Tag Archives: pemilihan

Marmer vs Keramik, Mana yang Lebih Awet dan Go Green?



Jakarta

Dalam persiapan membangun rumah, perlu dipertimbangkan terkait material lantai atau dinding yang akan digunakan. Pilihan antara ubin marmer dan keramik tidak hanya soal keindahan dan harga, tetapi juga soal dampak lingkungan dalam jangka panjang.

Pembuatan keramik maupun ubin tidak dilakukan secara instan, melainkan dengan proses produksi yang cukup panjang. Maka dari itu, perlu untuk diperhatikan penggunaan energi dalam produksinya, ketahanan, serta perawatannya.

Di bawah ini diulas mengenai penggunaan keramik ataupun marmer dengan tiga aspek penting yaitu ketahanan dan daya tahan, perawatan, serta yang paling utama adalah dampak lingkungan.


Ketahanan dan Daya Tahan

Ubin Marmer

Ubin marmer adalah batu alam yang memberikan kesan mewah dan alami. Dikutip melalui Situs A-Class Marble, ubin keramik umumnya lebih tahan lama dibanding marmer.

Namun, karena marmer bersifat berpori dan lebih lunak dibanding keramik, maka lebih rentan terhadap goresan, noda, dan kerusakan jika digunakan di area yang sering dilalui.

Dengan perawatan yang tepat, seperti pelapisan (sealing) secara berkala, ubin marmer dapat bertahan lama, dengan tetap memerlukan perhatian lebih.

Ubin Keramik

Keramik, terutama dengan jenis yang diproduksi dengan kualitas tinggi, memiliki struktur padat, tahan terhadap retak, dan sedikit perawatan dibanding marmer.

Dalam artikel pada situs A-Class Marble yang dikutip Kamis (23/10/2025), juga dijelaskan bahwa keramik merupakan bahan material ubin yang memiliki ketahanan tinggi dengan sedikit perawatan.

Hal ini berarti dari aspek daya tahan, keramik memiliki keunggulan dalam konteks penggunaan rumah tangga sehari-hari.

Perawatan

Ubin Marmer

Karena sifatnya berpori, marmer membutuhkan pelindung agar tidak menyerap noda ataupun air. Melansir dari artikel VolarkTiles, tumpahan noda dengan kandungan asam seperti lemon ataupun cuka dapat menyebabkan noda permanen.

Marmer memerlukan pemilihan pembersih yang tepat dengan pH netral, pelapisan ulang secara bertahap, dan perhatian untuk menghindari kerusakan.

Ubin Keramik

Keramik biasanya tidak berpori, tidak memerlukan pelindung yang dipasang dengan rutin, serta pembersihan sehari-hari cukup dengan lap atau pel.

Dari sisi kemudahan perawatan, keramik jauh lebih praktis. Apabila aktivitas dengan intensitas tinggi dan menginginkan material yang minim repot, keramik bisa jadi pilihan yang tepat.

Dampak Lingkungan

Ubin Marmer

Marmer merupakan batu alam dan secara alami memiliki aspek keberlanjutan dari sisi bahan dasar (tidak dibuat secara sintetik). Beberapa aspek yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut.

Dilansir dari artikel situs A-Class Marble, proses penambangan (quarrying) marmer dapat berdampak besar terhadap lingkungan baik dari penggalian, pengangkutan berat, kerusakan lanskap, dan emisi.

Pengangkutan dari lokasi tambang ke pabrik dan kemudian ke lokasi pengguna bisa jauh sehingga meningkatkan jejak karbon. Namun, karena marmer bisa bertahan puluhan tahun jika dirawat dengan baik, maka frekuensi penggantian marmer bisa lebih rendah.

Ubin Keramik

Keramik dibuat dari tanah liat dan mineral alami. Namun, proses produksinya memerlukan suhu sangat tinggi (firing), penggunaan energi, dan seringkali mengalami emisi terhadap lingkungan.

Meski demikian, banyak produsen keramik kini menggunakan teknologi lebih hemat energi dan bahan daur ulang. Karena keramik lebih tahan lama dan sering tidak memerlukan penggantian cepat, siklus ketahanannya pun bisa sangat panjang.

Keramik yang dibuat lokal dapat mengurangi emisi transportasi, serta daur ulang keramik biasanya lebih mudah dibanding batu alam yang rusak atau pecah.

Jika ingin menentukan pilihan yang lebih ramah lingkungan untuk ubin rumah, dari segi ketahanan, perawatan, dan dampak lingkungan, ubin keramik seringkali menjadi pilihan yang lebih praktis dan berkelanjutan dibanding ubin marmer.

Namun, bukan berarti marmer buruk secara lingkungan. Hanya saja memerlukan perhatian lebih besar dalam pemilihan dan pemakaiannya.

Pilihan antara marmer atau keramik dengan memperhatikan keramahan lingkungan, dapat disesuaikan dengan prioritas serta resiko perawatan akan ketahanan masing-masing material.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Bisa Dicoba! 6 Tips Dekorasi Simpel yang Bikin Rumah Terasa Sejuk


Jakarta

Cuaca panas ekstrem belakangan ini membuat tubuh jadi terasa sangat gerah. Kondisi ini membuat sebagian orang memilih untuk bertahan di rumah saat siang hari.

Sayangnya, cuaca panas dari luar juga bisa masuk ke dalam rumah sehingga ruangan terasa pengap. Solusi paling ampuh adalah dengan menyalakan kipas angin atau AC.

Namun, kipas angin dan AC yang menyala terus-menerus bikin listrik cepat boros. Alhasil, tagihan listrik akan membengkak gegara mengatasi panas di siang hari.


Daripada harus menyalakan kipas angin atau AC seharian, ada cara lain untuk mendinginkan ruangan agar terasa lebih sejuk, yakni dengan mendekorasi rumah secara tepat. Ingin tahu cara dekorasi yang tepat? Simak dalam artikel ini.

Dekorasi Simpel yang Bikin Rumah Terasa Sejuk

Terkadang, ada sejumlah perabotan atau dekorasi yang bisa memicu hawa panas di dalam rumah. Dilansir situs Real Simple, berikut tips dekorasi simpel yang bikin rumah jadi adem:

1. Hindari Pasang Karpet Berbulu

Memasang karpet berbahan wol atau bulu halus ternyata bisa memicu hawa panas di dalam rumah, lho. Meski tampak estetis, tapi baham material ini dapat menghangatkan ruangan karena berfungsi sebagai isolator termal yang baik.

Penggunaan karpet berbahan wol atau bulu halus lebih cocok digunakan pada musim dingin. Sayangnya, Indonesia termasuk negara tropis yang hanya memiliki dua musim, yakni musim panas dan musim hujan.

2. Pasang Tirai atau Gorden di Jendela

Memasang tirai atau gorden di jendela rumah dapat membantu mencegah sinar matahari dan hawa panas masuk ke dalam rumah. Dengan begitu, ruangan jadi tidak terlalu panas dan terasa lebih sejuk.

3. Pilih Warna Cat Dinding yang Sejuk

Pemilihan warna cat dinding juga dapat memengaruhi suhu ruangan. Jika memilih warna-warna hangat seperti cokelat, merah, dan jingga dapat menciptakan hawa hangat dalam ruangan.

Agar rumah terasa lebih adem, disarankan untuk memilih warna seperti putih, abu-abu, atau pastel. Warna ini membuat ruangan terasa segar dan lapang.

4. Letakkan Tanaman Hijau

Tips dekorasi rumah selanjutnya adalah dengan meletakkan tanaman hijau di dalam rumah. Tak hanya membuat ruangan jadi tampak estetis dan asri, tapi juga menciptakan suasana sejuk pada rumah.

Saat memilih tanaman hias, pastikan tanaman tersebut dapat tumbuh di dalam ruangan. Beberapa jenis tanaman yang cocok di dalam rumah seperti lidah mertua, peace lily, sirih gading, dan lidah buaya.

5. Pasang Kipas Angin Gantung

Tidak hanya menyejukkan ruangan, memasang kipas angin gantung di langit-langit rumah juga memberikan kesan estetika. Sebaiknya pilih kipas angin dengan motif kayu agar ruangan terlihat lebih cantik.

Kini, sudah banyak kipas angin gantung yang menggunakan remot. Dengan begitu, kecepatan kipas angin bisa diatur secara praktis.

6. Hindari Aksesoris Berwarna Gelap

Ketika cuaca panas tengah melanda, copot aksesoris atau dekorasi rumah yang berwarna gelap. Soalnya, benda-benda berwarna gelap dapat menyerap lebih banyak panas daripada yang terang.

Itulah enam tips dekorasi simpel yang membuat rumah terasa lebih sejuk. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)



Sumber : www.detik.com

Bingung Pilih Lantai Keramik atau Vinyl? Ini Perbandingan Lengkapnya!



Jakarta

Pemilihan material lantai sering kali menjadi dilema saat membangun atau merenovasi rumah. Tidak hanya soal estetika, lantai juga menentukan kenyamanan hingga daya tahan hunian dalam jangka panjang.

Dua material yang kerap dibandingkan adalah keramik dan vinyl. Keduanya sama-sama populer, namun punya karakter berbeda yang bisa mempengaruhi suasana rumah secara keseluruhan.

Masih bingung pilih yang mana? Yuk simak!


Tampilan Mirip, Karakter Berbeda

Keramik sudah lama menjadi standar lantai di banyak rumah Indonesia. Material ini dibuat dari tanah liat yang dibakar pada suhu tinggi sehingga kuat dan tahan lama. Sementara itu, lantai vinyl kini semakin diminati karena tampilannya yang modern dan harganya yang cenderung murah.

Melansir halaman The Spruce, Senin (03/11/2025), keramik masih dianggap unggul dari segi tampilan dan nilai estetika jangka panjang, terutama jika menggunakan keramik yang berkualitas tinggi. Sementara vinyl dinilai dapat menjadi alternatif bagi penghuni yang menginginkan tampilan hangat dengan kesan natural seperti kayu.

Ketahanan dan Kenyamanan

Salah satu keunggulan utama keramik adalah daya tahannya. Mengutip The Spruce, keramik dapat bertahan lebih dari 40 tahun jika dirawat dengan baik. Material ini juga tahan air dan panas sehingga aman digunakan di area lembab seperti dapur atau kamar mandi. Kekurangannya, permukaan keramik cenderung keras dan dingin saat diinjak, sehingga terasa kurang nyaman untuk mereka yang sering beraktivitas tanpa alas kaki.

Sebaliknya, vinyl terkenal lebih ramah kaki. Mengutip situs Ranney Blair, permukaan vinyl terasa lebih hangat dan empuk, serta lebih senyap ketika diinjak. Hal ini menjadikannya pilihan menarik untuk kamar tidur atau ruang keluarga. Namun, vinyl memiliki umur pakai lebih pendek dibanding keramik dan bisa mengalami kerusakan jika terendam air terlalu lama, kecuali pada varian waterproof.

Pemasangan dan Perawatan

Dari sisi pemasangan, keramik membutuhkan proses yang lebih kompleks dan biasanya melibatkan tukang profesional. Nat di antara keramik juga perlu perhatian ekstra karena rentan kotor seiring waktu.

Sebaliknya, vinyl dikenal sebagai material yang mudah dipasang, bahkan bisa dilakukan sendiri untuk beberapa jenisnya. Melansir halaman Mannington, teknologi pemasangan click system membuat vinyl lebih praktis dan menghemat waktu renovasi. Vinyl juga cenderung lebih mudah dibersihkan karena tidak memiliki nat seperti keramik.

Mana yang Harus Dipilih?

Pada akhirnya, pilihan antara keramik dan vinyl kembali pada kebutuhan hunian masing-masing. Keramik cocok bagi yang mencari material tahan lama dengan tampilan elegan. Di sisi lain, vinyl lebih ideal bagi penghuni yang mengutamakan kenyamanan, dan instalasi yang praktis.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Cara Pilih Waktu Terbaik Bangun Rumah Menurut Tradisi Jawa


Jakarta

Dalam tradisi Jawa, proses pembangunan rumah tidak bisa dilakukan sembarangan. Terdapat anjuran dan pantangan yang dibuat berdasarkan budaya dan spiritual atau kepercayaan masyarakat Jawa.

Salah satu aturan tersebut mengenai cara memilih waktu yang baik jika ingin membangun rumah. Aturan tersebut muncul dari pengalaman orang terdahulu dan diharapkan dapat memberikan kelancaran, keberkahan, serta keharmonisan dalam pengerjaannya.

Dilansir dari detikJateng yang mengutip dari buku Arsitektur Tradisional terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI serta artikel ilmiah berjudul Persepsi Masyarakat Desa Jiwan Terhadap Kalender Jawa dalam Membangun rumah oleh Berti Fitri Permatasari dan Novi Triana Habsari, berikut penjelasannya.


1. Hindari Bangun Rumah Saat Musim Hujan

Indonesia hanya memiliki dua musim, yakni musim kemarau dan hujan. Dalam tradisi Jawa, terdapat 12 musim dalam setahun, seperti Kasa, Karo, Ketiga, hingga Kasada. Namun, 12 musim tersebut dibagi dalam dua kategori besar, yaitu musim kemarau dan musim penghujan.

Musim hujan terjadi pada musim Kapitu, Kawolu, dan Kasanga. Umumnya pada tiga musim tersebut curah hujan sedang tinggi sehingga bisa menghambat proses pembangunan dan berisiko mengancam keselamatan tukang maupun penghuni awal rumah, serta bisa mengakibatkan rumah bahan bangunan rusak.

Selain ketiga musim tadi, tradisi Jawa disebut menghindari musim Kalima karena dianggap masa peralihan yang cuacanya masih tidak menentu sehingga masih kurang ideal untuk membangun rumah.

2. Cari Hari Baik untuk Bangun Rumah

Selain musim, hari pembangunan pun harus diperhitungkan. Ada beberapa hari yang sebaiknya dihindari, ada juga hari yang baik.

Uniknya, penentuan waktu ini berdasarkan hitungan hari lahir dan pasaran orang yang akan menempati rumah. Dalam tradisi Jawa, cara ini punya nilai khusus dan disebut dengan neptu. Sebagai contoh hari Ahad nilainya 5, Senin 4, dan seterusnya. Pasaran seperti Pahing, Kliwon, Legi juga punya nilai sendiri. Jumlah dari nilai hari dan pasaran ini kemudian dihitung untuk menentukan hari yang tepat dalam pembangunan.

Setelah didapatkan total neptu, angka ini akan dihitung lagi menggunakan rumus Panca Suda, yaitu sistem pembagian lima jenis bagian rumah berdasarkan urutan pembangunan. Hasil dari perhitungan ini akan menjadi panduan untuk membangun rumah berdasarkan ruangan, begini pembagiannya.

Sri: untuk membangun lumbung padi

Werdi: untuk kandang atau gandhok

Naga: untuk dapur atau pawon

Kencana (emas): untuk rumah utama (omah jero)

Salaka (perak): untuk bagian depan seperti pendhapa

Sebagai contoh seseorang ingin membangun bagian utama rumah, yang disebut ‘omah jero’, maka harinya harus menghasilkan sisa Kencana (yaitu angka 4) setelah dihitung. Misalnya memilih hari Ahad Pahing (Ahad = 5, Pahing = 9), maka totalnya 14. Angka ini dikurangi dua kali jumlah unsur Panca Suda (2 x 5 = 10), sisa 4. Karena sisa 4 berarti Kencana, maka hari itu dianggap cocok untuk membangun rumah utama.

Contoh lain, kalau ingin membangun lumbung padi, perlu mencari hari yang hasil akhirnya jatuh pada Sri, misalnya Selasa Kliwon (Selasa = 3, Kliwon = 8, total 11). Setelah dikurangi 10, sisa 1, yang berarti Sri. Maka hari itu cocok untuk mendirikan lumbung.

Aturan ini berlaku untuk semua bagian rumah. Pemilik rumah perlu menghitung masing-masing ruangan kemudian, menyusun jadwal pembangunannya. Cara pemilihan hari ini dipercaya dapat membawa berkah dan ketenteraman bagi penghuninya.

Itulah cara menentukan waktu yang tepat untuk membangun rumah berdasarkan tradisi Jawa, semoga membantu.

Artikel ini sudah tayang di detikJateng

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

Peralatan yang Wajib Ada di Rumah, Jika Disepelekan Siap-siap Menyesal!



Jakarta

Memiliki rumah sendiri tentu menimbulkan rasa kebahagiaan, terlebih jika itu adalah rumah impian. Namun di sisi lain, memiliki rumah artinya juga harus paham tentang tanggung jawab untuk merawatnya. Perbaikan kecil, dan pengelolaan rumah secara umum menjadi hal penting agar hunian tetap aman dan nyaman untuk ditinggali.

Kerusakan kecil atau kebutuhan mendesak di rumah bisa terjadi kapan saja, dan sering kali menimbulkan kerepotan jika kita tidak siap. Menyediakan alat-alat dasar di rumah merupakan langkah sederhana namun efektif untuk mempermudah perawatan sehari-hari dan memastikan pekerjaan rumah dapat dilakukan dengan lancar.

Dilansir dari situs The DIY Playbook, Sabtu (15/11/2025) ini beberapa peralatan dasar yang harus dimiliki di setiap rumah untuk mempermudah saat terjadi masalah.


Pita Ukur

Alat ini membantu untuk memastikan ukuran furnitur atau rak sebelum membeli atau memasang. Tanpa pita ukur, kesalahan ukuran bisa mengganggu seluruh perencanaan perabotan rumah.

Set Obeng

Set obeng sangat berguna untuk berbagai keperluan rumah, mulai dari memasang stop kontak, merakit furnitur, hingga mengencangkan engsel pintu. Alat ini menjadi salah satu perlengkapan penting karena sifatnya yang praktis dan serbaguna. Dengan set obeng lengkap, pekerjaan perbaikan maupun perakitan di rumah bisa dilakukan lebih cepat dan efisien.

Senter

Senter bukan sekadar alat tambahan, tapi penyelamat saat listrik padam atau untuk menjangkau tempat gelap. Alat ini wajib dimiliki di setiap rumah sebagai solusi untuk permasalahan yang insidental.

Palu

Palu merupakan alat penting dalam perbaikan rumah karena fungsinya yang beragam, mulai dari menancapkan paku, melepas paku, hingga membongkar bagian rumah secara ringan. Agar pekerjaan tetap efisien dan aman, pemilihan jenis palu sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan spesifik setiap pekerjaan.

Kunci Inggris

Alat ini digunakan untuk mengencangkan baut maupun memperbaiki pipa yang longgar. Selain itu, juga menjadi salah satu perlengkapan penting di rumah karena bisa menggantikan beberapa ukuran kunci sekaligus, sehingga lebih praktis.

Pisau Serbaguna dan Tang

Pisau serbaguna membantu memotong kardus atau bahan lain, sedangkan tang berguna untuk menggenggam, memotong kabel kecil, atau menarik paku. Kedua alat ini melengkapi pekerjaan rumah dengan presisi dan aman.

Alat Pengukur Ketinggian

Agar rak, lukisan, atau bingkai terpasang lurus, alat pengukur ketinggian atau level menjadi kunci untuk mendapatkan hasil yang rapi. Alat ini membantu memastikan setiap pemasangan tepat dan seimbang. Dengan penggunaannya, tampilan rumah terlihat lebih presisi dan tertata dengan profesional meski menggunakan alat yang sederhana.

Kotak Alat

Semua alat akan lebih mudah ditemukan dan tertata rapi jika disimpan di satu tempat khusus. Kotak alat membantu mengorganisir peralatan sehingga Anda tidak perlu membuang waktu mencarinya saat dibutuhkan. Dengan kotak alat yang teratur, setiap pekerjaan perbaikan atau perawatan rumah bisa dilakukan lebih cepat dan efisien.

Perlengkapan Keamanan

Keselamatan diri merupakan hal utama saat melakukan perbaikan rumah, sehingga penggunaan alat pelindung seperti kacamata, sarung tangan, dan masker sangat penting. Dengan mengutamakan perlindungan diri, pekerjaan menjadi lebih aman dan berjalan dengan lebih lancar.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Renovasi Rumah Bisa Gagal Total Kalau Salah Urutan, Ini Panduan Lengkapnya!



Jakarta

Renovasi rumah secara menyeluruh memang proyek besar yang melelahkan, tetapi hasil akhirnya bisa benar-benar mengubah wajah hunian. Keberhasilan renovasi dalam skala besar sangat bergantung pada perencanaan yang matang dan jelas. Dengan urutan kerja yang tepat, proses renovasi bisa jauh lebih rapi, efisien, dan minim terjadi masalah di tengah jalan.

Karena itu, memahami langkah yang logis sebelum mulai membongkar rumah adalah kunci agar proyek berjalan lancar sampai selesai. Sebelum merenovasi rumah secara keseluruhan, penting untuk melakukan evaluasi dengan mencari tahu kerusakan tersembunyi, serta bagian apa saja yang perlu disempurnakan.

Dilansir dari situs Remodeling Magazine, Rabu (19/11/2025), berikut beberapa panduan logis dan lengkap untuk renovasi rumah.


Evaluasi Kondisi Rumah Saat Ini

Langkah pertama dalam renovasi rumah secara menyeluruh adalah dengan melakukan identifikasi terhadap kondisi rumah. Memeriksa aspek struktural seperti dinding, atap, lantai, dan juga sistem utilitas seperti pipa dan kelistrikan juga penting dilakukan agar tidak melewatkan masalah yang tersembunyi.

Mempekerjakan seorang inspektur profesional juga bisa sangat membantu. Mereka dapat mengidentifikasi kerusakan ataupun potensi masalah yang tidak terlihat oleh mata awam.

Menetapkan Tujuan Renovasi

Setelah evaluasi dilakukan, merumuskan tujuan renovasi dengan jelas juga penting. Dalam tahap ini penting untuk menetapkan prioritas seperti fokus renovasi apakah pada kenyamanan, efisiensi energi, ataupun peningkatan nilai jual rumah.

Menyusun Anggaran Realistis

Renovasi besar hampir selalu menghadapi biaya tak terduga. Oleh karena itu penting juga untuk membuat rancangan anggaran dan menyiapkan dana darurat untuk persiapan dan antisipasi. Remodeling Magazine dalam artikelnya juga menganjurkan untuk memecah anggaran ke dalam kategori seperti pekerjaan struktural, pembaruan sistem (listrik dan pipa), finishing interior, serta izin dan biaya profesional.

Membuat Daftar Periksa Renovasi

Daftar periksa sangat penting agar proses renovasi berjalan terstruktur dan efisien. Remodeling Magazine memberikan urutan logis dalam checklist-nya, mulai dari inspekstruktur dan perbaikan struktural, kemudian instalasi sistem, hingga finishing interior.

Contoh urutan sebagai berikut, perbaikan struktur, upgrade listrik dan pipa, penggantian HVAC (sistem pemanas, ventilasi, dan pendingin udara), insulasi dan jendela, framing & drywall, pengecatan dan lantai, kabinet dan perlengkapan, bersih-bersih & dekorasi.

Memilih Jasa Profesional yang Tepat

Renovasi besar biasanya memerlukan tenaga profesional seperti arsitek, kontraktor, tukang listrik, dan sebagainya. Beberapa kriteria penting dalam memilih kontraktor yaitu dengan memastikan mereka memiliki lisensi, asuransi, referensi dari klien sebelumnya, serta portofolio yang sesuai dengan visi. Setelah itu, membuat kontrak yang jelas dengan mencakup jadwal pekerjaan, pembayaran, cakupan pekerjaan, dan mekanisme penyelesaian masalah jika ada perubahan.

Mengurus Izin Bangunan

Sebelum pekerjaan renovasi dimulai, sangat disarankan untuk mendapatkan semua izin dan persetujuan lokal yang diperlukan. Izin bukan hanya soal legalitas, tetapi juga keamanan proyek dan kepatuhan terhadap standar bangunan. Jangan abaikan regulasi lokal, meskipun beberapa pekerjaan tampak ringan, izin tetap bisa diperlukan untuk plumbing, listrik, atau struktur bangunan.

Persiapan Rumah untuk Renovasi

Sebelum renovasi dimulai, penting untuk menyiapkan rumah dan anggota keluarga terhadap gangguan. Hal ini bisa dengan menyingkirkan barang-barang berharga dan mudah rapuh, melindungi lantai dan perabot dengan penutup, bahkan mempertimbangkan untuk tinggal sementara di tempat lain jika renovasi sangat besar.

Memberi tahu tetangga juga bisa membantu mengurangi stres, misalnya dari segi gangguan suara dan parkir kontraktor.

Tahap pembongkaran dan Struktur

Setelah persiapan selesai, pekerjaan fisik dimulai dengan pembongkaran. Tahap ini merupakan fase awal yang berantakan dan berisik, tetapi sangat krusial.
Setelah pembongkaran, pengerjaan struktur seperti framing, perbaikan fondasi, dan pembaruan atap dilakukan untuk membangun fondasi renovasi yang stabil.

Instalasi dan Pengerjaan

Pada tahap ini, sistem utama rumah seperti pipa, listrik, dan HVAC diperbarui untuk memastikan semuanya aman dan efisien. Setelah itu, biasanya dilakukan inspeksi resmi untuk memastikan instalasi sudah sesuai standar sebelum masuk ke tahap finishing.

Jika sistem sudah beres, pekerjaan dilanjutkan dengan pemasangan insulasi, penggantian jendela, serta mulai masuk ke finishing interior seperti drywall, pengecatan, lantai, dan kabinet. Tahap ini membuat rumah mulai terlihat bentuk akhirnya, sehingga pemilihan material dan gaya yang tepat menjadi sangat penting.

Dekorasi dan Pasca Renovasi

Setelah renovasi selesai, tahap terakhir adalah memperkuat karakter ruang melalui dekorasi. Penggunaan pencahayaan berlapis dapat diterapkan untuk menghadirkan suasana yang dinamis. Tambahkan juga furniture, karpet, tanaman, dan karya seni agar ruangan terasa lebih hidup, personal, dan nyaman dihuni.
Langkah berikutnya adalah memastikan kualitas pekerjaan lewat inspeksi akhir bersama kontraktor. Cek fungsi semua sistem, kerapian finishing, dan pastikan seluruh izin telah ditutup sebelum pembayaran akhir. Penting juga untuk membuat jadwal pemeliharaan jangka panjang untuk atap, saluran air, HVAC, dan permukaan interior agar hasil renovasi tetap awet dan bebas masalah besar di kemudian hari.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Cerita di Balik Nama Unik Dusun Anjir di Kulon Progo



Kulon Progo

Nama Dusun Anjir di Kulon Progo memang unik. Kira-kira, apa cerita di balik dusun yang namanya identik dengan umpatan ala anak gaul Jaksel ini?

Anjir menjadi nama sebuah dusun di Kalurahan Hargorejo, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Nama yang unik ini ternyata bermula dari adanya pohon ikonik yang pernah tumbuh di dusun tersebut. Kepala Dusun Anjir, Saifudin, menceritakan awal mula dusun ini diberi nama Anjir.


Saifudin mengatakan pemilihan nama Anjir bermula dari adanya pohon di pekarangan milik mantan pemangku dusun setempat yang bernama Bardi Wirodimejo.

Pohon tersebut menarik perhatian masyarakat karena memiliki tinggi yang menjulang dan wujudnya mirip tongkat raksasa.

“Kenapa Anjir gitu kan ya, lha ini dulu awalnya dari dukuh pertama bernama Mbah Bardi Wirodimejo, orangnya tinggi besar, kebetulan saya masih menangi beliau. Nah di depan rumah Mbah Bardi ini dulunya ada pohon, kita tidak tau namanya, pohon ini tinggi kaya semacam cagak antena gitu, karena tidak ada daunnya efek kemarau,” ucap Saifudin saat ditemui di rumahnya belum lama ini.

Saifudin mengatakan pohon tersebut mengingatkan warga dengan patok penyangga tanaman atau biasa disebut Ajir. Sebagai tambahan informasi, Ajir adalah alat yang terbuat dari batang bambu atau tongkat bilahan bambu yang berfungsi sebagai penyangga batang, tempat bersandar pohon atau merambatnya tanaman perdu.

“Jadi Ajir itu cagak tanaman. Biasanya dipakai untuk tanaman seperti kacang panjang gitu,” terangnya.

“Nah dari sinilah kemudian menjadi nama dusun ini. Semula penyebutannya masih Ajir, tapi karena lidah Jawa jadinya Anjir. Kemudian sekarang lebih dikenal Nganjir jadi ada tambahan ng, tapi untuk penulisan resminya tetap Anjir,” terangnya.

Terkait siapa yang pertama kali mencetuskan nama tersebut, Saifudin mengaku kurang mengetahuinya. Dia menduga ini merupakan ide dari tokoh masyarakat di masa itu.

“Kemungkinan pencetus nama itu dukuh pertama tadi, atau bisa juga tokoh-tokoh lain di masa itu,” ujarnya.

Saifudin mengatakan belum ada arsip sejarah yang secara terang benderang menjelaskan kapan nama Anjir ini digunakan jadi nama dusun tersebut.

Namun, dia memperkirakan nama dusun Anjir ini mulai ada pasca-pemekaran Kalurahan Hargorejo pada medio tahun 1947 silam.

“Jadi dulu Hargorejo itu terdiri dari empat kelurahan, yaitu Penggung, Kriyan, Kokap Lama, dan Selo. Penggabungan empat Kalurahan jadi Hargorejo ini tahun 22 April 1947. Kemudian dulu itu ada Kalurahan Penggung, yang mencakup wilayah Anjir saat ini. Karena terjadi penggabungan tadi, sini masih tetep Penggung. Nah terus tahunya berapa saya belum ketemu itu terjadi pemekaran, dan Anjir berdirinya tanggal berapa tahun berapa belum ketemu, namun dimungkinkan berdirinya itu tahun 75-80 an,” ujarnya.

Cara Menuju ke Dusun Anjir

Dusun Anjir terletak di Kalurahan Hargorejo, Kapanewon Kokap, Kulon Progo. Dari pusat Kota Jogja jarak menuju ke dusun ini berkisar 40 km atau 1 jam perjalanan menggunakan kendaraan bermotor.

Anjir sendiri memiliki luas 150 hektar dan menjadi tempat tinggal bagi 690 warga. Mayoritas warga di sini bekerja sebagai pekebun dan petani.

——–

Artikel ini telah naik di detikJogja.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Di Kampung Ini Jalak Bali Dikonservasi dengan Adat dan Gotong-royong Warga



Tabanan

Jalak bali nyaris punah. Di kampung ini, satwa itu dilindungi lewat adat.

Adalah di Banjar Tingkihkerep, Desa Tengkudak, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali, jalak bali mempunyai rumah. Di kampung itu dilakukan konservasi jalak bali berbasis kekuatan hukum adat yang ditaati masyarakat setempat.

Bendesa Adat Tengkudak, I Nyoman Oka Tridadi, menyebutkan bahwa Banjar Tingkihkerep memiliki awig-awig (aturan adat) khusus yang melindungi lingkungan dan habitat jalak Bali. Salah satu aturan pentingnya adalah larangan menebang pohon tanpa izin. Jika dilanggar, pelakunya diwajibkan menanam dua pohon pengganti, terutama pohon buah-buahan yang bisa menjadi sumber pakan bagi burung jalak Bali.


“Kalau ada warga, bahkan dari luar banjar, yang nebang pohon, dia harus tanam dua pohon. Terutama yang bisa jadi makanan jalak Bali,” ujar Oka Tridadi, Minggu (8/6/2025), dikutip dari detikbali.

Menariknya, aturan pelestarian itu hanya berlaku di Banjar Tingkihkerep dan tidak diberlakukan di banjar adat lain di desa tersebut.

“Masyarakat di sini memang memiliki semangat tinggi dalam menjaga satwa dan lingkungan sekitarnya,” Oka menambahkan.

Banjar Tingkihkerep bukan dipilih secara sembarangan sebagai lokasi konservasi. Project Manager dari Yayasan FNPF I Made Sugiarta mengatakan bahwa pemilihan lokasi dilakukan setelah observasi mendalam, mempertimbangkan faktor geografis, kekuatan hukum adat, dan karakter masyarakatnya.

burung jalak Bali di Kampung Jalak Bali, Banjar Tingkihkerep, Desa Tengkudak, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali, Minggu (8/6/2025). (I Dewa Made Krisna Pradipta)burung jalak Bali di Kampung Jalak Bali, Banjar Tingkihkerep, Desa Tengkudak, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali, Minggu (8/6/2025). (I Dewa Made Krisna Pradipta)

“Kampung Jalak Bali ini bukan sekadar tempat wisata, tapi kawasan konservasi berbasis edukasi. Hanya saja, yang masih kurang itu ruang informasi. Jadi wisatawan belum terlalu paham soal karakter atau perkembangan jalak Bali di sini,” ujarnya.

Yayasan FNPF bekerja sama dengan Balai KSDA dan sejumlah akademisi Universitas Udayana dalam program ini, yang kini menjadi salah satu contoh konservasi berbasis masyarakat yang berhasil.

Camat Penebel, I Putu Agus Hendra Manik Mastawa, menilai keberadaan Kampung Jalak Bali sangat potensial untuk menjadi destinasi pendukung pariwisata Jatiluwih yang telah mendunia sebagai warisan budaya UNESCO.

“Desa Jatiluwih itu ikonnya Penebel. Nah, desa-desa di sekitarnya, seperti Tengkudak, bisa jadi penyangga. Apalagi Kampung Jalak Bali ini punya konsep yang sangat menarik dan ramah lingkungan,” kata dia.

Kecamatan juga terus menggali potensi lokal lainnya, mulai dari pertanian, budidaya kopi, durian, lebah madu, hingga wisata religi untuk memperkuat daya tarik kawasan Penebel secara keseluruhan.

Saat ini, tantangan utama yang dihadapi Kampung Jalak Bali adalah minimnya fasilitas dasar untuk wisatawan, seperti ruang informasi dan toilet. Manik Mastawa akan mengusulkan kebutuhan ini kepada Dinas Pariwisata Tabanan agar bisa segera direalisasikan.

“Saya rasa ini wajib ada, dan akan kami sampaikan ke pemerintah daerah,” kata dia.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

4 Tempat Liburan Musim Kemarau & Musim Hujan Ramah Anak


Jakarta

Musim kemarau dan hujan tidak selayaknya menghalangi piknik bersama anak serta keluarga tercinta. Tentu harus dicari tempat liburan yang tepat agar tidak kehujanan atau kepanasan, yang bisa mengganggu waktu senang-senang bersama keluarga. Kriteria tempat liburan tersebut, misalnya pakai atap dan berpendingin udara.

4 Tempat Liburan Musim Kemarau dan Musim Hujan

Dikutip dari media sosial tempat wisata terkait, berikut beberapa tempat liburan ramah anak di musim hujan dan kemarau

Tempat liburan musim kemarau ramah anak

Destinasi wisata ini tak hanya sebagai tempat hiburan, tapi juga menjadi sarana edukasi


Hutan Kota Srengseng

Warga berolahraga di Hutan Kota Srengseng, Jakbar, Jumat (27/6/2025). Pramono menginstruksikan Dinas Pertamanan untuk melakukan renovasi Hutan Kota Srengseng.Warga berolahraga di Hutan Kota Srengseng, Jakbar. Foto: Andhika Prasetia

Spot wisata hutan kota masuk rekomendasi karena terasa teduh saat matahari bersinar terik. Banyaknya pohon tinggi dengan kanopi besar dan daun banyak bisa menghalangi paparan matahari langsung ke kulit.

Museum Nasional

Museum Nasional ramai dikunjungi warga selama libur panjang akhir Mei. Suasana edukatif jadi pilihan keluarga untuk menyelami sejarah bangsa.Museum Nasional ramai dikunjungi warga selama libur panjang Foto: Pradita Utama

Dengan tempat yang nyaman, anak dan keluarga bisa liburan menikmati beragam koleksi benda dan lukisan bersejarah Museum Nasional tanpa takut kepanasan. Beragam museum dan galeri jadi rekomendasi destinasi wisata ramah anak berikutnya di musim kemarau.

Tempat liburan musim hujan ramah anak

Hujan yang terjadi setiap saat jadi pertimbangan anak dan keluarga memilih lokasi wisata

Sea World Ancol

Wisatawan mengamati ikan di Sea World Ancol, Jakarta, Jakarta, Kamis (8/2/2024). Libur panjang dimanfaatkan warga Jakarta dan sekitarnya untuk mengunjungi tempat-tempat rekreasi di Ibu Kota. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/tom.Wisatawan mengamati ikan di Sea World Ancol, Jakarta Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA

Destinasi wisata ini menawarkan pengalaman melihat keberagaman flora dan fauna laut di dalam laut. Dengan pengalaman ini, anak tidak hanya mengenal tapi juga belajar mencintai makhluk laut dan kelestarian alamnya.

Trans Studio Cibubur

Pengunjung menikmati wahana di Trans Studio Cibubur, Kamis (10/7/2025).Pengunjung menikmati wahana di Trans Studio Cibubur Foto: Pradita Utama

Taman hiburan indoor ini tentu harus masuk daftar rekomendasi tempat liburan musim hujan ramah anak. Keluarga dan pengunjung tak perlu khawatir kehujanan atau gagal piknik akibat terkendala cuaca.

Tips Memilih Tempat Liburan Ramah Anak di Musim Kemarau dan Hujan

  • Cek laporan prakiraan cuaca
  • Bawa perlengkapan yang diperlukan, misal payung di musim hujan dan topi saat kemarau
  • Bawa bekal makan dan minum dari rumah
  • Buat jadwal fleksibel.

Dengan pengaturan dan pemilihan tempat wisata yang tepat, liburan saat musim hujan atau kemarau bisa berjalan dengan baik.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

Agustusan, Hiu Paus Gorontalo Jadi Ikon Wisata Baru



Gorontalo

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo mempromosikan objek wisata bahari Hiu Paus di Desa Botubarani, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo dalam rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia (RI).

Mengutip Antara, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim di Gorontalo, menjelaskan pemilihan Botubarani sebagai lokasi pencanangan HUT ke-80 RI kali ini sekaligus bertujuan untuk mengangkat potensi wisata bahari, khususnya wisata Hiu Paus, yang diharapkan semakin eksis dan dikenal di tingkat nasional dan internasional.


“Seluruh aktivitas semarak HUT RI tahun ini, termasuk yang berlangsung di Botubarani, akan kami laporkan. Harapannya, kawasan ini bisa lebih dikenal dan menjadi daya tarik wisata unggulan Gorontalo,” ujar Sofian, Minggu (3/8/2025).

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengatakan, pencanangan ini merupakan bagian dari upaya promosi wisata yang telah digencarkan pemerintah daerah bersama Kementerian Pariwisata RI.

“Tujuan kegiatan ini sangat jelas, yaitu ingin mengangkat wisata Hiu Paus agar lebih melegenda. Bahkan penampilan Hiu Paus Sherly sudah ditayangkan di videotron milik Kementerian Pariwisata (Kemenpar) di Jakarta,” kata Gusnar.

Ia mengatakan, dampak promosi yang dilakukan juga sudah mulai terlihat. Salah satunya wisatawan asing yang diketahui berkunjung karena melihat tayangan wisata Hiu Paus di videotron milik Kemenpar RI.

Gusnar berharap seluruh elemen masyarakat terus bersinergi membangun Provinsi Gorontalo melalui semangat kemerdekaan dan pelestarian lingkungan.

Pencanangan rangkaian HUT RI di Gorontalo diawali dengan jalan sehat sejauh 1,2 kilometer dari Pantai Kurenai menuju objek wisata Hiu Paus. Acara dilepas langsung oleh Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie yang diikuti ratusan ASN Pemprov Gorontalo.

Kegiatan pencanangan ditandai dengan pelepasan 80 ekor burung merpati dan pembentangan bendera merah putih sepanjang 200 meter di bibir pantai serta satu bendera berukuran 80 meter di atas permukaan laut. Menutup rangkaian acara, seluruh peserta berpartisipasi dalam aksi bersih-bersih pantai.

(ddn/ddn)



Sumber : travel.detik.com