Tag Archives: pantai di gunungkidul

Pantai Sadranan, Surganya Pecinta Snorkeling di Gunungkidul



Gunungkidul

Jalan-jalan ke Gunungkidul tidak lengkap rasanya jika tidak mengunjungi pantai-pantainya. Salah satu pantai yang wajib dikunjungi adalah Pantai Sadranan.

Pantai ini berada di Dusun Pulegundes II, Desa Sidoarjo, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Pantai Sadranan memiliki keindahan alam yang eksotis sehingga menarik perhatian para wisatawan yang mencari keindahan alam pantai yang masih alami dan belum terlalu ramai.

Pantai ini bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi seperti motor dan mobil ataupun menggunakan bus pariwisata, akses jalannya pun memadai dengan jarak tempuh sekitar 1,5 jam – 2 jam dari pusat Kota Yogyakarta.


Begitu sampai di sini, traveler akan dibuat terpukau dengan hamparan pasir putih yang lembut dan air jernih dengan perpaduan warna biru dan hijau yang cantik. Pengunjung boleh berenang di area tepian pantai saja.

Pantai Sadranan di Gunungkidul, YogyakartaPantai Sadranan di Gunungkidul, Yogyakarta (Lintia Elsi)

Pesona paling menarik dari pantai ini adalah batu-batu karang yang tersebar di dekat pantai, memecah ombak di tengah sehingga pantai ini tampak lebih tenang. Pengunjung bahkan bisa berjalan-jalan di dekat beberapa batu karang karena airnya dangkal.

Tidak perlu takut bosan berkunjung ke sini karena ada banyak aktivitas yang bisa dilakukan di sini, salah satunya adalah mencoba naik perahu kano dengan membayar sewa mulai dari Rp 50 ribu.

Pantai Sadranan di Gunungkidul, YogyakartaKios oleh-oleh di Pantai Sadranan di Gunungkidul, Yogyakarta (Lintia Elsi)

Pantai Sadranan juga terkenal dengan keindahan bawah lautnya, sehingga banyak wisatawan yang tertarik untuk melakukan snorkeling di sini. Di sepanjang pantai banyak yang menyediakan penyewaan peralatan snorkeling.

“Seru banget seru, tadi juga ada pemandunya yang ngarahin jadi walaupun ini pertama kali snorkeling yang bener-bener gini gak masalah sih. Wajib dicoba,” kata Yuni, salah satu pengunjung.

Di sekitar pantai banyak berdiri warung-warung kecil, tempat makan, penjual pakaian, hingga penjual oleh-oleh. Pantai Sadranan juga sudah dilengkapi dengan fasilitas kamar mandi untuk berganti pakaian, toilet, dan gazebo untuk bersantai.

Pantai Sadranan berada di dekat beberapa pantai lain di Gunungkidul seperti Pantai Krakal, Pantai Slili, dan Pantai Ngandong. Traveler bisa langsung mengunjungi pantai-pantai lain juga setelah dari pantai ini.

Harga tiket masuknya hanya Rp 10 ribu saja per orang, sudah mencakup semua pantai yang ada di area ini. Ada juga biaya parkir motor sebesar Rp 5 ribu dan mobil Rp 10 ribu. Pengunjung bebas datang kapan saja karena Pantai Sadranan buka selama 24 jam.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Memukau! Pantai Slili Hidden Gems di Gunungkidul



Gunungkidul

Gunungkidul memiliki satu pantai yang bisa menjadi pilihan berlibur traveler, namanya Pantai Slili. Pantai ini tidak terlalu luas, namun pasir putihnya yang bersih dan batu karang di tepi pantainya menawan untuk dijadikan latar foto.

Pantai Slili berlokasi di Jalan Pantai Krakal, Kecamatan Tepus, Gunungkidul, Yogyakarta. Jaraknya sekitar 70 km dari pusat kota Yogyakarta dengan jarak tempuh kurang lebih 1,5 jam.

Harga tiket masuk pantai ini adalah Rp 10 ribu, bisa digunakan untuk masuk ke pantai lain di sekitarnya. Biaya parkir Rp 5 ribu untuk sepeda motor, dan Rp 10 ribu untuk kendaraan roda empat.


Saat memasuki area pantai ini, pengunjung akan disambut dengan kesibukan penjual-penjual pakaian, makanan laut, dan oleh-oleh yang berjualan di pinggiran jalan masuk.

Ada sebuah kafe bernama Cafe de Slili yang tepat menghadap ke arah pantai, kafe ini kerap menjadi spot pilihan pengunjung yang ingin menghasilkan foto instagramable sambil menikmati kuliner pinggir pantai.

Di pantai ini juga banyak orang-orang yang menawarkan jasa foto dengan kamera profesional, jadi pengunjung tidak perlu ragu dengan hasil fotonya.

Di tepian pantai terdapat jejeran gazebo yang terbuat dari kayu dengan atap jerami dan daun kelapa, untuk bisa bersantai di sini pengunjung harus membayar sewa sebesar Rp 30 ribu.

Salah satu keunikan di pantai ini adalah dua tebing bukit yang terletak di sisi kanan dan kirinya, pengunjung boleh naik ke atasnya untuk melihat pemandangan dari ketinggian, namun harus berhati-hati karena jalannya cukup terjal dan licin.

Ombak pantai tidak terlalu besar sehingga pengunjung masih bisa berenang di tepi pantai ini, terumbu karang di dalamnya pun bisa terlihat tanpa harus menyelam jauh, beragam biota laut bisa traveler temukan di sini.

Tidak jauh dari Pantai Slili, traveler bisa menemukan pantai lain yaitu Pantai Krakal dan Pantai Sadranan. Cukup dengan berjalan kaki beberapa meter saja akan sampai ke pantai di sampingnya. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang ingin mengunjungi banyak pantai sekaligus.

“Sukanya di sini itu ya karena pantainya banyak, gak satu tempat aja. Tadi udah dari Krakal terus Slili, jalan kaki aja nyampe. Nggak perlu bayar parkir, nggak perlu tiket masuk lagi,” kata Yuni, pengunjung Pantai Slili.

Pantai Slili dan pantai lain di sekitarnya ini buka 24 jam, jadi traveler tidak perlu terburu-buru dan bisa menikmati waktu sepuasnya di setiap pantai.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Pantai Mesra di Gunungkidul Dijuluki Miami-nya Jogja



Gunungkidul

Salah satu pantai di Gunungkidul, Yogyakarta yang sedang populer saat ini adalah Pantai Mesra. Pantai ini memiliki banyak spot-spot cantik untuk dijadikan tempat berfoto.

Pantai Mesra terletak di Jalan Pantai Kukup, Ngepung, Kemadang, Ngrawe, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Letaknya persis bersebelahan dengan Pantai Kukup, hanya dipisahkan oleh batu karang besar.

Untuk sampai ke pantai ini, traveler harus menempuh perjalanan kurang lebih 1,5 jam jika berangkat dari kota Yogyakarta. Namun tidak perlu khawatir, karena akses jalan di sini sudah sangat bagus.


Sebelum sampai ke lokasi pantai, setiap pengunjung harus membayar tiket masuk dari arah jalan masuk sebesar Rp 10 ribu, setelah di area pantai cukup membayar biaya parkir saja sebesar Rp 3 ribu untuk motor dan Rp 5 ribu untuk mobil.

Pantai Mesra di Gunungkidul, YogyakartaPantai Mesra di Gunungkidul, Yogyakarta (Lintia Elsi)

Saat memasuki Pantai Mesra, traveler akan disambut dengan taman kecil dengan rerumputan hijau yang telah dilengkapi kursi dan lampu taman. Hal ini tidak akan traveler temui di pantai-pantai lain Gunungkidul dan menjadi saya tarik yang khas dari pantai Mesra.

“Berasa bukan di Jogja sih ini, dari beberapa pantai yang sudah saya datangi menurut saya Pantai Mesra ini yang paling bagus,” kata Murni, salah satu pengunjung.

Di sisi-sisi taman ini terdapat kios-kios yang berbaris rapi dengan bentuk dan warna seragam, di sini traveler bisa berburu es kelapa serta kuliner mulai dari makanan ringan hingga berat.

Terdapat pula rest area, mushola, serta toilet di sini. Traveler juga bisa menyewa payung atau tikar untuk dipakai di sekitar pantai.

Pantai Mesra ini tidak terlalu luas, di depannya terdapat beberapa pohon-pohon berukuran sedang serta tulisan ‘Pantai Mesra’. Pasirnya berwarna putih bersih dengan batu-batu karang besar yang menghiasi bibir pantai.

Di pinggiran tebing karang berdiri beberapa gazebo yang disewakan untuk pengunjung berteduh dan menikmati pemandangan pantai dari atas. Spot ini juga sempurna untuk menikmati sunset.

Pantai yang sering dijuluki Miami-nya Jogja ini memiliki ombak yang cukup besar sehingga para pengunjung dihimbau untuk tidak berenang di lautnya.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Baron Techno Park, Wisata Edukasi Punya Jam Matahari



Gunungkidul

Gunungkidul memiliki wisata edukasi yang berada tidak jauh dari area wisata pantai, yaitu Baron Techno Park. Jaraknya hanya sekitar 10 menit perjalanan dari Pantai Baron.

Baron Techno Park merupakan kawasan pengembangan energi terbarukan, pengunjung bisa melihat solar panel, menara kincir angin, dan pembibitan tanaman. Tempat ini berdiri pada tahun 2009 dengan dana hibah dari NORAD Norwegia.

Meskipun telah cukup lama berdiri, kawasan wisata ini masih tergolong sepi pengunjung. Padahal untuk masuk ke sini pengunjung tidak akan dikenakan tiket masuk.


Baron Techno Park terletak di Kanigoro, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Kawasan ini dibuka setiap hari Jam 09.00 – 17.00 WIB. Butuh waktu kurang lebih 1,5 jam untuk sampai ke sini jika berangkat dari pusat kota Jogja.

Daya tarik utama dari Baron Techno Park adalah Jam Matahari, kebanyakan pengunjung di sini datang untuk melihat monumen unik tersebut.

“Kan ini katanya tempat penelitian energi alternatif gitu ya tapi suka sih dibuka buat wisata juga, yang jelas bisa lihat Jam Mataharinya ini. Pemandangannya paling mantap daripada di pantai aja,” kata Darmi, pengunjung Baron Techno Park.

Saat masuk ke kawasan ini, akan ada petugas yang mengarahkan dan mengantar ke tempat Jam Matahari. Pengunjung harus berjalan sedikit di jalan setapak dan puluhan anak tangga untuk sampai di Jam Matahari.

Baron Techno Park, Gunungkidul, YogyakartaBaron Techno Park, Gunungkidul, Yogyakarta (Lintia Elsi)

Jam Matahari merupakan sebuah tugu yang dibangun miring dengan lingkaran jam yang bertuliskan angka Romawi. Untuk mengetahui jam, maka bisa melihat di angka berapa arah bayangan tugu terlihat.

Pada area Jam Matahari ini lah, pengunjung akan disuguhkan panorama laut biru membentang, ombak yang menabrak tebing karang, tumpukan batu-batu karang, dan pohon-pohon rimbun di sekitarnya.

Jam Matahari ini dikelilingi dengan pagar pendek dengan rerumputan hijau di sampingnya. Pengunjung juga bisa melihat menara kincir angin dan menara mercusuar Pantai Baron dari Jam Matahari ini.

Jam Matahari Baron Techno Park ini sangat cocok dikunjungi di sore hari, dengan menikmati hembusan angin sejuk dan sunset yang berpadu dengan ketenangan lautan luas.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Gua Maria Tritis, Wisata Religi dengan Stalaktit yang Memukau



Gunungkidul

Selain pantai, Gunungkidul juga memiliki wisata gua yang menawan. Namanya Gua Maria Tritis.

Gua Maria Tritis berada di Jalan Sapo Sari, Dusun Bulu, Paliyan, Gunung Dowo, Giring, Paliyan, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Gua Maria Tritis berada tidak jauh dari area Pantai Kukup, berjarak sekitar 15 menit perjalanan. Jika berangkat dari pusat kota Jogja maka akan membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam.

Dulu, gua ini kerap menjadi tempat persinggahan pangeran dari Kerajaan Mataram. Kemudian, pada 1974 baru dikenal oleh umat Katolik setelah digunakan sebagai tempat Ekaristi Natal.


Nama ‘Tritis’ diambil dari air yang terus menetes dari stalaktit di langit-langit gua. Lalu ditambah dengan ‘Maria’ setelah gua ini mulai sering digunakan sebagai tempat peziarahan umat Katolik.

Gua ini terletak di kawasan perbukitan karst Gunungkidul. Saat memasuki kawasan gua, pengunjung akan diminta untuk memarkirkan kendaraan di tempat parkir yang berada di seberang toilet dan pondok Emmaus.

Gua Maria Tritis di Jalan Sapo Sari, Dusun Bulu, Paliyan, Gunung Dowo, Giring, Paliyan, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.Gua Maria Tritis di Jalan Sapo Sari, Dusun Bulu, Paliyan, Gunung Dowo, Giring, Paliyan, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. (Lintia Elsi)

Kemudian, pengunjung harus berjalan melewati jalan setapak yang menurun untuk sampai di depan gua. Di sini ada bangunan kantor pengurus dan toilet. Suasananya masih sangat asri dengan pohon-pohon rindang di sekitarnya.

Stalaktit dan stalagmit menghiasi bagian dalam gua, tempat duduk kayu untuk berdoa tersusun rapi di tengah-tengahnya. Terdapat patung Maria di salah satu sudut gua, juga patung Yesus di sudut lainnya.

Gua ini juga tampak indah dengan tanaman hijau alami di sisi-sisinya, jalan batu di depan, dan pagar yang membatasi area gua dengan lubang besar di sampingnya.

Pengunjung juga bisa mencoba menaiki jalanan menanjak untuk sampai ke puncak kawasan ini yaitu Bukit Golgota. Bukit ini merupakan bukit batu dengan tiga salib di atasnya.

Gua Maria Tritis di Jalan Sapo Sari, Dusun Bulu, Paliyan, Gunung Dowo, Giring, Paliyan, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.Gua Maria Tritis di Jalan Sapo Sari, Dusun Bulu, Paliyan, Gunung Dowo, Giring, Paliyan, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. (Lintia Elsi)

Tidak jauh dari Bukit Golgota terdapat stasi ke-14 di mana menjadi tempat Yesus dimakamkan. Dari atas sini pengunjung bisa langsung berjalan lurus hingga tembus ke area parkiran awal.

Saat detikTravel mengunjungi Gua Maria Tritis, gua ini tampak cukup sepi dan tenang.

“Biasanya pagi itu lumayan rame, kalau mau Natal agak sepi karena kan banyak yang pulang kampung, nanti tahun baru rame lagi,” kata seorang petugas kebersihan Gua Maria Tritis.

Gua Maria Tritis ini bisa dikunjungi siapa saja, tidak terbatas pada umat Katolik saja. Tidak ada biaya masuk yang ditetapkan, pengunjung bisa membayar di kotak yang terletak dekat tempat parkir seikhlasnya.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com