Tag Archives: pemandangan gunung

Daya Tarik, Fasilitas Umum, dan Harga Tiket Masuk


Jakarta

Ada banyak tempat wisata menarik di Bandung, salah satunya yang populer adalah Nimo Highland. Tempat ini selalu ramai dikunjungi wisatawan, terlebih saat akhir pekan dan memasuki musim liburan panjang.

Soalnya, ada banyak aktivitas seru yang bisa kamu lakukan di sini. Daya tarik utama dari Nimo Highland adalah pemandangan alamnya yang indah, cocok untuk travelers yang ingin bersantai sejenak.

Lantas, berapa harga tiket masuk Nimo Highland? Lalu apa saja fasilitas umum yang tersedia di sana? Simak ulasannya dalam artikel ini.


Daya Tarik Nimo Highland

Nimo Highland memiliki sejumlah daya tarik bagi para pengunjung. Daya tarik utama dari tempat wisata ini adalah dapat menikmati pemandangan gunung dan hamparan hijau kebun teh yang luas, sehingga cocok untuk kamu yang ingin liburan sambil healing.

Merasakan udara sejuk dan segar khas pegunungan menjadi incaran utama banyak pengunjung yang datang ke Nimo Highland. Paling cocok datang ke sini saat pagi hari dan ketika cuaca sedang cerah.

Nimo Eye merupakan kincir angin (bianglala) yang berada di Nimo Highland.Nimo Eye (dok. Instagram @nimohighland)

Ketika berkunjung ke sini, jangan lupa untuk mencoba Nimo Eye. Wahana kincir angin raksasa ini wajib banget dicoba karena travelers bisa melihat pemandangan alam yang indah dari atas. Sedikit informasi, Nimo Eye tercatat dalam rekor MURI sebagai kincir ria di elevasi tertinggi di Indonesia.

Selain itu, detikers juga wajib mencoba berjalan di sky bridge. Jembatan ini memiliki keunikan karena berada di atas kebun teh dan membentuk huruf “U”, sehingga travelers bisa melihat pemandangan gunung, kebun teh, dan sunset di sore hari.

Kalau ingin berfoto-foto di tempat yang Instagramable, cobalah menaiki wahana Glass Sky Bridge. Jembatan kaca ini menawarkan pemandangan yang luas karena travelers bisa menikmati pemandangan di bawah juga. Tenang saja, jembatan kaca ini aman karena sudah teruji.

Nimo Highland, tempat wisata baru di Kabupaten Bandung.Glass Sky Bridge (Yuga Hassani/detikcom)

Selain di Glass Sky Bridge, ada juga sejumlah spot foto lain di Nimo Highland yang tak kalah ciamik, mulai dari Bean Bag & Net, Santorini, Tenda Indian, dan Taman Boscha. Pastikan kamu menggunakan outfit terbaik agar bisa langsung diupload ke media sosial.

Belum puas bermain? Tenang saja, di Nimo Highland juga terdapat sejumlah wahana seru, mulai dari paintball, ATV dan gokart di tengah kebun teh, sepeda listrik, video booth 360 derajat, hingga virtual reality (VR). Masih kurang menantang? Cobalah menaiki wahana flying fox yang panjangnya mencapai 100 meter, dijamin bikin jantung deg-degan!

Kalau perut sudah lapar, di Nimo Highland juga terdapat foodcourt yang menyediakan berbagai makanan dan minuman lezat serta mengenyangkan. Jika sudah sore, travelers bisa bersantai di coffee shop sambil menikmati pemandangan alam dan matahari terbenam.

Di Nimo Highland, pengunjung juga bisa menyaksikan matahari terbit dari atas bukit, lho. Jika travelers tertarik, kamu harus sudah tiba di Nimo Highland sejak pukul 05.00 WIB agar tidak ketinggalan momen sunrise yang indah.

Fasilitas Umum di Nimo Highland

Demi memberikan kenyamanan dan kemudahan kepada pengunjung, pihak Nimo Highland telah menyediakan fasilitas umum yang lengkap. Berikut daftar fasilitasnya:

  • Tempat parkir yang luas
  • Mushola
  • Toilet
  • Foodcourt
  • Kedai kopi
  • Tempat oleh-oleh
  • Spot foto Instagramable
  • Information center.

Harga Tiket Masuk Nimo Highland

Dilansir akun Instagram resminya @nimohighland, berikut harga tiket masuk ke Nimo Highland:

Weekday

  • Dewasa: Rp 40.000.
  • Anak-anak: Rp 30.000.

Weekend

  • Dewasa: Rp 45.000.
  • Anak-anak: Rp 35.000.

Apabila detikers ingin menyaksikan matahari terbit di Nimo Highland, dikenakan tarif tiket khusus sebagai berikut:

  • Premium Sunrise Dewasa: Rp 75.000.
  • Premium Sunrise Anak: Rp 65.000.

Sebagai informasi, tiket premium sunrise hanya tersedia saat weekend dan libur nasional tertentu saja.

Apabila travelers ingin mencoba berbagai wahana di Nimo Highland, maka harus membayar tiket terusan sebagai berikut:

  • ATV: Rp 135.000/orang.
  • Flying fox: Rp 65.000/orang.
  • Glass sky bridge: Rp 15.000/orang.
  • Paintball: Rp 90.000/orang (weekday) dan Rp 100.000/orang (weekend).
  • Virtual reality: Rp 30.000/orang.
  • Sepeda listrik: Rp 50.000-Rp 75.000/orang.
  • Nimo Eye: Rp 40.000-Rp50.000/orang.

Lokasi dan Jam Buka Nimo Highland

Nimo Highland berlokasi di Desa Banjarsari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Lokasinya berada di sekitar perkebunan teh Malabar yang masuk dalam lokasi PTPN VIII.

Karena berlokasi di Pangalengan, maka jarak dari pusat kota Bandung menuju Nimo Highland terbilang cukup jauh. Dari pantauan Google Maps, jaraknya sekitar 60 kilometer atau 2,5 jam perjalanan dengan berkendara.

Nimo Highland buka setiap hari dari pukul 08.00-18.00 WIB saat weekday. Sedangkan di akhir pekan, tempat wisata ini beroperasi sejak pukul 05.00-18.00 WIB. Disarankan datang sejak pagi hari agar travelers bisa mencoba seluruh wahana dengan puas.

Demikian ulasan singkat mengenai Nimo Highland. Jadi, tertarik untuk menghabiskan waktu liburan di sini?

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com

4 Daya Tarik Gunung Prau yang Mampu Memikat Hati para Pendaki


Jakarta

Gunung Prau merupakan salah satu gunung di Jawa Tengah yang terkenal. Selain ramah bagi pendaki pemula, pemandangan alam dari Gunung Prau juga sangat memukau. Maka tak heran jalur pendakian gunung ini selalu ramai, terutama saat weekend dan hari libur nasional.

Selain itu, masih ada sejumlah daya tarik lainnya dari Gunung Prau. Daya tarik tersebut yang akhirnya membuat banyak pendaki datang kembali ke Gunung Prau.

Lantas, apa saja daya tarik dari Gunung Prau yang mampu memikat hati banyak pendaki? Simak ulasannya secara lengkap dalam artikel ini.


Daya Tarik Gunung Prau

Gunung Prau memiliki sejumlah daya tarik tersendiri bagi para pendaki. Dilansir situs Visit Jawa Tengah, berikut daya tariknya:

1. Menikmati Sunrise

Daya tarik yang pertama dari Gunung Prau adalah dapat menikmati matahari terbit atau sunrise dari atas puncak. Bagi para pendaki, menikmati sunrise merupakan salah satu momen yang sangat ditunggu-tunggu ketika mendaki Gunung Prau.

Saat berada di puncak, terdapat area bernama Sunrise Camp yang dikhususkan bagi pendaki untuk mendirikan tenda. Di tempat ini juga merupakan salah spot terbaik untuk menikmati matahari terbit.

Pastikan detikers tidak ketinggalan detik-detik matahari terbit dari puncak Gunung Prau. Disarankan untuk bangun sejak pukul 05.00 WIB agar kamu bisa melihat sunrise sekaligus menikmati pemandangan alam yang begitu memukau.

2. Melihat Keindahan Bunga Daisy

Selain menikmati pemandangan alam yang memukau, para pendaki juga dapat melihat keindahan bunga daisy. Bisa dibilang, kehadiran bunga tersebut menjadi salah satu ciri khas dari Gunung Prau.

Bunga daisy banyak tumbuh di sekitar puncak Gunung Prau. Alhasil, bunga ini sering menjadi penanda bagi para pendaki kalau sebentar lagi akan tiba di puncak.

Selain terdapat di puncak Gunung Prau, bunga daisy juga banyak tersebar di Bukit Teletubbies. Menariknya, bunga itu ternyata sengaja ditanam oleh penduduk lokal dengan tujuan agar kawasan puncak Gunung Prau semakin hijau dan indah.

Bunga daisy akan mekar sempurna pada musim penghujan. Nantinya, bunga tersebut akan mekar dengan warna kelopak putih dan pink, menjadikannya salah satu tanaman yang sangat indah di Gunung Prau.

3. Melihat Pemandangan Alam

Salah satu alasan pendakian Gunung Prau selalu ramai karena banyak pendaki yang ingin melihat pemandangan alam yang begitu memukau. Dari atas puncak, travelers dapat melihat view Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing.

Suasana yang tenang, udara dingin, langit biru, dan pemandangan gunung yang indah membuat siapapun yang datang ke puncak Gunung Prau akan dibuat terpukau. So, tempat ini sangat cocok bagi travelers yang ingin healing sejenak dari hiruk-pikuk pekerjaan.

4. Cocok untuk Pendaki Pemula

Untuk bisa menikmati keindahan alam dan menyaksikan sunrise, detikers harus mendaki ke puncak Gunung Prau terlebih dahulu. Eits, tenang saja karena Gunung Prau termasuk salah satu gunung yang cocok untuk pendaki pemula.

Soalnya, Gunung Prau memiliki trek yang tidak terlalu panjang. Gunung yang memiliki ketinggian 2.565 mdpl ini punya enam basecamp jalur pendakian, salah satu yang terkenal adalah basecamp via Patak Banteng.

Basecamp pendakian ini terletak di Jalan Dieng Km 24, Desa Patak Banteng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Alasan kenapa basecamp ini jadi favorit para pendaki karena rute pendakiannya lebih singkat daripada melalui jalur lain.

Selain itu, jalur pendakian via Patak Banteng lebih dekat dengan puncak Gunung Prau, yakni hanya sekitar 4 kilometer. Kira-kira butuh waktu sekitar 2-3 jam pendakian dari basecamp Patak Banteng menuju puncak Gunung Prau.

Mengutip akun Instagram @patakbanteng, tarif tiket untuk mendaki Gunung Prau via Patak Banteng sebesar Rp 15.000 per orang. Fasilitas di basecamp ini juga lengkap, mulai dari toilet, penginapan, persewaan alat pendakian, warung makan, sewa porter, tour guide, dan pusat oleh-oleh.

Hal yang Dilarang di Gunung Prau

Selain mempersiapkan bekal, peralatan, dan fisik yang kuat, detikers juga perlu tahu sejumlah hal yang dilarang selama berada di Gunung Prau. Apa saja? Simak selengkapnya di bawah ini:

  • Masuk tanpa izin
  • Membuang sampah sembarangan
  • Membuat api unggun
  • Tidak membawa sampah turun
  • Menebang pohon
  • Membawa tisu basah ke atas Gunung Prau
  • Membawa senjata tajam
  • Membawa dan menyalakan kembang api
  • Membawa dan mengkonsumsi minuman keras atau narkoba
  • Melakukan pencurian
  • Membawa alat musik dan musik box
  • Melakukan perzinahan
  • Melakukan vandalisme
  • Kencing di dalam botol.

Demikian ulasan mengenai empat daya tarik Gunung Prau bagi para pendaki. Tertarik untuk mendaki Gunung Prau dalam waktu dekat?

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com

Bertualang Mendaki Gunung Egon yang Menakjubkan



Sikka

Terletak di Sikka, NTT ada sebuah gunung yang menanti untuk ditaklukkan. Gunung Egon namanya. Pemandangan gunung ini begitu menakjubkan. Sudah pernah ke sini?

Gunung Egon berdiri kokoh dengan ketinggian 1.703 meter di atas permukaan laut. Sebagai salah satu gunung berapi aktif di Pulau Flores, gunung Egon menarik perhatian pendaki dan wisatawan yang ingin menikmati petualangan alam yang menantang dan pemandangan menakjubkan.

Gunung Egon berjarak sekitar tiga puluh kilometer dari pusat kota Maumere, menjadikannya cukup mudah dijangkau, meskipun tidak ada transportasi umum langsung menuju base camp.


Pengunjung biasanya menggunakan kendaraan pribadi atau mobil sewaan untuk mencapai kaki gunung. Dari Maumere, perjalanan menuju basecamp di Waigete membutuhkan waktu sekitar satu jam melalui jalan utama ke arah Larantuka.

Jalur Pendakian Gunung Egon

Gunung Egon menawarkan dua jalur pendakian utama: jalur Desa Blindit dan jalur Inerie.

· Jalur Desa Blindit

Jalur ini cocok bagi Anda yang siap menghadapi tantangan fisik yang cukup berat. Pendakian dimulai dengan melalui jalan setapak di hutan, diikuti oleh jalur berbatu yang cukup terjal. Pendakian melalui Desa Blindit membutuhkan stamina ekstra, namun sepadan dengan suasana alami yang menenangkan sepanjang jalan.

· Jalur Inerie

Alternatif lain adalah jalur Inerie, yang meskipun lebih panjang, menawarkan lintasan zig-zag yang lebih bersahabat bagi pendaki pemula. Jalur ini memungkinkan Anda menikmati pemandangan indah dan sedikit lebih aman karena tidak terlalu curam seperti jalur Desa Blindit.

Kedua jalur itu akan membawa para pendaki melewati lereng-lereng berbatu dan area keramat yang dijaga dan dihormati oleh penduduk setempat.

Disambut Kekayaan Flora Fauna Gunung Egon

Di sekitar kawah Gunung Egon, Anda akan menemukan tanaman khas seperti santigi gunung (Vaccinium varingifolium), tumbuhan perdu yang tumbuh pada ketinggian di atas 1.000 meter.

Dengan daun kecil dan pucuk berwarna merah muda hingga merah, tanaman ini menambah keindahan alam sekitar bebatuan dan kawah. Selama perjalanan, kicauan burung dan angin sejuk yang berhembus akan menemani pendakian, memberi semangat ekstra bagi para pendaki.

Pemandangan Menakjubkan Kawah Gunung Egon

Setibanya di puncak, pendaki akan disuguhi panorama luar biasa dari Teluk Maumere dan pulau-pulau kecil yang tersebar di sekitarnya. Aroma belerang mulai tercium ketika Anda semakin dekat dengan kawah, yang memperlihatkan kepulan asap hasil aktivitas vulkanik.

Kawah besar yang terbentuk akibat letusan masa lalu ini dikelilingi oleh tebing-tebing tinggi, menambah kesan megah dari pemandangan alam yang ditawarkan Gunung Egon.

Tips Mendaki Gunung Egon

Pendakian ke puncak tertinggi gunung Egon disarankan bagi mereka yang telah memiliki dasar dalam mendaki gunung atau pengalaman climbing, karena rute menuju puncak cukup terjal dan mengharuskan pendaki untuk memanjat batuan.

Pemandu lokal biasanya akan mengingatkan pengunjung untuk menghormati area-area tertentu yang dianggap keramat, serta mengikuti jalur yang aman guna menjaga keselamatan selama pendakian.

Namun karena situasi gunung Lewotobi Laki-laki yang sedang erupsi, sebaiknya traveler menunda untuk mendaki gunung Egon sampai situasi dirasa aman ya.

——–

Artikel ini telah naik di detikBali.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

5 Spot Sunrise Terindah Dekat Jakarta untuk Weekend Adventure



Jakarta

Tren berburu sunrise menjadi aktivitas menarik di tempat wisata. Traveler yang mau mencari sunrise sambil jalan-jalan, bisa baca artikel ini.

Apakah ada tempat berburu sunrise untuk area Jabodetabek? Mungkin pertanyaan ini pernah terlintas di pikiran traveler. Jawabannya, ada. Spot berburu sunrise terbaik ada di gunung dan pantai.

Merangkum dari berbagai sumber, detikTravel memilih 5 tempat wisata berburu sunrise yang bisa dilakukan saat akhir pekan. Tak perlu ke luar kota, tempat wisata ini berada di sekitar Jakarta.


1. Pantai Mekar

Kawasan hutan mangrove Muara Jaya, Desa Pantai Mekar, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, menjadi objek wisata warga. Warga berwisata dan bersantai di kawasan yang sejuk ini.Kawasan hutan mangrove Muara Jaya, Desa Pantai Mekar, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, menjadi objek wisata warga. Warga berwisata dan bersantai di kawasan yang sejuk ini. Foto: Agung Pambudhy

Tak banyak yang tahu bahwa Bekasi punya pantai. Inilah Pantai Mekar yang terletak di Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi. Pada tahun 2022, pemerintah provinsi Jawa Barat melakukan penataan kawasan wisata guna mempercantik area tersebut.

Punya wisata mangrove, wisatawan bisa menikmati keindahan sunrise di sepanjang pantai ini. Anti-mainstream dan masih underrated, Pantai Mekar Bekasi bisa jadi salah satu tempat wisata adventure di akhir pekan.

2. Pantai Tanjung Pasir

Sunrise di Pantai Tanjung PasirSunrise di Pantai Tanjung Pasir Foto: (Teguh Tofik Hidayat/d’treaveler)

Pantai Tanjung Pasir termasuk kawasan pantai yang ramai dikunjungi, terutama saat akhir pekan. Pantainya yang luas memiliki pasir berwarna kecokelatan yang halus. Dari bibir pantai, pemandangan barisan pulau kecil di Kepulauan Seribu pun bisa terlihat.

Di Pantai Tanjung Pasir, pengunjung bisa berenang atau sekadar bermain air di tepian pantai. Meski ombaknya cukup tenang, sebaiknya tidak berenang terlalu jauh ke tengah laut untuk tetap memperhatikan keselamatan.

Pantai ini identik dengan sunrise yang indah. Jika mengunjungi pantai ini, kamu tidak boleh melewatkan sunrise yang dramatis.

3. Gunung Pancar

Kawasan yang terkenal dengan hutan pinusnya ini terletak di Desa Karang Tengah, Bogor. Kawasan ini bersebelahan dengan sentul city.Gunung Pancar Foto: Al Fanny Panestika

Selain pemandangan gunung, wisatawan akan disuguhkan dengan keindahan hutan pinus. Tempat wisata ini berlokasi di Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dengan jam operasional dari Senin-Minggu. Jam bukanya full 24 jam sehingga cocok untuk dijadikan tempat berkemah.

4. Bukit Alesano

bukit alesanoBukit Alesano Foto: Bacalagers Media/d’travelers

Masih di area Bogor, Bukit Alesano bisa menjadi tempat berburu sunrise bagi kamu yang suka kemping. Berlokasi di Cijeruk, Kecamatan Cijeruk, Bogor, Jawa Barat, tiket masuk ke tempat wisata ini Rp 10.000 per orangnya. Jika ingin kemping, kamu akan dikenakan biaya tambahan Rp 15.000 per orang.

Buka 24 jam mulai dari Senin-Minggu, wisatawan bisa datang ke sini untuk melihat sunrise maupun sunset.

5. Tebing Koja

Tebing Koja saat sunriseTebing Koja saat sunrise Foto: (Teguh Tofik Hidayat/d’traveler)

Tebing Koja atau Kandang Godzilla berlokasi Desa Cikuya, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Banten. Sekitar lima kilometer dari Stasiun Commuterline Cikoya melalui area perumahan warga, persawahan, dan jalan di perkampungan.

Sekali masuk, wisatawan dikenakan biaya Rp 5.000 per orang. Sudah viral di media sosial bahwa tempat ini adalah spot foto sunrise terindah Tangerang. Bagaimana tidak, area bekas pertambangan ini memiliki area yang dikelilingi oleh tebing, perbukitan dan danau. Sangat cocok untuk pesepeda atau wisatawan yang ingin treking.

(bnl/ddn)



Sumber : travel.detik.com