Tag Archives: pantai pandansari

Pantai Pandansari, Punya Hutan Cemara dan Mercusuar



Yogyakarta

Popularitas Pantai Pandansari tidak seperti Pantai Parangtritis atau Pantai Cemara Sewu. Tetapi, justru membuat pantai di Bantul ini cocok untuk mencari ketenangan.

Berlokasi di Bantul, Yogyakarta dan masih satu garis pantai dengan Parangtritis, Pantai Pandansari adalah salah satu pantai berpasir hitam halus dengan deburan ombak laut selatan yang menggulung. Pantai ini memiliki sejuta fakta dan pesona yang memikat untuk kembali datang.

Pantainya yang tidak terlalu diketahui orang membuatnya masih sedikit terjaga kebersihannya. Lokasinya pun tidak seramai pantai tetangga yang terkadang sangat padat.


Akses menuju lokasi sangatlah mudah dan sama sekali tidak membingungkan. Traveler bisa parkir di area yang mudah dilihat. Masuk ke pantai ini traveler cukup membayar retribusi sebesar Rp 5.000 dan biaya parkir Rp 5.000 hingga Rp 10.000 tergantung jenis kendaraan.

Lalu apa saja pesona yang memikat di sini, yuk simak!

Ada mercusuar, loh!

Pantai Pandansari di Yogyakarta memiliki mercuarPantai Pandansari di Yogyakarta memiliki mercuar (Arawinda Dea Alisia/detikcom)

Pandansari menjadi satu-satunya pantai selatan di Jogja yang memiliki mercusuar. Bangunan setinggi 40 meter ini tinggi gagah berdampingan dengan pantai. Traveler yang datang bisa merasakan langsung uji adrenalin menapaki ratusan tangga menuju puncaknya.

Mercusuar ini bernama Kala Jivam Asti yang sudah berdiri kokoh sejak tahun 1997. Tertarik untuk melihat Jogja dari ketinggian? Coba tantang dirimu untuk mendaki sampai ke puncak, ya.

Hamparan hutan cemara laut hijau

Bak masuk ke negeri dongeng, di pantai ini akan ditemukan hamparan hutan cemara laut yang menghijau membentang layaknya pagar penjaga pantai. Hutan ini sedang hijau-hijaunya di musim sekarang. Pohon cemara laut yang rimbun dipadu dengan padang rumput menghijau membuat lokasinya asyik untuk sekadar merenung.

“Niatnya ke sini mau merenung aja sih sambil nunggu buka (puasa). Mungkin sekalian bukber di sini sih nanti,” kata Fadhil, salah satu pengunjung Pantai Pandansari.

Lokasinya yang rimbun dan rerumputan yang subur bak permadani karpet membuat tempat ini cocok untuk berpiknik ria. Traveler bisa berbaring tanpa alas sekalipun di sini. Di tambah tinggi pohon cemara laut yang menjulang sedikit menunda teriknya sinar mentari langsung mengenai muka.

Berkunjung ke sini memang waktu terbaiknya di sore hari menjelang senja. Selain untuk berburu sunset, cahaya dan suhunya bisa membuat nyaman tanpa takut kepanasan. Traveler bisa melakukan kegiatan berpiknik, berbaring, memasang hammock di antara pohon, atau sekadar duduk merenung sambil baca buku favorit. Atau jika traveler sedang berpuasa, bisa agendakan buka bersama di Pantai Pandansari agar anti mainstream.

Spot berburu senja

Pantai Pandansari di Yogyakarta memiliki mercuarPantai Pandansari di Yogyakarta memiliki mercuar, pas untuk berburu senja. (Arawinda Dea Alisia/detikcom)

Jika beruntung dengan cuaca, matahari terbenam di laut selatan tidak pernah mengecewakan. Di ufuk barat akan tidur sang surya di perduannya. Langit oranye dan laut biru berpadu pendar memanjakan mata. Waktu terbaik untuk diabadikan lewat mata dan kamera.

“Iya main, berburu sunset juga kebetulan lihat langit Bantul lagi cerah jadi tadi mampir kemari buat foto-foto lumayanlah hari ini lagi bagus,” kata Kurniawan, seorang fotografer yang mampir ke Pandansari.

Tidak akan asyik jika wisata tanpa berfoto. Di Pandansari traveler tidak akan kehabisan spot untuk berfoto dengan berbagai latar. Latar biru laut, hijau hutan, dan oranye senja siap dipilih untuk masuk sosial media.

Berkemah bahkan memancing

Sepanjang garis pantai traveler akan melihat beberapa orang tengah memancing di bibir pantai. Mereka melemparkan pancing ke laut dan menunggunya dengan tenang di pinggiran pantai. Traveler yang hobi memancing bisa mencobanya kemari dengan peralatan pribadi.

Selain memancing, aktivitas lainnya yang bisa dilakukan adalah berkemah. Mendirikan tenda di sekitar kawasan Pantai Pandansari diperbolehkan dengan seizin bertugas. Jika bermalam pastikan memiliki penerangan pribadi yang cukup dan peralatan camping yang memadai ya, karena di sini tidak menyediakan persewaan apapun.

Untuk fasilitas pantai tersedia dengan lengkap, mulai dari area parkir, toilet dan kamar mandi, tempat sampah, air bersih, warung makan, gazebo, kursi dan meja kayu, hingga mushola. Jadi, tidak perlu bingung jika kemari.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

6 Tempat Healing di Sekitar Jogja yang Lebih Sepi dari Kaliurang



Jogja

Jogja punya banyak tempat menarik untuk kamu yang ingin menepi sejenak dari keramaian. Mulai dari museum, pantai hingga bukit dengan pemandangan memukau.

detikTravel telah merangkum pada Senin (7/7/2025), 6 tempat healing sekitar Jogja untuk liburan kamu nanti. Berikut 6 pilihannya:

1. Pantai Kesirat


Pantai Kesirat, Gunung KidulPantai Kesirat, Gunung Kidul Foto: Ignatius Damario Susanto/d’Traveler

Pantai Kesirat berada di Dusun Karang, Desa Girikarto, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul. Pantai ini jaraknya sekitar 45 km dari pusat kota Yogyakarta, dan bisa diakses melalui Jalan Imogiri Barat, Jalan Imogiri Siluk, Jalan Siluk Panggang, atau melalui rute dari Solo.

Yang membuat pantai ini unik karena tak memiliki hamparan pantai berpasir, namun berupa tebing karang yang curam dengan vegetasi hijau.

Pantai ini salah satu tempat cantik untuk menikmati sunset dan juga spot memancing. Di sini kamu juga bisa kemping di hamparan vegetasi hijaunya dan menikmati sunrise cantik keesokan harinya.

Harga tiket menikmati keindahan pantai ini mulai Rp 5.000 saja.

2. Hutan Pinus Pengger

Di kawasan Bantul terdapat hutan pinus yang Instagramable bernama Pinus Pengger. Untuk mencapai tempat wisata yang berlokasi di Desa Terong, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul ini, pengunjung hanya perlu melakukan perjalanan darat sejauh 23 kilometer dari jantung Kota Yogyakarta ke Desa Mangunan, Dlingo.

Selain menawarkan pemandangan alam, di sini (Pinus Pengger) ada 7 spot foto dengan beragam bentuk telapak tangan, jempol, jembatan setengah lingkaran. Tiket masuknya murah kok, mulai Rp 5.000 saja.

3. Bukit Paralayang Watugupit

Spot cantik lainnya untuk menikmati sunset di Jogja adalah Bukit Paralayang Watugupit yang lokasinya tidak jauh dari Pantai Parangtritis. Dari sini kamu juga bisa melihat keindahan Pantai Parangtritis dan Samudra Hindia dari ketinggian.

Nah traveler yang ingin memacu adrenalin, bisa juga mencoba wahana paralayang yang ditawarkan dengan harga Rp 500 ribu untuk sekali terbang. Tapi pertimbangkan juga kondisi cuaca ya.

4. Plunyon Kalikuning

Jembatan Plunyon Kalikuning merupakan destinasi di lereng Gunung Merapi. Jembatan ini makin populer setelah muncul sebagai latar ikonik di film KKN Desa Penari.Jembatan Plunyon Kalikuning merupakan destinasi di lereng Gunung Merapi. Jembatan ini makin populer setelah muncul sebagai latar ikonik di film KKN Desa Penari. Foto: Arawinda Dea Alisia

Destinasi ini menjadi terkenal jembatan Plunyon Kalikuning, Cangkringan, Sleman menjadi salah satu lokasi syuting film KKN di Desa Penari. Plunyon merupakan destinasi wisata alam di lereng Gunung Merapi.

Di sini mata akan dimanjakan oleh hamparan hijau nan sejuk dan asri. Bila hari cerah, kamu bisa menikmati megahnya Gunung Merapi dari sini lho. Dan jangan lewatkan juga kesegaran dari mata air bernama Umbul Wadon.

5. Pantai Pandansari

Walau tidak sepopuler Parangtritis, Pandansari menjadi satu-satunya pantai di Jogja yang mempunyai mercusuar. Menara suar ini berdiri menjulang setinggi 160 m dari bibir Pantai Pandansari. Tertulis jelas bangunan itu disebut Mercusuar Kala Jivam Asti.

Lokasinya ada di Pantai Pandansari yang beralamat di Desa Gadingsari, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul. Butuh waktu sekitar 1 jam perjalanan dari pusat Kota Jogja.

Akses menuju lokasi sangat mudah dengan plakat penunjuk arah yang jelas. Cukup melewati Jalur Lintas Selatan Bantul kemudian belok sedikit ke arah selatan traveler akan dengan mudah menemukannya. Terlebih, tinggi mercusuar laksana menopang langit terlihat jelas meski dari kejauhan.

Puncak mercusuar ini bisa didaki atas seizin petugas dengan membayar Rp 5.000 per orang. Lebih dari 100 anak tangga berbentuk spiral melingkar yang harus ditaklukkan. Namun bila sampai di atas, kamu akan dimanjakan dengan pemandangan daratan Bantul.

6. Museum Ullen Sentalu

Relief keprihatinanRelief keprihatinan di Museum Ullen Sentalu Foto: Ria Rahmawati/d’Traveler

Traveler yang ingin mengenal budaya jawa lebih dalam lagi, datan saja ke Museum Ullen Sentalu. Museum yang berada di Jl Boyong Kaliurang, Sleman buka setiap hari Selasa-Minggu pukul 08.30-16.00 WIB.

Harga tiket masuk museum museum ini mulai Rp 10 ribu. Di sini terdapat beberapa tur yang bisa kamu ikuti, yaitu tur Adiluhung Mataram Rp 50 ribu, tur Skriptorium Rp 60 ribu dan tur Vorstenlanden Rp 100 ribu.

Museum Ullen Sentalu berisi peninggalan dari kebudayaan masa Kerajaan yang ada di Indonesia. Juga berisi koleksi narasi berupa mahakarya lukisan, foto-foto tokoh sejarah budaya Mataram Islam, kain batik vorstenlanden, arca dari kebudayaan Hindu Buddha, koleksi etnografi era Mataram Islam, hingga patung bercorak agama Hindu dan Budha.

Beberapa koleksi patung dan kolam juga ada di berbagai sudut museum ini. Selain itu, Karya-karya museum juga banyak diwakili oleh para tokoh wanita Jawa, para permaisuri, hingga putri dari Dinasti Mataram.

(sym/wsw)



Sumber : travel.detik.com