Tag Archives: pemecah ombak

Daya Tarik, Lokasi, hingga Tiket Masuknya


Jakarta

Pantai Jetis Cilacap menjadi salah satu destinasi wisata di ujung timur Cilacap. Terutama bagi wisatawan yang mau mencari suasana tenang dan pemandangan alam yang indah.

Selain menawarkan keindahan alam, di sana traveler bisa melakukan berbagai aktivitas di sekitar pantai pasir hitam ini.

Letak Pantai Jetis Cilacap

Mengutip laman Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah, Pantai Jetis Cilacap berlokasi di Desa Jetis, Kecamatan Nusawungu.


Dari pusat kota Cilacap, jarak tempuh ke pantai ini berkisar sekitar 47 km atau dengan waktu tempuh 1 jam 15 menitan.

Daya Tarik Pantai Jetis Cilacap

Berikut adalah daya tarik dan aktivitas seru yang bisa dilakukan jika berwisata di Pantai Jetis Cilacap:

1. Panorama Alam yang Cantik

Pantai ini juga dihiasi dengan keberadaan perbukitan kapur memanjang yang ditutupi pepohonan hijau. Perpaduan antara air laut dan hijaunya pohon kelapa serta cemara di sekelilingnya tak boleh kamu lewatkan.

Karena ada banyak pohon cemara disana, Pantai Jetis juga sering disebut sebagai Pantai Cemara Sewu.

Kamu bisa menikmati panorama Pantai Jetis ini bisa dengan duduk santai, berjalan-jalan atau jogging saat menyusuri pantai. Tentunya akan ada suara ombak dan angin sepoi-sepoi yang menemanimu.

Pantai Jetis buka selama 24 jam sehingga kamu bisa mengunjungi pantai ini kapanpun. Namun sebaiknya untuk berkunjung pada pagi ataupun sore hari, agar bisa lebih puas menyaksikan keindahan pemandangan yang ada.

2. Berkeliling Pantai dengan Naik Kuda dan ATV

Bagi yang ingin berkeliling pantai, traveler juga bisa menemukan penyewaan kuda. Selain kuda, ada juga penyewaan ATV yang bisa disewakan untuk anak-anak hingga orang dewasa.

3. Kulineran

Bagi pecinta kuliner seafood kamu bakal suka ke pantai ini. Karena di sekitar area pantai, kamu akan denba mudah menemukan warung makan yang berjajar.

Mulai menu dari seafood, ketupat pecel, hingga mendoan Banyumas pun dijual di warung-warung si sana. Selain itu, traveler juga bisa milih langsung hasil tangkapan laut di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Congot.

4. Bangunan Pemecah Ombak yang Jadi Spot Foto Menarik

Beutiful wallpaper background of Jetis Beach Cilacap Central Java IndonesiaPantai Jetis Cilacap, Jawa Tengah (Getty Images/Ani Dwi Wahyuni)
Beautiful background of Jetis Beach Cilacap Central Java with green hill and blue sky for wallpaperPantai Jetis Cilacap (Getty Images/Ani Dwi Wahyuni)

Salah satu ciri khas di Pantai Jetis Cilacap adalah bangunan pemecah gelombang atau ombaknya (tetrapod). Meskipun berantakan, spot ini juga sering dijadikan spot foto para pengunjung yang datang.

Tiket Masuk Pantai Jetis Cilacap

Mengutip salah satu situs travel agency online, harga tiket masuk ke Pantai Jetis berkisar Rp 5.000 per orang. Sementara, untuk tarif parkir kendaraannya Rp 2.000 untuk motor dan mobil Rp 5.000. Jika traveler mau bersantai di pinggir pantai ada gazebo yang disewakan. Harga sewa gazebonya berkisar Rp 10.000.

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com

Surga Tersembunyi di Pesisir Selatan Sukabumi



Sukabumi

Di selatan Kabupaten Sukabumi, jauh dari jalan utama dan keramaian wisata populer, Pantai Minajaya terhampar tenang. Pasir hitamnya memanjang, bersentuhan langsung dengan laut lepas yang tak dibatasi beton atau pemecah ombak.

Suasana di sini terasa seperti ruang jeda tak terlalu banyak pengunjung, tak banyak bangunan, hanya suara air dan angin.

“Tempatnya bersih dan sepi. Tidak banyak hal yang dibuat-buat. Saya malah senang enggak ada warung-warung besar di tepi pantai,” kata Dira, warga Bandung.


Dira berjalan menyusuri pasir yang sedikit lembap. Sesekali ia melihat karang-karang kecil dan jejak kaki burung. Ia memilih duduk di bawah pohon cemara laut, membentangkan tikar kecil, dan membuka bekal yang dibawanya dari penginapan. Tak ada musik, tak ada jaringan internet yang stabil dan itu justru membuatnya betah.

Beberapa ratus meter dari tempat Dira duduk, Arman (34) seorang mahasiswa semester akhir dari salah satu universitas di Bogor terlihat sibuk menyiapkan kamera DSLR di atas tripod. Ia sudah lima kali datang ke Minajaya sejak 2022 dan hampir semuanya untuk memotret lanskap pantai.

“Pantai ini punya karakter yang kuat. Langitnya terbuka, garis pantainya panjang, dan kadang bisa lihat perahu nelayan masuk di ujung timur. Kalau sore, pantulan cahaya di pasir basah itu luar biasa,” ujar Arman.

Tak hanya untuk fotografer, Minajaya juga cocok bagi wisatawan yang butuh suasana tenang. Ombaknya sedang, tidak terlalu keras, dan pasirnya padat cukup nyaman untuk berjalan kaki.

Pantai Minajaya, Sukabumi.Pantai Minajaya, Sukabumi. Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar

Beberapa titik menawarkan latar menarik untuk berfoto, mulai dari susunan batu karang hingga pohon tunggal yang berdiri sendiri di tepi pantai.

Saat ini, Pantai Minajaya sudah dilengkapi dengan fasilitas dasar seperti area parkir, toilet umum, dan beberapa gazebo yang dikelola oleh warga. Akses jalannya pun semakin baik.

Untuk yang ingin berkunjung ke lokasi ini, waktu terbaik adalah pagi dan sore hari. Sinar matahari tidak terlalu terik dan pantulan cahaya di air terlihat lebih dramatis.

Disarankan membawa bekal makanan, alas duduk, serta kantong sampah pribadi. Jaringan internet terbatas, namun justru itulah daya tarik tempat ini pengunjung bisa benar-benar lepas dari layar telepon seluler.

Artikel ini sudah tayang di detikJabar, baca selengkapnya di sini.

(ddn/ddn)



Sumber : travel.detik.com