Tag Archives: panorama laut

Pemandangannya Desa, Gunung dan Laut



Jakarta

Warloka adalah destinasi wisata baru dengan keindahan alam, suasana kampung tua, dan spot foto menarik. Nikmati pengalaman unik di sisi Labuan Bajo ini!

Labuan Bajo di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), memiliki banyak destinasi wisata yang menarik. Selain Taman Nasional Komodo, wisatawan kini dapat mengunjungi Warloka, sebuah destinasi baru yang menawarkan keindahan alam dan suasana kampung tua.

Warloka terletak di Desa Warloka Pesisir, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat. Destinasi ini dapat ditempuh dalam waktu sekitar 15 menit perjalanan darat dari Labuan Bajo, tepat di tepi ruas jalan Labuan Bajo-Golo Mori.


Warloka mulai ramai dikunjungi wisatawan sejak awal tahun ini, terutama wisatawan domestik. Destinasi ini menawarkan panorama laut yang indah, berpadu dengan perbukitan serta suasana kampung tua yang khas.

“Warloka bagusnya ada tiga pilihan foto pemandangan. Ada pemandangan laut, ada yang gunung, ada juga yang pemukiman warga,” ujar Epy Wahab, salah satu wisatawan lokal yang mengunjungi Warloka, Minggu (23/2/2023).

Wisatawan domestik menikmati pemandangan alam Warloka, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTTWisatawan domestik menikmati pemandangan alam Warloka, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT (dok. Istimewa)

Berbagai spot foto tersedia untuk mengabadikan keindahan alam Warloka. “Yang ke sana banyak pilihan spot fotonya. Di spot fotonya juga sudah disiapkan kursi, meja dari kayu. Jadi pengunjung bisa duduk santai sambil nikmati pemandangan,” terang Epy.

Selain menikmati panorama alam, wisatawan juga bisa merasakan sensasi berjalan di tengah kampung Warloka dengan menyusuri gang-gang di pemukiman warga.

“Ketika mau ke spot foto juga kita mesti lewati jalan gang di pemukiman rumah-rumah warga, itu juga jadi punya sensasi yang beda buat pengunjung,” jelas Epy.

Wisatawan lainnya, Hamid, juga merasakan pengalaman berkesan saat mengunjungi Warloka. Menurutnya, pemandangan pantai, laut biru jernih, dan perbukitan di sekitar Warloka menjadi daya tarik utama.

Baca artikel selengkapnya di detikBali

(msl/msl)



Sumber : travel.detik.com

Pulau Bedil, Raja Ampat dari Banyuwangi



Banyuwangi

Tak banyak yang tahu, Banyuwangi punya ‘kembaran’ dari Raja Ampat. Namanya Pulau Bedil yang begitu eksotis dan menarik untuk dikunjungi.

Terletak di perairan Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Pulau Bedil menawarkan lanskap bahari yang memukau.

Pulau eksotis ini kini menjadi favorit wisatawan karena menyuguhkan panorama alam yang disebut-sebut mirip dengan Raja Ampat.


Dikelilingi sejumlah pulau kecil, gugusan ini tampak makin memesona bila dilihat dari Puncak Kemuning, titik tertinggi di pulau itu. Tak heran bila banyak orang menjulukinya sebagai Raja Ampat dari Banyuwangi.

“Pulau Bedil memiliki potensi yang luar biasa. Di sini lengkap, ada wisata alam, bawah laut, petualangan, edukasi, bahari, kuliner, dan lainnya. Destinasi wisata alam seperti inilah yang terus kami kembangkan di Banyuwangi,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Dari atas Puncak Kemuning, wisatawan akan disuguhi panorama laut bergradasi hijau kebiruan. Selain menikmati pemandangan, beragam aktivitas seru bisa dilakukan di sini.

Contohnya seperti berenang di laguna yang tenang, snorkeling untuk melihat biota laut, hingga sekadar duduk santai memandangi Samudera Hindia yang luas.

Cara Menuju ke Pulau Bedil

Untuk menuju ke Pulau Bedil, wisatawan harus lebih dulu ke Pantai Mustika di kawasan Pancer. Dari pusat Kota Banyuwangi, perjalanan darat menuju Pantai Mustika memakan waktu sekitar dua jam.

Setelah itu, perjalanan dilanjutkan dengan naik perahu menuju pulau. Saat musim liburan, Pulau Bedil menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan.

Pada libur panjang hari raya Waisak kemarin misalnya, pulau ini ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Luar biasa pemandangannya, tidak kalah indah dengan Raja Ampat dan Labuan Bajo,” kata Imelda, wisatawan asal Toledo, Ternate, yang berlibur bersama keluarga besarnya ke sini.

Usai puas menjelajahi Pulau Bedil, wisatawan bisa kembali ke Pantai Mustika untuk menikmati hidangan laut segar.

Sejumlah restoran di sekitar pantai menyajikan aneka kuliner laut yang menggugah selera, dan menjadi penutup yang sempurna setelah seharian menjelajahi sisi selatan Banyuwangi.

——-

Artikel ini telah naik di detikJatim.

(wsw/fem)



Sumber : travel.detik.com

6 Fakta Pantai Mandorak, NTT dan 11 Tips Hindari Pemalakan


Jakarta

Terpencil tapi memikat, Pantai Mandorak di Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), adalah surga tersembunyi dengan lanskap mempesona. Tebing-tebing karang yang dramatis, air laut sebening kristal, dan pasir putih yang halus menjadikan pantai ini tempat sempurna untuk melepas penat dan mengisi ulang energi.

Berbeda dengan pantai-pantai ramai di Bali atau Lombok, suasana di Pantai Mandorak masih sangat alami dan sepi. Letaknya yang agak tersembunyi di Desa Pero Batang, Kecamatan Kodi membuat pantai itu belum banyak dijamah wisatawan.

Pantai Mandorak dikelilingi oleh dua tebing batu karang besar yang mengapit bibir pantai. Di atas salah satu tebing, terdapat rumah adat Sumba yang berdiri anggun, menambah kesan eksotis.


Dari atas tebing ini, pengunjung bisa menikmati panorama laut lepas dan menyaksikan matahari terbenam yang dramatis-sebuah momen sempurna untuk menenangkan pikiran dan menyatu dengan alam.

Selain itu, masih ada banyak pesona Pantai Mandorak. Simak di sini.

Fakta Pantai Mandorak di NTT

Pantai di Desa Kalena, Rongo, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya itu menyimpan banyak pesona eksotis. Berikut penjelasannya dikutip dari situs Muruhumba Escape.

1. Kecantikan yang Belum Terjamah

Pantai Mandorak adalah bukti cantiknya alam yang belum terjamah tangan manusia. Seperti oasis, Pantai Mandorak adalah pusat perhatian di tengah alam yang masih asri dan tenang. Pantai ini adalah pilihan tepat bagi wisatawan yang jadwal sehari-hari dipenuhi berbagai kegiatan.

2. Pantai yang sangat tenang

Air biru turqoise dengan pasir putih halus selalu setia menemani turis yang menyusuri pantai. Sesekali, ombak kecil akan menyapu pesisir pantai dengan sangat tenang. Bagi turis dengan hobi foto, Pantai Mandorak adalah objek yang pas diambil gambarnya dari segala sudut.

3. Formasi batu unik

Pantai Mandorak memiliki formasi bukit batu alami yang seperti saling menunjuk. Pengunjung bisa mendaki bukit batu ini untuk melihat pantai dengan sudut pandang yang lebih luas. Formasi alami batu Pantai Mandorak juga membentuk kolam pasang surut yang bisa dinikmati para turis.

4. Bisa untuk selancar

Bagi pecinta olahraga surfing, Pantai Mandorak dengan ombak berkelas internasional dan atmosfer santai adalah pilihan tepat. Keunikan ini bisa menjadi daya tarik autentik untuk para turis yang mencari pengalaman berselancar di pesisir Sumba. Daya tarik ini juga bisa membantu Pantai Mandorak terus berkembang.

5. Punya banyak goa dan bukit tersembunyi

Goa dan bukit adalah daya tarik lain Pantai Mandorak yang cocok bagi wisatawan dengan jiwa petualang. Para turis bisa masuk gua dan naik bukit asal tetap berhati-hati. Di penghujung senja, wisatawan bisa duduk di pinggir pantai menyaksikan pemandangan matahari tenggelam (sunset).

6. Berdekatan dengan warga lokal

Berkunjung ke Pantai Mandorak, para turis bisa melihat langsung kehidupan tradisional warga di desa sekitar. Wisatawan bahkan bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan warga, tradisi, dan memperoleh pengalaman baru.

Dengan kenyataan ini, wisatawan wajib menghormati aturan adat yang diterapkan warga lokal. Turis juga dilarang mengganggu kehidupan satwa, tumbuhan, dan keseimbangan alam di Pantai Mandorak. Selanjutnya, para turis wajib menjaga kebersihan dan tingkah laku selama berwisata.

Cara ke Pantai Mandorak dari Jakarta

Turis yang berangkat dari Jakarta bisa naik pesawat menuju Bandara Tambolaka di Sumba Barat Daya. Dikutip dari Google Flights pada Selasa (20/5/2025) harga tiket berkisar Rp 2 jutaan dengan transit lebih dulu di Denpasar, Bali.

Selanjutnya, para turis bisa menggunakan transportasi darat melalui jalan Lukas Dairo Bili dan Soeharto. Arsip berita detikcom menjelaskan, para turis bisa menggunakan jasa guide lokal untuk membantu perjalanan hingga Pantai Mandorak.

Tips Menghindari Pemalakan

Pantai Mandorak sempat muncul di video akun Instagram Jajago Keliling Indonesia. Video tersebut viral karena content creator ini terkena pemalakan dari warga lokal. Mereka dimintai duit dan dikenakan uang jasa foto dan sewa kuda lebih tinggi dari kesepakatan.

Pemalakan turis kerap terjadi di sejumlah destinasi wisata, terutama yang belum dikelola dengan baik. Dikutip dari situs The LUXY Ride, berikut beberapa tips menghindari pemalakan:

  1. Jangan percaya pada tarif hotel, perjalanan, atau biaya akomodasi yang terlalu murah.
  2. Jangan asal menggunakan WiFi gratis apalagi yang membutuhkan informasi pribadi, misal nomor rekening atau kartu kredit.
  3. Segera matikan sambungan telepon yang menanyakan data pribadi.
  4. Waspada copet terutama saat berada di keramaian dengan berbagai modus operasi. Misal pura-pura mendorong, mencari barang, atau menumpahkan minuman.
  5. Cek kembali bukti pembelian barang sebelum membayar dan uang kembalian jika membeli dengan uang cash.
  6. Bawa uang cash sesuai kebutuhan dalam berbagai nilai.
  7. Bawaan pribadi wajib diurus dan dibawa sendiri untuk menghindari kehilangan. Para turis wajib hati-hati selama dalam perjalanan.
  8. Jangan tidur di kendaraan umum.
  9. Jangan gunakan taksi gelap atau kendaraan apapun yang menawarkan biaya lebih rendah. Penumpang biasanya dibawa ke rute yang lebih jauh sehingga ongkos makin mahal.
  10. Jangan lekas tergiur pada restoran yang menawarkan menu terlalu murah, enak, dengan banyak layanan.
  11. Pastikan hanya membeli souvenir dengan label harga.

Dengan banyaknya risiko pemalakan, turis sebaiknya merencanakan lebih dulu perjalanannya. Termasuk turis yang akan berwisata ke Pantai Mandorak, NTT. Itinerary dan semua akomodasi bisa lebih dulu dipesan sehingga para turis tidak perlu kebingungan selama berwisata.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com