Tag Archives: pembuangan

6 Perbedaan Air Fryer dan Oven, Lebih Bagus yang Mana?


Jakarta

Dalam dunia kuliner, alat-alat masak yang canggih memudahkan penggunanya dalam menyiapkan hidangan. Dua perangkat yang sering digunakan untuk memasak yaitu air fryer dan oven.

Meski begitu, masih banyak yang masih bingung memilih antara keduanya. Berikut perbedaan antara air fryer dan oven.

Perbedaan Air Fryer dan Oven

Air fryer dan oven memiliki perbedaan dalam cara menghasilkan panas, elemen panas yang dimiliki, ukuran, hingga durasi pemakaian. Mengutip laman My Borosil, Good Housekeeping, Etimes, dan All Recipes, berikut penjelasannya.


1. Cara Menghasilkan Panas

  • Air fryer: Menggunakan teknologi udara yang cepat untuk menghasilkan panas. Udara yang bersirkulasi dalam air fryer akan lebih cepat dibandingkan udara yang bergerak di dalam oven.
  • Oven: Menghasilkan panas karena dibantu beberapa elemen. Dengan perlahan, panas menyebar ke seluruh bagian oven.

2. Elemen Pemanas

  • Air fryer: Hanya memiliki satu elemen pemanas di bagian atas. Elemen ini membantu memusatkan pemanasan dan memasak makanan lebih cepat.

Seringkali air fryer dilengkapi wadah untuk menampung minyak atau kelembaban berlebih. Sehingga mengurangi jumlah lemak dan kalori yang dikonsumsi. Makanan yang dihasilkan juga lebih renyah.

  • Oven: Memiliki beberapa elemen panas. Biasanya ada dua, yaitu terletak di bagian samping atau atas, serta di bagian bawah

3. Ukuran

  • Air fryer: Bisa memasak satu hidangan dalam satu waktu. Dalam porsi besar, makanan dimasak secara bertahap.
  • Oven: Berukuran lebih besar dari air fryer, oven bisa menampung porsi makanan yang lebih besar.

4. Kipas

  • Air fryer: Ukuran kipasnya besar dan kuat. Letaknya di bawah elemen pemanas untuk membantu sirkulasi udara panas lebih cepat dan lebih merata.
  • Oven: Ukuran kipasnya biasanya lebih kecil dan berada di bagian belakang. Kipas juga berfungsi sebagai sistem pembuangan udara.

5. Durasi Pemakaian

  • Air fryer: Sebab ukurannya lebih kecil, waktu pemanasan membutuhkan waktu lebih sedikit dibandingkan dengan oven. Sehingga, proses memasak bisa dilakukan lebih cepat karena elemen pemanas lebih deka dengan makanan.
  • Oven: Ukurannya yang lebih besar membuat oven memerlukan waktu lama untuk dipanaskan. Hal tersebut membuat proses memasak membutuhkan waktu lebih lama dari air fryer.

6. Pembersihan

  • Air fryer: Perlu dibersihkan setiap kali digunakan untuk menjaga kebersihan. Komponen air fryer perlu dibersihkan secara hati-hati.
  • Oven: Seluruh bagian oven tidak perlu dibersihkan setiap kali digunakan. Meski begitu, baiknya komponennya dibersihkan setelah beberapa kali digunakan.

Lebih Bagus Air Fryer atau Oven?

Air fryer dan oven memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, sehingga bisa digunakan sesuai dengan kebutuhan. Air fryer memasak makanan dalam jumlah lebih sedikit dari oven.

Meski begitu proses memasak air fryer lebih cepat, sehat, dan cocok untuk hidangan renyah seperti keripik serta makanan beku. Di sisi lain, oven dapat menampung makanan dalam jumlah lebih banyak.

Air fryer biasanya lebih cocok untuk keluarga kecil, dengan kapasitas terbatas dan daya listrik mencapai 1.500 watt. Sedangkan oven lebih cocok untuk masakan yang dikonsumsi banyak orang, dengan kapasitas lebih besar dan kebutuhan daya mencapai 2.200 watt.

(elk/row)



Sumber : www.detik.com

Ternyata Ini Biang Kerok Kamar Mandi Bau Tak Sedap



Jakarta

Kamar mandi adalah tempat untuk membersihkan diri dan membuang kotoran. Tak heran kalau udara terasa lembap dan muncul bau tak sedap di dalam kamar mandi.

Kamar mandi berbau tentu bisa mengganggu dan membuat penghuni rumah tidak nyaman berlama-lama di dalamnya. Kamar mandi yang segar dan tak berbau juga mencerminkan seberapa bersih seisi rumah.

Kebanyakan orang pernah menghadapi masalah bau tak sedap. Tapi bukan berarti bau tersebut dibiarkan saja ya.


Lantas apa yang membuat kamar mandi berbau tak sedap dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Penyebab Kamar Mandi Berbau Tak Sedap

Dilansir dari Mr. Rooter, berikut beberapa alasan umum mengapa kamar mandi bisa berbau tidak sedap.

1. Saluran Pembuangan Tersumbat

Saluran pembuangan yang tersumbat bisa menjadi penyebab utama bau tak sedap di kamar mandi. Kotoran dan rambut yang terperangkap dalam saluran bisa menjadi tempat berkembang biak bagi bakteri yang pada akhirnya akan menyebabkan bau yang tidak sedap.

2. Saluran Pembuangan Tercemar

Saat saluran pembuangan di sekitar area kamar mandi tercemar, gas limbah bisa terdorong kembali ke dalam rumah. Hal ini akan menyebabkan bau yang tidak sedap di kamar mandi. Ini biasanya terjadi setelah hujan deras. Untuk mencegahnya, penting untuk memasang katup backflow (backflow valve) pada saluran pembuangan agar kotoran tidak masuk kembali ke dalam kamar mandi.

3. P-Trap Kering atau Rusak

P-trap merupakan belokan berbentuk U pada pipa saluran pembuangan kamar mandi dan pipa lainnya di rumah. P-Trap adalah bagian penting dari sistem saluran air yang mencegah gas limbah masuk ke rumah, khususnya kamar mandi.

Namun, jika P-Trap kering atau rusak, gas limbah bisa bocor ke dalam kamar mandi. Untungnya, kamu bisa mengatasinya dengan menjalankan air keran selama beberapa menit atau memanggil tukang ledeng jika perlu.

4. Kebocoran Gas pada Saluran Pembuangan Toilet yang Rusak

Segel lilin di sekitar toilet yang rusak bisa menjadi penyebab bau tak sedap di kamar mandi. Penting untuk segera memperbaikinya untuk mencegah kerusakan yang lebih besar.

5. Septic Tank Penuh

Jika rumahmu menggunakan septic tank, pastikan untuk memeriksanya secara berkala dan teratur. Septic tank yang penuh juga bisa menyebabkan bau yang tidak sedap di kamar mandi.

6. Pertumbuhan Bakteri

Lingkungan yang lembap dan gelap di dalam saluran pembuangan adalah tempat yang sempurna bagi pertumbuhan bakteri. Kondisi ini bisa menimbulkan bau yang tidak sedap di dalam kamar mandi. Untuk mengatasinya, kamu bisa menggunakan larutan pemutih untuk membersihkan toilet secara teratur.

Cara Mengatasi Bau Tak Sedap di Kamar Mandi

Dikutip dari The Spruce, berikut adalah beberapa tips untuk mengatasi kamar mandi yang bau.

1. Gunakan Pengharum Udara

Tempatkan pengharum udara di dekat kamar mandi untuk menetralisir bau tak sedap. Namun, pastikan untuk tidak mengandalkan pengharum udara secara berlebihan.

2. Jaga Ventilasi yang Baik

Pastikan kamar mandi memiliki sirkulasi udara yang baik dengan menjaga kipas ventilasi berfungsi dan pintu serta jendela terbuka ketika kamar mandi tidak digunakan. Ini membantu udara segar beredar dengan baik di dalam ruangan.

3. Selalu Jaga Kebersihan Handuk

Handuk yang kotor atau basah bisa menjadi penyebab bau tak sedap di kamar mandi. Pastikan untuk menggantung handuk dengan baik setelah digunakan dan mencucinya secara teratur.

4. Nyalakan Lilin

Lilin bisa membantu menetralisir bau di kamar mandi. Pilih lilin tanpa aroma atau beraroma sesuai keinginanmu.

5. Bersihkan Secara Teratur

Jaga kebersihan kamar mandi dengan membersihkannya secara teratur. Ini termasuk membersihkan bak mandi, toilet, wastafel, dan lantai secara berkala.

Demikianlah penyebab dan cara mengatasi kamar mandi yang berbau tidak sedap. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Bisakah Gugat Pengembang Jika Komplek Perumahan Banjir hingga Bikin Rugi?



Jakarta

Tentu tidak ada yang mau membeli rumah di kawasan yang rawan banjir. Oleh karena itu penting untuk memastikan rumah yang kamu hendak apakah berada di wilayah rawan banjir atau tidak.

Namun, jika kamu sudah terlanjur beli rumah di komplek perumahan yang sering banjir, apakah bisa menggugat pengembang? Ini penjelasannya.

Banjir tentu sangat merugikan pemilik rumah karena dampaknya akan langsung terasa. Aktivitas pemilik terhambat, kerugian harta benda, hingga masalah kesehatan.


Dalam ulasan yang dikutip dari Hukum Online, sebenarnya sudah ada aturan hukum yang mengatur soal tanggung jawab pengembang perumahan.

Agar tidak terjadi banjir di komplek perumahan, pihak pengembang wajib menyediakan drainase/saluran pembuangan air hujan. Ada pula beberapa standar yang perlu dipenuhi oleh pengembang sebelum membangun perumahan, berikut diuraikan standar prasarananya.

Standar prasarana yang perlu dipenuhi oleh pengembang, minimal meliputi:

  1. Jaringan jalan
  2. Saluran pembuangan air hujan atau drainase
  3. Penyediaan air minum
  4. Saluran pembuangan air limbah atau sanitasi
  5. Tempat pembuangan sampah

Berdasarkan ketentuan tersebut, disimpulkan bahwa drainase atau saluran pembuangan air hujan adalah salah satu prasarana yang perlu disiapkan dan dipastikan oleh pengembang sebelum membangun suatu perumahan.

Adapun pemasaran lewat sistem Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) cuma bisa dilaksanakan setelah persyaratan terpenuhi. Misal terbangunnya prasarana, sarana, dan utilitas umum seperti drainase/saluran pembuangan air hujan.

Wajib hukumnya pelaku pemasaran memberi informasi yang jelas, sebenar-benarnya, dan menjamin kepastian tentang kondisi fisik dan perencanaan yang ada terhadap masyarakat saat melaksanakan pemasaran. Dikarenakan informasi ini adalah hal yang diperjanjikan di PPJB.

Jika ternyata didapati tidak adanya drainase/saluran pembuangan air hujan yang disediakan oleh pengembang, dan menyebabkan kebanjiran di perumahan tersebut. Maka sebagai pembeli, kamu bisa menggugat pengembang atas perbuatan melawan hukum.

Sebagai konsumen, kamu bisa menggugat pengembang lewat pengadilan atau Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK). Jangan lupa untuk terlebih dahulu mempelajari dan mengumpulkan bukti kesalahan pengembang.

Perlu dicatat, sebelum melakukan penggugatan kamu harus memastikan kalau banjir tersebut adalah murni kesalahan pengembang. Mengingat bahwa banjir juga termasuk peristiwa alam.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Bukan Cuma Buat Masak, Garam Juga Ampuh Bersihkan Noda!


Jakarta

Garam adalah bumbu yang pasti selalu tersedia di setiap dapur dan peran penting untuk memperkaya cita rasa masakan. Namun, tahukah kamu jika garam juga ampuh untuk membersihkan berbagai hal di rumah?

Dilansir Better Homes and Gardens, garam merupakan bahan abrasif alami yang dapat membersihkan noda dan menyerap bau tak sedap. Selain itu, garam adalah bahan alami, tentu ramah lingkungan dan dapat menghemat pengeluaran kamu karena tak perlu beli cairan pembersih instan.

Jenis garam yang dapat dipakai untuk membersihkan beberapa benda di rumah adalah garam kosher. Garam in tidak mengandung mineral apa pun, melainkan hanya natrium klorida.


Garam kosher ini berbeda dengan garam laut. Pembeda yang paling mencolok adalah garam kosher teksturnya lebih kasar dari garam laut. Keduanya sama-sama berwarna putih dan berbentuk butiran, serta sama-sama bisa dimakan.

Barang yang Bisa Dibersihkan dengan Garam

1. Mug Kopi

Siapa di antara detikers yang sering minum kopi? Coba cek cangkir bagian dalamnya bersih atau tidak. Biasanya cangkir yang dipakai sebagai wadah kopi atau minuman berwarna, bagian dalamnya terdapat sisa warna. Noda tersebut sulit hilang jika hanya memakai sabun cuci piring.

Ternyata trik untuk menghilangkan noda tersebut adalah memakai garam. Caranya dengan menambahkan garam ke dasar cangkir dan taruh sedikit es serut di atasnya. Tutupi bagian atas cangkir kopi dengan lapisan plastik pembungkus.

Lalu letakkan tangan di atas plastik tersebut dan putar cangkir agak cepat. Apabila dirasa sudah lama diputar, coba bilas cangkir dengan air hangat. Lihat apakah warnanya berkurang.

2. Talenan

Talenan adalah salah satu barang dapur yang mudah rusak. Bekas potongan pisau kerap berbekas. Permukaannya yang tidak mulus itu sering kotor dari sisa-sisa makanan yang masuk ke sela-selanya. Tidak jarang, talenan jadi mudah berbau karena cara membersihkannya yang salah.

Coba dengan menaburkan garam dan ratakan seperti dipijat. Diamkan selama 10 menit. Setelah itu gosok permukaan dengan lemon yang telah dipotong menjadi dua. Saat menggosok, kamu boleh sambil memeras lemon. Terakhir, bilas dengan air panas. Pastikan tidak ada sisa garam yang tertinggal.

3. Setrika

Jika besi setrika kotor karena ada yang menempel atau berubah warna menjadi hitam, kamu bisa lho menghilangkannya.

Caranya atur setrika sampai terasa hangat. Sembari menunggu, siapkan selembar kertas atau koran yang atasnya telah ditaburkan garam. Setelah setrika panas, setrika dengan melingkar di atas garam dan kertas tadi. Matikan setrika dan biarkan dingin. Lalu, bersihkan permukaan besi dari bekas garam dengan menggunakan kain lembap.

4. Panci

Cara mencuci panci berminyak, kotor, atau berminyak bisa dengan garam. Caranya tutupi panci dengan garam dan biarkan selama 10 menit. Lalu, gosok bagian tepi panci yang kotor dengan spons. Terakhir, bilas dengan air hangat.

5. Pipa Tersumbat

Pipa tersumbat dapat diatasi dengan bahan yang ada di dapur. Caranya tuang setengah cangkir soda kue dan setengah cangkir garam ke dalam saluran pembuangan dan biarkan semalaman. Setelah itu, tuangkan air mendidih ke dalam saluran pembuangan untuk membilas campuran tersebut.

6. Jamur dan Noda Bekas Air

Jika di rumah ada barang yang berjamur atau permukaannya terdapat sisa air, coba pakai garam sebagai pemutih alami. Cara bersihkannya dengan menaburkan garam pada area yang terkena noda, lalu tuangkan soda kue. Diamkan beberapa jam atau semalaman.

Cara kedua bisa dengan mencampurkan air lemon dan garam. Lalu gosokkan pada noda. Namun, kamu harus menjemur barang tersebut di bawah sinar matahari.

Itulah beberapa benda yang bisa dibersihkan dengan garam. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

Air Keran Sering Menetes? Ini Penyebab dan Cara Memperbaikinya!


Jakarta

Kamu pernah menemukan keran air terus menetes padahal sudah tertutup rapat? Masalah ini jangan dianggap sepele dan harus segera diatasi.

Penyebab air di keran selalu menetes ada bisa karena beberapa hal. Dilansir Swan’s Plumbing, bisa karena keran yang sudah aus sehingga tidak lagi rapat saat ditutup. Bagian keran yang biasanya mudah aus adalah washer yakni segel karet atau plastik kecil yang terletak di dalam gagang keran.

Penyebab kedua bisa karena bagian ring-o, seal, washer, dan katup yang longgar atau rusak sehingga ketika ditutup atau dibuka ada saja air yang keluar. Kelonggaran ini bisa dikarenakan ada karat di dalam keran, retakan, penumpukan mineral, hingga usia pemakaian. Penyebab selanjutnya adalah karena sering memakai air dengan debit yang besar. Saat tekanan terlalu tinggi, maka akan menekan komponen di dalam keran dan menyebabkan kebocoran.


Memperbaiki keran bocor seperti ini bisa dilakukan sendiri, tanpa bantuan profesional. Dilansir My Plumber London dan Your Repair, berikut ini cara memperbaiki kran air yang menetes terus.

Cara Memperbaiki Kran Air

1. Siapkan Peralatan

Beberapa peralatan yang diperlukan di antaranya kunci pas, obeng berkepala silang, Cartridge pengganti atau ring-O, dan selotip khusus pipa.

2. Matikan Saluran Air

Saat kamu ingin membongkar keran air, pastikan air di rumah dalam keadaan kosong atau mati. Dengan begitu, kamu tidak akan tersembur nantinya dan tidak ada air yang terbuang.

3. Pastikan Air Tidak Mengalir ke Saluran Pembuangan

Jika tangki air masih berisi air, kamu perlu memastikan air yang tidak mengalir ke keran yang sedang diperbaiki, tidak terbuang ke tempat lain.

4. Lepaskan Gagang Kran

Setelah masalah air selesai, sekarang buka gagang keran terlebih dahulu. Cari sekrupnya, buka satu-satu hingga terlepas. Simpan sekrup di tempat yang aman dan kalau bisa tidak tercampur agar saat hendak dipasang lagi, mudah untuk dicari.

5. Buka Cartridge atau Katup

Keran biasanya memiliki cartridge atau katup untuk mengatur aliran air. Buka bagian cartridge dengan kunci pas yang ukurannya sesuai. Putar berlawanan arah jarum jam. Setelah terbuka, ambil bagian tersebut.

6. Periksa dan Ganti Washer atau Ring-O

Periksa kondisi washer dan ring-O di dalam cartridge. Apabila bentuknya berubah dari bentuk awal atau adanya kerusakan, bagian tersebut harus segera diganti.

7. Pasang Selotip Ledeng

Jika kran didesain dengan sambungan berulir yakni kenop buka tutupnya diputar di bagian atas, cara menghentikan air bisa dengan memasang selotip pipa secara melingkar.

8. Susun Kembali Komponen Pipa

Setelah menemukan letak kerusakan dan kamu sudah memasang dengan yang baru, pasang lagi seluruh komponen. Pastikan pemasangannya kencang, tetapi tidak terlalu kencang. Kamu bisa menggunakan kunci pas yang diputar searah jarum jam.

9. Nyalakan Saluran Air

Langkah terakhir adalah melakukan tes dengan dialiri air. Apabila setelah ditutup tidak ada yang menetes lagi, maka perbaikan tadi berhasil.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

Cara Cek Atap Dak Beton Bocor dengan Teknik Perendaman Air



Jakarta

Atap dak beton biasanya memilik bentuk yang rata dan tidak menggunakan genteng. Meski tidak terlihat memiliki celah, dak beton juga bisa bocor atau rembes, lho.

Kebocoran dapat dipengaruhi dari bentuk atap yang datar, sehingga membuat air berkumpul di satu tempat seperti kolam. Oleh karena itu, kamu perlu membuat lubang dan pipa pembuangan air pada atap dak beton.

Kemudian, kamu perlu memastikan atap dak beton tidak rembes atau bocor pada saat pembangunan. Langkah ini penting untuk mencegah terjadi masalah nantinya.


Lantas, bagaimana cara cek atap dak beton tidak rembes atau bocor? Simak penjelasannya berikut ini.

Cara Cek Atap Dak Beton Bocor

Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama, Panggah Nuzhulrizky mengatakan salah satu teknik yang bisa dilakukan untuk mengecek celah rembesan air adalah dengan teknik perendaman air. Hal ini dilakukan setelah fondasi atap dak di bagian atas telah selesai dan dilapisi water proofing.

Teknik ini harus dilakukan di awal sebelum pembangunan rumah selesai agar bisa segera diperbaiki. Selain memastikan tidak ada celah air masuk, teknik ini juga untuk melihat apakah water proofing yang digunakan efektif.

Panggah mengungkapkan teknik ini juga bisa dilakukan pada pembuatan kamar mandi atau kolam renang di lantai atas. Cara ini dinilai efektif oleh para kontraktor guna memastikan keamanan dan ketahanan bangunan dari kebocoran.

“Water proofing kan banyak ya caranya, ada yang pakai cat terus juga ada yang pakai membran karet dibakar,” kata Panggah saat dihubungi oleh detikProperti beberapa waktu lalu.

Kemudian, saat merendam air di dak beton tersebut, kamu bisa membiarkannya selama 1×24 jam, 3×24 jam, atau 7×24 jam tergantung pada ketebalan beton yang digunakan dan luas atap rumah.

Sembari menunggu, kamu bisa sesekali mengecek plafon atau dinding di bawah plafon. Panggah menjelaskan sifat air biasanya akan menuju ke permukaan yang lebih rendah. Maka, apabila ditemui bocor atau rembes pada salah satu sisi, bagian yang perlu diperiksa adalah arah sebaliknya karena air datang dari sisi tersebut.

Apabila terbukti ada kebocoran atau rembesan pada atap dak beton, kontraktor atau pekerja bangunan memperbaikinya dengan cara grunting, dicor ulang, atau bobok bagian retak untuk ditambal kembali. Setelah itu, baru bisa dilakukan water proofing ulang.

“Kenapa dilakukan tes rendam itu? Pertama kita pengin tahu nanti setelah dipasang keramik kalau misalnya terjadi kebocoran, kita nggak bongkar banyak yang mengakibatkan kerugian secara material, secara waktu, secara bahan gitu,” ungkap Panggah.

Panggah mengingatkan, kebocoran pada atap dek beton atas ini perlu diatasi segera. Risiko yang ditimbulkan bukan hanya membuat penghuni rumah tidak nyaman, melainkan dapat mempengaruhi kualitas fondasi bangunan. Seperti yang diketahui di dalam beton terdapat besi penyangga. Besi tersebut memiliki kelemahan jika terkena air, mudah mengalami korosi.

Jika dibiarkan, besi tersebut dapat patah lalu permukaan beton pecah dan bahayanya saat atap rumah ambruk dapat mengancam keselamatan penghuni rumah.

Maka dari itu, untuk setiap rumah yang menggunakan dak beton datar perlu dilapisi dengan water proofing di atasnya. Selain untuk mencegah kebocoran dan rembesan, water proofing juga akan melindungi atap dak beton dari paparan sinar matahari.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

Jurus Jitu Bersihkan Lumut di Kamar Mandi, Cukup Pakai Bahan Ini


Jakarta

Kamar mandi adalah salah satu ruangan di rumah yang harus sering dibersihkan. Ruangan ini memiliki hawa udara yang lembap, sehingga menjadi tempat yang ideal buat ditumbuhi berbagai organisme termasuk lumut.

Tak hanya mengganggu estetika, lantai kamar mandi yang berlumut bisa membuat permukaan lebih licin. Hal ini tentunya bisa membahayakan penghuni rumah, apalagi lansia dan anak-anak yang rawan jatuh.

Lantas, bagaimana kalau kamar mandi sudah terlanjur berlumut? Tenang, kamu bisa membersihkannya dengan bahan-bahan yang biasa ada di rumah.


Bahan Pembersih Lumut di Kamar Mandi

Inilah beberapa bahan yang bisa membersihkan lumut di kamar mandi, dilansir dari Better Homes and Garden.

1. Cuka Putih

Cuka putih adalah salah satu bahan yang ampuh untuk membersihkan berbagai noda. Ternyata untuk membersihkan lumut terutama di kamar mandi, cuka putih juga efektif. Bahkan, bukan cuma di lantai, di sekitar toilet, saluran pembuangan, hingga ke permukaan pancuran bisa dibersihkan dengan bahan ini.

Semprotkan cuka langsung ke area yang ada lumutnya dan biarkan sekitar 5-10 menit. Berikutnya, bersihkan dengan lap atau spons. Gosok dengan sikat berbulu untuk lumut membandel.

2. Cairan Pemutih

Biasanya, cairan pemutih digunakan untuk membersihkan noda di pakaian, ternyata bahan ini juga bisa mengangkat lumut-lumut yang menempel di area kamar mandi.

Namun, pada saat membersihkan kamar mandi dengan pemutih, pastikan ventilasi di kamar mandi cukup karena baunya cukup menyengat. Kemudian, campurkan pemutih dan air dengan perbandingan 1:1. Campuran ini ampuh membasmi lumut yang ada di kamar mandi, seperti bak mandi, pancuran, toilet, dan wastafel.

3. Boraks

Boraks yang dikenal sering disalahgunakan buat masak sebenarnya untuk pembersih, lho. Salah satunya, bisa kamu gunakan untuk membersihkan lumut di kamar mandi.

Cara menggunakannya dengan mencampurkan satu cangkir boraks dengan sekitar tiga liter air hangat. Setelah tercampur dengan rata, masukkan larutan ke dalam botol semprot.

Lalu, langsung semprotkan ke area yang mau dibersihkan. Pakai lap bersih, sikat kawat, atau spons buat membersihkan noda lumut. Sisa campuran boraks bisa digunakan untuk mengepel lantai kamar mandi.

Itulah cara membersihkan lumut di kamar mandi menggunakan bahan-bahan di rumah. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/abr)



Sumber : www.detik.com

Jangan Kaget! Ini 5 Alasan Harga Rumah Bisa Anjlok


Jakarta

Harga rumah tidak selamanya mengalami kenaikan. Rumah juga bisa mengalami penurunan harga karena beberapa hal. Apa saja ya?

Salah satunya adalah lokasi rumah. Rumah yang berlokasi di daerah rawan banjir bisa saja membuat nilai properti turun.

Selain itu, masih ada beberapa hal lain yang bisa menyebabkan harga rumah turun. Berikut ini informasinya.


1. Bangunan Fisik Rumah Rusak

Pada 2023 lalu, Country Director of Ray White Indonesia, Johann Boyke Nurtanio, sempat mengatakan kepada detikcom bahwa bangunan fisik yang rusak bisa membuat harga rumah turun. Membeli bangunan yang rusak akan membuat calon pembeli berpikir dua kali karena harus melakukan renovasi juga.

“Harga rumah turun bisa lihat dari apakah masih layak pakai atau ada yang harus direnovasi, misalnya ruang dapur atau ruang makan gitu misalnya perlu renovasi secara major itu nilai jualnya jadi turun,” kata kepada detikcom.

Nah, untuk menghindari harga rumah turun, pemilik rumah bisa melakukan renovasi terlebih dahulu untuk meningkatkan harga rumah.

2. Lihat Siapa yang Menempati Rumah Sebelumnya

Selanjutnya adalah melihat siapa yang pernah menempati rumah yang ingin dijual. Ternyata, pemilik rumah sebelumnya juga bisa memengaruhi harga jual rumah.

“Kita bisa lihat apakah rumahnya itu pernah ditempati oleh siapa nih sebelumnya, misalnya orang yang konotatifnya negatif, kayak rumah bekas korupsi atau rumahnya itu pernah ada yang meninggal di situ. Itu bisa membuat harga jualnya (rumah) jadi jauh lebih rendah,” ungkapnya.

3. Akses Rumah Sulit

Selanjutnya adalah akses rumah. Rumah yang memiliki akses yang sulit, misalnya jauh dari pasar, jauh dari sekolah, maupun jauh dari rumah sakit, bisa membuat harga jual rumah turun.

“Aksesnya itu apakah ke mana-mana susah atau enggak. Itu juga memberikan faktor apakah nilainya bisa tinggi atau enggak. Kalau kita susah aksesnya ke public transportation atau apapun itu, ya itu bisa nilai jualnya rendah,” ujarnya.

4. Lokasi Red Flag

Lokasi adalah faktor paling penting untuk sebuah properti khususnya rumah. Nah, harga rumah bisa turun bila lokasinya terletak di tempat-tempat yang buruk alias red flag. Sebagai contoh, beberapa tempat yang kurang baik untuk rumah antara lain: dekat dengan kuburan, dekat dengan tiang sutet, dekat dengan rel kereta, dekat pembuangan sampah dan lokasi lain yang punya risiko tinggi.

5. Daerah Banjir

Rumah di daerah banjir juga tak menjadi pilihan utama saat orang mencari rumah. Rumah di daerah yang rawan banjir harus membuat pemilik rumah meninggikan huniannya apabila tidak ingin kebanjiran. Tentu hal itu akan membuat calon pembeli rumah berpikir dua kali sebelum membelinya.

Itulah beberapa hal yang bisa menurunkan harga rumah.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/das)



Sumber : www.detik.com

8 Ciri Rumah yang Sebaiknya Tidak Dibeli, Jangan Sampai Nyesal!


Jakarta

Sebelum membeli rumah sebaiknya kamu memerhatikan beberapa hal dulu, seperti lokasinya, bangunannya, dan lainnya. Hal itu karena membeli rumah merupakan sebuah hal yang besar karena merupakan aset dengan nilai tinggi.

Maka dari itu, kamu harus hati-hati sebelum membelinya agar tidak menyesal kemudian hari. Jangan sampai sudah susah-susah beli rumah malah merugikan.

Lalu, seperti apa ciri-ciri rumah yang sebaiknya tidak dibeli? Yuk, simak penjelasan berikut ini.


Ciri-ciri Rumah yang Tidak Cocok Dibeli

1. Rumah Butuh Banyak Renovasi

Pengamat Properti sekaligus Direktur PT. Global Asset Management, Steve Sudijanto mengatakan hal pertama yang harus diperhatikan saat membeli rumah adalah kondisi fisik rumah yang akan dibeli. Spesifikasi bangunan harus layak dan dapat memenuhi kebutuhan calon pembeli.

“Pertama yang perlu dianalisa itu faktor kondisi fisik dari kavling rumah tersebut, nanti dibangunnya akan seperti apa, dan spesifikasi seperti apa. Kalau beli rumah bekas, dari fisik yang dilihat struktur bangunan, apakah masih bagus nggak,” ujar Steve kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

Calon pembeli harus menilai kondisi fisik rumah mulai dari plafon genteng, septic tank, struktur bangunan, adanya rayap, sirkulasi udara, hingga pencahayaan alami. Kamu bisa mengajak mandor, arsitek, atau ahli lainnya untuk membantu menilai rumah.

Selain itu, kamu juga perlu menentukan estetika rumah sudah sesuai seleramu. Kondisi rumah tidak harus sempurna, tetapi kamu harus menganggarkan biaya perbaikan kalau jadi beli. Steve menyarankan agar tidak membeli rumah yang biaya renovasinya akan lebih dari 30% harga beli rumah.

2. Aksesibilitas dan Sarana Transportasi Sulit

Selanjutnya, calon pembeli perlu survei lingkungan untuk melihat aksesibilitas dan ketersediaan transportasi umum di sekitar perumahan. Misalnya akses masuk dari titik jalan tol, stasiun KRL, hingga stasiun bus. Ia tidak menyarankan membeli rumah yang tidak strategis, yakni lokasinya jauh dari tempat umum.

3. Lokasi Rawan Banjir

Lalu, Steve tidak merekomendasikan rumah yang lokasinya rawan banjir. Sebab, banjir merupakan masalah yang bisa membebani biaya perawatan rumah.

“Banjir itu memang momok, kalau kita beli rumah yang kebanjiran setiap tahun atau tiga tahun sekali atau apapun frekuensinya itu juga akan membebani kita dari segi biaya harus membersihkan, mengecat ulang, dan memperbaiki,” jelasnya.

4. Kawasan Rawan Kriminalitas dan Kerusuhan

Calon pembeli harus riset keamanan dan ketertiban masyarakat di kawasan itu. Jangan beli rumah yang sering ada perampokan, pencurian, hingga begal. Selain itu, sebaiknya menghindari daerah yang kerap terjadi demonstrasi karena mengganggu perjalanan.

“Karena kalau bikin macet kita mau ke domisili rumah kita kan juga menghambat, biasanya di daerah-daerah industri kadang-kadang ada terjadi demo nggak bisa dihindari atau di daerah-daerah yang harus melewati kantor pemerintahan itu biasanya juga bisa terjadi hal itu,” jelasnya.

5. Utilitas Belum Lengkap

Jangan beli rumah yang utilitasnya belum lengkap, seperti belum ada aliran air bersih dan pasokan listrik. Lalu, hindari rumah yang pengelolaan lingkungannya belum memadai, seperti pengelolaan limbah sampah hingga irigasi pembuangan air.

6. Kepemilikan Rumah Tidak Jelas

Faktor yang tidak kalah penting adalah kejelasan kepemilikan rumah yang dibuktikan melalui surat-surat penting. Jangan beli rumah dari developer atau penjual yang tidak menyerahkan akta jual beli (AJB), persetujuan bangunan gedung (PBG), dan dokumen penting lainnya.

Kamu juga perlu mengecek keaslian dokumen dan kebenaran akan kepemilikan properti. Jangan sampai hak guna bangunan (HGB) belum dipecah atau properti ternyata masih sengketa.

“Kalau udah sengketa itu penyelesaian hukumnya panjang. Kalau tanah itu diklaim oleh penduduk atau pihak lain, kalau menurut saya kalau sudah sengketa itu tanah yang cacat,” tuturnya.

7. Lokasi Tidak Sehat

Jangan membeli rumah yang lingkungannya tidak sehat untuk ditinggali. Misalkan rumah berada terlalu dekat melewati garis aman dengan saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET). Steve mengatakan SUTET menimbulkan induksi yang bisa berdampak buruk terhadap orang sekitar.

8. Sulit Dijual Kembali

Rumah tak sekadar tempat tinggal, tetapi juga aset investasi. Oleh karena itu, kamu harus mempertimbangkan nilai jual kembali rumah. Jangan beli rumah yang nilainya tidak bertambah dengan signifikan serta susah dijual kembali.

Misalkan membeli rumah yang berada dekat kuburan. Pasar properti biasanya kurang berminat dengan rumah dekat makam, sehingga harga jual kembalinya kurang menguntungkan.

Itulah ciri-ciri rumah yang sebaiknya tidak dibeli. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/das)



Sumber : www.detik.com

5 Bahan Penghilang Lumut Kamar Mandi, Jadi Bersih dan Kesat


Jakarta

Kamar mandi merupakan tempat yang sering lembap, sehingga lumut bisa muncul dengan mudah. Lumut bisa muncul di lantai, dinding, bahkan di dalam bak mandi.

Selain membuat kotor, lumut yang muncul di lantai bisa membuat licin dan membahayakan penghuni rumah. Untuk itu, jika lumut sudah muncul, itu tandanya harus segera dibersihkan.

Jika detikers masih bingung cara membersihkannya, simak dulu artikel ini. Ada 5 bahan yang bisa digunakan untuk menghilangkan lumut kamar mandi.


Bahan-bahan Pembersih Lumut Kamar Mandi

Dilansir dari Better Homes & Gardens dan Concrete Renovations, berikut ini 5 bahan yang dapat digunakan untuk menghilangkan lumut kamar mandi:

1. Cuka Putih

Bahan pertama adalah cuka putih yang ampuh menghilangkan berbagai jenis noda, termasuk lumut di kamar mandi. Bahkan ini cocok dipakai untuk bagian lantai, toilet, hingga saluran pembuangan.

Caranya ialah dengan menyemprotkan cuka ke tempat yang berlumut. Diamkan sekitar 5-10 menit, lalu bersihkan dengan lap atau spons. Jika lumut membandel, gosoklah dengan sikat.

2. Soda Kue (Baking Soda)

Soda kue selain dipakai untuk bahan makanan, juga dikenal bisa untuk membersihkan berbagai noda, salah satunya untuk menghilangkan lumut.

Caranya dengan menaburkan soda kue ke permukaan lantai atau dinding yang terkena lumut. Diamkan sejenak, lalu bersihkan lap atau sikat.

3. Boraks

Boraks dikenal sebagai bahan yang sering disalahgunakan untuk mengawetkan dan mengenyalkan makanan. Boraks sebetulnya adalah bahan pembersih. Bahan ini bisa digunakan untuk menghilangkan lumut di kamar mandi.

Campurkan satu cangkir boraks dengan sekitar tiga liter air hangat. Setelah merata, masukkan ke botol semprot, lalu semprotkan ke titik yang berlumut atau sekaligus untuk membersihkan lantai. Kemudian bersihkan dengan kain lap bersih, sikat kawat, atau spons.

4. Cairan Pemutih

Cairan pemutih pakaian juga bisa dimanfaatkan untuk menghilangkan lumut membandel di kamar mandi. Cairan ini cukup keras dan berbau menyengat, jadi harus hati-hati menggunakannya.

Buat campuran bahan ini dan air dengan rasio 1:1. Semprotkan di area berlumut dan titik lain yang bernoda. Pastikan sirkulasi udara kamar mandi baik agar tidak menghirup bau menyengat dari cairan pemutih ini.

5. Air Panas atau Mendidih

Selain bahan-bahan di atas, detikers juga bisa mencoba membersihkan lumut dengan air panas atau air mendidih. Lumut akan semakin mudah terangkat setelah disiram air panas. Biasanya cukup dengan menggosok sedikit, maka lumut akan hilang.

Itulah tadi 5 bahan yang bisa dicoba untuk menghilangkan lumut di kamar mandi. Untuk mencegah lumut membandel, biasakan menyikat kamar mandi secara berkala.

(bai/row)



Sumber : www.detik.com