Tag Archives: pembuangan

Ini 10 Cara Ampuh Membasmi Kecoak dengan Bahan Alami


Jakarta

Kecoak merupakan salah satu serangga yang sering muncul di dalam rumah. Hewan yang satu ini dianggap menjijikan karena sering berada di tempat-tempat kotor, seperti kamar mandi dan saluran air.

Oleh sebab itu, ketika muncul kecoak di rumah maka harus segera dibasmi. Biasanya, kecoak dapat diusir dengan menggunakan semprotan nyamuk, lalu kecoak akan kabur dan lama-lama mati.

Namun, aroma dari semprotan nyamuk terkadang membuat sebagian orang tidak nyaman. Nah, ada cara lain untuk mengusir kecoak di rumah, yakni menggunakan bahan-bahan alami.


Lantas, apa saja bahan-bahan alami yang dapat digunakan untuk membasmi kecoak? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

Cara Membasmi Kecoak dengan Bahan Alami

Ternyata, mengusir kecoak dari dalam rumah bisa menggunakan bahan-bahan alami yang mudah didapat. Apa saja bahan alami tersebut? Simak di bawah ini:

1. Baking Soda dan Cuka

Cara yang pertama adalah menggunakan campuran baking soda (soda kue) dan cuka. Kombinasi kedua bahan tersebut dapat membasmi kecoak di dalam rumah hingga membersihkan saluran pembuangan air di kamar mandi.

Untuk cara pakainya, cukup tuang 2 sendok makan baking soda ke dalam wadah, lalu tuang sedikit cuka dan aduk sampai merata. Setelah itu, taburkan ke sudut-sudut kamar mandi.

2. Asam Borat

Mengutip situs The Pest Informer, asam borat juga bisa dipakai untuk membasmi kecoak secara efektif. Simak langkah-langkah penggunaannya di bawah ini:

  • Tuang bubuk asam borat ke dalam wadah terpisah
  • Lalu campurkan tepung dan gula bersama asam borat
  • Aduk hingga merata, kemudian letakkan adonan di tempat kecoak keluar.

Sebagai informasi, gula dan tepung berfungsi untuk memancing kecoak keluar dari sarangnya, sedangkan asam borat berguna untuk membunuh kecoak.

Agar efektif dalam membasmi kecoak, disarankan untuk meletakkan adonan asam borat saat kamar mandi sedang tidak dipakai atau di malam hari.

3. Ampas Kopi

Setelah menyeruput segelas kopi, sebaiknya ampasnya jangan langsung dibuang. Soalnya, ampas kopi dapat mengusir kecoak yang berada di dalam rumah. Hal ini berkat kandungan asam pada ampas kopi yang tidak disukai oleh kecoak.

Cara penggunaannya juga mudah, cukup taburkan bubuk ampas kopi di sudut-sudut kamar mandi. Selain itu, kamu juga bisa memakai bubuk kopi baru.

Namun perlu diingat, ampas kopi hanya berfungsi untuk mengusir kecoak sehingga tidak efektif untuk membunuhnya.

4. Minyak Peppermint

Cara berikutnya untuk membasmi kecoak adalah menggunakan minyak peppermint. Selain dipakai untuk aroma terapi, minyak esensial ini juga bisa digunakan untuk mengusir kecoak.

Simak cara pakainya di bawah ini:

  • Tuang minyak peppermint ke dalam botol semprotan secukupnya
  • Campurkan dengan air garam secukupnya
  • Kemudian semprot minyak peppermint ke sudut-sudut kamar mandi yang sering dilalui kecoak.

5. Bawang Putih

Selain dipakai untuk bumbu masak, ternyata bawang putih juga bisa digunakan untuk membasmi kecoak. Dilansir situs The Spruce, aroma bawang putih yang menyengat ternyata tidak disukai oleh kecoak, sehingga mereka akan kabur.

Untuk cara pakainya, geprek beberapa siung bawang putih, lalu sebarkan ke sudut-sudut rumah yang diyakini sebagai sarang kecoak. Nantinya, serangga tersebut tidak akan kembali lagi karena aroma bawang putih yang tajam.

6. Air Lemon

Lemon memiliki sifat antipatogen alami yang dipercaya dapat mengusir kecoak dan mencegahnya datang kembali. Untuk mengusir serangga itu, kamu bisa membuat perasan air lemon yang dimasukkan ke dalam botol semprot. Lalu, semprotkan larutan air lemon ke jalur yang sering dilalui atau sarang kecoak di sekitar rumah.

7. Air Sabun

Selain air lemon, kamu juga bisa menggunakan air sabun untuk membasmi kecoak di rumah. Agar lebih efektif membunuh kecoak, disarankan menggunakan sabun cuci piring yang bisa diambil sedikit di dapur.

Untuk cara pakainya, tuangkan sabun cuci piring secukupnya ke dalam botol semprot, lalu campur dengan sedikit air dan kocok hingga merata. Setelah itu, semprotkan larutan tersebut jika menemukan kecoak di rumah.

8. Cairan Pemutih

Cara lainnya untuk membasmi kecoak dengan menggunakan cairan pemutih. Cara pakainya juga mudah, cukup tuangkan cairan pemutih ke dalam botol semprot dan campur dengan sedikit air, lalu semprotkan ke sudut-sudut rumah yang dilalui kecoak.

Namun, penggunaan cairan pemutih terlalu sering dapat menyebabkan korosi pada material seperti plastik dan logam. Lalu, cairan pemutih juga dapat merusak pipa saluran air.

9. Daun Salam

Bahan alami selanjutnya yang dapat dipakai untuk membasmi kecoak adalah daun salam. Simak cara penggunaannya di bawah ini:

  • Tumbuk daun salam hingga halus
  • Lalu, taburkan daun salam di area rumah atau sarang kecoak
  • Atau, rebus daun salam hingga matang, lalu air rebusannya berfungsi sebagai semprotan untuk membasmi kecoak.

10. Kayu Manis

Mengutip Pest Control Weekly, kayu manis bisa digunakan untuk membasmi kecoak di rumah. Adapun sejumlah metode yang bisa dilakukan, yakni:

  • Menaruh batang kayu manis di tempat yang sering dilalui atau sarang kecoak
  • Menaruh batang kayu manis di luar rumah agar kecoak tidak masuk ke dalam
  • Membuat semprotan kayu manis.

Untuk membuat semprotan kayu manis caranya cukup mudah, yakni sebagai berikut:

  • Tambahkan air ke dalam botol semprot sekitar 3/4 bagian
  • Lalu tuang 15-20 tetes minyak kayu manis ke dalam botol semprot
  • Kemudian kocok botol hingga air dan minyak kayu manis tercampur
  • Setelah itu, semprot larutan minyak kayu manis ke sarang atau tempat kecoak melintas di rumah.

Itu dia 10 cara membasmi kecoak dengan menggunakan bahan-bahan alami. Semoga membantu detikers.

(ilf/fds)



Sumber : www.detik.com

5 Hal yang Wajib Dibersihkan Sebelum Tinggalkan Rumah buat Liburan



Jakarta

Liburan Natal dan Tahun Baru menjadi salah satu moment untuk bersenang-senang dan berkumpul bersama keluarga. Namun, sebelum bepergian untuk memanfaatkan liburan, penting untuk membersihkan rumah terlebih dahulu.

Hal ini akan mengurangi stres saat pulang, sehingga dapat memanfaatkan waktu untuk beristirahat. Ada beberapa barang atau tempat yang bisa menjadi prioritas untuk dibersihkan sebelum melakukan liburan.

Dilansir dari The Spruce, berikut beberapa barang dan tempat yang harus dibersihkan sebelum melakukan bepergian saat liburan tiba.


Kulkas

Kulkas menjadi barang pertama yang disarankan untuk dibersihkan sebelum liburan, hal ini tentunya akan mencegah adanya makanan yang basi setelah pulang liburan.

‘Idealnya, sehari sebelum kamu pergi, kamu harus memeriksa kulkas dan membuang semua makanan yang akan rusak saat kamu pergi,” kata Michael Bogoyavlenskiy, CEO Cleaning Express.

Area Dapur

Membersihkan kulkas tidak cukup untuk mengusir bau busuk dan hama yang datang, kamu harus memastikan dapur dalam kondisi prima. Hal seperti remah-remah atau sisa makanan kecil dapat menyebabkan dapur sangat kotor dan datangnya hama.

“Saya selalu menggosok wastafel, menyalakan pembuangan sampah dengan beberapa es batu dan kulit lemon, lalu mengakhirinya dengan membilasnya dengan cuka,” kata Nishant Prasad, salah satu pendiri Clean Fanatics.

Tempat Tidur

Setelah bepergian dalam waktu yang lama, tempat tidur menjadi hal pertama yang akan dicari untuk beristirahat. Hal ini menjadi alasan untuk memastikan tempat tidur rapi sebelum melakukan bepergian untuk liburan.

“Jika memungkinkan, saya juga mengganti sprei sehingga saya bisa tidur dengan nyaman setelah berpergian,” kata Brunson Sayes, pendiri Breathe Maids.

Kamar Mandi

Kamar mandi merupakan tempat jamur dan lumut dapat dengan mudah tumbuh, pastikan untuk membersihkan kamar mandi sebelum meninggalkannya selama berhari-hari untuk menghemat waktu dalam jangka panjang.

“Sebelum pergi, saya mengelap dinding kamar mandi, membersihkan wastafel, dan memastikan mangkuk toilet sudah digosok. Jika kamu sedang terburu-buru, menyemprotkan pembersih kamar mandi di area yang sering dilewati dapat memberikan hasil yang sangat baik,” kata Prasad.

Cucian di Rumah

Mencuci pakaian bisa menjadi pekerjaan yang menyebalkan di hari-hari biasa, jangan meninggalkan cucian saat kamu berpergian.

Pastikan untuk mencuci semua cucian, seperti handuk, sprei, dan pakaian lain yang menumpuk. Hal ini mencegah timbulnya bau tidak sedap dan kamu tidak merasa kewalahan saat pulang setelah liburan.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Jenis Pasir Kucing dan Tips Membersihkan agar Nggak Bau


Jakarta

Memelihara kucing merupakan hal menyenangkan bagi sebagian orang. Tentunya, cat pawrents wajib memperhatikan kesehatan dan kebersihan kucing salah satunya dengan memperhatikan tempat buang air.

Kucing harus diberi tempat khusus untuk buang air kecil dan besar. Tempat ini biasanya berupa kotak yang diisi dengan pasir kucing. Sebelum membeli pasir kucing, detikers harus mengetahui beberapa jenisnya yang ada di pasaran.

Masing-masing jenis pasir kucing memiliki keunggulan sesuai kebutuhan hewan peliharaan. Ada jenis yang sangat efektif menahan bau, tersedia pula jenis pasir agar kucing nyaman.


4 Jenis Pasir Kucing

Dikutip dari The Spruce Pets, berikut 4 jenis pasir kucing beserta karakteristiknya:

1. Pasir Silica Gel

Silica gel merupakan butiran dari mineral alami yang mampu menyerap cairan atau kelembapan. Bahan ini banyak dipakai untuk berbagai peralatan yang tidak boleh terkena lembap atau air.

Silica gel juga dipakai untuk pasir kucing karena bertekstur lembut sehingga tidak akan menyakiti kucing saat menginjaknya. Pasir kucing dari silica gel juga mampu menahan bau kotoran dengan baik.

Penggantian pasir kucing dari silica gel bisa bergantung pada jumlah kucing dan kelembapan ruangan sekitar. Silica gel ini juga memiliki indikator warna yang bisa terlihat ketika sudah kotor.

Biasanya untuk satu kucing bisa dilakukan penggantian seminggu sekali. Tapi tentunya semakin sering diganti makin baik untuk kebersihan dan kesehatan kucing.

2. Pasir Tofu

Pasir Tofu salah satu jenis pasir kucingPasir Tofu. Foto: via Catoro Pets

Berdasarkan situs The Cat Butler, pasir tofu adalah pasir kucing yang dibuat dari bubur kedelai food grade tetapi bukan untuk dikonsumsi. Kelebihan pasir tofu adalah tahan lama, mudah dibersihkan, dan menyerap bau.

Pasir tofu bahkan disebut-sebut bisa menyerap kotoran cuma dalam dua detik. Setiap butirnya berdiameter 2 mm. Semakin cepat pasir kucing menyerap cairan, maka semakin cepat pula bau dapat diredam.

Pasir tofu akan menggumpal jika terkena kotoran cair sehingga detikers bisa dengan mudah memisahkan pasir yang sudah terkena kotoran dengan yang bersih.

3. Pasir Bentonite

Pasir Bentonite salah satu jenis pasir untuk kucingPasir Bentonite. Foto: via portapet.de

Pasir bentonite adalah pasir kucing yang dibuat dari tanah liat natrium bentonit alami. Jika terkena kotoran atau cairan, pasir kucing bentonite ini akan menggumpal dan mengeluarkan bau yang wangi. Ini sangat baik untuk menutupi bau kotoran kucing. Beberapa merek menyediakan varian wewangian yang berbeda.

4. Pasir Zeolit

Pasir zeolit adalah salah satu jenis pasir kucing yang banyak digunakan di IndonesiaPasir zeolit. Foto: via Zeodeo Store

Dikutip dari Imerys, pasir kucing zeolit dibuat dari mineral alami yang bagus menyaring, menyerap ion amonia, mengurangi bau, dan menjaga kebersihan di tempat kotoran hewan.

Kemampuan penyerapan pasir zeolit ini seperti spons, tetapi juga tergantung pada mereknya. Ada juga merek pasir zeolit yang kurang bagus menyerap kotoran cair.

Kelebihannya, pasir zeolit mampu mengurangi bau kotoran kucing, karena zeolit bisa menyerap ion amonia yang terkandung dalam kotoran kucing. Sementara kekurangannya adalah pasir yang tidak menggumpal saat terkena kotoran cair.

Pasir zeolit bisa didaur ulang, dicuci dengan sabun, dikeringkan, lalu bisa dipakai lagi. Namun, mencuci pasir zeolit tidak menjamin bisa menghilangkan baunya.

Tips Membersihkan Pasir Kucing

Memakai jenis pasir kucing apa pun, pemilik kucing tetap harus rutin membersihkannya terutama usai buang air besar. Kotoran kucing tetap menimbulkan bau tak sedap dan bisa membuat kucing sakit. Dikutip dari Times, berikut ini beberapa tips membersihkan pasir kucing:

1. Kosongkan Kotak Kotoran

Seperti menguras bak, maka kamu harus mengosongkan kotak kotoran kucing terlebih dahulu. Yakni dengan memindahkan pasir kucing yang ada di dalamnya.

Untuk menghindari bau dan penyakit, gunakan masker dan sarung tangan saat membersihkannya. Pastikan untuk mengeluarkan pasir dengan hati-hati agar tidak berserakan.

2. Bersihkan Kotak dan Pasirnya

Kemudian bersihkan pasir kucing tersebut. Lihat kemasan pasir kucing untuk mengetahui apakah pasir tersebut bisa dicuci dengan sabun dan dipakai kembali. Jika bisa dipakai ulang, cuci dan keringkan pasir tersebut.

Ada bahan yang hanya bisa sekali pakai. Jika dipaksakan, maka tidak akan bisa menyerap kotoran cair dan membuat bau yang tak sedap.

Jangan lupa untuk membersihkan kotaknya. Pertama, siram dulu kotak sampai bersih, lalu rendam dengan air panas agar kumannya mati, kemudian bersihkan dengan sabun wangi dan sikat sampai bersih.

3. Ganti dengan Pasir Kucing Bersih

Tuangkan pasir kucing yang bersih dengan kedalaman 10 cm. Hal ini dilakukan karena kucing memiliki kebiasaan mengais pasir terlebih dahulu sebelum buang kotoran.

Ratakan juga permukaannya, karena kucing tidak suka permukaan yang bergelombang. Kemudian, letakkan kembali kotak tersebut ke tempat semula. Jika ingin memindahkan lokasi kotak pasir pembuangan, tempatkan di dekat kucing makan agar terlihat. Usahakan tempat kotak pasir kucing tersebut tidak lembap.

(bai/row)



Sumber : www.detik.com

Jangan Tunggu Sampai Rusak Parah, Ini 6 Tanda Rumah Harus Segera Direnovasi


Jakarta

Rumah memiliki masa pakai seperti barang lainnya. Tidak mungkin kondisi rumah selamanya seperti pertama kali dibeli atau ditempati. Seiring waktu kondisi rumah pasti menurun sehingga butuh renovasi, peremajaan, dan perawatan lanjutan agar kamu tetap nyaman tinggal di dalamnya.

Biasanya untuk mengetahui rumah perlu direnovasi apabila bagian pentingnya tidak bisa digunakan secara normal. Kemudian pada saat hujan turun, kerusakan pada rumah semakin terlihat jelas. Sebagai contoh bocor pada dinding rumah. Padahal sebelumnya air langsung terbuang ke luar rumah.

Tanda kecil seperti ini tidak boleh dianggap sepele karena air yang masuk ke dalam rumah, dapat memicu korosi pada besi di dalam fondasi rumah, pertumbuhan jamur pada dinding rumah, hingga meningkatnya kelembapan di dalam rumah.


Selain bocor, ada tanda-tanda lainnya yang perlu kamu waspadai. Dilansir Architecture Beast, berikut 6 tanda rumah kamu perlu diperbaiki.

1. Lantai Rusak

Lantai adalah salah satu bagian rumah yang ketahanannya paling terjaga. Apalagi yang memakai jenis penutup yang mahal seperti marmer. Namun, apabila kamu menemukan banyak retakan pada lantai rumah, itu suatu pertanda, kamu perlu menggantinya dengan yang baru.

Mengganti bagian lantai yang rusak bukan hanya untuk keindahan rumah, melainkan untuk keselematan penghuni rumah juga. Sebagai contoh di rumah kamu memakai keramik. Lalu, salah satu keramik pecah. Pecahan keramik yang tajam ini berbahaya apabila tergores atau terinjak. Secepatnya kamu perlu menggantinya dengan yang baru agar saat melewatinya tidak perlu khawatir terluka.

2. Pipa Bocor

Pipa adalah jalur pembuangan yang penting di rumah. Pipa pun memiliki banyak jenis tergantung pada fungsinya. Apabila pipa mulai bocor, maka akan timbul masalah-masalah baru. Air yang seharusnya langsung terbuang ke luar, bisa terbuang ke tempat yang salah. Cara memperbaiki pipa yang bocor sebaiknya meminta bantuan tukang ahli agar lebih cepat penyelesaiannya.

3. Ditemukan Rayap dan Hama

Hewan bisa menyebabkan kerusakan pada fondasi rumah. Salah satu hewan yang kehadirannya berbahaya adalah rayap. Hewan kecil ini kerap memakan kayu di rumah. Apabila tidak dibasmi, permukaan kayu bisa habis diburu oleh mereka.

4. Atap atau Genteng Bocor

Selain kebocoran pada dinding rumah, atap atau genteng juga bisa mengalami hal serupa. Bahkan risikonya lebih besar. Biasanya, kebocorannya ditandai dengan bintik-bintik air di langit-langit.

Kebocoran terjadi karena ada celah pada genteng atau atap terluar sehingga air bisa masuk ke dalam rumah. Kalau bukan karena retakan, genteng juga bisa rusak karena sudah lama dipakai. Umumnya genteng baik dipakai hingga 30 tahun. Lewat dari itu, sebaiknya kamu menggantinya dengan yang baru.

5. Perbaikan Kecil yang Terus Berulang

Jika kamu terus-menerus memperbaiki masalah yang sama setiap saat, ini bisa menjadi tanda bahwa rumah kamu memerlukan renovasi. Selain itu, melakukan renovasi juga bisa membantu kamu menghindari biaya berulang dan menjaga rumah kamu tetap berfungsi dengan efisien.

6. Perlu Ruang Tambahan

Selain karena ditemukan kerusakan, tanda kamu perlu merenovasi rumah adalah saat kamu merasa rumah sudah sempit, sementara anggota keluarga semakin banyak. Kamu membutuhkan ruang tambahan agar seluruh anggota keluarga nyaman selama di rumah.

Renovasi untuk menambah ruangan pada rumah juga bisa mengubah tata letak rumah kamu, jadi hal ini bisa menjadi solusi juga untuk kamu yang butuh suasana dan tampilan rumah yang baru.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com

Jangan Salah Pilih! Ini 3 Jenis Bahan Septic Tank Beserta Kelebihannya



Jakarta

Septic tank atau tangki septik merupakan salah satu kebutuhan utama dari sebuah rumah untuk tempat pembuangan kotoran. Karena fungsinya yang sangat penting, pemilihan jenis septic tank tidak bisa sembarangan.

Setidaknya ada 3 jenis septic tank yang sering kali digunakan. Masing-masing septic tank punya beberapa fungsi yang berbeda. Agar menghindari membeli septic tank yang salah, kamu harus tahu jenis-jenis septic tank.

Mengutip dari Ragam Pipa, berikut jenis-jenis septic tank yang perlu kamu tahu.


1. Septic Tank Beton

Sesuai namanya, septic tank ini terbuat dari campuran bahan komposit dan semen, atau biasa dikenal dengan beton.

Media ini dibuat dengan desain khusus, dan pada akhirnya diletakkan di dalam tanah dengan bagian atas yang bisa dibuka tutup. Keunggulan dari jenis ini adalah proses pembuatan yang mudah, dan proses pemasangan yang sederhana, membuat media ini ideal untuk kebutuhan rumah tangga dan sebagainya.

Kelemahan jenis ini adalah bobot yang sangat berat. Sehingga membutuhkan alat khusus untuk memindah, atau setidaknya melibatkan banyak orang dalam proses instalasinya.

2. Septic Tank Baja

Bahan baja juga banyak digunakan sebagai media penampungan kotoran untuk proses filterisasi. Karena bahan ini dianggap memiliki durabilitas sangat baik, sehingga selain dapat digunakan dalam jangka waktu lama, fasilitas ini juga dapat didesain dengan volume besar.

Septic Tank Baja umumnya digunakan untuk fasilitas umum, atau kebutuhan industri dan sebagainya. Kemampuan bahan yang dapat diandalkan, membuat proses pengolahan air dapat maksimal, dengan minimal resiko mengalami kerusakan.

3. Septic Tank Fiberglass

Dengan berbahan dasar Fiberglass, jenis septic tank ini memiliki kelebihan mudah dibuat, bahkan di lapangan. Peralatan yang memadai membuat proses pembuatan septic tank mudah dan sesuai dengan volume yang dibutuhkan.

Bahan ini tentu saja tidak berkarat seperti material besi, selain itu kelebihan dari material ini adalah bobotnya yang ringan. Sehingga dalam proses instalasi dapat dilakukan secara singkat dan lebih mudah.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Pengertian, Manfaat, dan Cara Buatnya



Jakarta

Di dalam pekarangan rumah ada berbagai sistem penampungan, salah satunya sumur resapan. Bagi sebagian orang mungkin masih asing dengan istilah sumur resapan.

Padahal, lubang satu ini sangat bermanfaat untuk rumah, lho. Biar nggak bingung, simak penjelasan soal sumur resapan berikut ini ya.

Pengertian Sumur Resapan

Dilansir dari situs resmi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kamis (2/1/2024), sumur resapan adalah sistem resapan buatan yang berfungsi sebagai penampungan air hujan. Sistem ini dapat berupa sumur, parit, atau alur taman resapan


Manfaat Sumur Resapan

Sumur resapan dapat menampung dan menahan air hujan, baik yang mengalir dari atap rumah maupun yang langsung jatuh ke tanah. Air akan mengisi kembali air tanah dangkal sebagai sumber air bersih. Dengan begitu, air tidak langsung keluar ke pekarangan rumah.

Cara Membuat Sumur Resapan

1. Pilih Lokasi

Saat menentukan lokasi sumur resapan, pilihlah yang jaraknya 1 meter atau lebih dari fondasi rumah. Tak hanya itu, pilih lokasi yang dekat dengan lokasi talang pembuangan air hujan.

2. Gali Lubang

Selanjutnya, gali lubang sumur dengan diameter 80-100 cm. Untuk kedalamannya mencapai 1,5 meter tapi jangan melebihi muka air tanah.

3. Perkuat Dinding Lubang

Kamu perlu memperkuat dinding tanah dengan memasukkan tiga buah buis beton sepanjang 50 cm. Kalau tak punya buis beton, kamu bisa menggunakan pasangan bata kosong.

4. Sambungkan Pipa ke Talang

Kemudian, pastikan air hujan bisa langsung masuk ke dalam sumur resapan. Hal ini dapat dilakukan dengan menyambungkan pipa paralon atau pipa pemasukan dari talang ke sumur.

5. Pasang Pipa Pembuangan

Beri pipa pembuangan ke selokan atau drainase jalan pada sumur resapan. Posisi pipa pembuangan ini harus lebih tinggi dari muka air tertinggi pada selokan drainase.

6. Isi Batu Koral

Selain memasang dinding, kamu juga perlu mengisi lubang dengan kerakal atau koral. Tumpuk batu-batu tersebut hingga ketinggian 15 cm.

7. Tutup Sumur

Terakhir, tutup bagian atas sumur menggunakan plat beton. Di penutup tersebut dapat diurug tanah untuk taman atau dipasang pot-pot tanaman.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Ternyata… 5 Benda Ini Penyebab Saluran Air Mampet!


Jakarta

Saluran air yang mampet merupakan salah satu masalah yang kerap dihadapi masyarakat. Ada beberapa benda yang menyebabkan saluran air menjadi mampet, misalnya kotoran yang menumpuk.

Saluran air yang mampet itu bisa menimbulkan masalah baru, seperti luapan air sehingga menimbulkan bau tak sedap. Nah, sebelum kejadian sebaiknya kamu mengetahui benda apa saja yang bisa bikin saluran air mampet. Berikut ini benda-benda yang bikin saluran air mampet serta cara mengatasinya, dikutip dari Dengarden.

Benda yang Bikin Saluran Air Mampet

1. Rambut

Rambut yang rontok setiap hari bisa menjadi penyebab saluran air mampet. Nggak cuma itu, rambut hewan peliharaan dan bahan berserat lainnya juga bisa menyumbat saluran air. Rambut juga dapat mengikat zat lain seperti sabun dan minyak yang dibuang di saluran pembuangan.


Cara mengatasinya: Kamu bisa mengatasinya dengan menggunakan cairan pembersih saluran air untuk menghancurkan minyak dan rambut yang menyumbat, namun perlu diingat jika penggunaan jangka panjang dapat merusak pipa. Untuk alternatifnya, kamu bisa menggunakan baking soda dan cuka.

2. Sabun

Sisa-sisa sabun yang berbentuk buih dapat terakumulasi seiring berjalannya waktu, terutama di saluran cucian, pancuran, dan kamar mandi, sehingga mengurangi diameter pipa dan menyebabkan saluran air menjadi lambat. Sabun jika tercampur dengan bahan lain seperti rambut dan kotoran bisa menimbulkan penyumbatan.

Cara mengatasinya: Pembersihan dengan air bertekanan tinggi adalah cara terbaik untuk menghilangkan penumpukan sabun dari pipa.

3. Minyak dan Lemak

Minyak dan lemak sisa makanan bisa mengendap dan membeku ketika suhu dingin dan terkena air sehingga menyumbat saluran air.Dengan menyiram air panas ke dalam saluran air ternyata dinilai kurang ampuh.

Cara mengatasinya: Kamu bisa campurkan sedikit detergen dengan air panas, lalu tuangkan cairan campuran tersebut ke dalam saluran air. Larutan detergen dan air panas bisa memecah lemak yang menyumbat.

4. Sisa Makanan

Penyebab utama kenapa wastafel sering tersumbat adalah sisa makanan yang jatuh ke dalam saluran air kemudian menyumbatnya. Terutama untuk teh dan bubuk kopi sulit untuk terurai sehingga dapat menumpuk di saluran air.

Cara mengatasinya: Bersihkan dengan cairan pembersih ditambah menggunakan alat pembersih, seperti plumber snake, lakukan hal ini secara rutin.

5. Endapan Mineral

Air sadah punya konsentrasi pH mineral tinggi, Maka jika air di tempat tinggal kamu adalah air sadah maka saluran air kamu bisa tersumbat oleh endapan mineral dengan seiring berjalannya waktu. Hal ini akan mengurangi arus aliran kemudian dapat menyumbat saluran air.

Cara mengatasinya: Kamu bisa panggil tukang ledeng profesional. Pipa-pipa tersebut perlu dibersihkan keraknya untuk menghilangkan penumpukan mineral.

Itulah 5 benda yang bisa menyebabkan saluran air mampet dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Cara Mengatasi Air Kloset Lama Turun dan Penyebabnya


Jakarta

Kloset duduk di rumah memiliki keunggulan yakni dapat membersihkan kotoran dengan sekali pencet. Air di dalam kloset akan turun, kemudian terisi kembali dengan cepat dalam kondisi bersih.

Namun, bisa saja kamu mendapati masalah, seperti air kloset lama sekali turun, tidak seperti biasanya. Kamu memencet tombol berulang kali, tetapi air tetap lambat turun. Jika kamu mendapati hal ini, berarti ada masalah pada sistem pembuangan di kloset tersebut.

Dilansir Angi, ternyata terdapat beberapa penyebab air kloset lama turun, berikut di antaranya.


1. Adanya Penumpukan Material Sisa di Rim Jets

Pada kloset duduk terdapat lubang kecil di bagian pinggiran yang jarang terlihat. Lubang tersebut adalah Rim Jets. Fungsinya untuk menciptakan gerakan berputar pada saat menyiram klose dan mendorong kotoran ke saluran pembuangan.

Pada proses pembuangan tersebut, pasti ada partikel-partikel yang menyangkut di pipa atau lubang pembuangan. Seiring waktu, partikel tersebut menyumbat jalur air sehingga menghambat tekanan air yang turun.

Apabila terjadi hal seperti ini, kamu bisa mencampurkan sabun cuci piring dengan air panas dengan volume sekitar 1-2 panci. Air panas yang digunakan sebaiknya bukan dalam skala mendidih. Namun perlu diingat bahwa bukan berarti sabun dicampur air panas baru dituangkan.

Pertama, tuangkan sabun ke dalam lubang kloset. Lalu, tuangkan 1-2 cangkir sabun cuci piring tersebut secara perlahan. Diamkan sekitar lima menit. Selanjutnya, tuangkan air panas sedikit demi sedikit. kamu bisa kembali menunggu sekitar 30 menit.

2. Saluran Air Tersumbat

Dalam beberapa kasus, lambatnya air kloset turun karena adanya penyumbatan pada pipa pembuangan. Penyumbatan ini bisa diakibatkan karena ada barang yang tidak seharusnya dibuang ke kloset atau ada kotoran menumpuk.

Jika kloset kamu mengalami hal ini, kamu bisa menggunakan alat yang dapat mendorong sumbatan di dalam pipa pembuangan. Alat ini sering disebut ular pipa karena dapat dipanjangkan dan fleksibel.

3. Tekanan Air di Tangki Rendah

Apabila tidak ada sumbatan, kamu perlu mengecek pasokan air di dalam tangki kloset. Apabila tekanan air di kloset rendah, bisa jadi salah satu alasan air lambat turun. Penyebab tekanan air di tangki rendah biasanya karena penggunaannya berlebihan, tabung siramnya rusak, adanya kebocoran, hingga penguapan air.

Cara mengatasinya adalah dengan mengisi ulang tangki manual untuk membantu menyiram toilet. Jika kamu memiliki modal yang cukup, perbaiki tangki air kloset atau perbaiki kerusakan di dalam tangki tersebut.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com

7 Jurus Jitu Atasi Dinding Rembes Saat Musim Hujan


Jakarta

Masalah kerap muncul di rumah ketika musim hujan tiba. Air hujan bisa saja menembus rumah sampai mengakibatkan dinding rembes.

Dinding rembes saat hujan bisa terjadi karena bata yang digunakan memiliki pori yang dapat menyerap air. Jika tidak segera diatasi, rumah kamu bisa tergenang air, bangunan menjadi rusak, dan masalah lainnya bakal bermunculan.

Nah kalau mengalami dinding rembes, kamu harus mencari tahu akar penyebabnya. Kamu bisa meminta bantuan ahli bangunan untuk memeriksa rumah dan mencarikan solusi yang tepat.


Selain itu, kamu bisa mencoba jurus jitu berikut ini buat mengatasi dinding rembes seperti yang dilansir dari All Weather Coating dan waterproofing.com.

Tips Mengatasi Dinding Rembes

Inilah cara mengatasi dinding rembes saat musim hujan.

1. Memperbaiki Sambungan Bangunan yang Rusak

Saat melakukan renovasi rumah, misalnya menambah bangunan, biasanya akan ada bagian rumah yang disambung dengan bangunan baru.

Kemungkinan terdapat celah pada sambungan bangunan tersebut yang dapat dilalui air. Celah ini dapat melebar atau rusak seiring waktu.

Dengan memperbaiki sambungan tersebut, air hujan yang merembes ke dinding dapat teratasi.

2. Melapisi Retak Rambut

Retak rambut di dinding dapat terjadi karena perubahan suhu dan kelembaban udara. Kondisi ini dapat membuat air hujan merembes ke dinding.

Untuk mengatasinya, cobalah melapisi retak rambut dengan menggunakan semen putih dan cat anti air. Tujuannya agar pori-pori di dinding tertutupi sehingga air tidak merembes.

3. Mengecat Eksterior Rumah

Bukan hanya untuk keperluan estetika, mengecat bagian eksterior rumah juga dibutuhkan untuk menjaga bangunan dari perubahan cuaca.

Gunakan cat eksterior berkualitas tinggi yang diformulasikan khusus agar tahan cuaca (weatherproof). Cat weatherproof dapat menjaga tembok rumah dari air hujan dan kelembaban. Dengan begitu, masalah air rembes di dinding saat musim hujan dapat teratasi.

4. Membersihkan Saluran Pembuangan Air

Sistem drainase atau pembuangan air merupakan bagian penting dari sebuah rumah. Masalah yang terjadi pada drainase dapat menyebabkan kebocoran.

Bila dinding rumah kamu terkena rembesan air hujan, cobalah periksa talang air hujan di rumah. Bisa jadi ada kotoran yang menghambat aliran pembuangan air.

5. Memperbaiki Pipa yang Rusak

Selain karena penyumbatan, pipa pembuangan air hujan yang rusak juga dapat menyebabkan kebocoran. Misalnya pipa retak, bocor, atau sambungan antarpipa longgar.

Memperbaiki pipa yang rusak cenderung rumit, apalagi bila ditanam di dalam tembok rumah. Oleh karena itu, kamu mungkin memerlukan jasa ahli bangunan untuk memperbaikinya.

6. Mengaplikasikan Sealant pada Dinding

Cara mengatasi dinding rumah yang rembes saat musim hujan juga bisa dengan cara melapisi dinding dengan sealant.

Sealant dapat diaplikasikan pada mortar (semen sambungan antarbata). Tujuannya untuk menyerap air ke dalam bata sehingga membantu menahan air agar tidak merembes keluar.

Namun sebagai catatan, solusi ini hanya dapat mengatasi rembesan air yang muncul sesekali, bukan terus menerus.

7. Melapisi Dinding dengan Cat waterproof

Cara lainnya yang dapat dilakukan untuk mengatasi rembesan air hujan pada dinding yaitu melapisi permukaan dinding dengan cat anti air (cat waterproof).

Cara ini bisa menjadi solusi praktis yang dapat mengatasi rembesan air dengan cepat. Namun, bila air masih saja merembes, cobalah mencari tahu penyebab utamanya.

Mungkin saja ada masalah lain, seperti kebocoran pipa, talang air yang tersumbat, dan sebagainya.

Itulah beberapa cara mengatasi dinding rembes saat musim hujan yang bisa kamu coba di rumah. Pastikan kamu mencari tahu dulu penyebab munculnya rembesan air, agar perbaikan lebih efektif.

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Jangan Dianggap Sepele, Ini Dampak Jika Sering Buang Air Panas ke Wastafel!



Jakarta

Membuang air panas tidak bisa sembarangan. Ada beberapa material yang dapat rusak atau meleleh setelah disiram air panas. Salah satunya adalah pipa pembuangan air dari wastafel atau tempat pencuci piring (kitchen sink).

Mungkin kamu berpikir karena fungsinya tempat pembuangan akhir sehingga tidak akan masalah jika membuang bekas makanan atau air panas. Kenyataannya, air panas, minyak, dan bekas makanan tidak dapat dibuang melalui wastafel atau tempat pencuci piring.

Dilansir WP Plumbing, berikut beberapa dampak yang akan terjadi apabila kamu sering membuang air panas ke wastafel atau tempat pencuci piring.


Dampak Buang Air Panas ke Saluran Air

Kamu perlu tahu jika pipa pembuangan di rumah biasanya terbuat dari PVC, Pex, dan CPVC. Material ini terbuat dari plastik yang tidak begitu tahan terhadap panas. Apabila terkena api, pipa tersebut bisa terbakar. Air panas memang tidak sepanas api, tetapi jika dilakukan secara berulang dalam jangka waktu yang lama, tentu permukaannya akan berubah.

Berdasarkan data, bahan-bahan tadi hanya bisa menahan panas hingga di atas 60℃. Namun, jika terkena air panas secara terus-menerus, pipa dapat melunak dan meleleh sehingga memicu terjadinya kebocoran.

Selain itu, air panas yang dibuang ke wastafel juga bisa membuat sisa minyak dan lemak di dalamnya meleleh dan bergerak lebih jauh ke saluran pembuangan. Sisa minyak dan lemak yang kemudian mengeras di lokasi yang sulit terjangkau akan sulit diperbaiki.

Cara Buang Air Panas yang Benar

Cara membuang air panas yang benar adalah dengan menunggu hingga air tidak begitu panas. Kamu juga bisa mencampur air panas dengan air biasa sebelum membuangnya. Dengan mencampurnya dengan air biasa, suhu air panas akan menurun sehingga tidak berpengaruh pada permukaan pipa saluran pembuangan.

Selain itu, kamu juga bisa menghidupkan keran saat membuang air panas ke dalam wastafel. Cara ini juga bisa menurunkan suhu panas pada air yang dibuang.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com