dengan interior warna merah.

Dikutip dari banner dipajang di besi Toko Kompak, bangunan itu didirikan pada abad ke-19, bahkan lebih tua dari Pasar Baru. Toko ini dahulu merupakan kediaman Majoor der Chinezen keempat Batavia yaitu (Tio Tek Ho).

4. Bangunan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman

Dikutip dari buku ‘Eksperimen Keji Kedokteran Penjajahan Jepang: Tragedi Lembaga Eijkman dan Vaksin Mut Romusha 1944-1945’ ditulis oleh J. Kevin Baird & Sangkot Marzuki pertama kali didirikan pada tahun 1888. Pendirinya merupakan peneliti dari Belanda yang populer pada saat itu yaitu Christiaan Eijkman.

Bangunan Lembaga Eijkman terletak di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, memiliki nilai sejarah yang tinggi. Bangunan berarsitektur kolonial ini awalnya lembaga ini berfokus pada penelitian penyakit tropis seperti malaria, beri-beri, dan kolera.

Temuan penting Eijkman mengenai penyebab dan pencegahan penyakit beri-beri hingga soal asal-usul manusia Indonesia. Memberikan beberapa sumbangsih penelitian di bidang biologi dan kedokteran.

Selama pandemi COVID-19, LBM Eijkman memainkan peran penting dalam penelitian terkait virus covid-19 dengan pengembangan vaksin Merah Putih. Namun, pada 2022, lembaga ini mengalami restrukturisasi, dan fungsinya digabungkan ke dalam Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yaitu ketua BRIN Dr Laksana Tri Handoko, M.Sc.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Hidden Gem Bogor Favorit Turis Arab



Bogor

Pesona Danau Lido di Bogor tak hanya memikat wisatawan lokal, tapi juga sukses meluluhkan hati turis Timur Tengah. Dengan rakit kayu sederhana, mereka menyusuri danau sambil menyantap nasi kebuli dan shawarma-sebuah pengalaman unik yang kini jadi primadona wisata tersembunyi di selatan Bogor.

Hanya sekitar 5 menit dari pintu keluar tol Cigombong, perahu rakit Danau Lido menjadi tempat wisata hidden gem Bogor. Setiap hari, ada saja pengunjung yang datang untuk berkeliling menikmati keindahan Danau.

Namun di musim-musim tertentu, misalnya pertengahan tahun, Danau Lido justru penuh dengan turis timur tengah. Mereka berkeliling Danau Lido dengan perahu rakit sambil makan siang.


“Tahun kemarin ada 627 pemandu yang membawa turis Arab ke sini,” kata Indra J Lesmana (35), ketua UMKM kluster perahu rakit Danau Lido yang kini menjadi binaan BRI.

Angka itu memang fantastis, tapi sebenarnya sudah jauh berkurang. Di era kejayaannya sebelum pandemi, Danau Lido dapat mencatat 1.600 pemandu, satu kelompok bisa sampai 10 turis. Tak terbayang betapa ramainya Danau Lido saat itu.

Wisata perahu rakit di Danau LidoWisata perahu rakit di Danau Lido (bonauli/detikcom)

“Kebanyakan mereka bawa turis Arab dari Puncak, Sukabumi dan Cianjur,” dia menambahkan.

Indra mengatakan bahwa turis-turis Arab sangat senang dengan atraksi ini. Mereka bisa makan sambil berkeliling danau dengan santai.

Jumlah perahu rakit di Danau Lido sekitar 24 unit, warga sekitar memiliki dua atau tiga perahu sekaligus. Mereka menjadi mitra dari Rumah Makan Yuliana Lido (RMYL).

Sebenarnya di sekitar danau ada beberapa rumah makan dengan konsep serupa, berkeliling danau dengan rakit. Namun perahu rakit itu tidak lagi dikelola oleh warga, melainkan swasta. RMTY menjadi satu-satunya restoran yang bermitra dengan kluster perahu rakit.

Wisata perahu rakit di Danau LidoWisata perahu rakit di Danau Lido (bonauli/detikcom)

Melihat banyaknya turis Arab, RMYL membuat menu khusus Arab. Isinya tak jauh beda dengan menu biasa hanya ada tambahan shawarma dan nasi kebuli yang khas timur tengah. Selain itu, papan penunjuk berbahasa Arab yang ada di seisi rumah makan mempertegas banyak tamu Arab singgah di sini.

Zaman semakin berkembang, selain turis yang bertambah, kecanggihan teknologi disempurnakan dengan adanya digitalisasi. BRI mempermudah pembayaran perahu rakit dan rumah makan dengan kode QRIS.

“Awalnya agak sulit, karena kebanyakan di sini kan orang tua. Tapi seiring berjalannya waktu, mulai pada ngerti kalau anak-anak muda bayar itu pakai QRIS,” kata pria asli Cigombong itu.

Wisata perahu rakit di Danau LidoWisata perahu rakit di Danau Lido gunakan QRIS (bonauli/detikcom)

Pengecekan pembayaran perahu rakit pun semakin mudah karena terekam dalam sistem. Apalagi QRIS BRI bisa menerima pembayaran dari berbagai bank.

Nurmawan (53) datang dari Depok hanya untuk menikmati ikan bakar Danau Lido yang terkenal tidak bau tanah atau lumpur. Benar saja, begitu tiba, ia memesan sekilo ikan nila bakar dengan nasi, lalapan dan sayur kangkung tumis. Awalnya ia ragu, karena porsinya terlihat besar. Mengunyah sambil melihat pemandangan membuat hidangan habis tak bersisa.

“Memang betul enak, ikannya segar,” katanya.

Ibu satu anak itu pun merasa tidak repot karena pembayaran dapat dilakukan dengan menggunakan QRIS BRI. Habis sampai Rp 200 ribuan, ia tak perlu repot memikirkan uang kembalian.

Wisata perahu rakit di Danau LidoWisata perahu rakit di Danau Lido (bonauli/detikcom)

Peran BRI di Danau Lido

Fahmi Hidayat, pemimpin BRI Bogor Dewi Sartika (Bordes), mengakui bahwa turis-turis yang datang ke Danau Lido adalah berkah sekaligus tantangan yang harus dihadapi.

“Tantangan yang kita lihat adalah kemampuan untuk berkomunikasi dengan wisatawan,” ucapnya pada detikTravel, Jumat (21/3).

BRI sedang mencoba untuk bekerjasama dengan ekosistem kluster perahu rakit Danau Lido. Dalam hal ini, Fahmi mengatakan bahwa BRI memberikan pendampingan seperti kursus bahasa Arab sederhana.

Wisata perahu rakit di Danau LidoWisata perahu rakit di Danau Lido (bonauli/detikcom)

“Minimal menyebutkan harga, tawar menawar atau bilang iya,” ujar dia.

Wisata perahu rakit di Danau LidoPilihan menu arab di wisata perahu rakit di Danau Lido (bonauli/detikcom)

Ia juga mengapresiasi RMYT yang menggunakan menu berbahasa Arab. Nasi kebuli yang masuk dalam daftar menu juga sangat didukung karena memberikan rasa ‘rumah’ saat mereka sedang jauh dari negaranya.

“Memang ya karena konsumennya dari saudara-saudara kita dari Timur Tengah ya mau tidak mau ya minimal kebuli ada-lah gitu,” kata dia.

(bnl/fem)



Sumber : travel.detik.com

Studio Alam TVRI Masihkah Jadi Favorit?



Depok

Generasi 80 dan 90-an pasti akrab dengan tempat wisata satu ini, Studio Alam TVRI. Begitu mendengar namanya pasti langsung terbayang rimbunnya hutan di sana.

Sampai saat ini, kawasan seluas 28 hektar itu masih rimbun. Hutan bambu yang padat dan pepohonan lain masih mendefinisikan nama tempat itu, studio alam.

Sebelum pandemi, kawasan studio alam hanya diperuntukkan sebagai tempat syuting dan penyedia tempat event. Yang mau masuk untuk piknik, tinggal masuk tanpa pusing dengan biaya.


“Awalnya ini dibuka khusus untuk studio syuting TVRI, karena banyak yang tertarik akhirnya banyak production house (PH) yang syuting juga di sini,” ucap Pengelola Studio Alam TVRI kepada detikTravel.

Nostalgia ke Studio Alam TVRI DepokNostalgia ke Studio Alam TVRI Depok Foto: Andhika Prasetia

Tahun 2021, pasca pandemi Covid Studio Alam TVRI mulai menjadi pilahan tempat wisata di Kota Depok. Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI1), sebagai penaung dari Studio Alam mulai mengenakan retribusi kepada pengunjung berupa tiket masuk dan sewa tempat untuk kegiatan.

Kawasan Studio Alam kini dipercantik dengan beberapa spot foto yang terus diremajakan dari waktu ke waktu.

“Kita terus edukasi pengunjung soal sistem pembayaran pakai QRIS,” katanya.

Nostalgia ke Studio Alam TVRI DepokNostalgia ke Studio Alam TVRI Depok Foto: Andhika Prasetia

Pengunjung wisatawan memang biasanya datang di akhir pekan. Untuk Sabtu-Minggu, studio alam ini bisa kedatangan 1.000-1.500 pengunjung. Kalau ada event, bisa tembus 3.000-4.000 wisatawan.

Untuk itu, studio alam kerap membuat event kerjasama atau mandiri sebagai pancingan.

Nostalgia ke Studio Alam TVRI DepokNostalgia ke Studio Alam TVRI Depok Foto: Andhika Prasetia

Studio Alam TVRI masih tercatat sebagai paru-paru Kota Depok. Di sini, pengunjung yang membawa anak bisa bersantai karena anak-anak akan puas berlarian seharian.

Meski sudah menyasar wisatawan, namun studio alam tidak melupakan marwahnya sebagai tempat event. Tempat ini paling banyak disewa sebagai tempat kebaktian padang umat kristen.

“Iya, paling banyak Paskah kemarin sampai kita tolak karena mereka minta subuh,” jawabnya.

Nostalgia ke Studio Alam TVRI DepokNostalgia ke Studio Alam TVRI Depok Foto: (Andhika/detikFoto)

Irma mengaku cukup kaget dengan banyaknya kegiatan kebaktian padang dari berbagai gereja di sana. Mereka kebanyakan menyewa rumah tradisional dan gedung aula yang memiliki kapasitas sampai 400 orang.

Berbagai komunitas juga kerap melakukan kerja sama untuk bisa beraktivitas di sini, begitu pula ph-ph yang ingin melakukan syuting. Dari catatannya, ada banyak ph yang kembali menyewa setelah kontrak pertama.

“Kita nggak menutup kemungkinan untuk kerja sama sebagai pihak ketiga. Misalnya seperti kemarin ada komunitas mancing yang bikin tempat di sini,” jelasnya.

Rumah-rumah tradisional seperti joglo pun merupakan hibah dari Pemprov Jawa Tengah. Begitu pula dengan rumah Siti Nurbaya dan Pemprov Sumatra Barat.

Studio Alam TVRIRumah Siti Nurbaya di Studio Alam TVRI Foto: (Andhika/detikFoto)

“Pemprov Sumbar sudah janji akan merevitalisasi rumah Siti Nurbaya, jadi kita tunggu saja,” katanya yakin.

Memiliki jumlah pegawai sampai 41 orang, Studio Alam TVRI yakin akan tetap bertahan di antara tempat-tempat wisata baru. “Kami berharap agar studio alam lebih berkembang lagi, karena ini ruang terbuka hijau alami di Depok,” pungkasnya.

Harga tiket Studio Alam TVRI

Weekday
Pengunjung umum : 6.000
Pelajar/Mahasiswa : 5.000
Roda Dua : 7.500
Sepeda : 7.500
Roda Empat : 13.000
Bus/Roda Enam : 20.000

Weekday
Pengunjung umum : 7.500
Pelajar/Mahasiswa : 7.500
Roda Dua : 7.500
Sepeda : 7.500
Roda Empat : 13.000
Bus/Roda Enam : 20.000

Jam Operasional
Senin – Jumat : 08.30 – 16.00
Sabtu, Minggu & Hari libur : 08.00 – 16.00

(bnl/ddn)



Sumber : travel.detik.com