Tag Archives: pascasarjana

Sering Mematikan dan Menghidupkan AC Bikin Boros Listrik, Benarkah?


Jakarta

Secara umum, daya listrik air conditioner (AC) cukup besar jika dibandingkan kipas angin. Kebanyakan orang akan menyalakan AC saat kepanasan atau menjelang tidur.

Saat tidak diperlukan AC biasanya dimatikan. Ini kerap dilakukan karena menjadi cara yang efisien untuk menghemat listrik.

Ada juga yang menganggap bahwa mematikan dan menyalakan AC bisa membuat penggunaan listrik lebih boros. Namun, benarkah demikian?


Alasan agar Jangan Sering Mematikan dan Menghidupkan AC

Dari catatan detikProperti yang mengutip laman The Washington Post, mematikan AC beberapa jam, kemudian menghidupkannya lagi hanya bisa menghemat sedikit listrik.

Namun, sebaiknya AC jangan sering mati-hidup. Justru sering mematikan dan menghidupkan AC bisa bikin boros listrik. Karena proses menyalakan kembali AC membutuhkan energi yang cukup besar untuk mencapai suhu yang diinginkan.

Pernyataan tersebut sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh seorang mahasiswa pascasarjana di sistem pembangunan di Universitas Colorado di Boulder. Ia mencari tahu apakah mematikan AC benar bisa menghemat energi.

Dalam penelitiannya, ia mencoba membandingkan mematikan 3 AC di gedung tersebut selama 8 jam dengan menyalakan AC selama 76 jam dengan suhu 31 °C.

Hasilnya menunjukkan bahwa AC yang dimatikan bisa menghemat sedikit energi. Tapi saat setiap AC dinyalakan kembali, listrik dipakai akan banyak untuk menyesuaikan suhu ruangan dan mengubahnya menjadi dingin.

Menyalakan dan mematikan AC juga membebani sistem motor karena mesin akan berulang kali menyesuaikan suhu. Sementara jika AC yang telah dinyalakan lama, AC tidak sulit menyesuaikan suhu.

“Anda tidak serta merta menghemat biaya listrik dengan mematikannya selama sepertiga hari,” ujar mahasiswa pascasarjana tersebut.

Dengan demikian, sering menyalakan dan mematikan AC justru bisa menaikkan tagihan listrik.

Cara Menghemat Energi Listrik AC

Dari penjelasan sebelumnya, mematikan dan menyalakan AC terlalu sering sejatinya hanya bisa menghemat sedikit listrik. Sebagai gantinya kamu bisa melakukan beberapa hal yang lebih berikut yang lebih efektif agar menghemat listrik saat AC dinyalakan.

Berikut adalah mode yang bisa dipakai agar AC hemat listrik:

1. Memastikan Sistem Pembuangan Udara AC dengan Benar

Kerja AC di dalam ruangan bisa maksimal kalau AC di luar ruangan dan salurannya ditempatkan dengan benar. Maka pastikan:

  • AC luar diletakkan di tempat yang tidak terkena cahaya matahari langsung.
  • AC luar punya penutup di depan rongga baling-balingnya, hingga terdapat saluran pembuangan udara panas.
  • Rajin mengganti dan membersihkan filter untuk bisa membantu menghemat energi sekitar 5-15%.

2. Usahakan Tidak Menyalakan AC Bersamaan dengan Barang Elektronik Lain

Hindari menyalakan AC bersamaan dengan peralatan elektronik lain agar listrik tetap hemat. Misal, ketika sedang memakai mesin cuci, oven, setrika, mesin air, maka AC lebih baik AC dimatikan dahulu.

Jika tetap dipaksakan, MCB listrik di rumah bisa turun karena tidak kuat sekaligus bisa membuat tagihan listrik jadi lebih besar.

(khq/fds)



Sumber : www.detik.com

Benarkah Efek Sering Hidup-Matikan AC Bisa Lebih Hemat Listrik?



Jakarta

Pemakaian AC di rumah saat ini menjadi hal yang lumrah karena kipas angin tidak cukup untuk mendinginkan suhu ruangan. Sementara, suhu udara di Indonesia semakin lama, semakin panas, terutama di kota-kota besar seperti Jabodetabek.

Sayangnya, pemakaian AC di rumah juga bisa menyedot daya cukup besar. Banyak orang menyiasati hal ini dengan menghidupkan AC saat ruangan sedang digunakan, selebihnya AC akan dimatikan. Di sisi lain, ada yang berpendapat jika mematikan dan menyalakan AC bisa membuat penggunaan listrik lebih boros. Lantas, bagaimana cara menggunakan AC yang benar agar tidak boros listrik?

Dilansir dari laman The Washington Post, mematikan AC beberapa jam, kemudian menghidupkannya lagi hanya bisa menghemat sedikit listrik. Apabila melakukan hal seperti itu di bawah 1 jam atau bahkan hanya mematikan beberapa menit karena keluar kamar, itu bukan mengemat listrik. Sebab, AC harus menyedot banyak energi agar ruangan kembali dingin.


Pernyataan tersebut sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh seorang mahasiswa pascasarjana di sistem pembangunan di Universitas Colorado di Boulder. Ia mencari tahu apakah mematikan AC benar bisa menghemat energi.

Dalam penelitiannya, ia mencoba membandingkan mematikan 3 AC di gedung tersebut selama 8 jam dengan menyalakan AC selama 76 jam dengan suhu 31 °C.

Hasilnya menunjukkan bahwa AC yang dimatikan bisa menghemat sedikit energi. Tapi saat setiap AC dinyalakan kembali, listrik yang terpakai jauh lebih banyak untuk menyesuaikan suhu ruangan dan mengubahnya menjadi dingin.

Menyalakan dan mematikan AC juga membebani sistem motor karena mesin akan berulang kali menyesuaikan suhu. Sementara jika AC yang telah dinyalakan lama, tidak membebani sistem motor untuk menyesuaikan suhu.

“Anda tidak serta merta menghemat biaya listrik dengan mematikannya selama sepertiga hari,” ujar mahasiswa pascasarjana tersebut.

Dengan demikian, sering menyalakan dan mematikan AC justru bisa menaikkan tagihan listrik.

Cara Menghemat Energi Listrik AC

Dari penjelasan sebelumnya, mematikan dan menyalakan AC terlalu sering hanya bisa menghemat sedikit listrik. Sebagai gantinya kamu bisa melakukan beberapa hal berikut yang dinilai lebih efektif untuk menghemat listrik.

1. Memastikan Sistem Pembuangan Udara AC dengan Benar

Kerja AC di dalam ruangan bisa maksimal kalau AC di luar ruangan dan salurannya ditempatkan dengan benar. Maka pastikan:

  • AC luar diletakkan di tempat yang tidak terkena cahaya matahari langsung.
  • AC luar punya penutup di depan rongga baling-balingnya, hingga terdapat saluran pembuangan udara panas.
  • Rajin mengganti dan membersihkan filter untuk bisa membantu menghemat energi sekitar 5-15 persen.

2. Tidak Menyalakan AC Bersamaan dengan Barang Elektronik Lain

Menyalakan banyak perangkat elektronik bersamaan dapat menyedot daya listrik yang besar. Apabila besar daya di rumah tidak cukup untuk mengoperasikan semua perangkat yang digunakan, listrik di rumah akan tiba-tiba mati. Untuk mencegah hal tersebut terjadi, pemilik rumah harus menyesuaikan pemakaian dengan jumlah daya di rumah. Salah satunya adalah menghindari menyalakan AC bersamaan dengan peralatan elektronik lain agar listrik tetap hemat.

Itulah penjelasan mengenai apakah memakai AC dengan sering dihidupkan dan dimatikan akan lebih baik, semoga bermanfaat.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

Balai Kota, Otopet, dan Parkir Rp 150 Ribu



Brisbane

Bayangkan Balai Kota Jakarta atau Surabaya atau balai kota di kota lain di Indonesia bukan hanya tempat rapat dan sidang, tapi juga ruang bermain ide, tempat belajar sejarah, bahkan spot wisata keluarga. Itulah yang disuguhkan di Brisbane, Australia, balai kota menjadi rumah bersama yang benar-benar terbuka untuk warganya.

Saya adalah Adjunct Professor Griffith University Australia. Sesudah melaksanakan pernikahan putri saya di New York pada awal Mei, sekarang ini saya sedang berada di Brisbane, kota pusat kegiatan Griffith University sekaligus ibu kota negara bagian Queensland.

Kota ini mempunyai sejarah panjang. Kemarin, saya lihat pembangunan bibir sungai Brisbane yang tercatat sejak 1800-an. Saya sempat juga ke City Hall atau Balai Kota Brisbane dan ada dua kegiatan menarik yang bisa juga dipertimbangkan dilakukan di Jakarta atau kota lain di negara kita.


Prof Tjandra Yoga Aditama, dari Brisbane AustraliaProf Tjandra Yoga Aditama, dari Brisbane Australia (koleksi pribadi)

Pertama, di lantai 3 Brisbane City Hall sekarang sedang berlangsung pameran budaya dengan berbagai koleksi setempat, dan gratis. Lalu, karena di City Hall Brisbane ada jam besar di atas bangunannya maka ada kegiatan “Tower Clock Tour” beberapa kali dalam sehari, juga gratis.

Dengan cara itu maka anggota masyarakat jadi makin menyatu dengan Balai Kotanya, tidak datang hanya untuk urusan-urusan resmi formal belaka. Balai Kota jadi makin ramah dengan warganya. Akan bagus kalau kegiatan seperti ini dilakukan juga di kota-kota besar di Tanah Air.

Di sini ada banyak sepeda yang bisa disewa warga. Bisa dipakai dengan aplikasi tertentu selama beberapa jam lalu dikembalikan lagi.

Yang menarik, di Brisbane disediakan juga otopet listrik sebagaimana di foto saya ini. Saya tadinya mau coba, tapi “takut jatuh”, maklum lansia 70 tahun. Di tengah kota juga disediakan bis gratis, baik yang “City Loop” maupun yang “Spring Hill Loop”.

Fasilitas transportasi umum lainnya juga amat memadai, baik bus, kereta maupun feri sepanjang sungai.

Saya sempat naik Feri dari ujung kota ke ujung di kota lainnya, pulang pergi selama dua jam, dan bayarnya hanya 50 sen dolar Australia atau Rp 5.000. Pemandangan dari dalam Feri amat memukau, baik siang atau malam hari, dengan jembatan yang indah dan lampu-lampu kota yang menawan, seperti di foto ke dua saya ini.

Kalau mau naik mobil pribadi maka tarif parkir mahal sekali. Saya lihat di sekitar Queen Street Mall masuk gedung parkir bayarnya sudah langsung 17,9 dolar Australia, sekitar Rp 190 ribu, tentu akan diprotes orang kalau diberlakukan di kota negara kita ya.

Kemarin saya jalan kaki dari South Bank ke tempat menginap dan melewati “Brisbane Convention and Exhibition Center”, ternyata tarif parkir di Convention Center ini adalah 15 dolar Australia (Rp. 157.500) untuk 2 jam pertama. Gawat banget kalau untuk kantong kita ya.

Tentang hal yang gratis, kemarin saya ke QAGOMA, Queensland Art Galery and Gallery of Modern Art, yang ternyata terbuka tanpa bayar. Kita tahu kalau di New York ada MOMA, Museum of Modern Art, yang tidak terlalu jauh dari 5th Avenue yang terkenal, dan MOMA ini selalu dipenuhi turis dan bayarannya cukup lumayan.

Nah, untuk Modern Art ini di Brisbane ada QAGOMA yang gratis ini. di akhir pekan juga ada beberapa “week end market” di Brisbane, yang tentu juga gratis, dan amat menarik karena tiga hal. Jual makanan-makanan enak, jual variasi produk lokal dan lihat penduduk Brisbane berjemur di lapangan terbuka di bawah sinar matahari terik di pinggir sungai Brisbane.

***

Prof Tjandra Yoga Aditama, dari Brisbane Australia, direktur Pascasarjana Universitas YARSI/Adjunct Professor Griffith University Brisbane

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com