Tag Archives: pelabuhan

Dulu Perumahan Elite Karyawan Bengkel Kereta, Kini Sepi dan Mencekam



Medan

Dahulu, tempat ini adalah perumahan elite milik karyawan bengkel kereta zaman Belanda di Medan. Namun kini, kondisinya sangat sepi dan mencekam.

Sepi dan mencekam adalah kesan pertama yang terlintas saat menapaki kaki di Jalan Bundaran, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan.

Padahal saat itu matahari baru sedikit condong ke arah Barat. Sejumlah rumah besar berlantai 2 tegak berdiri di areal Jalan Bundar tersebut. Rumah-rumah bernuansa kolonial Belanda itu terlihat kusam dan tidak terawat.


Ada juga rumah yang sudah hancur, tinggal dindingnya saja. Kondisi jalan yang tidak diaspal dan becek, ternyata sudah tidak bisa dilalui kendaraan lagi karena tertutup semak belukar.

Sesuai namanya, Jalan Bundar berbentuk bundar. Jika ingin menyusuri semua sisi, kita harus masuk dari Jalan Pertahanan dan dari Jalan Bengkel/Jalan Lampu.

Kondisi rumah mewah di masanya itu sudah seperti tidak terurus. Di sekitar rumah yang tidak habis dihitung dengan jari itu terlihat banyak tumbuh rumput maupun pohon yang menambah kesan horor.

Selain itu, terdapat juga rumah-rumah yang berukuran kecil yang dari kondisinya juga sudah berumur. Rumah-rumah kecil itu seperti komplek perumahan yang tersusun seperti satu blok.

Perumahan Elit Bengkel Kereta Api Kolonial Belanda di Medan (Nizar Aldi/detikcom)Perumahan Elit Bengkel Kereta Api Kolonial Belanda di Medan (Nizar Aldi/detikcom)

Dari rumah yang ada, PT KAI terlihat memiliki satu bangunan di lokasi itu yang diberi Mes Bundar. Mes itu berada di antara Jalan Bundar dengan Jalan Bengkel dan dirawat dengan baik.

Di sekitar lokasi, terdapat menara air yang cukup besar. Konon menara air tersebut digunakan sebagai penampungan air bagi perumahan karyawan bengkel kereta api di masa lalu dan saat ini sudah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Wali Kota Medan Bobby Nasution.

Menurut warga sekitar, Yusuf (63), rumah-rumah di sana sudah lapuk dan kemudian ambruk. Yusuf sendiri telah tinggal selama 40 tahun di salah satu pintu masuk ke Jalan Bundar.

“Iya hancur, lapuk tumbang,” kata Yusuf.

Banyak rumah di lokasi itu sudah tidak ditempati lagi. Yusuf tidak tahu pasti berapa jumlah rumah peninggalan kolonial Belanda di areal itu.

“Kera (hitung) aja, yang besar-besar itu, di depan ada, di sana ada,” ucapnya.

Penjelasan Sejarawan

Sejarawan Universitas Sumatera Utara (USU) M Azis Rizky Lubis mengatakan jika keberadaan perumahan elit itu awalnya diperuntukkan bagi karyawan bengkel kereta api yang ada di sekitar lokasi pada zaman kolonial Belanda.

Namun, pembangunannya tidak bersamaan dengan perusahaan kereta Deli Spoorweg Matschappij terbentuk di tahun 1886.

“Jadi memang keberadaan komplek perumahan itu tidak terlepas dari pembangunan kereta api di Kota Medan, tetapi bukan berarti ketika saat Deli Maatschappij kemudian membentuk anak perusahaan namanya Deli Spoorweg Matschappij itu (perumahan) langsung di bangun,” kata M Azis Rizky Lubis.

Rel kereta api yang menghubungkan Medan dengan Labuhan sendiri dibangun 1886. Namun komplek perumahan di Jalan Bundar baru dibangun pada 1919 saat pembentukan werkplaats atau bengkel kereta api di sekitar lokasi.

“Ketika pembangunan jalan kereta api pertama dari Medan ke Labuhan, itu pun belum ada lokasi, itu dia dibangun seiring dengan pembentukan bengkel kereta api di tahun 1919 atau dalam bahasa Belanda itu werkplaats,” ucapnya.

Bengkel kereta api tersebut hingga saat ini masih beroperasi dan diberi nama Balai Yasa KAI Pulubrayan. Keberhasilan komplek perumahan bengkel itu disebut juga diperuntukkan bagi sekolah yang ingin mengunjungi bengkel kereta api di lokasi di masa lampau.

Perumahan Elit Bengkel Kereta Api Kolonial Belanda di Medan (Nizar Aldi/detikcom)Perumahan Elit Bengkel Kereta Api Kolonial Belanda di Medan (Nizar Aldi/detikcom)

“Sehingga perumahan itu dibangun untuk karyawan-karyawan termasuk juga mess bagi sekolah perkeretaapian yang mau berkunjung ke situ,” ujarnya.

Di sekitar komplek perumahan bagi karyawan bengkel kereta api, ada juga beberapa komplek elit bagi orang Eropa. Sebab daerah itu disebut berdekatan dengan perkebunan Helvetia.

“Di sekeliling itu juga ada komplek-komplek perumahan lain yang pada umumnya didiami oleh orang Eropa, sehingga dapat dikatakan jugalah Brayan itu termasuk kawasan yang cukup elit, karena tidak jauh dari situ kan ada perkebunan Helvetia,” ujarnya.

Saat Jepang menduduki Indonesia, orang Eropa menjadi areal perumahan itu sebagai camp mengungsi. Alasannya selain karena daerah perumahan orang Eropa, lokasi itu juga dengan pelabuhan di Belawan.

“Kenapa mereka memilih basecamp-nya di situ karena di situ memang salah satu populasi orang Eropa selain yang di Polonia, karena aksesnya juga lebih dekat ke Belawan,” tuturnya.

Di awal pembangunan rel kereta api Medan-Labuhan tahun 1886, belum ada stasiun di Pulo Brayan. Saat itu masih ada semacam halte bukan stasiun seperti saat ini.

——-

Artikel ini telah naik di detikSumut.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Wisata Pulau Tidung, Idola di Hari Libur



Jakarta

Pulau Tidung di Kepulauan Seribu sudah populer sebagai tempat snorkeling. Jika libur panjang tiba, sudah dipastikan yang yang ke sana.

Adalah Rudy Hartono (45), seorang pengusaha snorkeling di Pulau Tidung sejak tahun 2013. Jarak rumahnya hanya selemparan batu dari Pelabuhan Tidung.

Di rumahnya ada 160 unit alat snorkeling yang disewakan. Mulai dari jaket pelampung, masker-snorkel dan fins. Namun belakang, yang paling sering digunakan hanya jaket pelampung dan masker-snorkel.


Pak Rudy bercerita bahwa tiap libur panjang, alat-alat snorkeling dipastikan habis tersewa. Tak ada lagi hubungan langsung dengan wisatawan, biasanya operator yang langsung menghubunginya seminggu sebelum tiba di sana.

Usaha alat snorkeling di Pulau TidungUsaha alat snorkeling di Pulau Tidung Foto: (bonauli/detikcom)

“Kalau long weekend pasti untung, kemarin waktu Lebaran kami sampai tolak ratusan permintaan,” katanya.

H-7 Lebaran, alat-alat itu sudah di-booking untuk turis-turis China. Seminggu setelah Lebaran, barulah wisatawan domestik yang mendominasi.

Jika ada long weekend, ia bisa mendapat cuan Rp 10-15 jutaan karena alat tersebut akan digunakan dua kali dalam sehari, pagi dan sore.

“Wisatawan yang datang dari Jumat itu biasanya snorkeling di Sabtu pagi. Sementara yang datang di Sabtu pagi, nyampe sini siang. Jadi mereka snorkeling sore-sore,” ungkapnya.

Pulau Tidung di Kepulauan TidungPulau Tidung di Kepulauan Seribu Foto: (bonauli/detikcom)

Alat snorkeling itu disewakan seharga Rp 15 ribu per hari. Meski tak ada libur panjang, weekend selalu membawa berkah. Minimal 30-50 alat snorkelingnya keluar dari kandang.

Sebagai warga Pulau Tidung, ia melihat potensi lain selain wisata bawah airnya, yaitu teripang dan ikan buntal yang melimpah di sana. Jalur ekspor coba ia tempuh lewat tangan ketiga.

Namun itu semua tidak mudah, butuh modal besar untuk bisa menjalankan bisnis kedua tanpa mengabaikan sewa snorkeling yang sudah jadi sumber nafkahnya. Ia kemudian mendaftar sebagai nasabah BRI dua tahun lalu.

Jalan terbuka, pinjaman KUR (Kredit Usaha Rakyat) sebesar Rp 35 juta diberikan oleh BRI. Sebagian uang itu digunakan untuk modal usaha baru dan sisanya ditabung.

Usaha alat snorkeling di Pulau TidungUsaha alat snorkeling di Pulau Tidung Foto: (bonauli/detikcom)

Usaha teripang kering dan ikan buntal tersebut ia kirimkan ke China. Teripang dan kulit ikan buntal yang dikeringkan dijadikan bahan makanan, bagian dalam ikan buntal dijual sebagai bahan benang operasi.

Namun usaha ini tak bisa menghasilkan uang cepat, pengerjaannya butuh waktu sampai sebulan. Oleh sebab itu, usaha snorkelingnya menjadi dana pendukung.

“Modal Rp 80 juta untuk beli teripang dan ikan buntal ke nelayan. Teripang per kilonya nanti dijual Rp 1,8 juta, dan ikan buntal Rp 3 juta per kilo,” ungkapnya.

Usaha alat snorkeling di Pulau TidungTeripang yang sudah dikeringkan Foto: (bonauli/detikcom)

Menurut Pak Rudy, usaha teripang ini masih jarang dilirik. Perhitungannya tak sampai 5 orang yang masih menggeluti usaha ini, karena modal yang cukup besar.

Bertangan dingin, dua usaha itu berkembang pesat. Berhasil melunaskan pinjaman pertama, Pak Rudy kembali melakukan pinjaman kedua dengan nominal Rp 50 juta, sebagai dana darurat.

Mantri BRI Redi (32) yang berhubungan langsung dengan Pak Rudy berkata bahwa usaha miliknya bisa dibilang melejit. Kedua usaha itu mendapat dukungan penuh dari BRI, apalagi ini termasuk UMKM dari Pulau Tidung.

“Semoga usahanya tambah maju dan terus mengembangkan potensi dari Pulau Tidung,” tutupnya.

Usaha alat snorkeling di Pulau TidungIkan buntel yang dikeringkan Foto: (bonauli/detikcom)

(bnl/bnl)



Sumber : travel.detik.com

16 Pantai Sekitar Jakarta, Destinasi Pilihan Piknik Bareng Keluarga


Jakarta

Pantai selalu jadi pilihan piknik bareng keluarga saat libur nasional atau akhir pekan. Laut biru, angin sepoi, dan ruang terbuka memungkinkan anak serta orang tua bermain bersama atau sekadar santai menikmati hari.

Bagi warga Jakarta dan sekitarnya yang mau piknik ke pantai tentu tak perlu khawatir. Tersedia banyak pilihan pantai yang bisa diakses gratis atau berbayar sebagai destinasi wisata bersama orang-orang terkasih

16 Pilihan Pantai Sekitar Jakarta

Berikut adalah beberapa pantai yang bisa jadi tujuan wisata di Jakarta dan sekitarnya, dikutip dari arsip tulisan detikcom dan media sosial pantai terkait.


1. Aloha Pasir Putih PIK 2

Sesuai namanya, pantai ini menyediakan nuansa khas Hawaii dengan pasir putih dan angin sejuk. Sebagai tempat wisata keluarga, pantai ini menyediakan banyak ruang terbuka dan aneka pilihan kuliner.

Di Aloha Bisa Wisata Pantai Pasir Putih Sambil Jajan Pizza dan Giant SquidAloha Pasir Putih PIK 2 (detikfood)
  • Lokasi: Jalan Laksamana Yos Sudarso PIK 2, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten.
  • Harga tiket masuk: Gratis, tidak termasuk tarif parkir dan wahana bermain.

2. Pulau Macan

Dengan konsep ramah lingkungan, Pulau Macan menikmati lingkungan alam yang sangat nyaman dan indah. Pengunjung bisa menikmati sunset dan sunrise sambil berenang, snorkeling, atau diving.

Pulau Macan Kecil atau Pulau Macan GundulPulau Macan Kecil atau Pulau Macan Gundul (Putu Intan/detikcom)
  • Lokasi: Kepulauan Seribu.
  • Harga tiket masuk: Sesuai pilihan paket wisata.

3. Pantai Florida

Destinasi wisata ini menawarkan pantai yang nyaman, landai, dan tanpa karang sehingga minim risiko bagi pengunjung. Traveler bisa menyewa aneka sarana permainan air, tempat menginap, atau perlengkapan piknik pada biro wisata yang dikelola warga. Pantai Florida kerap disebut Pantai Florida Indah Anyer atau Pantai Florida 1 dan 2 yang semuanya merujuk pada lokasi yang sama.

  • Lokasi: Jalan Raya Karang Bolong, Sindanglaya, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten.
  • Harga tiket masuk: Pejalan kaki Rp 15 ribu, motor Rp 30 ribu, mobil Rp 100 ribu.

4. Pantai Carita

Lokasi wisata Pantai Carita sudah lama menjadi pilihan warga Jakarta dan sekitarnya untuk liburan. Pasir putih plus angin sepoi sangat cocok bagi traveler yang ingin refreshing bersama keluarga dari penatnya hari kerja.

Wisatawan menikmati objek wisata Pantai Carita saat libur lebaranPantai Carita (Aris Rivaldo/detikcom)
  • Alamat: Jl. Raya Carita Nomor 28, Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten.
  • Harga tiket masuk: Tiket per orang Rp 15 ribu, motor (2 orang): Rp 30 ribu, mobil pribadi: Rp 30 ribu.

5. Pantai Ancol

Kawasan Ancol sudah lama dikenal sebagai destinasi wisata warga Jakarta. Ancol tak pernah sepi pengunjung apalagi saat libur panjang. Bagi pengunjung yang ingin menikmati Ancol, berikut beberapa pantai di Ancol yang direkomedasikan:

Kawasan Pantai Lagoon Ancol, Jakarta Utara jadi salah satu pilihan destinasi wisata dalam momen hari pertama lebaran Idul Fitri. (ANTARA/Fitra Ashari)Pantai Lagoon Ancol, Jakarta Utara (ANTARA/Fitra Ashari)

– Pantai Lagoon: Pantai ini dilengkapi area untuk berenang. Area pantainya aman dikunjungi anak-anak hingga orang dewasa

– Pantai Festival: Area terbuka di pantai ini kerap menjadi lokasi festival atau agenda lain. Di ini pengujung bisa melihat dermaga kayu yang melintang di bibir pantai, tempat pengunjung menikmati keindahan laut.

– Pantai Marina: Pantai ini dilengkapi pelabuhan kecil untuk bersandarnya kapal. wisatawan yang mau menyeberang ke area Kepulauan Seribu memulai perjalanan dari sini.

– Pantai Indah Ancol: Pantai ini memiliki lokasi strategis dilengkapi kuliner, wisata bahari lain sebagainya

– Pantai Ria: Panatai ini didominasi pohon kelapa menjulang dan hamparan pasir putih menawan.

  • Lokasi: Taman Impian Jaya Ancol, Jl. Lodan Timur No.7, RT.14/RW.10, Ancol, Kec. Pademangan, Jakarta Utara.
  • Harga tiket masuk: Rp 30 ribu, belum termasuk tarif parkir dan tiket masuk per wahana.

6. Pantai Marunda

Destinasi wisata ini identik dengan pemandangan tanggul beton yang memungkinkan pengunjung melihat sunset, mancing, atau sekadar bengong. Pantai yang dianggap makin bersih ini juga punya aneka pilihan kuliner dan dekat tempat wisata lain yang juga menarik, misal Rumah Si Pitung.

Sejumlah pengunjung berjalan setibanya untuk berlibur di Pantai Marunda, Jakarta, Kamis (3/4/2025). Pengelola objek wisata pantai tersebut mengenakan tiket masuk Rp10 ribu hingga Rp20 ribu per orang sehingga ramai dikunjungi warga saat periode libur Lebaran 2025. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/nym.Pantai Marunda, Jakarta (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/nym) Foto: ANTARA FOTO/SULTHONY HASANUDDIN
  • Alamat: Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.
  • Harga tiket masuk: Rp 10 ribu, tidak termasuk biaya parkir.

7. Pulau Bidadari

Gugusan Kepulauan Seribu memang selalu menarik untuk dijelajahi, tak terkecuali Pulau Bidadari. Sesuai namanya pulau ini memberikan pemandangan indah, ombak tenang, dan suasana nyaman.

Sandiaga renang di pulau bidadariSandiaga renang di Pulau Bidadari (Muhammad Fida ul Haq/detikcom)
  • Lokasi: Kepulauan Seribu.
  • Harga tiket masuk: Rp 50 ribu, belum termasuk tarif parkir dan akomodasi lainnya.

8. Pantai Sambolo 1

Pantai yang Bali banget ini punya pasir coklat halus dan deburan ombak yang sangat cocok dinikmati sambil jalan santai. Dikutip dari akun medsos Media Dinas Pariwisata & Ekonomi Kreatif Serang @funtasticserang, Pantai Sambolo punya jembatan menjorok ke laut yang bisa dinikmati pengunjung.

  • Alamat: Jl. Raya Anyer-Sirih, Bandulu, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Banten.
  • Harga tiket masuk: Rp 10 ribu, tidak termasuk biaya parkir.

9. Pantai Pasir Perawan

Destinasi di Pulau Pari, Kepulauan Seribu ini, punya pemandangan yang bikin traveler seketika merasa lebih segar dan tidak lagi penat. Di sini, pengunjung bisa merasakan bermain di air laut jernih dan pasir putih yang halus.

  • Alamat: Jl. Pari Utama, Pulau Pari, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Jakarta.
  • Harga tiket masuk: Rp 5 ribu tidak termasuk biaya parkir, penyeberangan, dan sewa alat.

10. Pulau Perak

Kawasan ini adalah satu dari banyak gugusan pulau di Kepulauan Seribu Jakarta. Di sini, pengunjung bisa menikmati air pantai yang segar dan halusnya pasir putih. Tentunya, pengunjung bisa menyewa banana boat sebagai sarana hiburan.

  • Alamat: Kepulauan Seribu, Jakarta.
  • Harga tiket masuk: Gratis, tidak termasuk biaya penyeberangan dan tambahan lain.

11. Pulau Tidung

Detikers yang ingin berkunjung ke Pulau Tidung bisa menggunakan perahu penyeberangan dari Muara Angke. Total perjalanan sekitar tiga jam, sebelum bisa menikmati pasir putih dan air biru.

Pulau Tidung di Kepulauan TidungPulau Tidung di Kepulauan Tidung (Bonauli/detikcom)
  • Lokasi: Kepulauan Seribu
  • Harga tiket masuk: Rp 20-50 ribu belum termasuk parkir dan sewa fasilitas.

12. Pulau Untung Jawa

Kawasan Untung Jawa menawarkan banyak fasilitas pada pengunjung untuk menikmati suasana pantai. Misalnya, gazebo dan berbagai sarana wisata pantai yang bisa digunakan bersama teman dan keluarga.

Penampakan dari atas Pulau Untung Jawa Kepulauan SeribuPulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu (Kemenparekraf)
  • Lokasi: Kepulauan Seribu.
  • Harga tiket masuk: Rp 50 ribu, belum termasuk tarif parkir dan akomodasi lainnya.

13. Pantai Tanjung Lesung

Tanjung Lesung menawarkan keindahan bawah laut buat kamu yang suka snorkeling dan diving. Misalnya terumbu karang aneka warna dan air laut biru kehijauan. Kamu juga bisa menikmati penginapan dan sarana hiburan lain yang disediakan warga sekitar.

Tanjung LesungTanjung Lesung Foto: (dok. Istimewa)
  • Lokasi: Desa Tanjung Jawa, Kecamatan Panimbung, Kabupaten Pandeglang, Banten.
  • Harga tiket masuk: Rp 25 ribu di hari biasa dan Rp 40 ribu pada akhir pekan belum termasuk tarif parkir.

14. Pantai Sawarna

Pantai yang ini cocok buat para pecinta olahraga selancar. Dengan ombak yang kuat dan konsisten serta lingkungan aman, pengunjung bisa surfing tanpa rasa khawatir. Tentunya, pantai ini juga bisa dinikmati para pecinta snorkeling.

  • Lokasi: Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten
  • Harga tiket masuk: Rp 5 ribu di hari biasa dan Rp 10 ribu pada akhir pekan, belum termasuk tarif parkir.

15. Pantai Lontar

Destinasi wisata ini bisa jadi spot favorit kamu berburu sunset dan angin sepoi. Di sini juga tersedia jembatan pelangi yang membelah hutan mangrove sebagai benteng abrasi. Tentunya kamu bisa selfie, healing, atau sekadar jalan-jalan di sini.

  • Lokasi: Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten.
  • Harga tiket masuk: Rp 10 ribu belum termasuk parkir dan tarif masuk hutan mangrove.

16. Pantai Tanjung Layar

Seperti namanya, pantai ini memiliki tebing berbentuk menyerupai layar perahu kayu yang terbuka. Dikutip dari situs Indonesia Kaya, tebing ini bisa dilihat dari atas bukit yang bisa diakses lewat sebuah tangga. Pemandangan dari atas bukit memungkinkan pengunjung melihat langsung deburan ombak pantai, angin sepoi, dan pemandangan matahari tenggelam.

  • Lokasi: Dewa Wisata Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten.
  • Harga tiket masuk: Rp 10 ribu, belum termasuk parkir dan sewa perlengkapan liburan.

Buat detikers yang ingin piknik ke pantai di sekitar Jakarta, jangan lupa update informasi lebih dulu ya. Informasi harga tiket, parkir, transportasi, dan biaya lain memungkinkan persiapan liburan yang lebih baik.

(row/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Bekas Perumahan Elit Karyawan Bengkel Kereta di Medan, Kini Sepi Mencekam


Medan

Masa penjajahan Belanda meninggalkan banyak jejak di seluruh wilayah Indonesia. Salah satunya bekas perumahan elit karyawan bengkel kereta api di Jalan Bundar, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Sumatra Utara.

Pantauan detikcom melalui google maps, kawasan tersebut ditandai sebagai Deli Spoorweg Maatschappij (DSM) Wooncomplex. Di kawasan yang memang berbentuk bundar tersebut, ada beberapa rumah yang dulunya mungkin terlihat mewah dan megah.

Bekas perumahan elit karyawan bengkel kereta zaman Belanda.Bekas perumahan elit karyawan bengkel kereta zaman Belanda (google maps)

Sayang, rumah bergaya Eropa tersebut kini terlihat tidak layak ditempati. Beberapa bagian rumah sudah rusak dan runtuh meski dinding masih tegak berdiri. Pondasi rumah juga kuat, walau jendela dan pintu banyak hilang


Jalan sekitar rumah ditumbuhi semak belukar dan pepohonan rimbun, dengan lingkungan sekitar yang sangat sepi. Jika hujan, jalanan besar kemungkinan becek dan berlumpur. Jalanan di pinggir kawasan tersebut sebetulnya pernah diaspal, namun sudah rusak dan banyak bolong.

Sepanjang penelusuran detikcom, tidak ditemukan cukup lampu yang bisa memberi cukup penerangan. Bisa dipastikan, bekas komplek perumahan mewah tersebut sangat gelap dan sepi pada malam hari. Suasana sekitar mencekam karena memang tidak ada yang tinggal di rumah tersebut.

Sejarah Rumah Mewah Karyawan Bengkel Kereta

Perumahan Elit Bengkel Kereta Api Kolonial Belanda di Medan (Nizar Aldi/detikcom)Bekas perumahan elit kayawan bengkel kereta api zaman Belanda di Medan (Nizar Aldi/detikcom)

Menurut ahli sejarah M Azis Rizky Lubis dari Universitas Sumatera Utara (USU), komplek rumah mewah di Jalan Bundar itu dibangun tahun 1919. Komplek dibangun saat pembentukan werkplaats atau bengkel kereta api di sekitar lokasi.

Perumahan elit dibangun untuk karyawan bengkel kereta sehingga bisa bekerja dengan baik. Tempat tinggal dan lokasi kerja tidak berjarak terlalu jauh. Komplek rumah tidak dibangun bersamaan dengan pembentukan perusahaan kereta Deli Spoorweg Matschappij tahun 1886.

“Perumahan dibangun untuk karyawan bengkel kereta api termasuk juga mess bagi sekolah perkeretaapian yang mau berkunjung,” ujar Azis dikutip dari detikSumut.

Di sekitar perumahan karyawan bengkel kereta, ada juga komplek elit bagi orang Eropa. Pembangunan dua komplek ini berdekatan dengan perkebunan Helvetia. Menurut Aziz, pembangunan komplek mewah ini menjadikan wilayah Pulo Brayan kawasan elit.

Ketika Jepang masuk Indonesia, perumahan ini menjadi area pengungsian orang-orang Eropa. Hal ini disebabkan area komplek dekat dengan Pelabuhan Belawan, yang diharapkan dapat memudahkan mobilisasi orang Eropa.

Riwayat Deli Spoorweg Maatschappij (DSM)

DSM adalah perusahaan kereta api swasta yang berdiri tahun 1883. Pusat kegiatan perusahaan ini adalah Sumatra bagian timur dengan fokus utama mengangkut hasil bumi yang akan diekspor. Misal tembakau dari daerah dataran tinggi.

Dikutip dari paper Pengambilalihan N.V. Deli Spoorweg Maatschappij di Sumatra Utara 1857-1963 oleh Ibnu Murti Hariyadi, DSM diambil alih pada tahun 1957-1963. Perusahaan kemudian mengalami nasionalisasi dan bergabung dalam PT KAI.

(row/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Di Bangunan Ini, Pribumi Kaya Zaman Belanda Menabung Uang Mereka



Mataram

Sebuah bangunan bercat cokelat dengan banyak jendela masih berdiri kokoh di pusat Kota Mataram, NTB. Di bangunan itu, pribumi kaya zaman Belanda menabung uang.

Bangunan dengan jendela besar dari kayu itu adalah bekas Bank Dagang Belanda. Bangunan yang berdiri di kawasan Ampenan, Nusa Tenggara Barat (NTB) itu ternyata menyimpan sejarah panjang.

Dari luar, tidak ada lumut maupun jenis tumbuhan lain yang mengotori tembok bangunan tersebut. Hanya saja, catnya tampak sedikit terkelupas. Maklum, usia gedung bekas Bank Dagang Belanda itu sekitar 131 tahun alias lebih dari seabad.


“Sebenarnya nggak ada yang spesial atau khusus dari material bangunannya, materialnya seperti batu, bata, sama pasir pakai dari sini semua, nggak ada yang didatangkan langsung dari Belanda. Cuma yang membedakan itu ada pada perlakuan mereka saja,” kata budayawan Sasak, Lalu Sajim Minggu (25/5/2025).

Menurut Mik Sajim, sapaan akrabnya, orang-orang Belanda yang datang ke Ampenan punya beberapa teknik berbeda dengan kebanyakan warga pribumi saat membangun rumah.

“Misalnya, untuk pasir di aduk-aduk dulu berhari-hari, sampai jerih airnya, dan debunya sudah hilang. Untuk kapur, juga diaduk. Sedangkan untuk bata, juga direndam berhari-hari, agar saat dipasang, daya serapnya bisa menarik pasir, semen dan batu,” jelas Mik Sajim.

Tidak hanya itu, orang Belanda kala itu juga memperlakukan bata-bata yang digunakan untuk membangun gedung bekas Bank Dagang Belanda di Ampenan itu dengan spesial.

“Batu-batu yang dipakai benar-benar dibersihkan satu per satu, pokoknya nggak boleh kena debu. Kalau dari aspek tenik (kala itu), agar tidak ada rongga-rongga udara di dalamnya. Kalau masuk udara bisa menimbulkan korosi,” tuturnya.

Mik Sajim menjelaskan untuk material bangunan Bank Dagang Belanda kala itu, orang-orang Belanda menggunakan kapur asal Sekotong, Lombok Barat, sebagai bahan campuran. Sementara untuk kayu, mereka menggunakan kayu dari daerah Lingsar, Suranadi, Lombok Barat.

“Nah, kalau untuk batu, mereka pakai batu dari Jangkuk, Narmada. Dulu itu, batu-batunya dibersihkan satu per satu, biar nggak ada yang melekat. Saking kuatnya, lihat saja Jembatan Gantung di Gerung yang dibangun 1936 dan selesai 1938, bahan pembuatannya sama. (Saking kuatnya), nggak ada satu batu-pun yang lepas (sampai sekarang),” beber Mik Sajim.

Bekas bangunan Bank Dagang Belanda di dalam kawasan Eks Pelabuhan Ampenan itu dibangun pada akhir tahun 1800. Namun sejak para tentara Belanda mundur pada kisaran tahun 1941 dan tentara Jepang masuk, bangunan itu tak lagi dijadikan sebagai Bank Dagang.

Meski sudah berumur 131 tahun, bangunan ini tetap kokoh berdiri, seakan tak termakan usia. Lokasi bekas Bank Dagang Belanda ini berada di dalam kawasan eks Pelabuhan Ampenan, di Mataram.

Gedung tinggi dan kokoh ini berada di bagian kanan area eks Pelabuhan Ampenan. Untuk menjaga kebersihan, dan menghindari aksi vandalisme, pemerintah menutup area depan bank.

Bank Ini Hasil Politik Balas Budi Belanda

Bank Dagang Belanda dibangun pada 1894 atau abad 19. Jauh sebelum Indonesia merdeka. Gedung ini dibangun sebagai bentuk politik etis atau politik balas budi pada abad 19, antara Belanda dengan pribumi.

“Jadi, ketika Belanda datang dulu, ada politik etis, atau politik balas budi yang dilakukan Belanda kepada pribumi. Ada beberapa upaya yang dilakukan (orang-orang Belanda kala itu), yakni perbaikan dalam bidang pendidikan, dan di bidang ekonomi. Nah, di bidang ekonomi ini pemerintah kolonial Belanda mendirikan pegadaian dan perbankan (salah satunya Bank Dagang Belanda di Ampenan),” ungkap Mik Sajim.

Dia menjelaskan Bank Dagang Belanda dulunya diperuntukkan sebagai tempat menabung para pribumi berduit.

“Ini (Bank Dagang Belanda) untuk memfasilitasi masyarakat sudah mulai bangkit perekonomiannya (usaha pertanian dan usaha lainnya). Pribumi yang kaya-kaya ini bisa menampung hasil pertaniannya pada bank yang dibangun tersebut,” beber Mik Sajim.

Dia bercerita, bekas Bank Dagang Belanda ini memiliki ciri khas yang tidak dimiliki oleh bank-bank pada umumnya. Bank ini punya 12 jendela dengan ukuran besar. Posisinya ada di timur dan utara bangunan.

“Kalau tidak salah jumlahnya ada 12 jendela, ada di timur dan utara, pokoknya lengkap,” jelasnya.

Bekas Bank Dagang Belanda ini tidak lagi beroperasi sejak Jepang masuk ke Mataram. “Sekitar tahun 1942 (sudah tutup). Semoga bisa jadi cagar budaya (karena ini salah satu peninggalan sejarah) pada abad 19,” tandasnya.

Sementara itu, Zahra, warga Mataram mengaku tidak mengetahui keberadaan Bank Dagang Belanda di dalam kawasan eks Pelabuhan Ampenan.

“Baru tahu, soalnya kalau ke sini, area di situ (Bank Dagang Belanda) suka ditutup pagar. Jadi tidak kelihatan dari luar, saya tahunya itu bangunan saja, tapi tidak ada petunjuk berula papan informasi, kalau itu bekas Bank Dagang Belanda,” ujarnya saat ditemui di eks Pelabuhan Ampenan.

——-

Artikel ini telah naik di detikBali.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Itinerary Mode Hemat ke Karimunjawa 3 Hari 2 Malam



Jakarta

Karimunjawa bisa menjadi destinasi berikutnya untuk dijelajahi. Ikuti itinerary ini untuk liburan mode hemat di taman nasional yang dijuluki The Paradise of Java atau Java Carrebean Sea.

Karimunjawa di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah mempunyai banyak pulau cantik dan pesona taman laut yang sudah semestinya masuk dalam wishlist traveler. Tidak harus mahal, liburan ke Karimunjawa bisa dilakukan dengan paket wisata murah dengan bergabung dalam open trip.

Baru pertama kali ke Karimunjawa atau mau bernostalgia dengan keindahannya yang tak berubah? Intip itinerary 3 hari 2 malam berikut ini.


Itinerary Mode Hemat 3 Hari 2 Malam

Hari 1

07.00: Berangkat dari Pelabuhan Kartini Jepara menuju Karimunjawa menggunakan kapal feri.
09.00/12.00: Tiba di Karimunjawa dan check-in di penginapan. Makan siang di warung lokal.
14.00-15.30: Treking di Hutan Mangrove Karimunjawa
16.00: Berenang dan berburu sunset di Pantai Ujung Gelam
18.30: Makan malam di warung-warung lokal dan menikmati suasana malam di Karimunjawa.

Hari 2

07.00: Sarapan di warung lokal. Persiapan tur hoping island menuju Pulau Cemara Kecil, Pulau Cemara Besar, dan Pulau Geleang.
16.00: Pantai Laendra Sunset Beach untuk melihat sunset.
18.30: Kembali ke penginapan dan makan malam di warung lokal.

Hari 3

07.00: Sarapan di warung lokal dan persiapan pulang dengan kapal ke Jepara.

Jadwal dan Tarif Kapal dari Jepara ke Karimunjawa

Jadwal kapal Express Bahari

Jepara – Karimunjawa

Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat: 09.00 – 11.00
Sabtu: 11.00 – 13.00

Karimunjawa – Jepara

Rabu, Minggu: 11.00 – 13.00
Kamis, Senin: 13.00 – 15.00
Jumat, Sabtu: 07.00 – 09.00

Tarif kapal Express Bahari

Jepara – Karimunjawa

VIP Rp 230.000
Eksekutif Rp 200.000
* Harga sudah termasuk asuransi & pass pelabuhan.

Karimunjawa – Jepara

VIP Rp 230.000
Eksekutif Rp 200.000
* Harga sudah termasuk asuransi & pass pelabuhan.

(bnl/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
image : unsplash.com / Thomas Tucker

5 Destinasi yang Lebih Seru dari Bali tapi Belum Diketahui


Jakarta

Bali adalah destinasi wisata yang sudah terkenal dengan keindahan alam, budaya, dan perilaku baik para penduduknya. Kualitas akomodasi dan hospitality di Bali tak perlu diragukan lagi dengan kisaran harga beragam sesuai keinginan turis.

Namun, pesona Indonesia sebetulnya bukan sekadar Bali. Masih banyak spot wisata lain yang tidak kalah seru dan menyimpan pesona alam, budaya, serta keanekaragaman hayati. Travelers tentunya bisa memasukkan spot ini ke dalam wish list kamu selanjutnya.

5 Destinasi yang Bisa Jadi Lebih Seru dari Bali

Tujuan wisata ini bukannya tidak diketahui sama sekali para penyuka traveling dan penikmat keindahan alam. Namun mungkin belum banyak masuk dalam daftar spot liburan selanjutnya, meski sebetulnya sangat indah dan layak dikunjungi


1. Danau Labuan Cermin

Danau di BerauDanau di Berau (Mahyudin Alkadri/dTraveler)

Jam buka

Tiket masuk

Alamat

  • Desa Labuan Kelambu, Kecamatan Biduk-biduk, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur

Rute

  • Pengunjung dari Bandara Sepinggan melanjutkan perjalanan dengan pesawat lagi menuju Bandara Tanjung Redeb, Berau
  • Kemudian, pengunjung bisa menempuh perjalanan
    darat menuju Desa Biduk-Biduk dengan mobil sewaan seharga Rp 500 ribu dan waktu tempuh 6 jam
  • Setelah sampai di Desa Biduk-Bidu, pengunjung harus trakking selama 30-45 menit menuju Desa Labuan Kelambu.

Spot wisata yang juga dikenal sebagai Danau Dua Rasa ini punya keindahan yang tidak perlu diragukan. Air pada lapisan bawah punya rasa asin, sedangkan di lapisan tidka ada rasanya

“Salah satu destinasi wisata terbaik di Berau, Kalimantan Timur. Mudah diakses dan biaya transportasi cukup murah, apalagi jika datang beramai-ramai. Harap berhati-hati dengan barang bawaan, karena banyak monyet di sekitar lokasi,” tulis akun google Siti Komariah.

2. Kepulauan Kei

Pulau Kei. Kepulauan Kei terletak di Laut Banda, tepatnya di Maluku Tenggara, Indonesia. Kepulauan Kei adalah bagian dari Wallacea, gugusan pulau-pulau di Indonesia yang dipisahkan oleh perairan dalam dari landas kontinen Asia dan Australia.Pulau Kei di Kepulauan Kei (Getty Images/iStockphoto/fbxx)

Jam buka

Tiket masuk

Alamat

  • Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku

Rute

  • Naik pesawat menuju Bandara Internasional Pattimura, lalu menunggu pesawat menuju Bandara Karel Satsuitubun di Langgur, Pulau Kei Kecil, Kepulauan Kei.
  • Setelah mendarat, bisa sewa mobil menuju penginapan atau pelabuhan jika ingin menyebrang ke destinasi wisata pilihan.

Buat detikers yang ingin berwisata ke Kepulauan Kei, pastikan telah menyusun akomodasi dan ittinerary lain dengan baik. Karena, transportasi umum di wilayah ini terbatas dan mengandalkan sewa mobil atau kapal. Jika tak ada persiapan yang baik, rencana liburan dikhawatirkan tidak berjalan dengan baik.

Soal keindahan dan kesempatan healing di Kepulauan Kei tak perlu diragukan lagi. Wilayah dengan 119 pulau dan 6 diantaranya terbesar punya pasir putih terhalus di dunia. Air pantai dengan degradasi hijau ke biru plus biodiversity alamnya, bikin liburan kamu tidak bakal bisa dilupakan.

3. Wisata Bukit Pelalangan

Bukit Arosbaya, spot foto unik di MaduraBukit Arosbaya atau Bukit Pelalangan di Madura (Basri Bachtiar/d’Traveler)

Jam buka

Tiket masuk

  • Rp 5 ribu per orang belum termasuk parkir

Alamat

  • Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur

Rute

  • Pengunjung bisa ke Kota Surabaya lebih dulu dengan pesawat atau kereta, lalu menuju Jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya-Madura
  • Transportasi pilihan menuju Suramadu sebaiknya sewa mobil untuk mempermudah mobilisasi selama liburan
  • Setelah menyebrang Suramadu, mobil bisa diarahkan menuju Bangkalan lalu ikuti arah menuju Bukit Pelalangan.

Rencana liburan di Bukit Pelalangan harus disusun dengan baik, agar wisatawan bisa menikmati pesona bentang alam berwarna coklat ini. Di sini juga ada gua batu kapur yang sangat cantik dan bikin penasaran pengunjung.

Bukit Pelalangan menyediakan pemadangan sunset dan sunrise yang tentunya mempesona. Pengunjung tentu bisa mengabadikan momen ini dalam kameranya. Buat yang pengen healing, bukit dengan suasana tenang dan akses mudah ini adalah pilihan yang sangat cocok.

4. Danau Kaolin

Menengok keindahan danau Kaolin di Bangka TengahDanau Kaolin di Bangka Tengah (Deny Wahyono)

Jam buka

Tiket masuk

Alamat

  • Jl. Raya Toboali, Nibung, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung

Rute

  • Transportasi tercepat buat bagi yang ingin berkunjung ke Danau Kaolin adalah naik pesawat dan turun di Bandara Depati Amir di Pangkal Pinang
  • Setelah landing, perjalanan dilanjutkan dengan sewa mobil menuju Danau Kaolin.

Bentang alam ini terbentuk sebagai bekas galian tambang kaolin di masa lalu. Tanahnya menjadi putih dan tak bisa ditanami, sedangkan lubang galian berisi air yang bisa berubah warna bergantung kondisi cuaca.

Danau Kaolin bisa dikatakan sebagai spot wisata ikonik Bangka, yang naik daun setelah beredarnya film dan novel Laskar Pelangi. Selain sebagai spot wisata, Danau Kaolin bisa jadi lokasi pemotretan agenda lain.

5. Kawasan Argapura

Wisata Terasering Panyaweuyan, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.Wisata Terasering Panyaweuyan, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat (Dadan Kuswaraharja)

Jam buka

Tiket masuk

Alamat

  • Kabupaten Majalengka, Jawa Barat

Buat warga Jabodetabek dan sekitarnya yang tidak bisa pergi terlalu jauh saat liburan, Argapura bisa jadi pilihan healing dan relaksasi. Salah satu pesona di sini adalah Terasering Panyaweuyan yang dibangun untuk memudahkan usaha pertanian warga.

Daerah di sini juga dikenal sebagai salah satu yang paling sejuk, apalagi saat datang musim hujan. Berkunjung ke Argapura, detikers akan disuguhi pemandangan indah Gunung Ciremai plus spot sunset dan sunrise yang memanjakan mata.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

5 Kota Tua di Indonesia yang Cantik untuk City Walk Murah



Jakarta

Berwisata di kawasan kota tua jadi pilihan wisatawan yang suka berjalan kaki sambil melihat-lihat pemandangan. Berikut lima pilihan yang bisa dicoba:

Kawasan kota tua tak hanya menyimpan sejarah, tetapi juga pemandangan indah yang menarik untuk diabadikan. Traveler bisa foto-foto Instagramable di lima kawasan kota tua berikut ini:

1. Kota Tua Jakarta

Yang pertama ada Kota Tua Jakarta. Di sini, traveler bisa menjelajahi aneka gedung bersejarah peninggalan zaman kolonial Belanda. Dari Museum Fatahillah hingga Museum Wayang semuanya menarik untuk dikunjungi.


Kunjungi juga Museum Bank Indonesia (BI) dan Museum Bank Mandiri yang menyimpan sejarah perbankan Indonesia. Di sini, traveler bisa melihat mata uang dari zaman Nusantara sampai sekarang. Museum ini sering dijadikan tempat wisata edukatif oleh para pelajar.

2. Kota Lama Semarang

Wisata sejarah menjadi salah satu magnet di kawasan Kota Lama Semarang. Kota ini juga sering disebut Outstadt atau Little Netherland, karena bangunan-bangunan berusia 200-300 tahun sejak zaman kolonial Belanda.

Bahkan, bangunannya banyak yang masih berdiri megah. Selain estetik, Kota Lama Semarang merupakan wisata edukatif. Traveler bisa sambil jalan-jalan di kawasan memiliki luas total sebesar 31 hektar.

Gereja BlendukKota Lama Semarang Foto: (Gandung Adi Wibowo/d’Traveler)

Di sekitar kawasan Kota Lama Semarang juga banyak tersedia kafe, resto, dan bar yang menawarkan banyak menu kuliner. Bahkan sampai malam kota ini tetap hidup dan ramai dengan adanya tempat hiburan malam seperti Taman Srigunting, Museum Kota Lama, Gedung Marabunta, dan Gedung Marba.

3. Kota Tua Ampenan

Arsitektur bangunan ala kolonial masih berdiri kokoh di sepanjang jalan Kota Tua Ampenan. Bangunan-bangunan bergaya Belanda nampaknya meninggalkan banyak kenangan bagi warga yang bermukim di Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kota Tua Ampenan pernah menjadi satu-satunya pintu masuk ke pulau Lombok sejak abad 18 hingga abad 19. Pada masa itu, bangunan-bangunan ala Belanda itu sudah berdiri kokoh di sepanjang jalan menuju pantai Ampenan. Kota Ampenan pernah menjadi kota pelabuhan dan pusat perdagangan pada sekitar tahun 1924 hingga sekitar tahun 1960.

4. Kayutangan Heritage

Di Malang, Jawa Timur ada Kayutangan Heritage, kawasan kota tua dengan bangunan-bangunan bergaya klasik yang bisa dijelajahi traveler. Di sini juga ada banyak kafe-kafe estetik yang bisa disinggahi.

Salah satunya adalah Cafe Kios Mera untuk merasakan sensasi nongkrong yang berbeda dari cafe lainnya. Dilengkapi dengan mini library dan barang-barang antik, membuat kafe tersebut terasa lebih vintage dan instagrammable untuk dijadikan spot foto.

5. Kawasan Jalan Braga

Terakhir ada kawasan Jalan Braga di Bandung yang asyik buat jalan-jalan. Jalanan ini dipenuhi dengan bangunan klasik yang Instagramable.

Selain berbagai hotel, restoran, kafe, dan mal, bangunan bergaya bergaya arsitektur Art Deco, kolonial Belanda, dan Indische, seperti Gedung Landmark dan Gedung Merdeka, yang masih berdiri kokoh menjadi daya pikat di jalan Braga.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

5 Tempat Wisata Baru di Jakarta yang Wajib Disambangi



Jakarta

Jakarta tidak hanya dikenal dengan gedung pencakar langit dan hiruk-pikuknya. Kota ini terus memperbarui wajahnya dengan menghadirkan ruang-ruang publik dan destinasi wisata baru yang lebih modern, ramah keluarga, dan Instagramable.

Buat kamu yang ingin jalan-jalan singkat tanpa perlu jauh-jauh ke luar kota, berikut 5 tempat wisata baru di Jakarta yang wajib banget disambangi!

1. Big Bounce Indonesia

Selama libur sekolah ini sampai 19 Juli 2025, traveler bisa menikmati permainan mantul-mantul di The Big Bounce Indonesia yang digelar di Community Park, Pantai Indah Kapuk 2. Jadi andalan PIK untuk menggaet pengunjung selama libur sekolah kali ini.


Wahana The Big Bounce dibangun dengan standar keamanan internasional. Seluruh arena dilengkapi SOP keselamatan. Wahana dibangun dengan menggunakan ratusan pasak fondasi yang mampu menahan beban hingga 200 kg per pasak, serta bumper pengaman di setiap sisi wahana. Tim medis dan kru profesional juga selalu siaga selama acara berlangsung.

Tiket dan Jadwal:

Wahana ini dibagi menjadi dua sesi per hari:

Pagi-Sore /Bounce Bright (10.00-15.30): Rp 185.000 (weekday) / Rp275.000 (weekend)
Sore-Malam/After Dark, pukul 16.30 WIB-21.30 WIB: Harga sama dengan sesi siang

Beberapa hari tertentu akan menampilkan pertunjukan spesial dengan harga berbeda. Terdekat Sabtu 12 Juli ini bakal ada DJ Una dan Kahitna yang menghibur pengunjung.

Anak-anak bermain di wahana The Big Bounce Indonesia di Community Park PIK 2, Tangerang, Banten, Jumat (20/6/2025). The Big Bounce Indonesia adalah wahana inflatable terbesar di Asia Tenggara yang memiliki luas 35 ribu meter persegi.Anak-anak bermain di wahana The Big Bounce Indonesia di Community Park PIK 2, Tangerang, Banten, Jumat (20/6/2025). The Big Bounce Indonesia adalah wahana inflatable terbesar di Asia Tenggara yang memiliki luas 35 ribu meter persegi. Foto: Andhika Prasetia

2. Family Mart, Trinity Tower

Family Mart Trinity TowerFamily Mart Trinity Tower Foto: 20Detik – Daffa Ridwan

Buat traveler yang menikmati pemandangan gedung indah di Jakarta bisa mendatangi Family Mart, Trinity Tower. Kalian juga bisa melihat Light Rail Transit (LRT) yang lewat di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Tempat nongkrong gratis dengan view gedung tertinggi di Jakarta ini berlokasi di lantai 3 (area retail & food court Trinity Tower), tepatnya berada di Jalan H.R. Rasuna Said No. 6, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan. Jadi bisa nongkrong sambil ngopi-ngopi bareng rekan kerja di sini.

3. Up At Thamrin Nine

Wisata baru di Jakarta berikutnya adalah UP at Thamrin Nine di Autograph Tower menawarkan pengalaman menatap Jakarta dari titik tertinggi. Dari ketinggian 385 meter, hamparan gedung-gedung menjulang, siluet pegunungan, hingga Kepulauan Seribu di ibu kota tampak memukau dari angkasa.

Autograph Tower memiliki tinggi 385 meter dan 109 lantai. Autograph Tower menjadi sejarah sebagai gedung tertinggi di Jakarta yang sekaligus menjadi wajah baru kawasan pusat bisnis di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat.

Di sini traveler juga bisa menatap lurus ke kaki gedung melalui glass floor alias lantai kaca. Juga, menatap Jakarta dengan berayun-ayun dengan ayunan selama 2-3 menit.

Untuk menuju ‘puncak’ Jakarta itu, traveler bisa datang langsung ke Autograph Tower. Pengunjung dikenai tarif masuk Rp 100 ribu pada pagi hari dan Rp 130 ribu saat jam-jam favorit mulai sore hingga malam.

Banyak yang bilang, lokasi ini asyik banget buat menyaksikan sunset dan city light Jakarta. Setelah mengantongi tiket yang bisa dibeli secara online dan offline, pengunjung bakal diarahkan menuju lift yang memiliki kecepatan menakjubkan. Lift ini menjadi lift tercepat di Indonesia dengan kecepatan 540 m/menit. Lift itu juga spesial dengan mampu melakukan perjalanan sampai 344 meter.

Sejumlah pengunjung tampak antusias menikmati panorama kota Jakarta dari ketinggian di Sejumlah pengunjung tampak antusias menikmati panorama kota Jakarta dari ketinggian di “Up at Thamrin Nine”, Autograph Tower, Jakarta Pusat, Jumat (4/7/2024). Berada di ketinggian 385 meter, destinasi ini menawarkan pengalaman menakjubkan menikmati pemandangan 360 derajat Ibu Kota dari gedung pencakar langit tertinggi di Indonesia. Foto: Grandyos Zafna

4. Kepulauan Seribu

Meski bukan tempat wisata yang baru, namun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta minggu lalu baru menambah 2 kapal dua kapal wisata baru menuju Kepulauan Seribu yang diluncurkan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo.

Untuk menuju Kepulauan Seribu, wisatawan dapat mengakses Dermaga Kali Adem dan Marina Ancol dengan tarif yang berbeda-beda. Melalui Dermaga Kali Adem, para pengunjung bisa memanfaatkan kapal kayu dengan tarif sekitar Rp 50 ribu hingga Rp 80 ribu, serta bisa juga menggunakan kapal Dishub DKI Jakarta dengan tarif sekitar Rp 44 ribu hingga Rp74 ribu.

Rute operasional kapal wisata untuk pulau cagar budaya, yakni Pelabuhan Penumpang Muara Angke – Pulau Cipir – Pulau Onrust – Pulau Kelor – Pulau Bidadari – (kembali ke Pelabuhan Muara Angke).

Sedangkan waktu operasional dibagi menjadi empat waktu keberangkatan yakni pukul 08.00; 10.00; 12.00; dan 14.00 WIB. Kapal wisata Paus 2 dan Paus 3 memiliki kapasitas delapan puluh penumpang dengan biaya retribusi tiket kapal wisata sebesar Rp 49.000.

Pramono luncurkan dua kapal untuk transportasi di Kepulauan Seribu. (Brigitta/detikcom)Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meluncurkan dua kapal untuk transportasi di Kepulauan Seribu. (Brigitta/detikcom) Foto: Pramono luncurkan dua kapal untuk transportasi di Kepulauan Seribu. (Brigitta/detikcom)

5. Taman Literasi Martha Christina Tiahahu – Blok M

Pemprov DKI Jakarta juga kini mengaktifkan kembali area Blok M. Selain terminal yang lebih segar, kehadiran Taman Literasi Martha Christina Tiahahu yang baru direvitalisasi juga bisa menarik pengunjung. Taman ini mengusung tema literasi dengan area baca terbuka, ruang komunitas, taman bermain anak, amfiteater mini, hingga kafe estetik. Lokasinya super strategis dekat MRT Blok M BCA, jadi gampang banget buat dikunjungi saat akhir pekan.

– Lokasi: Blok M, Jakarta Selatan
– Tiket masuk: Gratis
– Fasilitas: Area baca, taman bermain, kafe

Suasana warga menikmati libur akhir pekan di Taman Literasi, Jakarta.Suasana warga menikmati libur akhir pekan di Taman Literasi, Jakarta. Foto: Kurniawan Fadilah/detikcom

(ddn/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Jelajahi Gresik, Temukan Keindahan Wisata Religi dan Industri yang Menarik



Gresik

Gresik merupakan sebuah kota di Jawa Timur, dikenal luas sebagai Kota Santri sekaligus Kota Industri yang berkembang. Dua identitas ini menjadikan Gresik sebagai destinasi yang menarik, karena mampu memadukan kekayaan spiritual dengan kemajuan modern.

Keunikan inilah yang membuat Gresik banyak dikunjungi oleh wisatawan, terutama mereka yang ingin mendapatkan pengalaman baru dalam hal religi dan perkembangan daerahnya.

Wisata Religi yang Sarat Makna Sejarah

Sebagai salah satu gerbang awal penyebaran Islam di Pulau Jawa, Gresik memiliki berbagai situs religi yang tidak hanya bersejarah, tetapi juga memiliki nilai spiritual yang mendalam.


Makam Sunan Maulana Malik Ibrahim

Sunan Maulana Malik Ibrahim adalah tokoh penting dalam penyebaran agama Islam di Jawa pada abad ke-14. Makam beliau terletak di pusat kota Gresik dan dikenal karena batu nisannya yang menyerupai lunas kapal dan terbuat dari marmer Gujarat. Lokasinya mudah diakses dan terbuka untuk umum selama 24 jam tanpa dipungut biaya.

Bacapres Anies Baswedan ziarah ke makam Sunan Maulana Malik Ibrahim di Gresik. Ziarah tersebut bertepatan dengan Haul Sunan Gresik.Makam Sunan Maulana Malik Ibrahim. (Jemmi Purwodianto/detikJatim)

Makam Sunan Giri dan Masjid Giri Kedaton

Tempat ini menjadi salah satu tujuan ziarah utama, sekaligus pusat dakwah Islam yang telah berdiri sejak tahun 1487. Berada di Bukit Giri, pengunjung dapat menikmati panorama kota Gresik hingga kawasan pesisir dari ketinggian.

Bangunan masjidnya pun masih mempertahankan ukiran kayu asli yang telah berusia lebih dari lima abad.

Makam Nyai Ageng Pinatih dan Siti Fatimah binti Maimun

Kedua makam ini merupakan situs ziarah tertua di kawasan Asia Tenggara. Terutama Makam Siti Fatimah, yang memiliki kubah bergaya arsitektur Hindu-Buddha, menjadi bukti awal masuknya Islam ke Nusantara sejak abad ke-11.

Makam Nyai Pinatih GresikMakam Nyai Pinatih Gresik. (SIDITA JATIM)

Selain kegiatan ziarah, wisatawan juga dapat mencicipi kuliner khas Gresik seperti nasi krawu dan otak-otak bandeng, yang memperkaya pengalaman spiritual dengan cita rasa lokal yang autentik.

Industri Modern yang Mendorong Pertumbuhan

Di balik sisi spiritualnya, Gresik juga merupakan salah satu pusat industri terbesar di Indonesia. Salah satu kawasan unggulan adalah JIIPE (Java Integrated Industrial and Ports Estate), kawasan industri terpadu yang menggabungkan zona industri, pelabuhan laut, dan pemukiman modern.

Sejak diresmikan pada tahun 2018, JIIPE menjadi rumah bagi ratusan industri, serta memiliki akses langsung ke jalur tol, Bandara Internasional Juanda, dan Pelabuhan Tanjung Perak. Kawasan ini menjadi salah satu penggerak utama roda ekonomi di wilayah Jawa Timur.

Selain itu, industri besar seperti Semen Gresik dan Petrokimia Gresik memainkan peran penting dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri. Semen Gresik menyumbang sekitar 41% dari total pasokan semen nasional, sementara Petrokimia Gresik memasok sekitar 50% pupuk bersubsidi di Indonesia.

Gresik menunjukkan bahwa kemajuan industri dan kekuatan spiritual dapat berjalan beriringan, menjadikannya kota yang terus berkembang tanpa melupakan akar budayanya.

Integrasi Religi dan Industri dalam Pembangunan Daerah

Identitas Gresik sebagai kota yang religius dan sekaligus industrial telah terbangun sejak lama. Pemerintah daerah terus mengembangkan konsep wisata religi terintegrasi, yang tidak hanya menghubungkan tempat-tempat ziarah, tetapi juga melibatkan pelaku UMKM lokal dan kawasan industri dalam satu jalur wisata yang tertata dengan baik.

Salah satu gagasan andalan Pemkab Gresik adalah membentuk konsep jalur sutra lokal, yang mengintegrasikan budaya, ekonomi kreatif, dan nilai religius sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.

Dengan keunikan ini, Gresik menjadi pilihan ideal bagi wisatawan yang ingin memahami jejak sejarah dan nilai-nilai keagamaan, sambil melihat langsung dinamika industri modern yang berkembang di tanah Jawa Timur.

(upd/wsw)



Sumber : travel.detik.com