Tag Archives: pemerintah provinsi

Pengertian NJOP dan Cara Menghitungnya


Jakarta

Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) sering terdengar saat proses jual beli properti baik itu rumah atau tanah. NJOP jadi salah satu bagian penting dalam menentukan harga rumah atau tanah.

NJOP merupakan salah satu variabel dalam menentukan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). PBB yang sering dikenakan pada objek tanah maupun bangunan biasanya pengenaan PBB untuk pedesaan dan perkotaan yang bisa disebut PBB-P2.

Besaran pada NJOP ini memiliki pengaruh pada besaran tagihan PBB-P2. Merujuk pada peraturan Pasal 1 (3) Undang Undang PBB Pasal 1 (40) Undang-Undang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) di mana NJOP didefinisikan sebagai harga rata-rata yang dihasilkan atas terjadinya transaksi jual beli secara wajar, dan apabila tidak terjadi transaksi jual beli maka NJOP akan ditentukan berdasarkan perbandingan harga dengan objek lainnya yang sejenis atau NJOP pengganti.


Fungsi NJOP

Dalam hal ini, misalnya terdapat pembeli atau penjual bangunan yang tidak mengetahui harga-harga properti saat ini yang akan ditawar. Mereka tidak paham kira-kira harga berapa yang tepat dalam transaksi jual beli ini. Maka atas permasalahan tersebut, NJOP hadir sebagai pematok atau penentu dari harga minimal untuk bangunan tersebut.

Apabila harga yang ditentukan lebih tinggi dari NJOP, maka pemilik telah menawarkannya terlalu tinggi atau mahal. Begitupun sebaliknya, jika harganya lebih rendah dari pada NJOP, mungkin saja ada sesuatu hal yang mempengaruhi penentuan harga tersebut, sehingga harga telah ditawarkan terlalu rendah atau murah.

Nilai Jual objek Pajak (NJOP) merupakan harga rata-rata yang diperoleh melalui transaksi jual beli. Akan tetapi, jika tidak terjadi transaksi jual beli, NJOP ditentukan melalui nilai harga dari sejumlah objek lainnya yang sejenis, nilai perolehan baru, atau NJOP pengganti.

Dalam bidang properti, nilai jual yang ditetapkan negara sebagai dasar perpajakan bagi PBB dan nilai jual properti meningkat ketika adanya perkembangan dalam sebuah kawasan. Jika melakukan transaksi jual beli rumah, melalui NJOP kamu akan mengetahui seberapa besar pajak yang akan ditanggung.

Nilai jual NJOP bersifat tidak menetap atau berubah-ubah, hal tersebut tergantung dari berapa harga jual tanah dan bangunan di kawasannya. Kawasan yang terpencil dengan nilai NJOP yang rendah dapat mengalami peningkatan seiring dengan berkembangnya kawasan tersebut disebabkan harga tanah dan bangunannya mengalami kenaikan.

Adapun, pembayaran NJOP ditetapkan oleh pemerintah 3 tahun sekali, namun NJOP bisa ditetapkan setahun sekali diakibatkan nilai jual yang naik secara signifikan.

NJOP dapat ditentukan melalui 3 hal berikut :

1. Perbandingan dengan Objek Pajak Lain

Dengan melakukan pengamatan dan penelitian untuk objek pajak lain yang sejenis untuk mengetahui nilai jualnya.

2. Pergantian NJOP

Didasari oleh pergantian NJOP yaitu hasil pemasukan dari objek pajak tersebut.

3. Nilai Perolehan baru

Perhitungan biaya didasari oleh transaksi pembelian dan dikurangi biaya yang harus dikeluarkan untuk penempatan objek pajak secara layak.

Terdapat cara agar kamu dapat melihat besaran NJOP suatu wilayah yaitu dengan mendatangi langsung kantor kecamatan tempat di mana lokasi maupun bangunan properti berada. Namun, kamu juga dapat mengeceknya melalui situs online dengan membuka situs resmi pemerintah provinsi dan anda akan menemukan informasi mengenai NJOP per meter.

Anda dapat menentukan harga rumah berdasarkan besaran persentase NJOP di kawasan tersebut. Berikut langkah – langkah dalam menghitung NJOP suatu rumah :

Cara Menghitung NJOP/meter :

Hitung luas total tanah
Hitung luas total bangunan
Cari tahu mengenai NJOP/meter tanah dan bangunan yang terdapat dalam lokasi rumah tersebut.

Setelah mencari tahu mengenai NJOP/meter dan luas tanah dan bangunannya, berikut langkah-langkah rumus NJOP yang harus dihitung :

Luas tanah x NJOP/meter tanah = total harga tanah
luas bangunan x NJOP/meter bangunan = total harga bangunan
harga tanah + harga bangunan = nilai jual rumah

Berikut merupakan contoh perhitungan untuk menentukan harga jual rumah :

Luas tanah = 100 meter persegi

Luas Bangunan = 70 meter persegi

NJOP/meter tanah = Rp 2.500.000 per meter persegi

NJOP/meter bangunan = Rp 3.500.000 per meter persegi

Luas tanah x NJOP/meter tanah = 100 x Rp 2.500.000 = Rp 250.000.000 (Harga tanah)

Luas bangunan x NJOP/meter bangunan = 70 x Rp 3.500.000 = 245.000.000 (Harga bangunan)

Harga tanah + Harga bangunan = Rp 250.000.000 + Rp.245.000.000 = 495.000.000 (Nilai jual rumah)

Itulah pengertian NJOP dan cara menghitungnya. Semoga bermanfaat!

(zlf/zlf)



Sumber : www.detik.com

Cerita Mistis yang Menyelimuti Gedung Negara Cirebon



Cirebon

Di Cirebon ada satu bangunan bersejarah peninggalan era Hindia Belanda. Namanya Gedung Negara. Konon, cerita mistis menyelimuti gedung ini. Seperti apa?

Gedung Negara terletak di Kesenden, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon. Bangunan yang didominasi warna putih ini telah berdiri selama ratusan tahun dan menjadi saksi bisu perjalanan sejarah kota Cirebon.

Menurut pegiat sejarah Cirebon, Putra Lingga Pamungkas, Gedung Negara dibangun sekitar tahun 1860-an. Dahulu, gedung ini digunakan sebagai rumah dinas dan kantor keresidenan Cirebon.


Lingga menjelaskan keresidenan merupakan bentuk pemerintahan pada masa Hindia Belanda yang setingkat dengan provinsi. Keresidenan Cirebon mencakup wilayah Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kuningan, Majalengka, Ciamis, dan Indramayu.

“Residen itu setingkat provinsi, gemeente setingkat kotapraja, bupati di kabupaten, district setingkat kecamatan, kewedanan setingkat desa, serta Gubernur Jendral yang menjadi setingkat presiden sebagai perwakilan atau penyambung lidah dari ratu Belanda,” tutur Lingga, belum lama ini.

Pembangunan Gedung Negara tidak terlepas dari hancurnya benteng Fort De Beschermingh, sebuah benteng yang dibangun oleh VOC pada sekitar tahun 1680 di Kebumen, dekat pesisir Cirebon. Saat masih berfungsi, benteng ini juga digunakan sebagai kantor oleh keresidenan Cirebon.

Namun, sekitar tahun 1840-an, terjadi ledakan bubuk mesiu di dalam benteng yang disebabkan oleh kelalaian seorang pegawai, yang mengakibatkan benteng tersebut hancur total.

Setelah Indonesia merdeka, Gedung Negara beberapa kali mengalami pergantian kepemilikan. Berdasarkan catatan, gedung ini pernah dikelola oleh pemerintah provinsi hingga Badan Koordinasi Daerah.

Gedung Negara CirebonGedung Negara Cirebon Foto: Fahmi Labibinajib/detikJabar

Hingga kini, status kepemilikan Gedung Negara masih berada di tangan pemerintah. Pengunjung pun tidak diperbolehkan masuk ke dalam Gedung Negara.

Namun terdapat taman di samping gedung yang memiliki kandang rusa dan burung merak. Pengunjung bisa menghabiskan waktu dengan melihat dan memberi makan rusa, menjadikan tempat ini tujuan alternatif untuk berlibur di Cirebon.

Cerita Mistis Menyelimuti Gedung Negara

Sebagai bangunan tua, Gedung Negara memiliki beberapa cerita mistis. Salah satunya paparkan oleh penjaga Gedung Negara, Mulyono. Ia mengatakan memang ada beberapa orang yang pernah mengalami kejadian mistis di Gedung Negara.

“Memang ada saja beberapa tamu yang menginap di sini, terus pada minta pindah. Katanya, ada yang gangguin, kayak mendengar suara-suara seperti anak kecil, atau suara perempuan noni Belanda,” tutur Mulyono.

Meski sering mendengar cerita mistis, Mulyono mengaku tidak terlalu memedulikannya.

“Kalau bagi saya yang sudah lama bekerja di sini, hal seperti itu biasa saja,” katanya santai.

Gedung Negara memiliki beberapa ruangan, termasuk aula yang dipenuhi perabotan antik berusia ratusan tahun.

“Untuk kamarnya ada sekitar lima kamar, ada juga ruang tamu, ruang rapat, ruang tengah sama ruang keluarga,” pungkas Mulyono.

——-

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Harga Tiket Ragunan Lebaran 2025, Lengkap dengan Jam Operasionalnya


Jakarta

Liburan Lebaran tak perlu mahal! Taman Margasatwa Ragunan menawarkan harga tiket masuk yang ramah kantong, serta berbagai fasilitas menarik untuk pengunjung dari segala usia. Yuk, jelajahi 2.000 satwa di kebun binatang legendaris ini!

Taman Margasatwa Ragunan merupakan salah satu destinasi wisata favorit di Jakarta yang selalu ramai dikunjungi, terutama saat libur Lebaran. Kebun binatang yang berada di bawah pengelolaan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta ini, telah berdiri sejak era penjajahan Belanda pada 1864.


Ragunan dikenal punya banyak satwa dan fasilitas yang membuat pengunjung senang dan merasa nyaman. Kebun binatang ini punya luas 147 hektar, berpenghuni lebih dari 2.000 ekor satwa, serta ditumbuhi lebih dari 50.000 pohon.

Sebagai kebun binatang milik pemerintah provinsi, Ragunan menawarkan harga tiket masuk yang sangat terjangkau agar dapat dinikmati oleh berbagai kalangan masyarakat.

Harga Tiket Masuk dan Parkir Ragunan Lebaran 2025

Kalau kamu berencana berkunjung ke Ragunan selama Lebaran 2025, berikut informasi mengenai harga tiket masuk dan fasilitas yang tersedia. Dilansir dari laman resminya, per Maret 2025 harga tiket masuk Taman Margasatwa Ragunan adalah sebagai berikut:

  • Dewasa: Rp 4.000 per orang
  • Anak-anak: Rp 3.000 per orang.

Harga tiket tersebut berlaku untuk hari biasa maupun akhir pekan. Pada akun instagram @ragunanzoo, diberitahukan dalam kolom komentar bahwa tidak ada perubahan harga tiket masuk sampai akhir Maret nanti.

Tiket masuk dapat dibeli langsung di lokasi secara offline, atau online melalui aplikasi Taman Margasatwa Ragunan. Pembayaran tiket dilakukan menggunakan kartu Jakcard dari Bank DKI. Jika belum memiliki kartu tersebut, pengunjung bisa membelinya di loket yang tersedia di area kebun binatang.

Selain tiket masuk, adapun tarif parkir yakni:

  • Bus besar, truk besar, dan mobil box besar: Rp 15 ribu per hari
  • Bus kecil, truk kecil, mobil box kecil, dan pick up besar: Rp 12.500 per hari
  • Mobil sedan, minibus/sejenis, termasuk dalam bentuk pickup kecil: Rp 6 ribu per hari
  • Sepeda motor, dan kendaraan roda tiga: Rp 3 ribu per hari
  • Sepeda: Rp 1.000 per hari.

Jam Operasional Taman Margasatwa Ragunan Lebaran 2025

Kebun Binatang Ragunan berlokasi di Jl. Harsono Rm Dalam No.1, Ragunan, Pasar Minggu, Kota Jakarta Selatan. Dalam akun instagram resminya, @ragunanzoo, pada kolom komentar diberitahukan bahwa Ragunan tutup pada hari H lebaran.

Ragunan buka kembali sehari setelahnya, yakni pada Selasa, 1 April 2025 pukul 06.00-16.00 WIB. Ragunan buka setiap hari, kecuali hari Senin yang menjadi hari libur satwa.

Fasilitas di Taman Margasatwa Ragunan

Taman Margasatwa Ragunan menawarkan berbagai fasilitas untuk kenyamanan pengunjung, antara lain:

  • Pusat Informasi
  • Area Parkir Luas
  • Toilet Umum
  • Mushola
  • Taman Bermain Anak
  • Penyewaan Sepeda
  • Kereta Wisata
  • Pusat Kuliner.

Adapun fasilitas wahana atau fauna lainnya, Ragunan menyediakan dengan tarif tambahan di luar harga tiket masuk sebagai berikut:

  • Taman satwa anak: Rp. 2.500 satu kali keliling
  • Perahu Angsa: Rp 18 ribu satu kali keliling
  • Kereta keliling: Rp 10 ribu satu kali keliling
  • Sepeda tunggal: Rp 10 ribu per orang
  • Sepeda ganda: Rp 15 ribu per orang.

Nah, itulah tadi informasi tentang harga tiket masuk Taman Margasatwa Ragunan. Semoga membantu dan selamat berlibur!

(aau/fds)



Sumber : travel.detik.com

Daftar Perpustakaan di Jakarta, Bakal Buka Sampai Malam


Jakarta

Perpustakaan di Jakarta buka sampai malam mendapat sorotan masyarakat. Kebijakan ini disambut hangat warga, yang berharap punya tempat healing baru usai bekerja.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebelumnya mengatakan, perpustakaan akan buka hingga pukul 23.00 WIB. Jadwal buka ini lebih panjang dari sebelumnya, yang hanya tersedia hingga pukul 17.00 WIB.

Daftar Perpustakaan di Jakarta

Dikutip dari situs Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jakarta, tersedia ratusan perpustakaan di wilayah ini. Sebagian besar dikelola sekolah, petugas ruang publik, atau fasilitas umum lain.


Sementara beberapa perpustakaan lain dikelola langsung pemerintah provinsi dan suku dinas. Berikut daftarnya dikutip dari media sosial dan situs perpustakaan terkait

1. Perpustakaan Umum Kota Administrasi Jakarta Selatan

Jadwal buka:

  • Senin-Jumat: 09.00-17.00
  • Sabtu-Minggu: 09.00-15.00.

Alamat:

  • Jl. Gandaria Tengah V/3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

2. Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin

Jadwal buka:

  • Senin-Kamis: 09.00-17.00
  • Jumat: 09.00-20.00 dengan jadwal check-in tutup sementara jam 11.30-13.00
  • Sabtu-Minggu: 09.00-22.00.

Alamat:

  • Taman Ismail Marzuki (TIM) Jl. Cikini Raya Nomor 73, RT 08/RW 02, Kecamatan Menteng, Kota Jakarta Pusat.

3. Perpustakaan Jakarta Pusat

Jadwal buka:

  • Senin-Jumat: 09.00-17.00.

Alamat:

  • Jl. Tanah Abang I Nomor 1, RT 11/RW 08, Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.

4. Perpustakaan Umum Kota Administrasi Jakarta Utara

Jadwal buka:

  • Senin-Jumat: 09.00-17.00
  • Sabtu-Minggu: 09.00-14.30.

Alamat:

  • Jl. Raya Gereja Tugu Nomor 21, RT 07/RW 06, Semper Barat, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.

5. Perpustakaan Umum Kota Administrasi Jakarta Barat

Jadwal buka:

  • Senin-Jumat: 09.00-17.00
  • Sabtu-Minggu: 09.00-14.30.

Alamat:

  • Jl. Tanjung Duren Barat Nomor 36, Jakarta Barat.

6. Perpustakaan Jakarta Timur

Jadwal buka:

  • Senin-Jumat: 09.00-17.00
  • Sabtu-Minggu: 09.00-14.30.

Alamat:

  • Jl. Jatinegara Timur IV Komplek Pendidikan Rawa Bunga, Jakarta Timur.

7. Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta

Jadwal buka:

Alamat:

  • JL. Perintis Kemerdekaan Nomor 1, Kayu Putih, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Terkait jadwal buka perpustakaan di Jakarta sampai malam, travelers bisa update informasi terbaru di media sosial atau situs layanan terkait. Termasuk ketersediaan semua fasilitas di perpustakaan tersebut.

Selain menjadi tempat refreshing, layanan perpustakaan sampai malam diharapkan bisa memberi lebih banyak akses pendidikan. Khususnya siswa yang perlu buku, internet, dan sumber pustaka lainnya.

(row/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Bali Genjot 3 Destinasi Wisata Baru



Denpasar

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali membeberkan tiga destinasi wisata baru yang dibangun untuk pemerataan ekonomi.

Tiga destinasi tersebut adalah kawasan Turyapada Tower di Buleleng, Pusat Kebudayaan Bali (PKB) di Klungkung, dan Taman Wisata KBS Park di Jembrana.

Kepala Dinas Pariwisata Bali I Wayan Sumarajaya menjelaskan perekonomian di Bali saat ini lebih banyak terpusat di wilayah selatan. Ia berharap pembangunan destinasi wisata baru itu bisa menggeliatkan pariwisata di wilayah Bali lainnya.


“Untuk menyeimbangkan perekonomian wilayah Bali utara, timur, dan barat,” kata Sumarajaya saat memimpin rapat bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Pariwisata, dan Asian Development Bank di kantor Gubernur Bali, Denpasar, Jumat (29/8/2025).

Sumarajaya juga menyampaikan arah kebijakan dan program pembangunan kepariwisataan Bali. Menurutnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali akan mengendalikan pembangunan hotel di wilayah Denpasar, Badung, dan Gianyar.

Selain itu, dia berujar, Pemprov Bali juga berupaya mengembangkan sistem transportasi berkualitas untuk meningkatkan daya saing pariwisata.

Ia mengklaim arah kebijakan tersebut bertujuan untuk menjaga kualitas ekosistem alam dan lingkungan. Ia juga memaparkan penguatan tata kelola kepariwisataan Bali untuk mengatur orang asing di Pulau Dewata.

Hal itu dilakukan sebagai respons atas banyaknya turis asing yang melakukan pelanggaran terhadap norma hukum dan budaya Bali.

Kemudian, menjadikan pariwisata sebagai penggerak utama perekonomian lokal Bali dengan meningkatkan penggunaan produk lokal Bali,” imbuh Sumarajaya.

Asisten Deputi Pengembangan Pariwisata Kemenko Perekonomian, Herfan Brilianto Mursabdo, mengungkapkan Bali menjadi wajah pariwisata Indonesia.

Menurutnya, kepala daerah perlu memiliki visi yang jelas terkait pengembangan pariwisata di daerahnya.

“Menjadi contoh bagi pengembangan di daerah-daerah lain, khususnya dalam hal keterbukaan masyarakatnya, kebudayaan masyarakatnya, serta bagaimana pemdanya memiliki visi yang jelas terhadap pengembangan pariwisata di daerah,” ujar Herfan.

(ddn/ddn)



Sumber : travel.detik.com