Tag Archives: pelaku

Catat, Ini yang Harus Kamu Lakukan Kalau Ada Maling Masuk Rumah


Jakarta

Sebuah rumah di Jalan Capoa, Kota Makassar, Sulawesi (Sulsel) belum lama ini mengalami kemalingan. Sejumlah uang hingga perhiasan emas di rumah itu dicuri oleh maling.

“10 gram gelang, 2 gram gelang anak, 2 gram cincin, 1 gram cincin anak, serta uang tunai 4 juta (dicuri pelaku),” ujar Kanit Res Polsek Tallo, Iptu Saiful Basir dikutip dari detikSulsel, Senin (19/8/2024).

Pelaku membobol masuk dengan mencungkil pintu, lalu mengacak-ngacak isi kamar dan mencuri harta benda di dalamnya. Taksiran kerugian yang dialami pemilik rumah sebesar Rp 23,5 juta.


Aksi pencurian itu terjadi pada Senin (12/8) sekitar pukul 20.00 Wita. Korban sedang tidak ada di lokasi ketika kejadian.

Tindak kejahatan seperti ini bisa terjadi di waktu-waktu yang tidak terduga, baik ketika ada penghuni atau tidak. Oleh karena itu, kamu perlu tahu langka-langkah yang harus dilakukan kalau ada maling di rumah.

Mengutip Safewise, Senin (19/8/2024), ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan bila curiga rumahmu sedang disusupi maling.

Cara Menghadapi Maling di Rumah

1. Diam-diam Periksa Kondisi Sekitar

Waktu sangat penting, jadi cepatlah memeriksanya. Tarik napas dalam-dalam dan dengarkan baik-baik atau periksa peringatan kamera keamanan atau bel pintu video di ponsel Anda.

Lihat apakah kamu bisa membedakan antara gerakan hewan peliharaan dan suara pipa normal serta suara langkah kaki, pecahan kaca, pintu terbuka, atau menyeret benda dan furnitur.

2. Tetap Tenang

Dalam situasi yang menakutkan, wajar kalau adrenalin dan detak jantungmu melonjak. Coba untuk tarik napas dalam-dalam beberapa kali untuk menenangkan pikiran dan tubuh sehingga kamu bisa memutuskan apa yang harus dilakukan selanjutnya.

3. Utamakan ‘Kabur’

Kalau kamu sudah memastikan ada seseorang di rumahmu atau jika kamu masih mencurigainya setelah mengambil jeda, jangan dilawan! Segera cari jalan keluar dari rumah.

Carilah jendela tempat kamu bisa keluar dengan aman atau tempat untuk bersembunyi jika kamu nggak bisa melarikan diri.

4. Bersembunyi di Tempat Aman

Kalau kabur bukan menjadi pilihan karena keberadaan si maling menghalangi arah pintu keluar atau jendela, cari tempat aman untuk bersembunyi.

Kamu bisa bersembunyi dan mengunci diri di kamar mandi, kamar tidur, atau bahkan lemari. Kunci pintunya, dan jika memungkinkan, buat barikade.

5. Telpon Polisi

Setelah semua langkah di atas kamu lakukan, saatnya kamu mencari bantuan. Kamu bisa segera menghubungi polisi atau petugas keamanan terdekat.

Sebagai langkah antisipasi, penting bagi kamu untuk selalu menyimpan nomor-nomor darurat yang bisa dihubungi kapanpun.

6. Foto dan Video Sangat Membantu

Kalau kamu berada dalam posisi di mana kamu dapat melihat penyusup, hafalkan semuanya. Jika kondisi memungkinkan, mengambil beberapa foto atau video akan sangat membantu.

Hal ini akan sangat berguna bila maling penyusup berhasil kabur sebelum polisi tiba. Pengamatan kamu bisa sangat berguna untuk memberi gambaran rinci tentang berat badan, jenis kelamin, tinggi badan, pakaian, kendaraan, dan arah perjalanan.

Ini akan memudahkan polisi melacak penyusup dan mencegah mereka menjadikan rumah lain sebagai korban. Kamu juga harus mencatat semua yang rusak atau dicuri sehingga kamu bisa membuat laporan terperinci untuk polisi dan mulai memulihkan diri dari pembobolan.

Pembobolan bisa menjadi pengalaman yang menakutkan dan traumatis, namun sedikit persiapan dapat membantu kamu mencegah gangguan di rumah dan tetap tenang jika hal itu terjadi.

Luangkan waktu untuk memeriksa dan meningkatkan keamanan rumah dan mempraktikkan protokol pembobolan di rumah seperti saat kamu melakukan latihan kebakaran atau gempa bumi.

Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

(dhw/dna)



Sumber : www.detik.com

Lagi Renovasi Rumah Tiba-tiba Diminta ‘Uang Keamanan’, Harus Apa?



Jakarta

Renovasi rumah diperlukan ketika ada bagian-bagian bangunan yang rusak serta menjadikan rumah lebih bagus dan sesuai selera. Saat melakukan renovasi, penting untuk meminta izin tetangga karena bisa saja mengganggu akibat bising atau debu yang ditimbulkan.

Pengacara Properti, Muhammad Rizal Siregar mengatakan, mengubah bangunan dapat dilakukan jika sudah memiliki Persetujuan Bangunan Gedung atau PBG. Dokumen itu merupakan perizinan yang diberikan kepada pemilik bangunan gedung untuk membangun baru, mengubah, memperluas, mengurangi, dan/atau merawat bangunan gedung sesuai dengan standar teknis bangunan gedung.

Namun, bagaimana kalau sedang renovasi rumah, sudah sesuai aturan dan mendapat izin tetangga, tiba-tiba didatangi sejumlah oknum yang meminta ‘uang keamanan’?


Rizal mengatakan, jika ada pihak-pihak, baik perorangan maupun organisasi masyarakat, yang meminta uang ketika pemilik rumah melakukan renovasi, maka mereka bisa disebut sebagai pelaku pungli. Pelaku pungli tersebut termasuk dalam KUHP dan bisa dijerat hukum berdasarkan pasal 368 ayat 1.

“Siapapun yang mengancam atau memaksa orang lain untuk memberikan sesuatu, terancam pidana penjara paling lama 9 tahun. Namun, jerat hukum itu berlaku untuk pelaku pungli yang bukan termasuk anggota pihak berwenang atau pemerintahan, melainkan atas nama organisasi kepemudaan,” kata Rizal saat dihubungi detikcom, Kamis (22/8/2024).

Apabila benar terjadi pungli, kata Rizal, bisa segera dilaporkan ke pihak berwajib. Misalnya, pihak kepolisian setempat.

“Jika hal tersebut terjadi, maka dapat dilaporkan pada kepolisian setempat,” pungkasnya.

(abr/zlf)



Sumber : www.detik.com

Saat Mitos Santet Kalah dengan Perburuan Gigi Megalodon di Gua Sukabumi



Sukabumi

Di Sukabumi, ada satu gua yang lekat dengan mitos santet. Namun semua itu lenyap ketika muncul fenomena perburuan gigi Megalodon. Bagaimana ceritanya?

Demam perburuan fosil gigi Hiu Megalodon sempat melanda kawasan Pajampangan, Kabupaten Sukabumi pada tahun 2021 silam, terutama di wilayah Kecamatan Surade.

Kala itu, fosil-fosil gigi hiu itu dihargai cukup tinggi oleh para kolektor. Hal ini pula yang kemudian menghilangkan mitos di Gua Kolotok, saksi bisu kisah kelam santet di Pajampangan.


Gua ini berada di Desa Jagamukti, Kecamatan Surade, Sukanumi. Disebut Kolotok, karena mulut gua itu dahulunya disebut mirip kalung kerbau.

Gua itu memiliki lebar mulut sekitar 1,5 meter dan panjang sekitar 4 meter. Ssmakin dalam, ruangan di dalam gua itu semakin lebar dan luas.

Kedalamannya yang mencapai 30 meter hingga 40 meter menjadikan gua ini tempat yang hampir mustahil untuk keluar bagi siapa pun yang dibuang ke sana.

Gua Kolotok di Sukabumi.Gua Kolotok di Sukabumi Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar

Penambangan fosil gigi hiu megalodon, yang dikenal dengan nama lokal huntu gelap, telah menyebabkan kerusakan parah pada gua Kolotok. Warga setempat menganggap fosil gigi hiu sebagai barang berharga.

Namun tanpa disadari, aktivitas ini juga menghancurkan salah satu tempat bersejarah yang terkait dengan masa lalu gelap masyarakat Pajampangan.

Menurut Apay Suyatman, Kades Jagamukti, penambangan fosil gigi hiu ini pertama kali dimulai di Desa Gunung Sungging, yang berbatasan dengan Jagamukti.

Desa Gunung Sungging dulu merupakan satu desa yang kemudian dibagi menjadi dua, dan kini penambangan liar terus berlangsung meskipun sudah sering diadakan razia oleh aparat kepolisian.

“Penambangan fosil gigi hiu megalodon ini memang sudah berlangsung lama. Warga yang terlibat merasa bingung karena mereka sudah sangat bergantung pada hasil temuan ini. Beberapa waktu lalu, aparat bahkan melakukan razia dan menangkap para pelaku, namun penambangan tetap berjalan,” tambah Suyatman.

Keberadaan Gua Kolotok yang kini rusak dan tidak terawat adalah simbol dari bagaimana kepercayaan terhadap santet dan teluh masih memengaruhi masyarakat Pajampangan.

Meskipun banyak yang mulai meragukan kebenaran tentang santet, cerita dan kepercayaan terhadap ilmu hitam ini tetap hidup di kalangan warga.

Suyatman menyadari bahwa kepercayaan terhadap santet di Pajampangan tak mudah hilang begitu saja, tetapi ia tetap berusaha memperkenalkan pemahaman yang lebih rasional dan bijaksana kepada masyarakat.

“Kami ingin cerita tentang Gua Kolotok yang penuh mistis ini bisa berubah menjadi tempat wisata budaya yang mengedepankan sejarah dan kearifan lokal. Namun, itu semua harus dimulai dengan mengubah stigma buruk tentang teluh yang sudah sangat melekat di masyarakat,” ujar Suyatman, menutup percakapan panjang tentang bagaimana Gua Kolotok dan santet masih menjadi bagian dari masa lalu yang sulit untuk dilupakan.

Jejak Perburuan Gigi Megalodon

Jejak perburuan Huntu Gelap di kawasan itu terlihat dari adanya lubang-lubang galian di sekitar lokasi Gua Kolotok. Lubang itu menggunakan Pasangan, sejenis penahan kayu yang dipasang mengikuti alur gua agar tidak terkena longsor.

Bagi banyak tokoh dan warga Pajampangan, upaya untuk melawan stigma negatif tentang teluh dan santet menjadi perjuangan panjang yang penuh tantangan.

Seiring dengan zaman yang terus berubah, kepercayaan terhadap ilmu hitam ini mulai dipertanyakan. Namun, stigma tersebut masih menghantui wilayah ini, menjadikan Pajampangan sering diidentikkan dengan santet.

Seperti yang dijelaskan oleh Kyai Asep Mustofa, Ketua MUI Kecamatan Surade, pandangan terhadap teluh dan santet seringkali berakar dari kesalahpahaman dan niat buruk antar individu.

“Teluh ini identik dengan sebutan santet. Secara umum, teluh itu dikenal dengan santet, tapi yang ramai dibicarakan di luar itu adalah teluh dan sebagainya. Ketika ditelusuri lebih dalam, siapa ahli teluh, siapa yang dianggap tukang teluh, itu sangat sulit untuk dibuktikan,” katanya.

Kyai yang dikenal dengan sebutan Asmu Bentang ini menekankan bahwa, menurut ajaran Islam, praktik santet jelas haram, namun yang lebih penting adalah niat di baliknya.

“Ada praktik mencelakakan orang lain, menabur sesuatu dengan tujuan tidak baik itu ada. Tapi untuk kita mengidentifikasi siapa yang melakukannya, itu sangat berat. Kita harus hati-hati agar tidak terjebak fitnah,” ujar Kyai Asep.

——-

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Ini Desa Kanibal di Wilayah Danau Toba, Berikut Asal-usul Huta Siallagan


Jakarta

Danau Toba adalah wilayah dengan sejuta pesona alam, sejarah, dan budaya. Tak terkecuali Pulau Samosir yang bisa diakses dengan kapal motor untuk menyeberangi Danau Toba lebih dulu. Pesona kali ini berasal dari sejarah Huta Siallagan yang kini telah menjelma jadi cagar budaya.

Huta Siallagan pernah menerapkan kanibalisme sebagai upaya penegakan hukum. Dikutip dari situs Indonesia.go.id, kanibalisme diterapkan pada pelaku kejahatan yang diyakini punya ilmu hitam. Dalam praktik tersebut, hati dan jantung kriminal dimakan pemimpin suku agar memperoleh daya lebih besar.

Pelaku kriminal dihukum mati namun dengan tubuh dihancurkan lebih dulu, agar ilmunya hilang dan tidak membahayakan. Kepala pelaku kejahatan diletakkan di meja bulat, sedangkan badan disimpan di meja persegi. Badan pelaku dibuang di Danau Toba dan masyarakat tidak boleh beraktivitas di lokasi itu selama 7 hari.


Bagian kepala pelaku kejahatan diletakkan di gerbang Huta Siallagan, sebagai peringatan pada desa atau orang lain yang berniat buruk. Setelah membusuk, kepala pelaku dibuang di hutan belakang desa dan warga Huta Siallagan dilarang beraktivitas di area itu selama tiga hari.

Asal-usul Huta Siallagan

Huta Siallagan berada di Desa Ambarita, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatra Utara. Jarak huta berkisar 150 meter dari pinggiran Danau Toba tepatnya di Pulau Samosir bagian timur. Area perkampungan berada di atas lahan berbukit dekat Danau Toba.

Dikutip dari tulisan Raamja Sitinjak berjudul Peran Kosmologi Dalam Pembentukan Perkampungan Kuno Siallagan dari Universitas Jambi, huta atau desa adalah kesatuan tatanan sosial yang membentuk sistem kepemilikan tanah. Huta bersama sawah, ladang, dan hutan menjadi tanda adanya kelompok masyarakat serta penguasa marga.

Sehingga keberadaan huta sangat penting bagi suatu marga dalam aspek ekonomi, sosial, dan religius dalam keyakinan Batak Toba. Sesuai namanya, Huta Siallagan sangat penting bagi warga Siallagan yang menyimpan jejak dan sejarah bagi masyarakat Batak dan Sumatra Utara secara umum.

Huta Siallagan adalah desa kuno yang dibangun pada kepemimpinan Raja Laga Siallagan, seperti dijelaskan dalam tulisan berjudul Perancangan Infografis Video Animasi Potensi Wisata Desa Ambarita Huta Siallagan oleh Putri Pertiwi Pasaribu dari Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain (STSRD) VISI. Pemimpin selanjutnya adalah Raja Hendrik Siallagan dan Raja Ompu Batu Ginjang Siallagan.

Desa kuno ini dikelilingi tembok batu 1,5-2 meter untuk melindungi wilayah dari serangan binatang buas dan suku lain. Namun tembok ini menghalangi komunikasi dengan desa lain termasuk untuk para rajanya. Tanda masuk dan keluar desa ditandai dengan gerbang yang ditulis dengan aksara Batak dan Latin. Hingga kini, keturunan raja Siallagan ada yang masih tinggal di Desa Ambarita Huta Siallagan.

Tarif Masuk Huta Siallagan

Sebagai wisata unggulan Sumatra Utara, detikers tentu bisa mengunjungi desa ini di jadwal berikut

Jam buka

Setiap hari: 08.00-18.00.

Tarif masuk

Rp 10 ribu per orang.

Sebelum berkunjung, pastikan telah update jadwal buka atau operatur tur yang berpengalaman. Info terbaru memungkinkan detikers bisa menikmati semua aset budaya dan sejarah Huta Siallagan berikut fasilitas serta pelayanannya.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

Wisata Dadakan di Kulon Progo, Lihat Atraksi Layangan Naga



Kulon Progo

Area persawahan di Galur, Kulon Progo, kini jadi destinasi wisata baru. Warga atau traveler bisa menikmati kuliner lokal sambil menyaksikan atraksi layangan naga setiap akhir pekan.

Lokasi persawahan ini berdekatan dengan calon jembatan baru Pandansimo. Spot baru ini terletak di sisi barat Jembatan Pandansimo atau masuk wilayah Banaran, Galur, Kulon Progo. Setiap akhir pekan, area persawahan yang dibelah oleh Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) ini mendadak ramai jadi mirip seperti pasar tumpah.

Terdapat lebih dari 50 lapak UMKM yang berjejer rapi di sepanjang jalur tersebut. Mereka menawarkan pelbagai kuliner murah meriah, seperti sempol, jus, es teh, dan sebagainya.


Sembari menikmati jajanan, pengunjung bisa menyaksikan atraksi layangan naga yang diterbangkan oleh warga sekitar. Ukuran layangan bervariasi, mulai dari versi mini hingga yang paling besar dapat dilihat di sini.

“Di sini sekarang memang ramai terus, bahkan kemarin pas ada isu Jembatan Pandansimo mau dibuka untuk umum banyak yang berbondong-bondong ke sini, sampai jalannya macet,” ucap warga sekitar, Bendil, saat ditemui di lokasi.

Bendil mengatakan kehadiran calon jembatan baru Pandansimo menjadi salah satu alasan kenapa lokasi ini bisa ramai. Menurutnya banyak masyarakat dari luar Galur yang penasaran dengan kondisi terkini jembatan itu.

“Daya tariknya jembatan Pandansimo ini memang kuat, banyak yang pengin lihat kondisinya, karena penasaran sama desain jembatan yang memang terlihat bagus itu,” ujarnya.

Hal itu pula yang membuat banyak pelaku UMKM tertarik membuka lapak dagangan di sini. Termasuk halnya Bendil yang sejak sepekan terakhir bikin kedai yang menawarkan es inovasi bernama Es Kobar. Minuman ini terbuat dari campuran kelapa muda, potongan buah nangka, gula jawa cair, kolang kaling, cincau dan creamer kental manis. Rasanya manis dan ada sedikit sensasi gurih.

Artikel ini sudah tayang di detikJogja. Klik di sini untuk membaca selengkapnya.

(rih/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Ngulik Seni dan Desain di Tengah Kawasan Keren, Yuk Main ke ICAD 2025



Jakarta

Indonesian Contemporary Art and Design (ICAD) kembali digelar pada 10 Oktober-9 November 2025 di Kemang, Jakarta Selatan. Di gelaran yang ke-15 ini, detikTravel sempat berkunjung pada Jumat (17/10/2025) untuk menjelajahi dunia seni kontemporer dan kreatif yang menawarkan ide segar.

Vibe nyeni sudah terasa ketika memasuki lobi pelaksanaan acara di Grand Kemang, yang penuh instalasi seni. Beragam warna dan bentuk seperti menarik perhatian pengunjung untuk sekadar melihat, menyentuh, atau tenggelam bersama pemikiran para senimannya.


ICAD 2025 ini bukan hanya memamerkan karya seni keren, tetapi juga ikut merasakan atmosfer kreatif tepat di jantung Kemang. Saat ini, Kemang adalah kawasan yang baru-baru ini dinobatkan sebagai salah satu kawasan terkeren di dunia.

Sejak dimulai pada tahun 2009, ICAD telah menjadi wadah bagi para seniman, desainer, dan profesional industri kreatif untuk berkolaborasi. Melalui program Kemang 12730 yang dimulai pada tahun 2021, ICAD juga bermitra dengan pelaku industri lokal, mulai dari kuliner, fashion, hingga gaya hidup, untuk menampilkan sisi Kemang yang lebih semarak dan berwarna.

Banyak ide fresh yang ditawarkan dalam ICAD 2025 seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Saking freshnya ide kreatif para seniman, ada saja yang meluangkan waktu untuk nonton tiap tahun.

“Saya selalu datang ke ICAD setiap tahun, jadi ini seperti acara yang wajib diikuti dan tidak perlu registrasi, cukup pakai gelang ini,” kata Richard.

Saat memasuki area pameran, detikers akan menemukan beragam karya seni yang unik dan interaktif. Salah satunya terbuat dari barang-barang daur ulang yang disulap menjadi karya seni futuristik.

“Keren banget, banyak banget karya seni unik yang terbuat dari barang bekas di sini. Aku datang untuk jalan-jalan juga. Suasananya sangat menyenangkan dan ada banyak kafe dan toko lokal yang bisa dikunjungi,” ujar Emely, seorang pengunjung yang mengetahui ICAD 2025 melalui media sosial.

Di Kemang, lokasi pelaksanaan ICAD 2025, suasana urban berpadu dengan sentuhan artistik menjadikan agenda dan kawasan ini ideal bagi detikers yang ingin menikmati pengalaman kreatif. Kalau detikers mencari inspirasi artistik atau sekadar ingin menyaksikan pameran seni, Kemang dan ICAD 2025 wajib detikers kunjungi tahun ini.

(row/row)



Sumber : travel.detik.com