Tag Archives: penampungan

Ampuh! 4 Cara Mencegah Pertumbuhan Lumut di Toren Air


Jakarta

Toren air atau tangki air berfungsi untuk penampungan cadangan air di rumah. Kondisi toren yang lembap menjadi tempat yang cocok buat lumut bertumbuh.

Terkadang lumut bisa tumbuh di dalam toren air karena terpapar sinar matahari langsung ataupun air baku yang kotor. Hal ini bisa mengganggu kebersihan air di rumah, lho.

Lalu, bagaimana cara mencegah lumur di toren air? Yuk, simak tipsnya berikut ini, dilansir dari akun Instagram resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) @kemenpupr, Selasa (23/7/2024).


Cara Cegah Toren Air Lumutan

1. Tutup tangki dengan rapat

Lumut akan tumbuh ketika air terkena sinar matahari. Maka dari itu, kalian perlu pastikan bahwa tangki air tertutup rapat agar tidak ada sinar matahari yang masuk.

2. Buat pelindung di Atas Toren Air

Toren air yang terbuat dari plastik dan berwarna cerah memungkinkan cahaya matahari untuk menembus masuk ke dalam. Untuk menghindarinya, kalian bisa memasang pelindung di bagian atas tangki, misalnya seperti memasang atap.

3. Cat Toren Air dengan Warna Gelap

Selain memasang atap, kalian juga bisa mengecat tangki air berbahan plastik dengan warna gelap. Lakukan pengecatan secara tebal dan merata supaya tidak ada cahaya yang menembus dinding tangki.

4. Rutin Kuras Toren Air

Pengurasan tangki air secara rutin dapat menghambat pertumbuhan lumbut. Kuras tangki air setidaknya 6 bulan sekali. Apabila lumut tumbuh dengan cepat, tingkatkan frekuensi pengurasan, misalnya jadi 3-4 bulan sekali.

Demikian beberapa cara untuk mencegah pertumbuhan lumut padatoren air di rumah. Semoga bermanfaat ya!

Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Mengenal Water Heater dan Beragam Jenisnya


Jakarta

Pernah mendengar alat bernama water heater? Alat tersebut biasanya digunakan untuk menghasilkan air panas yang bisa digunakan untuk mandi.

Jika kamu tinggal di wilayah bersuhu dingin dan ingin menikmati mandi dengan air panas, water heater ini cocok untuk kamu. Nah, untuk mengetahui water heater lebih baik, simak informasi berikut ini.

Apa Itu Water Heater?

Dilansir The Spruce, water heater adalah alat yang berfungsi untuk memanaskan air bersuhu dingin. Air panas dari water heater dapat digunakan untuk mandi, cuci pakaian, cuci piring, serta bisa dialirkan ke pipa keran lainnya.


Water heater sendiri memiliki banyak jenisnya. Terdapat water heater yang dilengkapi tangki penampungan untuk cadangan air panas penggunaan berikutnya, maupun yang tidak. Ukuran tangki water heater bervariasi, bahkan ada yang muat hingga ratusan liter air sekaligus.

Untuk water heater tanpa tangki tidak menyimpan cadangan air yang dipanaskan. Melainkan memanaskan air untuk digunakan pada saat itu juga.

Jenis-Jenis Water Heater Berdasarkan Sumber Energi

Ada beberapa jenis water heater yang sering ditemui, contohnya seperti water heater gas dan listrik. Namun, masih ada beberapa jenis lainnya. Berikut ini penjelasannya.

Water Heater Listrik

Dikutip dari Forbes, cara kerja water heater listrik adalah dengan mengalirkan arus listrik bertegangan tinggi kepada sebuah batang di tengah tangki air. Listrik ini nantinya akan memanaskan air dari bagian tengah tangki ke arah luar.

Water heater listrik bisa awet hingga lebih dari 20 tahun. Namun juga tetap tergantung merek produk, perawatan, dan penggunaannya ya.

Water Heater Gas

Mengutip Better Homes & Gardens, water heater ini mengandalkan gas sebagai sumber energi proses pemanasannya. Jenis gas yang digunakan umumnya yaitu gas alam atau propana. Water heater gas tersedia pilihan bertangki dan tanpa tangki.

Water heater berenergi gas dapat bertahan 15-20 tahun. Namun tetap tergantung merek produk, perawatan, dan penggunaannya.

Solar Water Heater

Solar water heater atau water heater tenaga surya ini miliki tangki yang besar di mana air ditempatkan di sana sampai siap untuk digunakan. Water heater jenis ini menggunakan energi matahari yang dikonversi melalui panel surya me energi listrik untuk memanaskan air.

Biasanya water heater tenaga surya sangat bergantung pada energi matahari, namun memiliki sistem energi cadangan seperti gas atau listrik agar bisa tetap digunakan.

Hybrid Water Heater

Water heater jenis ini menggunakan sistem pompa panas untuk menarik panas dari tanah dan udara untuk memanaskan air, alih-alih menggunakan sumber bahan bakar langsung. Metode pemanasan air ini memungkinkan hybrid water heater menggunakan daya hingga 60% lebih sedikit daripada pemanas air tangki konvensional.

Sistem ini memiliki tangki penyimpanan berinsulasi besar dan pompa panas yang dipasang di bagian atas tangki, yang membutuhkan lebih banyak ruang daripada pemanas air tangki konvensional. Selain itu, jenis pemanas air ini lebih mahal daripada pemanas tangki konvensional dan sangat bergantung pada panas sekitar, itulah sebabnya pemanas air hibrida tidak direkomendasikan untuk daerah beriklim dingin.

Itulah informasi mengenai pengertian dan jenis-jenis water heater.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/das)



Sumber : www.detik.com

Bisa Cegah Banjir Saat Hujan, Ini Cara Bikin Sumur Resapan di Rumah



Jakarta

Sumur resapan air memiliki banyak manfaat bagi rumah. Jika musim hujan datang seperti sekarang, sumur resapan bisa membantu mencegah banjir. Sementara di musim kemarau sumur ini bisa menjadi tempat penampungan air.

Koordinator Nasional Pengelolaan Sumber Daya Air Berketahanan Iklim dari USAID IUWASH Tangguh, Asep Mulyana menjelaskan sumur resapan air sangat bermanfaat untuk mengelola air hujan. Berbentuk lubang, sumur resapan air menjadi media untuk menampung air hujan atau air larian di permukaan tanah.

“Sumber air hujan atau mengalir tidak terkontrol itu bisa menjadi sebuah cadangan air tanah untuk dimanfaatkan dan tabungan di musim kemarau,” ujar Asep kepada detikcom beberapa waktu yang lalu


Sumur resapan ini berguna sebagai tabungan air daripada membiarkan air hujan mengalir hingga menimbulkan masalah seperti banjir dan genangan air. Lalu, bagaimana cara membuat sumur resapan air di rumah? Simak penjelasannya berikut ini.

Cara Membuat Sumur Resapan Air

1. Tentukan Letak Sumur

Asep mengatakan sumur resapan air idealnya berada di dataran paling rendah di halaman rumah. Maka, carilah letak yang rendah supaya air hujan mengalir ke arah sumur resapan air.

Selain itu, pastikan sumur resapan memiliki jarak aman sesuai standar terhadap bangunan lain seperti fondasi rumah dan septic tank.

2. Hitung Curah Hujan

Untuk menentukan dimensi lubang resapan air, tergantung pada ukuran atap dan curah hujan suatu kawasan. Asep membagikan tips mudah menghitung curah hujan menggunakan gelas.

“Simpan gelas di halaman rumah dari mulai hujan sampai berhenti hujan. Misalkan muncul (ketinggian) 5 cm, berarti intensitas curah hujan itu 5 cm di situ dalam sekali hujan,” katanya.

Angka tersebut dikonversikan ke satuan meter, lalu dikalikan dengan luas atap rumah untuk menentukan volume lubang sumur resapan.

3. Gali Lubang

Selanjutnya, gali lubang dengan dimensi yang sesuai dengan volume tersebut. Dimensi ini bisa disesuaikan dengan ukuran lahan yang dimiliki. Kedalaman sumur bisa 1-2 meter sesuai kebutuhan dan bentuk lubang dapat berupa persegi panjang.

4. Buat Dinding

Kemudian, bangun tembok mengitari sumur untuk mengamankan bentuk sumur. Tembok ini terbuat dari bata dan memiliki kedalaman 50 cm. Sementara sisa dinding sumur dibiarkan tanpa tembok untuk memaksimalkan resapan air ke arah samping.

5. Isi Lubang Sumur

“Untuk mengamankan kondisi sumur di paling bawah dikasih 20-30 cm kerikil. Di atasnya lagi dikasih 20-30 cm ijuk. Fungsinya untuk menahan kotoran atau lumpur yang masuk,”

Kalau air hujan yang masuk ke dalam sumur berasal dari atap yang disambungkan ke paralon, maka tidak perlu mengkhawatirkan kotoran dan lumpur memenuhi sumur.

5. Pastikan Aliran Air

Pastikan air hujan akan mengalir ke sumur resapan dengan membuat sumur di dataran rendah. Jika halaman rumah datar, air bisa dialirkan dengan membuat parit kecil yang mengarah ke lubang dinding sumur resapan.

Selain itu, air hujan yang jatuh ke atap juga bisa dialirkan ke sumur dengan membuat talang air dan paralon.

6. Tutup Permukaan

Apabila permukaan sumur resapan akan difungsikan, misalkan parkiran motor atau tempat jemuran, maka permukaan sumur dicor seperti membuat septic tank. Maka, pengecoran juga menggunakan tulang besi dan manhole.

Itulah cara membuat sumur resapan air untuk mengantisipasi masalah di kemudian hari. Semoga bermanfaat!

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Pengertian, Manfaat, dan Cara Buatnya



Jakarta

Di dalam pekarangan rumah ada berbagai sistem penampungan, salah satunya sumur resapan. Bagi sebagian orang mungkin masih asing dengan istilah sumur resapan.

Padahal, lubang satu ini sangat bermanfaat untuk rumah, lho. Biar nggak bingung, simak penjelasan soal sumur resapan berikut ini ya.

Pengertian Sumur Resapan

Dilansir dari situs resmi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kamis (2/1/2024), sumur resapan adalah sistem resapan buatan yang berfungsi sebagai penampungan air hujan. Sistem ini dapat berupa sumur, parit, atau alur taman resapan


Manfaat Sumur Resapan

Sumur resapan dapat menampung dan menahan air hujan, baik yang mengalir dari atap rumah maupun yang langsung jatuh ke tanah. Air akan mengisi kembali air tanah dangkal sebagai sumber air bersih. Dengan begitu, air tidak langsung keluar ke pekarangan rumah.

Cara Membuat Sumur Resapan

1. Pilih Lokasi

Saat menentukan lokasi sumur resapan, pilihlah yang jaraknya 1 meter atau lebih dari fondasi rumah. Tak hanya itu, pilih lokasi yang dekat dengan lokasi talang pembuangan air hujan.

2. Gali Lubang

Selanjutnya, gali lubang sumur dengan diameter 80-100 cm. Untuk kedalamannya mencapai 1,5 meter tapi jangan melebihi muka air tanah.

3. Perkuat Dinding Lubang

Kamu perlu memperkuat dinding tanah dengan memasukkan tiga buah buis beton sepanjang 50 cm. Kalau tak punya buis beton, kamu bisa menggunakan pasangan bata kosong.

4. Sambungkan Pipa ke Talang

Kemudian, pastikan air hujan bisa langsung masuk ke dalam sumur resapan. Hal ini dapat dilakukan dengan menyambungkan pipa paralon atau pipa pemasukan dari talang ke sumur.

5. Pasang Pipa Pembuangan

Beri pipa pembuangan ke selokan atau drainase jalan pada sumur resapan. Posisi pipa pembuangan ini harus lebih tinggi dari muka air tertinggi pada selokan drainase.

6. Isi Batu Koral

Selain memasang dinding, kamu juga perlu mengisi lubang dengan kerakal atau koral. Tumpuk batu-batu tersebut hingga ketinggian 15 cm.

7. Tutup Sumur

Terakhir, tutup bagian atas sumur menggunakan plat beton. Di penutup tersebut dapat diurug tanah untuk taman atau dipasang pot-pot tanaman.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Air AC Jangan Dibuang, Bisa buat Ngepel hingga Bersihkan WC!



Jakarta

AC atau Air Conditioner adalah alat penyejuk ruangan yang biasa ditempelkan di dinding. AC yang berfungsi normal pasti mengeluarkan air yang menetes dari selang.

Air ini tercipta dari proses akumulasi kelembapan ruangan selama penggunaan AC. Proses mendinginkan membuat suhu normal menjadi lebih dingin atau terjadi kondensasi sehingga menghasilkan air. Semakin sering dan lama penggunaan AC, air yang dihasilkan juga semakin banyak.

Nah, biasanya air yang dihasilkan AC tersebut dibuang oleh pemilik. Tapi, tahukah kamu, air buangan AC juga ada gunanya lho. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan berikut.


Kegunaan Air AC

Seperti yang kita tahu, air AC berasal dari kondensasi udara di dalam ruangan tersebut. Menurut greenprophet.com, air AC biasanya bersih dan bebas dari kontaminasi kotoran. Apabila AC tersebut terjaga kebersihannya, termasuk tempat penampungan airnya juga.

Air ini bisa digunakan untuk beberapa hal dan lebih bermanfaat daripada harus dibuang. Salah satunya adalah membersihkan jendela, lantai, hingga kloset WC. Air AC ini cukup aman untuk membersihkan beberapa bagian rumah karena tidak membuat barang rusak.

Apabila kamu ingin memakai untuk mengepel atau membersihkan toilet, tentu perlu ditambahkan cairan pengharum dan anti bakteri agar benar-benar bersih.

Jika kamu memiliki mobil di rumah, kamu bisa menggunakan air AC untuk membersihkan mobil tanpa khawatir terjadi korosi. Selain itu, bisa juga digunakan untuk mengganti air radiator mobil. Air buangan AC biasanya dingin dibandingkan air biasa sehingga membuat radiator mobil lebih sejuk dan mobil pun berfungsi lebih baik.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

Cara Bikin Sumur Resapan Air di Rumah, Bisa Cegah Banjir!



Jakarta

Sumur resapan air mungkin bisa menjadi salah satu upaya untuk mencegah banjir. Tak hanya itu, sumur resapan air juga bisa berfungsi sebagai tempat penampungan air saat musim kemarau.

Berbentuk lubang, sumur resapan air menjadi media untuk menampung air hujan atau air larian di permukaan tanah. Sumur resapan air sangat bermanfaat untuk mengelola air hujan.

Air hujan yang turun bisa menjadi tabungan air melalui sumur ini. Dengan begitu air yang mengalir akibat hujan bisa tertampung. Lalu, bagaimana cara membuat sumur resapan air di rumah? Simak penjelasannya berikut ini.


Cara Membuat Sumur Resapan Air

1. Tentukan Letak Sumur

Asep mengatakan sumur resapan air idealnya berada di dataran paling rendah di halaman rumah. Maka, carilah letak yang rendah supaya air hujan mengalir ke arah sumur resapan air.

Selain itu, pastikan sumur resapan memiliki jarak aman sesuai standar terhadap bangunan lain seperti fondasi rumah dan septic tank.

2. Hitung Curah Hujan

Untuk menentukan dimensi lubang resapan air, tergantung pada ukuran atap dan curah hujan suatu kawasan. Asep membagikan tips mudah menghitung curah hujan menggunakan gelas.

“Simpan gelas di halaman rumah dari mulai hujan sampai berhenti hujan. Misalkan muncul (ketinggian) 5 cm, berarti intensitas curah hujan itu 5 cm di situ dalam sekali hujan,” katanya.

Angka tersebut dikonversikan ke satuan meter, lalu dikalikan dengan luas atap rumah untuk menentukan volume lubang sumur resapan.

3. Gali Lubang

Selanjutnya, gali lubang dengan dimensi yang sesuai dengan volume tersebut. Dimensi ini bisa disesuaikan dengan ukuran lahan yang dimiliki. Kedalaman sumur bisa 1-2 meter sesuai kebutuhan dan bentuk lubang dapat berupa persegi panjang.

4. Buat Dinding

Kemudian, bangun tembok mengitari sumur untuk mengamankan bentuk sumur. Tembok ini terbuat dari bata dan memiliki kedalaman 50 cm. Sementara sisa dinding sumur dibiarkan tanpa tembok untuk memaksimalkan resapan air ke arah samping.

5. Isi Lubang Sumur

“Untuk mengamankan kondisi sumur di paling bawah dikasih 20-30 cm kerikil. Di atasnya lagi dikasih 20-30 cm ijuk. Fungsinya untuk menahan kotoran atau lumpur yang masuk,”

Kalau air hujan yang masuk ke dalam sumur berasal dari atap yang disambungkan ke paralon, maka tidak perlu mengkhawatirkan kotoran dan lumpur memenuhi sumur.

5. Pastikan Aliran Air

Pastikan air hujan akan mengalir ke sumur resapan dengan membuat sumur di dataran rendah. Jika halaman rumah datar, air bisa dialirkan dengan membuat parit kecil yang mengarah ke lubang dinding sumur resapan.

Selain itu, air hujan yang jatuh ke atap juga bisa dialirkan ke sumur dengan membuat talang air dan paralon.

6. Tutup Permukaan

Apabila permukaan sumur resapan akan difungsikan, misalkan parkiran motor atau tempat jemuran, maka permukaan sumur dicor seperti membuat septic tank. Maka, pengecoran juga menggunakan tulang besi dan manhole.

Itulah cara membuat sumur resapan air untuk mengantisipasi masalah di kemudian hari. Semoga bermanfaat!

(das/das)



Sumber : www.detik.com

6 Cara Basmi Kamitetep di Rumah, Bisa Pakai Sabun Cuci Piring


Jakarta

Pernah dengar hewan kamitetep? Serangga yang yang satu ini kerap ditemukan di Indonesia.

Kamitetep atau Phereoeca uterella memiliki bentuk seperti larva yang biasanya hinggap di ruangan dengan suhu lembap. Selain itu, hewan ini juga kerap hinggap di tempat-tempat yang jarang dibersihkan, seperti gudang dan kolong tempat tidur.

Serangga ini bisa membuat badan gatal-gatal atau iritasi jika bulu halusnya kontak dengan manusia. Tak heran, banyak penghuni rumah yang ingin membasminya.


Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini tips membasmi kamitetep di rumah.

1. Bersihkan Rumah

Hewan ini biasa ditemukan di dinding atau menggantung di atap rumah. Kamitetep biasanya memakan jaring laba-laba, wool, maupun larva untuk bertahan hidup. Maka tak heran kalau hewan ini ditemukan di tempat-tempat yang jarang dibersihkan.

Dilansir dari Bugwiz, penghuni rumah bisa membersihkan ruangan agar tidak menjadi habitat kamitetep di rumah. Bersihkan debu-debu dan sarang laba-laba di rumah, termasuk sampah-sampah organik yang ada.

2. Jaga Kelembapan Rumah Tetap Rendah

Kamitetep menyukai tempat dengan kelembapan tinggi. Nah, penghuni rumah bisa menjaga kelembapan rumah rendah agar tidak menjadi tempat bernaung kamitetep.

Salah satu caranya bisa membuka jendela untuk sirkulasi udara yang lancar atau menggunakan dehumidifier. Buat rumah terasa sejuk dan kering.

3. Pakai Sabun Cuci Piring

Kamitetep bisa dibasmi pakai sabun cuci piring. Ini merupakan salah satu langkah yang mudah untuk membasmi kamitetep tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya.

Caranya, campurkan 2 sendok makan sabun cuci piring cair ke dalam 3-4 liter air. Campurkan namun jangan sampai banyak busa.

Sebaiknya jangan langsung menyemprotkan cairan tersebut ke kamitetep karena mereka memiliki lapisan pelindung di tubuhnya. Caranya, bisa menusuk selubung hewan tersebut agar tidak bergerak dan buat lubang kecil agar cairan sabun cuci piring yang sudah dibuat bisa masuk ke dalam tubuhnya untuk membasmi kamitetep.

4. Tutup Pintu Masuk Kamitetep

Dilansir dari The Pest Informer, retakan dan celah di dinding, jendela, dan pintu bisa menjadi pintu masuk bagi kamitetep. Penghuni rumah bisa menutup titik masuk ini untuk mencegah kamitetep masuk ke dalam rumah. Apabila ada retakan di dinding, segera ditambal agar tidak menjadi tempat penampungan serangga.

5. Gunakan Pestisida

Jika menggunakan cara-cara di atas masih belum bisa membasmi kamitetep, bisa mempertimbangkan penggunaan pestisida. Pastikan produk yang aman untuk penggunaan di dalam ruangan dan ikuti petunjuk pada label.

6. Panggil Jasa Profesional

Jika keberadaan kamitetep di rumah sangat banyak dan sulit dikendalikan atau dibasmi, sudah saatnya memanggil jasa profesional.

Itulah beberapa cara membasmi kamitetep di rumah.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Kamar Mandi Terasa Pengap Setiap Usai Dipakai? Begini Cara Atasinya


Jakarta

Salah satu permasalahan yang kerap ditemui di kamar mandi adalah kelembapan. Hal ini menyebabkan siapa pun yang masuk ke dalamnya merasa pengap dan pasti memicu pertumbuhan jamur.

Salah satu biang keroknya adalah kamar mandi tersebut tidak memiliki ventilasi udara. Di dalamnya, tidak ada pertukaran udara yang baik sehingga uap dan udara lembap tersebut tidak bisa terdorong keluar.

Cara mengatasi kamar mandi seperti ini bukan hanya dengan rajin membersihkannya. Sebab, kejadian serupa akan kembali terjadi setiap kamar mandi selesai digunakan.


Dilansir The Spruce, berikut cara mengatasi kamar mandi pengap dan lembap.

1. Kamar Mandi Harus Kering

Salah satu penyebab kamar mandi selalu terasa pengap dan lembap adalah bagian dalam kamar mandi selalu basah dan banyak genangan. Untuk mengeringkan pasti lebih lama karena tidak memiliki ventilasi udara.

Untuk mempercepat pengeringannya, setiap setelah mandi keringkan dahulu dinding, lantai, dan barang-barang di kamar mandi. Meskipun tidak kering sempurna, area basah tersebut bisa mengering lebih cepat.

2. Hindari Meletakkan Handuk Basah di Dalam

Handuk basah tidak boleh disimpan di dalam kamar mandi. Hal ini dikarenakan handuk juga bisa memicu udara lembap dan pertunjukan jamur. Selesai dipakai, sebaiknya handuk digantung di luar rumah atau dijemur agar tidak ada jamur yang berkembang dan lebih aman dipakai tanpa perlu takut dapat memicu alergi kulit.

3. Pasang Exhaust Fan

Salah satu solusi untuk mengeringkan kamar mandi yang tidak memiliki ventilasi adalah memakai exhaust fan di dinding atau atap. Kipas angin ini berfungsi untuk menarik udara lembap. Setelah kamar mandi selesai digunakan biarkan kipas bekerja selama 20-30 menit. Untuk menyalakannya bisa otomatis seperti saat lampu kamar mandi dihidupkan atau saat pintu dibuka.

4. Buka Jendela atau Pintu

Apabila tidak memiliki kipas angin, selalu buka pintu setelah kamar mandi selesai digunakan. Uap air di dalamnya tidak akan menumpuk dan terperangkap.

5. Ganti Shower dengan Pancuran Rendah

Bagi yang memakai shower yang bisa diatur suhunya, hati-hati perangkat tersebut bisa menjadi salah satu penyebab kamar mandi sering lembap. Hal ini dikarenakan air hangat yang digunakan bisa menghasilkan uap panas. Untuk mencegah kamar mandi selalu pengap setelah digunakan, ganti posisi shower ke lokasi yang lebih pendek agar uap yang dihasilkan tidak begitu banyak.

6. Kurangi Durasi Mandi

Bagi pengguna shower yang bisa diubah suhu airnya, sebaiknya tidak mandi terlalu lama karena uap yang dihasilkan juga akan semakin banyak.

7. Pakai Dehumidifier Portabel

Saat ini sudah tersedia alat khusus untuk menyerap kelembapan bernama dehumidifier. Alat ini layaknya penyedot udara kotor, cukup diletakkan di ruangan yang agak lembap, dalam 24 jam di tangki penampungan air akan terlihat jumlah air yang sudah terserap.

Itulah beberapa cara mengatasi kamar mandi yang lembap, semoga membantu.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Dulu Rumah Pejabat Zaman Belanda, Kini Jadi Tempat Penampungan Gelandangan



Demak

Dulu, bangunan ini adalah rumah pejabat Demak di zaman kolonial Belanda. Namun kini, bangunan ini berubah fungsi menjadi tempat penampungan gelandangan.

Inilah Rumah Pelayanan Sosial (Rumpelsos) Dinas Sosial di Demak, Jawa Tengah. Bangunan ini ternyata merupakan sebuah cagar budaya.

Di zaman kolonial Belanda, bangunan Rumpelsos Demak merupakan eks kantor Kawedanan Demak. Kawedanan ini merupakan tempat tinggal wedana atau wedono yang merupakan pejabat setingkat kepala wilayah yang diangkat oleh Kolonial Belanda.


“Rumpelsos itu dulunya bangunan eks Kantor Kawedanan Demak. Bangunan eks Kawedanan Demak itu ditinggali oleh Wedana Demak,” kata Staf Pelaksana Subkoor Analis Sejarah dan Cagar Budaya Dindikbud Demak, Roni Sulfa Ali saat ditemui di kantornya, pekan lalu.

Roni menjelaskan, wedana merupakan sistem administrasi yang dibentuk pemerintah Kolonial Belanda. Pejabat wedana ini pun difasilitasi dengan sebuah rumah dinas.

“Wedana atau kawedanan itu adalah sistem administrasi pada saat Pemerintah Kolonial Belanda, posisinya di bawah bupati atau kabupaten. Jadi kabupaten, wedana, kemudian desa-desa. Dulu belum ada kecamatan, tapi kalau wedana itu kalau sekarang di atas kecamatan, lebih luas dari kecamatan,” terang Roni.

Dibangun Pada Tahun 1909

Bangunan gedung Rumpelsos Demak ini dibangun pada tahun 1909. Proses pembangunan rumah dinas wedana ini konon membutuhkan waktu tiga tahun.

“Dibangun sekitar 1909. Itu berdasarkan catatan Pemerintah Kolonial Belanda. Waktu itu ada. Kalau ibarat sekarang Dinas Pekerjaan Umum, dan itu selesai sekitar 1912,” terangnya.

Dari catatan sejarah, ada beberapa versi tentang Wedana Demak. Salah satunya menyebutkan ada tiga kawedanan.

“Wedana sendiri berdasarkan catatan kami tapi ini ada banyak versi dan kita masih kroscek keabsahannya. Jadi, Demak dulu ada beberapa wedana atau beberapa kawedanan. Salah satunya itu adalah Kawedanan Demak Kota, Grogol, Dempet. Kalau nggak salah lebih dari tiga kawedanan,” jelasnya.

Dibangun Dengan Biaya 12 Ribu Gulden

Roni menuturkan, biaya pembanungunan kantor kawedanan konon menghabiskan uang 12 ribu gulden. Rumah tersebut juga sempat menjadi Panti Wreda sebelum menjadi Rumpelsos.

“Bangunan eks kawedanan Demak itu dibangun dengan biaya sekitar 12 ribuan gulden, kalau sekarang sudah berapa ratus juta,” seloroh Roni.

Roni menambahkan, seiring berjalannya waktu, fungsi wedana mengalami perubahan-perubahan. Pada akhirnya, penghapusan sistem administrasi wedana di Demak dilakukan pada tahun 1960.

“Wedana dihapus itu sekitar 1967 tapi secara totalnya itu 1990-an. Di Demak sendiri tahun 1960-an masih ada wedana, tapi tidak seefektif zaman kolonial Belanda,” terangnya.

Ditetapkan Sebagai Cagar Budaya

Kini, bangunan tersebut telah ditetapkan sebagai cagar budaya lewat Keputusan Bupati Demak Nomor 438/123 Tahun 2023 pada 17 Mei 2023.

Bangunan itu kini difungsikan sebagai rumah sementara bagi gelandangan, lansia, orang gila yang berkeliaran di wilayah Demak.

Lorong pendek yang menghubungkan bangunan cagar budaya dengan bangunan baru di Rumpelsos Demak. Foto diambil Selasa (16/1/2024).Rumpelsos Demak Foto: Mochamad Saifudin/detikJateng

Ada dua kamar yang difungsikan untuk menampung lansia perempuan. Sedangkan di bangunan baru, ada empat kamar berjeruji yang difungsikan untuk menampung orang gila.

Bangunan Rumpelsos yang ditetapkan sebagai cagar budaya berbentuk joglo. Bangunan itu dominan dengan cat warna hijau, putih, dan merah muda atau pink.

Bagian lantai di area aula dipasangi keramik berwarna putih. Namun berbeda dengan area aula, bagian dalam bangunan itu masih asli dengan tegel warna gelap.

—–

Artikel ini telah naik di detikJateng.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Dulu Perumahan Elite Karyawan Bengkel Kereta, Kini Sepi dan Mencekam



Medan

Dahulu, tempat ini adalah perumahan elite milik karyawan bengkel kereta zaman Belanda di Medan. Namun kini, kondisinya sangat sepi dan mencekam.

Sepi dan mencekam adalah kesan pertama yang terlintas saat menapaki kaki di Jalan Bundaran, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan.

Padahal saat itu matahari baru sedikit condong ke arah Barat. Sejumlah rumah besar berlantai 2 tegak berdiri di areal Jalan Bundar tersebut. Rumah-rumah bernuansa kolonial Belanda itu terlihat kusam dan tidak terawat.


Ada juga rumah yang sudah hancur, tinggal dindingnya saja. Kondisi jalan yang tidak diaspal dan becek, ternyata sudah tidak bisa dilalui kendaraan lagi karena tertutup semak belukar.

Sesuai namanya, Jalan Bundar berbentuk bundar. Jika ingin menyusuri semua sisi, kita harus masuk dari Jalan Pertahanan dan dari Jalan Bengkel/Jalan Lampu.

Kondisi rumah mewah di masanya itu sudah seperti tidak terurus. Di sekitar rumah yang tidak habis dihitung dengan jari itu terlihat banyak tumbuh rumput maupun pohon yang menambah kesan horor.

Selain itu, terdapat juga rumah-rumah yang berukuran kecil yang dari kondisinya juga sudah berumur. Rumah-rumah kecil itu seperti komplek perumahan yang tersusun seperti satu blok.

Perumahan Elit Bengkel Kereta Api Kolonial Belanda di Medan (Nizar Aldi/detikcom)Perumahan Elit Bengkel Kereta Api Kolonial Belanda di Medan (Nizar Aldi/detikcom)

Dari rumah yang ada, PT KAI terlihat memiliki satu bangunan di lokasi itu yang diberi Mes Bundar. Mes itu berada di antara Jalan Bundar dengan Jalan Bengkel dan dirawat dengan baik.

Di sekitar lokasi, terdapat menara air yang cukup besar. Konon menara air tersebut digunakan sebagai penampungan air bagi perumahan karyawan bengkel kereta api di masa lalu dan saat ini sudah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Wali Kota Medan Bobby Nasution.

Menurut warga sekitar, Yusuf (63), rumah-rumah di sana sudah lapuk dan kemudian ambruk. Yusuf sendiri telah tinggal selama 40 tahun di salah satu pintu masuk ke Jalan Bundar.

“Iya hancur, lapuk tumbang,” kata Yusuf.

Banyak rumah di lokasi itu sudah tidak ditempati lagi. Yusuf tidak tahu pasti berapa jumlah rumah peninggalan kolonial Belanda di areal itu.

“Kera (hitung) aja, yang besar-besar itu, di depan ada, di sana ada,” ucapnya.

Penjelasan Sejarawan

Sejarawan Universitas Sumatera Utara (USU) M Azis Rizky Lubis mengatakan jika keberadaan perumahan elit itu awalnya diperuntukkan bagi karyawan bengkel kereta api yang ada di sekitar lokasi pada zaman kolonial Belanda.

Namun, pembangunannya tidak bersamaan dengan perusahaan kereta Deli Spoorweg Matschappij terbentuk di tahun 1886.

“Jadi memang keberadaan komplek perumahan itu tidak terlepas dari pembangunan kereta api di Kota Medan, tetapi bukan berarti ketika saat Deli Maatschappij kemudian membentuk anak perusahaan namanya Deli Spoorweg Matschappij itu (perumahan) langsung di bangun,” kata M Azis Rizky Lubis.

Rel kereta api yang menghubungkan Medan dengan Labuhan sendiri dibangun 1886. Namun komplek perumahan di Jalan Bundar baru dibangun pada 1919 saat pembentukan werkplaats atau bengkel kereta api di sekitar lokasi.

“Ketika pembangunan jalan kereta api pertama dari Medan ke Labuhan, itu pun belum ada lokasi, itu dia dibangun seiring dengan pembentukan bengkel kereta api di tahun 1919 atau dalam bahasa Belanda itu werkplaats,” ucapnya.

Bengkel kereta api tersebut hingga saat ini masih beroperasi dan diberi nama Balai Yasa KAI Pulubrayan. Keberhasilan komplek perumahan bengkel itu disebut juga diperuntukkan bagi sekolah yang ingin mengunjungi bengkel kereta api di lokasi di masa lampau.

Perumahan Elit Bengkel Kereta Api Kolonial Belanda di Medan (Nizar Aldi/detikcom)Perumahan Elit Bengkel Kereta Api Kolonial Belanda di Medan (Nizar Aldi/detikcom)

“Sehingga perumahan itu dibangun untuk karyawan-karyawan termasuk juga mess bagi sekolah perkeretaapian yang mau berkunjung ke situ,” ujarnya.

Di sekitar komplek perumahan bagi karyawan bengkel kereta api, ada juga beberapa komplek elit bagi orang Eropa. Sebab daerah itu disebut berdekatan dengan perkebunan Helvetia.

“Di sekeliling itu juga ada komplek-komplek perumahan lain yang pada umumnya didiami oleh orang Eropa, sehingga dapat dikatakan jugalah Brayan itu termasuk kawasan yang cukup elit, karena tidak jauh dari situ kan ada perkebunan Helvetia,” ujarnya.

Saat Jepang menduduki Indonesia, orang Eropa menjadi areal perumahan itu sebagai camp mengungsi. Alasannya selain karena daerah perumahan orang Eropa, lokasi itu juga dengan pelabuhan di Belawan.

“Kenapa mereka memilih basecamp-nya di situ karena di situ memang salah satu populasi orang Eropa selain yang di Polonia, karena aksesnya juga lebih dekat ke Belawan,” tuturnya.

Di awal pembangunan rel kereta api Medan-Labuhan tahun 1886, belum ada stasiun di Pulo Brayan. Saat itu masih ada semacam halte bukan stasiun seperti saat ini.

——-

Artikel ini telah naik di detikSumut.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com