Tag Archives: pantai di bali

Pantai Batu Bolong, Surga Tersembunyi di Bali, Tempat Favorit buat Surfing



Badung

Pantai Batu Bolong selalu ramai pengunjung, terutama oleh turis asing. Dengan ombaknya, Pantai Batu Bolong menjadi favorit wisatawan untuk surfing.

Terletak di wilayah Canggu, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Pantai Batu Bolong relatif mudah diakses, baik dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Area parkir juga luas

Pantai itu berjarak sekitar 12 kilometer dari Kota Denpasar dan 22 kilometer dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.


Selain itu, suasananya tenang dan sunset-nya juara. Wisatawan yang ingin merenung atau mencari konten disarankan untuk berkunjung pada sore hari untuk menikmati keindahan sunset yang memukau.

Pantai Batu Bolong di BaliPantai Batu Bolong di Bali Foto: Ni Made Nami Krisnayanti/detikTravel

Kontras dengan suasana yang tenang, ombak di Pantau Batu Bolong cukup besar dan pas untuk berselancar. Pantai itu pun menjadi salah satu primadona turis untuk surfing.

Bagi traveler pemula yang mau mencoba berselancar, tersedia jasa penyewaan peralatan dan kursus selancar untuk mencoba tantangan ombak.

“Biasanya pengunjung yang datang sukanya itu berselancar, karena ombaknya cocok untuk berselancar. Di sini juga banyak yang menyewakan jasa sewa dan kursus berselancar,” kata Winda, penjaga restoran di Pantai Batu Bolong.

“Pengunjungnya lebih banyak turis asing ketimbang wisatawan domestik. Kalau tidak berselancar, mereka ke sini buat berjemur,” dia menambahkan.

Traveler yang mengunjungi Pantai Batu Bolong tidak perlu khawatir soal biaya masuk. Tidak ada tiket masuk yang dikenakan, hanya biaya parkir sebesar Rp 5.000 untuk sepeda motor dan Rp 10.000 untuk mobil. Ini membuat Pantai Batu Bolong menjadi destinasi wisata yang ramah di kantong.

Di sekitar pantai, terdapat banyak kafe dan restoran dengan pemandangan laut yang menakjubkan. Wisatawan dapat menikmati makanan lokal maupun internasional sambil menikmati debur ombak yang menenangkan. Selain itu, Pantai Batu Bolong juga menawarkan berbagai fasilitas untuk kenyamanan pengunjung.

Tidak hanya itu, Pantai Batu Bolong juga memiliki Pura Batu Bolong yang menambah nilai budaya dan spiritual dari destinasi ini. Pura ini sering digunakan untuk upacara keagamaan, misalnya melasti, pembersihan diri saat menjelang Hari Raya Nyepi.

Pantai Batu Bolong buka setiap hari selama 24 jam. Namun, menjelang sore hari, pantai ini akan ramai oleh wisatawan yang ingin menikmati keindahan sunset.

(wsw/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Sunset Cantik di Pantai Kelan, Bonus View Pesawat Landing dan Take Off



Badung

Tak salah jika Bali dinobatkan sebagai lokasi sunset terbaik di dunia. Dan, spot sunset terbaik di banyak tempat di pulau dewata adalah sunset di Pantai Kelan.

Predikat itu didapatkan Bali pada 2023. detikTravel membuktikan dengan menyambangi sejumlah pantai di Bali.

Salah satu tempat sip buat menyaksikan sunset ada di Pantai Kelan. Pantai ini berada di tidak jauh dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. View makin epik karena sunset bisa ditambah bonus view pesawat landing dan take off.

Pemandangan pesawat landing dan take off menjadi daya tarik tersendiri dari Pantai Kelan. Bahkan traveler tak bisa menemukan pemandangan yang sama di pantai lainnya. Sunset berpadu dengan pesawat terbang, cantik dan unik banget!

Tak hanya menikmati sunset sambil berdiam diri, di sini traveler bisa menemukan beberapa kafe tepi pantai yang menawarkan beberapa jenis kopi. Traveler bisa menikmati sunset sembari ngopi cantik dan bersantap. Harganya pun cukup terjangkau.

Pantai Kelan memiliki ombak yang tenang sehingga cukup aman bagi traveler yang ingin berenang. Asal tetap dalam batas aman ya traveler!

Pantai Kelan berlokasi di Kelurahan Tuban, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung. Traveler bisa menuju ke pantai ini menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Tak ada biaya tiket masuk, namun traveler harus membayar biaya parkir sekitar Rp 5 ribu/kendaraan.

Pantai Kelan buka setiap hari selama 24 jam, kecuali pada hari raya nyepi. Waktu terbaik untuk traveler berkunjung ke sini mulai pukul 17.00 WITA. Traveler juga bisa menikmati beberapa fasilitas, seperti area parkir yang luas, toilet umum, tempat sampah,dan pusat layanan informasi.

Jadi, apakah traveler tertarik untuk berkunjung ke Pantai Kelan? Jangan lupa siapkan sunblock dan kameramu ya! Semoga informasi ini bermanfaat dan semoga liburanmu menyenangkan.

(fem/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Hidden Gems, Virgin Beach, Pantai Berpasir Putih di Karangasem



Karangasem – Belum lengkap rasanya jika berlibur ke Karangasem namun tak berkunjung ke Virgin Beach. Benar-benar seindah itu!

Wisata Bali Timur tak akan pernah habis untuk dijelajahi. Mulai dari wisata sejarah, budaya, dan tak kalah adalah wisata alamnya.

Salah satu destinasi wajib jika traveler berlibur ke Karangasem adalah Virgin Beach. Jika traveler sedang berlibur dan bosan dengan suasana yang itu-itu saja, traveler wajib berkunjung ke Virgin Beach.

Masyarakat sekitar kerap menyebut Virgin Beach dengan nama Pantai Bias Putih karena pantai ini memiliki hamparan pasir putih yang indah. Pantai dengan pasir putih yang cantik ditemani dengan deburan ombak membuat traveler akan terpesona dengan keindahan pantai ini.

Virgin Beach tergolong destinasi yang hidden gem. Pesona alam yang indah dan cenderung tenang membuat pantai ini cocok untuk traveler yang ingin bersantai dan jauh dari hiruk pikuk perkotaan.

Air pantai berwarna biru jernih berpadu dengan pasir pantai yang putih tentu mempercantik pemandangan di Virgin Beach. Tak ada villa ataupun hotel di sekitar pantai ini, benar-benar alami banget!

Jika merasa lapar, traveler bisa menikmati hidangan di warung makan yang ada di pinggir pantai. Hidangan-hidangan lokal siap menemami waktu bersantai di Virgin Beach.

Virgin Beach di Karangasem, BaliVirgin Beach di Karangasem, Bali Foto: Ni Made Nami Krisnayanti

Pantai yang berlokasi di Desa Adat Bugbug, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem ini buka setiap hari.

Bagi traveler yang ingin berkunjung akan dikenakan biaya sebesar Rp 10.000. Tenang saja, dengan biaya yang ramah dikantong traveler sudah bisa mengunjungi dua destinasi sekaligus, yaitu Virgin Beach dan Bukit Asah.

Untuk sampai ke Virgin Beach traveler bisa menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun harus tetap berhati-hati ya, karena jalan yang sedikit curam. Dari Kota Denpasar, traveler harus menempuh jarak sekitar 60 kilometer atau 1 jam 45 menit perjalanan.

Karena lokasinya yang cukup jauh dari pusat kota, tak banyak wisatawan yang berkunjung ke pantai ini sehingga cocok untuk traveler yang mencari ketenangan.

Bagi traveler yang berkunjung tetap menjaga keamanan dan kebersihan ya!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Hidden Gems di Bali Timur: Pantai Labuan Amuk



Karangasem

Bali timur, tepatnya di Kabupaten Karangasem menyimpan banyak permata tersembunyi. Ada pantai cantik bonus view perbukitan yang hijau nan asri.

Traveler yang berlibur ke Bali timur dijamin nggak akan kehabisan wisata untuk dijelajahi. Mulai dari bukit hingga pantai.

Salah satu hidden gem yang wajib dikunjungi saat ke Karangasem adalah Pantai Labuan Amuk. Dikenal karena kecantikan alamnya yang mempesona, pantai ini memiliki pasir putih yang bercampur dengan pasir hitam yang lembut.

Memberikan pemandangan yang menenangkan dengan latar belakang bukit hijau yang memikat. Wilayah pantainya tidak begitu luas, diselingi dengan jalan setapak kayu di sebelah kiri, pantai ini menjadi tempat ideal untuk bersantai sambil menikmati panorama laut yang menakjubkan.

Pantai ini tergolong hidden gem, karena traveler harus melalui jalan sempit yang hanya bisa dilalui satu mobil. Namun, pesona alam dan ketenangannya membuat pantai ini worth it untuk bersantai dan menjauh dari kebisingan kota.

Landskap hijau dari perbukitan dan air pantainya yang jernih, ditemani dengan deburan ombak membuat traveler akan merasa nyaman dan ingin berlama-lama di sini.

Karena keindahan bawah lautnya yang memukau dan perairannya yang jernih, Pantai Labuan Amuk menjadi surga bagi penggemar snorkeling. Menikmati terumbu karang berwarna-warni dan ikan tropis yang cantik di kedalaman laut. Traveler bisa menemukan penyewaan alat snorkeling di sekitar pantai.

Bagi traveler yang mau menikmati keindahan alam tapi nggak mau basah-basahan, bisa mencoba aktivitas mancing. Terdapat juga area memancing yang sangat populer, traveler bisa duduk di pinggir jalan setapak sambil memancing dan menikmati indahnya Labuan Amuk.

Ketika mengunjungi pantai Labuhan Amuk Karangasem, traveler tak perlu khawatir mencari tempat makan. Pasalnya, di sepanjang pantai terdapat banyak warung makan dan penjual makanan ringan. Harganya pun relatif terjangkau, jadi nggak akan buat kantongmu bolong.

Pantai ini berlokasi di Desa Antiga, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem. Lokasinya cukup jauh dari Kota Denpasar, sekitar 42 kilometer atau 1 jam 15 menit perjalanan.

Labuan Amuk buka setiap hari. Bagi traveler yang berkunjung hanya akan dikenakan biaya parkir mulai dari Rp 5.000 untuk satu kendaraan. Bagi traveler yang ingin berkunjung, detikTravel menyarankan untuk datang di pagi hari saat matahari terbit sekitar pukul 06.30 WITA. Atau bisa di sore hari mulai pukul 16.00 WITA.

Karena lokasinya yang cukup jauh dari pusat kota, dan belum banyak yang tahu tentang Pantai Labuan Amuk. Tak banyak wisatawan yang berkunjung ke sini sehingga cocok untuk traveler yang mencari ketenangan.

Bagi traveler yang berkunjung tetap menjaga keselamatan dan kebersihan ya!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Bernama Pantai Jerman tapi Ada di Dekat Bandara Bali, Ini Ceritanya



Badung

Ada sebuah pantai memiliki nama bernuansa asing di Bali. Adalah Pantai Jerman yang letaknya berada di sisi Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, berikut cerita di baliknya.

Bali dikenal sebagai surganya wisata tropis karena memiliki banyak pantai yang menarik. Namun, mungkin belum banyak orang melirik akan hadirnya sebuah pantai yang berada di dekat bandara dan memiliki nama tak biasa yakni Pantai Jerman.

Pantai Jerman terletak hanya sekitar 1,5 km dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Jika berjalan kaki, traveler bisa mencapainya sekitar 20 menit. Sementara jika menggunakan kendaraan seperti mobil dan motor, waktu tempuh hanya sekitar 10-20 menit.


Karena letaknya di sisi bandara, pemandangan utama dari pantai tersebut adalah panorama pesawat mengudara dan mendarat. Kemewahan tersebut tentunya tak dimiliki di banyak pantai lainnya di Bali.

Pantai Jerman, Bali.Pantai Jerman, Bali. (Weka Kanaka/detikcom)

Kendati berada di dekat area bandara yang sibuk, tetapi panorama pantainya pun terbilang layak dinikmati. Terdiri dari hamparan pasir putih yang luas, area jajan, area duduk-duduk, pendopo, hingga patung Triratna Amreta Bhuwana yang gagah dan dapat menjadi spot foto.

Menariknya lagi, traveler yang berkunjung tak dikenai biaya masuk alias gratis. Traveler hanya dikenai biaya parkir senilai Rp 2 ribu untuk motor dan Rp 5 ribu untuk mobil.

Asal Usul Nama Pantai Jerman

Mungkin banyak traveler yang heran, mengapa sebuah pantai di Pulau Dewata dinamai sebagai Pantai Jerman. Apakah nama itu hanya julukan? Nyatanya tidak, nama tersebut merupakan nama resmi.

Mengapa demikian? Hal itu bermula dari banyaknya warga negara Jerman yang tinggal di sekitar kawasan pantai tersebut kala pembangunan Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Pantai Jerman, Bali.I Nyoman Debot dan Mangku Teke, warga Pantai Jerman, Bali. (Weka Kanaka/detikcom)

“Dulu sini kan waktu bangun bandara, tahun 60-an. Di sini ada, ini asrama dulu sini. Akhirnya tuh tamu-tamu dari Jerman tuh di sini tinggal. Iya banyak orang Jerman. Yang bikin airport gitulah,” ujar Nyoman Debot yang merupakan warga sekitar Pantai Jerman saat ditemui detikTravel, Minggu (10/11/2024).

“Karena, di sini bikin mess untuk penginapan tamu-tamu dari Jerman. Sampai sekarang Jerman namanya pantai Jerman,” dia menambahkan.

Menurutnya, sejak julukan itu disematkan, nama tersebut pun tak berganti hingga kini kendati sudah tidak ada lagi WN Jerman yang tinggal.

Menurut penuturannya, dahulu ada rumah mewah layaknya hotel yang terbuat dari bata merah. Tempat itu adalah merupakan mess dari para WN Jerman. Namun, bangunan itu roboh dan sempat terkena abrasi.

(wkn/fem)



Sumber : travel.detik.com

Daya Tarik Pantai Jerman di Bali, Dekat Bandara



Badung

Pantai Jerman adalah salah satu pantai di Bali yang jangan sampai dilewatkan saat k Pulau Dewata. Terlebih untuk kunjungan singkat, karena lokasinya berada di sisi Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Dari banyaknya pantai di Bali, mungkin nama Pantai Jerman kurang tersohor. Namun, ternyata tempat tersebut juga tak kalah menarik untuk dikunjungi. Berikut ini beberapa daya tarik dari Pantai Jerman.

Biaya Masuk Gratis

Pantai Jerman, Bali.Pantai Jerman, Bali. (Weka Kanaka/detikcom)

Pantai Jerman adalah salah satu pantai yang gratis dikunjungi di Bali. Traveler hanya dikenakan biaya Rp 2 ribu untuk parkir kendaraan sepeda motor atau Rp 5 ribu untuk mobil.


Kendati gratis, tetapi panoramanya pun tetap layak dinikmati. Lautnya berwarna biru tosca dan terdapat pemandangan deretan kapal nelayan yang terapung. Tentunya panorama tersebut sangat estetik jika diabadikan.

Selain itu, terdapat landmark patung Triratna Amreta Bhuwana yang megah dan dapat menjadi salah satu spot foto menarik.

10 Menit dari Bandara

Pantai Jerman, Bali.Pantai Jerman, Bali. (Weka Kanaka/detikcom)

Jika traveler tak memiliki waktu yang banyak saat singgah di Bali. Traveler dapat mampir ke Pantai Jerman karena letaknya berada di sisi Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Jika menggunakan sepeda motor, estimasi perjalanan sekitar 2,5 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 10 menit. Sementara jika menggunakan mobil estimasinya sekitar 12-20 menit.

Tak hanya itu, traveler bisa juga berkunjung dengan jalan kaki sejauh 1,5 km dengan waktu tempuh sekitar 20 menit.

Sepi dan Tenang

Pantai Jerman, Bali.Suasana Pantai Jerman, Bali yang tampak lengang. (Weka Kanaka/detikcom)

Pantai tersebut kendati berada di sisi bandara, tetapi pengunjungnya tak terlalu ramai. Khususnya saat kedatangan detikTravel pada Minggu (10/11/2024) sekitar pukul 14.18 Wita.

Saat kami datang, kondisi pantai tampak tak terlalu dipenuhi pengunjung. Hanya segelintir pengunjung saja yang terlihat tengah asik bermain pasir, berjalan santai, hingga bermain air.

Tentunya suasana tersebut sangat cocok bagi para traveler yang mencari ketenangan di tepi daratan.

Fasilitas cukup lengkap

Pantai Jerman, Bali.Area duduk santai di Pantai Jerman, Bali. (Weka Kanaka/detikcom)

Kendati terbilang pantai gratis, tapi fasilitas pun cukup lengkap. Terdapat area duduk-duduk berbayar hingga area duduk gratis di pendopo. Selain itu, ada pula area warung makanan-minuman, hingga toilet.

(wkn/fem)



Sumber : travel.detik.com

Pantai Klotok, Permata Tersembunyi di Timur Bali yang Mempesona



Jakarta

Jauh dari gemerlapnya Kuta dan riuhnya Canggu, ada pantai dengan pesona alam yang masih asri dan belum banyak tersentuh wisatawan. Pantai Klotok namanya.

Pantai Klotok atau yang juga dikenal sebagai Pantai Watu Klotok, terletak di Desa Tojan, Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung, Bali. Destinasi ini cocok untuk para pencari ketenangan yang ingin merasakan keindahan Bali dalam versi yang lebih sunyi dan sakral.

Nama Watu Klotok diambil dari bahasa Bali; watu berarti batu dan klotok merujuk pada suara ketukan atau dentingan. Konon, pantai itu dinamai berdasarkan batu unik yang saat digoyang mengeluarkan suara nyaring, yang hingga kini dipercaya memiliki nilai spiritual tinggi oleh masyarakat sekitar.


Tepat di bibir pantai berdiri megah Pura Watu Klotok, tempat suci umat Hindu yang rutin digunakan dalam berbagai upacara keagamaan seperti melukat (ritual pembersihan diri secara spiritual) dan pujawali (peringatan hari suci pura). Pura itu juga diyakini berkaitan erat dengan Dewa Brahma, dewa pencipta dalam kepercayaan Hindu.

Punya Panorama yang Eksotis

Pantai Klotok menyuguhkan pemandangan yang memukau dengan hamparan pasir hitam berkilau yang terlihat memesona saat tersapu cahaya matahari. Laut biru yang membentang luas dengan ombak yang cukup tinggi menjadi daya tarik tersendiri bagi para peselancar, termasuk wisatawan asing yang ingin merasakan tantangan ombak khas pantai timur Bali.

Bagi traveler yang hanya ingin bersantai, Pantai Klotok menawarkan suasana yang tenang. Menikmati hembusan angin laut, berjalan menyusuri bibir pantai, atau sekadar duduk di tepi sambil menatap cakrawala bisa menjadi pengalaman yang menyegarkan, jauh dari kebisingan kota.

Mengutip Antara, pada pertengahan tahun 2020 Pantai Klotok mencatat temuan mengejutkan, yakni sekitar 2.900 telur penyu ditemukan bertelur di sepanjang garis pantai itu hingga ke Pantai Sidayu.

Menyadari potensi besar tersebut, Pemerintah Kabupaten Klungkung segera merancang pembangunan tempat konservasi penyu, tidak hanya sebagai sarana pelestarian lingkungan, tetapi juga sebagai objek edukatif dan wisata ramah keluarga.

Telur-telur yang berhasil menetas dirawat dengan baik sebelum dilepas ke habitat aslinya di laut, sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem laut yang kini semakin terancam. Menariknya, penyu-penyu tersebut juga memiliki nilai penting dalam konteks keagamaan masyarakat setempat.

Tak hanya untuk bersenang-senang, Pantai Klotok juga menjadi lokasi penting dalam sejumlah upacara adat Bali. Setiap perayaan Saraswati dan Banyu Pinaruh, Pantai Klotok dipadati umat Hindu yang melakukan ritual melukat untuk membersihkan diri secara lahir dan batin.

Kehadiran pura di tepi pantai memperkuat nuansa religius yang kental, menjadikan tempat tersebut bukan sekadar objek wisata, melainkan ruang spiritual.

Fasilitas Lengkap dan Akses Mudah

Meskipun dikenal sebagai destinasi tersembunyi, Pantai Klotok sudah dilengkapi dengan fasilitas yang memadai. Setelah melalui proses revitalisasi pada akhir 2023, kawasan ini kini memiliki jalur pedestrian yang nyaman, gazebo untuk bersantai, toilet bersih, area parkir luas hingga mushola bagi pengunjung Muslim.

Biaya masuk pun sangat terjangkau, hanya sekitar Rp 5.000 per orang. Dengan harga tersebut, wisatawan sudah bisa menikmati panorama alam yang memesona sekaligus fasilitas yang layak.

(upd/fem)



Sumber : travel.detik.com