Tag Archives: pembuangan

Hati-Hati! 7 Bahan Ini Tak Boleh Dibuang ke Wastafel



Jakarta

Wastafel atau pembuangan air di saluran cuci piring memang berguna untuk membuang sisa makanan sehabis memasak. Namun, tidak semua makanan atau bahan bisa dibuang ke wastafel, misalnya minyak atau air panas. Hal ini supaya menjaga ketahanan pipa saluran wastafel serta bersih dari kotoran.

Melansir dari Real Simple, Jumat (14/3/2025), berikut merupakan bahan-bahan yang tidak boleh dibuang ke saluran pembuangan atau wastafel:

Cat

Menuang cat ke saluran wastafel dapat mencemari sumber air sekaligus merusak pipa. Sebaiknya, cat dibuang ke pusat pembuangan limbah.


“Cat mengandung bahan kimia berbahaya yang dapat merusak pipa dan harus dibuang sesuai dengan peraturan setempat,” kata CEO Crossroads Foundation Repair, Kyle Leman, dikutip dari Real Simple, Jumat (14/3/2025).

Sayuran Berserat

Tidak semua sampah makanan bisa dibuang ke saluran wastafel, termasuk sayuran berserat seperti bawang, seledri, kulit jagung, dan kulit buah. Lebih baik sampah sayuran tersebut dijadikan kompos.

“Bahan-bahan berserat ini dapat tersangkut di pembuangan dan menyebabkan macet sehingga menghalangi aliran air,” ujar pemilik Cherniak Home Services, Shlomo Cherniak, dikutip dari Real Simple, Jumat (14/3/2025).

Cairan Pembersih Rumah Tangga

Pembersih rumah tangga dapat merusak pipa dan membahayakan lingkungan. Sebaiknya buang ke tempat pembuangan limbah khusus.

“Banyak pembersih rumah tangga mengandung bahan kimia korosif yang dapat merusak pipa dan membahayakan sistem septik,” kata Leman.

Sticker

Pernahkah kamu melihat sticker harga yang menempel pada makanan? Sticker tersebut tidak bisa dibuang ke wastafel. Sebaiknya lepas stiker dari makanan dan buang ke tempat sampah.

“Stiker produksi dapat menempel pada pipa dan menyebabkan penyumbatan atau tersangkut di filter pengolahan air,” kata Leman.

Tulang

Biasanya tulang juga dibuang dengan mudah ke wastafel apalagi jika ukurannya kecil karena dianggap tidak berbahaya. Namun, kenyataannya ukuran tulang sekecil atau sebesar apapun tetap dapat merusak saluran wastafel sehingga tidak berfungsi atau rusak total.

Kulit Kentang

Kulit kentang mengandung banyak pati berbentuk pasta kental yang lengket sehingga dapat menyumbat saluran wastafel.

Biji Buah

Walau merupakan bahan alami, nyatanya biji buah memiliki tekstur yang keras sehingga tidak aman untuk dibuang ke saluran pembuangan. Sebaiknya biji buah dijadikan kompos.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Jin juga Tinggal di Rumah, Ini 3 Lokasinya Menurut Hadist


Jakarta

Makhluk yang diciptakan Allah bukan hanya manusia, ada pula jin yang disebut dengan makhuk gaib. Jin dan manusia memiliki kesamaan yakni sama-sama membutuhkan tempat tinggal.

Mengutip dari buku Mengintip Alam Gaib oleh Aep Saepulloh Darusmanwiati, disebutkan bahwa jin bisa berada di rumah manusia. Mereka bisa menduduki beberapa tempat di rumah manusia sebagai tempat tinggalnya.

Namun, jin jarang mengganggu manusia karena mereka takut. Oleh karena itu, meskipun jin berada di tempat yang sama dengan manusia, kita tidak perlu takut dengan mereka.


Lantas, di mana tempat tinggal jin di rumah manusia? Berikut ini lokasi yang biasa menjadi hunian bagi jin.

1. Kamar Mandi

Mungkin di antara kalian sudah sering mendengar himbauan, tidak boleh terlalu lama di kamar mandi. Ada yang mengaitkan jika kamar mandi adalah tempatnya jin. Hal ini bukan cerita rakyat, melainkan tertuang dalam hadist.

“Toilet-toilet adalah hunian jin. Oleh karena itu, jika di antara kalian ada yang ingin masuk, bacalah doa: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari gangguan jin laki-laki dan jin perempuan.” (HR Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Majah, dan Ahmad dari Zaid ibn Arqam).

Kamar mandi adalah tempat kesukaan jin kafir. Oleh karenanya, Nabi Muhammad SAW mengajarkan umatnya untuk berdoa ketika hendak masuk kamar mandi.

2. Atap Rumah

Lokasi berikutnya adalah atap rumah. Namun, tidak perlu khawatir, berbeda dengan kamar mandi, jenis jin yang menempati atap rumah adalah jin muslim yang beriman.

Hal ini disebut dalam Fath al-Bari, Ibnu Hajar mengutip riwayat Ibnu Abu Dunya yang berarti:

“Tidak ada satu pun rumah orang muslim kecuali di atap rumahnya terdapat jin muslim. Apabila mereka menghidangkan makanan pagi, jin itu pun ikut makan bersama mereka. Apabila makan sore dihidangkan, jin itu juga ikut makan bersama mereka. Tapi, Allah menjaga orang-orang muslim itu dari gangguan jin tersebut.”

3. Lubang

Lubang di sini adalah got atau saluran pembuangan, lubang cuci piring, atau saluran air lainnya.

Hal ini dijelaskan dalam HR Abu Dawud, Nasa’i, dan Ahmad dari Abdullah ibn Sarjas. Di dalamnya juga ada larangan untuk buang air sembarangan di lubang.

“Jangan sampai ada yang kencing di lubang,” Orang-orang bertanya kepada Qatadah, “Mengapa tidak boleh kencing di lubang?” Qatadah menjawab, “Rasulullah pernah mengatakan, sebab lubang adalah tempat tinggal golongan jin.”

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

5 Jurus Jitu Bersihkan Wastafel Mampet dan Cara Cegahnya


Jakarta

Salah satu masalah yang kerap terjadi pada wastafel adalah aliran pembuangan air yang lambat alias wastafel mampet. Hal ini membuat air menggenang pada wastafel.

Masalah seperti ini biasanya disebabkan oleh penumpukan kotoran seperti sampah, kotoran, dan rambut. Jika dibiarkan, air akan menggenangi wastafel sampai meluap.

Lantas bagaimana cara membersihkan wastafel yang tersumbat? Yuk, simak caranya berikut ini dikutip dari The Spruce.


5 Cara Membersihkan Wastafel Mampet

Inilah cara membersihkan sumbatan pada saluran pembuangan wastafel agar air tidak menggenang.

1. Bersihkan Kotoran yang Menyumbat

Cara paling untuk mengatasi wastafel yang mampet adalah membersihkan kotoran yang menyumbat saluran pembuangannya. Bisa jadi ada kotoran berupa sisa makanan, sampah, ataupun rambut yang menyumbat saluran pembuangan.

Untuk mengambil kotoran tersebut, kamu bisa gunakan alat zip drainase untuk mengeluarkan rambut dan kotoran dari saluran pembuangan. Selain mudah digunakan, alat ini juga murah dan gampang ditemukan di toko perkakas.

2. Bersihkan Sumbatan Wastafel

Sumbatan wastafel adalah alat yang menyaring kotoran agar tidak masuk ke saluran pembuangan. Alat ini juga biasanya menjadi sumber masalah aliran wastafel yang lambat.

Lepaskan dan bersihkan sumbat wastafel secara rutin, terutama setelah mencuci piring. Mengapa begitu? karena biasanya banyak sisa makanan dan kotoran yang menyangkut di sana, sehingga menyebabkan aliran air ke pembuangan menjadi lambat.

3. Gunakan Cairan Pembersih Alami

Kamu bisa pakai cairan pembersih racikan sendiri buat membersihkan wastafel yang tersumbat. Caranya cukup campurkan 1/2 cangkir soda kue dengan 1/2 cangkir cuka, biarkan beberapa menit, lalu bilas dengan air mendidih. Cara ini akan membantu memecah kotoran di dalam pipa, sehingga aliran bisa lancar kembali.

4. Plunger

Kalau kamu merasa ada sumbatan besar yang bikin wastafel mampet, gunakan plunger untuk membantu mengeluarkan barang tersebut. Setelah barang yang menyumbat saluran dikeluarkan, maka aliran akan lancar kembali.

5. Gunakan Pipa U

Jika wastafel masih mampet setelah coba berbagai usaha, coba bersihkan dengan pipa U adalah cara terakhir yang bisa kamu lakukan. Pipa U adalah pipa berbentuk ‘U’ di bawah wastafel yang merupakan bagian dari saluran pembuangan wastafel.

Pipa ini sering kali mengumpulkan kotoran yang membuat wastafel tersumbat. Oleh karena itu, kamu bisa mencopot pipa U di bawah wastafel dan kemudian membersihkannya. Setelah selesai, pasang kembali pipa U.

Cara Cegah Aliran Wastafel Melambat

  • Hindari memasukkan rambut, sisa makanan, atau kotoran ke dalam saluran pembuangan.
  • Gunakan jaring halus untuk menangkap rambut.
  • Bersihkan sumbat wastafel secara teratur.
  • Bilas wastafel dengan air panas secara berkala untuk mencegah penumpukan.

Itulah cara membersihkan dan mencegah wastafel tersumbat. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/abr)



Sumber : www.detik.com

7 Tips Meninggalkan Kucing saat Mudik, Pastikan Anabul Aman dan Nyaman


Jakarta

Bagi pemilik kucing, perjalanan mudik seringkali menimbulkan dilema, apakah kucing ikut atau ditinggal di rumah. Jika memilih untuk meninggalkan kucing, tentu ada hal yang perlu diperhatikan.

Kucing harus tetap merasa nyaman, aman, dan terjaga kebutuhannya selama ditinggal pulang kampung pemiliknya. Ketahui beberapa tips meninggalkan kucing saat mudik berikut ini.

7 Tips Meninggalkan Kucing saat Mudik

Beberapa tips meninggalkan kucing saat mudik di antaranya membersihkan rumah, menyembunyikan kabel listrik, hingga memberikan kucing hiburan. Mengutip laman Comforted Kitty, The Refined Feline, dan Apartment Therapy, begini penjelasannya.


1. Bersihkan Rumah

Penting untuk memastikan rumah menjadi tempat yang aman bagi kucing. Singkirkan tas belanja dan barang-barang lain yang tidak diperlukan.

Beberapa benda rumah tangga yang bisa membahayakan kucing di antaranya:

  • Makanan seperti coklat, kismis, alpukat, dan bawang
  • Zat kimia sepert pengharum ruangan, pupuk rumput, dan insektisida
  • Obat-obatan dan suplemen
  • Uang receh
  • Benda tajam.

2. Sembunyikan Kabel Listrik

Kucing bisa mengunyah apa saja. Jadi, sebelum pergi cabut kabel elektronik dan peralatan yang tidak perlu dicolokkan. Gulung kabelnya dan simpan di tempat aman.

3. Siapkan Makanan dan Air untuk Kucing

Kalau kamu memberi kucing makanan kering, pastikan makanan yang disediakan lebih dari cukup. Simpan makanan di dua lokasi dan jauhkan dari air agar teksturnya tidak berubah.

4. Berikan Kucing Hiburan

Kucing adalah makhluk sosial yang butuh perhatian dan waktu bermain. Meninggalkan kucing dalam waktu lama bisa menimbulkan kecemasan dan perilaku merusak. Jadi, pastikan mereka bisa menemukan mainannya sehingga kucing bisa bermain tanpa perlu cemas.

5. Pastikan Kucing Tidak Akan Terjebak di Ruangan Rumah

Jika kucing bisa ke beberapa ruangan atau kamar di rumah, pemilik perlu memastikan pintu kamar tidak tertutup. Ganjal pintu untuk membuatnya terbuka, sehingga kucing tidak terjebak di dalam satu ruangan.

6. Bersihkan Tempat Kotoran Kucing

Tempat kotoran kucing berupa kotak pasir harus dibersihkan tepat sebelum pemilik pergi. Kalau kamu biasa membesihkan kotak pasir setiap kali digunakan atau memiliki banyak kucing, tambahkan lebih banyak kotak pasir. Cara lainnya adalah menggunakan tempat pembuangan otomatis.

7. Pastikan Seseorang Bisa Masuk ke Dalam

Saat meninggalkan rumah dalam waktu lama, pastikan ada orang yang bisa masuk ke dalam rumah jika diperlukan. Titipkan kunci rumah ke seseorang yang dipercaya untuk mengantisipasi adanya keadaan darurat.

Kamu juga bisa meminta pengasuh atau seseorang untuk memeriksa kucing secara berkala. Meski kucing cukup mandiri, tapi mereka tetap bisa sakit atau terluka tiap saat.

(elk/row)



Sumber : www.detik.com

Sebelum Mudik, Tutup 4 Jalur Ini Agar Rumah Aman dari Tikus


Jakarta

Memasuki waktu mudik, banyak yang harus dipersiapkan agar rumah tetap aman dan bersih meski keadaannya tengah kosong dan tak berpenghuni. Salah satunya adalah menjaga rumah aman dari tikus.

Hewan pengerat satu ini termasuk cerdas karena terkadang bisa mengelabui manusia. Bahkan setelah kita memasang perangkap, mereka bisa datang lagi dan lagi. Ternyata memasang perangkap tidak cukup, kita harus cek beberapa area di rumah yang bisa jadi adalah akses utama tikus masuk ke rumah. Kira-kira di mana saja tempatnya?

Dilansir The Spruce, berikut 4 jalur masuk tikus ke rumah.


1. Saluran Pembuangan dan Sistem Perpipaan

Sebagai hewan pengerat, tikus biasa hidup di tempat yang kotor seperti got atau saluran pembuangan air. Mereka memiliki ingatan yang kuat sehingga bisa kembali ke tempat yang sama berulang kali. Oleh karena itu, cara mencegah tikus adalah dengan menutup akses agar mereka tidak datang kembali.

Biasanya tikus masuk ke rumah dari got melalui saluran pipa atau jalan pipa pembuangan. Cara mencegah tikus masuk dan keluar dari pipa adalah membuat penutup pada ujung pipa. Pilih penutup yang memiliki lubang agar air tetap dapat keluar.

2. Atap dan Ventilasi

Salah satu tempat kesukaan tikus adalah bagian atap rumah. Tanda mereka berada di balik plafon adalah suara berisik ketika mereka berjalan di atas. Jika menemukan tikus berada di atap rumah akan lebih sulit untuk menangkapnya karena perlu membuka plafon atau genteng.

Cara lebih aman adalah dengan memanggil tenaga profesional yang biasa membasmi tikus. Dikhawatirkan apabila dilakukan sendiri terjadi kecelakaan saat menghindari tikus yang melompat atau kejadian tak disangka lainnya.

Kemudian, tutup pula ventilasi, lubang di dapur, ventilasi pada atap pelana, dan celah di atap yang berpotensi menjadi akses utama tikus masuk ke rumah.

3. Lubang

Selain dari pipa, ventilasi, atau lubang di antara atap, waspadai lubang lain di rumah. Tikus bisa masuk lewat akses di mana saja selama mereka mencium sumber makanan. Jika kamu ingin memasang pengaman atau penutup pada setiap lubang, pastikan bahannya yang tidak mudah rusak apabila digigit oleh tikus.

4. Tumpukan Barang di Garasi dan Gudang

Tikus menyukai tempat yang lembap seperti di gudang dan tumpukan barang yang sudah tidak dipakai. Meskipun tidak ada sumber makanan, tetapi tempat penuh debu, hangat, dan kumuh itu merupakan tempat tinggal yang nyaman bagi semut. Sebelum pergi mudik, sebaiknya bersihkan dahulu area gudang, tumpukan barang di dapur, kamar, dan area lainnya agar tidak ada peluang tikus bersarang di rumah.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Mau Beli Rumah Bekas? Ketahui 5 Tanda Bangunan yang Lama Tak Diurus


Jakarta

Tidak semua orang mampu untuk membeli rumah karena harganya yang mahal. Solusinya, beberapa orang lebih memilih membeli rumah bekas yang harganya biasanya lebih rendah dari pasaran.

Namun, jangan mudah tergiur dengan harga yang rendah karena bisa jadi perlu adanya banyak perbaikan yang nilainya lebih besar daripada membeli rumah baru.

Seperti halnya di Eropa, banyak rumah dijual seharga secangkir kopi yakni Rp 17 ribu, tetapi pemerintah setempat mengharuskan pemilik barunya melakukan renovasi yang nilainya mencapai miliaran.


Untuk menghindari hal seperti ini, sebaiknya sebelum membeli rumah bekas, konsumen harus mengecek kondisi rumah terlebih dahulu. Usahakan membeli rumah yang terawat. Sebab, rumah yang tak terawat biasanya berpotensi harus direnovasi.

Dilansir Bluenote Painting, berikut ciri-ciri rumah yang kurang terurus dan membutuhkan perawatan.

1. Pekarangan Ditumbuhi Rumput Liar Tinggi

Tanda paling meyakinkan jika rumah tersebut telah lama tidak diurus adalah di halaman rumahnya banyak rumput liar tumbuh. Rumah yang terawat setidaknya sebulan sekali bagian halaman akan dibersihkan. Kondisi pekarangan rumah bisa mencerminkan bagaimana perawatan rumah.

2. Cat Eksterior Rumah Memudar atau Mengelupas

Tanda kedua dapat dilihat dari kondisi cat eksterior pada fasad rumah. Jika kondisinya memudar dan mengelupas berarti kualitasnya cat yang dipakai kurang baik, terlalu lembap, ada kebocoran, dan tidak terurus.

3. Cat Interior Rumah yang Rusak

Kemudian, konsumen juga perlu mengecek interior rumah terutama kondisi catnya. Cat interior biasanya lebih tahan lama daripada cat eksterior karena kondisinya yang berada di dalam bangunan. Apabila kondisi cat interior sama buruknya dengan eksterior, maka perlu ada perbaikan besar-besaran pada rumah.

4. Bagian Rumah Tak Berfungsi

Cek juga bagian penting pada rumah seperti sistem kelistrikan, air, dan pembuangan. Apabila ketiga sistem tersebut tidak berfungsi dengan baik, maka nantinya perlu ada perbaikan.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Jangan Cukur Kumis di Kamar Mandi Sebelum Baca Ini!



Jakarta

Mencukur kumis dan janggut merupakan rutinitas yang dilakukan seorang pria. Biasanya, kegiatan ini dilakukan di wastafel dan kamar mandi. Jika itu jadi kebiasaan wajib baca artikel ini.

Mencukur kumis dan janggut di kamar mandi atau wastafel tidak apa dilakukan asal melakukan langkah lanjutan. Sebab jika tidak saluran air bisa tersumbat sisa-sisa bulu dan rambut yang terbuang.

Berikut tips agar mencukur kumis dan janggut tak menimbulkan masalah seperti dikutip dari modernbathroom.


1. Gunakan mangkuk

Jangan langsung membilas pisau cukur yang kamu pakai dengan air mengalir. Gunakan mangkuk berisi air dan cuci pisau cukur itu di dalam mangkuk tersebut. Bila tak ada mangkuk, kamu bisa menggunakan gelas. Mangkuk bisa memisahkan buih busa dan bulu-bulu sisa cukuran. Setelah itu, baru buang dengan menggunakan air mengalir secara perlahan. Tapi jangan lupa untuk menarik penutup saluran air agar tidak menggenang.

2. Alirkan air panas

Selalu alirkan air panas setelah mencukur. Air panas bisa membantu menyiram pipa lebih baik dibandingkan dengan air dengan suhu biasa.

3. Pakai baking soda dan cuka

Bersihkan saluran pembuangan dengan soda kue atau baking soda dan cuka. Lakukan ini setiap satu atau dua bulan sekali, atau setiap pipa saluran air tersumbat. Ini adalah cara alami yang bisa dilakukan sendiri tanpa harus memanggil tukang ledeng.

Caranya: Tuangkan setengah cangkir baking soda ke saluran pembuangan, diikuti dengan secangkir cuka putih, lalu tunggu 10 menit. Kemudian alirkan air panas untuk menyiram campuran di saluran pembuangan. Pelarut alami ini dapat membantu menghilangkan penumpukan di dalam pipa.

4. Cukur saat wastafel kering

Saat mencukur, mulailah dengan wastafel kering. Dengan begini, kamu bisa membuat rambut atau cukuran langsung ke tempat sampah sebelum rambut tersebut masuk ek saluran air. Membuang sisa rambut itu akan lebih mudah saat dalam keadaan kering. Atau, lapisi wastafel dengan handuk atau tisu, agar mudah dibuang ke tempat sampah.

Bila kamu rutin mencukur, coba tips mencukur tersebut agar wastafel tidak tersumbat!

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Mudah! Begini 5 Cara Deteksi Genteng Rumah Bocor


Jakarta

Salah satu masalah pada rumah yang sering ditemui adalah genteng yang bocor atau rembes. Biasanya masalah ini ketahuan ketika hujan deras. Air yang terus menerus masuk ke celah atap akan meninggalkan noda di plafon.

Apabila hujan belum turun beberapa hari, sementara kalian ingin membeli rumah dan memastikan tidak ada kebocoran, bagaimana cara mengetahuinya?

Dilansir Angi, berikut tanda-tanda genteng bocor dan cara mengatasinya.


Tanda Genteng Rumah Bocor

1. Genteng Retak, Rusak, atau Bergeser

Apabila tidak ada hujan beberapa hari, penghuni rumah bisa mengecek secara langsung bagian atap. Penghuni rumah bisa memanggil orang profesional untuk melakukannya.

Celah air bisa dideteksi apabila kondisi genteng rusak, retak, atau bergeser. Penyebab genteng retak atau bergeser bisa karena guncangan, angin, terkena beban yang berat, atau bisa pula karena faktor kualitas dan usia genteng.

2. Muncul Warna pada Permukaan Plafon

Atap yang sudah pernah mengalami kebocoran pasti memiliki bekas pada plafon yakni muncul warna kontras yang bentuknya tak beraturan. Warnanya bisa kecoklatan, hitam, atau hijau. Lokasinya biasanya berada di dekat sumber air yang masuk dari atap. Warna tersebut muncul dari aktivitas jamur yang tumbuh dari area yang lembap.

Jamur ini jangan dianggap sepele karena black mold dapat menimbulkan penyakit seperti iritasi kulit, masalah pernapasan, hingga radang pernapasan.

3. Terdengar Suara Air Menetes dari Atap

Air biasanya menetes dari keran ke wastafel atau wadah air. Namun apabila terdengar suara tetesan air di plafon, patut dicurigai karena bisa jadi ada jalan air yang salah dan turun ke plafon.

Apabila plafon sifatnya tahan air, tidak perlu sampai mengganti plafon. Namun, apabila modelnya tidak tahan air, akan muncul jamur di area yang basah tersebut sehingga berdampak pada tampilan rumah dan plafon tersebut harus diganti.

4. Flashing Rusak

Biasanya setiap atap rumah dan plafon telah dilengkapi dengan cat pelindung bocor. Apabila tetap ada air yang lolos, maka terdapat kerusakan pada flashing pada atap sehingga air tetap dapat masuk ke plafon rumah.

5. Genangan Air

Biasanya di atas ada aliran untuk membuang air, apabila saat dicek pada bagian saluran tersebut terdapat genangan air yang tidak mengalir berarti model pembuangan air tidak tepat. Talang air seharusnya bisa langsung mengalirkan air dari atas ke bawah.

Genangan muncul karena beberapa faktor seperti jalur tersebut terdapat cekungan sehingga bisa menahan air, ada sampah, atau bentuknya kurang rendah.

Itulah beberapa tanda genteng rumah mengalami kebocoran. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

Begini Cara Pasang Septic Tank yang Benar biar Nggak Cepat Penuh


Jakarta

Setiap rumah membutuhkan septic tank untuk mengolah limbah dan menjaga sanitasi air di rumah. Seiring berjalannya waktu, tentu septic tankakan penuh dengan kotoran, sehingga perlu disedot secara berkala.

Nah, pemilik rumah perlu memasang septic tank dengan benar agar tidak timbul masalah. Dengan pemasangan yang benar, septic tank tidak akan cepat penuh, lho.

Lantas, bagaimana cara memasang septic tank dengan benar? Yuk, simak tips pemasangannya berikut ini.


Tips Pasang Septic Tank

Inilah beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memasang septic tank.

1. Ukuran Septic Tank

Koordinator Nasional Sanitasi Urban dari USAID IUWASH Tangguh, Immanuel Ginting, menjelaskan semakin banyak penghuni rumah, maka ukuran septic tank seharusnya semakin besar.

“Makin banyak orang di rumah, maka volumenya akan semakin besar. Tapi rata-rata kalau untuk satu rumah itu biasanya antara 2 meter kubik sampai 3 meter kubik paling besar,” ujar Ginting kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

Namun, hal ini juga tergantung pada sistem pembuangan air limbah. Apabila sistemnya tercampur yang menerima pembuangan limbah dari WC maka septic tank bisa berukuran kurang sekitar 1,7-2 meter kubik untuk 5-10 penghuni rumah.

Sementara sistem tercampur yang menerima air limbah dari saluran pembuangan di seluruh rumah dengan ukuran serupa hanya bisa menampung kebutuhan 4 penghuni rumah.

2. Septic Tank Kedap Air

Spesialis Sanitasi Senior dari USAID IUWASH Tangguh, Endro Adinugroho, menekankan pentingnya tangki septik yang kedap air. Septic tank yang kedap air akan menghalau masuknya air dari tanah ke dalam tangki yang akan membuatnya cepat penuh.

“Jadi kalau misalnya muka air tanahnya naik, dan dia muka air, istilahnya muka air tanahnya tinggi, dia pasti pada saat sudah di sedot pun, dia akan ada lagi karena air tanahnya mengisi ke dalam tangki septik,” jelas Endro.

3. Lubang Kontrol Lebih Tinggi

Kemudian, untuk mencegah masuknya air hujan Endro menyebut lubang kontrol septic tank atau manhole harus sedikit lebih tinggi dari permukaan tanah.

“Jadi limpasan dari air hujan, bukan esok kan, air hujan yang masuk melalui bisa lubang ataupun dari atas. Jadi kesannya harusnya muka manhole-nya atau lubang tanki septiknya posisinya harus lebih tinggi sedikit dari tanah sekitar. Dan dia posisinya tidak mudah air dari luar masuk ke dalam,” katanya.

4. Resapan Air Terpisah

Seringkali di masyarakat masih menggunakan septic tank yang bagian bawahnya dibuat menjadi resapan, sehingga tidak kedap air dan memiliki kontak langsung dengan tanah. Hal ini kurang tepat karena tangki berisiko terisi air ketika muka tanah naik.

“Sebenarnya itu resapannya posisinya tidak di situ (bawah tangki). Jadi di dalam tangki septik SNI pun ada yang namanya lubang untuk resapan air. Nah, kita membuatnya itu biasanya ada satu tangki, jadi ada dua bagian (untuk memisahkan resapan air),” papar Endro.

5. Ada Pipa Hawa

Pipa hawa adalah komponen septic tank yang tidak boleh ketinggalan karena berfungsi sebagai ventilasi untuk mengeluarkan gas metana yang dihasilkan di dalam septic tank. Tanpa pipa hawa, maka gas metana berisiko untuk keluar melalui sela-sela pipa di kamar mandi.

“Tangki septik itu kan harus ada lubang hawa, harus ada lubang udara ke atas. Seringkali karena lubang udara nggak ada, akhirnya gas metana terakumulasi di bawah di tangki septik,” ungkapnya.

6. Pemilihan Lahan

Pemilihan lahan juga perlu diperhatikan agar tidak berdekatan dengan benda keras atau pohon dengan akar keras di dekat septic tank. Sebab, benda atau akar keras dapat mengenai septic tank, sehingga tekanannya membuat tangki retak atau pecah.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

5 Kesalahan Membersihkan Dapur, Bisa Timbulkan Bau Tak Sedap!


Jakarta

Dapur merupakan salah satu bagian rumah yang paling sering digunakan. Seringnya penggunaan dapur di rumah tak ayal membuat ruangan tersebut cepat kotor.

Penghuni rumah tentunya tidak betah jika bagian dapur kotor. Namun, membersihkan dapur tidak bisa asal-asalan, bukannya bersih nanti yang ada justru semakin kotor.

Nah, berikut ini ada beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari saat membersihkan dapur. Dilansir dari Homes & Gardens, berikut ini informasinya.


1. Tidak Membersihkan Bagian Belakang Perabotan Dapur

ilustrasi kulkasilustrasi kulkas Foto: Getty Images/asbe

Banyak penghuni rumah yang lupa membersihkan bagian belakang perabotan dapur, seperti kulkas, oven, serta microwave. Tumpukan debu, sisa makanan, maupun minyak lama-lama bisa sulit dibersihkan apabila didiamkan terlalu lama sehingga menimbulkan bau tak sedap.

Penghuni rumah bisa membersihkan debu terlebih dahulu lalu bersihkan minyak atau kotoran dengan kain dan semprotan pembersih. Jangan lupa, saat membersihkan kulkas periksa kumparan dan bersihkan debu yang menumpuk untuk mengurangi konsumsi energi.

2. Terlalu Banyak Pakai Sabun Cuci Piring

Bukan Sabun Cuci Piring, 4 Bahan Alami Ini Bikin Piring Bersih dan KinclongIlustrasi penggunaan sabun cuci piring. Foto: Getty Images/iStockphoto/robertprzybysz

Menggunakan banyak sabun cuci piring dianggap bisa membuat peralatan makan semakin bersih. Namun, terlalu banyak menggunakan sabun cuci piring justru bisa meninggalkan residu tipis pada peralatan makan dan permukaan wastafel.

Residu tersebut bisa membuat tampilan piring menjadi keruh. Cukup menggunakan beberapa tetes sabun cuci piring saja serta dibilas dengan air panas untuk membersihkan residu.

3. Tidak Membersihkan Tempat Sampah

In de zorgTempat sampah. Foto: Getty Images/iStockphoto/Anne van der Veer

Sama seperti bagian lainnya, tempat sampah perlu dibersihkan. Sebab jika tidak dibersihkan bisa menimbulkan bau tak sedap hingga menampung bakteri.

Untuk mencegah hal tersebut, cuci bagian dalam tempat sampah seminggu sekali dengan air sabun hangat dan taburkan baking soda di bagian bawah tempat sampah untuk menyerap bau.

“Kosongkan tempat sampah secara teratur dan bilas bagian dalam tempat sampah dengan sabun lembut dan air panas untuk menghilangkan sisa-sisa makanan. Gunakan semprotan desinfektan dan biarkan tempat sampah mengering sepenuhnya untuk mencegah penumpukan kelembapan,” ujar pendiri Fresh Tech Maid, Wells Ye, dikutip dari Homes & Gardens, Selasa (8/4/2025).

4. Mengabaikan Saluran Pembuangan Wastafel

Water flowing out of a kitchen stainless steel tap into the sink. Wasting water by leaving a chrome faucet tap runningwastafel. Foto: Getty Images/vovashevchuk

Saluran pembuangan wastafel yang tidak dirawat bisa menjadi tempat perkembangbiakan bakteri dan menimbulkan bau tak sedap. Sampah makanan, minyak, maupun buih sabun yang menumpuk bisa menimbulkan potensi penyumbatan saluran pembuangan wastafel.

Untuk membersihkannya, penghuni rumah bisa menggunakan menuangkan setengah cup baking soda dan satu cup cuka putih ke dalam saluran pembuangan. Biarkan selama 5-10 menit untuk memecah kotoran dan menghilangkan bau, lalu bilas dengan air mendidih untuk membuang residu.

5. Tidak Mengganti Spons Cuci Piring

Spons cuci piringSpons cuci piring Foto: Getty Images/iStockphoto/tadamichi

Spons cuci piring merupakan salah satu benda yang paling banyak mengandung bakteri di rumah, apalagi jika digunakan dalam waktu yang terlalu lama. Sebaiknya penghuni rumah mengganti spons setiap 1-2 minggu atau jika sudah menimbulkan bau.

Membersihkan dapur tidak hanya sekadar mengelap permukaan agar tampak bersih dan rapi saja tetapi juga menjaga setiap bagian yang ada. Dengan menghindari kesalahan-kesalahan tersebut bisa menjaga dapur lebih bersih dan mencegah bau tak sedap menguar. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/zlf)



Sumber : www.detik.com